Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

Chanyeol tersenyum lebar saat pintu kamar dibuka dan menampakkan gadis berhanbok putih-kuning masuk dengan makanan di tangannya, "Selamat pagi tuan Park Chan Yeol yang tampan" sapa gadis itu sambil tersenyum

Membalas senyuman manis itu tanpa melepaskan pandangannya dari pemandangan di hadapannya, "Selamat pagi juga nona Byun yang selalu cantik" membuat gadis itu tertawa kecil mendengarnya, "Aigoo kau manis sekali hm?, sudah merasa lebih baik?"

Baekhyun mengambil tempat di hadapan Chanyeol lalu menata makanan di meja, "Kau membuatku merasa baik" jawabnya sambil mengambil alih makanan di tangan gadisnya dan menatanya di meja membuat Baekhyun tersenyum

"Baiklah tuan Park yang manis, sekarang kemarilah, kau harus makan, bukankah besok kita akan berkeliling ke pasar?" Baekhyun menyendokkan sesendok nasi lalu mengulurkannya ke depan mulut Chanyeol, "Buka mulutmu"

Bangsawan tampan itu membuka mulutnya lebar lalu melahap makanan yang diberikan sang gadis dengan rakus, "Ini enak sekali, aku berani bertaruh pasti kau yang membuatnya" sekali lagi membuat Baekhyun tertawa kecil

"Arraseo arraseo Park Chan Yeol, kau benar, aku memasak semuanya, jadi.." Baekhyun kembali menyendokkan sup tahu dan nasi lalu menyodorkannya ke arah Chanyeol, "Kau harus memakan semua ini sampai habis, aku tidak menerima alasan"

Chanyeol membuka mulutnya lalu melahap makanan di tangan Baekhyun dengan cepat, "Kau tidak perlu memberitahuku hal itu, percayalah" jawabnya dengan senyum membuat Baekhyun ikut tersenyum lalu kembali menyiapkan suapan selanjutnya

"Ini minumnya" Chanyeol menerima uluran gelas dari Baekhyun lalu meneguknya perlahan, "Kerja bagus tuan Park, nah karena makananmu sudah habis, aku akan ke belakang dan..", "Jangan lakukan itu"

Membuat pergerakan tangan gadis itu terhenti, "Kenapa aku tidak boleh melakukannya?" tanya gadis itu tak mengerti, "Biarkan pelayan saja yang melakukannya, kau harus tetap disini, ada sesuatu yang ingin kubicarakan"

Menghela nafas lalu mulai mengeluarkan suara, "Kau tahu.., saat kecil aku kehilangan adikku karena kakek" Baekhyun terdiam tak memotong sedikitpun, menyadari keseriusan dan raut tegas di wajah sang kekasih

"Karena kemampuannya melihat dan berkomunikasi dengan hantu, membuat kakek mengusirnya karena ramalan tak masuk akal itu, apa kau percaya kalau adanya anak perempuan di keluargaku membuat kekuasaannya tidak akan bertahan lama?"

Baekhyun tersenyum maklum lalu mendekat dan mengelus tangan Chanyeol yang mengepal erat, "Tidak, sama sekali tidak, adikmu sahabatku, kau juga tahu itu dengan jelas, dia gadis yang baik, dia bukan penghalang"

"Tapi.., kakek.., dia sama sekali tidak mempercayaiku dan ibu, bahkan ayah dengan bodohnya juga ikut mengusir adikku, ya Tuhan, adikku yang bahkan umurnya belum 3 tahun harus pergi dari rumah!" Baekhyun mengeratkan genggamannya menyadari air mata mulai menumpuk di mata sang kekasih

"Ayahmu tidak punya pilihan lain Chanyeol, kau tahu itu" bisik Baekhyun perlahan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah marah Chanyeol, "Tapi tidak seharusnya dia melakukan itu!" tanpa sadar Chanyeol berteriak ke arah gadis itu membuat sang gadis sedikit tersentak kaget

Seketika tatapannya melunak menyadari bahwa Baekhyun menatapnya dengan tatapan terkejut, "Ma-af, astaga apa yang barusan kulakukan, maaf, maafkan aku, kau tidak berhak menerima itu dariku" setetes air mata tanpa sadar mengalir begitu saja

Baekhyun tersenyum lalu membingkai wajah sang kekasih dan mengusap air matanya, "Menangislah, menangislah sampai beban di dadamu terangkat" dan dengan kata-kata itu tangisan Chanyeol seolah tak terbendung

Gadis itu tersenyum pahit lalu menarik sang pria ke pelukannya, merengkuhnya dengan erat berusaha membuat si pria merasa nyaman, "Jika kau ingin menangis, aku akan ada disini, aku akan selalu memelukmu seperti ini"

Isakan semakin kencang terdengar membuat dada Baekhyun terasa sakit, tangannya menggenggam baju bagian punggung Chanyeol mencoba menahan dirinya sendiri untuk tidak ikut menangis, "Kau akan baik-baik saja denganku, percayalah" bisiknya

Sedikit tersentak saat Chanyeol melepas pelukannya lalu menatap gadis itu dengan tatapan membara, "Aku akan mencarinya" membuat Baekhyun menatapnya seolah meminta penjelasan lebih, "Setelah semua ini, aku akan mencarinya"

"Tapi..", "Aku tidak peduli bagaimana caranya, yang aku tahu adalah aku hanya harus menemukannya, sudah cukup 20 tahun aku menahan diri untuk mencarinya, bahkan jika aku tidak menemukannya, ibu akan tahu aku sudah mencoba"

Baekhyun tersenyum lalu mengelus wajah tampan sang kekasih, menghapus air mata yang masih ada di pipinya, entah mengapa sentuhan Baekhyun di wajahnya seolah memberikan sengatan yang memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat

"Aku tahu kau akan berhasil, aku percaya padamu" bisik Baekhyun yakin dengan air mata yang sudah menumpuk di wajahnya, Chanyeol balas tersenyum pada gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya, "Terima kasih karena sudah percaya padaku"

Dan entah siapa yang memulai wajah mereka perlahan mulai mendekat satu sama lain dengan mata yang terpejam perlahan seiring dengan hidung yang saling bersilangan satu sama lain dan detak jantung yang berpacu, "Aku mencintaimu"

...

"Kau mau melihat hantu?" tawar Kyungsoo membuat mata Jongin seketika menatapnya dengan tertarik, "Aku bisa melakukan itu?, benarkah?" membuat Kyungsoo tertawa mendengarnya, "Tapi kau harus berhati-hati"

Pria itu menatap Kyungsoo penasaran, "Hati-hati pada apa?", "Sekali para hantu itu mengetahui kau bisa melihat mereka,aish kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya" membuat Jongin menggut-manggut mengerti

"Tapi aku benar-benar ingin melihatnya" bujuknya dengan wajah imutnya, membuat Kyungsoo mendengus, "Kau sudah bertemu dengannya tadi kan?" sanggah Kyungsoo membuat Jongin memajukan bibirnya beberapa senti

"Ayolah Kyungsoo-ya, kali ini aku benar-benar ingin melihatnya" bujuknya lagi, Kyungsoo menghela nafas panjang, "Aku sudah memberitahumu resikonya kan?, keluarlah dan kau akan menemukan hantu kakek tua disana"

Dan tanpa menunggu disuruh dua kali Jongin seketika membuka pintu dan tiba-tiba terjungkal kaget saat menemukan seorang kakek tua berdiri di depan pintu dan menatapnya kosong dengan tatapan kaget "Astaga mengagetkan saja" gumamnya pelan

Selanjutnya memperhatikan kakek tua itu dengan wajah penasaran, dan pandangannya terhenti di perut kakek itu dimana ada luka dan darah di sekeliling luka itu, membuat Jongin sedikit bergidik melihatnya, "Apa kakek ini meninggal tertusuk?" gumamnya lagi

Tiba-tiba pandangan kakek tua itu beralih ke arahnya membuat Jongin membulatkan matanya kaget, "Temukan keluargaku.." rintih kakek itu dengan tatapan menusuknya, "M-mwo?" gumam Jongin tak mengerti

"Carikan penyebab kematianku.." kali ini membuat Jongin tergagap sendiri, kakinya mundur perlahan seolah ketakutan, namun tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya dan menariknya ke belakang, Kyungsoo!, itu Kyungsoo!

Kini kedua tangan Jongin menggenggam erat tangan kiri Kyungsoo sedangkan gadis itu menatap tajam pada hantu kakek tua yang ada di hadapannya, "Cari kematianmu sendiri bodoh!" lalu melempar segenggam kacang merah ke arah hantu tadi

Jongin reflek memejamkan matanya dan mengeratkan genggamannya saat mendengar jeritan pilu dari hantu kakek tua itu, lalu membuka matanya perlahan saat jeritan itu sudah menghilang dari pendengarannya, "Apa semua baik-baik saja?"

Gadis itu berbalik lalu mengelus tangan Jongin yang masih menggenggam tangannya erat, "Hum, semua baik-baik saja, tenanglah" beberapa saat kemudian barulah Jongin melepas genggaman-sangat-eratnya lalu menatap Kyungsoo khawatir

"Aku tadi menggenggammu dengan sangat erat, apa kau terluka?, apa tanganmu sakit?" tanpa babibu Jongin langsung meraih tangan kiri Kyungsoo dan melihatnya dengan teliti, "Tanganmu memerah, pasti tadi sakit sekali" lalu mengelus tangan gadis itu perlahan

"Jongin tenanglah, aku baik-baik saja, setidaknya kau tidak membuat jariku patah tadi" Kyungsoo menyingkirkan tangan Jongin perlahan lalu tersenyum dan berjalan masuk rumah diikuti Jongin di belakangnya

Kyungsoo mendudukkan dirinya di kasur lipat lalu menyandarkan kepalanya pada tembok yang entah kenapa malah diikuti Jongin, "Kau kenapa mengikutiku?" tanya Kyungsoo menolehkan pandangannya ke arah Jongin

Pria itu menoleh ke arah Kyungsoo dengan wajah penasaran, "Apa aku terlihat seperti mengikutimu?" tanyanya balik yang diangguki Kyungsoo dengan wajah polosnya, "Eo, kau benar-benar terlihat seperti mengikutiku"

Jongin mengangguk lalu menatap gadis itu lagi, "Omong-omong kau tadi hebat sekali, kau melempar hantu itu dengan kacang merah lalu wush!, hantu itu hilang!" Kyungsoo tertawa mendengar cerita Jongin

"Kalau kau mau kau juga bisa melakukannya" tawar Kyungsoo membuat Jongin seketika menggeleng dengan cepat, "Tidak mau, tadi saja sudah cukup, aku tidak mau mereka tahu kalau aku bisa melihat mereka" membuat gadis itu tersenyum kecil

"Baguslah kalau kau mengerti anak pintar" puji Kyungsoo lalu mengalihkan pandangannya, membuat Jongin balas tersenyum lalu ikut mengalihkan pandangannya, membuat keheningan menguasai mereka

Kyungsoo memainkan jarinya sebentar sebelum memanggil Jongin dengan suara pelan, "Jongin.." lalu dikejutkan saat merasakan bahunya berat, kepala Jongin terjatuh dengan manis di bahu Kyungsoo

Gadis itu menatap wajah Jongin yang sedang terlelap lalu tersenyum kecil dengan pipi yang perlahan memerah, Kyungsoo merapikan posisi Jongin sedikit lalu menatapnya lagi dengan senyum di wajahnya, "Jongin, apa kau pikir aku menyukaimu?"

.

Long time no see! hehe, maafkan atas keterlambatan update ff ini karena inspirasi saya datangnya telat banget jadi baru sempet ngetik sekarang hehe, sebagai permohonan maaf saya post 2 chapter sekaligus!, semoga suka^^

Setelah ini saya usahakan tidak ada keterlambatan yang terlalu lama, hehe

Di chapter ini kebuka semua kan siapa itu Kyungsoo Jongin Chanyeol dan Baekhyun, tapi OC sebagai antagonis nya belum muncul nih hehe, diusahakan akan muncul dalam 2-3 chap lagi^^

Saran dong, enaknya si antagonis ini pakai OC atau aktor/member EXO?, soalnya jujur saya sendiri ga rela kalau member EXO jadi antagonis:( mohon sarannya aja deh, makasih

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ