Musim dingin telah tiba, dan natal hanya tinggal menghitung jari.
Luhan melipatkan tangannya didada dan berbalik menghadap dinding dengan wajah yang merengut khas orang merajuk, matanya sedikit melirik kearah sehun lalu ketika sehun menatap kearahnya ia cepat cepat mengalihkan wajahnya lagi.
Sebenarnya sedikit banyak prilaku luhan ini mengingatkan sehun dengan salah satu episode serial kartun masha and the bear. Itu, saat Bear jengkel kepada Masha dan menghukumnya untuk berdiri menghadap dinding. Lebih lebih luhan dan masha hampir tak ada bedanya.
Sama sama kecil, cerewet, menyebalkan, dan pengacau.
Kadang sehun bingung kenapa ia menikahi luhan, padahal luhan jelas sekali bukan tipenya. Jauh malah.
Sehun menghela nafas, tidak ada gunanya bertarung Ego dengan luhan. Pria itu bahkan lebih keras dari batu karang, tidak akan pernah mau mengalah dalam hal apapun dan sehun terbiasa dengan itu. Jadi, sehun dengan langkah pasti berjalan mendekati luhan yang berdiri dipojokan.
Sehun bisa mendengar luhan mengatakan 'yes' saat ia mendekati pria itu. Sehun terkekeh pelan, ia mengerti Luhan sudah kelelahan karena berdiri lebih dari 15 menit disana, dan juga Sehun mengerti jika luhan ingin dirinya mengerti.
"Baiklah Nyonya Oh, kali ini apa lagi maumu hm?" Tanya sehun, dengan senyum kecil diwajahnya.
Luhan berbalik dan bersorak, wajahnya sangat kekanakan dan ia merespon dengan senyuman yang lebar.
"Aku mau kau mengambil cuti beberapa hari, yah sekitar 360 hari dan menemaniku belanja untuk natal!" Pinta luhan, pria yang lebih pendek itu meraih tangan sehun dan mengayun ayunkannya.
"Yang benar saja sayang, kau mau semua karyawanku kena PHK karena aku tidak sanggup menggaji mereka jika cuti 1 tahun?" Sehun menatap luhan datar.
"Becanda sayang, hanya dua atau satu minggu saja. Ayolah, temani aku berbelanja. Kau mau membiarkan aku membawa banyak belanjaan sambil menggendong haowen dan Ziyu dengan perut besar ini? Bagaimana jika aku tergelinjir es dan sekarat kau akan menyesal seumur hidupmu"
Negoisasi macam apa ini, batin Sehun.
"Lu, itu terlalu lama hanya untuk berbelanja" keluh Sehun, Luhan merengut dan merencanakan pembelaan kecil dikepala mungilnya.
"Tapi keran kita bocor! Kau harus memperbaikinya"
"Oke baik, bagaimana 5 hari?"
"Bagaimana dengan televisi yang banyak semutnya? Kau harus memperbaikinya juga. Ziyu dan aku tak bisa menonton kartun favorit kami!"
"Oke satu minggu, kau puas pendek?'
"Sehun! Kau lupa jika orang hamil itu sensitif? Kenapa kau mengataiku pendek?!"
"Baiklah, baiklah. Tinggi"
"Jangan mengunakan bahasa sarkasme denganku!"
"Oh astaga Lu, aku ingin mati saja!"
.
.
.
Oke natal emang udah lewat lama dan aku.. aku benar benar telat untuk mempublish ini:'). Besok ada ujian fisika dan lusanya ada ujian mtk bab trigonom. HAHA ntaps jiwa:'). Mohon maaf dengan tulisanku yang amberegul ini, sesungguhnya aku cuma amatiran yang ngebet banget pengen nulis tentang Hunhan :'). Jadi tolong sampaikan kritikannya, itu sangat membantu. Gomawo!
