Ghost
.
Kyung Soo
Kim Jong In
Park Chan Yeol
Byun Baek Hyun
And many others
.
Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi
.
Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed
.
sangjoonpark present
.
Chanyeol berjalan mendekat kearah gadis berambut panjang terurai yang sedang menunduk dalam ke arahnya, tak mengalihkan pandangannya bahkan setelah gadis itu mengangkat kepalanya dan menabrakkan mata bulat mereka
"Apa yang harus kulakukan?" bertanya dengan nada lirih dan putus asa pada gadis yang masih menatapnya, "Apa yang harus kulakukan agar kau bersedia bersaksi dan menjelaskan semuanya?" kembali bertanya dengan lirih
Kali ini nampaknya berhasil membuat gadis itu membuka suaranya "Kau memohon padaku seperti ini, hanya untuk seorang gadis?, kau membiarkan seisi kota berlutut dan memohon di hadapanku hanya demi seorang gadis?"
Namun pandangan tajam sang bangsawan tak berubah sedikitpun, begitupun sang gadis yang tak memiliki keraguan sedikitpun, "Lalu apa yang harus kulakukan?" kembali bertanya dengan nada lirih, memohon pada sang gadis
Gadis bermata bulat itu tersenyum manis, mencoba memberi pengertian pada sang bangsawan, "Kau hanya perlu bersikap seperti bagaimana seharusnya seorang bangsawan bersikap, dan saat aku menyadari semuanya, aku akan mengatakannya"
Menunduk kecil sebelum kakinya beranjak meninggalkan sang bangsawan, namun suara putus asa Chanyeol menghentikan langkahnya "Apakah kau tahu betapa beratnya posisiku sekarang?" membuat langkah gadis itu terhenti
"Aku harus menguatkan para penduduk kota ini dan para pejabat yang tidak henti-hentinya mengajukan puluhan masalah setiap harinya, ditambah dengan semua masalah yang melibatkan Baekhyun sekarang"
Kyungsoo bisa mendengar keputus-asaan yang terdengar sangat jelas dalam suara sang bangsawan, "Aku hampir tidak bisa bertahan kalau saja saat itu Baekhyun tidak selamat, dan semua kejadian ini.." Kyungsoo bisa merasakan Chanyeol menatapnya dengan tajam
"Termasuk dirimu, aku benar-benar tidak mengerti apa yang harus kulakukan setelah ini" lalu berbalik dan melangkah menjauh, meninggalkan Kyungsoo yang masih terdiam dan berpikir, mengapa dirinya harus terlibat?
...
Jongin termenung sendirian di teras rumahnya, menyandarkan kepalanya pada pintu rumahnya dengan mata yang menatap awan yang melayang bebas di langit, sesekali menghela nafas panjang berusaha meringankan beban di dadanya
Pikirannya kembali memutar wajah pria yang dilihatnya tadi pagi di pasar, apa yang ingin dilakukannya dan kenapa?. Tanpa sadar Jongin menghela nafas panjang dengan mata terpejam dan nama 'Kyungsoo' yang keluar dari bibirnya
Membuka matanya saat semua kenangannya dengan gadis itu berloncatan begitu saja di kepalanya, lalu kembali menatap awan yang bergerak perlahan menutupi matahari. "Kyungsoo-ya, siapa awan itu?, yang menghalangi kita berdua?, siapa?"
Lalu sejenak membelalakkan matanya seolah menyadari sesuatu. "Tidak perlu khawatir, aku bahkan menambahkan 200 nyang di dalamnya, dengan uang sebanyak itu pekerjaanmu haruslah sempurna, kau tahu sendiri aku tidak menerima kesalahan" percakapan itu seketika melintas di kepalanya
"Tidak perlu menghawatirkan hal itu, semua akan berjalan dengan sukses di tanganku, bahkan kematian gadis awan itu". Tidak, itu tidak mungkin kan?. Jongin kembali menatap awan yang perlahan menghilang dari pandangannya, lalu kemudian berlari entah kemana
Langkahnya berhenti di depan pasar, menolehkan kepalanya kesana-kemari mencoba mencari wajah yang tak bisa berhenti melintas di kepalanya sedari tadi. Air mata entah kapan sudah menumpuk di matanya menggambarkan betapa frustasinya pria itu sekarang
Genggaman pria itu di pedangnya semakin mengerat saat tidak menemukan apa yang dia cari, lalu menghela nafas keras sebelum akhirnya berbalik menjauh, mencoba mengabaikan nama Kyungsoo yang sedari tadi berteriak di kepalanya
"Kau tahu? kudengar nona Byun baru saja diracuni" Jongin menghentikan langkahnya mendengar suara dari kedai gukbap di ujung jalan, "Aish itu berita lama, aku juga sudah mengetahuinya, bahkan aku juga sudah tahu kalau dokter wanita yang cantik itu akan bersaksi untuk kasusnya"
Membuat pria itu menoleh karenanya, apa maksudnya Kyungsoo?. "Benarkah?, dokter muda yang cantik itu?, wah dia benar-benar cari mati" Jongin memilih mendengarkan dari dekat dengan berpura-pura menyantap gukbap dengan tenang di belakang mereka.
"Benar juga, coba pikirkan, bagaimana mungkin dia mengorbankan posisinya di rumah tuan Park hanya untuk bersaksi?, seharusnya dia biarkan saja nona Byun sembuh dengan sendirinya dan biar para hakim saja yang mengurusnya"
"Memangnya kenapa kalau dokter itu bersaksi?" pria muda di sebelahnya bergabung dalam obrolan. "Aish kau itu bodoh atau memang tidak mengerti?, kalau dia bersaksi, bahkan jika kesaksiannya benar, mereka akan membuatnya terdengar seperti dia melakukan kesalahan"
Jongin mengerutkan dahinya sejenak mendengarnya, "Bahkan jika dia hanya bersaksi, mereka akan membuat dokter itu seolah-olah sedang menjelaskan perbuatannya sendiri" pria muda itu mengerutkan dahinya tak mengerti
"Tapi bagaimana bisa itu terjadi?, lagipula dokter itu tinggal di rumah tuan Park, bahkan para penjagal tidak akan bisa menyentuhnya dengan mudah". Pria paruh baya itu menjitaknya keras sebelum menyahut, "Lalu menurutmu mereka itu siapa?, sudah jelas mereka bukan orang biasa, mereka bisa saja menyingkirkan dokter itu dengan mudah"
Pria muda itu membelalakkan matanya tak percaya, "Mereka?, membunuh dokter itu?, a-ah mana mungkin, dokter itu kan-", "Kau meremehkan siapa huh?, sudah kubilang mereka itu orang-orang berkuasa" dan terus mengobrol tanpa menyadari Jongin sudah pergi dari tempat itu
...
Suara musik memenuhi seluruh tempat hari itu, semua menari dan tertawa bahagia bersama tanpa memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya di tempat itu. "Ya, malam ini kalian semua milikku, mari menari bersama gadis-gadis"
Berteriak keras yang direspon dengan kekehan dari gadis-gadis di rengkuhannya yang sesekali bertingkah manja. Pria itu tertawa sambil mencolek dagu salah satu gisaeng di sampingnya, menimbulkan rengekan iri dari yang lain.
Namun tawa hanya bertahan beberapa saat, ketika sebuah belati dikeluarkan dari balik baju dan mendarat tepat di dada salah satu gisaeng semua tawa berganti dengan jeritan kaget, semua berlari menjauh berusaha menyelamatkan diri sendiri.
Dan satu-satunya suara tawa disana terdengar begitu lepas saat beberapa penjaga menangkapnya dan menyeretnya menjauh dari sana, membuat suatu masalah baru diantara masalah yang semakin menggunung di balik rimbunnya rumah bangsawan Park
Malam itu, dibawah cahaya bulan purnama yang memantul dari jernihnya air kolam, mengabaikan teriakan ketakutan dari rumah gisaeng, Chanyeol ditemani beberapa pelayan menikmati jamuan teh sendirian di gazebo
Chanyeol mendesah berat setelah menghabiskan gelas teh-nya yang kesekian, ribuan masalah menumpuk di kepalanya menunggu gilirannya untuk diselesaikan. "Haah" helaan nafas yang sudah ribuan kali dikeluarkan malam itu terdengar lagi, memecah kesunyian malam
Namun seketika wajah muram pria itu berubah menjadi sumringah ketika dua orang wanita beserta beberapa pelayan berjalan mendekat, dua gadis dengan hanbok berwarna cerah membuat senyum seketika muncul di wajah tampan Chanyeol
Chanyeol berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah salah satu gadis dengan hanbok biru-putih cerahnya, "Baekhyun-a, apa yang kau lakukan disini malam-malam?" bertanya sambil membantu sang kekasih untuk naik ke gazebo
"Kau sendiri, sedang memikirkan apa sendirian disini malam-malam?" bertanya dengan senyum manis di wajahnya saat Chanyeol sibuk merapikan hanbok gadis itu, lalu reflek terpekik kecil saat sang kekasih tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya dengan begitu mudah, lalu mendudukkannya tepat di sampingnya
Baekhyun memukul bahu pria itu pelan sebelum bertanya dengan nada protes "Yak! apa yang kau lakukan?, ada banyak pelayan disini tahu". Chanyeol terkekeh pelan lalu menjawab "Kau pasti kesulitan menaikinya, jadi aku membantumu, apa yang salah dengan hal itu?"
Mendecih melawan senyum yang muncul di bibirnya mendengar perkataan manis sang kekasih, "Oh dokter Kyung, kau juga disini?, mari naik, kita bisa minum teh bersama" Chanyeol tersenyum dan menepuk tempat kosong di sampingnya
Kyungsoo yang masih berdiri di bawah menunduk sedikit sebelum menyahut, "Tidak perlu tuan, anda bisa menikmati waktu berdua dengan nona Byun dan saya akan berada disini" membuat Baekhyun mendesah tidak suka
"Haish Kyungsoo-ya, memangnya kau ini orang lain?, walaupun kita baru bertemu, tapi aku menyukaimu, jadi ayo naik dan minum teh bersama dengan kami" pemilihan kata Baekhyun membuat Kyungsoo tak bisa menyembunyikan senyumnya, dan akhirnya memilih naik ke gazebo
Salah satu pelayan menuang teh di gelas Chanyeol yang langsung diminumnya dengan one-shoot membuat Baekhyun yang melihatnya berdecak sebal, "Astaga lihatlah cara minummu yang begitu rakus ini, pelan-pelan saja Chanyeol, kau bisa tersedak nanti"
Baekhyun meraih gelas di genggaman Chanyeol dan meletakkannya di meja sebelum menuangkan yang baru untuk kekasihnya, "Aku sedang tidak merasa baik hari ini, ada banyak sekali hal yang mengganggu pikiranku"
"Kau dengar itu dokter Kyung?, kekasih tampanku ini sedang manja, jadi apa kau tahu obat untuk menghilangkan kemanjaannya?" Baekhyun bertanya membuat Chanyeol dan Kyungsoo terkekeh mendengarnya
Kyungsoo tersenyum kecil sebelum menjawab "Teh dengan jahe hangat akan sangat menyegarkan tuan" membuat Chanyeol mengangguk kecil mendengarnya, "Siapkan teh dengan jahe hangat untukku"
Beberapa detik setelah pelayan pergi mengambilkan teh Chanyeol salah satu pengawal datang mendekat, lalu membisikkan sesuatu di telinga Chanyeol, membuat bangsawan itu langsung berdiri dan beranjak, mengabaikan dua gadis yang menatapnya tak mengerti
"Apa maksudmu dengan penyerangan di rumah gisaeng?" Chanyeol bertanya dengan nada tinggi segera setelah langkahnya memasuki ruangan pribadinya lalu mendudukkan dirinya di kursi dengan mata yang menatap nyalang pada pengawal di hadapannya
Pengawal yang ditatap hanya menundukkan kepalanya dalam, menghindari pertemuan mata dengan tuannya, "Malam ini terjadi insiden penyerangan di rumah gisaeng di kota sebelah tuan, dan setelah hakim memeriksa pelaku mengaku sebagai warga dari kota ini""
Chanyeol menggebrak meja dengan suara keras membuat pengawal yang berada di depannya semakin mengkerut takut, "Apa-apaan dengan pembunuhan di kota sebelah itu?, tidakkah dia tahu tentang Perjanjian Damai itu?"
"Hamba tidak tahu tuan, tapi yang jelas penguasa kota sebelah tidak akan hanya duduk diam tuan, mereka pasti sudah melakukan sesuatu" Chanyeol menghela nafas panjang, frustasi atas apa yang baru saja menimpanya dan kotanya
"Menurutmu apa yang akan mereka lakukan?" pertanyaan bodoh memang, namun hanya itu yang ada di pikirannya untuk sekarang, "Perjanjian Damai untuk saling menjaga wilayah masing-masing yang sudah berjalan dengan damai selama 20 tahun kini sudah dirusak tuan, dan hampir dipastikan kota sebelah akan melakukan penyerangan"
Bangsawan muda itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba untuk menenangkan pikirannya, "Mereka pasti melakukan penyerangan, setelah perjanjian bodoh itu rusak, kini tidak ada lagi yang bisa kita lakukan"
Sebuah suara yang cukup keras terdengar sebelum pengawal itu menjawab pertanyaan Chanyeol, membuat kedua orang itu menoleh ke arah pintu bersamaan, "Tuan!, anda harus pergi tuan!, ada penyerangan dari kota sebelah!"
Chanyeol membelalakkan matanya tak percaya mendengar perkataan salah satu pengawal yang menerobos masuk ke ruangannya, "Tuan Park, anda harus pergi, anda harus menyelamatkan diri!" salah satu pengawal membukakan pintu belakang dan mempersilahkannya memimpin jalan
Dengan segera kakinya melangkah menjauh, pikiran kalutnya seolah tidak mau bekerja sama dengan jantungnya yang berdegup semakin kencang dan kakinya yang semakin kencang berlari tanpa tujuan yang jelas dengan beberapa pengawal di belakangnya
"Chanyeol!, Chanyeol!" yang dipanggil menghentikan langkahnya dan menoleh saat mendengar sebuah suara memanggilnya diantara denting pedang yang mendominasi, Baekhyun dan Kyungsoo bergandengan tangan berlari mendekat ke arahnya
Bangsawan muda itu menundukkan kepalanya reflek saat mendengar suara denting pedang yang beradu dari arah belakang kepalanya, seorang penyerang mengayunkan sebilah pedang yang bisa saja menebas lehernya jika saja sang pengawal tidak menghalanginya
Pemandangan adu pedang yang terjadi beberapa langkah di hadapannya membuat Baekhyun terpekik kaget dan reflek menghentikan langkahnya, membuat Kyungsoo ikut berhenti dengan tangan yang menggenggam tangan Baekhyun erat
Kini Chanyeol tinggal sendiri, tidak ada lagi pengawal yang berjaga di sekitarnya, begitu pula Baekhyun dan Kyungsoo, namun mata bulat Kyungsoo terbelalak begitu melihat sebuah pedang terayun bebas dari arah punggung Baekhyun
Dengan cepat Kyungsoo mendorong Baekhyun menjauh, membuat Kyungsoo jatuh terduduk ke tanah dan Baekhyun yang terdorong beberapa langkah lebih jauh, Baekhyun menatap Kyungsoo yang terjatuh di belakangnya dengan tatapan tak percaya
Bahkan genggaman erat Chanyeol di tangannya yang menariknya menjauh tidak dipedulikannya, matanya masih terarah penuh pada bayangan Kyungsoo yang perlahan mulai menghilang ditutupi orang-orang yang saling beradu pedang
Baekhyun terisak kecil saat melihat secara sekilas bagaimana Kyungsoo berusaha menghindari pedang yang diarahkan padanya, lalu terpekik saat menyadari bahwa pedang berhasil menggores pipi dan lengan gadis mungil itu membuat hanbok merah muda gadis itu bersimbah darah
Air mata tidak bisa berhenti mengalir di wajah Baekhyun saat gadis itu melihat Kyungsoo tersenyum ke arahnya dengan air mata yang juga sudah mengalir deras, dan setelahnya bayangan gadis itu benar-benar menghilang bersamaan dengan langkahnya yang semakin menjauh
Chanyeol menggigit bibir bawahnya kuat mencoba menahan tangis, dia tidak menolak untuk disebut kejam karena meninggalkan adiknya sendirian disana, tapi dia benar-benar tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan Baekhyun
Langkah pria itu terhenti saat sebuah dinding menghalangi jalannya, sementara itu dari arah belakangnya terdengar suara pedang yang dicabut dari tempatnya, membuat Chanyeol membalikkan badannya perlahan tanpa melepaskan genggamannya
Dan disinilah mereka, Chanyeol tanpa senjata apapun dengan Baekhyun yang meringkuk ketakutan di balik tubuhnya dan sekitar 6 orang penyerang dengan pedang di tiap tangannya, tidak ada yang bisa dilakukannya lagi, kali ini dia hanya bisa pasrah
Bilah panjang pedang hampir saja menembus tubuhnya jika saja sebuah pedang yang jauh lebih panjang tidak menghadangnya tepat di depan wajah Chanyeol, membuat nafas sang bangsawan hampir saja berhenti saat itu
Tanpa banyak bicara lelaki yang datang entah darimana itu dengan cepat segera memulai tarian pedangnya melawan 6 orang penyerang di hadapannya, membuat Chanyeol menatapnya dengan heran, sebenarnya siapa dia?
Pandangannya tak beralih sama sekali dari pria berbaju serba hitam yang sedang menguasai keadaan dengan tarian pedangnya yang begitu indah sekaligus menakutkan, suara dentingan pedang di hadapannya benar-benar memecah keheningan malam itu
Suara erangan para penyerang yang sudah terkapar di tanah tak menghentikan tatapan intens Chanyeol pada pria misterius dengan baju hitamnya dan sebilah pedang berlumuran darah di tangannya, "Kau itu- sebenarnya siapa?"
Pria itu perlahan berbalik, menunjukkan wajah yang sangat familiar di ingatan Chanyeol maupun Baekhyun, membuat keduanya menatap pria itu tak percaya, "Kau-" berucap dengan terbata seolah masih tak percaya, "Kim Jong In?"
.
.
Hello there!
Wah long time no see ya!
Setelah kemoloran update sebelumnya yang sampai berbulan-bulan, kali ini saya udahakan update menjadi lebih cepat
Mohon dukungannya dengan review dari kalian!
Hayoloh Kyungsoo-nya kenapa itu, cie Chanyeol sama Baekhyun ditolongin Jongin nih, kira-kira Kyungsoo sama Jongin ketemu gak ya?
That's the reason you have to stay tune to this fanfic!
Hello!, sangjoon imnida^^
Please stay tuned and support me!^^
Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya
Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok
Thank you!
DON'T LIKE DON'T READ
