Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

Mereka disambut dengan para pengawal yang berbaris rapi di depan gerbang tempat tinggal bangsawan Park, dengan satu hitungan para pengawal itu menunduk dalam saat kuda Chanyeol dan Baekhyun berjalan lewat

"Mohon maaf, tapi penduduk tidak diijinkan untuk masuk ke dalam" cegah salah seorang pengawal saat kuda Jongin dan Kyungsoo bergerak masuk ke dalam rumah, "Tapi bangsawan Park sudah.."

"Mereka berdua adalah tamuku, perlakukan mereka sebaik yang kalian bisa" potong Chanyeol cepat lalu kembali menghentakkan kudanya dan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Jongin dan Kyungsoo yang terdiam sendiri di depan gerbang

Jongin menuntun kuda itu perlahan sambil sesekali melirik pemandangan di sekitarnya, "Wah Jongin, rumahnya bagus sekali, lihatlah tamannya cantik sekali" lain dengan Kyungsoo yang tak henti berceloteh di sampingnya

Pria itu menoleh saat Kyungsoo menggoncang lengannya histeris, "Jongin!, Jongin!, lihat disana!, mereka punya banyak sekali bunga disana!, astaga benar-benar bagus" menghela nafas berat lalu kembali menuntun kudanya masuk tanpa berkata apapun

Kyungsoo menatap Jongin saat mereka sudah sampai di kandang kuda, "Cepat turun, menunggu apa lagi?" tanya Jongin sinis membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal, "Aku bisa naik kuda, tapi aku tidak pernah bisa turun-"

Menghela nafas berat lalu memukul dadanya keras, "Astaga aku harus benar-benar bersabar!" celotehnya lalu menatap gadis itu dengan pandangan frustasi, "Kau itu benar-benar ya, haah dasar gadis"

Lalu mengulurkan tangannya membuat Kyungsoo tersenyum lebar, "Kenapa?, aku memang seorang gadis kok" sahutnya senang lalu menggenggam tangan Jongin yang terulur ke arahnya dan mulai turun dengan perlahan

Namun entah kenapa tiba-tiba kaki kanan gadis itu yang digunakannya sebagai pijakan di pelana terlepas lebih awal, membuatnya reflek memekik pelan dan mengeratkan genggamannya pada tangan Jongin

Dan secara reflek pula Jongin merangkul pinggang gadis itu, sehingga Kyungsoo mendarat dalam rengkuhan dada sang pria, membuat mereka berdua terengah dengan badan yang masih tidak berjarak sedikitpun

Kyungsoo adalah orang pertama yang mengambil jarak diantara mereka dan berdehem sebentar, "Terima kasih" gumamnya pelan yang hanya dijawab dengan deheman Jongin, "Huftt kenapa udaranya menjadi sangat panas ya?" gumam gadis itu sambil mengipasi wajahnya

Hanya mampu menatap punggung sang gadis dari kejauhan saat Kyungsoo beranjak keluar, mencoba menghindar, lalu tiba-tiba terkekeh pelan, "Dia menggemaskan sekali sih" Jongin bergumam lalu berlari keluar mengejar Kyungsoo

...

Baekhyun mengeratkan pegangannya pada leher sang kekasih sambil sesekali mencuri lirikan ke arah wajah tampannya, sedangkan si lelaki hanya berjalan lurus tanpa sedikitpun menoleh ke arah lain dengan dua tangan kekar yang mengangkat tubuh Baekhyun dalam gendongannya

Keheningan masih tetap menguasai saat Chanyeol menurunkan gadisnya perlahan dan merapikan hanbok nya yang sudah diganti dengan yang baru, "Chanyeol-a" panggil gadis itu perlahan membuat si empunya nama menoleh

Tersenyum lalu menggenggam tangan sang kekasih dan mengelusnya perlahan, "Aku baik-baik saja" lalu menatap mata bulat pria itu yang tampak sendu, "Aku sangat baik, jangan khawatirkan aku" lanjutnya lagi

Seperti anak kecil yang meminta perlindungan ibunya seketika Chanyeol menciumi tangan Baekhyun yang tadi mengelus tangannya, "Aku sangat takut" gumamnya sambil meletakkan tangan gadis itu di wajahnya

Merengek dengan nada sedih dengan tangan Baekhyun yang ditangkupkan ke pipinya, "Aku benar-benar takut akan kehilanganmu" rengeknya lagi sambil merengkuh tangan gadis itu erat seolah tak mengizinkan gadis itu pergi ke manapun

"Aku disini" gumam gadis itu lembut dengan senyum yang mendebarkan dada Chanyeol, "Aku tidak pernah pergi kemanapun" dan pecahlah tangis bangsawan tampan itu, air matanya menetes seiring dengan senyum sang kekasih yang terulas di wajah cantiknya

"Wajahmu jelek kalau menangis" gadis itu bergumam lembut membuat kekehan keluar dari bibir lelaki jangkung itu, "Yang penting kau mencintaiku" balasnya dengan nada manja membuat tawa lemah gadis itu memenuhi ruangan

...

Jongin menghela nafas panjang sambil menolehkan kepalanya kesana-kemari mencari sesuatu, "Gadis itu sebenarnya apa sih, cepat sekali hilangnya" menghela nafas panjang lalu kembali berjalan mencari

Sementara itu si gadis yang menjadi objek pencarian tengah duduk diantara hamparan bunga tulip yang masih berkuncup, jemari lentiknya bergerak dengan lincah mengikat bunga-bunga berwarna warni menjadi satu rangkai

"Kau tampak menyeramkan saat merangkai bunga dengan tangan penuh darah seperti itu" reflek gadis bermata bulat itu berbalik dan sedikit terjungkal saat menemukan seorang lelaki berjongkok tepat di hadapannya sehingga wajah mereka sempat berdekatan sesaat

Pria itu terkekeh lalu mengambil tempat di sebelah sang gadis, "Aku serius, dengan tangan dan baju seperti itu kau tampak seperti seorang pembunuh kejam yang memakai topeng dengan bunga-bungaan itu di tanganmu"

"Tapi nyatanya aku baru saja menyelamatkan nyawa nyonya Byun" jawab gadis bermata bulat itu tanpa menghentikan kegiatan merangkai bunganya, "Aku juga membantu kalau kau ingat" sahut sang pria tak terima

Sang gadis mengarahkan mata bulatnya ke arah pria berkulit tan itu dengan cepat lalu menjawab, "Tidak, aku tidak ingat" dan kembali berkutat dengan bunga-bunganya mengabaikan sang lelaki yang mengerucutkan bibirnya sebal

"Ah Kyungsoo-ya!" tiba-tiba lelaki itu menyahut keras yang sayangnya hanya ditolehi di gadis dengan malas, "Para dayang menyuruh kita bersiap-siap, bangsawan Park meminta kita untuk berkumpul sebentar lagi"

Perkataan pria itu sukses mengalihkan perhatian Kyungsoo, "Hm?, bangsawan Park meminta kita berkumpul?, untuk apa?" tanya gadis itu, "Entahlah, tapi dari apa yang ku dengar dia juga meminta seluruh pejabat berkumpul"

Mengernyitkan dahinya tak mengerti, "Apa dia mau membahas tentang nyonya Byun?" monolog gadis itu, "Huum, aku rasa seperti itu, lagipula tidak salah juga kan?, nyonya Byun adalah kekasihnya, aku rasa itu adalah hal wajar"

"Benar juga, Jongin, ayo kita bersiap-siap" dan Kyungsoo langsung saja beranjak meninggalkan Jongin di belakang begitu saja, "Haah gadis ini benar-benar, aku kesulitan menemukanmu tapi kau malah pergi begitu saja, aish"

...

Berdiri dan menunduk hormat dalam satu hitungan saat seorang lelaki jangkung dengan pakaian khas bangsawan merah-nya berjalan melewati mereka dengan gagah, menandakan betapa terhormatnya kedudukan sang lelaki jangkung

Dan sekali lagi dalam satu hitungan duduk secara bersamaan saat sang lelaki sudah duduk di atas kursi kebangsawanan-nya dan menampakkan wajah tampannya, "Semua pejabat sudah berkumpul disini sesuai perintah, tuan"

Mengangguk sedikit lalu menatap jajaran para pejabat yang terduduk di hadapannya dengan tatapan datar, namun seketika tatapannya terhenti pada seorang gadis dengan hanbok biru laut yang sedang menatapnya

Dadanya sesak, matanya berembun, tenggorokannya tercekat, seluruh tubuhnya seolah tak bisa digerakkan, namun ekspresi wajahnya tetap sama, datar menyembunyikan semua emosi yang bergejolak diantara rusuknya

"Kalian pasti sudah mendengar tentang insiden yang dialami Baekhyun tadi pagi" bukanya dengan nada rendah menahan amarah, "Apakah ada yang bisa menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" dan seketika suasana di sana lengang, benar-benar tak terdengar apapun selain suara nafas dari para pejabat yang memburu

Sedangkan Kyungsoo dan Jongin yang duduk berdampingan di paling ujung barisan hanya bisa saling menatap, seolah memberi kode satu sama lain, "Tidak ada?" dan suara itu seolah menjadi genderang perang diantara ruangan yang sepenuhnya hening itu

Belasan pasang mata kompak menoleh ke satu arah saat melihat seseorang mengangkat tangannya tinggi, menunduk dalam sebentar lalu mulai berbicara, "Sepertinya kesalahan terletak pada koordinasi antar perawat kuda tuan"

Membuat semua kompak mengerutkan dahi tak mengerti, "Per-permisi, tapi apa maksud tuan Sekertaris Yoon dengan kesalahan koordinasi dari para perawat kuda?" tanya seorang lelaki paruh baya dari barisan sebelah kanan belakang

Lelaki yang dipanggil Sekertaris Yoon tadi tersenyum tipis lalu mengarahkan pandangannya ke arah bangsawan tampan yang memimpin, "Hari itu beberapa kuda liar akan ditukarkan kembali kepada para pedagang di pasar karena para perawat kuda tidak mampu untuk menjinakkannya"

"Namun sepertinya pengeluaran kuda-kuda yang akan dipilih oleh tuan Park dan nona Byun dari kandang dengan pengeluaran kuda-kuda liar dari kandang terjadi hampir bersamaan, sehingga tanpa sengaja kuda terbaik tertukar dengan kuda terburuk" lalu Sekertaris Yoon mengalihkan pandangannya pada lelaki tua yang tadi bertanya

"Dan salah siapakah ini kalau bukan ketua perawat kuda?" tanyanya sinis, membuat lelaki tua tadi gelagapan dan langsung menunduk dalam, "Jeoseongi, namun saya yakin ini bukan salah para perawat kuda, saya yakin saya sudah memastikan bahwa pintu kandang kuda yang akan ditukar dan kuda yang akan dipilih tidak dibuka secara bersamaan"

Semua pandangan kembali mengarah pada Sekertaris Yoon saat lelaki berumur itu kembali menyahut dengan nada sarkatis "Lalu tuan Hong ketua perawat kuda, bisa kau jelaskan teori seperti apa yang lebih masuk akal dari teori yang baru kukemukakan tadi?"

Dan seketika keheningan menyergap dari segala arah, tidak ada satupun yang berani membuka mulut bahkan hanya untuk berbisik-bisik kecil, membuat senyum tipis tersungging di wajah pria paruh baya yang baru saja mengutarakan pertanyaan sarkatisnya tadi, "Itu saja dariku, tuan" menunduk lalu kembali ke tempatnya

Membuat sang bangsawan muda sedikit gelisah, lalu mengalihkan pandangannya pada gadis yang tadi membuatnya merasakan sesak, "Dokter, silahkan menjelaskan keadaan Baekhyun" Kyungsoo melirik Jongin dengan sedikit gugup sebelum akhirnya berdiri dan menunduk perlahan

"Ah sebelum aku menjelaskan kurasa akan ada baiknya kalau aku mengenalkan diri terlebih dahulu" gadis itu menyeka anak rambut di wajahnya lalu menatap sang bangsawan yang tersenyum kecil lalu mengangguk mengizinkan

Lalu perhatian gadis itu kembali kepada para pejabat di hadapannya, "Namaku Kyung Soo, aku bisa dipanggil apapun, jadi jangan terlalu pikirkan hal itu, aku adalah seorang dokter-", "Apa kau membuka praktek dokter di tempat tinggalmu?"

Kyungsoo menatap bingung pejabat itu lalu menyahut dengan perlahan "Ne?", "Apa kau menerima pengobatan untuk penduduk atau siapapun itu di tempat tinggalmu?, kalau iya bisa kau sebutkan namanya?, ah jangan khawatir, hal ini hanya untuk menyelidiki latar belakangmu saja"

Gadis itu menggigit bibir bawahnya ragu lalu menyeka anak rambutnya lagi sambil sesekali melirik Jongin yang juga tampak kebingungan, "A-aku-" ucapannya terhenti saat sang pemimpin mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat untuk berhenti

"Dia adalah tamuku, jangan pernah melakukan hal-hal diluar perintahku" sang bangsawan memberi ultimatum membuat Kyungsoo menundukkan kepalanya canggung, "Dokter Kyung, silahkan lanjutkan"

Menunduk lalu kembali melanjutkan ucapannya tadi, "Aku adalah orang yang bertanggung jawab atas nona Byun, aku mengambil alih pengobatan nona Byun tadi dan sempat melakukan sedikit tindakan medis, tapi setelah ini aku akan memastikan bahwa keadaan nona Byun stabil dan lukanya tidak mengalami infeksi"

"Bagaimana bisa kau baru akan melakukannya sekarang?!" suara keras salah satu pejabat sedikit mengejutkan gadis bermata bulat itu, "Kalau kau memang benar-benar merasa bertanggung jawab atas nona Byun tidakkah kau seharusnya sudah memeriksa keadannya sedari tadi?, dokter-"

"Berapa kali harus kukatakan bahwa dia adalah tamuku!?" bentakan keras dari Chanyeol mengheningkan ruangan luas itu hanya dalam satu hitungan, "Tidak bisakah kalian berhenti bersikap arogan dengan terus mengeluarkan pertanyaan yang tidak penting untuk saat ini dan berfokus mendengarkan penjelasannya?!"

Teriakan itu kembali membara di ruangan membuat Kyungsoo menutup matanya kaget, "Dokter Kyung, aku mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi sepertinya kita harus menunda rapat ini" perkataan Chanyeol barusan seolah mengembalikan gadis itu

"Aah ne, gwaenchana tuan Park, saya selalu bisa melakukannya kapan saja" tersenyum canggung lalu menunduk dalam diikuti yang lainnya, sedangkan sang penerima hormat hanya menunduk singkat lalu beranjak pergi diikuti para pengawalnya

...

"Tidak ada yang boleh masuk selama aku masih di dalam, mengerti?" langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari dayang yang sedang menunduk dalam di hadapannya, menutup pintu dengan sedikit kasar membuat gadis yang sedang menutup matanya itu membuka matanya lalu tersenyum lembut begitu menyadari siapa yang masuk

"Kau disini" tersenyum lalu menggenggam tangan itu dan mengelusnya, gadis itu tersenyum lalu mencoba duduk, namun lengannya ditahan oleh lengan kuat sang pemilik baju merah, menggeleng pelan mencoba memberitahu bahwa dia tidak perlu melakukannya

Gadis itu mengangguk lalu kembali ke posisinya sebelumnya –tidur-, lalu mengangkat sebelah tangannya dan mengelus pipi si baju merah lembut, "Kau sudah selesai?, kenapa cepat sekali?"

Menghela nafas berat lalu mengecup jemari lentik itu sebelum menyahut "Gadis itu, nama mereka sama" mengundang tatapan heran dari si gadis, "Baekhyun-a, nama mereka sama, Kyungsoo, itu namanya, tadi dia mengatakannya sendiri, nama mereka sama Baekhyun-a!, nama mereka sama!"

Mata sipit gadis itu sedikit bergetar menyadari perkataan tersebut dikatakan dengan emosi yang meluap-meluap, "Chanyeol-a, Chanyeol-a, dengarkan aku" mencoba menenangkan dengan mengelus pipinya lembut

"Apa dia menyebutkan nama belakangnya?" Baekhyun bertanya dengan lembut namun berbuah tundukan lesu dan gelengan tak bertenaga sang kekasih, "Mungkin dia memang benar-benar orang yang kita cari selama ini, kita hanya perlu bersabar sebentar lagi kan?"

Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan merajuk lalu mengangguk patuh, "Aku akan terus mencarinya sampai aku tidak bisa berdiri lagi suatu hari nanti" ucapnya yakin mengundang senyuman dari bibir merekah Baekhyun

"Baiklah tuan Park, aku percaya padamu, temukan dia dan bawa kepadaku, mengerti?" terkekeh pelan saat Chanyeol mengangguk dengan imut, "Tapi kenapa rapatnya selesai cepat sekali?, apa masalahnya sudah selesai?"

Sekali lagi menghela nafas berat lalu memasang wajah merajuk, "Kalau masalahnya selesai secepat itu aku tidak perlu mengadakan rapat dengan pejabat sebanyak itu, aah mereka semua benar-benar membosankan!"

Gadis itu terkekeh lembut, "Lalu apa yang terjadi?, apa sesuatu terjadi lagi?" tanyanya khawatir, "Tadi aku meminta Kyungsoo untuk berbicara dan menjelaskan tentang keadaanmu, tapi saat dia mengenalkan diri-"

Menghela nafas dan menunduk dalam saat ingatan bagaimana pertanyaan-pertanyaan menusuk itu menyerang Kyungsoo lewat di kepalanya, "Para pejabat tua itu menyerang Kyungsoo dengan pertanyaan mematikan, mereka bahkan ada yang membentaknya, aku tidak suka"

Seketika pandangan Baekhyun menjadi khawatir, "Benarkah?, para pejabat itu memang kebanyakan semaunya sendiri, mereka egois dan arogan, haah aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku ada di posisi Kyungsoo"

Tersentak dari khayalannya saat Chanyeol mengecup bibirnya lembut, "Kau disini sayang, kau bersamaku, dan tidak akan ada yang bisa melukaimu selama aku bersamamu, Kyungsoo juga akan ada disini, kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama lagi"

Keduanya menoleh bersamaan saat mendengar suara ribut-ribut dari arah luar kamar, "Kalian tidak boleh masuk!", "T-tapi aku hanya ingin memeriksa keadaan nona Byun" oh itu suara Kyungsoo, "Dia itu dokter!, biarkan saja dia masuk!" dan itu suara tegas Jongin

Kyungsoo yang baru akan menghindar dari dorongan salah satu dayang sontak langsung menunduk saat mendapati Chanyeol keluar dari kamar, "Ada apa ini?" dan suara berat itu seolah menjadi alarm bagi para dayang untuk berbalik dan menunduk

"Aah, wanita dan pria ini, mereka memaksa masuk dan memeriksa nona Byun, sedangkan-", "Ah apa sekarang sudah waktunya Baekhyun diperiksa?, maaf, aku tidak tahu, silahkan masuk" Chanyeol tersenyum dan mempersilahkan

"T-tapi tuan-" dan seketika semua mulut terkunci saat sang bangsawan menatap mereka, "Mereka berdua adalah tamuku, perlakukan mereka seperti bagaimana kalian memperlakukanku, kalau aku mendapati kesalahan sedikit saja, tidak akan ada yang diampuni"

Gadis bermata bulat dengan pria berkulit tan berjalan beriringan dengan perlahan mendekati kasur seorang gadis yang tengah tersenyum lembut, "Ah aku hampir melewatkan pengobatannya ya?, mian, aku tidak tahu"

Senyumnya benar-benar lembut membuat Kyungsoo hanya bisa balas tersenyum kecil sambil menunduk, lalu terdiam sejenak membiarkan bangsawan Park mengambil tempat terlebih dahulu di samping sang kekasih

Jongin menyenggol lengan gadis di sebelahnya yang masih terdiam, "A-ah ne?" Jongin memasang ekspresi sebal ke arah Kyungsoo lalu mengarahkan dagunya ke arah Baekhyun dengan mata yang menatap Kyungsoo tajam, membuat sejoli yang memperhatikan hanya bisa terkekeh kecil

Tersenyum canggung menyadari maksud pria di sampingnya lalu menunduk dalam dan memulai sesi pemeriksaannya dalam hening, Kyungsoo membubuhkan tumbukan dedaunan yang sudah disiapkannya sebelumnya pada lengan Baekhyun dan membebatnya lembut namun kuat

Sesekali melirik gadis bermata bulat yang berfokus pada luka di lengannya, jantungnya berdetak kencang, matanya buram seketika, namun tetap memaksakan senyum manisnya saat mata mereka tanpa sengaja bertemu

"Keadaannya tidak terlalu parah, hanya perlu istirahat selama beberapa hari dan dia akan segera pulih dengan cepat" jawab Kyungsoo saat Chanyeol menanyakan keadaan sang kekasih, "Benarkah?, aku bisa segera sembuh?, ah senangnya"

Membuat Kyungsoo tertawa kecil mendengarnya, "Majayo, lukamu akan segera kering dalam waktu cepat, hanya saja untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi, lebih baik beristirahat total di kamar, sekaligus mempercepat penyembuhan"

"Ah baguslah kalau begitu dokter Kyung, terima kasih atas pengobatannya" Kyungsoo tersenyum kecil lalu menunduk dalam, membuat bekas luka benar-benar nampak jelas di mata kedua sejoli yang sedang menahan debaran di dada itu

Jongin memicingkan matanya saat melihat reaksi Chanyeol dan Baekhyun, curiga, "Kyungsoo-ya, kau belum mengganti bajumu, ayo" ajak pria tan itu tanpa mengalihkan pandangan curiganya dari Chanyeol dan Baekhyun

Perkataan Jongin seolah menyadarkan Chanyeol bahwa baju gadis bermata bulat itu masih bersimbah darah di beberapa bagiannya, "Kau belum mengganti bajumu?, para dayang akan membawa baju ganti jadi tunggu saja di ruanganmu"

Membuat mata sipit sang pria makin menyipit curiga, "Baiklah kalau begitu, kami pamit dulu" Jongin menunduk dalam lalu menarik tangan sang gadis begitu saja, membuat Chanyeol menghela nafas dan menatap punggung gadis yang dijaga dengan sangat protektif oleh Jongin itu

"Cemburu hm?" kalimat penuh nada godaan Baekhyun membuat sang bangsawan tampan kembali menghela nafas, "Aku bahkan belum mengenalnya lebih jauh, tapi ternyata dia sudah memiliki lelaki lain di sampingnya"

Baekhyun tertawa saat melihat ekspresi memelas sang kekasih, "Dia bahkan belum tau kalau kau kakaknya, tapi kau malah sudah memiliki calon istri" dan tawanya semakin keras saat Chanyeol mengerucutkan bibirnya lucu

.

Hello!, sangjoon imnida^^

Yeay update!

Chap terpanjang dengan sekitar 2.7k words

Sudah mulai ada ChanSoo moment tuh, ChanBaeknya juga udah banyakan, tinggal tunggu tanggal main untuk boom romance nya KaiSoo hehe

Dan mulai chap ini akan sedikit lebih panjang karena konfliknya cukup rumit dan konfliknya juga ada beberapa tapi saling berkaitan satu sama lain, jadi mohon dibaca dengan perlahan dan hati-hati, karena terkadang setiap perkataan bisa menjadi petunjuk untuk menebak si antagonis

Untuk antagonis saya ga tega banget kalo harus pake member EXO hikseu jadilah saya pake OC

Well saya sedang 'sedikit' kehilangan feel karena kesibukan di sekolah dan organisasi, tapi saya akan tetap menulis, jadi mohon supportnya dengan review an kalian-

Please stay tuned and support me!^^

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ