Ghost
.
Kyung Soo
Kim Jong In
Park Chan Yeol
Byun Baek Hyun
And many others
.
Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi
.
Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed
.
sangjoonpark present
Jongin menatap gadis yang pingsan di pelukannya itu dengan khawatir, "Apa yang terjadi sih sebenarnya, banyak sekali hal aneh yang terjadi padaku hari ini" keluhnya, "Nona, nona, hei ada apa denganmu?" namun belum ada reaksi yang berarti dari gadis itu
"Haah, dia benar-benar merepotkan" Jongin menghela nafas panjang lalu meletakkan gadis yang tak sadar itu di punggungnya, "Astaga, dia benar-benar" Jongin menaikkan gadis itu lagi ke punggungnya dengan hati-hati karena hanbok gadis itu yang sedikit menyulitkannya
Pria itu meletakkan pedangnya di meja lalu mengambil ancang-ancang untuk menurunkan gadis itu di kasurnya, "Kau berhutang banyak padaku, gadis menyebalkan" monolognya sambil menunduk membuka kasur lipatnya yang masih terlipat rapi di lantai
Namun karena posisi gadis itu yang masih berada di punggung tegap Jongin membuat posisi gadis itu sedikit turun kebawah, Jongin reflek menoleh ke samping dengan cepat, hingga wajah mereka saling bertatapan dengan jarak yang bisa dibilang cukup dekat
Jongin mengerjapkan matanya seolah tersadar lalu mengalihkan pandangannya dengan cepat, kedua tangannya membenarkan posisi gadis yang masih pingsan di gendongannya itu, lalu memilih berjongkok dan merapikan tempat tidurnya
Lalu Jongin menurunkan gadis itu dengan perlahan dari gendongannya dan menidurkannya di kasur lipat yang sudah tertata rapi, Jongin merapikan posisi gadis itu dengan sangat perlahan, takut mengusiknya
Rambut panjang terurai sang gadis yang awalnya berantakan kini sudah rapi setelah Jongin selesai menatanya, Jongin mengambil tempat di samping gadis itu lalu meletakkan dagunya di kedua lututnya yang tertekuk sambil menatap gadis itu
Dia mengingat pertemuannya barusan dengan gadis itu yang menurutnya cukup menyebalkan, "Hantu?, kenapa kau berpikir aku ini hantu?" monolog Jongin, pria itu menghela nafas tanpa mengalihkan pandangannya
"Aku yang seumur hidupku tak pernah melihat hantu tak pernah berpikir bahwa orang yang baru kutemui adalah hantu..." lalu Jongin terbelalak seolah menyadari sesuatu, "Kalau begitu.., kau bisa melihat hantu?"
Pria dengan baju bangsawan merah yang melekat di badannya itu masih terdiam sambil menatap keluar jendela, masih seperti ini sejak kematian ibunya dua hari lalu, pria itu menoleh saat mendengar suara ketukan dari luar, "Ini aku"
Suara itu, suara yang sangat dirindukannya, "Masuklah sayang" lalu terdengar suara pintu dibuka dan langkah kaki yang mendekat, sang pria hanya mampu terdiam saat dihadapkan dengan wajah orang yang sangat dikasihinya
"Masih merasa buruk?" tanyanya lembut lalu mengambil tempat di hadapan sang pria, tanpa lupa menambahkan bumbu manis berupa senyuman teduh, pria itu hanya terdiam mengamati wajah si gadis tanpa berbuat apapun
Hal itu lantas membuat si gadis heran, "Kenapa menatapku?, apa yang salah denganku?" tanyanya penasaran, si pria tersenyum lembut lalu menggeleng pelan, "Kau cantik, kau selalu cantik Baekhyun" pujinya
Gadis yang dipanggil Baekhyun hanya tersenyum kecil merasakan pipinya memanas, "Baiklah tuan Park Chan Yeol yang juga selalu tampan" balasnya dengan senyum lebar yang menghias wajahnya, mengundang Chanyeol untuk ikut tersenyum
Chanyeol meraih tangan sang gadis untuk digenggamnya lalu menatapnya dalam, "Aku mencintaimu" gumamnya sambil mengelus jemari lembut gadisnya itu, "Nadoya Chanyeol-a" jawab si gadis yakin
Pria jangkung itu sedikit mengangkat badannya, dengan sebelah tangan menahan dagu cantik Baekhyun, lalu memiringkan kepalanya dan mengecup bibir merekah itu sejenak, Chanyeol tersenyum memperhatikan wajah sang kekasih dari dekat
"Perjalananku ke desa dua hari lagi, aku ingin kau juga ikut" ucap si lelaki tiba-tiba membuat Baekhyun terbelalak tak percaya, "Kau.., ingin aku ikut?" ulangnya dengan ekspresi terkejut, Chanyeol terkekeh lalu tersenyum
"Mulai sekarang, kemanapun tuan Park Chan Yeol ini pergi, nona Byun Baek Hyun juga harus ada" jelasnya sambil mengelus pipi chubby Baekhyun, "B-benarkah?, kita bisa berjalan-jalan bersama kan?" tanyanya dengan raut wajah bahagia
Pria jangkung itu mengangguk kuat sambil tersenyum manis, "Tentu saja kita bisa, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan Baekhyun, sayangku" ucapnya yakin sambil menatap dalam mata sang kekasih
Chanyeol memiringkan kepalanya lagi sambil mendekatkan wajahnya, membuat Baekhyun reflek memejamkan matanya perlahan, merasakan hangatnya tangan yang mengelus pipinya sekarang, "Aku mencintaimu" bisiknya lembut
Dan untuk kesekian kalinya, bersatulah kedua belah bibir dari insan yang saling mencinta itu dengan lembut dan penuh percikan cinta di setiap kecupannya, Baekhyun meremas bahu Chanyeol, memberitahu betapa gadis itu sangat membutuhkan sang lelaki
Sebuah kecupan sebelum ciuman manis itu terlepas, Chanyeol menatap wajah sang kekasih yang memerah manis dengan senyuman, lalu perlahan mengelus pipinya, "Pipi ini hanya boleh memerah karenaku" ujarnya posesif
Baekhyun mengangguk lalu mengecup bibir kekasihnya sebentar, "Aku hanya milikmu, percayalah" Baekhyun mempertegas hak kepemilikan Chanyeol membuat mereka saling melempar senyum, sekali lagi
Jongin berjengit kaget saat merasakan ada pergerakan di kepalanya, lalu membuka matanya perlahan, dan hal yang pertama ditangkap indra penglihatannya adalah seorang gadis yang terdiam menatapnya
Tiba-tiba saja pria tegap itu melompat berdiri dari tidurnya lalu menatap gadis –yang tadi ditatapnya- dengan pandangan kaget, "K-kau siapa?, mau apa disini?, aku tidak punya uang, pergilah!" serunya panik
Gadis yang masih dalam posisi tidur itu menatapnya tak mengerti lalu berkedip sekali dua kali, "Kau bukan orang yang kukira hantu mesum tadi ya?, atau memang kau punya penyakit ingatan jangka pendek?" tanyanya dengan polos
Si pria berkedip pula, sekali dua kali, lalu mengingat hal yang baru beberapa waktu lalu dilakukannya, bertemu pria misterius, bertengkar dengan gadis aneh, dikira hantu, dilempar kacang merah, gadis yang pingsan dan...
"Aah, ya, aku mengingatnya" monolognya tanpa mengalihkan pandangan dari gadis manis itu, gadis itu bangkit duduk lalu menatapnya tak mengerti, "Aku rasa kau memang punya penyakit ingatan jangka pendek"
Jongin menatapnya sinis lalu duduk di hadapan gadis itu, "Aku tidak punya penyakit ingatan jangka pendek tahu!, aku.., aku hanya sedikit lupa, karena aku baru bangun tidur" sanggahnya membuat si gadis mengangguk perlahan
"Ya sudah kalau begitu" gumam gadis itu mengalah, Jongin melirik takut-takut pada gadis yang sedang menatap sekeliling rumahnya, "Ee.., kau itu.." gadis itu menoleh cepat, "Wae?, aku kenapa?" tanyanya cepat membuat Jongin semakin gugup
Gadis itu merapikan rambut panjang terurainya tanpa mengalihkan pandangan penasarannya dari sang lelaki, "A-aku.., hanya penasaran" gadis itu hanya berdehem pelan sebagai tanggapan, "Hum.., tentang?"
"T-tadi aku berpikir, pertama, kau mengira aku adalah hantu, lalu kedua, kau tahu bagaimana cara mengusir hantu" Jongin menelan ludah saat gadis itu menatapnya waspada, "Aku.., hanya ingin bertanya.."
Jongin bisa melihat perubahan reaksi gadis itu yang tampak tidak mengenakkan, "Apa.., kau bisa melihat hantu?" dan gadis itu sontak melebarkan matanya tak percaya dengan pertanyaan Jongin barusan, "Apa?"
Hello!, sangjoon imnida^^
Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya
Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok
DON'T LIKE DON'T READ
