Ghost

.

Kyung Soo

Kim Jong In

Park Chan Yeol

Byun Baek Hyun

And many others

.

Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi

.

Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed

.

sangjoonpark present

.

Kyungsoo terdiam melawan detak jantungnya yang semakin berpacu seiring dengan langkah Jongin yang semakin cepat, pria itu menarik tangannya dengan erat dan kuat, membuat gadis itu bahkan tidak bisa mengatakan apapun

"Jongin-a" gadis itu akhirnya membuka suara membuat pria yang lebih tinggi menghentikan langkahnya, lalu berbalik perlahan dengan mata coklat yang menatap iris hitam sang gadis dalam, mengalihkan pandangan saat dia mulai terhanyut dalam kehangatan mata Jongin

"Ada apa?" pertanyaan gadis itu benar-benar membungkam Jongin, "Apa maksudmu dengan ada apa?" Kyungsoo mendecih pelan, mengerti benar Jongin mencoba menghindari topik bahasan mereka, "Kau membantah perkataan bangsawan Park, kau bahkan menarikku keluar dari sana, kenapa masih bertanya juga sih?"

Jongin terdiam dan mengalihkan pandangannya membuat sang gadis memukul bahunya kencang, "Yak!, itu sakit astaga!" aduh Jongin keras, "Ck, kalau ada orang yang bertanya kau harus menjawab, kenapa hanya diam sih?, menyebalkan"

Mengelus bahunya yang sakit sekali lagi lalu berjalan mendekat ke arah gadis itu, membuat Kyungsoo melebarkan matanya dan membuka mulutnya hendak protes, namun kata-katanya terbungkam oleh tangan Jongin yang tiba-tiba membekap mulutnya lembut

"Kau mau aku menjelaskannya kan?, jadi tutup mulutmu dan biarkan aku berbicara" membuat gadis itu –mau tak mau- mengangguk perlahan dengan pandangan mata yang sama sekali tidak terputus dari lelaki jangkung yang berdiri tepat di hadapannya

Menghela nafas lalu menyahut dengan perlahan, "Bangsawan-bangsawan itu.., tadi mereka melihat bekas lukamu" membuat mata gadis itu semakin membulat, "Aku takut mereka tahu siapa kau sebenarnya, lalu mereka akan berbalik menyerangmu, sudah jelas tempat kita sekarang hanya akan menguntungkan mereka"

Reflek Kyungsoo menggenggam tangan Jongin yang membekap mulutnya dengan erat, seolah meminta perlindungan, "Aku disini untuk melindungimu, jadi aku mohon, jangan melakukan apapun yang membuat mereka tahu bahwa kau adalah target semua bangsawan di Korea, atau kau- ah ani, -kita, benar-benar akan habis"

Tersenyum setelah mendapat anggukan dari gadis bermata bulat itu, lalu dengan sangat lembut merengkuh gadis itu di pelukannya, "Mulai sekarang rambutmu tidak boleh dikepang lagi" dan Jongin melepas pita yang mengikat rambut panjang gadis itu membuat helai rambut berterbangan kesana-kemari di antara mereka

Sementara Kyungsoo meletakkan dagunya pada bahu Jongin yang tadi dipukulnya, seolah meminta maaf, dengan kedua tangannya yang menggenggam baju bagian pinggang sang lelaki dengan erat, benar-benar menahan diri untuk tidak merengkuh lelaki yang baru saja melepas ikat rambutnnya

Jongin merapikan rambut gadis itu yang berantakan dan tersenyum kecil saat menyadari betapa menyenangkannya memainkan rambut gadis berkulit putih ini, entah siapa yang mengendalikan tiba-tiba saja tangan Jongin mengelus kepala gadis itu dengan lembut, sangat lembut sampai Kyungsoo merasa dia bisa saja tidur dalam pelukan lelaki itu

Pelukan yang memberikan efek menyenangkan pada mereka berdua terlepas setelah Jongin selesai merapikan rambut gadis itu, saling melempar senyum manis adalah hal pertama yang mereka lakukan saat mata mereka saling menatap satu sama lain

"Dan apa yang kau katakan tadi?, aku membantah perkataan bangsawan Park?, kapan aku melakukannya?" Jongin menyuarakan protesnya membuat gadis itu menghela nafas panjang, "Kau tidak melakukannya ya?, huh apa kau bercanda denganku?, tidak bisakah kau lihat dimana kita sekarang?"

Lelaki itu tertawa canggung menyadari mereka berdua ada di taman, cukup jauh dari tujuan pertama, kamar sebelah, "Aku pikir mereka akan membangun kamar baru disini" sergah Jongin membuat Kyungsoo menghela nafas panjang

Berdecak keras lalu menjawab "Membangun kamar apanya- dasar" membuat yang dimarahi hanya memasang senyum lebar, berharap sang gadis akan luluh dengan senyumannya, "Wae?, kenapa tersenyum seperti itu?, itu menakutkan tahu"

Membuat bibir sang lelaki mengerucut sebal, tampak lucu memang, membuat Kyungsoo memalingkan wajahnya canggung, "Ayo cepat kembali, aku tidak mau ada dayang yang datang membawakan baju ganti dan tidak mendapatiku disana lalu melapor pada-"

"Geurae, ayo kita kembali" dan belum sempat gadis itu menghilangkan kecanggungannya tangannya sudah lebih dulu digenggam Jongin dan ditarik menjauh dari taman, tanpa disadari membuat pipi putihnya memerah perlahan

Sedikit mempercepat langkah menyadari dayang hampir sampai di kamar, "Ah annyeong" dengan kompak mereka berdua menunduk dengan dua tangan yang masih saling bertautan tepat di hadapan dayang itu, 'hampir saja' gumam mereka bersamaan

Mengangkat kepala bersamaan membuat mereka menyadari bahwa dayang itu tidak datang sendiri, ada Chanyeol di belakang yang sedang terkekeh melihat mereka berdua, membuat suasana canggung tiba-tiba saja menyergap

Genggaman itu terlepas dengan perlahan, sangat perlahan, namun membuat keduanya menghela nafas panjang bersamaan yang tidak disadari karena mereka saling membelakangi satu sama lain

Lain halnya dengan bangsawan jangkung yang tampaknya menyadari hal itu, tersenyum kecil lalu membuka percakapan, "Ah kebetulan sekali kita bertemu disini, aku mau kembali ke kamarku" mereka berdua hanya terdiam sambil menunduk kecil dan menahan senyum malu mereka

"Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu" tersenyum manis lalu berlalu setelah semua yang ada disana menunduk dalam dengan satu hitungan, segera setelah Chanyeol menghilang di ujung belokan Kyungsoo memukul Jongin keras, "Yak!, kenapa malah memukulku!?"

"Itu semua karenamu!, kenapa malah menarikku ke taman bukannya langsung saja menuju kesini!", "Lalu kenapa kau tidak mengingatkanku dan menarikku balik kembali?", "Siapa yang mengenggam tanganku dengan sangat kuat bahkan hingga aku tidak sempat mengatakan apapun!?"

Perdebatan sengit mereka terhenti saat mereka menyadari masih ada seorang dayang dengan hanbok baru Kyungsoo di tangannya, gadis bermata bulat itu berdehem pelan lalu tersenyum canggung sambil menyambar hanbok merah muda-kuning itu dan melenggang masuk ke dalam

Jongin yang sama canggungnya tersenyum kecil lalu menunduk dan tanpa sadar ikut masuk ke kamar, "Astaga Kim Jong In apa yang kau lakukan!?" membuatnya mendapatkan tamparan di pipi kirinya

...

Warna orange dan merah seolah menjadi lukisan langit yang menemani Jongin dan Kyungsoo yang sedang berjalan-jalan di taman berdua, hening menguasai mereka berdua, dengan pandangan mata yang sesekali mencuri lirikan satu sama lain

"Aku tidak tahu rumah bangsawan Park adalah tempat yang tepat untuk melihat matahari terbenam" lelaki berkulit tan itu memulai percakapan, mencoba membuat kontak mata dengan gadis manis yang sama canggungnya

Namun sepertinya dia membuat keputusan yang salah, karena saat pandangan mereka bertemu entah mengapa detak jantung seolah terhenti sejenak, saling terperangkap dengan keindahan mata sang lawan bicara

Sang lelaki adalah orang pertama yang berdehem pelan, memecah keheningan dan kecanggungan diantara mereka yang entah sejak kapan sudah menguasai, "Nado, aku tidak pernah berpikir rumah seorang bangsawan memiliki hal seindah ini"

Gadis dengan rambut hitam lurusnya yang digerai cantik itu akhirnya membuka suara, entah mengapa membuat Jongin mengontrol nafasnya sendiri saat suara gadis itu menggelitik dadanya dengan lembut dan- menyenangkan?

Mereka berdua berakhir dengan duduk di sebuah bungalow di dekat sebuah kolam, Kyungsoo tersenyum kecil dengan pandangan yang terarah pada hamparan bunga dan kolam yang berpadu dengan sempurna di hadapannya

Sedangkan Jongin terus melirik gadis itu dan senyumnya yang mendebarkan dada, sesekali mengalihkan pandangannya mencoba menyadarkan dirinya sendiri atas apa yang baru saja dilakukannya, namun tetap saja matanya tak bisa melepaskan gadis cantik di sebelahnya itu

Kyungsoo menyipitkan matanya saat dirasanya sinar matahari yang memantul melalui air kolam itu menyinari wajahnya dengan sangat terang, baru saja dia akan mengangkat tangannya ke depan wajahnya, sebuah telapak tangan muncul tepat di hadapannya dan menghalangi sinar matahari yang menerpa wajahnya

Gadis itu menoleh ke arah Jongin yang juga menatapnya, badannya condong mendekat ke arah gadis bermata bulat itu dengan sebelah tangan yang menahan berat badannya sendiri dan sebelah tangan yang menghalangi Kyungsoo dari sinar matahari

Mereka terdiam sesaat menikmati terhanyut dalam kehangatan mata masing-masing, "Kau cantik" Jongin bergumam kecil membuat pandangan gadis itu sepenuhnya berfokus pada bibir penuh sang lelaki, "Kau sangat cantik, Kyungsoo"

Dan setelah itu tanpa peringatan apapun bibir penuh Jongin menempel pada bibir merah Kyungsoo, membuat keduanya memejamkan mata menikmati sentuhan yang seolah menerbangkan mereka bersama

Perlahan tangan Jongin yang tadinya menghalangi sinar matahari berpindah pada rahang gadis itu seiring dengan lumatan kecil yang diberikannya untuk sang gadis, Kyungsoo berusaha mengimbangi kemampuan ciuman Jongin yang sayangnya malah membuat lelaki itu melumatnya lebih dan lebih lembut lagi

Tangan kecil Kyungsoo berpegangan erat pada bahu Jongin seolah menahan dirinya untuk bisa menikmati lebih lama ciuman yang menggetarkan dadanya, Jongin memiringkan kepalanya lagi, membuatnya bisa merasakan nafas memburu gadis itu di pipinya

Masih saling melumat dengan tangan Jongin yang mengelus tengkuk gadis itu lembut, membuat Kyungsoo melepas ciumannya namun hanya bertahan beberapa detik karena Jongin kembali menyambar bibir yang mampu membuat kupu-kupu di perutnya beterbangan

Kyungsoo merasakan tengkuknya merinding saat tangan besar sang pria mengelusnya lembut –lagi, namun tetap saja sensasi menyenangkan dari ciuman mereka membuatnya menahan diri untuk sekedar melepaskan diri dan melemparkan protes

Leher Jongin adalah sasaran tepat bagi kedua tangan Kyungsoo untuk bertumpu, dan membuat ciuman itu semakin dalam dan lembut, sebelah tangan Jongin yang tidak menahan rahang gadis itu mengelus dagu Kyungsoo perlahan, menghapus saliva yang sudah mulai menetes

Kedua tangan Kyungsoo terlipat dengan cantik pada leher Jongin dan Jongin terus menarik rahang gadis itu mendekat membuat ciuman itu seolah tak terhentikan, kedua pasang mata yang terpejam menikmati rasa dari bibir yang seolah menjadi candu

Jongin menggigit bibir bawah Kyungsoo pelan lalu melepaskan ciuman manis itu, menatap dalam sang gadis yang bahkan belum membuka matanya, dan dengan sebelah tangannya yang mengelus pipi cabi sang gadis, Jongin berkata "Kau sangat cantik"

Membuat kedua iris bulat itu terbuka dan menatap netra Jongin dalam, "Kau terlalu mempesona untuk kukendalikan Kim Jong In" dan kedua belah bibir yang sudah memerah itu kembali bersatu, kali ini sedikit lebih menuntut

Keduanya saling memiringkan kepala dan meraup bibir sang lawan berciuman lebih dalam, seolah tidak akan hari esok untuk melakukannya, Kyungsoo mengeratkan rangkulannya saat dirasanya dia tidak mempu mengalahkan Jongin dalam mengambil alih permainan

Dan gadis itu semakin terlarut saat Jongin memelankan tempo ciumannya, melumat dengan sangat lembut membuat Kyungsoo terlena, ini terlalu hebat untuk dikendalikan, Kim Jong In dan Kyung Soo, keduanya seolah tak terkendalikan saat berdua seperti ini

Seiring dengan tenggelamnya matahari di ufuk barat, ciuman itu menjadi semakin lembut, dengan mata yang terpejam dan bibir yang mengecap satu sama lain, dan dengan detakan jantung yang semakin tak terkendali, keduanya menyadari bahwa mereka sudah jatuh satu sama lain

...

Chanyeol tersenyum menatap sang kekasih yang sedang duduk dan mengusap wajahnya lembut, "Astaga Park Chan Yeol sebenarnya apa yang kau lakukan?" protes akhirnya keluar dari bibir mungil sang gadis

Terkekeh lalu menopang kepalanya dengan sebelah tangannya membuat wajah mereka semakin berdekatan, "Aku?, memang apa yang kulakukan?" tanyanya balik dengan nada polos membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya sebal

"Kau terus menatapku seolah aku ini mangsamu, kau menakutiku tahu!" tawa keluar dari sang bangsawan muda itu, "Siapa bilang?, aku sedang melihat duniaku, kau juga harus melihatnya!, dia benar-benar cantik!"

Membuat semburat merah muncul di kedua pipi Baekhyun, "Astaga sejak kapan Park Chan Yeol menjadi seseorang bermulut manis seperti ini hm?", "Sejak aku jatuh padamu" dan jawaban pria itu seolah membungkam Baekhyun dengan telak

"Saranghae" lanjut Chanyeol membuat senyuman kecil terulas di bibir gadis mungil itu, "Terima kasih" gumamnya dengan perlahan, membuat matanya buram karena air mata mulai menumpuk, "Terima kasih karena mencintaiku"

Baekhyun bergumam lembut dengan mata berair dan tangan yang mengelus pipi sang kekasih perlahan, "Aku juga mencintaimu, sangat" balasnya dengan suara tercekat karena menahan tangis, "Saranghae, neomu-"

Bangsawan tampan yang menyadari kekasihnya tak bisa menahan tangisnya lebih lama lagi mengambil tindakan, ditangkupnya wajah gadisnya lembut dan dihadapkannya mata mereka berdua, membuat air mata menetes di pipi putih Baekhyun

"Hey jangan menangis" mengusap air mata di pipi gadisnya dengan lembut, sangat lembut, membuat gadis itu bergetar dalam tangisnya, digigitnya bibirnya kuat menahan tangis, "Uljima, tangisanmu melukaiku"

Chanyeol tersenyum menenangkan lalu menarik gadis itu ke dalam rengkuhan hangat lengannya, "Fakta bahwa kau ada disini untukku, membuatku benar-benar merasa hidup" tangannya mengelus rambut gadis itu lembut, "Terima kasih" dan isakan gadis itu mengeras

...

Bulan sudah menguasai langit saat Chanyeol kembali mengadakan rapat untuk membahas kejadian yang menimpa kekasihnya, dan sudah jelas Kyungsoo dan Jongin hadir disana, duduk bersebelahan namun siapa sangka mereka masih merasa canggung walau sesekali Chanyeol menangkap tangan mereka berdua mencuri kesempatan untuk saling menatap

"Baiklah, mari kita kembali pada topik bahasan, apa yang menyebabkan Baekhyun mengalami kecelakaan?" Chanyeol mengeluarkan pertanyaan, yang terdengar seperti seorang hakim yang mengeluarkan hukuman mati bagi para petinggi yang berkumpul disana, hening menyelimuti membuat pertanyaan berikutnya dilontarkan, "Apa ada yang bisa menjelaskan padaku bagaimana perkembangan kasusnya?"

Menganggukkan kepalanya mempersilahkan saat salah seorang lelaki paruh baya mengangkat tangannya, "Berdasarkan kemungkinan yang dikemukakan sekertaris Yoon tadi, kami sudah mengirim kasus ini kepada hakim residen dan akan diadakan penyelidikan mengenai hal ini lebih lanjut, itu saja tuan"

Kembali ke tempatnya setelah sebelumnya menunduk dalam ke arah bangsawan Park, "Baguslah kalau begitu, kira-kira berapa lama waktu yang diperlukan bagi kita untuk mendapatkan hasilnya?", "Itu tergantung pada keadaan nona Byun, tuan"

Dahi bangsawan tampan itu sedikit berkerut mendengarnya, "Apa maksudmu dengan tergantung pada keaadan Baekhyun?", pria paruh baya tadi berdehem sejenak lalu menyahut "Saat ini kesaksian nona Byun adalah kunci utama dari terbongkarnya kasus ini, siapa pelakunya, apa penyebabnya, dan kenapa hal ini terjadi"

Mengangkat kepalanya sedikit mempertemukan matanya dengan mata bulat mengintimidasi milik sang bangsawan, "Jadi semua yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menunggu kepastian keadaan dari nona Byun, tuan"

Chanyeol mengalihkan pandangannya sejenak, menjernihkan pikirannya, lalu setelahnya mengarahkan pandangannya pada gadis dengan rambut hitam tergerainya, "Dokter Kyung, kasus kali ini bergentung padamu, kalau kau mengatakan Baekhyun sudah siap untuk melakukan penyelidikan, maka hal itu akan dilakukan, tapi jika tidak maka akan ada banyak orang yang harus menunggu lebih lama lagi"

Kyungsoo menghela nafas berat lalu menundukkan kepalanya sedikit tanda bahwa dia mengerti, "Keadaan nona Byun sudah mulai membaik, lukanya tidak separah yang diperkirakan, dia hanya perlu banyak beristirahat dan dia akan pulih sekitar dua hari lagi"

Bangsawan tampan itu tak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaannya mendengar pernyataan Kyungsoo barusan, "Baiklah kalau begitu, karena keadaan Baekhyun yang sudah mulai membaik beritahu para hakim untuk segera memulai penyelidikan" dan begitulah rapat malam itu diakhiri, dengan senyum bahagia Chanyeol dan rencana busuk baru sang antagonis

...

Segera setelah rapat Kyungsoo memutuskan untuk berdiam diri sendiri di taman tempatnya dan Jongin berjalan-jalan sore tadi, memorinya kembali berputar pada kejadian tadi sore ketika dia melihat bungalow yang sama

Dengan cepat semburat merah muda menyebar di pipinya seperti tinta yang diteteskan pada sebuah kertas, gadis itu mengalihkan pandangannya dan berdehem-dehem kecil mencoba menahan senyumannya

Gadis itu membalikkan badannya berniat kembali ke kamarnya saat dia merasa bahwa dahinya menabrak sesuatu –ralat, seseorang-, "Oh tuan Park, mohon maafkan saya, saya tidak tahu kalau anda ada di belakang" membuat kekehan keluar dari bibir sang bangsawan

"Tidak perlu meminta maaf seperti itu dokter Kyung, aku baik-baik saja, oh, apa kau terluka" Chanyeol maju beberapa langkah mencoba memperhatikan gadis itu, namun dengan gerakan cepat pula Kyungsoo mengambil langkah mundur, menahan sang bangsawan, "Ani, saya baik-baik saja"

Manggut-manggut perlahan dengan seulas senyum tipis di wajahnya, "Mau berjalan-jalan sebentar?, kepalaku rasanya suntuk dengan semua masalah ini" membuat Kyungsoo ikut menyunggingkan senyum dan mengangguk pelan

Berjalan memimpin di depan sambil sesekali memulai percakapan, mencoba menghilangkan suasana canggung antara mereka, "Ah, apa benar Baekhyun akan membaik dalam waktu 2 hari lagi?"

Kyungsoo tersenyum lebar lalu mengangguk, mengobrol bersama bangsawan muda dan tampan ini ternyata menyenangkan juga, gadis itu merasakan sesuatu mengalir di dadanya, dan yang lebih menyenangkan ternyata bangsawan Park adalah seseorang yang humoris, membuat mereka bisa akrab dengan cukup cepat

"Nona Byun itu gadis yang kuat, sangat kuat, salah satu penyebab lukanya sembuh dengan sangat cepat adalah karena keinginan nona Byun untuk bertahan sangat kuat, dan aku senang sekali dengan gadis yang kuat seperti nona Byun"

Chanyeol tertegun sejenak merasakan dadanya bergetar melihat senyuman gadis itu, mungkinkah gadis ini benar-benar adiknya?, adiknya yang sudah lama menghilang?, mungkinkah itu dia?

"Kau berlebihan dokter Kyung, menurutku semua wanita itu kuat, namun banyak dari mereka menyembunyikan kekuatannya karena mereka mempunyai pelindung, sang lelaki lah pelindung mereka, dan memang harus begitu kan?"

Gadis bermata bulat itu menghela nafas panjang lalu tersenyum pahit, "Tapi dari apa yang saya alami dalam hidup, tidak semua wanita menyembunyikan kekuatannya karena memiliki pelindung, beberapa orang melakukannya karena tidak ingin orang lain terluka"

Membuat pandangan sang bangsawan beralih pada gadis yang berjalan di sampingnya, "Aku sejak kecil tidak pernah mempunyai siapapun di sampingku, jika ada maka mereka hanyalah orang-orang yang merasa kasihan dengan keadaanku, dan satu-satunya orang yang bisa kupercaya sekarang hanyalah Kim Jong In"

Menunduk malu menyembunyikan senyumannya setelah mengatakan hal itu, sedangkan Chanyeol tersenyum menatap gadis itu 'dia sudah dewasa', "Aigoo, apa Dokter Kyung kita menyukai Kim Jong In hum?"

Dan gadis itu hanya bisa tersenyum malu sambil terus mengatakan 'tidak' pada godaan-godaan Chanyeol, "Lihatlah Dokter!, pipimu memerah!, astaga aku benar-benar berpikir kalau kalian sudah pernah berciuman"

Mata bulat Kyungsoo semakin membulat mendengarnya, membuat tawa Chanyeol terlepas dengan mudahnya, "Astaga kau bahkan memerah sampai ke telingamu, kalian benar-benar sudah melakukannya ternyata"

"Kyungsoo-ya!" bantahan gadis itu tertahan saat seseorang memanggilnya dan berlari ke arahnya, "Eoh, Jongin?, ada apa?" tanya gadis itu keheranan, Jongin berhenti tepat di sebelah gadis itu, lalu menunduk sedikit pada Chanyeol yang ada di hadapannya, setelahnya mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo

"Aku lapar, bisa kau masakkan sesuatu untukku?" membuat gadis itu mengerutkan dahinya tak mengerti, "Tapi kan-", "Aku sedang ingin makan sesuatu buatanmu, ayolah Kyungsoo-ya~" gadis itu menatap Jongin dengan tatapan bagaimana-bisa-pria-ini-adalah-pria-yang-sama-dengan-pria-yang-menciumku-tadi-sore

Membuat pipinya kembali memanas karena ingatan itu, "Ah kau benar, ayo kita pergi ke dapur sekarang" menunduk dalam bersamaan lalu mengaitkan jemari sang lelaki dengan jemari lentiknya, "Mari kita pergi" meninggalkan Chanyeol yang terdiam sendiri menatap mereka dari kejauhan

...

"Apa-apaan itu tadi?" protes Jongin segera setelah mereka sampai di dapur, "Apanya yang apa?, aku tak mengerti maksudmu" membuat lelaki itu mengerucutkan bibirnya, lalu menghentakkan tangan sang gadis yang masih menggenggam tangannya, ngambek

Kyungsoo memandang pria itu dengan tatapan apa-apaan-anak-ini lalu menggelengkan kepalanya dan mulai menjelajah dapur mencari sesuatu yang bisa dimasak, sedangkan Jongin yang duduk di belakang gadis itu hanya mampu terdiam sambil memandangi punggung gadis mungil itu

"Kau tadi membicarakan apa dengan bangsawan Park?, terlihat sangat menyenangkan" Jongin akhirnya buka mulut setelah mereka terdiam beberapa lama, "Hanya percakapan biasa, wae?, kau tidak suka?" gadis itu menjawab sambil memotong beberapa bahan

Dengan cepat Jongin mengangguk, "Aku tidak suka melihatmu mengobrol begitu nyaman dengannya, itu membuatku tidak nyaman, kau hanya boleh mengobrol seperti itu denganku saja!" pernyataan yang membuat Kyungsoo terkekeh pelan

"Apanya yang membuatmu tidak nyaman?, aku kan tidak melakukan apapun" gadis itu membantah sekali lagi, menggoda, "Tetap saja, jangan mengobrol terlalu akrab dengan lelaki kalau itu bukan aku, aku cemburu" kata terakhir diucapkan dengan begitu pelan membuat pria itu sedikit merona

Kyungsoo tersenyum manis dengan semangkuk makanan di tangannya lalu duduk di samping pria itu, "Baiklah tuan Kim, perintah dimengerti, makananmu sudah siap, jadi selamat makan" membuat senyum kembali hinggap di wajah pria itu

"Ah kau juga tidak boleh mengobrol dengan wanita lain, apalagi sampai berpelukan dengannya" membuat makanan yang sedang dalam perjalanan ke mulut Jongin terhenti di tengah jalan, "Hm?, apa maksudnya dengan wanita lain?, apa kau pernah melihatku-"

Perkataan pria itu terhenti saat Kyungsoo melemparnya dengan segenggam kacang merah, persis seperti pertemuan pertama mereka, "Kyungsoo aku ini bukan hantu!, kita sudah pernah membahas hal ini sebelumnya jadi berhenti melempariku dengan kacang merah!"

Namun yang dimarahi hanya tersenyum manis, "Aku tidak melemparmu, tadi ada hantu wanita yang sepertinya menyukaimu, dia bahkan akan memelukmu, aku tidak suka, makanya aku melemparnya dengan kacang merah, lagipula disini ada banyak sekali hantu"

Dahi pria itu berkerut sejenak, "Benarkah?, tapi aku tidak melihat apapun" membuat Kyungsoo menepuk dahinya frustasi, "Astaga Kim Jong In kau itu bodoh atau apa?, kemampuanmu melihat hantu kan hanya bertahan sehari saja, ish dasar"

Jongin manggut-manggut sambil membuat wajah o-iya-ya lalu melanjutkan makannya yang tertunda dengan gurauan Kyungsoo dan pukulan gadis itu di bahunya, membuat dadanya menghangat karena senyum gadis itu

...

Pagi itu matahari baru keluar dari sarangnya namun Kyungsoo sudah berjalan di sekitar rumah bangsawan Park, tujuan pertamanya adalah dapur, memeriksa apakah ada bahan masakan yang tersedia karena sejak semalam Jongin terus merengek untuk sarapan dengan masakan buatan Kyungsoo

"Bawang ada, seledri ada, dagingnya juga ada-" perkataannya terhenti saat menyadari perapian menyala sepagi ini, "Um?, perapiannya menyala?, siapa yang memasak?, bukannya makanan untuk penghuni rumah sudah disiapkan tadi pagi buta?" monolognya

Kepalanya ditolehkan lagi kesana-kemari dengan heran saat tidak menemukan sesuatu yang dicarinya, "Aneh sekali, kenapa tidak ada hantu sama sekali disini?, padahal semalam hantu-hantu berkeliaran disini, dan sebentar lagi jam sarapan, harusnya para hantu sudah berebut makanan disini, tapi- ah ini benar-benar aneh"

Mendekat ke arah perapian saat mencium aroma yang cukup familiar di hidungnya, lalu memberanikan diri membuka tutup panci itu sampai- "Hei!, apa yang kau lakukan disana!?" seorang wanita paruh baya dengan seragam dayangnya menggertak gadis itu dengan cukup keras

"Ah mian, aku hanya ingin tahu apa yang ada di dalam sini, aku mencium bau-", "Kalau kukatakan itu kacang merah maka apa urusanmu?, hal ini tidak ada hubungannya denganmu sama sekali, sudah sana pergi!, dasar penganggu kecil"

Gadis itu menunduk kecil lalu beranjak dari sana dengan wajah yang ditekuk, "Dasar dayang menyebalkan, dia belum tahu saja kalau aku ini dokter disini, cih dasar" namun langkahnya terhenti saat Kyungsoo menyadari sesuatu yang aneh

"Itu tadi kacang merah kan?, tapi semalam aku tidak melihatnya"

Hello!, sangjoon imnida^^

Mohon maaf kalo ff ini semakin tidak jelas dari chap ke chap

Konflik dimulai!, hehe

Update lagi dengan 3.4k words nih!, wuih terpanjang, jangan kecewa lagi ya karena chap nya pendek^^ akan dipertahankan kok

Antagonisnya memang tidak begitu terlihat disini, tapi percayalah dia adalah salah satu kunci penting dari semua happy ending dari ff ini

Sudah ada ChanSoo nih disini, ChanBaek juga ada, widih KaiSoo nya kiss lagi tuh, tinggal tunggu chap depan untuk BaekSoo moment!

Dan saya juga sedang berusaha sebaik saya memutar otak untuk menciptakan moment-moment dari para pair tanpa menghilangkan ke-saeguk an dari ff ini, adegannya banyak yang saya ambil dari drama saeguk untuk menambah saeguk feels

Hanya menghitung chapter untuk peningkatan hubungan KaiSoo ke jenjang yang lebih tinggi, bukan pernikahan sih, hanya saja ke jenjang yang lebih menguji kepercayaan mereka satu sama lain, hayo moodeng gak?, hehe

Dan masalah ingatan Kyungsoo- well let the next -and other next- chap reveals it!

Please stay tuned and support me!^^

Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya

Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok

Thank you!

DON'T LIKE DON'T READ

Big Thanks to:

mimimee4962;anaknya chansoo;yousee;jongin bear;exindira;hkysg;chanbaekhunlove;kyung1225;kaisoomin;Kim Reon;Adeknya Kim Hanbin;kim gongju;dinadokyungsoo1;misslah;unniechan1;Matcha;rianita;chnyeolls (yang terus-terusan minta saya masukin ena-ena ChanBaek-_-);itusaya