Title : Thank's God
Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.
Lenght : Chaptered
Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.
Summary : Semuanya terlambat bahkan sangat terlambat. / "Untuk apa kau kembali saat ini Kim Kibum?" / "Bubarkan saja Super Junior!" / "Dimanapun kita berada, sejauh apapun kita terpisah. Maka pejamkan mata tundukkan kepala rasakan kehadiran kita satu sama lain. / Kini mereka semua seolah tak mengenali satu sama lain.
WARNING : FF ANEH, JELEK YANG PERNAH ADA :'v WKWKKWKW, TYPO EKSIS KARENA INI ADALAH FF LANGSUNG TANPA PENGEDITAN. TIDAK SUKA DENGAN CERITA SAYA SILAHKAN PERGI! :D
Jeongmal gomapseumnida buat kalian semua yang selalu setia membaca dan memberikan review kalian kepada FF ini. Heheheheh jangan pernah bosen arrasseo?
DON'T COPAS TANPA IZIN
DON'T BE SILENT READER
DON'T LIKE DON'T READ
KEEP REVIEW
LET'S ENJOYED
Preview
'Yobeseyo.' Sapa seseorang di seberang sana.
Tuan Cho tercekat mendengar suaranya. "Kau..."
'Sudah lama ahjussi. Entahlah hari ini aku ingin meneleponmu.' Jelas orang di seberang sana dengan canggung.
Tuan Cho tersenyum perih. "Jika begitu ini memang saat yang tepat."
'Maksud anda?' Orang tersebut bingung mendengar ucapan Tuan Cho.
Tuan Cho menghirup nafasnya secara dalam. "Kyuhyun..."
'Ya mengapa?' Orang itu mulai menggunakan nada serius.
Tuan Cho akhirnya berucap. "Putraku Kyuhyun sedang dalam ambang hidup dan mati. Dia sekarat."
'Tut...tut...tut...tut...'
Sambungan telepon itu langsung terputus seketika. Seorang namja yang berstatus sebagai aktor kini tidak percaya dengan apa yang tadi di dengarnya. Benda kecil kotak itu jatuh seketika dari genggamannya. Telinganya tidak tuli kan? Orang tadi mengatakan mengenai sekarat? Apa...apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa disaat dia ingin memperbaiki segalanya semuanya terjadi? Namja itu dengan cepat pergi meninggalkan apartemenennya menuju tempat yang sudah sangat sering dia kunjungi.
.
.
.
.
.
-Mengapa kau menutup teleponmu Kibummie?
.
.
.
.
.
Seorang namja dengan terburu-buru untuk pergi menuju mobilnya, tanpa memperdulikan handphone miliknya yang sudah hancur berantakan. Setelah menemukan mobilnya dengan cepat namja tersebut masuk ke dalamnya dan segera mengendarai mobil tersebut. Tidak tanggung-tanggung namja tersebut menggunakan kecepatan yang sangat tinggi untuk mengendarai mobilnya. Bahkan keluhan dari para pengemudi lain tidak dirinya hiraukan, baginya yang terpenting saat ini adalah segera menemui seseorang yang sangat berharga baginya.
Percakapan dengan namja paruh baya tadi terus terngiang di dalam benaknya. Perlahan-lahan air mata dari namja tersebut sudah menetes tanpa bisa ditahan oleh sang namja. Setelah beberapa menit akhirnya namja tersebut tiba di tempat yang sudah dari tadi menjadi objek tujuannya setelah mendengar kalimat terakhir dari sang namja paruh baya.
Namja tersebut segera turun dari mobilnya dan berlari bergegas memasuki area tempat tersebut atau mungkin bisa disebut sebagai rumah sakit. Pikiran namja tersebut sudah entah berada dimana, baginya adalah segera menemukan orang itu yang terpenting. Setelah tiba di depan administrasi dengan cepat namja tersebut menanyakan keberadaan orang yang dicarinya.
Namja tersebut bertanya dengan nafas yang terengah. "Cho Kyuhyun... pasien bernama Cho Kyuhyun?"
"Tunggu sebentar, kami akan mencari dulu." Jawab seorang ganhonsa.
Namja tersebut terlihat sangat terburu. "Jebal katakan dimana Cho Kyuhyun?"
"Pasien Cho Kyuhyun saat ini berada di ruang ICU di lantai tiga rumah sakit." Jelas sang ganhonsa."
Namja tersebut segera bergegas. "Gomawo."
Namja tersebut segera melesat menuju ruangan yang telah diberitahukan oleh ganhonsa tadi. Jantung namja tersebut terasa berdetak lebih cepat dari biasanya. Semuanya...semua yang di dengarnya saat ini benar-benar sangat nyata dan menyakitkan. Tapi namja tersebut juga berharap apa yang dilihatnya nanti akan berbeda dengan yang didengarnya tadi.
'TING' Lift itu berhenti menandakan bahwa namja tersebut sudah tiba di tempat tujuannya. Entah mengapa setelah tiba langkah namja tersebut terasa sangat berat. Dia seakan takut untuk melangkah melewati lift. Namun tanpa keinginannya kaki namja tersebut mulai melangkah sedikit demi sedikit.
Sebuah pintu besar dihadapannya dengan perasaan berat namja tersebut mulai membuka. Air mata namja tersebut mengalir dengan begitu deras tanpa bisa dirinya cegah. Pemandangan yang ada dihadapannya benar-benar membuat suatu perasaan menyakitkan yang luar biasa. Namja tersebut meremas dadanya sendiri yang terasa begitu sakit. Bukan...bukan karena dirinya menderita penyakit kronis tapi rasa sakit dengan segala yang didapatkannya kini.
Perlahan-lahan tubuh namja tersebut merosot ke bawah. Bagaikan tak ada tulang yang dapat menyangga tubuhnya agar tetap berdiri. Jika ini hanya mimpi yang dialaminya mengapa perasaan sakit yang dirasakannya begitu terasa nyata. Isakannya kini mulai terdengar ke luar dari ruangan tersebut.
Di dalam sana terlihat seorang namja paruh baya sedang menggenggam tangan seorang namja. Perasaannya menjadi lebih sakit menyaksikan semuanya. Hingga seorang namja lain yang berstatus sebagai salah satu uisa disana menginterupsinya.
Namja uisa itu tertegun melihat namja tersebut. "Kau..."
"Kimbum uisanim." Sahut namja tersebut singkat.
Kimbum uisa tersebut memandangnya tidak suka. "Sedang apa kau disini?"
"Aku hanya..." Perkataan namja tersebut terpotong.
Kimbum mengepalkan tangannya. "Jika kau datang hanya untuk menyakitinya sebaiknya pergi!"
"Aniyo aku tidak akan pergi." Namja tersebut tidak menerima pengusiran yang diberikan oleh Kimbum.
"Aku bilang pergi." Kalimat Kimbum terdengar lebih tegas dari sebelumnya.
Namja tersebut menatap penuh harap. "Jebal Kimbum uisanim aku ingin menemaninya."
Kimbum mendecih. "Cih.. menemaninya untuk apa? Untuk mengejeknya? Untuk mentertawakannya? Atau untuk kembali menyakitinya?"
"Ani...animnida uisa! Aku benar-benar ingin berubah untuk dongsaeng-ku." Ucap namja tersebut dengan lemah.
Kimbum menggelengkan kepalanya. "Dongsaeng? Sejak kapan kau menganggapnya begitu? Bukankah bagimu anak itu bukanlah dongsaeng-mu lagi?"
"Jebalyo Kimbum uisanim. Aku berjanji akan berubah lebih baik untuknya. Aku sudah bisa menerima kenyataan ini." Namja tersebut masih tetap memohon.
"Percuma..." Kimbum berucap dingin.
Namja tersebut terheran. "Percuma apa maksudmu?"
"Anak itu tidak akan bertahan lama lagi." Sahut Kimbum.
Namja tersebut mulai kembali meneteskan air matanya. "B..b..bohong..."
"Percuma. Dan sebaiknya kau pulanglah ke kehidupanmu Kim Kibum..." Kimbum berlalu melewati Kibum begitu saja.
Dengan langkah yang berat Kibum meninggalkan ruangan tersebut atas pengusiran Kimbum. Dirinya tahu diri bahwa dia sudah tidak pantas untuk menemui sang dongsaeng yang dulu sempat dibuang olehnya begitu saja. Berlalulah seorang Kim Kibum dengan langkahnya yang gontai.
Sementara itu saat hendak Kimbum memasukki ruangan Kyuhyun, seorang namja paruh baya baru saja membukakannya pintu. Namja paruh baya itu mengisyaratkan agar Kimbum jangan dulu masuk ke dalam ruangan putranya. Kimbum agak terheran dengan apa yang dilakukan namja paruh baya itu. Tidak tahukah dirinya bahwa namja paruh baya itu menyaksikan apa yang terjadi antara dirinya dan Kibum tadi. Dengan penuh senyuman namja paruh baya itu 'Tuan Cho' memulai percakapannya.
"Wae?" Tuan Cho memulai pertanyaannya.
Kimbum mengkerutkan keningnya heran. "Tuan, apa maksudnya?"
"Bukankah tadi itu Kibum?" Tuan Cho malah memberikannya pertanyaan lagi.
Kimbum semakin tidak mengerti. "Nd...nde..."
Tuan Cho menatap Kimbum. "Dia hyung kesayangannya Kyuhyunnie."
"Ne aku tahu." Kimbum menyahut.
Tuan Cho menghirup nafasnya dalam. "Kyuhyunnie pasti akan sangat senang jika hyung yang disayanginya itu datang hanya untuk sekedar menjenguknya. Sangat susah membuat seorang manusia es sepertinya untuk datang kemari."
Kimbum menatap Tuan Cho dengan pandangan tidak mengerti. "Tuan...sebenarnya apa maksud anda?"
"Lalu mengapa kau mengusirnya?" Kembali Tuan Cho malah memberikannya pertanyaan.
"Anda tahu Tuan. Aku tidak ingin dengan kehadirannya malah membuat Kyuhyunnie semakin menderita dan sakit. Orang itu telah membuat Kyuhyun seperti ini. Bahkan secara pribadi aku tahu kelakuan seperti apa yang telah diberikannya kepada Kyuhyunnie." Jelas Kimbum yang kemudian tersenyum sendu.
Tuan Cho mengangguk paham. "Aku tahu dan aku paham. Tapi kau tahu Kyuhyun lah yang merasa telah membuat Kibum tersakiti, karena telah membohonginya bukan dirinya yang tersakiti karena Kibum."
Kimbum menundukkan kepalanya. "Tapi Tuan..."
"Kyuhyunnie saat ini kesepian. Tidak ada satupun hyungdeul yang menemaninya, padahal perjuangannya untuk diakui oleh hyungdeul-nya yang lain sangatlah berat. Tapi karena kau larang Kyuhyunnie kesepian." Tuan Cho menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kimbum menatap Tuan Cho dengan berkaca-kaca. "Itu juga karena..."
"Karena kau menyayangi Kyuhyunnie begitu dalam. Aku tahu itu. Tapi aku mohon Kimbum-ssi, ah ani Kimbum-ah biarkanlah Kyuhyun bersama mereka di sisa hidupnya." Entah mengapa air mata Tuan Cho menetes begitu saja.
Kimbum menundukkan kepalanya. "Mianhae..."
Tuan Cho mengelus pundak Kimbum. "Gwenchana. Aku mengerti."
"Mianhamnida..." Kembali Kimbum meminta maaf dengan derai air matanya yang mengalir.
-SKIP-
Di sisi lain seorang Kim Kibum kini sedang merenung di atap aparteman miliknya. Dirinya melihat hamparan sungai yang terpatri dengan indah dihadapannya. Meski begitu perasaan sakit mendalam yang dialaminya tetap juga belum bisa hilang dengan semua yang ada. Hari ini adalah hari yang begitu panjang dirinya alami.
"Wangimu seperti appa hyung. Aku suka."
"Kau memang pintar hyung...saking pintarnya kau mengejar impianmu yang tidak pasti ke Korea."
"Dasar hyung evil."
"Aku hanya tidak ingin membuat kalian sakit."
"Mianhaeyo hyung jeongmal mianhae."
"Kibum hyung."
Sekelebat memori-memori masa lalu yang Kibum alami bersamanya mulai bermunculan begitu saja. Rasa sakit tersebut kini mulai bertambah. Kibum merasakan dadanya kini begitu sesak. Kembali buliran bening mulai mengaliri pipinya yang mulus seputih salju. Dalam hidupnya ini adalah pertama kali seorang Kim Kibum menjadi seorang yang begitu cengeng.
Padahal baru saja saat ini dirinya ingin berubah menjadi seorang hyung yang sangat baik untuknya. Tapi semua sudah menjadi percuma. Seperti yang dikatakan oleh Kimbum padanya tadi, bahwa jika dirinya melakukan sekarang semuanya sudah sangat percuma. Semuanya terlambat bahkan sangat terlambat. Tak ada hal yang bisa dirinya lakukan selain mengikuti apa yang diinginkan oleh Tuhan.
14 April 2015
Camp Militer, South Korea
Seorang namja terlihat tengah meremas salah satu surat kabar yang memberitakan mengenai Super Junior. Namja ini sudah menyangka sebelumnya bahwa apa yang diprediksikannya benar akan terjadi. Apa semua ini hanya langkah Entertainment mereka untuk lebih melejitkan namanya? Namun namja ini merasa bahwa semua ini tidak ada sangkut pautnya dengan hal tersebut.
Hari ini namja ini bersama tiga rekannya yang lain sudah meminta izin kepada atasan mereka masing-masing untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga kedua mereka. Setelah menunggu, akhirnya tiga rekannya itu datang atau mungkin lebih tepatnya hyung dan dua dongsaeng-nya di Super Junior.
"Minnie hyung!" Sapa Donghae dan Eunhyuk berbarengan.
Sungmin namja tadi menunjukkan surat itu pada mereka. "Kalian sudah tahu ini?"
"Ne. Bahkan teman-temanku di camp selalu membicarakannya." Donghae menundukkan kepalanya.
Eunhyuk menunduk sedih. "Mengapa semua ini harus terjadi hyung?"
"Ah sudahlah Kyuhyun kita anak yang kuat bukan?" Shindong mencoba menghibur mereka semua.
Sungmin tersenyum pahit. "Aku harap apa yang hyung katakan benar adanya."
Donghae menatap Sungmin heran. "Sungmin hyung kau..."
Eunhyuk menahan Donghae. "Aku rasa kita harus membiarkan dulu Sungmin hyung."
"Minnie apa kau sangat sakit saat ini?" Tanya Shindong pelan sembari memandang punggung Sungmin yang mulai berlalu.
-SKIP-
Super Junior Dorm
Sungmin, Eunhyuk, Donghae, dan Shindong sudah tiba di dorm mereka. Namun saat hendak mereka melangkah masuk kedatangan seorang namja yang sangat dikenali mereka membuat mereka membulatkan kedua matanya terkaget. Namja itu adalah namja yang sudah sangat lama meninggalkan mereka semua. Bukannya melangkah untuk masuk mereka malah terdiam untuk menyaksikan apa yang akan terjadi di dalam sana.
Ryeowook yang mendengar seseorang berteriak permisi langsung melihat siapa orang yang berteriak tersebut. Kedua bola mata Ryeowook membulat sempurna yang sedetik kemudian mulai berkaca-kaca menyaksikan namja yang telah lama meninggalkan mereka kini kembali lagi ke dalam dorm Super Junior.
Ryeowook ternganga. "Ki...Kibum..."
"Annyeong Wookie hyung." Sapa Kibum dengan sopan.
Ryeowook mempersilahkan Kibum untuk masuk. "Ma...ma...suk...lah."
"Gomawo hyung." Dengan tersenyum Kibum melangkah masuk.
Ryeowook berpamitan sebentar. "Hyung buatkan dulu minum, tunggulah."
Kibum mengangguk. "Arrasseo."
Sepeninggal Ryeowook Kibum memandang sekeliling ruangan dorm ini. Dorm ini masih terlihat cukup sama di matanya saat dirinya memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka semua. Hanya beberapa saja dari dorm ini yang terlihat berubah. Dulu dorm ini sangat ramai tapi sekarang rasanya begitu sepi.
Mendengar suara langkah kaki, Kibum memberdirikan tubuhnya. Namun ternyata bukanlah Ryeowook yang datang tapi itu adalah hyungdeul-nya yang lain yang tersisa karena empat di antara mereka sedang melaksanakan wajib militer. Berbagai tatapan dirinya dapatkan. Tapi tersirat tatapan kecewalah yang mereka berikan kebanyakan untuknya. Kibum memberanikan diri untuk menemui mereka lebih dekat lagi. Tapi...
'PLAK' Suara tamparan terdengar begitu nyaring, dimana pelakunya adalah Heechul.
Kibum tersenyum getir. "Aku memang pantas mendapatkannya."
"Untuk apa kau kembali saat ini Kim Kibum?" Heechul bertanya dengan begitu dingin.
Kibum mengangkat kepalanya, menatap penuh harap. "Aku ingin memperbaiki..."
Kangin mendecih mendengarnya. "Cih... memperbaiki apa maksudmu? Semua sudah tidak bisa diperbaiki lagi."
Siwon melangkah mendekati Kibum dan bertanya dengan tajam. "Sejak kapan kau tahu semua ini? Apakah sejak kau memutuskan untuk meninggalkan kami dan menyebut kami sampah?!"
"Ne sejak saat itu." Sahut Kibum dengan menundukkan kepalanya.
Kangin hendak ingin memukul Kibum. "Kau benar-benar..."
"Andwae Kangin-ah. Itu tidak akan menyelesaikan masalah." Yesung menghentikan aksi Kangin.
Heechul menatap Kibum dengan dingin. "Dulu memang kami sampah, tapi sekarang kau dan Jungsoo lebih dari sekedar sampah."
Ryeowook yang baru datang menatap Kibum dengan air matanya. "Mengapa Kibummie? Mengapa kau menyembunyikannya dari kami? Asal kau tahu Kyuhyunnie menderita karena itu sendiri hampir lebih dari 8 tahun."
Kibum berlutut dihadapan mereka. "Aku salah, aku sangatlah salah mianhaeyo hyungdeul. Kalian boleh menghukumku apa saja."
"Jika begitu jangan pernah temui Kyuhyun." Heechul berkata dengan ketus.
Kibum menatap tidak percaya. "Hyung... aku...aku tidak bisa..."
"Bukannya tadi kau bilang..." Perkataan Heechul terputus.
"Tak ada hukuman apa-apa." Leeteuk akhirnya mengeluarkan suaranya
Heechul menatap Leeteuk tidak suka. "Jangan karena kau juga ikut berbohong kau membelanya?!"
Perdebatan itu terus berlanjut sampai seseorang menginterupsi mereka.
"Bubarkan saja Super Junior!" Teriakkan tersebut membuat semua orang mengalihkan perhatiannya.
Leeteuk yang sadar segera mengetahui. "Sungmin, sejak kapan kalian ada disini?"
Donghae menjawab. "Sejak kedatangan Kibum tadi."
Heechul menatap Eunhyuk dan Shindong bergantian. "Benarkah?"
"Ne hari ini kami mengambil cuti karena mendengar kabar Kyuhyunnie." Jelas Shindong.
Eunhyuk menambahkan. "Makanya kami kesini."
"Sudahlah kalian tidak perlu menanyakan hal itu. Yang ingin kutanyakan adalah mengapa di Super Junior ada kebohongan yang begitu banyak?! Apa yang ku dengar tadi sudah mencukupkan semuanya. Selama lebih dari sepuluh tahun kita bersama tapi pada kenyataannya tidak pernah ada kejujuran antara kita. Aku rasa apa yang selama ini kita sebut sebagai ikatan persaudaraan dalam Super Junior tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita mempertahankan group ini? Yang pada kenyataannya hanya hidup secara masing-masing. Sejak Hangeng hyung pergi kita juga tidak tahu alasannya, dia pergi begitu saja dengan kebohongannya. Kibum kau, aku tidak tahu harus mengatai apa pada dirimu! Dan kini Teukie hyung juga ikut berbohong. Jadi seperti kataku kita bubarkan saja Super Junior!" Sungmin mengeluarkan semua kekesalannya.
Untuk pertama kalinya seluruh member Super Junior melihat seorang Lee Sungmin menangis. Padahal sejak mereka debut tak pernah sedikitpun Sungmin mengeluarkan air matanya. Bukan hanya tetesan air mata yang sedikit dirinya keluarkan, tapi Sungmin menangis begitu banyak dan terisak begitu dalam. Pemandangan itu menjadi pemandangan yang pilu disaksikan oleh seluruh member Super Junior.
"Jika semua diantara kalian tidak ada yang menyanggah atau apapun baiklah aku akan meminta kepada sajangnim memberikan kita izin untuk...
.
.
.
.
.
-membubarkan Super Junior." Setelah itu Leeteuk berlalu meninggalkan mereka semua.
.
.
.
.
.
Hide Story
KBS Music Bank
Hari ini seluruh member Super Junior sedang melaksanakan gladi resik untuk melakukan live on stage. Meski bukan di acara yang besar, namun Super Junior tetap mencoba untuk memberikan penampilan terbaik mereka bagi para ELF sebutan untuk para fans Super Junior.
Namun tidak seperti biasanya, suasana latihan kali ini berbeda dengan suasana latihan sebelum-sebelumnya. Mereka kehilangan, yah mereka kehilangan dua member diantara mereka semua. Meski mencoba untuk tetap tegar perasaan kosong itu tetap saja terjadi di dalam Super Junior.
Seperti saat tengah gladi resik saat ini. Banyak diantara member Super Junior yang melakukan missing gerakan dan juga missing part dalam bagian bernyanyi. Seolah-olah separuh nyawa mereka telah terbang entah kemana tanpa mereka ketahui. Diantara semua member, Leeteuklah yang paling banyak melakukan kesalahan.
"Aish hyung bisa tidak benar sekali saja?" Eunhyuk memprotes karena kesalahan gerak yang dilakukan oleh Leeteuk.
Leeteuk tersadar dari lamunannya. "Oh mianhae... jadi gerakan mana yang lebih dulu? Kiri atau kanan?"
"Kanan hyung kanan, aku sudah berkali-kali mengatakannya." Eunhyuk menggelengkan kepalanya frustasi.
Yesung menepuk bahu Eunhyuk pelan. "Hyukkie... mungkin Teukie hyung masih terpukul dengan semua ini. Bukan hanya Teukie hyung tapi yang lain juga lihatlah."
Sungmin terlihat sedang menasehati Ryeowook. "Wookie biasanya kau yang paling bagus. Tapi kali ini kau benar-benar buruk."
"Mianhae Minnie Hyung." Sahut Ryeowook.
Kangin sedang berusaha membujuk Donghae. "Hae ayo latihan, ELF akan kecewa jika kita seperti ini."
"Tanpa member yang lengkap ini bukanlah disebut sebagai Super Junior yang sedang berlatih." Donghae tetap berdiam diri tidak ingin ikut latihan.
Siwon menghampiri Yesung dan Eunhyuk. "Perginya Kibum baru juga sebentar. Pengunduran diri Hangeng hyung tidak berbeda jauh dengan perginya Kibum."
Yesung menghembuskan nafasnya kasar. "Sebaiknya kau jangan mengingatkan kami tentang itu semua Siwon-ah."
"Hangeng meninggalkan kita tanpa sepatah katapun." Perkataan Heechul terdengar begitu sendu.
Sementara itu seorang namja remaja hanya mengerjapkan matanya dan menatap sedih semua percakapan yang terjadi diantara semua hyungdeulnya. Bukannya namja remaja ini tidak merasa sedih dan kehilangan akan dua member tersebut, hanya saja namja remaja ini tidak ingin berlarut terus dalam kesedihannya.
Meski ragu-ragu akhirnya namja ini mencoba menghampiri hyungdeulnya yang lain. Dia ingin membangkitkan semangat mereka semua. Terlebih mereka seharusnya tidak seperti ini, karena jika begini namja remaja ini menjamin bahwa semua fans mereka akan mendesah kecewa karena ketidakmaksimalan mereka.
"Hyungdeul..." Namja ini mulai mengeluarkan suaranya.
Siwon yang menjawab terlebih dahulu. "Nde saeng?"
"Hyungdeul pabboya..." Jawab sang namja remaja dengan entengnya.
Heechul yang sensitif langsung terpancing. "Yakk! Magnae setan apa yang kau katakan?"
Namja remaja itu mengedikkan bahunya. "Pabboya... hyungdeul jeongmal pabboya."
"Evil kau tidak ingin nenek sihir itu memakanmu kan?" Tanya Kangin sembari menunjuk Heechul.
Sungmin mengerti mengapa magnaenya berkata seperti itu. "Hyung yakin kau mempunyai maksud dengan berkata begitu."
"Minnimie memang selalu benar." Jawab sang namja remaja dengan semangat.
Eunhyuk mulai penasaran. "Jadi apa maksudmu?"
"Kalian semua benar-benar pabbo jika harus terlarut terus dalam kesedihan. Jika begitu terus kapan kita semua bisa melangkah lebih untuk Super Junior? Badai memang selalu ada dan itu tergantung kita bagaimana untuk menyikapinya. Kita memang telah kehilangan dua member tapi seluruh fans tetap percaya bahwa kita selamanya adalah tiga belas. Maka sangat bodohlah kita jika harus membuat para fans kecewa. Benar bukan?" Namja remaja itu menjelaskan dengan matanya yang terlihat tulus.
Siwon menganggukkan kepalanya. "Apa yang dikatakan oleh magnae memang benar adanya."
Donghae mulai semangat lagi. "Baiklah kita harus berlatih dengan benar sekarang."
"Magnae...ah kau benar-benar magnae teraneh yang kita milikki." Heechul tersenyum setelahnya.
Leeteuk melangkah memeluk sang namja remaja. "Gomawoyo saeng jeongmal gomawo."
"Lagipula..."
"Lagi pula apa?" Tanya Kangin penasaran.
"Dimanapun kita berada, sejauh apapun kita terpisah. Maka pejamkan mata tundukkan kepala rasakan kehadiran kita satu sama lain." Namja remaja tersebut berlalu setelah mengatakannya.
Seluruh hyungdeulnya menatap sang namja remaja dengan pandangan yang takjub. Benarkah mereka memilikki magnae seperti itu? Jika memang benar, maka mereka merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat beruntung karena memilikki dongsaeng bungsu yang sangat ah... perasaan mereka campur aduk. Tapi pada intinya seluruh member Super Junior bahagia memiliki magnae sepertinya.
Setelah beberapa lama, akhirnya acara pun berlangsung. Dengan sangat meriah program musik ini dibuka oleh para MC yang handal. Bukan hanya Super Junior yang meramaikan acara. Namun juga ada boyband dan girlband lainnya yang ikut memeriahkan acar musik ini. Seperti SS501, B2ST, MBLAQ, SNSD, Wonder Girls, 2NE1 dan masih banyak lainnya.
Seperti biasa dalam acara ini selalu ada penghargaan bagi penyanyi maupun group yang menempati posisi pertama dalam acara. Kali ini Super Junior harus bersaing dengan girlband 2NE1 untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Dan pada akhirnya berkat penampilan apik yang disajikan oleh Super Junior mereka meraih posisi pertama.
Leeteuk sang leader tidak kuasa membendung air matanya karena hal tersebut. Banyak ucapan terima kasih yang diucapkan oleh member Super Junior untuk para ELF. Karena tanpa mereka mungkin Super Junior tidak dapat meraih posisi pertama. Seluruh artis yang hadir pun ikut bergembira atas kemenangan yang diraih oleh Super Junior. Ketika tengah kembali ke backstage magnae Super Junior itu terkejut karena sang leader memluknya tiba-tiba dan begitu erat.
"Gomawo saeng..." Ucap Leeteuk.
Sang namja remaja tersenyum. "Nde hyung, lagipula itu memang seharusnya."
Leeteuk membalas senyumannya. "Kau memang sangat berharga bagi kami..."
.
.
.
.
.
-Kyuhyunnie."
Seorang namja yang berstatus sebagai leader Super Junior terlihat tengah menatap seluruh wajah membernya yang tersaji di dalam sebuah bingkai foto ukuran besar. Perlahan-lahan namja itu 'Leeteuk' mengelus wajah seorang namja yang berstatus sebagai dongsaeng terkecilnya.
Tanpa ada yang tahu air mata Leeteuk kembali menetes begitu saja. Sebuah isakkan langsung keluar dari mulutnya. Jika mengingat kembali mengenai sang magnae yang kini terbaring lemah membuatnya tidak mampu untuk membendung air matanya agar tidak tumpah. Ditambah lagi karena penyesalannya setelah memperlakukan sang dongsaeng dengan tidak baik beberapa waktu lalu.
"Bantu hyung Kyu, apakah keputusan yang hyung buat tadi benar?" Leeteuk menggumam sendiri.
.
.
.
.
.
-Keputusannya untuk membubarkan Super Junior.
.
.
.
.
.
15 April 2015
Gedung SM Entertainment
Leeteuk turun dari mobil yang dikendarainya. Sudah sangat lama sejak dirinya menginjakkan kaki di gedung ini. Menghembuskan nafasnya akhirnya Leeteuk memasukki gedung tersebut secara perlahan. Dulu di gedung inilah dirinya bersama rekan member Super Junior lainnya bersusah payah berlatih untuk dapat diorbitkan oleh agency yang terbilang cukup besar ini.
Tanpa diantar Leeteuk pergi sendiri menuju gedung ini. Setidaknya menurut Leeteuk inilah yang memang seharusnya dirinya lakukan. Karena seperti tadi pagi tidak ada satupun dari mereka yang menyapa satu sama lain. Kedatangan Kibum juga tidak memberi dampak berarti dan malah membuat semuanya lebih berantakan. Kini mereka semua seolah tak mengenali satu sama lain.
Akhirnya Leeteuk tiba di ruangan sang petinggi SM. Meneguk salivanya kasar, entah komentar apa yang akan diberikan oleh petinggi SM nanti terhadapnya. Dengan ragu Leeteuk memasukki ruangan tersebut.
"Sajangnim." Leeteuk mulai menyapa.
Petinggi SM membalikkan tempat duduknya. "Akhirnya kau datang juga Jungsoo."
"Maksudku datang kemari adalah..." Bicara Leeteuk terpotong.
Petinggi SM menatap Leeteuk dengan pandangan tajam. "Aku sudah membaca e-mail-mu tadi malam."
Leeteuk menundukkan kepalanya. "Jadi bagaimana sajangnim?"
"Super Junior adalah boyband yang dengan susah payah aku buat. Group itu asalnya adalah group bongkar pasang. Hingga seorang anak bernama Cho Kyuhyun mengubah group itu menjadi group yang permanen. Yang bahkan anak itu menolak untuk ku orbitkan secara solo dan malah memilih group itu. Group yang lama dibentuknya tapi bisa dengan cepat dibubarkan." Petinggi SM memberikan penjelasan yang rumit namun bisa dimengerti oleh Leeteuk.
Leeteuk tertegun mendengarnya. "Bukannya kami tidak menghargai usaha sajangnim tapi..."
Petinggi SM kembali memotong kalimat Leeteuk. "Ani. Kalian sudah sangat menghargaiku. Tapi jika kalian tetap pada kekukuhan kalian maka kalian telah menyia-nyiakan pengorbanan seorang Cho Kyuhyun."
Leeteuk merasa tertohok mendengarnya. "..."
"Tiga hari." Ucap Petinggi SM.
"Maksud sajangnim?" Leeteuk agak terheran.
Sang petinggi SM tersenyum. "Aku berikan kalian waktu 3 hari untuk memutuskan. Maka setelah tiga hari perintah dan langkah yang aku ambil nanti tidak dapat diganggu gugat lagi. Sekarang pergilah."
"Arrasseo sajangnim." Leeteuk berlalu setelah mendengar perintah dari Petinggi SM tadi.
Seoul International Hospital
Terlihat seorang namja tengah secara diam-diam memasukki daerah rumah sakit. Salah jika kalian menyangkan namja ini adalah seorang penjahat. Namja ini adalah seorang hyung yang sangat merindukan dongsaeng-nya. Berhasil tidak ada satu orang pun di rumah sakit yang mengenalinya.
Namun tetap namja itu mengawasi setiap langkahnya. Takut-takut jika seorang uisa yang melarangnya datang sedang ada saat ini. Sejauh ini namja itu berhasil hingga memasukki ruangan ICU. Dimana di dalam sana banyak orang yang nyawanya masih tergantung alias diantara hidup dan mati.
Memasukki salah satu ruangannya, namja itu kembali menyaksikan sebuah pemandangan yang memilukan hatinya. Karena terlihat tidak ada siapa-siapa namja itu mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian steril dan memulai memasukki ruangan yang di dalamnya terdapat sang dongsaeng yang begitu disayanginya.
Sudut mata namja ini mulai mengeluarkan kembali menetes. Melihat diatas kasur sana seorang namja tengah terbaring lemah dengan berbagai peralatan medis yang diharapkan dapat menopang hidupnya. Entahlah apa yang akan terjadi jika namja tersebut dilepaskan semua peralatannya. Mungkin saja dia bisa meninggalkannya begitu saja.
Namja itu 'Kibum' mendekati sang dongsaeng secara perlahan-lahan. Dielusnya rambut sang dongsaeng dengan lembut, kemudian dikecupnya kening sang dongsaeng dengan pelan. Seolah-olah Kibum tidak ingin membuat dongsaeng-nya kesakitan meski dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Kyuhyunnie..." Kibum menggenggam tangan sang dongsaeng.
"..." Tak ada jawaban.
"Kenapa tanganmu dingin sekali eoh?" Kibum tersenyum getir.
"..." Hanya suara elektrokardiograf-lah yang nyaring terdengar.
Air mata Kibum kembali menetes. "Kau marah pada hyung?"
"..." Nafas Kyuhyun sangat lemah terdengar.
Bahkan air mata Kibum mentes ke lengan sang dongsaeng. "Maafkan hyung ne? Bahkan hyung tidak apa-apa jika tak kau maafkan. Asalkan kau sembuh saeng."
"..." Tak ada sama sekali respon yang berarti.
"Hyung sudah memutuskan untuk bersama-sama lagi dengan Super Junior bergabung dengan hyungdeul lainnya."
"..." Hanya suara Kibumlah yang sedari tadi terdengar berbicara.
Dikecupnya punggung tangan sang dongsaeng. "Ireonayo saengie jebal hamnida."
"..." Bahkan Kyuhyun hanya terus terbaring tanpa berubah posisi.
Tak kuasa menahan air matanya, akhir Kibum mulai menumpahkan seluruh air matanya di hadapan seorang Cho Kyuhyun yang merupakan dongsaeng satu-satunya di Super Junior. Setelah merasa cukup Kibum akhirnya berpamitan kepada Kyuhyun. Dirinya meninggalkan sang dongsaeng kembali dalam sendiri. Bukannya tak ingin menemani hanya saja dirinya takut kembali tidak diperbolehkan untuk menemui sang dongsaeng.
Sebenarnya seorang uisa sedari tadi menatap semua gerak-gerik yang dilakukan oleh Kibum tadi. Dirinya sengaja untuk tidak menampakkan diri dan menyaksikan apa saja yang Kibum sampaikan kepada Kyuhyun. Kibum benar-benar menyesal dengan perbuatannya selama ini. Uisa itu mengehembuskan nafasnya lega karena kini tidak ada lagi orang yang membenci dirinya 'Cho Kyuhyun.'
Sang uisa memasukki kamar tersebut secara pelan. Ditatapnya namja yang dia anggap sebagai dongsaeng-nya sendiri dengan senyum. Memeriksa semua keadaannya. Namun ada satu hal yang membuat sang uisa terkejut. Secara perlahan-lahan mata yang tertutup rapat tersebut mulai terbuka. Dan kini mulut yang terbungkus oksigen tersebut mulai mengatakan sesuatu meski secara pelan.
.
.
.
.
.
-Kibummie hyung."
To Be Continue...
Sekali lagi jeongmal gomapseumnida udah setia menunggu chapter demi chapter FF ini, gomawo buat review kalian semua dan ingat jangan pernah bosan^^
Mian kalau cerita mengecewakan
Mian kalau cerita tidak sesuai dengan yang diharapkan
Mian kalau cerita ini malah membuat kalian tidak suka
Ini hanya fanfic dimana fanfic ini hasil dari imajinasi author
Cloud the first: hehehehehe udah chingu
Emon204 : kimbum gitu karena dia udh ngerasa sayang banget sama kyuhyun hehe apa nyambungnya. Si leeteuk ah entahlah.
Liestie : hihihi tapi klo Kyu kek gth jadi pengen nyubit tauuu . sakit diabetes udh lmayan sih saeng. Hohoho kita liat aja nanti yah
Cupidd : eeh jangan nangis. Author kgak pnya balon wkwkwkwk :v... si kyu koma bukan mati hahaha
Desviana : wani piro ? :p
Kyuli99 : hehehehe gomawo atas pujiannya jadi malu plus ngefly nih
Dewidos : jadi klo di FF author yang mengangkat penyakit yah hahahah :D
Septia : cie ganti uname ciee . hehehehe gomawo udh selalu review dan baca
Mmzzaa : gundukan apa? Gundukan emas? Wah asyikk tuh. Tapi keknya gundukkan tanah tuh :p
Kim nayeon : yah itulah mengapa Kimbum sangat menyayangi Kyuhyun. Terus dia merasa kibum itu sama kayak dirinya di masa lalu.
Hyunnie02 : hehehe pnyesalan bkannya selalu diakhir?
Ayusetya : wkwkwkwk udh bang toyib sekarang udh plang kok
Citra456 : hihihi jeongmal gomawo :D ah si kyu emang pas buat dikejemin
YJSexolf : hihihi itu kan salah dia sendiri.
delishaELF : aah jawab jangan yah? Semuanya rahasia dulu deh ah :p. Huhuhuhu kasian Teuk
hulanchan : aih hati-hati asma loh :O
yunacho90 (ch1) : Sekarang udh sampai chapter 10 kok
chairun : hihihi ne gomawo
idarkyu : hehehe FF ini author bikin untuk updatenya seminggu sekali
angelsparkyu : hehehe update seminggu sekali
siska : ne udah^^
aya : sbenernya kan Leeteuk pnya alsannya sendiri tapi hehehehe. Huhuhu cup cup cup jangan nangis eoh. Bahagia karena sekarang Kibum udah berubah.
Alifia : hehehehe makasih juga karena saeng udah mau selalu membaca, review dan menunggu kelanjutan FF ini.
Xihan : weehhh author tidak menghamilimu eoh :O
Lily : karena muka kyuppa ntuh memelas dan cocok untuk disiksa *PLAK* kibum udah jengukin kok dia juga udah balik lagi.
Yunacho (ch2,3,9) : hahahaha anda terjebak trnyta :p. Iyah rasanya ada prasaan sesek klo inget tahun itu. Silahkan bca smpai FF ini END yah. Hehehe tapi makin seru pan?
Ilmah : ah hehhehe tentu aja boleh dong^^. Kayaknya setiap tambah chapter buat chingu semakin trun yah feelnya mianhae deh untuk itu. Keknya author emang kurang berbakat deh. Yah author juga kan masih amatir. Mungkin aja krena feelnya malah bkin reader kecewa author bisa mematisurikan FF ini. Mian gak bisa bles banyak-banyak
Lyra : haish haish selama ini kemana aja eoh? Hehehe gomawo buat pujiannya. Merinding? Ih ini bukan FF hantu kok. Tentu aja boleh saeng. Malah sangat diperbolehkan dan author tersanjung untuk itu.
Rezy.k : iyah kibum tobat apa lagi sekarang bulan puasa hahahaha
Kyukyung19 : hehehe gomawo jangan pernah bosen
Kliieeff19 : aih tolong pala author mau ditimpuk huwaaaaaa . hehehe gomawo
Sincerely,
Dewi Andriani
