My Prince
Chap : 6
Pairing : Hanazono karin x Kujyo Kazune
Disclaimer : Koge Donbo
Warning : Typo dimana-mana, alur rada ngk jelasdan kecepetan, OOC
Don't Like Don't Read
Teng Tong~
" Sebentaar," Ucap Karin yang mulai Tergesa-gesa..
Ceklek..
"Kariinnchaaann," ucap tamu tersebut yang ternyata ialah Himeka
"Horaaa Himekaachaan " ucap Karin
"hai desu, ohiya aku kira Micchi ada disini soalnya aku bertemu dengan dia dijalan saat berbelanja dan aku memintanya kerumah Karin Chan biar Kalian tidak kesepian." ucap Himeka disertai senyum manisnya
"Hooo tadi ia sempat membicarakanmu kok tapi dia tidak bilang kalau kau akan datang," balas Karin dengan tampang cemberutnya dan sedikit rona merah dipipinya
"Ka-karin Chan apa kau sakit? " ucap Himeka yang melihat rona merah dipipi Karin
"Pertanyaanmu sama seperti yang ditanyakan michi eheee aku tak apa" timpal Karin sambil tersenyum terpaksa dengan 4 kerutan di atas kepalanya.
"So-souka?..."
"Nee Himeka chan ayo kedapur, kebetulan sekali aku memasak sedikit kebanyakan" potong karin.
-Dapur-
Suara sendok sambil suara ocehan Micchi dan Karin yang memecahkan keheningan,
"Ku-cho apha sajah yahg shudagh kauh lakuhkhan deghan Hanazhono?" ucap Micchi
(kujyo apa saja yang sudah kau lakukan dengan hanazono?)
"Brakkk!... Telan makannmu Baka, Tak usah banyak tanya" bentak Kazune
"Huft dashar Thak bhisa UHUK UHUK OHOOKK" balas micchi yang kemudian tiba – tiba terbatuk dan memukul-mukul dadanya.
"Ini diminum" ucap Karin seraya menyerahkan segelas air putih pada Micchi dan langsung diminum segelas air itu dalam sekali teguk (?!)
"fuaah kau penyelamatku Kariinnn" ucap Micchi yang kemudian memeluk Karin Kazune yang melihat itu langsung sweardrop melihat tingkah Michi yang memeluk sambil memutar-mutar dan membuat Karin sedikit terayun dan menjadi Pusing.
"Michiii akuuu pusinggg" protes Karin disertai matanya yang membentuk lingkaran-lingkaran yang berputar
"eh, gomenasai ehehehe aku cuma senang kau Menolongku dan tidak sedingin Kazune yang membiarkanku bahkan jika aku mati tersedak" ucap Micchi yang dengan sedikit penekanan darikata menolongku.
"Terseraah" ucap Kazune Cuek dan menyudahi sarapan paginya. "dan hei Karin lebih baik kau tak usah dekat-dekat dengan Karakusuma itu lagi, aku benci melihatmu seperti kemarin" lanjut Kazune
"Ha-hai"ucap Karin dengan sedikit malu
"Heee memang apa yang terjadi?" ucap micchi yang tiba-tiba terhenti dan menatap intens Karin
"emmm tidak ada apa-apa tidak ada apa-apa" balas Karin sambil mendorong dada michi agar sedikit menjauh dari tempat duduknya
"Souka…" ucap micchi sambil meletakan jari telunjuk dengan jempolnya di dagu. "Hei Kujyo kalau terjadi yang tidak-tidak pada Hanazono kau yang akan aku Cari pertama kali" sambil menatap Kazune
"Apa pedulimu?" Balas Kazune dengan tenang sambil membalas tatapan Micchi
"heei Kalian lebih baik bantu aku meletakan piring-piring ini pada tempatnya dari pada tidak ada yang dikerjakan" ucap Himeka yang sejak kapan mencuci piring-piring di atas meja sambil memasang senyum manisnya
"Ha'I" Ucap mereka bertiga
"kau tinggal sendiri Karin?" ucap Micchi
"emm aku dengan nenekku tinggal disini sebenarnya tapi ia memutuskan tinggal didesa dan kadang melihatku sekali-sekali ehehe " balas Karin dengan cengirnya.
"ba-bagaimana ka-kalau Karin Chan tinggal bersama aku dan Kazune?" tanya Himeka
"ah boleh juga, kalau bersama kami kau kupastikan mengerjakan pr dan tidak mendapat gangguan dari Karakusuma Sialan Itu" ucap Kazune dengan tampang sangarnya
"he'eh ku-kurasa tidak perlu HimekaChan, apa yang nanti kubilang dengan nenekku kalau tiba-tiba aku pindah? Dan dan enggg" ucap Karin yang berusaha menolak
"ayolaahh Kariinn" Ucap Himeka dengan nada memelas
"disana kau tidak perlu bere- beres rumah karna kami punya pelayan tersendiri , tapi bukan ber-arti kau bisa malas-malasan " ketus Kazune
"aku tidak enak, tidak usah " Ucap Karin
"Ka-kalau kau menolak aku akan menangis disini dan tidak akan memaafkanmu KarinChan " ancam Himeka yang matanya mulai sembab.
"huwaaaa tidak tidak Baik Baik aku akan menurut" ucap Karin dengan spontan
Tanpa mereka sadari Kazune memunculkan Smirk Evilnya namun tidak ada yang sadar akan Hal itu.
"Kalau begitu Ayo siap-siap Karin agar besok kau bisa pindah" Ucap Micchi dengan semangat
(siapa yang mau pindah siapa yang bersemangat-_-)
SKIP pagi Waktu Sekolah
Karin berjalan dengan Gontai menuju Kelas, matanya memperlihatkan sedikit kantung mata
"Ohayou~" Ucapnya dengan Malas
"Ohayou Karinchaaannn,matamu kenapa? " Ucap Himeka
"liee daijobu, aku Cuma kekurangan tidur kok ehehe" Ucap Karin
"ohiya pulang ini kau lansung kerumahku yaa, barang-barangmu kan sudah dirumahku" ucap Himeka dengan senyumnya. Mendengar itu Karin tiba-tiba murung "hee karin kenapa?" Tanya Himeka karna cemas melihat perubahan raut wajah Karin yang tiba-tiba
"liee tidak ada apa-apa Himeka aku cuma bingung harus bersikap seperti apa pada kalian, kalian sudah terlalu baik karna mau menerimaku " Ucap Karin yang sadar dari lamunannya
" kau sahabatku kariinnChaan jadi tidak usah sungkan nee" Ucap Himeka dengan manisnya.
Teng Tong Teng~
Pertanda bel pulang sekolah berbunyi. Siswa-siswi Sakuagouka pun berhamburan keluar terkecuali Himeka,Karin,Kazune dan Micchi tentunya
"hei bodoh kenapa kau ikut menunggu Karin?" ucap Kazune dengan sinis sambil menatap Michiru
"ini kan kepindahan karin aku mau lihat rumah barunya" ucap Michi dengan Gaya (sok) imutnya
"Kau tak memiliki kepentingan dirumah Kujyo mending pergi saja" ketus Kazune
"sudaah sudaahh ini kapan mau pulang? Barang-barangku kan masih dirumah ehehe" ucap Karin sambil tersenyum paksa dengan empat kerutan di dahinya.
"Barang-barangmu sudah dipindahkan tukang pindah cuma pakaian dan isi kamar kan?" balas Kazune'
"heeee tidak ada yang bilaangg!"ucap Karin syok
"aku lupa memberitahukanmu ya karin? Maaf" ucap Himeka dengan senyum tanpa dosanya
"Kenapa tidak bilang dari awal sihh" batin Karin
"ya sudah ayo berangkat" ucap Kazune yang berjalan mendahului Karin dan yang lainnya
"Matte…" ucap Himeka,Karin dan Michi secara serentak.
Dan tanpa mereka sadari sendari tadi ada yang memperhatikan mereka, sambil menyentuh cincin berwarna kehitaman dengan batu berwarna hitam Kecoklatan
"Dewiku apa kau sudah lupa padaku?" ucap sosok tersebut yang kemudian berjalan pergi.
Tbc
Thnks buat koreksinya xD
Nur Afny07 and milky Holmes
Dan para readersku tercintaah :3
dan buat kata caps di kata ucap,ujar de el el itu sumpah! Jari-jari ayu keteken sendiri T-T tiap mau koreksi ngetik caps di kata itu pasti keketik lagi dan keulang bahkan sampe 3x dalam 11 kata ._.
dan ada beberapa kata yang kadang seenaknya di masuk in xd diriku suangat mengharapkan koreksi dari kalian, karna jujur nilai bahasa indonesia authorpun ngk gede-gede apa *curhat
sampe ketemu di chapter berikutnya ._.
oh iya author kemungkinan bwt chapter berikutnya bakal ada telat ._. dikarenakan beberapa kesibukan di duta …
jaa nee *kabuur
