Title : Thank's God
Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.
Lenght : Chaptered
Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.
Summary : Seorang namja tengah mencoba membuka kedua matanya. Putih...ruangan ini sama tapi terasa asing baginya. / "Ada yang hendak harus kulakukan terlebih dulu." / Tamparan itu terdengar sangat keras dan bisa dipastikan sangat sakit. / "Biarkan waktu berlalu omonim karena milik putramu pasti akan aku kembalikan. / Kimbum meneteskan air matanya saat melihat berkas pemeriksaan di mejanya. / Namja itu terbelalak kaget saat melihat kondisi orang yang kini dirawatnya. / "ASAL KAU TAU UNTUK KESEMBUHAN KYUHYUN HANYALAH SEPERTI MENUNGGU KEAJIBAAJAN!" / "Sesak...khhh.."
WARNING : TYPO BERTEBARAN, FF TANPA EDIT, BIKIN BOSEN, BIKIN MEWEK (?) HAHAHAHA, CERITA MAKIN PANJANG
Rencananya author bakal selesein dulu FF ini. Nah kalo udah selesai FF ini, baru author akan meneruskan FF lainnya. Itupun satu demi satu. Supaya cerita yang dibikin author tidak bertumpang tindih. Jadi sabar ya kalo mau nunggu ff yang lainnya. ^^ Oh iya maaf tadi ada perombakan chapter. Jadi yang dipublish adalah chapter-chapter utama bukan chapter teaser, questions dan sebagainya mian ya salah ngira. Tapi ini update asli kok.
DON'T BASH !
DON'T BE SILENT READER
DON'T LIKE DON'T READ
KEEP REVIEW
LET'S ENJOYED
Preview
Seorang namja berpakaian rumah sakit tengah berjalan dengan lemas dan memegangi tembok untuk menahan tubuhnya yang sudah akan ambruk. Dia berusaha untuk mempertahankan tubuhnya, namun sepertinya ini benar-benar sudah batasnya. Nafasnya begitu tersengal dan sangat sesak. Air matanya kembali mengalir mengingat kalimat yang dia dengar dua hari yang lalu.
"Ini...ini belum berakhir." Akhirnya pertahanannya runtuh sudah.
Seseorang yang melihat namja itu jatuh langsung tersentak ketika mengenal namja yang pingsan ini.
"OMO! Kyuhyun-ah!"
.
.
.
.
.
Kimbum masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang bercampur aduk. Sedih, kecewa, marah semuanya lengkap menjadi satu. Semuanya benar-benar menjadi rumit setelah dirinya dan orang itu menyetujui ini semua. Kebahagiaan sang dongsaeng padahal sebentar lagi di depan mata, tapi Tuhan lagi-lagi ingin merenggutnya.
Kimbum meremas setirnya dengan keras dia tidak mempedulikan bahwa mungkin itu bisa melukai dirinya sendiri. Dirinya merasa gagal karena hingga sampai saat ini belum bisa menemukan seseorang yang sudah dirinya anggap seperti dongsaeng-nya sendiri.
Di sisi lain Sungmin yang masih belum beranjak dari dorm hanya duduk di kursi yang masih tersisa disana. Kalimat-kalimat yang dikeluarkan oleh Kimbum tadi sungguh menohok hatinya. Dengan susah payah dirinya juga hyungdeul dan dongsaengdeul-nya membangun semua itu, namun dengan mudahnya dapat diruntuhkan begitu saja. Namja penyuka warna pink ini akhirnya mengeluarkan air matanya dan menangis dalam diam.
Dorm ini adalah awal dimana semua perjuangan mereka dimulai. Saksi dari kisah persahabatan mereka yang selalu mengatakan bahwa mereka satu hati. Saksi tangis, air mata, serta kebahagiaan mereka dahulu disini. Dia dengan sengaja mengirimi sms ke semua member Super Junior untuk berkumpul di dorm.
Setelah satu jam lamanya, akhirnya keseluruh member Super Junior lainnya sudah berkumpul di dorm bekas mereka. Tak ada yang bicara mereka terlihat canggung satu sama lain. Namja bergigi kelinci itu menghela nafasnya sesaat. Menghapus jejak air mata di sudut matanya dan mulai membuka pembicaraan secara normal.
"Aku tidak ingin Super Junior bubar." Ungkap Sungmin dengan pelan.
Heechul menatap Sungmin tidak percaya. "Kau benar-benar mudah berubah pikiran Sungmin-ssi. Plin plan sekali."
"Anniyo kau bukan Heechul hyung. Heechul yang kukenal tidak memiliki sikap bodoh sepertimu. Satu lagi aku akan selamanya menjadi salah satu dongsaeng-mu hyung." Sungmin menormalkan suaranya.
"Hyung. Ini adalah Sungmin hyung yang asli." Ryeowook terharu dengan kesadaran Sungmin.
Sungmin sudah tidak tahan lagi. "Aku... aku merasa menjadi orang paling bodoh dengan membuat keputusan tersebut. Pikirkan oleh kalian betapa beratnya kita membangun ini semua yang sebenarnya hingga saat ini merupakan impian kita? Lalu dengan mudahnya kita merobeknya begitu saja? Jika saja dorm ini bisa bicara dia akan bersaksi mengenai bagaimana kita dahulu! Tertawa, menangis, tersenyum, bersedih bersama! Kemanakah itu semua?!" Air mata Sungmin tumpah dengan deras.
"Benar yang dikatakan Sungmin, seharusnya kita tidak berlebihan seperti ini." Yesung mengiyakan.
Donghae mencoba menyela. "Ta..ta..tapi Kyuhyun dia sudah ber.."
Hangeng memotong ucapan Donghae. "Dia memikirkan perasaan kita. Anak itu adalah anak yang selalu berpura ceria sejak dahulu. Dia selalu menyembunyikan sakitnya saat sakit dan kita lah yang selalu mencari tahunya. Kenapa kita sekarang malah diam dan tidak mencari?"
"Aku merindukannya, magnae evil itu." Eunhyuk memahami dan menunduk.
Kangin menghembuskan nafasnya. "Kita benar-benar hyung yang jahat."
Shindong sudah menangis dengan kerasnya.
Zhoumi tersenyum. "Bisakah kita membangun ini lagi dari awal?"
"Mu...mungkin.." Heechul hanya mengalihkan pandangannya.
Henry menatap Leeteuk. "Jungsoo hyung eotte?"
"Kenapa kalian malah membelanya. Ini..." Leeteuk tak mau menatap semua member.
Siwon mengernyit bingung. "Tataplah kami hyung."
"Kalian tidak memikirkan Kibum!" Teriak Leeteuk.
Sungmin bangkit dan mendekati Leeteuk menatapnya dengan tajam. "Kibum mati untuk Kyuhyun! Dia hyung yang paling baik diantara kita! Kibum menitipkan Kyuhyun pada kita! Kau egois Jungsso hyung. Kau hanya berpura-pura tidak melihat. Kau hanya tidak ingin perasaanmu kembali tersakiti!"
"Bicaralah yang benar pada hyungnim-mu Lee Sungmin!" Leeteuk membalasnya dengan tajam.
Ryeowook mencoba melerai. "Minnie hyung geuman."
Sungmin mengepalkan tangannya. "Baik HYUNGNIM lalu apa kau akan puas setelah mendengar ini? KYUHYUN MENGHILANG! TANPA MAKAN DAN MINUM DENGAN BEKAS OPERASI YANG MASIH BASAH DAN KONDISI YANG SANGAT LEMAH. SILAHKAN APA LANGKAH HYUNGNIM?
Tenggorokan Leeteuk terasa tercekat setelah mendengar kalimat Sungmin. Tak hanya Leeteuk, member Super Junior lainpun dibuat tertohok dengan pernyataan Sungmin. Magnae mereka hilang?
"D..darimana kau tahu?" Leeteuk masih bingung.
Sungmin menjawab. "Kimbum datang dan memberikan 'kabar gembira' itu."
"Pukul aku Sungmin-ah. Aku pantas mendapatkannya." Air mata Leeteuk mengalir begitu saja.
"Jangan bilang kau melakukan kesalahan yang sama hyung." Siwon menatap Leeteuk curiga.
Leeteuk tesenyum getir. "Lebih parah Siwon-ah. Aku memintanya untuk mati dan mengembalikan paru-paru itu."
Member Super Junior menatap Leeteuk tidak percaya dengan air mata yang langsung turun membasahi wajah mereka.
"Jeongmal bunuh aku saja. Aku tidak mau kehilangan lagi. Jebal." Leeteuk jatuh berlutut di hadapan dongsaengdeul-nya.
.
.
.
.
.
Seorang namja langsung menggendong Kyuhyun di punggungnya kemudian memasukan Kyuhyun ke dalam mobilnya. Sudah terlalu jauh jika dirinya membawa Kyuhyun ke rumah sakit, akhirnya namja tersebut memutuskan untuk membawa Kyuhyun pulang ke rumahnya saja. Dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya. Terlebih kondisi Kyuhyun dari penampakannya sekarang terbilang sangatlah lemah.
Setelah tiba di rumahnya, namja tersebut langsung memberikan penanganan pada Kyuhyun. Untung saja dia selalu menyediakan peralatan medis di dalam rumahnya sendiri. Dengan telaten dan hati-hati namja ini merawat Kyuhyun. Mengingat baru saja Kyuhyun melakukan transplantasi beberapa waktu lalu sehingga akan sangat riskan jika penanganannya tidak sesuai.
Seorang namja tengah mencoba membuka kedua matanya. Putih...ruangan ini sama tapi terasa asing baginya. Ada beberapa furniture yang tidak biasanya ditempatkan dalam ruangan seperti ini. Nafasnya sudah terasa ringan, Kyuhyun 'namja' tersebut menyadari bahwa kini sebuah masker oksigen tengah membalutnya. Hingga seorang namja lain muncul di hadapannya dengan memberikan senyum kemudian duduk disamping Kyuhyun.
"Kau sudah sadar?" Tanya namja tersebut.
Kyuhyun hanya mengangguk lemah.
"Apa yang kau lakukan kemarin? Itu sangat berbahaya dengan kondisi yang masih lemah begini." Omel namja tersebut.
Kyuhyun mencoba melepas masker oksigennya.
Namja itu segera menghentikannya. "Kau masih membutuhkan itu. Harusnya sekarang ini kau ada di ORIT bukannya di rumahku."
Kyuhyun berkata lemah. "Ini.. rumah.. uisa?"
"Nde ini rumahku. Keluarga ku sepenuhnya ada di China. Jangan berbicara dulu kau masih lemah. Istirahat dan aku akan mengembalikanmu ke rumah sakit."
Kyuhyun mengangguk lemah. "Gomawo Yong Pil uisanim."
Namja baik hati itu 'Yong Pil' mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. "Sudah kubilang jangan bicara dulu."
.
.
.
.
.
27 April 2015
Seoul International Hospital
Kimbum tengah menyantap makanannya dengan tidak begitu semangat. Yoona yang menemaninya pun merasa risih melihat leader timnya itu benar-benar kacau. Tapi dia tidak ingin mengatakannya, karena di saat seperti ini Kimbum bisa berubah menjadi macan mengerikan jika ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Yoona sudah bergidik ngeri hanya memikirkannya saja.
Sementara Kimbum, kini dia sedang mengotak-atik ponselnya dengan asal. Ingin menghubungi seseorang namun dirinya sangat bingung siapa yang harus dihubungi. Akhirnya berhentilah Kimbum pada kontak bernamakan 'Sikyung hyungie.'
"Hyung lama sekali kau angkat." Kimbum mendumel.
Sikyung tersenyum. Kimbumnya manja. "Hyung sedang ada jadwal di luar kota. Ini sangat sibuk-sibuknya. Mianhae."
"Boleh aku minta tolong?" Tanya Kimbum kemudian.
Sikyung mengerutkan keningnya disana. "Mau minta tolong apa?"
Kimbum menjelaskan dengan antusias. "Sewakan detektif paling terkenal untuk mencari Kyuhyun. Jika bisa sekelas FBI."
Sikyung menggelengkan kepalanya disana. "Semua itu adalah yang paling baik."
"Tapi hyung jika Kyuhyun tidak cepat ditemukan keadaannya.." Nada bicara Kimbum mulai sendu.
Sikyung mengerti perasaaan sang dongsaeng. "Sabarlah aku yakin cepat atau lambat Kyuhyun ditemukan dan baik-baik saja."
"Aku akan merasa menjadi uisa paling gagal jika-Yakkk!"
Kalimat Kimbum terpotong saat handphone-nya diambil oleh seseorang yang tidak dia ketahui. Yoona juga sudah tidak ada lagi disana. Dengan kesal Kimbum menarik kembali handphone miliknya dari orang yang sudah dengan beraninya menjahili dirinya. Namun mata Kimbum terbelalak saat menatap orang asing itu. Dia sama sekali bukan orang asing yang hanya berpakaian seperti dokter disana namun adalah objek yang selama ini dicari oleh seisi rumah sakit.
Mata Kimbum terbelalak. "Kyu..."
"Ssst hyung jangan bilang ini aku." Kyuhyun memelankan suaranya.
Kimbum menggeleng. "Yak Cho Kyuhyun! Kemana saja kau?! Apa kau ingin kami mati berdiri karena mengkhawatirkanmu selalu?! Kau malah datang dengan pakaian dokter dan berdiri tanpa dosa. Sekarang kau harus kembali ke ruang perawatan intensif!"
"Uisa cerewet aku ini sudah pu..." Kyuhyun limbung dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Kimbum langsung menghampirinya. "Kyu gwenchana?"
Kyuhyun memegang kepalanya. "Sa..kit..."
"Siapa saja bantu aku!" Teriak Kimbum dan membuat para uisa dan ganhonsa lain membantunya.
"Sesak... hyung...sakit.." Kini Kyuhyun memegangi dadanya yang mulai terasa sakit.
Kimbum memberikan perintahnya. "Yura-ya persiapkan semua peralatannya di ruang intensif yang ditempati Kyuhyun."
"Nde algeshimnida." Jawab salah seorang ganhonsa.
Yong pil yang sedari tadi menemani mereka juga ikut membantu. "Mungkinkah terjadi pendarahan?"
"Entahlah hyung sebaiknya kita periksa saja dulu." Jawab Kimbum singkat.
Setelah tiba seluruh tim medis bersama Kimbum langsung memberikan penanganan khusus pada Kyuhyun. Namja berkulit pucat itu sendiri sudah tidak sadarkan diri karena menahan sakit yang luar biasa menyerangnya tadi. Setelah satu jam akhirnya seluruh proses penanganan berakhir dengan cukup baik.
Kimbum keluar dari ruangan Kyuhyun dengan perasaan yang cukup lega. Pengadaptasian terhadap organ baru memang terbilang akan sulit dilakukan oleh tubuh. Untunglah Kyuhyun cukup kuat untuk menahan semua itu. Meski memang masih harus masih dilakukan penanganan medis yang cukup lumayan. Di sebelahnya Yong Pil hanya memandang Kimbum tanpa berkedip. Ada sesuatu hal mengganjal yang akan dia utarakan pada Kimbum.
Kimbum bingung dengan tatapan Yong Pil. "Waeyo hyung?"
"Rekap ulang dan periksa ulang Kyuhyun." Yong Pil berucap dengan jelas.
Perintah itu semakin membuatnya bingung. "Kenapa? Pemeriksaan Kyuhyun amat baik-baik saja."
"Ini hanya prediksiku. Tubuh Kyuhyun sebenarnya menolak keberadaan paru-paru itu." Yong Pil akhirnya mengatakannya.
"Tidak mungkin. Jika Kyuhyun memang menolak, seharusnya di meja operasi sudah.." Kimbum tak mau melanjutkan kalimatnya.
Yong Pil menatap Kimbum tegas. "Yang perlu kau ingat adalah Kyuhyun 'sangat sakit'"
Kimbum hanya bisa terdiam mendengarnya.
"Aku kembali dulu. Tapi itu hanya prediksi semoga saja kalimat itu berbalik menjadi 'sangat sehat'." Yong Pil beranjak meninggalkan Kimbum.
Malam ini Tuan Cho memutuskan untuk menginap di rumah sakit dan mengabaikan dulu pekerjaannya. Sekarang dirinya tengah berada di dalam ruang rawat Kyuhyun sembari sesekali memberikan sebuah 'usapan' ringan di kepala sang anak. Hal tersebut lantas membuat sang anak merajuk dan memberikan muka ngambeknya pada sang appa.
Kemarin nyaris dirinya gila karena anak yang kini ada dihadapannya tidak kunjung kembali juga. Dunianya serasa berhenti tanpa kehadiran sang putra. Perasaan takut akan kehilangan setiap hari selalu mengunjungi hatinya tanpa bisa dia hadang. Meski berulang kali Tuan Cho mencoba untuk siap akan kemungkinan itu namun dia juga terlalu takut untuk menghadapinya. Tangannya kini beralih untuk mengelus surai lembut milik sang putra.
"Jangan pernah pergi lagi arra?" Tuan Cho menatap Kyuhyun dengan lembut.
Kyuhyun mengangguk. "Nde appa. Mianhae telah membuat appa khawatir."
"Setiap hari sayang setiap hari appa selalu mengkhawatirkanmu dan mendoakanmu." Balas Tuan Cho dengan tersenyum.
Kyuhyun memegang lembut lengan Tuan Cho. "Appa mianhae aku belum bisa menjadi anak yang berguna bagi appa. Aku hanya selalu merepotkan appa."
Tuan Cho menggelengkan kepalannya. "Anniyo nae adeul. Kau adalah anak yang sudah membuat appa-mu ini bangga. Kau berguna bagi semua orang. Kau membuat mereka tersenyum."
"Aku ingin lagi seperti itu appa. Membuat mereka tersenyum. ELF-ku. Apa aku bisa?" Tanya Kyuhyun dengan lugu.
Tuan Cho mengelus kembali surai Kyuhyun. "Tentu saja bisa Kyunnie."
"Tapi appa kenapa paru-paru ini selalu membuatku sakit jika aku berusaha bernafas melaluinya?" Tanya Kyuhyun kembali.
Tuan Cho hanya bisa menjawab seadanya. "Paru-parumu masih harus menyesuaikan diri."
Kyuhyun tersenyum. "Baik appa. Tapi kalau aku terlalu sakit dan meminta kalian berhenti tolong berhentilah. Aku akan sangat senang jika kalian menurutinya nanti aku juga akan memberitahu Kimbum uisanim."
Tuan Cho hanya mampu mendongakkan kepalanya ke atas.
Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi Kimbum mendengar itu semua. Hatinya serasa teriris saat mendengar kalima-kalimat Kyuhyun. Berbagai kemungkinan akan sangat mungkin terjadi. Dan kemungkinan itu tidak akan pernah meninggalkan kemungkinan terburuk yang berisiko paling tinggi untuk terjadi.
.
.
.
.
.
Hide story
Dua orang namja tengah berhadapan satu sama lain di dalam suatu ruangan. Hanya kebisuan yang membalut kedua orang tersebut. Sunyi masih terasa meski telah beberapa menit waktu terlewati.
Namja yang lebih tua kemudian memegang kalender duduk yang memang ada di atas meja kerja untuk namja yang lebih muda. Melihat itu akhirnya membuat namja yang lebih muda kemudian mengeluarkan suaranya. Meski yakin tak yakin, dirinya memang tetap harus menyampaikan semua ini kepada wali pasien yang bersangkutan.
Namja muda mengeluarkan suaranya. "Mengenai pertransplantasian itu..."
"Jika kau ingin memberitahuku. Berikanlah aku kabar buruk terlebih dahulu." Sahut sang namja paruh baya dengan senyum.
Namja muda itu menghembuskann nafasnya sejenak. "Kematian.."
Namja paruh baya mencoba bersikap normal. "Kematian lalu?"
"Jika tubuh putra anda menolak benda asing yang ada di tubuhnya. Penolakan itu akan terjadi. Dalam kasus ini penyakit putra anda sangat bisa dikatakan amat parah. Batuk, sesak, pusing, batuk mengeluarkan darah bisa terjadi secara terus menerus. Tentu otomatis membuat bakteri itu kembali bisa berkembang, paru-paru pendonor akan tidak berfungsi dalam tubuh putra anda, dalam kondisi batas normal jika begitu bisa dilakukan transplantasi yang kedua. Namun kita tahu sendiri mencari pendonor amat sangat lama dan sulit. Namun itu juga terjadi apabila pemberian obat imunosupresif sudah tidak bisa diterima lagi oleh tubuhnya dan malah membuat infeksi baru." Jelas namja muda tersebut panjang lebar.
"Kau sebagai dokter hanya bisa berusaha dan aku sebagai seorang ayah hanya bisa berdoa. Selebihnya biarkanlah Tuhan yang menentukan." Sang namja paruh baya menjawab dengan bijak.
Namja muda mencoba meyekinkan sang namja paruh baya. "Bagaimana jika transplantasi kedua?"
"Putraku hanyalah manusia biasa yang akan memutuskan kapan dia akan berhenti. pada saat dia memintamu untuk berhenti menanganinya maka berhentilah."Sang namja paruh baya beranjak pergi meninggalakan ruangan tersebut.
Meski tegar tetap saja air mata itu mengalir begitu saja membasahi kedua pipinya. Meski tak terisak, namun batinnya menjerit untuk mengatakan bahwa itu semua tidak akan mungkin terjadi. Namun kehendak Tuhan tidak akan pernah ada yang tahu.
.
.
.
.
.
-Dielusnya dengan sayang sang putra yang tengah terbaring dengan lelap. Diciumnya kening sang putra. "Apakah ini adalah waktu untuk kau berhenti nak?"
.
.
.
.
.
28 April 2015
SM Entertainment Building
Hari ini gedung SM Entertainment nampak begitu ramai. Keramaian itu disebabkan oleh wartawan yang sudah sejak pagi menunggu disana. Tidak lain tidak bukan adalah untuk meliput mengenai 'Kebubaran Super Junior yang Dibatalkan.' Bahkan berita ini sudah tersebar ke seluruh Korea Selatan termasuk negara-negara lain yang disana terdapat banyak penggemar dari Super Junior.
Petinggi SM memijat pelipisnya yang mendadak sakit setelah melihat kerumunan wartawan yang berkumpul di bawah sana. Wartawan tersebut memang belum diperbolehkan masuk, karena hal ini sama sekali bukanlah yang dirinya rencanakan sendiri. Ditatapnya dengan kesal ke-10 namja¸minus Hangeng, Henry, dan Zhoumi karena ketiganya sedang ada jadwal di China dan harus cepat kembali.
Ya ke-10 namja yang kini duduk dihadapan dirinya itu adalah mantan anak asuhnya yang baru saja beberapa hari yang lalu menyatakan diri mengakhiri hubungan kontrak mereka. Namun para orang dewasa yang masih berusia bocah sebenarnya itu kini mengerubunginya bagaikan lebah yang menemukan sarang.
Petinggi SM menggelengkan kepalanya. "Kalian sudah tak ada kontrak masih saja menyusahkanku."
"Kata siapa Sajangnim. Kontrak kami itu berakhir 2018 nanti. Jadi kontrak masih ada." Kangin menyahut dengan senyum tanpa dosanya.
Petinggi SM memutar bola matanya malas. "Kalian para bocah."
Leeteuk mendekati sang Petinggi SM. "Mianhae Sajangnim. Karena kami lancang. Tapi benar sebenarnya kontrak belum berakhir. Jadi tolong ikut berikan konfirmasi bahwa kami belum bubar. Kami mohon."
"Untuk soal surat kemarin anggap saja tidak pernah ada." Heechul menambahkan.
Petinggi SM menatap Heechul. "Kim Heechul kau benar-benar..."
Yesung bersuara. "Super Junior sangat berharga bagiku. SM juga tidak berbeda jauh dari itu."
"Disini kami memulai dan disini kami mengakhir. Tapi kami masih betah." Sungmin ikut bersuara.
"Anggaplah kami sebagai putra anda sendiri. Bukankah anda yang selalu bilang demikian?" Siwon juga berpendapat.
Eunhyuk mulai menangis. "Ini jantung dan paru-paru kami."
Shindong menambahkan. "Hanya Super Junior yang memiliki member bertubuh gemuk."
"Super Junior adalah bentukanmu sendiri Sajangnim. Grup bongkar pasang yang kini menjadi grup permanen." Ryeowook bersuara.
Donghae juga ikut serta. "Impian kami Sajangnim."
Petinggi SM hanya bisa menarik nafasnya. "Baiklah. Kalian berhasil."
"Sajangnim aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu." Heechul menjawab antusias.
Petinggi SM kemudian menatap mereka satu per satu. "Apakah kalian yakin semua akan kembali seperti keadaan awal setelah ini?"
"Mungkin itu sulit, tapi akan kami usahakan dengan keras." Jawab Leeteuk dengan sopan.
Petinggi SM tersenyum. "Kalau begitu coba kalian bawa Kyuhyun kembali."
Setelah percakapan yang cukup panjang akhirnya Petinggi SM mempersilahkan semua wartawan yang telah menunggu untuk masuk. Acara konferensi pers juga sudah dimulai oleh seluruh member Super Junior yang tersisa. Sinar-sinar yang keluar dari semua lensa kamera begitu kentara disana.
Pada akhirnya setelah semua dirasa siap Super Junior diikuti dengan Petinggi SM sudah duduk disana dan memulai konferensi pers ini. Sebab mengapa mereka bubar hingga memutuskan untuk menarik kembali mengapa mereka tidak jadi bubar.
Seorang wartawan mulai bertanya. "Jadi apa gerangan yang membuat kalian beberapa waktu lalu mengatakan bubar?"
"Ada masalah intern diantara kami. Meski setelah 10 tahun ternyata itu tidak bisa menjamin." Leeteuk sebagai perwakilan menjawab dengan tenang.
Seorang wartawan lagi bertanya. "Tapi keputusan untuk tidak jadi bubar ini begitu dekat jaraknya dengan bubar. Apa hal yang begitu penting membuat pembatalan ini?"
"Hal yang begitu penting adalah ikatan di antara kami. Ini membuat kami sdar bahwa tidak seharusnya kekanakan begitu."
"Mungkinkah sumber konflik intern utama Super Junior adalah Kyuhyun-ssi dan Kematian Kibum-ssi?" Wartawan itu bertanya dengan selidik.
Leeteuk mencoba acuh. "Mari kita tak usah mengingat masalah yang sudah berlalu."
"Tapi itu tidak bisa dilupakan karena ibu Kibum-ssi sendiri akan menuntut Super Junior, Kyuhyun bahkan mungkin SM?" Salah satu wartawan menginterupsi.
Kini Petinggi SM mengambil alih. "Biarlah hukum berjalan sesuai dengan adanya saja. Lagipula itu hanya kesalahpahaman."
"Lalu Kyuhyun-ssi sendiri kenapa masih sembunyi?" Seorang wartawan kembali menyelidik.
Petinggi SM kembali menjawab. "Kyuhyun-ssi masih tahap pemulihan."
Seorang wartawan menginterupsi. "Separah apa memangnya penyakit Kyuhyun-ssi?"
"Kami disini hanya untuk menyatakan mengenai konfirmasi kami. Mianhamnida lagi pula itu adalah rahasia kami." Tutur Leeteuk.
Acara konferensi pers berlangsung selama satu jam. Di akhir acara mereka mengumumkan dengan jelas bahwa Super Junior tidak bubar dan akan terus berjalan sampai mereka lelah nanti.
Di salah satu rumah sakit seorang dokter muda tampak antusias melihat sebuah acara konferensi pers yang live. Dalam hati dia bersyukur karena orang-orang tersebut sudah sadar mengenai kesalahannya dan kini mencoba memperbaikinya satu per satu. Dengan perasaan senang dia mengetikan pesan teks ke salah satu anggota boy group tersebut.
Handphone Ryeowook tiba-tiba saja berdering saat dalam perjalanan pulang menuju dorm lama mereka. Dilihatnya pesan masuk tersebut, Ryeowook langsung tersenyum senang melihat isinya.
"Hyung Kyuhyunnie sudah ditemukan." Ucap Ryeowook dengan antusias.
Donghae menatap Ryeowook gembira. "Jeongmalyo? Sekarang dia ada dimana?"
"Kimbum uisa yang mengirimiku pesan Kyuhyun ada di Seoul International Hospital. Keadaannya sehat meski masih berada di ruang perawatan intensif." Jelas Ryeowook kepada hyungdeul-nya.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang?" Eunhyuk menawarkan.
Leeteuk menatap para dongsaeng-nya khawatir. "Apa kalian tidak lelah."
Shindong menyahut. "Semangat kami langsung naik saat akan bertemu Kyuhyunnie."
"Lagipula sekarang tidak terlalu malam kok hyung." Siwon menambahkan.
Heechul menggelengkan kepalanya. "Kalian benar-benar seperti bocah."
"Kau sendiri tidak bisa menutupi kegembiraanmu hyung." Yesung menggoda Heechul.
Kangin bersuara. "Ayo jangan membuang waktu."
.
.
.
.
.
Seoul International Hospital
Kyuhyun mencoba menghapus air matanya yang sedari tadi sudah turun menuruni kedua pipinya yang kini mulai terlihat tirus. Melihat para hyung-nya berkumpul bersama membuat perasaannya begitu terharu meski dirinya tidak bisa hadir diantara mereka semua.
Kyuhyun langsung kembali ke posisi semula saat mendengar suara seseorang membuka pintu ruang rawatnya. Disana Kimbum tengah tersenyum dengan penuh ceria dan berjalan mendekati ranjang Kyuhyun. Dielusnya surai lembut Kyuhyun sesaat dan kemudian kembali mengeluarkan senyumanannya.
"Di luar ada hyungdeul-mu berkunjung." Jelas Kimbum dengan penuh senyum.
Kyuhyun menggeleng. "Suruh mereka pulang."
"Kyunnie bukannya kau sangat ingin bertemu mereka? Bahkan mereka lengkap datangnya." Jujur Kimbum amat bingung.
Kyuhyun menatap Kimbum datar. "Aku tidak ingin bertemu mereka."
Kimbum semakin mengernyit. "Apa ada yang mengganjalmu?"
"Cukup menyuruh mereka pergi uisa." Sahut Kyuhyun singkat.
Kimbum menggeleng. "Ceritakan Kyu! Aku doktermu."
"Aku belum siap uisa... belum siap melihat mereka menganggapku sebagai Kibum. Belum cukup siap untuk memperburuk keadaan dan membuat mereka kembali bersedih." Kyuhyun menangis.
Kimbum iba melihatnya. "Kyu, mereka sudah berubah."
"Berubah atau tidak pun semua tidak akan sama uisa. Kini sudah berbeda. Jebal bilang pada mereka jangan temui aku lagi."
Kimbum menggeleng dengan kekeras kepalaan Kyuhyun. "Cho Kyuh..."
"Jebalhamnida...uisa.." Liquid bening itu semakin deras mengaliri pipi Kyuhyun.
Kimbum menyandarkan dirinya pada pintu ruangan rawat Kyuhyun setelah keluar disana. Menguatkan dirinya akhirnya Kimbum berjalan menuju ruangan tunggu dimana seluruh member Super Junior sedang duduk disana.
Melihat kedatangan Kimbum, semua member langsung berdiri dan membungkuk hormat. Kimbum dibuat tersenyum masing-masing mereka terlihat membawa satu bingkisan untuk magnae. Tapi sayang hanya kekecewaan yang akhirnya akan mereka dapat.
"Eohtokhae uisa?" Ryeowook yang paling tidak sabar.
Kimbum menjawab singkat. "Pulanglah."
"Bukannya tadi kau bilang kami bisa kesini dan menemuinya?" Heechul agak geram juga.
Kimbum mengedikan bahunya. "Ini bukan kemauanku tapi Kyuhyun sendiri."
"Kyuhyun tidak ingin bertemu kami?" Tanya Donghae dengan sedih.
Kimbum menganggukkan kepalanya.
Tak terima dengan itu Sungmin berlari dan membuka kamar rawat Kyuhyun dengan paksa. Sementara yang lain hanya bisa terdiam menyaksikan itu semua kemudian mereka mengikuti Sungmin dari belakang.
Kyuhyun membelalakan matanya tidak percaya saat melihat Sungmin memasuki kamar rawatnya dengan begitu cepat. Ingin sekali lagi Kyuhyun berteriak bahwa menrindukan kesemua hyung-nya. Namun suatu alasan membuat Kyuhyun lagi-lagi harus mengurungkan niatnya.
"Pergilah." Ucap Kyuhyun dingin.
Sungmin menggeleng. "Kami kesini adalah untuk bertemu dan meminta maaf padamu Kyunnie."
"Tak ada yang harus kumaafkan. Akulah yang salah." Kyuhyun tidak mau menatap hyung-nya.
Sungmin mendekati Kyuhyun. "Jebal saeng jangan siksa kami seperti ini."
"Jangan mendekat atau menatapku!" Tegas Kyuhyun.
Sungmin menggeleng kuat. "Apa alasannya kami tidak boleh melihat dongsaeng kami sendiri?"
Kyuhyun jengah dan menatapnya dengan tajam. "Karena kalian akan melihat sosok Kibum hyung pada diriku!"
Semuanya tersentak saat menatap Kyuhyun. Wajah Kyuhyun tiba-tiba saja seakan berubah menjadi Kibum dalam pandangan mereka.
"Pergi kubilang. Aku hanya membuat kesedihan kalian kembali!" Kyuhyun melemparkan benda di nakas sampingnya.
Diantara mereka Leeteuklah yang paling merasa tertohok. "Kyu.. kami.."
Kyuhyun semakin menangis. "Aku berjanji... paru-paru ini pasti kukembalikan.."
"Sangie kami disini untuk dirimu..." Siwon mencoba membujuk.
Kyuhyun tetap menggelengkan kepalanya. "Pergi!"
"Pergilah kumohon. Kyuhyun masih perlu istirahat." Kimbum akhirnya mengendalikan situasi.
Yesung menghembuskan nafasnya. "Baiklah saengie, tapi besok kami datang lagi untuk menemui uri magnae."
Ryeowook tak terima. "Tapi..tapi.."
"Masih ada hari esok Wookie-ah." Sungmin menghiburnya.
Setelah semua member Super Junior kembali pulang dan meninggalkan Kyuhyun, kini hanya Kimbum dan Kyuhyun yang tersisa di dalam ruangan tersebut. Kimbum menghela nafasnya saat mendengar Kyuhyun yang kini tengah menangis sambil terisak. Didekatinya namja yang sudah seperti dongsaeng-nya sendiri itu.
Di dalam pelukan Kimbum, Kyuhyun semakin menangis. Padahal ingin sekali dirinya memeluk semua orang itu. Menumpahkan semua perasaan rindu yang selama ini begitu menyiksanya. Serta menceritakan berbagai macam hal yang selalu membuat dirinya takut. Seperti dulu saat dirinya selalu berbagi cerita dengan hyung-nya yang lain.
"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Tanya Kimbum dengan lembut.
Kyuhyun berkata pelan. "Ibu kibum hyungie.."
"Biar kutebak kau memikirkan mengenai tuntutan yang akan diajukan itu?" Kimbum bertanya retoris.
Kyuhyun mengangguk lemah. "Boleh aku keluar dari rumah sakit sebentar?"
Kimbum membulatkan matanya. "Cho Kyuhyun kau jangan bertindak bodoh."
"Ada yang hendak harus kulakukan terlebih dulu." Kyuhyun jujur pada akhirnya.
Kimbum tahu maksud dari Kyuhyun. "Jangan bilang kau akan.."
"Aku hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihku saja. Selebihnya tak ada lagi." Kyuhyun menjawab dengan senyum
Kimbum hanya bisa menganggukan kepalanya dan mengiyakan permintaan Kyuhyun.
.
.
.
.
.
Dua orang namja dengan perbedaan umur cukup dekat kini sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Namja yang paling muda terlihat mengenakan jaket tebal dan juga syal. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.
Sepanjang perjalanan si namja muda tidak berhenti mengeluarkan senyumannya. Sesekali dia bersenandung, meski dengan suara dan nafas yang masih terbilang cukup lemah. Namja tertua hanya bisa tersenyum sembari mensyukuri bahwa orang ini berhasil dirinya selamatkan meski hingga saat ini masih bertarung dengan kematian yang mungkin tiap saat bisa menghinggapinya.
Lamunan namja tertua itu langsung menghilang saat menyadari bahwa mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju. Sang namja tertua membantu namja muda untuk keluar dari mobil dan memapahnya sedikit demi sedikit. Untung saja pintu dengan halaman disana tidak terlalu jauh. Dengan penuh senyuman sang namja muda memencet bel yang ada pada rumah yang ternyata tujuan mereka. Setelah menunggu 3 menit akhirnya seseorang mendekat dan membukakan pintu untuk mereka berdua.
Sang penerima tamu langsung membulatkan matanya tidak percaya. Ini adalah para tamu 'istimewa' baginya, terlebih seseorang diantara mereka berdua. Sang penerima tamu menggelengkan kepalanya karena tidak percaya melihat siapa yang datang.
'PLAK' Tamparan itu terdengar sangat keras dan bisa dipastikan sangat sakit.
Namja termuda memegangi pipinya yang terasa panas. "Aku kesini untuk..."
"Lancang sekali dan berani sekali kau menunjukan dirimu di hadapanku!" Teriak sang penerima tamu yang tidak lain adalah eomma Kibum.
Kyuhyun sang namja muda mencoba menstabilkan dirinya sendiri. "Omonim.. maksud kedatanganku kemari adalah.."
Eomma Kibum langi-lagi memotong kalimat Kyuhyun si namja muda. "Untuk mengatakan bahwa kau berhasil membunuh anakku hah?! Untuk menunjukannya!"
"Jeoseonghamnida. Nyonya anda tidak perlu sampai begitu. Dia datang dengan tujuan baik." Kimbum mencoba mencairkan suasana.
Eomma Kibum tersenyum sinis. "Orang baik yag sudah merenggut nyawa putraku maksudmu? Seandainya saja kau dan kebohongan busukmu tidak pernah ada, anakku tidak akan pernah meninggal! Anakku akan tetap hidup. Siapa kau sampai anakku harus kehilangan nyawanya yang begitu berharga?!"
"Aku memang bersalah omonim. Aku tidak akan beralasan. Tapi kumohon tuntutlah aku saja jangan hyungdeul." Kyuhyun tiba-tiba berlutut di hadapan eomma Kibum.
Kimbum yang melihat itu mencoba mencegah Kyuhyun. "Kyuhyunnie hentikan ini."
"Aku tidak akan berhenti sampai omonim hanya untuk menuntutku." Kyuhyun kukuh dengan pendiriannya.
Eomma Kibum sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. "Kau pikir kau siapa?! Menuntut atau tidak itu adalah hak diriku! Kau hanyalah seseorang yang seharusnya mati tapi masih tetap bisa hidup!"
Kalimat itu membuat hati Kyuhyun begitu terluka dan berdiri dari posisinya. "Biarkan waktu berlalu omonim karena milik putramu pasti akan aku kembalikan.
"Baguslah karena kau bukan pemiliknya." Eomma Kibum membantingkan pintunya.
Kyuhyun menatap pintu yang tertutup tersebut dengan pandangan nanar. Padahal dahulu dia sering kesani, pintu ini pun selalu terbuka dan disambut baik oleh seseorang dengan senyuman yang begitu menenangkan dan membekukan sekaligus. Namun dirinya tidak pernah akan bisa lagi melihat senyuman itu.
Lutut Kyuhyun saat ini begitu sangat lemas. Rasanya tubuhnya begitu berat dan tidak ada yang bisa menopangnya. Kyuhyun mungkin akan jatuh terjungkal ke tanah jika saja Kimbum tidak memeganginya dari belakang. Mata Kyuhyun berubah menjadi sangat sayu seakan sangat berat untuk menahan mata tersebut tetap terbuka.
"Kyu bertahanlah kita akan segera kembali..." Kimbum mencoba mempertahankan kesadaran Kyuhyun.
Kyuhyun hanya bisa memejamkan kedua matanya dengan erat.
.
.
.
.
.
30 April 2015
Seoul International Hospital
Kimbum meneteskan air matanya saat melihat berkas pemeriksaan di mejanya. Kecurigaan dan prediksi dirinya dan Yong Pil sama sekali tidak meleset. Sebagai seorang dokter Kimbum harus memberitahukan dan menerima pasti semua hasil tersebut. Namun dalam sisi lemahnya sebagai seorang manusia biasa ingin merobeknya dan membakarnya begitu saja. Ini terlalu menyakitkan baginya terlebih untuk orang yang kini sedang terbaring lemah di ruang rawatnya.
Kimbum berjalan dengan lunglai sembari membawa hasil pemeriksaan tersebut untuk diberikan pada sang pasien istimewanya. Saat hampir tiba dirinya dibingungkan dengan banyak tim medis yang berlalu-lalang keluar masuk kamar rawat si pasien istimewa.
Dengan langkah cepat Kimbum memasuki ruangan tersebut. Namja itu terbelalak kaget saat melihat kondisi orang yang kini dirawatnya. Selang-selang serta nafas sang pasien yang terbilang sangat berat. Kondisi ini bisa dikatakan sama dengan kondisinya sebelum melakukan transplantasi atau mungkin lebih parah.
Yong Pil yang tadi menangani Kyuhyun sementara menghembuskan nafasnya kasar. "Kecurigaan kita terbukti."
"Andwae... Kyuhyun itu sembuh..Yong Pil uisanim." Kimbum mencoba tetap pada pendiriannya.
Yong Pil menggeleng. "Tubuh Kyuhyun jelas menolak 'benda asing' tersebut."
"Kalau begitu cari cangkok lain. Kita harus mencari pendonor baru." Kimbum belum bisa mengakui bahwa pasiennya telah gagal.
'PLAK' Yong Pil menampar Kimbum dengan keras. "Jangan bodoh! Sebelum masuk ruang operasi pun dia bisa tewas."
Kimbum memandang Yong Pil dengan nanar. "Apakah sebagai dokter hanya perlu menunggu?"
"Ini sudah diluar batas kemampuan kita. Bahkan catatan medis di tanganmu mengatakan hal yang sama." Yong Pil menunduk.
Kimbum bertanya sinis. "Keadaan apa yang dimaksud sunbaenim?"
"ASAL KAU TAU UNTUK KESEMBUHAN KYUHYUN HANYALAH SEPERTI MENUNGGU KEAJIBAAJAN!" Yong Pil terpaksa mengatakan itu semua.
Sementara itu Kyuhyun yang masih dalam ruang rawat intensifnya sedikit demi sedikit mulai sadarkan diri. Nafasnya tersengal dengan rasa sakit luar biasa di dalam dadanya. Selang oksigen yang menempel pada hidungnya juga tidak membantu untuknya mengambil nafas.
Suatu sensasi aneh langsung Kyuhyun dapatkan setelah dirinya berhasil mendudukan dirinya di tempat tidur. Kyuhyun tiba-tiba terbatuk dengan sangat parah. Darah segar selalu terlihat setiap kali Kyuhyun mengeluarkan batuknya. Dengan lemah dia memencet tombol darurat yang ada di samping tempat tidurnya.
.
.
.
.
.
'PRANG'
Seorang namja dengan wajah malaikat tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang akan dipakainya untuk minum. Dengan perasaan campur aduk namja berwajah malaikat itu mulai membereskan puing-puing dari gelas yang dijatuhkannya. Saat hendak memungut salah satu pecahan kaca tanpa sengaja jari namja berwajah malaikat tersebut tergores dan mengeluarkan darah segar berwarna merah.
Namja itu hanya terdiam sembari memandangi jarinya yang mengeluarkan darah. Ini sakit. Namun bukan jarinyalah yang merasa sakit, sesuatu di dalam dadanya begitu menggebu dan membuat hati namja ini begitu terasa sesak.
Seseorang yang mendengar kekacauan langsung datang menghampiri sang namja yang masih terdiam. Orang tersebut langsung mengambil kotak obat dan mengobati luka pada namja berwajah malaikat itu.
"Wookie-ah.. Kenapa ini sangat sesak?" Tanyanya tanpa mengalihkan pandangan.
.
.
.
.
.
-Dirinya memegangi dadanya yang sangat sakit dan sangat terhimpit. Dirinya hanya mampu menggumam. "Sesak...khhh.."
To Be Continue...
Gomawo buat kalian yang udah selalu mau mampir, menunggu dan meninggalkan jejak review kalian di FF ini. semoga kalian semakin suka dengan semua ceritanya.
Rezy.k : chapter 17 itu karena author dipublish sama chapter teaser, questions dan sebagainya. Ff ini sebetulnya baru sampe chapter 14 sekarang ini. supaya nggak pusing jadi author Cuma publishin chapter utama.
Kyukyu : ini author lagi fokus untuk meneruskan ff ini dulu sampei akhir. Jadi fokus author untuk waktu dekat ini adalah menyelesaikan FF Thank's God.
: sad ending? Haha author juga kadang bingung sendiri ending apa yang harus author bikin di akhir nanti. Ini juga udah mau selesai.
Kira kim 19 : Ngebenci disitu karena mereka merasa kehilangan. Kibum kan emang udah milih untuk memberikan/mendonorkan pada Kyunnie dari waktu itu hehe.
Simahiro : haha kesabaran membuahkan hasil ini udah diupdate.
Vaincxx18 : kedua FF itu menguras pemikiran hehe. Jadi kadang cocok cocokan. Udah berapa kali author coba bikin alur buat The mask of prince, ada yang masuk ada yang nggk jadi harus ditentuin dulu. The legend of world king mau mikirin dulu hal yang gak terlalu jauh dari logika. Hoho jadi selama ini nggak review kemana aja eoh?
Jovial : silent reader tobat ceritanya yang mabuk di club itu adalah Leeteuk. Waduh makasih buat pujiannya tapi ini masih jauh dari sempurna. Hehe mian yah penempatannya suka bikin bingungin. Tapi kalau ditelusuri pasti bisa tau wkwkwk.
Dindaa : sungmin gak banyak omong tapi sekali ngmong pedes hahaha. Masih rahasia dong tamatnya bakal kayak apa ^^
Xyz : ada yang bisa nerima kematian Kibum ada yang nggak. Begitulah author bikin balance. Yong Pil lah yang menyelamatkan hahahaha.
Axselia : makasih banget ya buat dukungannya. Tenang kok ditinggal sendirinya Cuma sebentar sekarang mereka udah berusah untuk akur lagi bukan?
Leny chan : kalau begitu mah wkwkwk jangan dong. Satu lagi silent reader ditemukan? Gapapa kok yang penting sekarang udah ngasih reviewnya kan seenggaknya itu adalah penghormatan sendiri buat author. Makasih banyak nde.
Lily : hahaha nama panggilan author teaser *plak setelah selesai ff ini baru ff ff lainnya akan author lanjut.
Aya : jangan nangis ntar dicium Kyu wkwkkwk
Kyunoi : yah namanya kehilangan kan bisa menimbulkan apapun.
Sparkyu2903 : puasa nggak boleh nangis tar batal wkwkwk. Gimana ya author emang suka sama yang nyesek-nyesek haha.
Angel sparkyu : sekarang mereka udah sadar kok dan saling mengintropeksi diri hihi.
Sakurah552 : hehe buat dapet feel ngelanjutin fanfic ini agak lama karena harus bener-bener menarik dan membuat reader serasa masuk ke dalamnya.
Desviana407 : kyuhyun udah jatuh tertimpa tangga pula wkkwkw. Ah nggak kok ini ff malah mau diselesein.
Vinov407 : Cuma jadi koleksi bookmark uh jahat engga deng becanda. Itu sih tergantung ending haha.
Lydia : kibum membuat Kyuhyun kena getahnya wkwkwk. Kyu udah tahu banyak kok sekarang.
Tyas1013 : jangan dong suju bubar bisa nangis seminggu tuh author haha. Semuanya ada pro dan kontra?
Awaelfkyu13 : kecewa sebentar bahagia sebentar rasanya jadi nano nano haha. Hyungdeul lagi berusaha untuk bareng ma kyu lagi kok.
Ladyelf11 : sekarang udah update lagi. Gak terlalu lama kan?
Anna505 : iya ini buat anna yang ini, nggak ada anna lagi disini—
Okaocha : kyuhyun malah kenapa kenapa jadinya sekarang wkwkwk.
Thanks To :
0932715630;anna505;atikahsparkyu;axerleoulus;cath0797;deviana407;chosuneun;citra546;evil. 95;emon204;hyukrin67;jeun86;kliief29;kimnsyeon;kimraf;kirakim19;magnaevil;missbabykyu;raein13;saryeong;shinjoo24;sparkyubum;tiktiktik;vanillamocca; 0404;beautyq;bright16;cronos01; ;delishaelf;devilkyu;dewisanti07900;febrianiaulia;fitrisipit17;gnagyu; .7; .1;herdianaapn;hulanchan;hyunnie02;ilmah; ;lydiasimatupang2301; 88;mmzzaa;octakyu; ;phn19;purtielfishy;readlight;riskiqhiqy; ;septianm13;septianurmalit1;suju0613;vicyamerry;widiantini9;yulianasuka;yunacho90;captainpotato;illenadavis;kyu4ever; 88;septiaNM13;
