My Prince
Chap : 4
Pairing : hanazono karin x kujyo kazune
Disclaimer : Koge donbo
Warning : typo dimana mana, alur ngk jelas and kecepetan OOC
Don't like Don't Read
"Karin apa kau tau dia akan datang kerumahmu? " ucap Kazune
.
.
.
Mendadak karin menjadi pucat pasi saat tau siapa yang tengah menunggunya saat malam-malam begini
" Hei Karin kau tak apa?" tanya Kazune
"Kazune aku aku" ucap Karin gelagapan yang bingung setengah mati dengan situasi sekarang
" ayo keluar" ucap Kazune yg kemudian keluar dan membukakan pintu mobil nya untuk Karin
"tak apa kau masuk saja biar aku yang menangani dia" bisik Kazune sambil menggandeng tangan Karin yang kemudian mendekati siluet yang ada didepannya yang tak lain dan tak bukan adalah Karakusuma Kirika.
"karin aku…." "ada perlu apa kau kerumah Karin?" potong Kazune ditengah ucapan kirika
"aku ingin berbicara pada Hanazono bukan kau" ketus kirika
"kauuu…. Bugh " ucap kazune yang mulai kesal dan memukul Kirika
" Cih, …bruakh " Kirika pun membalas tepat pada wajah kazune, dan terjadilah perkelahian antara kedua orang tersebut.
"HENTKAAAAANN ! Hiks, jangan berkelahi disini " ucap Karin yang matanya mulai sembab
Sontak kedua pemuda itupun berhenti berkelahi
" Karin " ucap Kazune dan Kirika bersamaan
"PERGI KALIAN DARI RUMAHKU PERGII hiks.." ucap karin yang menunjuk-nunjuk sembarang arah sambil menangis
"Haaahh, baiklah aku akan pergi … Karin ada yang harus kujelaskan tapi sepertinya bukan sekarang" ucap Kirika yang sedikit tersenyum pahit dan berjalan pergi.
" Hiks Hiks huwaaaaaa" ucap Karin yang terduduk sambil menangis
Kazune P.O.V
"SIALAN kau karakusuma, aku sudah susah – susah membuat gadisku ini tersenyum tapi kau dengan mudah menghancurkan segalanya" batinku yang sangat kesal karna kejadian ini, aku sekarang bingung mau bagaimana lagi membuat Karin tersenyum lagi. Melihat Karin menangis ntah kenapa aku merasa amat sangat bersalah karna semua ini.
"Karin sudahlah" ucapku yang kemudian memeluk karin
" K-Ka-Kazune " ucap karin yang tegagap dengan tingkahku yang tiba-tiba
Sebenarnya akupun tak tau kenapa tiba-tiba terlintas dipikiranku untuk memeluk Karin seperti ini, tapi toh sudah terjadi jadi mau bagaimana lagi? Akupun mengelus rambut belakang karin yang dikuncir dua itu "kau tau? Hatiku sakit karna kau menangis semua sudah terjadi, jadi biarkanlah" ucapku
"hiks, Ha-Hai " ucap Karin, dan sepertinya tubuhnya tak lagi bergetar dan tangisannya mulai mereda. Akupun melepaskan pelukanku dan memandang wajah Karin yang sedikit awut - awutan karna menangis tadi
"Wa – wajahmu " ucap Karin yang menyentuh wajahku yang terluka akibat perkelahianku dengan
Kirika tadi
"Aw hei ini masih sakit " ucapku yang sedikit menjauhkan wajahku
"Gomenasai, kalau begitu kau masuklah biarkan aku mengobatimu" ucap Karin yang mulai bangkit dan mengulurkan tangannya padaku sambil sedikit tersenyum. Aku tau kalau itu senyum yang dipaksakan, akupun sedikit merona kemudian menyambut tangan tersebut dan mulai berjalan masuk kerumah Karin
-RUMAH KARIN –
Kulihat rumah Karin yang cukup rapi. Rumah minimalis berlantai dua dan di sisi kiri terdapat foto Karin yang berumur sekitar 7 tahun dan beberapa foto dia bersama keluarganya keluarganya, aku sedikit tersenyum melihat salah satu fotonya bersama ayah dan ibunya di tepi danau, disitu terlihat Karin yang digandeng ibunya sambil tersenyum malu – mau dengan tampang sedikit bersemu merah
" emm tunggu disini dulu biar aku ambilkan kompres " ucap Karin yang membuyarkan lamunanku
"hn" balasku kemudian pergi dari ruang tamu menuju dapur
Akupun masih mengedarkan pandanganku pada ruang tamu ini sambil menunggu Karin kembali namun hanya foto yang aku pandangi tadi. Ntah kenapa aku sangat gemas melihat foto tersebut muka bulat yang tersenyum itu rasanya ingin ku tarik pipinya. Aku pun berjalan mendekati foto itu dan memandanginya dari dekat
"hei sedang melihat apa ? " tanya Karin tiba-tiba dari belakang yang membawa kompres dan air es
"ah tak ada, aww hei pelan-pelan tak bisa menunggu ku duduk apa hmm? " rintihku karna tiba-tiba saja ia menempelkan batu es ke bagian dahi.
"emm gomen, sekalian biar mendinginkan otakmu yang dari tadi melamun hehehehe" ucap Karin sambil senyum tak jelas (?) . akupun berjalan duduk disofa panjang disebelah kursiku duduk tadi dan di ikuti Karin dibelakangku.
NORMAL P.O.V
Tampak Karin yang mengobati Kazune dengan telaten sesekali Kazune meng aduh karna kadang Karin menempelkan esnya terlalu keras
" Hei baka kau bisa diam tidak ini lukamu susah dibersihkan kalau kau terus-terusan menghindar dari kompresnyaa" gerutu Karin.
"Kau yang tidak hati-hati " ucap Kazune ketus
"Huft" ucap Karin yang langsung mengembungkan pipinya sambil mengobati kazune. "Aw heii kazune Fi-fifi ku syahiitt~" ucap karin (dengan nada yang dilebay-lebaykan :'v ), saat kazune secara terang-terangan mencubit pipi karin.
"ku bilangkan pelan-pelan Karin, biar kau merasakan sakit juga jadi kita adil hahahahaa" ucap Kazune sambil tertawa melihat ekpresi karin yang pipinya ditarik sebelah dan muka yang terkesan aneh di mata kazune.
Deg.
Karin merasa sesuatu bergemuruh di dekat jantungnya, kupu-kupu berterbangan disisinya, seolah-olah kesadarannya tersedot kedalam wajah tampan nan menawan yang tertawa dihadapannya .
"Hei karin kau tak mati dengan mata terbuka kan? " Ucap Kazune dengan tampang polosnya (?)
"ah eh ohh tidak tidak" sontak Karin terkejut dan kembali mengobati Kazune
"Atau.."
"…."
"kau menyukaiku? " Ucap kazune sambil mendekatkan wajahnya ..
"Bugh.." Sontak karin langsung membogem mentah (sampai hampir pingsan pemirsaahh!) Kazune karna malu. "ah Gomenasai Kazune Kun aku tak sengaja"
"Aku kehilangan setengah jantungku~ " Ucap Kazune yang terkapar di sofa
"yang kau maksud itu harusnya setengah Jiwa mu Baka" ucap Karin dengan mulut membentuk Huruf 3 dan mata mengarah ke samping
"ehm… Hai Hai, Sepertinya aku Harus pulang Himeka pasti sudah mencemaskanku" Ucap Kazune sambil melihat jam di dinding rumah Karin
"emm.. ano Kazune Kun aku sudah menelpon Himeka dan memberitau kau disini, dan Kau boleh menginap jika kau mau soalnya ini sudah terlalu larut dan Himeka bilang tak apa" Ucap Karin ditengah Lamunan Kazune.
"Wakarimashita, tapi tak apa mengijinkan seorang laki-laki yang bukan keluarga mu tinggal denganmu hm,?
" anggap saja sebagai balas budi karna sudah menolongku, Huft. Gitu aja kok repot"
" kariin kau itu seberapa polos, membiarkanku bisa saja tiba-tiba aku tak sengaja berbuat yang tak bagus untukmu ARRGHHHHH" batin Kazune frustasi
"Ka-kazune? " ucap karin
"eh, Baiklah bisa tunjukan kamar untuk ku dimana? " Ucap Kazune
TBC
Holaaa minna saaann ^O^ Ayuu come Back xD
Maaf kan ayu yang suangaaatt terlambat update karna kerjaan numpuk dan terserang kehabisan ide selama berbulan - bulan T.T
Mungkin seterusnya bakal usaha ngk kelamaan update tapi yaah kalau pr dan ulangan-ulangan semester menanti diriku bisa apa /.\
Btw kalau ceritanya ada yang ganjal? Alur kecepatan? Harap dimaklumi dan diberi tau xD karna author jga newbie *garuk-garuk belakang kepala yang gak gatel tapi dipaksa gatel-_
