Ghost
.
Kyung Soo
Kim Jong In
Park Chan Yeol
Byun Baek Hyun
And many others
.
Genderswitch, Saeguk,Hasil Imajinasi terlalu tinggi
.
Inspired from Korean drama Arang and The Magistrate and Webtoon Possessed
.
sangjoonpark present
Jongin menundukkan kepalanya sedikit segera setelah sang bangsawan menyebutkan namanya dengan nada tak percaya yang begitu kentara, "Selamat malam tuan Park dan nona Byun, mohon maaf tapi saya rasa saya tidak menganggu sedikitpun kan?"
Chanyeol menganggukkan kepalanya sejenak, masih terkejut dengan apa yang terjadi di hadapannya, "Kau- bagaimana kau bisa berada disini?" bangsawan muda itu bertanya, dengan tangan yang mengelus tangan sang kekasih dengan lembut, mencoba menenangkannya
"Saya mendengar berita bahwa kota sebelah akan melakukan penyerangan karena Perjanjian Damai yang sudah dirusak" Chanyeol menelan ludahnya mendengar hal itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya, "C-chanyeol, apakah- hal itu benar?"
Suara bergetar Baekhyun yang bertanya dari balik punggungnya membuat Chanyeol tidak bisa menghindar lagi, "Ya, itu benar, aku baru saja menerima kabar bahwa kota sebelah akan mengadakan penyerangan karena Perjanjian Damai yang diingkari itu"
Baekhyun menggigit bibir bawahnya kuat dengan tangannya yang mengeratkan genggaman pada tangan sang kekasih, "Tapi- bagaimana kau bisa berada disini?" Jongin memilih mencabut pedangnya daripada menjawab pertanyaan Chanyeol
Lalu tanpa disangka tiba-tiba mengambil langkah panjang ke belakang bangsawan tampan itu dan mengayunkan pedangnya ke arah salah satu penyerang yang bersiap menebas kepala Chanyeol dengan pedangnya kapanpun
Sepasang kekasih itu masih berusaha mengatur nafasnya yang masih putus-putus melihat wajah tampan Jongin ternodai oleh darah si penyerang yang kini tergeletak tak bernyawa, "Disini terlalu berbahaya, mari pergi tuan, saya akan melindungi kalian"
Chanyeol merunduk meraih pedang milik sang penyerang dan membawanya di tangannya dengan Baekhyun yang masih meringkuk ketakutan di punggungnya, "Bertahanlah sebentar lagi sayang, semua akan baik-baik saja setelah ini, percayalah padaku"
Dan tanpa pikir panjang lagi mereka bertiga berlari menjauh mencoba mencari jalan keluar, Baekhyun memekik kecil saat Chanyeol menariknya menjauh dari sabetan pedang dan merengkuhnya ke dalam lengannya, sedangkan sebelah tangannya memainkan tarian pedang dengan lihai
Jongin-pun tak berbeda, bahkan pria berahang tegas itu lebih sibuk dengan belasan pria yang menyerangnya secara sekaligus, berputar, mengayunkan pedang, merunduk, menendang, menusuk, dan membiarkan darah menyiprat ke wajahnya maupun tangannya
Kini pedang Chanyeol dan Jongin sama basahnya oleh cairan merah yang mengalir sepanjang pedang mereka, dan sekali lagi tanpa ragu Jongin mengayunkan pedangnya menebas barisan belasan orang yang berbaris menghalangi jalan mereka
Dan saat orang terakhir tumbang ke tanah, nafas pria itu terhenti seketika, pandangannya menangkap seorang gadis yang berjarak belasan langkah darinya sedang terdiam menatapnya, wajah dan hanbok merah mudanya sudah kotor karena bercak darah
Pandangannya memburam saat matanya bertubrukan dengan mata bulat yang menatapnya dengan sedih, memohon pertolongan, "K-kyungsoo.." tanpa sadar bibirnya mengucapkan nama gadis itu, matanya menangkap setetes air mata yang mengalir di pipi gadis itu, membuat hatinya serasa dicabik dengan keras
Namun pandangan pria itu berubah seketika saat melihat seorang penyerang dengan pedang yang siap terayun dari belakang Kyungsoo, Jongin berlari mendekat dengan pedang berlumur darah yang digenggamnya erat, mencoba untuk menyelamatkan gadis itu
Langkahnya tertahan saat beberapa pedang terayun ke arahnya secara tiba-tiba, dengan cekatan Jongin kembali menarikan pedang darahnya lagi, dengan pandangan yang sesekali terarah pada gadis yang kini sudah tak ada dalam jangkauan pandangannya lagi
Jongin menghela nafas keras diantara nafasnya yang putus-putus, matanya mencoba kembali menangkap gadis itu dalam jangkauan pandangannya, namun nihil, dia tidak mendapati apapun selain suara aduan pedang dan mayat penuh darah yang bergeletakan begitu saja
Baru saja kakinya akan melangkah mencari Kyungsoo yang sudah tenggelam dalam lautan orang di halaman rumah bangsawan itu, sebuah suara pekikan menyadarkannya akan keberadaan Chanyeol dan Baekhyun yang masih harus dilindunginya
Dan setelah pertarungan pedang entah yang kesekian kalinya malam itu, dengan perasaan ragu Jongin melangkah keluar dari rumah bangsawan Park, sesekali kepalanya menoleh kesana-kemari berharap menemukan bayangan gadis ber-hanbok merah muda yang sedari tadi tak bisa berhenti lewat di pikirannya
"Kau mencari apa Jongin?" Chanyeol bertanya dengan pedang yang masih siaga teracung di tangannya, membuat Jongin mengembalikan pandangannya pada Chanyeol dan Baekhyun yang terdiam menunggu keputusannya
Pria itu tersenyum kecil, "Tidak tuan, saya hanya berjaga-jaga, mari pergi, saya akan membawa kalian ke rumah saya di pinggir desa, tidak akan ada yang menyadari bahwa kita ada disana" dan setelah tolehan terakhirnya Jongin beranjak menjauh, dengan harapan bahwa gadis itu bisa keluar dari sana dengan selamat
...
Baekhyun menerima gelas yang disodorkan Chanyeol dan meminumnya dengan perlahan, Jongin sendiri sedang meletakkan pedangnya kembali ke meja, lalu menghela nafas berat saat wajah Kyungsoo kembali lewat di kepalanya
"Sedang memikirkan apa?" Chanyeol bertanya sambil meletakkan gelas di tempatnya, Jongin tersenyum kecil dan menundukkan kepala, tidak ingin Chanyeol melihat wajah Kyungsoo yang tak bisa menghilang dari pandangannya, "Kyungsoo ya?"
Membuat Jongin menolehkan kepalanya dalam satu hitungan, "T-tuan, bagaimana anda bisa-" Chanyeol terkekeh sebentar sebelum menjawab "Aku bisa melihat namanya di seluruh wajahmu", Jongin berdehem kecil, menyembunyikan kecanggungannya
"Sudahlah Kim Jong In, akui saja kau merindukan dokter Kyungsoo itu, iya kan?" Chanyeol tertawa kecil menyadari Jongin memerah hingga ke telinganya, sedangkan yang digoda hanya berdehem-dehem kecil mencoba mengendalikan diri
Setelah beberapa saat Jongin mengarahkan pandangannya ke arah Chanyeol yang sedang menatap Baekhyun yang sedang tertidur dengan tatapan yang begitu memuja, "Tuan, kau pasti sangat mencintai nona Byun kan?"
Senyum kecil di wajah tampan bangsawan itu menjawab semua pertanyaan Jongin, bahkan yang masih belum diucapkannya, "Tentu saja, tidakkah dia begitu mempesona dengan segala keindahannya?, astaga aku bahkan tidak berani membandingkan diriku dengannya"
Jongin tersenyum saat menangkap pancaran cinta yang begitu kentara dari mata Chanyeol yang seolah tak bisa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Baekhyun, "Jangan terlalu sering menatapnya begitu tuan, nona Byun bisa kepanasan karena tatapanmu begitu membara untuknya"
Membuat Chanyeol kini mengalihkan pandangan ke arahnya, "Benarkah?, apa itu sangat terlihat?" bertanya dengan nada yang begitu penasaran membuat Jongin tak bisa menahan tawanya, "Astaga tuan, maafkan aku tapi kalian berdua benar-benar sangat menggemaskan"
"Hilangkan panggilan formal itu dan panggil aku hyung saja Jongin" memunculkan wajah tak mengerti dari Jongin, "Kau sudah menolongku dan Baekhyun, tapi karena sekarang aku sudah tidak punya apa-apa lagi, jadi setidaknya aku bisa memberimu sesuatu"
Chanyeol tersenyum dan menatap Jongin yang masih memasang wajah tak mengerti, "Jadi mari berjuang bersama Jongin" yang akhirnya ditanggapi yang lebih muda dengan senyum penuh keyakinan, "Ya, hyung, mari kita berjuang bersama"
Sebuah gumaman lirih menyadarkan Chanyeol dan Jongin bahwa masih ada sosok mungil lain di rumah itu, "Baekhyun-a, sayang, hei aku disini" dengan cekatan Chanyeol mendekat dan menggenggam tangan mungil itu
Mengelus tangan itu dengan penuh kehati-hatian hingga akhirnya mata indah itu terbuka perlahan, "Sayang, ada apa hm?, bermimpi buruk?" Chanyeol bertanya dengan nada lembut, begitu berhati-hati seolah sedikit kesalahan saja bisa menghancurkan gadis itu
Baekhyun menatap kekasihnya dengan tatapan merajuk sebelum mengangguk pelan, "Aku bermimpi Kyungsoo.." nama itu lagi, nama yang membuat seluruh peredaran darah Jongin seolah terhenti begitu saja, "Aku bermimpi dia terduduk sendirian di tengah hutan, dengan darah dimana-mana..."
Kata dari bibir mungil itu terhenti saat sang kekasih merengkuhnya perlahan ke dalam pelukan hangatnya, "Sst Baekhyun-a, tenanglah, itu hanya mimpi, Kyungsoo pasti baik-baik saja, dia gadis yang kuat, kita semua tahu itu kan?"
Gadis mungil itu mengangguk lemah dalam rengkuhan hangat sang kekasih sebelum mengeratkan pelukannya kembali, "Aku hanya khawatir dengannya, sangat khawatir" Chanyeol tersenyum dan mengelus helai rambut sang kekasih lembut, "Kita semua khawatir padanya sayang"
Kedua pasang mata itu menoleh dengan kompak saat mendengar suara pintu yang dibuka, "Jongin? Mau pergi kemana? Sekarang masih gelap" Baekhyun bertanya dengan suara yang begitu lirih, namun sama sekali tidak membuat Jongin membalikkan badannya
Lelaki tegap itu mengeratkan genggamannya pada gagang pedangnya sebelum menjawab dengan suara yang tak kalah lirih, "Menghilangkan kekhawatiranku" lalu menghilang secepat angin bertiup di luar, meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun yang menatapnya khawatir
Jongin mengarahkan matanya menyusuri seluruh area rumah bangsawan Park dengan kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan sedikitpun, irisnya mencari ke titik-titik tersembunyi dengan begitu cermat seolah tak ingin kehilangan sedikitpun peluang
"Kyungsoo sebenarnya dimana kau?" bibirnya tanpa sadar bergumam menunjukkan betapa frustasinya lelaki itu, langkahnya terhenti saat mendengar beberapa suara dari balik tembok, lalu dengan perlahan melangkah mendekat, mencoba mengintip sang pelaku pembicara
"Chanyeol dan Baekhyun sudah terbunuh, para pengawal itu sudah membunuhnya" perkataan itu membuat Jongin mengerutkan dahinya, "Kau bisa memastikan itu?" yang dijawab dengan anggukan yakin dari sang lawan bicara, "Kalau begitu aku bisa langsung mengambil alih pemerintahan kan?"
Suara itu, suara yang sama dengan suara yang ditangkapnya di pasar hari itu, perlahan Jongin mulai menangkap maksud pria itu. "Tapi, aku tidak yakin dengan apa yang terjadi pada gadis awan itu-" perkataan itu membuat sang lawan biacara menatapnya tak suka
"Gadis awan itu? Si penghalang? Apa yang terjadi dengannya?" suara yang familiar sekali lagi bertanya, "Aku tidak yakin apa yang terjadi padanya, beberapa pengawal mengatakan bahwa gadis itu melarikan diri" Jongin tanpa sadar menghela nafas lega, setidaknya dia masih memiliki kesempatan bertemu gadis itu
Lelaki paruh baya itu sedikit memalingkan wajahnya dengan senyum tipis membuat netra Jongin menangkap wajah sang lelaki, aah benar-benar pria yang sama, membuat Jongin menggeram menahan amarah, jadi tujuan mereka adalah Kyungsoo?
"Bagaimanapun caranya, aku akan menghabisi nyawa gadis itu secepatnya, jika dia melarikan diri maka mungkin tujuannya adalah desa, tempat dia bisa mencari pertolongan" pria dengan pedang serta noda darah di tangannya kembali membuka suara
Sang lawan bicara hanya menyunggingkan senyum tipis sebelum mengalihkan pandangannya sedikit, membuat Jongin harus merapatkan dirinya ke tembok, "Begitukah? Haruskah kita menyisir desa untuk menemukan gadis itu dan menghabisinya?"
Desa? Jongin tersenyum tipis mendengarnya, kalau begitu Chanyeol dan Baekhyun aman di rumahnya. "Lakukan penyisiran secepat mungkin, lakukan secara diam-diam saat semua orang sibuk dengan peringatan kematian Chanyeol serta Baekhyun"
Jongin yang sedari tadi belum merubah posisinya sedikitpun itu tersenyum kecil karenanya, memikirkan rencana pembalasan bagi rencana busuk milik lelaki paruh baya itu, lelaki berahang tegas itu menajamkan pendengarannya saat telinganya tidak lagi menangkap suara percakapan diantara keduanya
Pedangnya dengan cepat mengayun menebas tubuh seorang lelaki yang berjalan mendekat ke arahnya, membuat lelaki itu ambruk bersimbah darah tanpa perlawanan sedikitpun, Jongin memicingkan matanya menyadari lelaki yang baru saja dibunuhnya adalah lelaki yang sama yang menyusun rencana untuk membunuh Kyungsoo
"Siapa kau?!" sebuah suara mengintrupsi Jongin, memaksanya mengangkat kepala mempertemukan pandangannya dengan lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian mewah di tubuhnya. Langkah Jongin terhenti perlahan saat beberapa pengawal mendekat ke arah lelaki paruh baya itu "Sekertaris Yoon? Apa yang terjadi?"
Para pengawal itu menoleh mengikuti arah telunjuk lelaki paruh baya itu mengarah dan mengerutkan dahi saat hanya menemukan seseorang sudah terbujur kaku disana, dengan darah yang bersimbah kemana-mana. "Sekertaris Yoon, tidak akan kubiarkan semua ini berakhir semudah itu"
Dan Jongin tak berhenti merapalkan kalimat itu sepanjang perjalannya kembali menemui Chanyeol dan Baekhyun, pikirannya tidak berhenti menampakkan wajah Kyungsoo yang memandangnya seolah memohon pertolongan
Bahkan saat beberapa warga yang tanpa sengaja berpapasan sekedar menyapa tidak mampu mengalihkan pikirannya dari Kyungsoo yang berdiri di antara denting pedang dengan darah dimana-mana, ingatannya tentang mimpi Baekhyun yang diceritakan gadis itu membuat kepalanya berdenyut
"Kyungsoo-ya.."
Hello!, sangjoon imnida^^
Please stay tuned and support me!^^
Selamat membaca semoga suka, jangan lupa reviewnya ya:) ditunggu saran kritiknya
Bagi para silent reader saya tetap cinta kalian kok
Thank you!
DON'T LIKE DON'T READ
