Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

"Masuk" jawab Chanyeol saat mendengar ketukan di pintu, menggeser pintu sebentar lalu menunduk dalam sebelum mulai berbicara, "Tuan Park" membuat bangsawan itu mengangkat kepalanya

"Mohon maaf menganggu, tapi para perawat kuda sudah menunggu diluar" membuat sang pria itu langsung beranjak meninggalkan sang penyampai informasi yang masih menunduk dalam padanya

Hari ini sehari sebelum perjalanan Chanyeol dan Baekhyun menuju desa mereka berdua akan memilih kuda terbaik sebagai tunggangan mereka nantinya, sebagai bangsawan dengan pangkat yang cukup tinggi di desa mereka tentu saja harus melakukan segalanya kan?

Chanyeol berkeliling tanpa mengalihkan pandangannya dari para kuda yang sedang berbaris rapi menunggu giliran mereka untuk ditungganggi sang bangsawan tampan dan kekasih cantiknya, "Dimana Baekhyun?" tanyanya tanpa menghentikan langkahnya

"Nona Byun belum selesai bersiap-siap di kamarnya tuan" jawab salah seorang dayang, "Apa yang dilakukannya?, kenapa lama sekali?" tanyanya lagi lalu berbalik menatap sang dayang yang tertunduk dalam di hadapannya

"Aku disini" pandangannya teralihkan saat mendengar suara seseorang yang baru saja ditanyakannya, Baekhyun muncul dengan rambut panjangnya yang digulung tinggi menggunakan tusuk rambut khas seorang bangsawan

Berjalan mendekat tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali dari gadis berhanbok biru-hijau cerah itu, "Kau baru melakukan apa?, kenapa lama sekali?" tanya sang pria yang hanya dijawab dengan senyuman manis

"Bukankah aku harus bersiap-siap untuk bertemu dengan bangsawan tampan ini?" godanya membuat Chanyeol tersenyum kecil, "Baiklah nona Byun yang cantik, alasanmu kuterima" saling berbalas senyum sejenak sebelum suara lenguhan kuda membuyarkan mereka

Baekhyun melangkah mengikuti sang kekasih yang sudah berjalan di depan dan kembali berkutat dengan barisan kuda di hadapan mereka, "Kau sudah memilih kuda?" tanya sang wanita yang dijawab dengan gelengan

"Kalau begitu aku mau yang ini" Chanyeol menoleh dan mendapati Baekhyun sedang mengelus kepala seekor kuda coklat yang tampak manja padanya, "Tidakkah dia lucu?, lihatlah" sahut gadis itu membuat sang pria terkekeh pelan, "Baiklah, dapatkan dua untukku"

...

Berjalan menyusuri ladang bunga dengan sedikit canggung satu sama lain, mata yang terus berusaha mencari objek pemandangan lain untuk dipandang, dan langkah kaki yang tanpa sadar masih beriringan satu sama lain

"Sudah merasa lebih baik?" sang gadis berhanbok kuning-peach yang kotor terkena tanah itu membuka suara, "Huum, terima kasih" jawab sang pria singkat tanpa saling berpandangan satu sama lain, "Baguslah kalau begitu" dan hening kembali menguasai

Sang pria mendesis pelan lalu menatap sang gadis di sampingnya yang juga ternyata menatapnya balik, membuka mulutnya hendak berbicara namun sang pria mendesis frustasi lagi seolah kehilangan kata-kata

"Ayolah Kyungsoo-ya, ini benar-benar aneh, canggung, aku benar-benar tidak suka suasana seperti ini" rengek sang pria yang diangguki Kyungsoo, "Aku setuju, lagipula kenapa kita jadi canggung seperti ini?, bukankah ini aneh?"

Mengangguk lalu menunduk memetik setangkai bunga canolia kuning yang cantik, "Anggap saja sebagai tanda kita berbaikan" membuat Kyungsoo mengerutkan dahinya tak mengerti, "Mwo?, astaga Jongin sejak kapan kau menjadi seseorang bermulut manis begini huh?"

Jongin membuat wajah sudah-terima-saja sambil sekali lagi mengulurkan bunga canolia itu kearah Kyungsoo, gadis itu tertawa kecil lalu mengambil bunga itu dan menciumnya sejenak, "Baiklah baiklah tuan pengawal Kim, terima kasih"

"Bisa kau hilangkan kata tuan-pengawal itu?, terdengar aneh di telingaku?" protes Jongin, "Wae?, wae?, apa kau tidak pernah mendengar kata-kata itu?, tuan pengawal, tuan pengawal!" goda Kyungsoo sambil menari-nari dan mengucapkan kata 'tuan-pengawal' berulang kali, "Aish gadis itu benar-benar"

Kyungsoo tertawa keras sambil sesekali memanggil Jongin yang ada di belakangnya dengan sebutan tuan-pengawal dan akan terbahak saat Jongin membuat wajah pasrah dan menghela nafas panjang

"Hei ya Kyungsoo tunggu aku!" Jongin berlari untuk menyamakan langkahnya dengan Kyungsoo yang sudah jauh di depan, gadis itu tersenyum lebar saat mendapati Jongin sudah berdiri di sampingnya dengan wajah terengah

Mencium bunganya sekali lagi lalu menghela nafas lega, "Bunganya bagus, kau pandai memilih bunga" puji gadis itu membuat Jongin tersenyum bangga, "Tentu saja, kau tahu?, saat masih menjaga para bangsawan dulu salah seorang dayang pernah mengajariku beberapa hal tentang bunga"

"Uuu.., apa dia orang yang kausukai?, hm? hm? hm?" goda gadis itu sambil sesekali menyenggol lengan Jongin, "Aku?, menyukai dayang itu?, aigoo kau itu benar-benar ya, dia itu lelaki tahu"

Seketika mata bulat gadis itu terbelalak lebar dan menatap Jongin menyelidik, Jongin yang sadar ditatap seperti itu langsung saja protes "Kenapa menatapku seperti itu?!", namun Kyungsoo sama sekali tak mengabaikan Jongin

"Hey ya ya ya!, aku tidak menyukainya!, aku ini masih normal tahu!, aku masih suka pada perempuan!" protes Jongin saat sadar penyebab Kyungsoo menatapnya seperti itu, gadis itu berkedip sebentar lalu melirik Jongin dengan sedikit ragu, "Aku kan hanya berpikir.." gumamnya

Jongin berdecak ke arah gadis itu lalu berjalan mendahuluinya, "Hm?, dia marah?, padahal kan aku tidak melakukan apapun" lalu berlari sedikit mengejar sang lelaki, "Lalu?, selain tentang bunga?, apalagi yang kau pelajari?"

Pria itu menghela nafas panjang lalu menatap sang gadis, "Dulu, salah seorang bangsawan pernah mengajariku untuk mengepang rambut, karena dia memintaku untuk mengepang rambutnya, tidakkah itu konyol?" Jongin terkekeh sejenak

Dan seketika mata gadis itu berkilau tertarik membuat Jongin tersenyum kecil, "Kau bisa mengepang rambut?, benarkah?, uwah hebat sekali, kalau begitu bisa kau kepang rambutku?" pinta gadis itu dengan aura bahagia di sekitarnya

"Kau berlebihan sekali, dan apa tadi itu?, memintaku mengepang rambutmu?, permintaan macam apa itu?, tidak bisakah kau mengepang rambutmu sendiri?" protes Jongin yang langsung digelengi Kyungsoo, "Tidak, aku tidak bisa", "Ne?"

Dan disinilah mereka, di bawah pohon dekat danau dengan Jongin yang mengepang rambut panjang Kyungsoo dan gadis itu yang berkutat dengan bunga-bungaan, "Astaga rambutmu panjang sekali sih, menyusahkan saja"

Gadis itu mencibir sejenak lalu berbalik menatap Jongin, "Enak saja, rambutku ini bagus tahu!, lagipula aku terlihat cantik dengan rambutku ini", "Hei hei jangan bergerak gerak nanti kepangannya tidak jadi, sudah diam saja" Jongin memutar kepala gadis itu ke depan lalu kembali berkutat dengan kepangan

"Cih dasar menyebalkan" gumam gadis itu lalu kembali berkutat dengan bunga-bunga di hadapannya, angin yang cukup kencang dari arah danau membuat beberapa helai rambut gadis itu beterbangan kemana-mana, "Huft" keluh Jongin

Jongin mengulurkan tangannya meraih rambut Kyungsoo yang ada di wajahnya dan menariknya dengan lembut, entah kenapa membuat sang gadis merasa sedikit gugup, dan hal itu kembali terjadi saat angin meniup rambut panjang gadis itu

"Sudah, tidak perlu melakukan hal itu, biarkan saja rambutnya, disini anginnya terlalu kencang untuk dilawan" ucap gadis itu kemudian, "Baiklah kalau begitu" sahut Jongin dan kembali bekerja, membuat keheningan kembali berkuasa diantara mereka

Baru saja akan mengikat rambut gadis itu dengan pita sampai dia menemukan sebuah goresan panjang di leher belakang sang gadis, "Apa.., ini bekas luka yang kau maksud?" tanya Jongin perlahan

Kyungsoo menghentikan pekerjaannya lalu meraba bekas luka yang dimaksud Jongin, "Oh, kau sudah menemukannya?, kau benar, ini bekas luka yang kumaksud saat itu, ish ternyata kau sudah melihatnya" goda gadis itu lalu terkekeh pelan

Pria itu mengikat rambut Kyungsoo dengan perlahan lalu berucap "Sudah selesai" membuat sang gadis meletakkan bunga-bunganya seketika lalu menolehkan kepalanya kesana-kemari membuat rambut kepangannya berkibar, "Wah bagus sekali, aku benar-benar senang"

Jongin menatap gadis yang masih memainkan rambutnya itu dengan senyum di wajahnya, "Kau.., bagaimana kau bisa mendapatkan bekas luka itu?" tanyanya perlahan membuat Kyungsoo menghentikan kegiatannya lalu menatap sang pria tak mengerti

"Aku.., hanya merasa penasaran saja, aku juga punya yang seperti itu di lenganku, itu karena dulu aku terkena pedang saat bertarung" Kyungsoo menunduk sebentar lalu kembali menatap Jongin

"Aku tidak tahu" jawabnya singkat membuat Jongin terdiam menatapnya, "Aku tidak tahu sejak kapan bekas luka itu ada atau karena apa, aku bahkan tidak bisa mengingat masa kecilku" menghela nafas panjang sejenak lalu mengalihkan pandangannya

"Mungkin memang lebih baik aku tidak pernah tahu" sambungnya singkat membuat Jongin hanya bisa terdiam menatapnya dengan pandangan yang sama sekali tidak bisa diartikan, "Atau mungkin akan ada saatnya kau tahu, Kyungsoo"

...

Baekhyun tersenyum kecil sambil sesekali menunduk malu saat sang kekasih menarik tangannya untuk melingkar di perutnya, "Berpeganganlah sayang, aku tidak mau kau terjatuh hanya karena terlalu sibuk menikmati pemandangan"

Sore ini setelah mendapatkan kuda yang mereka inginkan Baekhyun dan Chanyeol berjalan-jalan menaiki kuda di sekitar tempat tinggal mereka, "Kuda ini terlalu baik untuk menjatuhkanku dari sini" membuat Chanyeol terkekeh

"Baiklah nona Byun, baiklah" Chanyeol mengelus tangan Baekhyun yang menggenggam bajunya dengan lembut, "Menurutmu apa aku bisa menemukan adikku?" tanya pria tampan itu yang langsung diangguki sang gadis

"Tentu saja, aku bisa merasakannya di tulangku" goda gadis itu membuat Chanyeol kembali tertawa kecil, "Kalau aku bisa menemukannya, aku harus melindunginya kan?, akan ada banyak bangsawan yang mengincarnya karena kemampuannya"

Baekhyun balas mengelus tangan Chanyeol lalu tersenyum, "Bahkan jika dia tidak diincar bangsawan kau juga tetap harus melindunginya" Chanyeol menghela nafas panjang lalu mengangguk, "Tentu saja"

Gadis itu tersenyum lalu menatap leher belakang sang kekasih dimana terdapat bekas luka goresan yang memanjang disana, "Adikmu.., pasti juga sudah memilikinya kan?" gumam gadis itu perlahan membuat Chanyeol kembali menghela nafas panjang

"Tentu saja, aku hanya harus menemukan gadis cantik dengan bekas luka di leher belakangnya seperti milikku kan?, tanda bahwa dia adalah anggota keluarga Park" sahut Chanyeol dengan yakin membuat Baekhyun tersenyum lega

.

Hello!, sangjoon imnida^^

Hiks maafkan untuk late update ya, karena akhir akhir ini saya sibuk dengan urusan organisasi di sekolah, tapi saya disini untuk update chap baru nih

Sekedar bocoran ya, konflik para pemeran utama akan dimulai dari chap depan, so please stay tuned and give me your opinion guys

Oh ya dibawah cuap-cuap ga penting ini ada sekedar preview untuk sang antagonis nih, hayo bisa tebak ga dia mau ngapain?

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ

.

...

Siluet seseorang sudah nampak dari kejauhan saat matahari sudah mulai terbenam, membuka pintu kandang lalu berjalan masuk perlahan mendekati salah satu perawat kuda disana, membisikkan sesuatu lalu menyerahkan sekantung uang kepadanya, "Lakukan seperti perintah"