Title : Thank's God
Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.
Lenght : Chaptered
Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.
Summary : kini di sisa akhir hidupnya kebahagiaan benar-benar kembali. Benarkah? / "Hyung... ini adalah sebuah momen yang aku inginkan sejak dulu." / "Berkumpul untuk hari ini kan? Wuahh rasanya sudah sangat lama." / "Kyu... apapun yang terjadi nanti ingatlah bahwa hyung sangat menyayangimu Kyu." / "Eodigayo...? Kim Kibum ?!" / "PASIEN KRITIS." /
WARNING : TYPO, ANEH GAJE, BOSAN, CERITA NGAWUR OOC, GAK SBNERNYA WKWKWKK. FF LANGSUNG TANPA PENGEDITAN.
ah jeongmal gomawo buat para reader setia author yang dengan tulus dan bersabar untuk menanti kelanjutan dari FF ini. Gomawo juga atas doa-doa yang telah kalian berikan ne, klian bisa jadi penyemangat author deh. Oh iya jangan bosan dan terus review FF yang sebentar lagi tamat ini ne ;). Kata yang dicetak miring flashback yah artinya.
DON'T COPAS TANPA IZIN
DON'T BE SILENT READER
DON'T LIKE DON'T READ
KEEP REVIEW
LET'S ENJOYED
Preview
19 April 2015
Seoul International Hospital
Kyuhyun terlihat sedang bercengkrama dengan sang appa di dalam kamar rawatnya. Terlihat mereka sedang bercanda tawa. Meski terkadang Kyuhyun sedikit meringis karena merasakan sakit yang menusuk paru-parunya.
Tiba-tiba saja pembicaraan mereka berhenti. Kyuhyun dan Tuan Cho terkejut dengan suara derap langkah kaki yang begitu banyak menuju kepada mereka. Benar saja seluruh member Super Junior tumpah ruah memasuki kamar rawat Kyuhyun. Dan seperti biasa mereka hanya menunjukkan senyuman bodohnya.
Kyuhyun tidak percaya dengan semua ini. Air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa ia bendung, dia terharu. Setelah selama ini akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan semua hyungdeul yang begitu disayanginya. Semakin deras air matanya saat melihat orang yang selama ini mulai berjalan masuk dan menghampirinya sedikit demi sedikit.
"Kyuhyunnie..."
Tumpah sudah air mata Kyuhyun semuanya. Orang itu adalah...
.
.
.
.
.
.
-Kim Kibum.
.
.
.
.
.
Air mata Kyuhyun semakin mengalir turun dengan deras ketika seorang namja yang sudah mulai berjalan mendekatinya itu memanggilnya dengan panggilan yang penuh kelembutan. Ingin sekali Kyuhyun bangkit dan segera memeluk namja tersebut, namun apa daya kemampuan berjalannya memang sudah menghilang.
Sementara ketika jarak mereka semakin dekat, namja tersebut langsung memeluk Kyuhyun dengan begitu eratnya. Tetes demi tetes air mata mengalir begitu saja melewati pipinya yang seputih salju. Pemandangan yang sangat jarang terlihat dari seseorang yang dingin seperti Kim Kibum. Sudah sangat lama rasanya saat terakhir kali Kibum memeluk dongsaeng bungsunya seperti ini.
Member Super Junior yang lain tidak kuasa menahan rasa haru mereka. Bahkan kini hampir seluruh member mengeluarkan air matanya. Meski terlihat masih saja ada member yang malu-malu untuk meneteskan air matanya. Hingga pelukan Kibum terlepas kepada Kyuhyun dan mulailah Kibum memulai perkataannya.
Dengan air mata yang masih menetes Kibum mengungkap perasaannya. "Mianhae Kyu nan jeongmal mianhae. Seharusnya dulu aku tidak seperti itu kepadamu."
"Gwenchanayo hyungie..." Balas Kyuhyun masih sambil menangis.
Kibum memandang Kyuhyun dengan sendu. "Seandainya saja dulu hyung tidak bersikap demikian, mungkin kau akan terlihat baik-baik saja sekarang Kyu. Seharusnya hyung menopangmu pada saat itu bukannya malah pergi meninggalkanmu begitu saja."
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Anniyo.. Semuanya memang sudah terjadi hyung. Jika kau tidak seperti itu kita mungkin tidak bisa berkumpul seperti saat ini. Lagipula aku sudah tahu bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi seperti ini."
"Kyuhyunnie..." Kibum menunduk sedih.
Tiba-tiba Ryeowook memberikan suaranya. "Ah jangan bersedih, bagaimana jika sekarang kita akan membantu Kyuhyun dan menjaga magnae dengan baik."
"Aku rasa aku setuju dengan idemu Wookie." Eunhyuk menyetujuinya.
"Aku yakin magnae akan bertindak semena-mena jika kita tidak menjaganya." Sungmin sedikit mengejek Kyuhyun.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "Yah Minnie hyung."
"Apakah dunia akan segera kiamat melihat si evil tadi menangis?" Heechul sedikit mengeluarkan candaannya.
Donghae langsung berlagak takut. "Aku lebih baik melihat magnae evil tersenyum jahil daripada melihatnya menangis sungguh membuatku takut."
"Kalau kau tidak berjanji untuk segera sembuh Hyun-ah akan kupastikan aku akan mengulitimu sekarang juga." Ancam Kangin.
Kyuhyun mencibir. "Dasar ahjussi kejam."
"Mulutmu benar-benar pedas seperti saos Kyuhyunnie." Ucap Shindong tiba-tiba.
Siwon mengacak surai rambut Kyuhyun gemas. "Tidak boleh seperti itu kepada hyung-mu."
"Kau lupa Siwon-ah, magnae kita memang selalu seperti itu bukan." Yesung mengejek Kyuhyun yang kini sedang ngambek mungkin.
Tiba-tiba saja sudut mata Kyuhyun menangkap sosok hyung tertuanya yang sedari tadi hanya berdiam diri di sudut ruangan. Dari semua hyung-nya hanya hyung malaikatnya itu saja yang tidak mengeluarkan suaranya dari tadi. Suasana hati Kyuhyun sedikit sedih karena sadar pasti hyung malaikatnya sangat marah padanya. Kibum saja yang sudah lama tidak ditemuinya mengeluarkan suara dan bicara pada Kyuhyun. Hanya Leeteuk saja yang tidak.
Leeteuk tersenyum menangkap sang magnae yang rupa-rupanya sedang mencuri-curi pandang kepadanya. Secara perlahan Leeteuk mulai mendekati ranjang Kyuhyun. Melihat itu nyali Kyuhyun sedikit ciut, dia takut sang leader malah akan memarahinya lagi karena menyembunyikan rasa sakitnya lagi. Tapi tak disangka apa yang dilakukan Leeteuk berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun.
Leeteuk mengelus rambut Kyuhyun dengan sayang. "Gwenchana..?"
Kyuhyun mendongakkan kepalanya yang tadi menunduk. "Ah ne gwen..gwenchana.."
"Maafkan hyung ne. Hyung adalah seorang hyung yang sangat bodoh." Leeteuk tersenyum getir saat mengingat betapa buruknya dia saat itu.
Kyuhyun tersenyum menatap Leeteuk. "Aku selalu memaafkan hyung apapun yang terjadi."
"Jadilah kembali sebagai salah seorang Super Junior." Tawar Leeteuk pada Kyuhyun.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. "Ta...ta...pi kakiku."
"Yakk Cho Kyuhyun jika kau menolak aku akan menghajarmu sekarang juga." Heechul memberi Kyuhyun sebuah ancaman.
Siwon mengelus kaki Kyuhyun yang tidak bisa bergerak. "Tak apa meski tanpa ini, kau masih mempunyai 12 pasang kaki yang akan membantumu berjalan."
Kyuhyun menatap semua member Super Junior yang lain. Dengan penuh kepastian mereka semua menjawab dengan mengangguk bahwa Kyuhyun memang harus kembali ke dalam Super Junior. Lalu dengan tersenyum Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan menyetujui untuk bersama dengan Super Junior.
Dua jam telah berlalu dan para orang-orang itu alias member Super Junior masih betah berada dalam kamar rawat Kyuhyun. Padahal tadi salah seorang suster sudah berusaha untuk mengusir mereka karena telah lewat jam besuk. Namun karena kekeraskepalaan dan keanehan member Super Junior, mereka berhasil mengalahkan adu argumen dengan suster yang kini mereka bisa dapat dengan mudahnya tetap berada di kamar rawat Kyuhyun.
Kyuhyun memutar bola matanya malas saat melihat kelakuan hampir seluruh hyungdeul-nya yang benar-benar seperti anak kecil. Dimana mereka ada yang bermain-main, membaca, saling meledek, dan kelakuan aneh lainnya. Iyah mungkin tidak semuanya karena tadi disebutkan hampir. Hanya satu orang hyung Kyuhyun yang kini bersikap wajar dengan duduk di samping Kyuhyun sembari membaca buku yang entah kapan dia membawanya.
Kyuhyun menoel-noel bahu Kibum. "Hyung tidak bergabung dengan mereka?"
"Kau ingin hyung bergabung?" Kibum menutup bukunya dan mulai beranjak.
Kyuhyun malah menghentikan Kibum. "Yah..yah maksudku bukan begitu."
Kibum kembali duduk. "Tadi kau bilang ingin aku bergabung."
"Aish Kim Kibum! Baru juga kita sebentar bertemu kau akan meninggalkanku lagi." Kyuhyun memasang pose cemberut tanda tidak senang.
Kibum mencubit gemas pipi tirus Kyuhyun. "Kau itu selain tidak sopan juga manja."
"Dan kebiasaanmu untuk mencubit pipiku sejak dulu memang tidak pernah berubah." Kyuhyun malah semakin ngambek.
Seorang uisa yang tadinya akan masuk ke kamar rawat Kyuhyun malah memundurkan kembali langkahnya. Melihat mereka semua yang sedang asyik bercengkerama membuatnya tidak mau mengganggu momen tersebut. Jadi uisa itu memutuskan untuk kembali lagi ke ruangannya.
Namun langkahnya terhenti ketika dia bertemu Tuan Cho, appa Kyuhyun. Bukan kembali lagi ke ruangan kerjanya, Tuan Cho malah mengajak uisa tersebut untuk keluar sebentar dari rumah sakit. Mau tidak mau sang uisa menurutinya, karena Tuan Cho adalah appa dari pasien yang memang sedang ditanganinya.
Rupanya Tuan Cho membawanya ke sebuah kedai kopi yang tidak jauh dari rumah sakit ini. Setelah pesanan datang, Tuan Cho sedikit berbincang-bincang ringan dengan sang uisa atau yang lebih dikenal dengan Kimbum. Hingga ke tahap inti akhirnya Tuan Cho memulai pembicaraan yang memang terbilang serius.
"Jangan pisahkan mereka." Ucap Tuan Cho dengan pelan.
Kimbum menatap Tuan Cho sedikit kaget. "Ma..maksud anda?"
"Sudahlah Kimbum-ah, aku sudah tahu apa yang kalian rencanakan." Tuan Cho seakan sudah tahu dengan sesuatu yang sudah terjadi.
Kimbum menunduk kemudian. "Jika bisa aku ingin sekali tidak melakukan hal itu. Aku malah ingin menyelematkan keduanya. Namun permintaannya sungguh tak dapat aku tolak Tuan."
Tuan Cho menghela nafasnya. "Apakah tidak ada cara lain?"
"Tidak ada. Apalagi jika mengingat kondisi Kyuhyun yang semakin memburuk dalam beberapa hari ini. Hal tersebut bahkan akan dilakukan dalam 3 hari atau mungkin bisa kurang lagi." Kimbum menjelaskan dengan nada putus asa.
Tuan Cho menatap langit-langit sebentar. "Anak itu sama keras kepalanya dengan magnae-ku. Jikalaupun aku menolak pasti anak itu akan tetap melakukannya."
"Yah anda benar Tuan, aku saja sampai tidak tahu harus berbuat apa untuk menolaknya." Kimbum menghembuskan nafasnya.
Tuan Cho menatap Kimbum. "Baiklah aku akan ikuti saja semua alur cerita ini, jikalaupun itu akan berakhir pahit atau manis nantinya. Selebihnya aku akan berdoa pada Tuhan dan mempercayakannya padamu Kimbum-ah."
"Algeshimnida Tuan." Kimbum hanya bisa mengangguk pasrah.
SM Entertainment Building
Seorang namja memantapkan dirinya untuk memasuki gedung milik salah satu Entertainment terbesar yang ada di Korea Selatan. Sudah lama sekali dirinya tidak menginjakkan kakinya disini semenjak terakhir kali dia malah menggugat Agency/Entertainment ini ke ranah pengadilan yang hingga saat ini kasusnya belum selesai.
Para trainee dan staff disana sedikit terkejut melihat kedatangan namja ini. Pasalnya untuk apa sebenarnya namja yang bukan lagi bagian dari Agency dan malah menuntutnya datang kemari. Mungkinkah urusan-urusan yang menyangkut sidang nanti? Begitulah mungkin isi pemikiran-pemikiran semua orang yang ada dalam gedung.
Setelah menaiki lift, namja ini akhirnya tiba di depan sebuah ruangan yang memang di dalamnya ada seseorang yang ingin dirinya temui. Mengetuk pintu beberapa kali akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka. Bahkan ini melampaui harapannya, karena yang membukakan pintu adalah orang yang benar-benar ingin ditemuinya.
Mempersilahkan namja tersebut duduk. Orang itu kemudian menyuruh sekretarisnya membuatkan minuman. Setelah minuman tiba, orang itu meminumnya beberapa saat dan mulai menatap seorang namja yang kini sedang duduk dihadapannya.
"Aku kira pesan singkat yang kau berikan hanyalah gurauan belaka." Orang tersebut tersenyum.
Namja itu tidak membalas ejekan dari orang tersebut. "Aku tidak suka berbasa-basi."
"Aku juga. Jadi katakan apa keinginanmu?" Tanya orang tersebut atau mungkin lebih tepatnya seorang Petinggi SM.
Namja itu menghela nafasnya sesaat. "Sajangnim.. izinkan aku kembali bersama Super Junior."
Petinggi SM itu tersenyum sinis. "Kau pikir akan mudah setelah semua yang telah kau lakukan?"
"Ya, pasti sulit. Lagipula aku tidak minta lama, aku hanya ingin berada dalam nama Super Junior selama 3 hari." Jawab namja tersebut langsung pada intinya.
Petinggi SM membaca pesan yang masuk dalam handphonenya. "Jungsoo-ssi baru saja mengatakan padaku bahwa dia tidak akan membubarkan Super Junior."
"Jika seperti demikian, jadi aku hanya meminta waktu selama 3 hari." Kekeuh kembali namja tersebut.
Petinggi SM sedikit menimang-nimang pemikirannya. "Aku hanya menginginkan konsekuensi, itupun jika kau tidak menolak?"
"Apa yang Sajangnim inginkan?" Tanya namja tersebut.
Petinggi SM menatap namja tersebut dengan serius. "Jika dalam waktu 72 jam kau tidak keluar dari Super Junior maka aku akan menuntut balik dan menginginkan denda yang lebih besar?"
Namja tersebut hanya dapat mengangguk. "Aku akan terima apapun itu."
Petinggi SM mulai memperingatinya. "Ingat jika lebih sedikit saja mungkin kau akan beurusan dengan masalah yang lebih besar."
"Anda tenang saja sajangnim, mungkin juga kasus yang saya layangkan akan segera tercabut dengan sendirinya." Kemudian namja tersebut pamit.
Sang Petinggi SM hanya dapat menatap takjub pintu yang telah ditutup oleh namja tadi. Petinggi SM sangat tahu sebenarnya hal apa yang telah membuat salah satu mantan ah tidak anak didiknya itu melakukan hal tersebut. Lagipula tanpa diberitahu sang Petinggi SM sudah mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Lamunannya buyar saat sang sekeretaris memasukki ruangannya. Sekeretaris tersebut mengantarkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh sang sajangnim. Melihat sekeretarisnya akan pergi, Petinggi SM malah membuka pembicaraannya dan membuat sang sekeretaris untuk tetap tinggal.
"Super Junior mereka aneh bukan?" Pertanyaan tersebut seakan retoris.
Sekeretaris hanya menjawab kikuk. "Ah tidak juga."
"Sejak mereka pertama didebutkan mereka memang sudah aneh. Dan hebatnya dengan keanehan mereka itu orang-orang malah menyukainya." Petinggi SM sedikit tersenyum mengingat hal tersebut.
Sekeretaris lagi-lagi menjawab kikuk. "Mereka tapi hebat dalam berkarya."
"Saking hebatnya mereka, bahkan mereka melakukan pengorbanan yang amat sangat luar biasa hanya demi melindungi member satu sama lain." Petinggi SM menatap lekat foto 13 namja remaja yang berkumpul.
Sekeretaris hanya berekspresi tidak mengerti. "Ah Sajangnim saya tidak mengerti."
"Siapkah kau jika harus kehilangan dua anak didikmu yang begitu berbakat?" Kembali pertanyaan retoris dikeluarkannya.
Sekeretaris sungguh tidak bisa menjawab. "Sajangnim saya harus kembali lagi, jika ada apa-apa silahkan hubungi saya."
Sajangnim itu hanya tersenyum maklum. "Baiklah silahkan."
Seoul International Hospital
Entah apa yang saat ini sedang terjadi di kamar rawat Kyuhyun. Yang mereka ketahui hanyalah Kyuhyun yang tiba-tiba terbangun dengan keringat dingin. Kemudian mencengkeram erat dadanya setelah itu terbatuk dengan keras. Betapa mengerikannya dimana sesaat kemudian mereka semua melihat Kyuhyun yang memuntahkan darah.
Melihat keadaan Kyuhyun yang semakin buruk, Kimbum yang sedari tadi menanganinya memanggil bantuan Yong Pil. Ditemani beberapa asisten yang lain Yong Pil sesaat kemudian datang dan meminta semua member Super Junior untuk meninggalkan kamar rawat Kyuhyun.
Saat ini Kyuhyun memang dalam keadaan yang begitu kritis. Mengambil nafas saja itu sangat susah baginya. Selang oksigen yang terpasang di hidungnya rasanya sama sekali tidak berguna. Sungguh Kyuhyun sangat lemas sekarang hingga beberapa kemudian kesadaran Kyuhyun mulai menghilang.
Kyuhyun benar-benar merasa lemas. "Hy...hyunghh..sa...kit.."
"Kimbum-ah, Kyuhyun pingsan!" Yong Pil berseru.
Kimbum memandang suster-suster yang lain. "Tekanan darah?"
Suster tersebut menjawab. "Gawat uisa tekanan darahnya sangat turun."
"Kimbum-ah cepat bawa Kyuhyun ke ruang ICU!" Titah kembali Yong Pil.
Kimbum memerintah pada suster. "Siapkan ruang steril untuk Kyuhyun! Kita akan melakukan penyedotan darah dari paru-parunya disana."
"Algeshimnida." Jawab suster dengan pasti.
Kyuhyun dikeluarkan dari dalam kamar rawatnya dengan begitu terburu. Melihat hal itu Tuan Cho dan member Super Junior yang lain mengikuti arah Kyuhyun akan dibawa. Hingga akhirnya mereka berhenti di depan ruang ICU dan tidak diizinkan oleh suster untuk ikut lebih dekat.
"Pasien saat ini dalam masa penanganan, sebaiknya kalian semua menunggu saja disini dan berdo'a."
Sementara di dalam sana Kimbum dan Yong Pil sedang berusaha untuk menyelamatkan nyawa Kyuhyun. Di dalam ruangan steril tersebut mereka melakukan penyedotan darah yang menggumpal di dalam paru-paru Kyuhyun.
"Masukkan selangnya sekarang." Perintah Kimbum.
"Baik uisa." Sahut suster lakukan.
Yong pil mengingatkan. "Sebaiknya kita berhati-hati Kimbum-ah, keadaan Kyuhyun sangat kritis saat ini."
Proses penyedotan terus berlangsung hampir selama 3 jam lamanya. Dengan hati-hati dan telaten Kimbum dan Yong Pil melakukan semua tugasnya hingga akhirnya mereka berhasil melakukan penyedotan dengan baik. Detak jantung dan tekanan darah Kyuhyun kembali normal hanya tinggal menunggu kesadaran Kyuhyun saja.
Ketika akan keluar dari dalam ruangan Yong Pil malah tertegun melihat tabung yang berisi darah Kyuhyun. Hal ini benar-benar gawat, dengan segera Yong Pil memberitahukannya kepada Kimbum.
"Kimbum-ah. Daranhya berwarna hitam." Yong Pil menatap sendu rekan kerjanya.
Kimbum hanya tersenyum getir. "Ya, aku tahu."
"Ini adalah tanda bahwa..." Yong Pil tidak bisa meneruskan kalimatnya.
Kimbum menggelengkan kepalanya. "Cukup Yong Pil-ah jangan teruskan lagi, arrachi?"
Yong Pil hanya dapat mengangguk pasrah menanggapi permintaan Kimbum. Mereka kemudian keluar dari ruangan dengan sedikit senyum yang dipaksakan. Yong Pil dan Kimbum hanya tidak ingin membuat mereka semakin sedih jika mengetahui mengenai keadaan Kyuhyun yang sebenarnya.
"Masa kritisnya sudah lewat kita hanya tinggal menunggu Kyuhyun bangun saja." Jelas Kimbum kepada semuanya.
Tuan Cho memandang Yong Pil kemudian. "Benarkah demikian?"
Yong Pil menganggukkan kepalanya. "Ya, seperti yang sudah dikatakan oleh Kimbum uisa."
"Saat ini berikan Kyuhyun sedikit ketenangan saja. Cukup satu sampai dua orang yang menunggui Kyuhyun." Peringat Kimbum.
Leeteuk menjawab. "Baiklah akan kami lakukan."
Kemudian mereka melangkah pergi meninggalkan Tuan Cho dan member Super Junior yang lain. Sesaat kemudian Kimbum tanpa sengaja bertatap temu dengan Kibum. Kemudian dia membisikkan sesuatu kepada Kibum.
"Aku mohon siaplah dalam dua hari lagi ini." Kimbum memohon dengan nada putus asa.
Kibum mengangguk dan menjawab. "Arrasseo."
Tanpa sepengetahuan Kimbum dan Kibum ternyata Leeteuk sedikit mencuri dengar mengenai apa yang mereka bisik-bisikkan tadi. Setelah mendengar hal tersebut tiba-tiba saja perasaan Leeteuk berubah menjadi tidak karuan. Dirinya merasa akan terjadi hal yang buruk kepada salah satu membernya.
Hongkong, 19 April 2015
Seorang namja yang sedang melakukan rehearseal pembuatan MV-nya sedikit mengerutkan kening saat melihat sebuah pesan singkat yang masuk dari sebuah nomor yang tidak diketahuinya. Setahunya selain rekan-rekan manajemen artisnya tidak ada yang tahu mengenai nomor teleponnya. Karena penasaran akhirnya namja ini membuka pesan singkat tersebut.
Matannya secara telaten membaca isi pesan singkat yang diberikan oleh nomor tidak dikenal itu. Semakin menurun dan semakin menurun membaca pesan tersebut, entah kenapa mata namja ini menjadi sedikit berkabut. Sungguh isi pesan singkat tersebut sangat menyayat hatinya. Ditambah lagi seorang yang mengirimkan pesan ternyata adalah sang dongsaeng yang sudah lama sekali tidak berslam sapa dengannya.
Memutuskan untuk pergi esok hari, namja ini memutuskan untuk sedikit bernegosiasi dengan produsernya. Melihat artisnya yang mendekat sang produser menghentikan sesaat kegiatannya dan beralih kepada artis yang memang ingin berbincang dengannya ini.
"Besok aku akan berangkat ke Seoul." Ucap namja itu.
Sang produser sedikit terkejut. "E..eh mendadak sekali. Tentu saja tidak bisa."
"Aku mohon. Jika aku tidak pergi besok, mungkin tidak akan ada kesempatan lagi." Mohon kembali namja itu dengan penuh harap.
Sang produser hanya bisa menghembuskan nafasnya. "Melihat kau begitu memohon, sepertinya aku tidak bisa menolak."
Namja itu kemudian berterima kasih. "Xie xie."
20 April 2015
Seorang namja berkebangsaan China sudah tiba di bandara internasional Seoul. Dirinya duduk untuk mengistirahatkan dirinya beberapa saat. Tiba-tiba saja pandangannya menangkap dua orang sosok yang tidak asing baginya. Begitu pula kedua orang tersebut yang menatap namja berkebangsaan Tiongkok ini dengan pandangan ingin tahu.
Karena penasaran dua orang tersebut yang sepertinya bukan orang biasa mulai mendekati sang namja berkebangsaan Tiongkok. Ketika tiba mereka sungguh terkejut mendapat pemandangan yang ada dihadapannya ini. Sungguh tidak pernah terpikir sebelumnya oleh kedua orang ini untuk kembali bertemu dengan namja berkebangsaan Tiongkok ini. Walau sebenarnya mereka semua memang kebangsaan Tiongkok dan keturunan Tiongkok.
"Han gege!" Henry berucap dengan terkejut.
Namja China itu, Hangeng tidak kalah terkejut. "Henly, mimi?"
"Gege ke Seoul dalam rangka apa?" Tanya Zhoumi sedikit berbasa-basi.
Hangeng menjawab. "Gege akan menjenguk Kyuhyun. Kibum yang memberitahukannya padaku."
Henry nampak kaget. "Benarkah? Kibum hyung juga mengimiku dan Mimi hyung dengan pesan yang sama dengan gege."
"Baiklah jika seperti itu bagaimana jika kita berangkat bersama kesana?" Tawar Zhoumi.
Hangeng sedikit canggung. "Jika itu memang tidak merepotkan kalian."
"Aish gege ini jangan canggung seperti itu, kita ini kan saudara." Jawab the real maknae itu dengan gembira.
Di dalam perjalanan mereka tetap dalam keadaan sunyi, selain Henry yang terus bernyanyi sepanjang waktu. Wajar saja Hangeng sudah lama sekali tidak bertegur sapa dengan mereka semua, berbincang lewat pesan sosial media pun belum pernah. Jika Zhoumi saja seperti ini, bagaimana dengan reaksi member Super Junior yang lainnya? Terkadang Hangeng merindukan masa-masanya dulu bersama Super Junior.
Seoul International Hospital
Ketiga namja keturunan Tiongkok ini segera menuruni van mereka setelah tiba di rumah sakit. Di dalam perjalanan tanpa sengaja mereka menabrak seorang namja yang merupakan salah satu member Super Junior juga. Wajah namja itu sedikit kaget melihat kedatangan 3 namja ini.
"Henry, Zhoumi hyung. Kalian kemari?" Tanya Ryeowook penasaran.
Henry mengangguk. "Kibummie hyung yang memberi tahu kami."
"Kau juga akan terkejut saat melihat siapa yang datang bersama kita." Zhoumi bicara tiba-tiba.
Seorang namja lain mulai mendekati mereka dan melepaskan kacamata hitamnya. "Sudah lama sekali yah Wookie-ah."
"Ha...ha..Han gege?!" Kejut Ryeowook.
Henry mengeluh. "Yak! Hyung pelankan sedikit suaramu."
Zhoumi memulai pertanyaannya. "Dimana yang lainnya?"
"Mereka sedang di kamar rawat Kyuhyun." Jawab Ryeowook.
Ketika tiba di kamar rawat Kyuhyun, semua orang lantas terkejut menyaksikan kedatangan mereka semua. Ditambah lagi dengan kedatangan seseorang yang sangat sulit sekali untuk mereka temui. Orang tersebut hanya tersenyum canggung kepada semua orang yang ada disana.
Orang itu 'Hangeng' kemudian sedikit memberi salam dan mulai berjalan mendekati Kyuhyun yang terbaring di atas tempat tidurnya. Perasaannya berdenyut sakit melihat keadaan sang magnae yang dulu sangat hobi mengomelinya kini terbaring lemah dengan oksigen yang membalut hidungnya.
Kyuhyun tersenyum melihat hyung Chinanya itu mulai duduk disamping dirinya. Sedikit air mata mulai meluncur dari kedua sudut matanya. Meski masih dalam keadaan lemah, Kyuhyun tahu bahwa kini seseorang yang sedang duduk dihadapannya adalah hyung Chinanya yang begitu dia rindukan. Kyuhyun sangat bersyukur karena kini di sisa akhir hidupnya kebahagiaan benar-benar kembali. Benarkah?
"Aish kalian malah memandangi Han gege seperti seorang penjahat saja." Gerutu Kyuhyun meski masih dalam keadaan lemah.
Heechul tersadar dari rasa terkejutnya. "Benarkah ini kau Beijing fried rice?"
Hangeng tersenyum menanggapi pertanyaan sahabatnya. "Jika kau tidak percaya kau bisa mencubitku sekeras mungkin."
"Ah jangan-jangan aku yakin dia memang Hangeng gege." Donghae mencegah kegiatan Heechul untuk mencubit Hangeng.
Zhoumi mengacak rambut Kyuhyun gemas. "Berterima kasihlah pada Kibum karena dia yang membuat kita bisa berkumpul sekarang."
Kyuhyun menatap Kibum dengan senang. "Hyung... ini adalah sebuah momen yang aku inginkan sejak dulu."
"Berkumpul untuk hari ini kan? Wuahh rasanya sudah sangat lama." Terang Eunhyuk dengan begitu antusias.
Sungmin menambahkan. "Tidak kusangka Super Junior akan kembali berkumpul seperti ini."
"Benar-benar momen yang sangat dirindukan." Ucap Shindong dengan terharu.
Pada akhirnya mereka kembali lagi berkumpul bersama. Meski pada awalnya Hangeng sedikit merasa canggung namun perlahan-lahan dia bisa kembali berbaur dengan member lainnya. Berkumpul dan bercengkerama dengan Super Junior benar-benar akan membuatmu bisa merasakan menjadi salah satu anggota juga.
Tanpa terasa sekarang sudah memasukki waktu makan siang. Member yang lain mencari makanan untuk mereka dan kini hanya tinggal menyisakan Kibum dan Kyuhyun berdua di dalam kamar rawat Kyuhyun. Sunyi tak ada perbincangan. Kibum malah terus sibuk membaca buku yang memang sedari tadi dia baca.
Kyuhyun yang kesal sendiri hanya memainkan handphone-nya secara asal. Ekor mata milik Kibum menangkap kelakuan Kyuhyun tersebut. Sedikit tersenyum dengan kelakuan sang dongsaeng, kemudian Kibum menutup buku yang dibacanya sedari tadi itu. Dia menatap Kyuhyun yang sedang mengomel-ngomel sendiri.
"Jika kau bosan ayo kita berjalan-jalan sebentar." Kibum mulai beranjak.
Kyuhyun sedikit menunduk malu. "Kalau hyung mengangkatku ke atas kursi roda, aku berat loh."
"Tidak apa-apa kalau untuk dongsaeng evil hyung ini." Kibum mengacak surai eboni Kyuhyun dengan gemas.
Kyuhyun meminta bak anak kecil. "Baiklah gendong aku~"
Kibum hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar kau ini."
Setelah berhasil mendudukkan Kyuhyun diatas kursi rodanya dan memasang oksigen Kyuhyun dengan benar, kemudian Kibum mulai mendorong Kyuhyun. Mereka berdua berjalan-jalan mengitari rumah sakit. Setidaknya udara sekitar rumah sakit cukup baik untuk paru-paru Kyuhyun yang memang tidak baik-baik saja.
Entah cuaca yang memang sedang mendukung atau entah apa. Karena cuaca hari ini cukup cerah, Kyuhyun yang tersenyum seakan semakin menambah kecerahan dari hari ini. Mereka berhenti sejenak di tengah taman rumah sakit. Memarkirkan kursi roda Kyuhyun di sebelah bangku yang akan diduduki oleh Kibum.
Tak ada perbincangan di antara keduanya. Mereka hanya terlarut dalam kesibukkan masing-masing. Yah, menghirup udara segar yang memang sedang berada dan betah untuk tinggal di taman rumah sakit ini. Kyuhyun bersenandung dengan begitu indahnya kemudian membuat Kibum mau tak mau menatap takjub sang dongsaeng.
Hari ini benar-benar hari terberat bagi Kibum. Pikiran-pikirannya pun melayang entah kemana. Perasaan sedih yang sedang dirinya pendam kini kembali menyeruak. Bagaimana jika nanti dia tak bisa melihat senyumnya lagi? Bagaimana jika nanti dia tidak dapat mendengar senandungnya lagi? Bagaimana nanti? Begitulah pertanyaan-pertanyaan bagaimana yang terus bergemuruh dalam benak seorang Kim Kibum.
Kibum mendekati Kyuhyun. "Berjanjilah satu hal pada hyung Kyuhyunnie."
"Apa yang ingin kujanjikan padamu hyung?" Tanya Kyuhyun sedikit penasaran.
Kibum mendongakkan kepalanya. "Setelah apa yang terjadi, sehatlah dan hiduplah lebih baik lagi."
"Aku sudah memulainyakan hyung?" Tanya Kyuhyun..emmm retoris?
"Maafkan hyung ne...jeongmal Kyu jeongmal mianhae." Gagal air mata itu tak bisa dibendung lagi oleh Kibum.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Kenapa tiba-tiba hyung seperti ini?"
"Anniya...hyung hanya masih menyesal dengan perbuatan hyung dulu." Jawab Kibum bohong.
Kyuhyun tersenyum canggung. "Ah hyung kau menakutiku saja."
"Kyu... apapun yang terjadi nanti ingatlah bahwa hyung sangat menyayangimu Kyu." Kembali Kibum mengeluarkan permintaannya.
Kyuhyun menganggukkan kepalanya. "Aku akan mengingatnya hyung... selalu."
"Sudah sore Kyu, sebaiknya kita kembali aku juga harus kembali ke apartemen karena ada yang tertinggal." Ajak Kibum
Kyuhyun mengangguk kembali. "Baiklah kajja!"
-SKIP-
Kibum melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sungguh saat ini dirinya ingin segera tiba di apartemen miliknya. Dia ingin menangis sekeras mungkin. Dia tahu dirinya sendirilah yang telah mengambil semua keputusan ini, harusnya dia kuat dan tidak secengeng. Tapi bagaimanapun dia tetaplah manusia biasa yang mempunyai rasa takut terhadap sesuatu.
Akhirnya setelah tiba Kibum langsung memasukki kamar apartemennya. Kibum menguncinya dengan segera. Di dalam sana segera saja dia menumpahkan semua rasa sesak yang belakangan ini selalu menyelimuti hatinya. Tapi bagaimanapun keinginannya tetap kuat untuk melakukan semua hal tersebut.
Setelah perbincangan tadi sore, Kibum sama sekali belum datang kembali ke rumah sakit. Hal itu sedikit membuat Kyuhyun yang sedang menunggunya menjadi sedih. Ditambah lagi tadi Kibum mengatakan sesuatu hal yang aneh sehingga membuat Kyuhyun mulai memikirkan hal-hal yang negatif lagi.
Karena tidak mau berlanjut dan berlarut, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya. Tapi lagi-lagi rasa sakit itu kembali menyerang paru-parunya. Kyuhyun mencengkeram dadanya dengan erat berharap agar rasa sakit tersebut dapat hilang. Namun nihil karena rasa sakit tersebut malah semakin menjadi.
Berkali-kali Kyuhyun terbatuk dan mengeluarkan darah. Dia ingin menggapai tombol darurat tapi tak bisa. Di saat itu sang appa, Tuan Cho kembali dari acara membeli makanannya. Betapa terkejutnya dirinya saat melihat putra satu-satunya dalam keadaan yang begitu mengkhawatirkan. Dengan segera Tuan Cho menekan tombol darurat yang ada disana.
Beberapa menit kemudian Kimbum datang bersama Yong Pil dan langsung memeriksa semua keadaan Kyuhyun. Member Super Junior lain yang baru datang terkejut menyaksikan apa yang terjadi. Lagi-lagi di dalam sana Kyuhyun dalam keadaan yang begitu mengkhawatirkan.
Yong Pil dan Kimbum kini sedang berusaha untuk mempertahankan kesadaran Kyuhyun yang sepertinya sebentar lagi akan kehilangan kesadaran. Kimbum terus menerus mengajaknya berbicara, dan Yong Pil melakukan penanganan pada Kyuhyun. Namun sayang sekali Kyuhyun yang memang sudah sangat kesakitan tidak bisa mempertahankan kesadarannya dan semuanya menjadi gelap bagi Kyuhyun.
Kimbum dan Yong Pil langsung panik mendapati keadaan Kyuhyun yang tidak sadarkan diri. Ditambah lagi dari mulut dan hidung Kyuhyun terlihat keluar darah segar. Mereka berdua memerintahkan suster untuk segera menyiapkan ruang operasi.
Sementara itu Leeteuk sama sekali tidak mendapati keberadaan seorang Kim Kibum disana. Pikirannya kembali terngiang kepada perbincangan sang dongsaeng dengan Kimbum. Karena khawatir dia memutuskan untuk menyusul Kibum terlebih dahulu sekaligus mengabarkan mengenai keadaan Kyuhyun.
Leeteuk mengendarai mobil seperti orang yang sedang kerasukan. Tanpa peduli apapun dia terus melaju, hingga mobilnya terhenti di depan sebuah kecelakaan yang terjadi kepada seorang namja. Ketika dilihatnya wajah namja itu sangat familiar di matanya. Leeteuk lemas dia tak ingin percaya, kemudian meneruskan kembali menuju apartemen seseorang.
"Eodigayo...? Kim Kibum ?!" Leeteuk berteriak dengan frustasi.
Tapi sekuat dan sekeras apapun dirinya berteriak, orang yang dicarinya sama sekali tidak menyahut. Apa benar jika... Tidak mungkin sang dongsaeng kini sedang berada di rumah sakit karena tahu magnae-nya dalam keadaan kritis. Leeteuk memutuskan untuk kembali lagi ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, lagi-lagi Leeteuk terkejut dengan pemandangan yang ada dihadapannya. Kyuhyun sedang berada di dalam ruang operasi dan seseorang kini yang juga dalam keadaan kritis akan dimasukkan ke dalam sana. Leeteuk mencegah Kimbum untuk memasukkan orang tersebut.
"IGE MWOYA?!" Leeteuk bertanya dengan frustasi.
Kimbum hanya bisa guyar. "Aku sedang terburu-buru Teukie hyung."
"APA YANG SEDANG KALIAN RENCANAKAN SEBENARNYA?!" Sungguh Leeteuk juga tidak mengerti.
"Hy...yung...geu...man...ha...e...je...ba..l" Seseorang yang dalam keadaan kritis itu mengeluarkan suaranya.
Namun beberapa menit kemudian seseorang itu tersentak sedemikian rupa. Darah yang mengalir banyak dari tubuhnya membuatnya semakin kritis.
"PASIEN KRITIS!" Seru sang suster.
Kimbum langsung memerintah. "Cepat masukkan dia ke dalam sebelum masa operasinya selesai."
"Arrasseo!" Sahut suster dengan pasti.
Bukan hanya Leeteuk, member Super Junior yang lainnya pun sangat terkejut dengan semua yang terjadi dihadapan mereka. Semuanya sungguh seperti sebuah slow-motion yang mereka lihat. Leeteuk hanya bisa merosotkan dirinya dengan air mata yang meluncur begitu derasnya. Kenapa dia harus selalu terlambat untuk menyadari semuanya?
"Kyuhyunnie...Kibummie...jelaskan pada hyung...hiks." Leeteuk menggumam dengan begitu pilu.
To Be Continue...
Kali ini review dibales masing-masing lewat PM deh ne... hehehe soalnya lebih afdol aja.
Kalau yang mau tanya silahkan :
085795069026
085724804944
BBM :
588213AE
Gomawo buat yang selalu review
Ingat ! REVIEW
