Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

Sebelumnya saya mau bilang, kalau di chap ini tidak ada pembatas/pemisah pada tiap adegannya karena adegannya selang-seling dan saling berkaitan, menghindari kesalahpahaman imajinasi pembaca nama akan disebutkan dengan jelas, sekian

"Jongin, kau tahu kita dimana?" Jongin menggeleng membuat Kyungsoo menatapnya sebal, "Kau tahu jalan pulang?" menggeleng membuat Kyungsoo mengerutkan dahinya, "Kalau..", "Kyungsoo, berhenti menanyaiku terus, aku benar-benar tidak tahu"

Membuat gadis itu menatap sang pria sebal, "Lalu bagaimana kita akan kembali?" keluhnya, Jongin melirik gadis yang putus asa itu dengan pandangan malas, "Kalau aku tahu caranya pasti sudah kulakukan daritadi" sahutnya

Kyungsoo menghela nafas keras lalu berputar mencoba mencari sesuatu sebagai petunjuk, "Oh Jongin!, lihat disana!" gadis itu berseru dengan keras membuat Jongin menoleh dengan sedikit kaget, "Kita bisa kembali dengan itu"

Gadis itu benar, dari kejauhan tampak beberapa umbul-umbul berwarna merah yang biasanya digunakan sebagai pengiring para bangsawan, "Kau benar Kyungsoo!, ayo cepat kita ikuti!, siapa tahu mereka menuju desa" seru Jongin

Mengangguk cepat lalu ikut berlari di belakang sang pria dengan sebelah tangan mengangkat chima-nya tinggi-tinggi dan sebelahnya lagi bergandengan erat dengan tangan sang pria tanpa sadar

Sementara itu dari arah yang dituju dua manusia itu Chanyeol dan Baekhyun menaiki kuda mereka masing-masing dengan pengawal yang berjaga di kanan-kiri mereka, sesekali saling melirik lalu melempar senyum satu-sama lain

"Tuan Park" menghentikan kudanya lalu melihat kearah seseorang yang sedang menunduk dalam padanya, "Pagi ini tuan Park dan nona Byun akan berkeliling ke desa dengan pasar sebagai tujuan pertama dan balai desa sebagai tujuan terakhir"

Chanyeol mengangguk mengerti, "Selamat menikmati, tuan" pamit salah satu abdi istana itu lalu menunduk dalam dan membiarkan kuda tuan-nya berjalan terlebih dahulu melewatinya dan menuju pasar desa

Kyungsoo terengah saat Jongin menggenggam tangannya erat dan menariknya kuat untuk terus berlari, "Astaga hosh Jongin hosh hosh, aku lelah" keluh gadis itu tanpa berhenti berlari

Jongin sedikit melirik gadis itu dengan khawatir, "Bertahanlah sedikit lebih lama Kyungsoo, mereka sudah semakin dekat, kita hanya perlu mengikuti mereka dan jangan sampai kehilangan jejak mereka" gadis itu mengangguk lalu lanjut berlari

Bangsawan itu berhenti sejenak di depan gapura pintu masuk pasar desa lalu menatap sekitar, beberapa warga yang menyadari bahwa salah satu bangsawan ada disana langsung menunduk dalam kearahnya

"Hormat kepada tuanku Park!, hormat kepada tuanku Park!" teriak salah satu pengikutnya yang disambut dengan deretan warga desa yang berbaris rapi dan menunduk dalam kearah Chanyeol

Sedangkan sang bangsawan hanya menatap datar kearah para warga desa, Baekhyun menatap kekasihnya dengan sedikit khawatir, takut bahwa Chanyeol belum bisa menyembuhkan diri dari trauma kematian ibunya

Jongin mengusap keringat di dahinya dengan kasar segera setelah mereka sampai di pasar, "Akhirnya kita sampai juga, astaga aku benar-benar senang" Kyungsoo bersorak kecil sambil merapikan helai rambutnya yang menempel di wajahnya karena keringat

"Jongin" panggilnya membuat sang empunya nama menoleh, "Terima kasih atas kepanganmu, cukup membantu disaat seperti ini" membuat Jongin tertawa kecil, "Tidak perlu berterima kasih untuk hal itu Kyungsoo, tenanglah"

Menyadari sang kekasih tidak dalam kondisi yang baik Baekhyun menghentakkan tali kudanya berniat menyusul sang kekasih, namun tak disangka sang kuda malah mengamuk dan menghentakkan gadis itu dengan cukup kencang

Baekhyun berteriak saat tubuhnya terlempar dan mendarat diatas meja salah seorang pedagang, Chanyeol langsung saja berbalik dan terperanjat menyadari kekasihnya sedang merintih kesakitan diatas tanah

Belum selesai mereka beristirahat untuk mengeringkan keringat Jongin dan Kyungsoo dikejutkan oleh suara ribut-ribut dari arah jalan, saling berpandangan sejenak sebelum kompak berlari menuju arah suara

Mata bulat Kyungsoo melebar saat menemukan banyak warga bergerombol dan bangsawan Park bahkan sampai turun dari kudanya dengan panik, Kyungsoo berlari mendekat ke arah gerombolan warga itu sedangkan Jongin sudah sibuk menenangkan kuda yang hampir mengamuk itu

Tak lama untungnya Jongin berhasil menenangkan kuda itu, hampir mengelus tengkuk kuda itu namun urung saat menemukan sebuah luka yang masih cukup baru disana, "Jadi ini penyebabnya" gumamnya lalu berlari mendekat ke arah Kyungsoo

Gadis itu berusaha masuk menerobos diantara para warga dengan panik, membelalakkan matanya tak percaya saat menemukan seorang gadis merintih kesakitan dengan tangan dan kaki yang berdarah, sepertinya parah

Mata bulatnya langsung tertuju pada pecahan kaca yang berada di lengan sang gadis dan tangan bangsawan Park yang akan mencabutnya, "Tidak!, jangan dicabut!" seruan Kyungsoo sukses membuat seluruh perhatian terarah kepadanya

Kyungsoo mendekat ke arah gadis itu namun beberapa pengawal menghalanginya, "Aku adalah dokter, percaya padaku, aku akan mengobati gadis itu" Kyungsoo menabrakkan matanya kearah mata bangsawan Park yang tampak panik dan tidak tahu harus melakukan apa

"Gadis itu mengalami pendarahan!, kalian tidak bisa membiarkannya mati!" Jongin yang baru sampai sedikit tersentak saat mendapati Kyungsoo ditahan oleh beberapa pengawal berbadan kekar

Langsung saja berjalan mendekat dan melepaskan Kyungsoo dari kungkungan para lelaki itu, "Dia adalah dokter!, kalian harus percaya padanya!" teriak Jongin lalu sedikit melirik gadis itu yang sedikit terkejut akan tindakan Jongin

"Kalau kau memang dokter.." semua menoleh saat mendengar suara bangsawan Park yang terdengar sangat terpuruk, "Tolong sembuhkan kekasihku" tanpa menunggu disuruh dua kali Kyungsoo mendekat lalu berjongkok disamping gadis itu

Kyungsoo meraba tangan gadis itu dimana ada sebilah kaca tertancap di lengannya, "Aah" Baekhyun mengaduh pelan membuat Chanyeol mengalihkan pandangannya dan meneteskan air matanya tanpa sadar

"Bersabarlah sebentar, aku akan melakukan yang terbaik" gumam Kyungsoo lalu memeriksa arteri gadis itu, "Tidak mengenai arteri, baguslah kalau begitu" Kyungsoo berucap lalu menatap Chanyeol yang masih mengalihkan pandangannya

Menghela nafas panjang lalu berucap dengan perlahan, "Tuan Park" membuat Chanyeol menoleh perlahan, "Dia membutuhkanmu, dampingi dia dan tenangkan dia" instruksi Kyungsoo yang langsung diangguki Chanyeol

Dengan segera pria jangkung itu mendekat dan mengelus rambut gadis itu dan mengecup ujung kepalanya lembut, "Bertahanlah, kau akan baik-baik saja, aku berjanji" Kyungsoo yang masih berkutat dengan lengan gadis itu sedikit melirik dan menemukan Baekhyun tersenyum dan mengangguk ke arah Chanyeol

Gadis bermata bulat itu dengan segera merobek ujung chima-nya dan melilitkannya ke sekitar kaca yang menancap di lengan Baekhyun, namun konsentrasinya teralihkan saat melihat pendarahan di kaki gadis itu semakin parah

"Jongin bantu aku!, lilitkan kain ini ke sekitar lengan gadis itu!" dan dengan segera Jongin mengangguk dan melakukan instruksi Kyungsoo sementara gadis itu berkutat dengan pendarahan di kaki Baekhyun

Chanyeol menatap Kyungsoo dan Jongin dengan khawatir sebelum bertanya dengan perlahan, "Apa semua.., baik-baik saja?" Kyungsoo merobek chima-nya lagi lalu mengangguk, "Selama aku bisa mengendalikan pendarahannya semua akan baik-baik saja"

"Lilitkan kainnya dengan ketat Jongin, tapi berhati-hatilah jangan sampai membuat kacanya menancap lebih dalam lagi!" instruksi Kyungsoo yang di-iyakan Jongin, pria berkulit tan itu mengikat perbannya dengan tidak terlalu ketat menghindari kemungkinan buruk

"Apa ikatanku terlalu kuat?, apa lenganmu terasa sakit?" Jongin bertanya dengan perlahan yang dijawab dengan gelengan Baekhyun, "Terasa sedikit lebih baik sekarang" gumamnya membuat Chanyeol mengecup dahi gadis itu lagi, memberi semangat

Kyungsoo yang sempat melirik kini memfokuskan konsentrasinya pada kaki Baekhyun yang masih mengalami pendarahan, gadis itu menekan kain sobekan chima-nya yang melilit luka gadis itu dengan kuat, namun ternyata tekanannya tak cukup kuat untuk menghentikan pendarahan gadis itu

"Kyungsoo?, ada apa?, apa ada masalah?" tanya Jongin khawatir, Kyungsoo mengusap wajahnya membuat darah menempel di wajahnya, "Hanya mengalami kesulitan dalam menghentikan pendarahannya, terlalu banyak darah yang sudah keluar"

Melihat itu Jongin ikut menumpukan tangannya diatas tangan penuh darah Kyungsoo dan ikut menekan luka gadis itu, "Kurangi sedikit tekananmu Jongin, kita tidak tahu apakah ada benda lain di dalam kakinya atau tidak"

Sementara Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol yang ada di genggamannya membuat sang pria menoleh dengan sedikit khawatir, "Kau akan baik-baik saja Baekhyun, aku berjanji" gumam Chanyeol menenangkan yang diangguki Baekhyun

"Aku butuh kain lagi" Kyungsoo melepas kain berdarah itu dari kaki Baekhyun dan menerima uluran kain yang diberikan Jongin lalu kembali menempatkannya diatas luka gadis itu dan menekannya untuk menghentikan pendarahan, sementara Jongin sesuai perintah Kyungsoo memeriksa lengan Baekhyun

Nafas Kyungsoo mulai terkendali saat dirasanya pendarahan di kaki gadis itu sudah bisa dikendalikannya, Kyungsoo mengganti kain yang digunakan untuk membalut luka gadis itu dan mengikatnya kuat, "Pendarahan di kakimu sudah diatasi, sekarang aku hanya perlu mengatasi lenganmu"

Kyungsoo dan Jongin bertukar posisi, Kyungsoo mengurusi lengan kanan Baekhyun yang terluka sedangkan Jongin mengawasi kaki kiri gadis itu, Chanyeol mengelus tangan kiri sang kekasih yang digenggamnya erat, "Bersabarlah sebentar lagi Baekhyun, kumohon"

"Aku butuh lebih banyak kain, sangat banyak kain" tanpa menunggu disuruh dua kali para pengawal Chanyeol langsung berhamburan mengumpulkan kain sebanyak yang mereka bisa, Kyungsoo menghela nafas panjang lalu menyelipkan helai rambutnya ke belakang telinga membuat darah menempel di wajahnya –lagi

"Jongin, tuan Park, nona, aku butuh bantuan kalian semua" memejamkan mata kuat lalu meneruskan, "Jongin, bantu aku menekan lukanya untuk menghentikan pendarahannya, tuan Park tolong tenangkan dia dan kuatkan dia, nona kumohon bertahanlah sedikit lagi, ini sudah hampir selesai"

Namun pergerakan Kyungsoo terhenti saat lengannya ditahan oleh tangan lemah Baekhyun, "Tidak bisakah kita mencabut kacanya nanti?, maksudku..", "Kita tidak tahu seberapa dalam kaca itu menancap atau seberapa lama kau akan bertahan tanpa mengalami infeksi, aku tidak mau mengalami resiko"

Lalu gadis itu menunduk memperhatikan lengan Baekhyun membuat Chanyeol yang berada di hadapannya melihat dengan jelas bekas luka Kyungsoo yang tertutup rambut kepangannya, terdiam sejenak lalu mengalihkan tatapannya ke arah Baekhyun yang ternyata juga menatapnya

Saling berpandangan dengan tatapan apa-kau-yakin-dialah-orangnya-? untuk beberapa saat sampai Kyungsoo membuka suaranya, "Aku sudah memperkirakan kacanya tidak menancap terlalu dalam, tapi mungkin bisa menyebabkan infeksi, jadi kita akan tetap mencabutnya, bersiaplah"

Jongin bersiap-siap dengan kain di tangannya dan Kyungsoo mulai mencabut kaca itu, "Akan kuhitung dengan perlahan, 3 2 1" dan dalam hitungan terakhir kaca sudah tercabut lengkap dengan ringisan tertahan Baekhyun dan tangan Jongin dan Kyungsoo yang saling menumpuk untuk menghentikan pendarahan gadis itu

"Kau bisa melepaskannya Jongin, pendarahannya tidak terlalu parah" Jongin mengangguk dan melepaskan tangannya lalu menatap Chanyeol dan Baekhyun yang saling berpandangan bahagia, Kyungsoo menghela nafas panjang setelah selesai mengikat luka Baekhyun dengan kuat

"Pendarahannya sudah selesai kutangani, jadi setelah ini kalian bisa membawanya kembali dan dokter bisa melakukan perawatan, permisi" Kyungsoo menunduk dalam cukup lama dengan posisi duduk membuat Chanyeol dan Baekhyun –sekali lagi- melihat bekas luka yang memanjang itu

Baru saja Kyungsoo dan Jongin akan beranjak namun Chanyeol menahan mereka, "Dia butuh perawatanmu" membuat mereka berdua berbalik, dan Chanyeol merasakan dadanya sesak saat matanya bertabrakan dengan mata bulat Kyungsoo

"Kau yang melakukan perawatan padanya sampai saat ini, kau juga harus bertanggung jawab padanya sampai dia benar-benar pulih, ini perintah" Chanyeol berkata dengan datar lalu menaiki kudanya lagi

Baekhyun yang sudah terduduk diatas kuda yang sama dengan Chanyeol tersenyum kearah mereka, "Aku juga mau mengenal dokter muda cantik yang cerdas sepertimu" bujuknya, Kyungsoo menatap mereka berdua dengan sedikit gugup

Jongin mengenggam tangan penuh darah gadis itu lalu menggeleng, "Maaf, tapi aku rasa akan ada banyak dokter lain yang bisa merawatmu" mendapatkan tatapan protes dari Kyungsoo, "Tidak, aku akan pergi" sanggah gadis bermata bulat itu

"Kyungsoo.." gumam Jongin protes namun Kyungsoo bahkan tak menatapnya sama sekali, "Aku akan pergi dan bertanggung jawab dengan merawat nona Byun" Kyungsoo menatap Jongin dengan lembut, "Ayo kita pergi" ajaknya membuat pria itu menghela nafas panjang

"Naiklah, kuda ini tidak akan bisa dinaiki berdua, kau yang paling lelah disini, jadi naiklah dan aku yang akan menuntun" terdengar sangat mutlak di telinga Kyungsoo sehingga dia bahkan tak bisa menggeleng untuk pernyataan Jongin itu

"Apa kau melihatnya?" Chanyeol bertanya dengan perlahan pada sang kekasih yang bergantung di bahunya, "Iya, aku melihatnya, sama persis seperti milikmu" Baekhyun memperjelas lalu menoleh ke arah Kyungsoo dan Jongin yang sedang bercakap-cakap

Chanyeol menghela nafas panjang, "Tadi saat aku menatap matanya dadaku terasa sesak, aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa ada sesuatu disana, yang aku tahu pasti, rasanya berbeda melihatmu dan melihatnya"

Baekhyun menghela nafas panjang lalu menatap Kyungsoo meneliti, "Kalau memang dia, semoga saja" gumamnya lalu mengeratkan pegangannya pada sang kekasih, mencoba menenangkan pikirannya dan tubuhnya

"Lihatlah wajah dan tanganmu benar-benar penuh darah" komentar Jongin, "Ah benarkah?" Kyungsoo mengangkat tangannya merapikan rambutnya namun ditahan oleh Jongin, "Aku kan sudah mengatakan, tanganmu kotor" lalu dengan perlahan menarik bahu gadis itu dan merapikan rambut yang menempel di wajah Kyungsoo

Kyungsoo merasa dadanya tercekat saat Jongin menarik tubuhnya mendekat dan menyentuh wajahnya, lalu dengan canggung gadis itu menarik tubuhnya, "Akan kubersihkan nanti saja" jawabnya dengan sedikit canggung membuat Jongin berusaha keras menahan senyumnya

Hello!, sangjoon imnida^^

Mohon maaf kalo ff ini semakin tidak jelas dari chap ke chap

Saya juga gatau saya kesambet apa sampe bisa nulis ff yang ancur seperti ini, saya tau ini ancur banget dan melenceng dari topik 'hantu' tapi percayalah, akan ada saatnya bahasan 'Kyungsoo bisa melihat hantu' dibahas lagi dan jadi konflik disini, so ff ini masih cukup panjang tapi saya usahakan akan saya singkat sebisanya hehe

Masalah alur yang terlalu cepat, memang saya buat seperti ini karena konfliknya akan ada lumayan banyak dan moment KaiSoo dan ChanBaek juga akan ada banyak sekali

Masalah peran antagonis hayo sudah bisa tebak belum dia siapa dan apa yang dia lakukan kemarin?, apakah ada hubungannya dengan Baekhyun?, dijelasin nanti kok hehe

Please stay tuned and support me!^^

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ