Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

"Hey ya!, matahari sudah tinggi!, ayo cepat buka matamu!". Tidak ada pergerakan. "Yak!, ayo cepat bangun!". Masih belum ada pergerakan. "Yak Kim Jong In!". Dan kali ini yang terdengar adalah suara barang terjatuh yang diikuti dengan suara aduhan

Pria yang baru saja ditendang dari tempat tidurnya itu dengan cepat bangun sambil mengelus lengannya, "Yak Kyung Soo!, bagaimana bisa kau menendangku seperti itu?, tidak bisakah kau memperlakukanku dengan lebih baik?"

Membuat gadis yang sedang memegang sapu di tangannya itu berdecih, "Apa maksudmu dengan memperlakukanmu dengan lebih baik?, lalu menurutmu apa yang sedang kulakukan sekarang?, menjual sapu di rumahmu!?"

Membuat Jongin berdecih kesal lalu berbalik meninggalkan Kyungsoo yang masih menatapnya kesal, "Dasar, kau mau kemana bodoh?" omel gadis itu lagi membuat Jongin menghentikan langkahnya dan berbalik

"Tentu saja mengambil baju!, kau mau aku melakukan apa?, mandi lalu keluar dengan tidak mengenakan apapun?, kau suka sekali melihatku seperti itu huh?" membuat Kyungsoo membelalakkan matanya tak percaya

"A-apa yang baru saja kau katakan tadi?, huh?, aku suka melihatmu?, apa kau pikir sekarang musim panas?, bahkan pemandangan di musim panas saja lebih baik daripada dirimu" membuat mereka berdua melempar ekspresi kesal satu sama lain

"Bajumu sudah kusiapkan di kamar mandi, aku juga sudah memasakkan air panas untukmu, cepat mandi sebelum airnya dingin" kata Kyungsoo dengan nada yang lebih lembut, lalu langsung beranjak pergi membuat Jongin menatapnya tak mengerti

Jongin memejamkan matanya sejenak menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya sampai.., "Jongin!, Jongin!" menghembuskan nafas panjang lalu membuka matanya perlahan, terdiam sejenak melihat pemandangan di hadapannya

Kyungsoo tersenyum lebar dengan sebelah tangan yang mengangkat chima-nya dan sebelahnya menggenggam sebuah gulungan, keringat menetes dari wajahnya menandakan bahwa dia baru saja berlari cukup jauh

"Jongin lihatlah!" pria itu menerima gulungan yang disodorkan sang gadis, menatap sang gadis yang masih tersenyum lalu tangannya bergerak perlahan membuka gulungan itu, "Festival Bunga?" membuat Kyungsoo mengangguk kuat

"Eo, festival bunga, disana akan ada banyak bunga-bunga yang cantik, karena saat ini musim semi, pasti akan ada banyak sekali bunga disana, kau mau pergi kesana kan?, ayolah Jongin" Jongin menghela nafas panjang, seperti yang diduga

"Kyungsoo-ya" membuat gadis itu menghentikan rengekannya dan menatap sang pria penasaran, "Kalau kau memang mau melihat festival itu datanglah sendiri, bagaimana bisa kau mengajak pria yang membawa pedang sepertiku ke festival seperti itu?"

Gadis itu menatap Jongin dengan tatapan kesalnya lalu memukul bahu Jongin dengan keras membuat pria itu mengaduh, "Yak!, kau bahkan membuatku harus melempar kacang merah pada hantu yang ingin kau temui, dan bahkan sekarang kau tak mau menemaniku?, heol bagus sekali Kim Jong In"

Membuat Jongin mengacak rambutnya frustasi, "Aish Kyungsoo, ayolah, mana mungkin aku pergi ke festival itu dengan pedang yang mengayun di pinggangku huh?, aigoo aku benar-benar tidak bisa membayangkannya"

"Siapa yang menyuruhmu membawa seperangkat alat bertarungmu itu kesana?, aku tidak menyuruhmu untuk membawanya kok", "Geurae, lalu kau mau aku meninggalkannya dirumah?", "Aku juga tidak mengatakan hal itu"

Jongin mendesis frustasi lalu mengacak rambutnya kencang, sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum sambil menatapnya dengan tatapan memohon, "Ayolah Jongin, pergi bersamaku ya?"

Wajah tampan. Ceklis. Badan proposional. Ceklis. Pedang di pinggang. Ceklis. Bersama seorang gadis cantik. Biarpun menyakitkan tapi tetap saja ceklis. Terjebak di festival bunga sebagai satu-satunya lelaki. O-ow..

Jongin hanya mengikuti gadis itu dengan malas dari belakang sambil sesekali menguap bosan, "Aah cantiknya" sedangkan Kyungsoo tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata itu saat melihat deretan bunga-bunga cantik yang dipamerkan

"Jongin Jongin lihat!" Kyungsoo menarik tangan pria tampan itu ke sampingnya untuk menunjukkan sebuah rangkaian bunga lili sederhana, "Bunga ini cantik, dulu aku juga pernah membuat yang seperti ini" jelasnya sambil tersenyum menatap bunga itu

Sedangkan Jongin yang ditarik hanya terdiam sambil menatap Kyungsoo, lalu sedikit tersentak saat gadis itu merangkul lengannya sambil bersorak senang, "Jongin Jongin!, disana ada padang bunga!, ayo kita kesana!"

Mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Kyungsoo lalu tersenyum kecil,"Kau benar, disana indah, ayo kesana" membuat gadis itu tersenyum lalu mengangguk, "Kajja" dan mereka pergi dengan tangan yang saling merangkul

Menggenggam sebuah ranting sebagai pegangan agar tidak terjatuh lalu menuruni tebing yang sedikit curam dengan hati-hati, menoleh ke belakang saat tidak mendapat gadis itu di sampingnya, "Kyungsoo?" panggilnya perlahan

Gadis itu menatap ke bawah dengan pandangan ngeri, "Jongin.., aku takut" lirihnya membuat Jongin menghela nafas sejenak lalu mengulurkan tangannya, "Ini, pegang tanganku, kau akan baik-baik saja, percayalah padaku"

Kyungsoo menatap tangan Jongin yang terulur dengan sedikit ngeri namun perlahan mengulurkan tangannya, Jongin menggenggam tangan gadis itu erat lalu menahannya, "Turunlah dengan perlahan Kyungsoo, perlahan saja"

Jongin menggenggam tangan gadis itu dengan kuat saat Kyungsoo mengambil langkah pertamanya menuruni bebatuan, berhasil, Jongin tersenyum menatap Kyungsoo yang juga menatapnya lalu mengangguk menyemangati

Namun tiba-tiba batu yang diinjak Jongin bergeser jatuh membuat Jongin reflek menarik tangan gadis itu dan menahannya di atas tubuhnya, Kyungsoo bisa merasakan eratnya pelukan Jongin saat tubuh mereka berguling diatas bebatuan

Gadis itu menggenggam erat baju bagian punggung Jongin sambil memejamkan matanya, sedangkan Jongin meletakkan kedua tangannya di kepala Kyungsoo dan pinggangnya, sekedar untuk melindungi gadis itu

Tubuh Kyungsoo masih sedikit bergetar ketakutan bahkan saat mereka berdua sudah berhenti berguling dan berhenti dengan posisi miring, Jongin menghela nafas lega lalu menepuk-nepuk kepala gadis itu, sekedar menenangkannya

"Jongin.., aku takut sekali Jongin, aku takut.." lirih gadis itu yang masih bisa didengar Jongin, "Aku tahu, aku ada disini, jangan takut akan apapun lagi sekarang" Jongin memeluk gadis itu di dadanya sambil menepuk kepalanya perlahan

Tepukan Jongin terhenti saat tangan gadis itu berpindah ke belakang kepalanya, meraba tangan Jongin yang masih bersarang disana, "Tanganmu terluka" ucap gadis itu membuat sang pria menaikkan alisnya tak mengerti

"Jongin tanganmu terluka" lalu gadis itu melepas pelukan mereka perlahan dan menatap wajah pria tampan itu, tangannya beralih ke arah pelipis Jongin dan mengusapnya perlahan, "Kau terluka" ucapnya lirih

Jongin menggenggam tangan Kyungsoo yang ada di pelipisnya lalu mengelusnya perlahan, "Kau?, apa ada yang terluka?, apa ada yang sakit?, katakan padaku" Kyungsoo tak mengalihkan tatapannya dari Jongin lalu menggeleng perlahan

"Aku baik-baik saja" gumamnya menatap Jongin yang juga balik menatapnya, pria itu tersenyum lalu mengelus tangan gadis itu lembut, "Baguslah kalau begitu, aku lega sekali" Jongin menghela nafas lalu memeluk gadis itu lagi

Namun Kyungsoo melepaskan pelukan itu paksa lalu balik mengelus tangan Jongin yang terluka, "Kau terluka Jongin" Jongin tersenyum lalu mengangguk, menatap tangannya yang masih dalam genggaman Kyungsoo lalu tersenyum

"Selama itu genggamanmu" lalu menatap Kyungsoo yang dibalas dengan tatapan khawatir, "Aku akan baik-baik saja" membuat setetes air mata tiba-tiba turun begitu saja, dan Jongin bisa merasakan genggaman gadis itu mengerat

Jongin tersenyum lalu mengecup hidung Kyungsoo yang dilewati air mata dengan perlahan dan lembut, membuat gadis itu tanpa sadar memejamkan matanya, "Jangan menangis" gumam pria itu lirih

Kyungsoo hanya terdiam dengan mata yang terpejam, air mata masih mengalir entah kenapa membuat Jongin menatapnya khawatir, "Hey, jangan menangis" Jongin menarik tangannya yang dalam genggaman Kyungsoo untuk mengusap air matanya namun gadis itu menahan tangan Jongin tetap dalam genggamannya

"Aku.., hanya tidak tahu kenapa aku menangis, yang aku tahu.., aku tidak bisa menghentikan ini" lirih gadis itu membuat Jongin tersenyum kecil lalu menarik tangannya yang masih ada di pinggang gadis itu, memeluknya lebih erat lagi dengan tangannya yang masih dalam genggaman Kyungsoo

Dan dalam pelukan menenangkan Jongin, Kyungsoo terisak perlahan, mengeluarkan segala ketakutan dan kekhawatirannya, pria itu tersenyum kecil sambil menepuk pinggang gadis itu perlahan dan mengelus tangan gadis itu yang menggenggam tangannya

Jongin mengerang pelan sebelum membuka matanya perlahan, dan menolehkan kepalanya mencari sesuatu saat merasakan pelukannya kosong, lalu bangkit berdiri saat mendapati seorang gadis berada tak jauh dari posisinya

"Kyungsoo?" panggilnya perlahan sambil berjalan mendekat membuat gadis yang tengah berkutat dengan berbagai dedaunan itu menoleh lalu tersenyum lebar, "Oh Jongin, kau sudah bangun, kemarilah, duduklah disini"

Tanpa berkomentar apapun pria itu duduk dihadapan Kyungsoo lalu menatapnya tidak mengerti, "Nah sekarang diam dulu ya" Kyungsoo mengambil sejumput dedaunan yang sudah dihaluskan lalu menempelkannya pada pelipis Jongin yang terluka

Jemari lentiknya bergerak merapikan dengan telaten, membuat yang diobati hanya terdiam menatap lurus ke arah wajah Kyungsoo yang tepat di depan wajahnya, tersenyum lalu memberi sentuhan terakhir ke wajah Jongin

"Eh?, Jongin?, kenapa menatapku seperti itu?, apa ada yang salah?" tanya Kyungsoo heran saat mendapati Jongin terdiam sambil menatapnya, "Kau terluka" gumamnya, "Ne?" ulang Kyungsoo tak mengerti

Tangan Jongin terangkat lalu membelai pipi kanan Kyungsoo dengan perlahan, "Kyungsoo kau terluka" lirih Jongin lagi membuat Kyungsoo terdiam,"Kau?, apa ada yang sakit?, apa kau terluka?, katakan padaku"

Jongin menggeleng tanpa mengalihkan pandangannya, "Aku baik-baik saja" Kyungsoo tersenyum kecil lalu mengelus pipi kiri Jongin perlahan, "Baguslah kalau begitu, aku lega sekali" ulang gadis itu

"Kyungsoo, kau terluka" Jongin berucap lagi, entah kenapa membuat air mata bertumpuk di mata gadis itu, menyadari apa yang baru saja mereka lakukan, Kyungsoo mendekatkan wajahnya perlahan lalu menutup matanya dan mengecup hidung Jongin perlahan

Pria itu menatap Kyungsoo yang masih mengecup hidungnya, lalu mengelus pipi gadis itu dan menarik wajahnya menjauh, "Apa yang kau lakukan sampai kau terluka seperti ini hm?" tanya Jongin lembut

Gadis itu mengalihkan pandangannya namun Jongin menarik wajah itu kembali ke hadapannya perlahan, "Katakan padaku Kyungsoo" ulang pria tampan itu dengan lembut, Kyungsoo menggigit pelan bibirnya dan menunduk, masih ragu

Namun Jongin tidak mengatakan apapun dan hanya mengelus pipi gadis itu perlahan, "Tadi aku mencari obat untukmu, lalu tanpa sengaja aku tergores tanaman berduri" gumam gadis itu dengan nada ketakutan di suaranya

"Kyungsoo lihat aku Kyungsoo" Jongin menakup wajah Kyungsoo dengan sebelah tangannya dan mengangkatnya sehingga pandangan mereka bertemu, "Dengarkan aku, mulai sekarang, aku mohon, jangan terluka lagi"

Gadis itu terdiam menatap Jongin yang menatapnya dalam dengan wajah mulai mendekat perlahan, Kyungsoo menggenggam chima-nya kuat tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Jongin

"Bagaimanapun, aku mohon padamu" Jongin meletakkan tangannya pada pipi gadis itu, menyibak helai rambut terurai sang gadis sambil menatapnya dalam, "Jangan pernah terluka, sedikitpun jangan" Kyungsoo mengeratkan genggamannya saat dia bisa merasakan hembusan nafas Jongin di wajahnya

"Apapun yang terjadi" Jongin mulai memiringkan kepalanya, "Berjanjilah kau tidak akan terluka lagi" dan dengan menutupnya kedua pasang mata itu, bersatulah kedua belah bibir dengan lembut

Terdiam sesaat menikmati letupan manis di dada sebelum Jongin mulai menggerakkan bibirnya diatas bibir gadis itu sedikit, membuat genggaman Kyungsoo terlepas perlahan, Jongin mengusap pipi gadis itu seiringan dengan gerakan yang dibuatnya pada bibir Kyungsoo

Kyungsoo hanya terdiam menikmati bagaimana Jongin seolah memujanya dengan sangat lembut, dengan semua lumatan lumatan kecil yang diberikan pria itu membuatnya tanpa sadar sudah mengalihkan tangannya ke dada Jongin dan menggenggamnya malu-malu

Jongin bergerak lagi, sesekali memiringkan kepalanya menghindari bersentuhannya kedua hidung yang akan menghambat ciumannya, tidak mengerti apa yang membuatnya masih melumat gadis itu hingga sekarang

Hampir menggigit bibir merah gadis itu saat Jongin tanpa sengaja mengelus luka Kyungsoo, membuat gadis itu berjengit kaget dan membuat ciuman mereka terlepas, Jongin membuka matanya dan menatap gadis yang masih berada dalam jangkauannya itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan

Gadis itu mengalihkan pandangannya membuat tangan Jongin terlepas dari sengatan menyenangkan yang didapatkan dari pipi gadis itu, pria itu tersenyum lalu sedikit mengambil jarak diantara mereka, menikmati warna merah yang timbul di pipi gadis itu

"Manis sekali sih" gumamnya

.

Aww saya gatau saya mikirin apa semalam sampe bisa menulis hal seperti ini astaga, saya merasa chap ini parah sekali tapi tetep, saya akan berusaha yang terbaik, mohon review-nya sebagai pemacu supaya chap selanjutnya gak seancur ini ya, hikseu:"

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ