Title : Thank's God

Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.

Lenght : Chaptered

Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.

Summary : Namja remaja ini hanya bisa memandang sendu punggung yang perlahan berlalu tersebut. / Menatap langit malam dengan penuh haru. / "Ayo kita mengunjungi panti asuhan."/ "Aku memang tidak pintar, tapi kau juga tidak bisa membohongiku!"/

WARNING : TYPO bertebaran, gaje kagak jelas, dll yg bisa membuat kalian muntah

Gomapseumnida tak akan berhenti author blang itu bagi semua pihak yang sudah memberikan reviewnya. Juga selalu setia dengan FF yang abal ini :D

DON'T COPAS TANPA IZIN

DON'T BE SILENT READER

DON'T LIKE DON'T READ

KEEP REVIEW

LET'S ENJOYED

Preview

Namja itu berdiri setelah mengambil kembali handphone-nya. Secara perlahan dia mulai melangkahkan kakinya dan...

"Kyuhyun-ah!"

.

.

.

.

.

Sekumpulan namja secara bersama-sama langsung menyerbu ruangan rawat Kyuhyun yang sontak membuat Kyuhyun kaget. Sementara itu namja tadi hanya tersenyum dan membalikkan kembali badannya kemudian secara perlahan meninggalkan ruangan tersebut. Hari ini mungkin namja itu beruntung, karena dari semua namja tersebut tak ada yang menyadari kehadirannya.

Sementara itu Kyuhyun mencoba kembali mencari keadaan namja tersebut. Namun apa daya bisa dipastikan namja tadi sudah benar-benar menghilang dari hadapannya. Hyungdeul-nya benar-benar pembuat kegaduhan yang hebat. Kyuhyun tersenyum sendiri melihat kelakuan para hyung-nya yang benar-benar istimewa.

"Kyuhyun-ah gwenchana?" Sang leader memberikan pertanyaan.

Kyuhyun memberikan anggukkannya. "Ne hyung gwenchana. Aku hanya kelelahan."

"Ah aku benar-benar ingin mematahkan leher antis kemarin." Decak kesal Heechul.

"Aish... kau tidak boleh seperti itu hyung, dosa tahu." Nasihat Siwon.

Heechul menggaruk rambutnya. "Aku tidak mengenal dosa."

"Kalau begitu milikilah agama." Celetuk Eunhyuk.

"Aish kau!" Marah Heechul.

"Berisik kalian." Kangin memperingatkan.

Sungmin mengelus bahu Kyuhyun. "Benarkah kau sudah tidak apa-apa?"

Kyuhyun memandang heran hyung-nya tersebut. "Minnie hyung aku kan tidak sakit parah."

"Sakit parah?" Leeteuk mengernyitkan dahinya.

"Ah tidak-tidak Kyu kita hanya demam biasa kok." Ucap Ryeowook.

Donghae mengacak surai lembut Kyuhyun. "Hal kemarin jangan dipikirkan lagi, arra?"

"Benar Kyu, jika ada apa-apa kau bisa memberitahu kami." Tambah Yesung.

"Ah kalian datang kesini mau menjenguk atau menceramahiku?" Kesal Kyuhyun.

Eunhyuk memberikan jitakannya. "Dasar magnae evil, kami kan mengkhawatirkanmu makanya begitu."

Kyuhyun mengelus kepalanya. "Aishh... dasar monyet! Kalian juga tidak membawakanku makanan."

"Itu karena kami tidak keburu." Sahut Heechul.

"Dasar hyungdeul pelit." Kyuhyun merajuk.

"Kyu..." Peringat Sungmin.

"Arra...arra."

Obrolan mereka berlanjut hingga dua jam lamanya. Kini semua hyungdeul harus meninggalkan rumah sakit. Sementara Kyuhyun, besok baru dirinya dipersilahkan pulang oleh rumah sakit. Semua hyungdeul-nya hampir sudah berpamitan dan pulang. Tapi ada seorang hyung tertuanya yang masih berdiri sembari memandang Kyuhyun dengan pandangan yang serius.

"Kyu..." Panggil hyung-nya tersebut.

Kyuhyun memandangnya. "Ne Teukie hyung."

"Berapa lama?" Tanya Leeteuk.

"Maksud hyung?" Kyuhyun tidak mengerti dengan maksud Leeteuk.

Leeteuk memandang sebuah selang yang terpasang rapih di dada Kyuhyun. "Berapa lama kau akan mengenakan alat itu?"

"Ini? Besok juga dilepas." Sahut Kyuhyun.

"Lalu berapa lama?" Kembali sebuah pertanyaan dilontarkan oleh Leeteuk.

Kyuhyun semakin tidak mengerti. "Berapa lama apanya lagi hyung?"

"Berapa lama lagi kau menyembunyikan sesuatu dari kami?" Selidik Leeteuk.

"Apa maksudmu hyung?" Tanya balik Kyuhyun.

"Hampir sepuluh tahun kita bersama. Seluruh sifat dan perilaku masing-masing kita hafal. Lalu apa kau menganggap sepuluh tahun itu sia-sia dan menyembunyikan sesuatu dari kami?" Penjelasan Leeteuk semakin membingungkan Kyuhyun.

"Tidak seperti itu hyung. Aku...aku menganggapnya dengan berharga." Kyuhyun menundukkan kepalanya.

Leeteuk menghela nafasnya. "Arrasseo... hyung percaya. Tapi jika kau memang benar menyimpan sesuatu... hyung benar-benar akan marah."

"..." Kyuhyun tidak bisa menjawab apapun.

Leeteuk mengelus surai lembut Kyuhyun. "Istirahatlah, ucapan hyung tadi jangan kau jadikan beban."

"Nde hyung." Jawab Kyuhyun.

Punggung Leeteuk perlahan-lahan mulai menjauh dari pandangan mata Kyuhyun. Kemudian suara pintu yang tertutup benar-benar menandakan bahwa Leeteuk telah meninggalkan ruangan Kyuhyun. Secara tidak bisa dibendung air mata itu kini jatuh dari kedua sudut mata Kyuhyun. Kali ini untuk kedua kalinya lagi Kyuhyun menangis karena hyung-nya.

Kyuhyun tahu sangat tahu, rencana yang diberikan Tuhan pasti sangat baik untuknya. Bahkan Kyuhyun bahagia bisa bertemu dengan sang Maha Pencipta. Tapi Kyuhyun takut dan sangat takut ketika dia pergi dia hanya bisa membuat goresan luka bagi semua orang yang disayanginya. Malam ini Kyuhyun tidak mau tertidur dulu, dia hanya terdiam di balkon rumah sakit sembari menikmati dinginnya angin malam.

Mengingat kembali hyung tertuanya tadi membuat perasaannya kembali berdesir. Setidaknya hal tersebut membuat Kyuhyun merasa deja-vu dengan sebuah kejadian di masa lalu. Dimana hingga kini orang tersebut tidak pernah mau untuk datang bahkan sekedar hanya bertatap muka dengannya.

Hide Story

Seorang namja tengah berlari mengejar sesorang namja yang lain yang tengah terlihat amat marah. Tanpa memperdulikan rasa sakit yang dideritanya namja remaja ini benar-benar bertekad untuk mengejar orang tersebut. Dia ingin meminta maaf karena selama ini tidak pernah bisa jujur kepada salah satu hyung yang sangat disayanginya.

Nafas yang tersengal, keringat dingin yang mengucur, membuat keadaan namja remaja ini benar-benar memprihatinkan. Namun orang yang dikejarnya sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut dan malah terus mempercepat langkahnya. Tak ingin kehilangan jejak orang tersebut, namja remaja ini mengeluarkan tenaganya secara maksimal. Berhasil perjuangan sang namja remaja tidak sia-sia.

"Hyung..." Namja remaja ini menatap orang tersebut dengan matanya yang berkaca-kaca.

"Minggir..." Ucap orang itu dengan nada dinginnya.

Namja remaja itu menggelengkan kepalanya. "Tidak mau!"

"Minggir bocah!" Delik orang tersebut.

"Tidak hyung...sebelum aku menjelaskan semuanya." Keukeuh namja remaja tersebut.

"Apa lagi yang mau kau jelaskan?" Jengah orang tersebut.

"Semua hyung...semuanya..." Air mata namja remaja itu mengalir.

Orang tersebut mendecih. "Cih... semuanya sudah terlambat."

"Aku mohon..." Lelehan air mata bersamaan dengan permintaannya.

"Aniya... kau benar-benar sudah mengkhianati kepercayaanku selama ini. Bahkan yang sangat lucu aku mengetahui semuanya dari percakapan orang tuamu dan uisa berengsek itu. Aku kira kau benar-benar dongsaengku tapi ternyata kau tak lebih dari seorang pembohong." Jelas orang tersebut.

Air mata namja remaja tersebut semakin deras. "Jika aku punya alasan tak ingin menyakiti kalian?"

Orang tersebut menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Kau tahu bocah dengan kau seperti ini kau akan lebih menyakiti kami."

"Hyung... aku..." Namja remaja tersebut tak bisa menyahut.

"Kau...bukan...dongsaengku...lagi..." Kalimat tersebut bisa terdengar dengan jelas.

Namja remaja itu tidak percaya dengan yang diucapkan orang tersebut. "Hyung tidak bisa seperti itu.."

"Kata siapa? Semuanya bisa dilakukan kok. Dan besok akan kutinggalkan semuanya. Terlebih kau." Sinis orang tersebut.

"Jangan katakan hyung akan meninggalkan kita semua?" Tanya namja remaja retoris.

"Itulah yang akan terjadi." Sahutnya.

Namja remaja tersebut memeluk kedua kaki orang itu. "Kumohon jangan hyung, jangan libatkan yang lain."

Didorongnya namja remaja tersebut dengan keras. "Beraninya kau memohon. Pembual sepertimu tidak pantas memeluk kakiku."

Mendengar pernyataan tersebut membuat sang namja remaja terdiam membatu. Baru kali ini hyung-nya yang begitu lembut dan menyayanginya mengeluarkan kata-kata yang begitu kasar. Tak ada perbuatan apa-apa lagi dan perkataan apa-apa lagi yang bisa dilakukan oleh namja remaja ini untuk bisa menahan hyungnya tersebut. Namja remaja ini hanya bisa memandang sendu punggung yang perlahan berlalu tersebut.

Selama satu jam namja remaja ini terus terdiam di sekitar halaman rumah sakit yang ditinggalinya kini. Lalu air mata tidak pernah mau berhenti mengalir dari kedua sudut matanya. Namja remaja ini tidak ingin menghancurkan semua harapan orang yang disayanginya. Karena dulu dia benar-benar akan meninggalkan dunia ini, lalu kini namja remaja ini harus kembali mempersiapkan dirinya pada kematian.

Namja remaja ini benar-benar bodoh. Berlari sekuat tenaga dengan peralatan medis yang secara paksa dirinya lepas membuatnya kini merasakan sakit yang luar biasa. Diremasnya dadanya sendiri berharap dapat mengurangi rasa sesak dan sakit yang terjadi disana. Percuma, rasa sakit tersebut tetap bertahan dan menang. Berusaha berdiri dan berjalan, namun matanya perlahan-lahan berkunang-kunang. Hingga akhirnya dia kehilangan kesadarannya dan jatuh.

Untung saja seorang uisa muda berhasil menangkapnya. Uisa ini benar-benar panik mengetahui sang pasien sudah tidak ada di dalam kamar rawatnya. Benar saja keadaan pasien yang dicarinya kini cukup parah. Pasiennya bahkan sekarang tidak sadarkan diri di dalam pelukannya.

-SKIP-

Setelah dilakukan penanganan terhadap pasiennya, uisa tersebut kemudian duduk disamping ranjang sang pasien. Dielusnya surai eboni milik sang namja remaja tersebut. Uisa ini meyakini ada sesuatu hal yang tengah dipikirkan oleh namja remaja itu dengan bukti igauan sang namja remaja kini.

"Hyung...mianhae...kajima..."

Peluh terus membasahi seluruh wajah dari sang namja remaja. Dengan lembut sang uisa mengelapnya kemudian membisikkan kata-kata penenang agar sang namja remaja bisa tidur dengan nyenyak. Setidaknya kini keadaan sang namja remaja tidak terlalu seperti tadi.

Setelah dirasanya namja remaja tersebut mulai tenang, sang uisa meninggalkan kamar rawatnya. Dia mencoba menyelidiki semua yang terjadi sehingga membuat namja yang sudah dianggap sebagai dongsaengnya sendiri seperti ini. Di tengah jalan dia berpapasan dengan seseorang yang memiliki wajah dingin. Entah mengapa uisa ini ingin berhenti dan sedikit mengobrol dengan namja tersebut.

"Bukankah kau salah satu hyung-nya?" Tanya sang uisa.

Namja dingin itu menatap uisa. "Bukan."

"Jangan bercanda, bahkan kau hyung yang paling dekat dengannya." Jelas uisa tersebut.

"Aku tidak memiliki dongsaeng seorang pengkhianat dan pembual." Jelas balik namja dingin tersebut.

Sang uisa mengernyit bingung. "Apa maksudmu?"

"Sudahlah...kau juga sama-sama pembohongnya." Sinis sang namja dingin.

Uisa tersebut mulai mengerti. "Kau sudah tahu? Kapan?"

"Hanya melalui obrolan yang tadi tidak sengaja kudengar." Sahut sang namja dingin.

"Baguslah jika kau tahu. Setidaknya kau bisa lebih menjaganya." Sang uisa tersenyum.

Namja dingin itu menatap sang uisa tajam. "Untuk apa? Dongsaengku tidak pernah menderita penyakit itu. Yang kini tengah bersamamu hanyalah seorang pembual."

Rupanya dia tidak bisa menerima kenyataan. Sang uisa ini sadar. "Waeyo? Apa kau menghindari kenyataan?"

"..." Namja dingin itu hanya terdiam.

Sang uisa menggelengkan kepalanya. "Apa kau tidak sadar dengan takdir yang hakiki? Bukankah semua orang pasti mati?"

Setelah bertanya hal tersebut sang uisa mulai meninggalkan namja dingin tersebut. Dan kini namja dingin itu mencoba mencerna pertanyaan terakhir yang dilontarkan oleh sang uisa. Jelas dia tahu maksud dari pertanyaan tersebut. Kau pikir namja dingin ini bodoh? Bahkan IQnya saja hampir mencapai 200. Namun untuk kehilangan, kebohongan, dan pengkhianatan dia benar-benar tidak bisa menerimanya.

"Dongsaengku akan terus hidup."

Sementara itu di dalam sebuah kamar rawat seorang namja remaja tengah memandang kosong pada luar jendela. Lagi...air mata tersebut dengan seenaknya kembali mengalir dari kedua sudut matanya.

.

.

.

.

.

.

.

-Kibum hyung kajima

Tak ada gunanya terus memikirkan masa lalu. Kemudian Kyuhyun berpikir bagaimana caranya untuk memperbaiki itu. Saat tengah memandang suasana luar, mata Kyuhyun benar-benar dibuat takjub. Terlihat cahaya berwarna-warni yang berasal dari berbagai bangunan di bawah sana. Bintang-bintang yang bertaburan dengan indahnya di angkasa. Burung yang masih senantiasa berkicau. Serta hembusan angin yang selalu setia untuk memberikan sentuhan lembut dan menyejukkan semua orang.

Kyuhyun sadar seharusnya dia bersyukur. Bukan menikmati sisa hidupnya dengan menyesali masa lalu. Perlahan Kyuhyun memejamkan kedua matanya dan memanjatkan doa. Dirinya bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas, bersyukur karena masih dapat menikmati karya indah yang diciptakan oleh Tuhan, bersyukur masih bisa berada di tengah orang-orang yang menyayanginya. Bahkan banyak sekali hal-hal kecil yang amat dirinya syukuri.

Setelah berdoa, Kyuhyun kemudian membuka kembali matanya. Pemandangan indah tersebut masih tersedia untuk terpatri dalam pandangan wajahnya. Menatap langit malam dengan penuh haru. Keindahan luar biasa yang benar-benar diberikan Tuhan untuk seluruh umatnya. Di tengah suasana tersebut, seseorang tiba-tiba saja menepuk pundak Kyuhyun.

"Uisa..." Sapa Kyuhyun.

Kimbum tersenyum. "Diluar dingin, kajja masuk."

"Sebentar lagi uisa. Aku ingin melihat keindahan malam ini." Pinta Kyuhyun.

Kimbum mengangguk. "Baiklah hanya 10 menit, arrasseo?"

Kyuhyun terkekeh. "Siap bos."

"Dasar kau ini..." Kimbum tersenyum melihat wajah polos Kyuhyun.

"Tuhan hebat bukan? Menciptakan semua ini demi umatnya." Kyuhyun tersenyum penuh arti.

"Ne kau benar bahkan Dia adalah pelukis tertinggi." Sahut Kimbum.

Kyuhyun memejamkan kedua matanya. "Aku semakin penasaran untuk bertemu dengan-Nya."

"Kyuhyunnie..." Kimbum agak tersentak.

Kyuhyun memandang Kimbum. "Wae? Dunia ini hanyalah sebuah perjalanan, dan garis finish dari semuanya adalah kemarian."

"Apa kau mulai menyerah Kyu?" Kimbum bertanya sendu.

"Anio, aku sama sekali tidak menyerah. Makanya aku selalu melakukan yang terbaik dari pada menghitung detik kapan kematian akan tiba." Jelas Kyuhyun sembari tersenyum.

Kimbum mengerti. "Sudah sepuluh menit. Kajja kita kembali."

"Ne." Sahut Kyuhyun.

.

.

.

.

.

10 April 2015

Hari ini Kyuhyun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Pantas saja kini dirinya tengah kembali sibuk memainkan sebuah benda berbentuk persegi panjang. Terlihat sekali bahwa dirinya begitu antusias, sehingga tidak memperdulikan Ryeowook yang sedari tadi memanggilnya untuk menyuruhnya makan siang. Lalu kini si mungil Ryeowook tengah menyilangkan kedua tangannya di depan dada sembari sang magnae dengan galak.

Melihat Kyuhyun yang tetap asyik dengan benda persegi panjang itu membuat Ryeowook semakin kesal. Bukannya istirahat dan makan yang banyak anak ini malah bermain game. Ditariknya secara paksa PSP tersebut dari tangan Kyuhyun. Membuat sang empu kini memandang sebal kepada hyung mungilnya itu.

"Hyung kembalikkan." Rajuk Kyuhyun.

Ryeowook menggeleng. "Tidak akan. Kau itu harus istirahat bukannya bermain game."

"Nanti aku istirahat kok." Jawab Kyuhyun.

"Nanti yang kau maksud itu adalah tidak akan." Kata Ryeowook remeh.

Kyuhyun memajukan bibirnya. "Dasar pendek."

"Apa kau bilang?" Sudah ada perempatan di sudut dahi Ryeowook.

"Ani... hyung mau mengajakku kemana?" Tanya Kyuhyun.

Kekesalan Ryeowook mulai hilang. "Oh iya... ayo makan semua sudah menunggu."

Benar saja semua member Super Junior sudah berkumpul di meja makan. Apalagi ketika melihat Shindong dan Eunhyuk, sepertinya mereka memang tidak sabar untuk menyantap semua hidangan yang ada. Ketika Kyuhyun sudah duduk di kursinya, dirinya sadar bahwa dia duduk berhadapan dengan sang leader. Padahal untuk saat ini Kyuhyun masih perlu menenangkan sedikit perasaannya kepada Leeteuk karena kemarin.

Namun dugaan Kyuhyun salah. Leeteuk sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Kyuhyun. Bahkan dia bersikap seperti biasa saja kepada Kyuhyun. Seakan-akan tidak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua. Sikap keibuannya juga selalu terlihat untuk Kyuhyun, saat dirasanya Kyuhyun seperti biasa tidak mau memakan sayur yang ada dalam makanannya,

Suasana makan berjalan tenang hingga beberapa menit semua hidangan yang ada diatas meja sudah habis disantap. Shindong dan Eunhyuk menepuk perut mereka masing-masing yang dirasa penuh. Kangin yang melihatnya menatap mereka dengan ekspresi aneh. Heechul malah langsung berkaca dengan sebuah cermin kecilnya.

"Sebentar lagi kami akan menjalankan wajib militer." Donghae membuka suaranya.

Heechul langsung menatap Donghae. "Jangan bahas dulu hal tersebut."

"Memang kenapa Hae?" Tanya Leeteuk lembut.

"Sebelum wamil, aku ingin kita melaksanakan dulu sebuah konser." Jawab Donghae.

Kangin menyahut. "Bukankah sudah di Super Show?"

Eunhyuk menimpali. "Mungkin yang dimaksud Donghae adalah konser yang lebih kecil dari itu."

"Mini Concert." Yesung menyimpulkannya.

"Wuahhh daebakk hyung!" Kagum Ryeowook.

"Tapi dimana dan kapan kita melaksanakannya? Kan sulit sekali." Keluh Shindong.

"Benar juga yah. Melihat fans yang begitu besar pada kita." Siwon berpikir.

Leeteuk menghela nafas. "Hae mianhata, hal itu sepertinya tidak bisa dilaksanakan."

"Sayang sekali padahal 3 hari lagi kita wamil." Sungmin ikut mengeluh.

Tiba-tiba Kyuhyun mengeluarkan suaranya. "Bisa kok!"

Eunhyuk memandang Kyuhyun. "Dimana memangnya?"

"Di panti asuhan milik kenalanku." Jawab Kyuhyun antusias.

"Mwo?! Sejak kapan seorang setan mempunyai panti asuhan." Heechul terheran.

Siwon takjub. "Evil kita berubah."

"Aish jadi bagaimana?" Tanya Kyuhyun.

"Baiklah besok kita laksanakan."

Keputusan berhasil diambil. Super Junior memilih untuk melakukan mini concert besok di sebuah panti asuhan yang dimilikki kenalan Kyuhyun. Waktu memang selalu berjalan begitu cepat, hingga memang tidak terasa dalam tiga hari lagi keempat member, yaitu Sungmin, Shindong, Eunhyuk, dan Donghae akan menjalankan kewajibannya sebagai warga negara Korea Selatan. Makanya sebelum perpisahan yang cukup lama itu, terlebih dahulu mereka ingin memberikan kenangan pada fans, meski mungkin banyaknya fans akan dibatasi.

-SKIP-

Kyuhyun tiba di sebuah panti asuhan yang memang dikenalinya. Dirinya tersenyum melihat nampak depan panti asuhan tersebut. Tempat ini adalah tempat yang sangat disayangi eomma-nya dulu sebelum kejadian tragis itu terjadi. Hati Kyuhyun kembali berdesir ketika harus mengingat dirinya harus kehilangan eomma serta noona-nya yang cantik. Setetes air mata itu kemudian Kyuhyun hapus.

Pantas saja Kyuhyun menghapusnya, karena kini sekelompok anak kecil dengan begitu riang datang menghampirinya. Kyuhyun merentangkan kedua tangannya dengan lebar menandakan bahwa anak-anak tersebut bisa masuk ke dalam dekapannya. Dengan senang hati ketiga bocah kecil tersebut mendekap Kyuhyun begitu erat.

Kyuhyun tersenyum bahagia dengan pelukkan ketiga bocah ini. Meski tengah sakit berat mereka tetap bisa memberikan senyumannnya. Benar panti asuhan ini adalah panti asuhan untuk anak-anak khusus penderita kanker. Yang mana orang tua mereka membuang mereka disini, karena tidak mau membiayai penyakit yang diderita anak-anaknya. Namun bocah-bocah tersebut tidak pernah menunjukkan kata menyerah, itulah hal yang membuat Kyuhyun terkagum. Ketiga bocah yang tengah memeluk Kyuhyun adalah Sangwoo, Eunkyung, dan Jian.

Eunkyung adalah namja cilik berumur enam tahun dan menderita leukimia. Sangwoo sama seperi Eunkyung berumur sama dan memiliki penyakit sama. Sementara Jian adalah seorang yeoja cilik yang memilik penyakit limfoma. Meski demikian anak-anak ini sama sekali tidak pernah memperlihatkan dirinya bahwa mereka adalah orang sakit.

"Oppa bogoshippo..." Si kecil Jian masih setia memeluk leher Kyuhyun.

"Nado Jian-ah." Sahut Kyuhyun.

Eunkyung memandang Kyuhyun. "Hyung, kau tahu kami sudah tidak sabar menunggumu."

"Yap. Kau tidak mengunjungi kami sangat lama." Tambah Sangwoo.

"Mian...mian hyung selama ini sibuk dengan jadwal." Sesal Kyuhyun.

Jian yang dipangkuan Kyuhyun bertanya. "Aku rasa oppa punya kabar gembira ne?"

Kyuhyun yang gemas mencium pipi Jian. "Benar. Kalian tahu besok Super Junior akan mengadakan mini concert disini."

"Jeongmalyo?!" Seru Sangwoo tidak percaya.

"Ne jeongmal. Hebat bukan?" Jawab Kyuhyun.

Jian menambahkan. "Tentu saja Kyuhyun oppa kan bukan tukang bohong."

"Berarti aku bisa bertemu si cantik Heechul. Yeay!" Seru Eunkyung girang.

Sangwoo memberi 'usapan' pada Eunkyung. "Dia itu namja Kyung-ah."

"Namja yang cantik hahahahaha." Kyuhyun malah menambahkan.

.

.

.

.

.

- "Hatchi! Aish siapa yang membicarakanku sekarang?"

Marah Kim Heechul kepada semua member.

.

.

..

.

.

"Kyuhyunnie!" Teriak seorang namja dan mulai menghampiri Kyuhyun.

Kyuhyun membalasnya dan menghampirinya. "Sikyung hyung!"

"Kukira kau sedang tengah sibuk-sibuknya." Ucap Sikyung.

"Ah ani, karena banyak member akan wamil jadwal kami sedikit sepi." Sahut Kyuhyun.

Kemudian Sikyung bertanya. "Ada apa kemari?"

"Oh begini hyung, boleh tidak Super Junior mengadakan mini concert disini? Konser ini spesial perpisahan untuk empat member. Tenang saja fans yang datang akan dibatasi kok." Jelas Kyuhyun ceria.

Sikyung memandang Kyuhyun aneh.

"Aish kenapa kau memandangku seperti itu hyung?" Kesal Kyuhyun.

Sikyung malah bertanya. "Sejak kapan aku melarangmu hemmm? Apalagi kau sudah banyak membantu panti asuhan ini."

"Woaah jinjja hyung? Gomawo. Aku tidak salah untuk mengidolakanmu selama ini." Sahut Kyuhyun.

"Aku juga sangat beruntung untuk memiliki fans seperti dirimu." Sikyung kemudian beralih untuk merangkul Kyuhyun.

Biasanya disaat seperti itu Kyuhyun akan balas untuk merangkulnya. Namun apa yang dirasa Sikyung, Kyuhyun sama sekali tidak melakukan pergerakkan apapun. Dan suara batuk yang keras serta cukup banyak membuat Sikyung mengalihkan pandangannya dan langsung melihat keadaan Kyuhyun. Dugaan Sikyung benar, fans-nya ini tengah kembali merasakan bagaimana penyakitnya kambuh.

Sikyung dengan langkah sigap segera mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Kimbum. Tak ada yang tahu bahwa Sikyung dan Kimbum adalah hyung dan dongsaeng. Namun saat Sikyung akan menekan nomor teleponnya, Kyuhyun memegang lengannya dan mengisyaratkan untuk jangan melakukan itu.

"Wae Kyu?" Tanya Sikyung heran.

Kyuhyun mencoba menormalkan nafasnya. Sedetik kemudian dia kembali memberikan senyumannya yang terlihat polos. "Kimbum hyung terlalu lelah, aku ingin dia istirahat sejenak."

"Tapi Kyu..." Sikyung bingung.

"Tenanglah hyung. Mereka saja bisa kuat dan menahan rasa sakitnya. Sekecil itu bahkan. Bukankah aku layak malu hyung?"

Sikyung hanya bisa membuang nafasnya kasar. "Terserah kau saja Kyu."

"Lagipula aku selalu membuatnya khawatir dan sedih dibuatku. Dia benar-benar hyung yang diinginkan semua orang. Apalagi bagi dongsaeng-nya yang bungsu Shiyoon." Tambah Kyuhyun dengan tulus.

Sikyung menatap Kyuhyun dengan haru. "Gomawo Kyu."

.

.

.

.

.

11 April 2015

Pagi ini semua member Super Junior tengah mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakan mini concert mereka yang telah direncanakan kemarin. Setelah memakan sarapan masing-masing dan bersiap, kemudian semua member bergegas masuk ke dalam mobil van milik Super Junior. Menghitung satu persatu member seperti ritual mereka pada biasanya. Ketika dirasa semua member sudah pas, Super Junior pun berangkat menuju lokasi.

Rupanya mini concert ini akan disiarkan secara live oleh SBS televisi. Mereka sudah merahasiakannya, tapi tetap bisa tercium. Mau bagaimana lagi beginilah nasib menjadi public figure seperti Super Junior. Selama 30 menit mereka menempuh perjalanan akhirnya tiba juga di lokasi konser. Telihat lebih kurang 1000 ELF beruntung dapat menyaksikan mini concert ini.

Semua member Super Junior memandang tidak percaya dengan lokasi yang ditunjuk Kyuhyun ini. Hati Kyuhyun dirasakan benar-benar mulia. Selain menggeratiskan konser, dia juga membayar honor kepada masing-masing member. Rasanya semua member sangat terharu dengan perbuatan Kyuhyun ini.

"Kyu hyung rasa ini bukan sekedar panti asuhan biasa?" Tanya Sungmin.

"Kau benar hyung. Panti ini adalah khusus bagi anak-anak pengidap kanker, dimana orang tua mereka membuangnya karena malu dan tidak mau membayar biaya pengobatan dari anaknya." Jelas Kyuhyun.

Sungmin menunduk sedih. "Kasihan sekali."

"Tapi kau lihat hyung. Anak-anak ini sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa sakit serta kesedihannya." Hibur Kyuhyun.

Setelah dirasa segala persiapan sudah cuku, konser mini ini pun akhirnya dimulai. Para ELF yang datang begitu antusias menyaksikannya. Mereka membaur dengan semua anak-anak yang ada di panti asuhan tersebut tanpa ada rasa canggung. Setelah pembukaan dimulai akhirnya panggung tersebut berisikan dengan kesebelas namja yang berdiri disana. Langsung saja suara teriakan heboh semakin terdengar.

Lagu pertama yang mereka nyanyikan adalah lagu Mamacita yang memang salah satu lagu utama dalam album ketujuh mereka. Berlanjut dengan lagu-lagu yang pernah menjadi hits di dunia. Tiba di klimax dimana keempat member Super Junior mulai mengeluarkan suaranya karena dua hari lagi mereka akan melaksanakan wamil.

"ELF... Lebih dari 10 tahun kita bersama dan kini sebuah jarak waktu 2 tahun akan memisahkan kita semua. Tapi kalian tahu mengapa 2 tahun itu terasa sangat lama sementara waktu kita yang 10 tahun terasa begitu singkat? Itu semua karena diantara kita sama sekali tidak ingin terpisah. Meski begitu maukah kalian menunggu kami kembali dan memberikan senyuman hangat kalian saat kami kembali?" (Shindong)

"ELF adalah kekasihku, cinta sejatiku, dan pendamping hidupku. Aku tahu saat aku memberi kabar pada kalian aku telah memilikki seorang istri, kalian begitu marah bukan? Jika aku ada dalam posisi kalian pun mungkin aku juga akan merasa terkhianati. Tapi percayalah bahwa kalian juga akan bisa mendampingi hidupku selama-lamanya, maukah? Tapi untuk itu bisa tidak kalian berjanji tetap menunggu kami?" (Sungmin)

"Aku punya banyak keluarga... sangat... dan amat banyak. Bahkan keluargaku tersebar di seluruh dunia. Salah satu keluarga terbesarku adalah ELF yang dengan rela dan susah payah berkorban untuk kami. Sementara kami hanya bisa mampu membalasnya dengan karya-karya kami. Bahkan kami ingin menangis jika melihat kalian terluka hanya demi kami. Ah.. kami malah akan meninggalkan kalian selama dua tahun, tapi aku yakin kalian adalah keluarga sejati kami yang akan setia menunggu kami." (Donghae)

"Lee Hyukjae, namaku yang sesungguhnya. Tapi dengan nama Eunhyuk mulai banyak orang yang mengenaliku. Karena aku berjalan bersama dengan Super Junior maka orang-orang yang menyayangiku semakin bertambah. ELF bukan hanya sekedar nama tapi sebuah berlian yang menggambarkan ikatan kuat antara Super Junior. Dan aku yakin ELF akan memegang teguh janjinya untuk menunggu kami!" (Eunhyuk)

Sebuah kalimat terakhir menjadi hal yang luar biasa dilakukan Super Junior dengan menyambungkan tiap kata per kata.

"Kami..." (Leeteuk)

"Super." (Heechul)

"Junior." (Yesung)

"Berjanji." (Kangin)

"Akan." (Shindong)

"Selalu." (Sungmin)

"Bersama." (Eunhyuk)

"Sampai." (Donghae)

"Azal." (Siwon)

"Menjemput." (Ryeowook)

"Kami." (Kyuhyun)

Setelah rangkaian kata itu terucap Super Junior kemudian menyanyikan lagu Promise You. Semuanya terlarut dalam keadaan haru yang luar biasa. Di akhir konser mereka menutupnya dengan mengalunkan lagu bertajuk Memories. Semua disana ikut bernyanyi bersama-sama dengan Super Junior. Hari ini benar-benar luar biasa. Meski konser yang diadakan mini tapi makna yang dalam bisa kita telusuri disana.

Ketika tengah di belakang panggung sayang sekali heomothorax Kyuhyun kembali kambuh. Dadanya terasa dihimpit dan ditusuk oleh puluhan benda tajam. Rasa sesak kembali menghampirinya. Tidak seperti biasanya, rasanya Kyuhyun tidak bisa menarik nafas meski hanya sekali saja. Kyuhyun kemudian berjalan dengan susah payah. Saat hendak keluar pintu seseorang langsung menangkap tubuhnya yang limbung.

"Hyung..." Lemah Kyuhyun.

Orang tersebut dengan sigap langsung menggendong Kyuhyun. Tanpa memperdulikan apapun dia segera berangkat menaikki mobilnya sendiri menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit para tim medis langsung terlihat begitu panik. Bahkan Kimbum lebih panik dari siapapun juga yang ada disana.

"Segera siapkan ruangan operasi!" Perintah Kimbum.

"Uisa tapi penyedotan bukankah harus dilakukan dulu?" Tanya ganhonsa ragu.

Kimbum mengacak rambutnya. "Ppali...nyawa anak ini terancam."

"Tapi bagaimana jika..." Ucapan ganhonsa terpotong.

"Aku bilang jangan banyak bertanya." Nada Kimbum sedikit membentak.

Sang ganhonsa menggangguk "Algasemnida."

Tak disadarinya oleh Kimbum bahwa orang yang tadi membawa Kyuhyun kesini tengah menatap tajam kepada apa yang dilakukannya. Namun karena kepanikkannya hingga Kimbum tidak menyadari kehadiran orang tersebut.

Dua jam telah berlalu dan hingga kini operasi masih berlangsung. Orang itu juga masih setia untuk menunggui keadaan dongsaeng bungsunyanya ini. Tiga jam, empat jam, lima jam. Akhirnya sang uisa bedah keluar juga dari dalam ruangan operasi. Mata orang itu menatap Kyuhyun yang dibawa oleh tim medis ke dalam sebuah ruangan yang bertuliskan ICU. Orang ini benar-benar tidak percaya dengan yang terjadi.

"Keadaan Kyuhyun masih belum stabil..." Jelas Kimbum sembari menurunkan maskernya.

Orang tersebut memandang Kimbum tajam. "Katakan apa yang kalian sembunyikan dariku?"

"Tidak ada... Kyuhyun hanya collapse saja." Bohong Kimbum.

"Kelelahan? Apakah ada orang kelelahan harus dioperasi hah?!" Bentak orang tersebut.

"Ini rumah sakit Teukie hyung, jagalah attitude-mu." Peringat Kimbum.

Leeteuk tidak percaya Kimbum masih mempertahankan kebohongannya. "Aku memang tidak pintar, tapi kau juga tidak bisa membohongiku!"

"Apa yang kau maksud?" Kimbum berpura-pura tidak mengerti.

"APA YANG KAU DAN KYUHYUN SEMBUNYIKAN?! APAKAH ADA SEORANG YANG YANG SAKIT BIASA DIOPERASI KEMUDIAN DIMASUKKAN KE RUANG ICU?! Aku juga mengerti pengertian dari dua ruangan tersebut!" Leeteuk sudah tidak dapat lagi menahan emosinya.

"..." Kimbum terdiam.

Seorang namja tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua. "Teukie hyung?"

To Be Continue...

Sekali lagi nomu nomu gomapseumnida buat semua orang yang udah memberikan review kalian di FF ini. Jangan lupa terus review arra? Heheheheh yang jdi siders belajar menghargai karya orang lain ne? Review kalian merupakan penghargaan tersendiri bagi author ini. Sampai jumpa chapter depan

Xyz [ch5] ; kgak salh tuh dia anak baik ;D

Jyzpark [ch5] ; wuahhhh jinjja/ thanks for review

Okah [ch5] ; siapa yah kira2

Nhae [ch5] ; maen tbak2tbakan ajah yuk ;p

Alifia [ch5] ; gomawo ne chingu

Lita[ch5] ; pnyakit dia nya kan kambuh lagi

Angel [ch5] ; ne gomawo

Nana [ch5] ; knpa harus tkut wehh ;p lbih tkut klo dia evil hehehehehehe

Namielf [all] ; begitulah jlan certa ini… si kyu ini kan gk pngen buat smua org khawatir ma sedih krenanya.

Ririn [ch5] ; akh gwenchana chingu ;p

Meimei [ch5] ; kibum bkan tuh…..

Liestie [ch5] ; ah gwenchana kok… hahahaha kyeopta saeng

Dewi [ch5] ; keknya kmu jgo analisis nih wkwkwkwk

Spark [ch5] ; author jg berharap spaya si kyu ttep sehat

Kyuli [ch5] ; gomawo nde ..

Kaka [ch5] ; huwaaaaaaaa dari kemaren kmna aja toh, hihi gomawo ne

Septi [ch5] ; tenang aja saeng, memang akan ada sesuatu yg berbeda nanti kekekekek.. TYPO selalu exist

Desvia [ch5] ; klo dia evil aja pan bosen jg ;v

Mingyu [ch5] ; begitulah…..

Chairun[ch5] ; gomawo ini udh dilanjut kan

Mmz [ch5] ; ketebak kan sekarang

Phn19 [ch5] ; bgtulah kibum perlahan-lahan memikirkan sesuatu

Awaelf [ch5] ; si kyu itu sklinya sehat klkuannya bner2 dah ;D

BIG THANK'S FOR ;

Sparkyubum, delishaELF, kyuli 99, mpiwkim3022, phn19, , vicya merry, chairun, meimeimayra, yohey57, zhee614, , fitripratyy, Desviana407, KLiieff19

bintang15,

R

E

V

I

E

W