Ghost
Kyung Soo
Kim Jong In
Park Chan Yeol
Byun Baek Hyun
And many others
Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi
Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed
sangjoonpark present
"Tiga bulan berlalu dan tidak ada kesalahan, aku puas dengan kerjamu Kim Jong In" seorang pria berbaju pendekar dengan sebilah pedang di pinggangnya tersenyum kecil lalu mengangguk, "Sudah kewajibanku tuan" sanggahnya
Pria tua berbaju mewah itu terkekeh lalu merogoh sakunya, "Nah, ini bayaranmu Kim Jong In" Jongin tersenyum lalu menerima sekantong uang itu dengan senang, "Terima kasih tuan, jangan sungkan-sungkan untuk memanggilku lagi"
Jongin berjalan menyusuri jalanan sendirian sambil menimang sekantung uang di tangannya, "Haah, menjaga si tua bangsawan Han itu mudah sekali, aku hanya perlu memerintah para pengawalnya, lalu tara ~ aku bisa menikmati hasilnya" ujarnya lalu terkekeh pelan
Pria berbadan tegap itu memasukkan kantung uangnya ke dalam saku lengannya lalu kembali berjalan, "Tapi, kenapa jalanan sepi sekali malam ini?, apa terjadi sesuatu?" monolognya sambil menolehkan kepalanya kesana-kemari
"Ah ahjumma!" panggil Jongin sambil berlari menghampiri seorang ahjumma yang akan masuk ke rumah, "Apa terjadi sesuatu?, kenapa diluar sepi sekali?" tanyanya penasaran, "Ah anak muda, apa kau orang baru disini?, kau sepertinya belum mengetahui hal itu"
"Kau lihat bulan purnama itu" Jongin mengarahkan pandangannya ke arah purnama bulat di langit, "Legenda berkata, jika berjemur cahaya purnama sempurna dan jika kau beruntung, kau bisa melihat dan berinteraksi dengan hantu"
Jongin menaikkan sebelah alisnya, tertarik, "Melihat hantu?" ulangnya penasaran, ahjumma itu mengangguk meyakinkan, "Bersembunyilah selama yang kau bisa anak muda, melihat hantu tidaklah menyenangkan" nasihat ahjumma itu sebelum masuk ke rumahnya
"Melihat hantu..." ulang Jongin berkali-kali dalam perjalannya, lalu duduk di sebuah batu besar dan menatap ke arah bulan purnama, "Hei bulan, pilih aku ya" lalu terkekeh pelan, "Dasar legenda bodoh" monolognya lagi
Jongin menoleh cepat saat mendengar suara di belakangnya, "Siapa itu?" tanyanya hati-hati, kewaspadaannya meningkat ditandai dengan tangannya yang mulai meraih pedang di pinggangnya, "Tuan.." Jongin berbalik dengan cepat dan terkejut menyadari seseorang berdiri di hadapannya
"Siapa kau?" tanya Jongin pelan tanpa menghilangkan kewaspadaannya, "Tuan Kim Jong In, apa aku benar?" Jongin mengangguk lalu melepas pegangannya pada pedangnya, "Ada apa mencariku?" tanyanya menatap pria berbaju hitam di hadapannya
"Jaga gadis bernama Kyung Soo untukku selama yang kau bisa, bayarannya akan kuberikan di muka" pria itu melempar sekantung besar uang kearah Jongin, yang langsung ditangkap dengan sedikit kelabakan, "A-apa?" ulang Jongin tak mengerti
"Kau hanya perlu menjaganya, Kyungsoo, gadis itu namanya Kyungsoo, jaga selama yang kau bisa" pria itu berbalik dan akan beranjak sampai Jongin memanggilnya, "Tunggu!" membuat pria itu menahan langkahnya, "Bagaimana aku bisa menemukan Kyungsoo?"
Pria itu menoleh sedikit, "Bekas luka di leher belakang" jawab pria itu singkat lalu membalikkan wajahnya lagi, Jongin menunduk mengintip uang yang ada di dalam kantong, "Lalu bagaimana..." Jongin mengerjapkan matanya saat pria itu hilang dari pandangannya
Jongin menolehkan kepalanya kesana kemari untuk sekedar mengejar bayangan pria itu, namun dia tidak menemukan apapun, "Pria itu.., menyeramkan juga" katanya perlahan, lalu Jongin kembali menolehkan kepalanya waspada saat mendengar suara wanita dari belakangnya
"Astaga apa lagi ini" keluhnya lalu beranjak dan berjalan mendekati sumber suara, wanita?, di tengah hutan?, sendirian?, Jongin menaikkan sebelah alisnya, lagi, lalu berjalan mendekat ke arah wanita yang tampak kerepotan dengan barang bawaannya
"Permisi nona.." sapanya pelan saat mereka sudah mulai berdekatan, gadis itu mengangkat kepalanya cepat lalu membelalakkan matanya saat pandangan mereka bertemu, dan tanpa peringatan apapun tiba-tiba melayangkan tangannya ke pipi Jongin
Pria berbaju biru itu memegang pipi kanannya dengan syok, sedangkan gadis ber hanbok peach itu melangkahkan kakinya menjauh dengan segera sambil merogoh sakunya dan mengeluarkan segenggam –Jongin tidak tahu itu apa- lalu mengacungkannya ke arah Jongin
"Menjauh kau hantu mesum!, menjauh dariku!, kau tidak akan bisa mengangguku!, aku punya kacang merah disini!" ancamnya berkali-kali membuat Jongin mengerutkan dahinya heran, "M-mwo?, kau menyebutku apa tadi?, hantu?" protes Jongin yang tanpa sadar maju beberapa langkah
Gadis itu membelalakkan matanya sebal lalu memundurkan langkahnya sambil terus mengacungkan tangannya yang menggenggam sesuatu –yang Jongin perkirakan adalah kacang merah- ke arah Jongin, "Sudah jelas kau itu hantu, hantu mesum, mau mengelak apa?, menjauh dariku!"
Jongin menatap gadis itu tak percaya, manis sih, tapi menyebalkan sekali, "Hey nona, bagaimana bisa kau menganggapku ini hantu heh?, tidakkah kau lihat kakiku ini menapak di tanah?" protes Jongin sambil mengangkat sebelah kakinya ke hadapan gadis itu
"Yak jauhkan kakimu dariku dasar hantu mesum!, mengaku saja kau dasar hantu mesum!" membuat Jongin semakin kesal karena gadis di hadapannya, "Lihat ini, lihat!, bagaimana bisa seseorang dengan tubuh yang nyata seperti ini kau sebut hantu?, hah?"
Maju ke arah gadis itu sambil meraba tubuhnya, Jongin mencoba membuktikan bahwa dia itu nyata, namun sepertinya gadis itu tidak berpikiran sama, "Yakk hantu mesum!" dan akhirnya gadis itu melempar segenggam –Jongin benar, itu kacang merah- dengan brutal ke arah Jongin
"H-hey, aduh aduh, yak!" Jongin melingkupi tubuhnya dengan tangan mencoba berlindung, "Eh?, kenapa kau tidak menghilang?" celetukan polos dari gadis bermata bulat itu membuat Jongin menatapnya dengan kesal, "Apa maksudmu dengan menghilang dasar gadis aneh huh?!"
Gadis itu menatapnya dengan takut-takut lalu mendekat perlahan sambil memeluk barang bawannya di dada, "K-kau tidak menghilang?, tapi bagaimana bisa?, hantu akan terluka dan menghilang saat dilempar kacang merah, tapi kenapa kau tidak?" gadis itu bermonolog
Jongin terhenyak saat gadis itu tiba-tiba menatapnya dengan mata bulat besarnya, "Apa kau memakai jimat?, katakan padaku dimana kau menyimpannya" Jongin membulatkan matanya kesal saat gadis itu mengitari badannya dengan pandangan menyelidik
"Wae wae?, kau mau melihat seluruh tubuhku?, ini, lihat, lihatlah!" Jongin yang memang sudah kesal malah bersiap membuka bajunya membuat gadis itu terpekik lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, "Kau benar-benar hantu mesum" gumam gadis itu lagi
Pria itu berteriak frustasi lalu menatap gadis itu kesal, "Berapa kali kubilang, aku ini bukan hantu, astaga" Jongin benar-benar menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan pada gadis yang sedang menatapnya polos itu, gadis itu mengangguk pelan, "Aku rasa kau memang bukan hantu"
Hampir saja Jongin hilang kendali untuk mengumpat di hadapan gadis itu, "Sudah berapa kali ku bilang, aku ini bukan hantu nona cantik, aku ini manusia" jawab Jongin dengan senyum lebar di wajahnya, "Baiklah kalau begitu" gadis itu mengemasi barangnya lalu beranjak
Jongin benar-benar sebal dan mengumpat di belakang gadis itu, namun tanpa sadar gadis itu berbalik dengan cepat membuat Jongin kembali memasang 'senyum' lebarnya, "Cepatlah pulang, bulan bisa memilihmu kalau kau tidak beruntung" Jongin mengerutkan dahinya bingung
"T-tunggu nona" panggil Jongin, membuat gadis itu menoleh lagi, namun belum sempat Jongin berbicara pria itu dikejutkan dengan ekspresi ketakutan gadis itu yang tiba-tiba, ditambah air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi chubby nya
Gadis itu seolah kehilangan kata-kata dan tak bereaksi bahkan saat Jongin mendekat dengan perlahan, "Nona?, kau baik-baik saja?" dan Jongin panik saat tiba-tiba gadis itu pingsan di pelukannya, "Nona?, nona?, kau bisa mendengarku?, astaga dia benar-benar menyebalkan"
Hello!, sangjoon imnida^^
Ini fanfiction comeback saya setelah hiatus selama.., berapa lama ya saya lupa hehe
Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya
Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok
DON'T LIKE DON'T READ
