Title : Thank's God
Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.
Lenght : Chaptered
Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.
Summary : Sebuah mobil sport berwarna merah terparkir di sebelah mobil yang Kyuhyun kendarai tadi / Sepasang namja remaja sedang asyik bercengkerama. / "Memangnya kau tidak tahu siapa pemeran utamanya?" / "Dimana Kyuhyunnie?" / "KYUHYUN SEKARAT!"
WARNING : GAJE, ALUR ANEH, MENYEBALKAN, FF ABAL, TYPO BERTEBARAN DAN SANGAT EXISSSSS
Gomawoyo buat kalian semua yang udah selalu meninggalkan jejak review serta menyempatkan diri buat baca FF ini. *Hug* dari author tersayang kalian ini kekekkeke~
DON'T COPAS TANPA IZIN
DON'T BE SILENT READER
DON'T LIKE DON'T READ
KEEP REVIEW
LET'S ENJOYED
Preview
Ketika sudah membereskan semuanya, namja remaja ini mulai bisa mengembangkan senyumnya. Namun hal itu hanya terjadi beberapa saat karena orang yang sangat ditakutinya kembali menghampirinya. Siapa lagi jika bukan Park Jungsoo a.k.a Leeteuk sang leader Super Junior. dengan seenaknya Leeteuk menyenggol Kyuhyun dan membuat semuanya menjadi berantakkan kembali.
"Oh mian...aku tidak lihat." Bohongnya.
Sang namja remaja geram. "Aku yakin kau sengaja..."
Leeteuk menghentikan langkahnya. "Pergi dari Super Junior..."
Dirinya tercengang mendapatkan pandangan penuh kebencian dari sang leader Super Junior.
.
.
.
.
Dan kini Kyuhyun kembali mendapatkan tatapan itu...
.
.
.
.
"Kau kembali seperti dulu hyung..."
.
.
.
.
.
12. 00 PM KST
Setetes air mata meluncur dengan sukses melewati kedua bola mata bening milik Kyuhyun. Sungguh dirinya sangat sakit diperlakukan seperti ini. Kemanakah perginya hyung-nya yang begitu lembut itu? Kenapa ini malah lebih menyakitkan lagi dibandingkan dahulu. Untuk pertama kalinya Kyuhyun terisak. Dirinya merasa pilu dengan semua ini. Dalam diamnya Kyuhyun menangis.
Tanpa disadari oleh Kyuhyun, seseorang yang sejak tadi dipikirkannya juga ikut menitihkan air matanya. Dia sendiri tidak mau berbuat sekejam itu pada dongsaeng yang sangat disayanginya tersebut. Tapi ini semua demi kebaikan sang dongsaeng. Seandainya dia bisa, dia akan membuat keajaiban apapun itu bagi si magnae. Berlalu lah orang tersebut meninggalkan Kyuhyun yang masih belum berhenti menangis.
Seorang namja bertubuh atletis mengernyitkan dahinya, ketika dia seperti mendengar sesuatu yang aneh. Perasaan namja ini ikut tertohok ketika mendengar isakan tersebut. Dengan perlahan namja ini atau kita panggil Siwon mulai mencari sumber suara. Betapa terkejutnya dirinya ketika apa yang dia lihat adalah sang dongsaeng kecil yang sedang terisak kencang.
Didekatinya Kyuhyun secara perlahan oleh Siwon. Kemudian secara bertahap dirinya mengelusi pundak Kyuhyun, berharap agar isakkan dari Kyuhyun mulai berkurang sedikit demi sedikit. Kyuhyun yang menyadari mendongakkan kepalanya. Siwon memberikan tatapannya yang begitu teduh kepada sang dongsaeng. Tanpa diperintah Kyuhyun segera menerjang untuk memeluk hyung tampannya tersebut.
Siwon membalas pelukkan Kyuhyun. "Uljimayo Kyunnie..."
"Hyung... mian...apa tangisanku mengganggu istirahatmu?" Kyuhyun mendongakkan kepalanya.
"Aniyo.. hyung memang sudah bangun dari tadi." Jawabnya sembari tersenyum.
"Syukurlah hyung." Sahut Kyuhyun.
Siwon kemudian menatap Kyuhyun serius. "Apa ada yang mengganggumu saeng?"
"Aku... aku hanya takut hyungie..." Kyuhyun menjawab gugup.
"Apa yang kau takutkan saeng?" Tanya Siwon.
Mata Kyuhyun kembali berkaca-kaca. "Aku takut kita akan seperti dulu lagi."
"Maksudmu?" Siwon Bingung.
"Aku..takut... hubungan kita tidak baik seperti dulu..." Jawab Kyuhyun pada akhirnya.
Siwon memberikan senyumannya. "Semuanya akan baik-baik saja Kyu, percaya pada hyung."
"Tapi jika aku penyebab semua itu akan terjadi lagi?" Kyuhyun memberikan pertanyaannya.
"Tak akan pernah ada yang membencimu Kyu..." Siwon mencubit gemas hidung Kyuhyun.
Di tengah momen tersebut Leeteuk muncul. Sungguh dia juga ingin sekali untuk bisa menenangkan Kyuhyun seperti yang dilakukan Siwon. Tapi tidak bisa, dia tetap harus mempertahankan tekadnya ini.
"Kyuhyun-ah, hari ini kau ada jadwal mendadak." Leeteuk memberikan ucapannya.
"Hyung seharusnya kita semua mendapat libur bukan?" Siwon tidak menerimanya.
Leetuk menatap Kyuhyun datar. "Pengecualian untuknya."
"Hyung memanggilku 'nya'? Kyuhyun terperangah mendengarnya.
"Apa yang salah? Mulut... mulut milikku." Sinis Leeteuk.
Siwon merasa ada yang aneh. "Teukie hyung kau tidak perlu sekasar itu bukan?"
"Cepatlah bersiap, jika terlambat kita bisa dituntut." Leeteuk tidak memperdulikan pertanyaan Siwon.
Siwon menentang. "Kyuhyun kan baru istirahat."
"Choi Siwon jangan mencoba untuk mengatur!" Tegas Leeteuk.
Siwon hanya bisa berdiam diri ketika sang leader sudah mengeluarkan kalimat tegasnya. Bagaimanapun Leeteuk adalah hyung tertua dan seorang leader yang harus dihormati oleh dirinya. Siwon menatap sendu Kyuhyun yang memang terlihat seperti sangat kelelahan. Apa tadi yang Kyuhyun maksud adalah mengenai sikap Leeteuk? Sehingga membuatnya terisak begitu dalam tadi? Siwon sendiri bingung untuk menyimpulkannya.
-SKIP-
Kyuhyun baru saja tiba di tempat jadwal mendadak yang Leeteuk titahkan tadi kepadanya. Sepertinya jadwalnya kali ini adalah sebuah pemotretan untuk sebuah produk makanan yang sudah cukup terkenal di Korea. Kebetulan sekali cuaca hari ini sangat panas, hingga benar-benar membantu Kyuhyun untuk membuatnya kesulitan bernafas. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun mencoba untuk menahan sakitnya tersebut.
Sebuah mobil sport berwarna merah terparkir di sebelah mobil yang Kyuhyun kendarai tadi. Mata Kyuhyun langsung membulat ketika melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut. Tenggorokkannya benar-benar tercekat menyaksikan hal itu. Seseorang yang sangat ingin ditemuinya memunculkan diri di hadapannya sekarang.
Dia ingin segera berlari dan menerjang orang yang sangat dirindukannya tersebut. Namun sayang saat hendak menujunya, seorang crew tiba-tiba saja menepuk pundaknya. Crew tersebut terlihat menunjukkan ekspresi marah kepada Kyuhyun. Apa memang karena keterlambatannya.
"Cho Kyuhyun?" Sapa crew itu.
"Ne?" Sahut Kyuhyun.
Crew itu menggelengkan kepalanya. "Ck ck ck ck kenapa anda bisa terlambat?"
"Mian aku tidak menyangka akan ada jadwal mendadak ini jadi..." Kalimat Kyuhyun terpotomg.
"Jadi maksudmu, karena mendadak kau menyantai-nyantai kan diri. Kemudian sengaja terlambat. Kemudian kau akan mengacaukan jadwal kami begitu?" Si crew mengeluarkan amarahnya.
Kepala Kyuhyun mendadak pusing. "Bukan begitu maksud ku adalah..."
"Alah... aku tidak menyangka Super Junior mempunyai member yang tidak profesional." Sinis crew tersebut.
Kyuhyun segera memberikan permintaan maafnya. "Josoenghamnida..."
"Permintaan maaf? Awas saja jika begini lagi, kalian akan kami tuntut." Sang crew tetap bersikeras dengan pendapatnya.
Kyuhyun menggeleng. "Jika kalian menuntut... kumohon nanti tuntut aku saja, jangan libatkan hyung-ku yang lain."
"Dasar apa kau..." Ucapan sang crew terpotong.
Seorang namja ikut dalam pembicaraan tersebut. "Bukankah hal ini malah lebih menterlambatkan jadwal dengan ocehanmu yang sia-sia?"
"Mi...mian..." Gugup sang crew.
"Cepatlah.." Tegas namja itu, kemudian berlalu.
"Kim Kibum sialan..." Frustasi sang crew, kemudian ikut bersamanya.
Kyuhyun hanya bisa mematung dengan apa yang terjadi. Untuk pertama kalinya lagi pada hari ini Kyuhyun mendengar suara hyung yang sangat dirindukannya tersebut. Bahkan jaraknya tadi begitu sangat dekat. Biasanya mereka akan saling merangkul satu sama lain. Tapi tadi melihatnya saja pun Kibum seakan enggan. Namun Kyuhyun tetap bersyukur setidaknya dirinya masih bisa melihat wajah tampan hyung-nya tersebut.
Kibum sedikit melirikkan kepalanya kepada Kyuhyun yang sejak tadi terus menerus melakukan kesalahan dalam pose pemotretannya. Terlihat jelas di wajah Kyuhyun, bahwa dirinya sedang menahan sakit yang luar biasa. Kibum bisa menyadari itu dengan pasti. Namun dirinya sendiri pun terjebak dengan berbagai pose yang harus dia lakukan.
Sementara itu Kyuhyun terus berusaha menstabilkan nafasnya yang mulai terasa tidak normal. Rasa sakit bagai ditusuk oleh ribuan jarum itu kembali menghinggapi dadanya. Tapi jika dia tumbang disini, dia yakin Kibum malah akan semakin membencinya. Dengan sekuat tenaga akhirnya Kyuhyun berhasil kembali membuat nafasnya berjalan normal.
Ketika waktu istirahat Kyuhyun segera meraih sesuatu dari dalam saku jaket yang dirinya kenakan. Sebuah obat-obatan pil atau obat penahan sakit dosis tinggi. Dengan segera Kyuhyun meneguknya bahkan tanpa menggunakan air. Baginya meski tanpa air pun yang Kyuhyun inginkan hanya bisa meredakan sedikit rasa sakitnya.
Kibum terhenyak menyaksikan semua hal itu. Dia juga tahu obat apa yang Kyuhyun minum dengan sekali tenggak tersebut. Setets air mata tanpa maunya mengalir begitu saja dari sudut mata Kibum.
"Nae dongsaeng akan terus hidup."
Hide Story
Sepasang namja remaja sedang asyik bercengkerama. Oh tidak nampaknya hanya seorang saja yang memang sedang asyik berceloteh. Sementara namja lainnya hanya sibuk dengan buku bacaan yang sedari tadi dipegangnya. Bahkan celotehan-celotehan yang diberikan namja remaja lain tidak menganggu konsentrasi membacanya.
Sadar dirinya diacuhkan namja remaja ini mulai menghentikan celotehannya. Dia menatap sebal namja lainnya yang berstatus sebagai hyungnya tersebut. Namja remaja ini mempotkan kedua bibirnya dan memasang pose merajuk. Sementara sang hyung mulai sadar mengenai kesalahannya. Ditutupnya buku yang sangat mengasyikkan untuk dbaca tersebut dan mulai menatap sang dongsaeng yang terlihat sangat kesal.
"Waeyo?" Tanya sang hyung bingung melihat ekspresi dongsaengnya.
Namja remaja itu mencibir. "Aku kesal dengan hyung."
"Kenapa kau kesal dengan hyung eoh? Hyung kan sudah mau menemanimu di dorm." Sang hyung tidak terima.
Namja remaja itu malah menambah intesitas poutnya. "Tapi hyung sedari tadi tidak menghiraukanku huh..."
"Oh... hehe mian, habis bukunya seru." Sang hyung sedikit terkekeh dengan tingkah laku dongsaengnya yang seperti anak kecil.
"Aku kan sudah susah-susah bercerita panjang lebar." Sang namja remaja itu menunduk sedih.
Sang hyung kemudian bertanya. "Memang kau bercerita tentang apa saeng?"
Ekspresi namja remaja berubah menjadi datar. "Bahkan dari judulnya saja, hyung tidak dengar. Dasar manusia es!"
"Mwo kau mengejek hyung eoh?" Sang hyung tidak terima dengan ucapan dongsaengnya.
Namja remaja itu tersenyum, dia akan menjahili hyungnya ini. "Nee, memang kenapa tidak suka?"
"Sopanlah sedikit pada yang lebih tua saeng." Sang hyung menggelengkan kepalanya.
"Hyungnya sendiri tidak menghargaiku." Sahut namja remaja.
Sang hyung kemudian beranjak pergi. "Ah yasudah kau tidak usah dekat-dekat dengan hyung lagi. Hyung tidak punya dongsaeng nakal sepertimu."
Si namja remaja terperangah. "Eoh hyung, aku kan Cuma bercanda."
"Tapi hyung serius." Sang hyung menatap si namja remaja dengan serius.
Mata namja remaja itu mulai berkaca-kaca. "Hyu...hyungie..."
Namun tiba-tiba sebuah tawa terdengar keluar dari mulut hyungnya tersebut. Ternyata namja remaja ini tidak menyadari bahwa dirinya balik dijahili oleh sang hyung. Jadi rencana evil yang dimilikinya tadi benar-benar tidak dapat diwujudkan. Kemudian setelah beberapa detik barulah namja remaja ini bisa mencerna apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh hyung esnya tersebut.
-SKIP-
Pada malam hari ini memang hanya dilewati oleh sang namja remaja dengan hyung dinginnya itu. Sementara para saudaranya yang lain memang sedang disibukkan dengan jadwal group mereka. Alasannya adalah karena kesehatan sang namja remaja masih belum membaik dari demam yang dideritanya. Sementara hyung yang menemaninya ini memang dengan suka rela menawarkan diri. Lagipula semua hyungdeul dari namja remaja tidak ingin mengambil resiko jika nanti magnae mereka malah bertambah parah.
Kali ini sang hyung menyiapkan semangkuk bubur untuk dimakan oleh namja remaja yang memang terkenal keras kepala tersebut. Dirinya nampak tersenyum melihat bubur yang sudah siap dirinya sajikan. Dengan semangat sang hyung dari namja remaja menaruh bubur tersebut di atas nampan kemudian membawanya ke dalam ruangan sang dongsaeng.
Namun saat dirinya membuka pintu kamar sang dongsaeng. Orang yang dicarinya tersebut tidak berada di dalam kamar. Aish ini kan sudah malam, kemana lagi anak itu berkeliaran? Seperti itulah kira-kira pertanyaan yang muncul di dalam pikiran sang hyung. Tapi sebuah titik terang muncul, ketika dirinya menatap siluet bayangan seseorang yang sedang duduk di meja dekat balkon kamar.
Benar saja sang namja remaja yang berstatus sebagai dongsaengnya tersebut memang sedang berada disana. Hyungnya ini sedikit mengernyitkan kepalanya ketika melihat sang dongsaeng yang sepertinya sedang membaca sebuah buku. Ditelitinya buku apa yang dibaca oleh dongsaengnya tersebut. Sedetik kemudian sang hyung tersenyum saat menyadari buku apa yang sebenarnya dibaca oleh si magnae. Kemudian dirinya mendudukan diri di depan sang dongsaeng.
Sang hyung memberikan suaranya. "Kau juga tertarik membaca."
Namja remaja itu tersenyum menyadari suara siapa itu. "Aku rasa buku ini memang menarikku hyung."
"Meski jalan cerita yang diberikannya rumit, tapi hyung menyukai perjuangan yang telah dilakukan oleh si pemeran utama." Jelas sang hyung.
"Wahh kau menyadari pemeran utamanya hyung?" Si namja remaja menatap kagum.
"Memangnya kau tidak tahu siapa pemeran utamanya?" Tanya sang hyung.
Namja remaja itu menunduk sedih. "Ne hyung, disini aku bingung.. siapa sebenarnya pemeran utama tersebut. Hyungnya atau dongsaengnya."
Sang hyung bertanya kembali. "Menurutmu siapa?"
"Menurutku sih si dongsaeng. Soalnya perjuangan yang dimilikinya sangat berat dan panjang sekali. Sementara sang hyung hanya muncul di beberapa part. Kemudian dongsaengnya lagi yang dibuat menderita. Ditambah lagi dongsaengnya tersebut yang ingin kembali bertemu dengan hyungnya. Bukan hyungnya itu." Jelas namja remaja itu panjang lebar.
Sang hyung menopang dagunya. "Ooh begitu ya?"
"Apa ada yang salah hyung?" Namja remaja itu bertanya bingung.
"Tidak...tidak. Hipotesamu tidak ada yang salah kok saeng." Jawab sang hyung.
Sang namja remaja kembali memberikan pertanyaannya. "Kalau menurut hyung siapa?"
"Hehehehe... hyung belum baca sampai habis sih. Takutnya prediksi hyung salah, jadi hyung baca dulu sampai habis ne." Sang hyung hanya memberikan cengirannya.
"Ah dasar hyung evil. Tapi karena aku dongsaeng, aku akan berusaha melindungi hyung dan hyungdeul lainnya. Seperti si dongsaeng dalam buku." Si namja remaja mencibi sekaligus membanggakan dirinya.
"Sudah sekarang makan dulu buburnya saeng, nanti keburu dingin." Titah sang hyung.
Si namja remaja merajuk. "Andwae... aku tidak suka bubur."
"Makan atau hyung sita PSP-mu?" Ancam sang hyung.
"Arrasseo..." Sahut sang namja remaja dengan pasrah.
Akhirnya sang namja remaja hanya bisa menurut apa yang diperintahkan oleh hyung dinginnya ini. Saat diancam benda kesayangannya akan disita pasti namja remaja itu berhasil dibuat tidak berkutik oleh semua hyungnya. Apalagi hyungnya yang ini adalah hyung yang sama sekali tidak bisa dibantah olehnya. Sang hyung menatap sang namja remaja dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
- Hyung sudah membacanya hingga akhir Kyu dan akhirnya hyung tahu siapakah pemeran utama dari buku ini. Bukan hanya dongsaeng yang melindungi, tapi sang hyung juga melindunginya meski dengan sakit. Maka dari itu hyung akan melindungi dirimu.
Terlihat sebuah buku yang berjudul "Save Brothers" berada di dalam sebuah genggaman seorang namja yang terus memperhatikan namja lain yang sepertinya sudah dapat lagi menjalankan nafasnya secara normal. Karena namja ini sudah merasa lega dan jadwalnya hanya sampai sekarang, akhirnya namja ini meninggalkan lokasi pemotretan tersebut.
Ketika lima menit lagi namja yang berstatus sebagai magnae Super Junior tersebut mulai kembali mempersiapkan diri untuk sesi pemotretan selanjutnya. Tiba-tiba saja diriinya melihat sebuah buku yang terasa familiar baginya. Diraihnya dengan cepat buku tersebut oleh Kyuhyun. Buku ini benar-benar buku yang dulu sering dirinya baca bersama hyung yang sangat dirindukannya.
Kyuhyun membuka buku tersebut dari halaman terawalnya. Benar saja semua yang ada pada buku ini benar-benar persis seperti buku yang sempat dirinya tidak meneruskan baca dahulu. Setahu Kyuhyun tidak ada orang lain selain dirinya dan hyung esnya tersebut yang suka atau tahu mengenai buku ini. Apakah seseorang ada yang sengaja meninggalkannya begitu saja? Atau mungkin...
"Apakah kau sudah membacanya hingga akhir hyung?" Tanya Kyuhyun berbicara sendiri entah pada siapa.
Sesi pemotretan kedua akan kembali digelar. Kyuhyun menyimpan buku tersebut terlebih dahulu ke dalam tasnya dengan rapih. Menghirup nafasnya dalam-dalam Kyuhyun mulai kembali dengan sesi pemotretannya. Dirinya berusaha memfokuskan diri agar tidak terjadi banyak kesalahan seperti tadi.
Syukurlah konsentrasi Kyuhyun memang sudah kembali pada kali ini. Jadi dia tidak perlu mengulangi lagi pose-pose seperti saat sesi pemotretan pertama tadi. Hanya sekitar satu jam acara pemotretan inipun selesai. Kyuhyun memberikan senyumannya kepada semua crew yang ada.
Tapi salah satu crew yang tadi memarahinya masih ada di setting pemotretan. Dirinya tidak menyadari bahwa lampu yang ada diatas sana mulai merenggang kabelnya seperti akan jatuh dan terputus. Saat akan mengangkat lampu penerang, lampu diatasnya tersebut mulai terjatuh dan akan mengenai dirinya. Sebuah suara bantingan keras benar-benar terdengar oleh semua orang yang ada di lokasi.
Semua yang mendengar langsung berlari kesana melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sementara itu crew tadi sama sekali tidak merasakan apa-apa, dirinya seolah-olah dilindungi oleh sesuatu. Benar saja Kyuhyunlah yang berhasil melindunginya. Orang yang tadi dirinya sukses maki-maki. Crew ini segera tersadar dan kemudian mencoba membangunkan Kyuhyun yang terlihat pingsan. Betapa terkejutnya lagi dirinya, telapak tangan Kyuhyun terluka cukup dalam terkena serpihan kaca. Kyuhyun akhirnya mendapatkan kesadarannya.
Melihat Kyuhyun sadar sang crew langsung meminta maaf. "Mianhae...gara-gara aku anda terluka."
"Gwenchana... kau tidak apa-apa?" Kyuhyun memberikan senyumannya.
"Aniyo...andalah yang terluka Kyuhyun-ssi. Kajja kita ke rumah sakit." Ajak sang crew.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Aniyo... aku tidak ingin membuat semua hyungdeulku khawatir. Terutama Teukie hyung."
"Tapi jika dibiarkan mungkin lukamu bisa lebih parah." Sesal sang crew.
Kyuhyun kembali memberikan senyumannya. "Tidak apa-apa diperban seperti ini pun sudah cukup."
Sang crew memelankan suaranya. "Kenapa anda menolongku? Padahal tadi aku sudah jahat pada anda."
"Semua orang itu tidak ada yang jahat. Kau baik kok sudah mengingatkanku tentang apa salahku. Lagipula aku akan senang untuk menolong orang. Tidak ada salahnya bukan?" Sungguh senyum Kyuhyun ini memberikan ketenangan.
"Gomapseumnida Kyuhyun-ssi... jeongmal gomapseumnida." Sang crew berkali-kali membungkukkan badannya tanda terima kasih.
Kyuhyun menggeleng. "Aniyo... berterima kasihlah pada Tuhan, karena atas izinnya lah kau masih bisa dibiarkan tetap hidup."
Crew ini meneteskan air matanya. "Ne..."
Kyuhyun pulang dengan menahan rasa sakit yang berasal dari telapak tangannya yang terluka tadi. Meski dia berpura-pura tidak apa-apa tadi tetap saja sakit yang diakibatkan lukanya tersebut memang sangat menyakitkan. Ditambah lagi hasil dari luka tersebut memberika pengaruh kepada jalannya mengambil nafas. Hemothorax yang dideritanya langsung merespon dengan luka cukup parah dari telapak tangannya.
Beberapa menit diperjalanan akhirnya Kyuhyun tiba di dorm Super Junior. Rasanya ingin sekarang juga Kyuhyun membantingkan dirinya di atas kasur dan mencoba memejamkan matanya. Berusaha untuk sedikit meredakan rasa sakit yang bertambah luar biasa dirinya rasakan ini.
Namun baru saja dia membuka pintu dorm, wajah Leeteuk lah yang langsung terpampang dihadapannya. Tatapan Leeteuk kepadanya sama sekali tidak berubah. Dia tetap kukuh rupanya dengan tatapan dingin itu. Kyuhyun mencoba menahan rasa perihnya dan kemudian memberikan senyuman cerianya kepada sang hyung.
"Dimana hyungdeul yang lain?" Tanya Kyuhyun.
Leeteuk menjawab singkat. "Membantu Sungmin, Eunhyuk, Shindong dan Donghae membereskan barangnya untuk besok."
"Lalu hyung sendiri sedang apa?" Tanya kembali Kyuhyun.
"Oh... kebetulan kau datang, tolong bereskan semua cucian piring ini." Leeteuk tidak menghirauka kelelahan yang sedang Kyuhyun derita sekarang.
Kyuhyun bertanya takut-takut. "A...anu.. apa ada makanan untukku?"
"Mian aku lupa tidak menyisakannya. Aku kira kau makan disana. Kenapa tidak beli saja memang?" Leeteuk menjawab dengan sakartis.
"Oooh... tadinya aku rasa makan bersama lebih baik." Jawab Kyuhyun memaksakan senyumnya.
Leeteuk menatap Kyuhyun sinis. "Salah sendiri jika begitu."
"Baiklah jika sudah beres aku boleh bergabung dengan yang lain?" Tanya Kyuhyun kembali.
"Oh mian bisakah kau membereskan kamarku saja setelahnya nanti?" Pertanyaan yang menandakan perintah.
"Arrasseo..." Sahut Kyuhyun tanpa bisa menolak.
Dengan perasaan sedih dan enggan Kyuhyun menuruti apa yang diperintahkan oleh Leeteuk padanya. Bahkan tanpa mengganti baju dan makan siang dulu Kyuhyun harus mengerjakan semua perintah yang diberikan Leeteuk kepadanya. Leeteuk menyadari terjadi sesuatu dengan telapak tangan kanan milik Kyuhyun. Kenapa sampai bisa diperban? Apakah hal itu akan berpengaruh pada penyakitnya nanti?
Saat tengah memikirkan hal tersebut, handphone miliknya berdering. Crew dari tempat pemotretan tadi? Rupanya crew itu diperintah oleh Leeteuk untuk membuat Kyuhyun dimarahi dan untuk membuat Kyuhyun lebih kelelahan dibandingkan dengan model lainnya yang ada disana tadi. Leeteuk segera menuju ke dapur dan mengangkat telepon tersebut.
"Yobeseyoe..." Sapa Leeteuk.
Orang diseberang sana kemudian bertanya. "Apakah Kyuhyun sudah tiba di dorm?"
"Ne... baru saja.." Sahut Leeteuk singkat.
"Aku menyesal dengan perbuatanku tadi Teukie." Sesal orang di seberang sana.
Leeteuk mengernyit bingung. "Kenapa memangnya?"
"Kau tau Teukie kau akan menjadi orang terjahat di dunia jika kau tetap bersikap seperti itu kepadanya. Anak itu berhasil menyelamatkanku dari maut. Jika Kyuhyun tidak menolongku mungkin aku sudah tidak bernyawa sekarang. Tapi akibatnya telapak tangan Kyuhyun terluka parah." Jelas orang di seberang sana panjang lebar.
"..." Leeteuk tercekat mendengarnya.
Kembali orang diseberang sana memberikan pesannya. "Nanti tolong obati lukanya ne..."
Tanpa menjawab terlebih dahulu dari orang di seberang sana Leeteuk menutup sambungan teleponnya begitu saja. Terbuat dari apakah hati magnae-nya ini? Kenapa Leeteuk seakan menjadi seorang paling jahat di dunia karena telah melukai perasaan seseorang seperti Kyuhyun. Persis dengan apa yang dikatakan orang tadi.
Leeteuk menghampiri sosok magnae yang kini tengah tersenyum mengerjakan apa yang diperintahkan oleh dirinya tadi. Namun sesekali magnae-nya itu meringis mencoba menahan rasa sakit yang ditimbulkan oleh luka telapak tangannya. Dan juga sedikit meremas dadanya yang sepertinya mulai terasa sesak. Air mata seorang Park Jungsoo mengalir tanpa keinginannya begitu saja.
"Bagaimana hyung bisa membuatmu pergi dan menyembuhkan diri jika sikapmu benar-benar seperti malaikat yang dilahirkan ke dunia Kyunnie?"
Berlalu lah Leeteuk. Saat ini dia ingin sendiri tanpa ada siapapun yang mengganggu. Sementara itu Kyuhyun tadi nampak melihat sosok bayangan hyung tertuanya tadi. Bahkan meski tanpa ikatan persaudaraan kandung, Kyuhyun merasa bahwa hyung malaikatnya itu sedang menangis dan meneteskan air matanya begitu banyak.
"Uljimayo hyungieee..."
13 April 2015
Hari ini adalah hari dimana keempat member Super Junior akan melaksanakan wajib militernya. Hampir semua member Super Junior berkumpul dan akan mengantarkan kepergian mereka berempat menuju camp militer. Tapi magnae mereka sama sekali tidak terlihat berada disana.
"Dimana Kyuhyunnie?" Tanya Donghae.
Leeteuk memberikan jawaban. "Kyuhyun sedang ada jadwal."
"Apakah hyung lagi yang mengatur jadwal Kyunnie?" Tanya Siwon sedikit emosi.
Heechul merasa aneh. "Apa yang Siwonnie maksud Jungsoo?"
"Tidak... bukankah jadwal kadang bisa mendadak?" Jawab Leeteuk enteng.
Yesung mengernyit aneh. "Tapi kenapa hanya Kyuhyun yang dapat?"
"Mungkin saja Hyun-ah memang sedang sangat diminati." Perkiraan Kangin.
Si bunny Min membuka suara. "Tapi ini kurasa bukan begitu hyung."
"Benar juga jika dipikir-pikir banyak kan artis muda yang sedang naik daun." Tanggap Eunhyuk.
Ryeowook menunduk sedih. "Kyuhyunnie juga terlihat pucat dua hari ini."
"Bahkan aku jarang melihatnya makan." Tambah Shindong.
Leeteuk mengalihkan pembicaraan. "Cepatlah nanti kalian terlambat."
Sementara itu Kyuhyun sedang berada di sebuah cafe. Leeteuk mengatakan bahwa dirinya harus menggantikan Leeteuk menyanyi disini karena Leeteuk sedang berhalangan. Cafe? Ini bahkan hanya konser hiburan biasa di cafe milik Leeteuk sendiri. Hari ini bahkan Kyuhyun tidak bisa mengantar keempat hyung-nya. Bagaimana jika nanti dirinya memang tidak dapat lagi melihat wajah hyung-hyung-nya kembali.
Kyuhyun kemudian mulai menyanyikan satu per satu lagu yang memang telah Leeteuk siapkan daftarnya. Sungguh tidak menyangka bahwa Kyuhyun sekarang mengisi acara pertunangan seorang pelanggan cafe sehingga bisa dipastikan dirinya akan melaksanakan jadwalnua ini dari pagi hingga malam.
Saat menuju siang para tamu mulai banyak yang berdarangan. Dengan susah payah Kyuhyun mencoba bertahan untuk tetap bisa menghibur semua tamu yang ada. Karena seperti biasa penyakit Kyuhyun kembali mulai terasa. Entahlah akhir-akhir ini intesitas sakit yang menderanya semakin bertambah dan sering terasa.
Hingga kini di sore hari Kyuhyun sudah mencapai pada batasnya. Pandangannya mengabur seketika, bahkan dirinya seakan merasa sudah tidak dapat bernafas lagi. Kyuhyun limbung namun beruntung seorang namja yang berstatus sebagai dokter muda menahan laju jatuh dari Kyuhyun. Namja ini terkejut melihat wajah Kyuhyun yang begitu pucat.
-SKIP-
Di dorm Super Junior terlihat seperti sedang terjadi bersitegang. Hal ini dapat dilihat dari ekspresi semua member yang tersisa disana. Rupanya setelah mengantar keempat member ke camp militer masalah mengenai pertanyaan pagi mereka tadi masih belum juga selesai. Hingga berlarut sekarang.
"Teukie hyung... apa ucapanmu waktu ToD itu memang benar-benar nyata?" Tanya Siwon.
Heechul menambahkan. "Membuat seseorang meninggalkan Super Junior?"
Leeteuk mengelak. "Itu hanya permainan kenapa kalian menganggapnya serius?"
"Sikapmu terhadap Kyunnie hyung!" Tegas Siwon.
"Aku hanya memerintahkan apa yang seharusnya magnae lakukan." Sahut Leeteuk.
Siwon mendecih. "Apa dengan memperkakukannya seperti pembantu dan sebuah robot?!"
Kangin menengahi. "Choi Siwon jaga sikapmu!"
"Aku yakin hyung-pun akan seperti ini jika kau tau maksud dari hyungnim terhormat ini!" Balas Siwon.
Ryeowook hanya bisa menunduk takut dengan apa yang terjadi.
"Teukie hyung, aku juga merasa sikapmu berbeda sekarang kepada Kyuhyun." Yesung membuka suara.
Heechul menambahkan. "Kau tidak membenci magnae kan? Atau ada masalah dengannya?"
"Bisakah kalian diam?! Aku begini ada alasannya." Leeteuk mulai terbawa emosi.
Yesung mencoba tenang. "Jika begitu tolong beritahu kami."
"..." Namun Leeteuk seakan tak mampu mengatakn.
"Cihh... dia memang pengecut." Siwon mendecih.
.
.
.
.
"DIMANA PARK JUNGSOO?!"
Sebuah teriakkan terdengar begitu jelas di seluruh penjuru dorm. Terlihat seorang namja dengan bergegas menghampiri mereka semua dengan langkah penuh amarah. Ketika telah menemukan Leeteuk orang yang dirinya cari, dengan segera dia melayangkan pukulannya ke pipi Leeteuk sebanyak dua kali.
Semua orang yang ada disana terperangah menyaksikan kejadian tersebut. Namun Yesung yang sadar segera melepaskan cengkeraman dari namja tersebut terhadap Leeteuk. Namja itu mencoba melepaskan diri dari kekeangan Yesung, namun percuma karena Yesung dibantu oleh Kangin untuk menahan pergerakkannya.
Leeteuk mencoba berdiri. Dia mengelap sisa-sisa darah yamg terlihat sedikit mengalir dari kedua bibirnya. Kemudian dia menatap namja tersebut dengan tajam. Dirinya tidak terima dengan perlakuan namja ini. Ditambah lagi umur mereka berbeda jauh. Berani-beraninya namja ini melakukan tindakan anarkis seperti itu begitu saja.
"Apa yang kau lakukan pabbo?!" Teriak Leeteuk tidak terima.
Namja itu mendecih. "Cih kau bertanya... seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu."
"Apa maksudmu?" Tanya Leeteuk bingung.
"Apa...apa yang sebenarnya kau lakukan pada Kyuhyun hahh?!" Namja itu berhasil melepaskan dirimu.
"Bukan urusanmu..." Sinis Leeteuk.
Namja itu mendecih. "Jelas-jelas urusanku... karena dia dalam penangananku!"
"Apa yang kau katakan?" Leeteuk sedikit was-was.
Namja itu tersenyum perih. "Kyuhyun sekarat..."
Leeteuk membelalakkan matanya. "Apa... apa... tidak... tidak...dia ..."
"Apa masih kurang jelas di telinga kalian semua?"
"..." Tak ada sahutan
"KYUHYUN SEKARAT!" Teriak namja itu frustasi.
Semua orang yang ada disana langsung merasakan kelemasan di seluruh tulang mereka. Bahkan kebanyakan dari mereka tidak mengerti kenapa ada seorang namja yang datang memukul hyung tertua mereka dan mengatakan dongsaeng terkecil mereka sedang berada diantara jurang hidup dan mati.
Hanya Leeteuk yang kemudian mengeluarkan air matanya dengan deras dan terisak begitu dalam. Keadaannya bahkan sudah tidak dapat dideskripsikan kembali. Sementara namja tadi kemudian berlalu.
"Aku tunggu kedatanganmu Jungsoo-ssi. Kau harus bertanggung jawab. Karena dalam 48 jam Kyuhyun tidak juga membuka matanya...
.
.
.
.
.
.
- maka kematianlah yang menantinya."
To Be Continue...
Jeongmal gomawoyo yah sekali lagi buat semua yang udah selalu review dan terus baca kelanjutan dari FF aneh ini ^^ juga buat semua reader baik yang aktif maupun yang gk aktif atau siders hehehe
Kyuli [ch7] : ini dah lnjut ^^
Mmz [ch7] : iyah sih mereka jahat banget hahahahah :D
Hulan [ch7] : yang ada di pikiran author adalah membuat si Kyu mnderita wkwkkwkw
Raein [ch7] : jeongmalyo? Waaahhhh makasih bnget udah mau menangisi FF ini hahahha…. Iyah ntar appanya sendiri klo kek gtu
Hyun [ch7] : penyesalan kan sllu ada diakhir hahahah :D
Septi [ch7] : entahlah hahaha bkin metong jangan yeth
Phn [ch7] : nde jadi dia pngen kyu kluar spaya kyu bisa ngbatin pnyakitnya
Delisa [ch7] : uuh uljimayo^^
Awaelf [ch7] : teuk gtuh jga pnya alesan tersendiri, haha ini udah dilanjut
Desvi [ch7] : abis si Kyu enak buat dibikin menderita sih ahahahah
Hyunie [ch7] : iyah jahat banget sih teuk :D
Ilmah [ch7] : huwaaaa gomawoooooo panjang banget reviewnya hehehheheh, si Kyu tiba2 berubah jadi malaikat kekakakkek~
Chair [ch7] : emang bner yeth si Kyu yang bakal metong :v
Liesti [ch7] : iyah mereka semua emang wamil saeng
Dewi [ch7] : ini udah lanjut
Lydia [ch7] : wuaaaah gmna tnggung jawabnya hahahaha kmana aja kamu baru baca skarang eoh
Manda [ch7] : kyu kan anak yang kuat heheheheh
Angel [ch7] : ne~~~~
Jiah [ch7] : jeongmal? Gomawo ne~
Nana [ch7] : sama-sama chingu^^
Nhae [ch7] : tebakan kamu sertus persen bner^^
Emon [ch7] : tapi kyuhyun juga kan gamau bikin mereka sedih
Ilmah [ch7] : hahahaha iyah mian chingu udah pakein kosa kata itu, uuh bnyak banyak terima kasih deh buat kamu. Dialog antar member mungkin di chapter2 berikutnya akan lebih banyak lagi. Teuk ngelakuin itu karena dia udah bingung lagi mau ambil langkah apa
Hanna [allch] : wuaaah chingu kamu rjin bnget ngasih reviewnya, jeongmal gomawo. Jangan bosen sama FF ini nde
Dinda [ch7] : wihhhhh udah terllu ketuaan dong kekekekek~
Spark [ch2,3] : nde chingu sulit banget tuh ngilangin si TYPO hahahah. Terus lanjutin baca neee~
BIG THANK'S FOR ;
Sparkyubum, delishaELF, kyuli 99, mpiwkim3022, phn19, , vicya merry, chairun, meimeimayra, yohey57, zhee614, , fitripratyy, Desviana407, KLiieff19
bintang15, bintang15, bright16, Emon204, Cloud the First Tsurugi, cronos01
R
E
V
I
E
W
