Title : Thank's God

Cast : Kibum, Kyuhyun, Other member SJ, etc.

Lenght : Chaptered

Gendre : Brothership, Sad, Friendship, Hurt/Comfort, etc.

Summary : Namja itu benar-benar dikenali oleh Kyuhyun. Air mata Kyuhyun langsung menetes saat mereka sudah semakin dekat. / "Jangan pernah menunjukan kesedihan kalian di depan Kyuhyun meski kalian tak sanggup." / "Meski aku tidak dapat lagi melihat kumohon jangan menangis." / "Aku ingin mini concert untuk ELF, aku bersama kalian." / "Sajangnim, jeongmal gomawo anda sudah mau terus membimbingku selama ini." / Senyuman yang begitu indah namun berkesan seperti senyuman terakhir. / "Bolehkah aku menyombongkan diri sekarang sebelum aku tidak bisa lagi mendengar dan kehilangan suaraku?" / ... Bahwa aku Cho Kyuhyun meminta kalian untuk tidak menangis dan jadilah orang-orang yang kuat... / Semua orang disana, baik artis, penonton, dan staf menangis menyaksikan semuanya. / "Terima kasih Tuhan..." /

WARNING : TYPO dipastikan ada meski sedikit. Cerita bikin anda diabetes mewek maybe. Alur kecepatan. Ini part terakhir wkwkkwk.

Finally disinilah akhir cerita dari Thank's God. Karena udah chapter 16 author rasa disinilah cerita ini harus ditamatkan. Ending apa yang akan dibikin oleh author? Silahkan baca aja sampai akhir chapter ini. Agak bingung juga sebenarnya mau bikin ending yang seperti apa. Tapi semoga dengan ending ini tidak akan membuat kalian kecewa.

DON'T BASH !

DON'T BE SILENT READER

DON'T LIKE DON'T READ

KEEP REVIEW

LET'S ENJOYED

Preview

Mata Leeteuk dan Tuan Cho langsung menajam saat melihat suasana di salah satu ruangan rawat yang akan mereka hampiri. Di luar ruangan tersebut para namja yang tadi ceria kini mulai menangis sesegukan seakan-akan mereka kehilangan sesuatu.

Di dalam sana seorang namja tengah berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Udara yang dirinya hirup benar-benar hanya menyakitinya saja. Air mata itu terus mengaliri pipinya yang amat tirus. Seseorang dengan pakaian putih muncul di depannya dan mengulurkan tangannya. Namun namja itu menggeleng.

"Untuk permintaan terakhirku Tuhan...".

.

.

.

.

Seoul International Hospital

Member Super Junior seakan-akan terkena serangan jantung. Waktu di sekeliling mereka terasa berhenti berputar. Meski tidak sakit, namun kepala mereka merasakan rasa pening. Tadi Kyuhyun tertawa riang bersama-sama dengan mereka. Namun tiba-tiba Kyuhyun terbatuk dengan keras. Mata mereka semua semakin membelalak saat cairan kental berwarna merah yang dikeluarkan oleh Kyuhyun bersamaan dengan batuknya.

Yesung yang menyadari keadaan semakin gawat pertama kali menekan tombol darurat dan memanggil dokter. Kimbum dan tim dokternya langsung datang secepat yang mereka bisa, dengan cepat mereka melakukan penanganan pada Kyuhyun.

Air mata seluruh member Super Junior semakin mengalir saat harus menyaksikan magnae mereka kembali 'ditusuk' oleh alat-alat rumah sakit yang sama sekali tidak dimengerti oleh mereka. Yang bisa mereka lakukan hanya berdo'a dan saling menguatkan satu sama lain.

Leeteuk dan Tuan Cho yang tidak tahu keadaan apa yang sebenarnya terjadi buru-buru berlari dan menghampiri member Super Junior lainnya.

Leeteuk langsung bertanya. "A...apa.. yang terjadi?"

"Teukie hyung hiks... saat sedang mengobrol tiba-tiba saja Kyuhyun kesakitan." Ryeowook menjelaskan dengan sesegukan.

Mata Tuan Cho memerah. "Lalu bagaimana dengan keadaan putraku?"

Sungmin yang bisa menahan emosinya menjawab. "Kimbum uisanim sedang menanganinya."

"Mianhae Tuan Cho kedatangan kami malah membuat keadaannya buruk." Leeteuk membungkuk dalam.

Heechul ikut melakukan hal yang sama dengan Leeteuk. "Seharusnya kami selalu berada bersamanya, bukan seperti kemarin..."

"Hiks... kami hyungdeul yang bodoh." Donghae menjadi lebih sesegukan.

Eunhyuk juga menangis. "Seandainya Kyuhyun tidak pernah mengenal kami.. hiks..."

Tuan Cho menggeleng dan membangkitkan mereka. "Anniya..."

"Aku mohon Tuan jangan membela kami." Siwon memohon.

Tuan Cho kembali menggeleng. "Aku sama sekali tidak membela. Mungkin jika Kyuhyun tidak bersama kalian keadaannya malah akan lebih buruk daripada ini."

Yesung mendekati Tuan Cho. "Gomawo... anda benar-benar orang baik Tuan."

"Kebaikan anda pun menurun pada Kyuhyunnie." Kangin menambahkan.

Tuan Cho mengangguk meski sakit. "Dia benar-benar baik sampai Tuhan menginginkannya untuk kembali."

"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah terus berdo'a." Shindong mengeluarkan suaranya.

Disana Kyuhyun masih berjuang untuk mempertahankan hidupnya meski sulit. Kesadarannya benar-benar sudah tidak dapat lagi dirinya pertahankan. Ini... ini terlalu sakit untuk dia lawan, bahkan lebih sakit dibandingkan dengan saat dirinya terbangun dari koma pada kecelakaan tahun 2007.

Kimbum terus berusaha menangani Kyuhyun. Walau sebenarnya semua yang dilakukan dirinya dan timnya hanyalah sia-sia. Karena pada saat ini sebenarnya tubuh Kyuhyun memang sudah tidak dapat ditangani. Namun Kimbum percaya Tuhan pasti memberikan keajaibannya bagi orang-orang yang berusaha dengan keras.

"KYUHYUN!"

Semua orang yang ada disana langsung tersentak mendengar Kimbum yang berteriak dengan keras. Mereka menutup mulut mereka sendiri. Tidak...ini tidak boleh terjadi. Mereka yakin ini semua hanyalah mimpi buruk.

.

.

.

.

.

Kyuhyun merasakan sensasi aneh kembali. Sesak dan rasa sakitnya tiba-tiba menghilang begitu saja. Taman ini adalah taman yang kemarin sempat dirinya datangi. Dirinya berpikir apakah ini saatnya untuk benar-benar pergi? Sungguh ini membuatnya sakit. Kenapa Tuhan seolah-olah mempermainkan hidupnya.

Kemarin rasa sakitnya sempat hilang. Mempertemukan dirinya dengan yeoja-yeoja yang begitu sayangi tapi mereka malah mengembalikan dirinya lagi dan membuat Kyuhyun kembali merasakan rasa sakit yang amat dibencinya. Kini setelah merasakan sakit dia kembali lagi ke tempat ini dan rasa sakit dirinya hilang kembali. Lalu apakah setelah ini dia juga akan dikembalikan lagi untuk kembali kesakitan?

Kyuhyun tidak mau berkeliling lagi di taman itu dan memilih untuk tetap duduk ditempatnya pertama kali. Kyuhyun menekuk lututnya dan mulai menangis dengan sesegukan disana. Dirinya tidak pernah mengeluh dengan semua yang telah terjadi kepadanya, namun bolehkah untuk saat ini saja dia mengeluh.

Seseorang menepuk pundak Kyuhyun, saat dirinya terus menangis dengan keras di tengah lututnya yang ditekuk. Kyuhyun mendongakan kepalanya dan menatap seseorang namja yang baru saja menepuk pundaknya. Namja itu benar-benar dikenali oleh Kyuhyun. Air mata Kyuhyun langsung menetes saat mereka sudah semakin dekat. Kyuhyun ingin berkata, namun tak ada sepatah katapun yang sanggup dia keluarkan. Hanya memeluk namja itu seolah menyalurkan bahwa dia begitu merindukannya.

"Cho Kyuhyun..." Namja itu berbicara.

Kyuhyun terus menangis di dalam pelukannya. "Anniyo Bumie hyung aku ingin tetap memelukmu."

"Kau cengeng." Ejek namja itu.

Kyuhyun semakin menangis. "Aku memang cengeng...dan semuanya karenamu."

Namja itu menunduk sedih. "Mianhae..."

"Permintaan maafmu sudah aku maafkan." Kyuhyun melepaskan pelukannya.

Namja itu menatap Kyuhyun dalam dan memegang dada Kyuhyun. "Apa ini menyakitimu?"

"Entahlah hyung tapi setiap kali aku bernafas.. aku selalu merasa sakit ..hiks.. apa aku tidak bisa menjaganya dengan baik?" Kyuhyun kembali menangis.

Namja itu kembali membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya. "Rasa sakitmu pasti akan hilang Kyunnie."

Kyuhyun mengangguk. "Aku sudah tidak bisa lagi menahan sakitnya hyungie..."

"Kau tidak akan kesakitan lagi nanti Kyu." Hibur namja tersebut.

Kyuhyun mendongak dengan air mata yang makin mengalir. "Kapan hyung? Eomma dan noona kemarin juga mengatakan hal yang sama tapi rasa sakitku masih tetap ada."

Tapi namja itu sudah menghilang begitu saja dari pandangan Kyuhyun. Kyuhyun mengedarkan pandangannya namun nihil disana sama sekali tidak ada namja yang dirinya cari. Sebuah kilatan memori ada disana. Memori itu terlintas begitu saja. Adalah memori dirinya bersama keluarganya, memori dirinya bersama hyungdeulnya, tawa, tangis, dan kebahagiaan dirinya bersama.

Air mata Kyuhyun makin mengalir saat sebuah kilatan memori yang paling dia ingat terlintas begitu saja. Memori disaat dimana para ELF memberikan do'a mereka untuk kesembuhan dirinya disaat dia koma. Sesuatu yang sudah Kyuhyun anggap berharga dan menjadi salah satu bagian dalam hidupnya. Perjuangan mereka untuk hanya bisa bertemu dengan mereka.

"Eomma... noonaa... apa ini yang kalian maksud dengan hutangku?"

.

.

.

.

.

Kimbum menutup pintu itu dengan pelan. Seakan-akan tidak mau mengganggu seseorang yang baru saja dirinya tangani. Setetes air bening menetes begitu saja dari mata obsidian miliknya. Entah dirinya harus bahagia atau sedih untuk mengabarkan semua ini kepada mereka yang menyayangi namja yang kini tengah terbaring lemah dengan berbagai peralatan medis.

Ditatapnya orang-orang yang memberikan tatapan penuh harapan kepada dirinya. Kimbum menarik nafasnya dengan kuat untuk memberikan kabar yang setidaknya mengobati rasa sakit mereka meski hanya sedikit.

Tuan Cho menatap Kimbum dengan matanya yang memerah. "Jadi berita apa yang akan kau berikan?"

"Kyuhyun berhasil kami selamatkan." Kimbum menundukan kepalanya.

Tuan Cho menatap Kimbum dengan selidik. "Tak adakah berita lain yang akan kau sampaikan?"

"Jebal Kimbum-ah jangan menutupinya dari kami." Leeteuk menaruh kecurigaan yang sama dengan Tuan Cho.

Kimbum akhirnya berkata jujur. "Meski telah berhasil kami selamatkan, tubuh Kyuhyun pada dasarnya sangatlah lemah. Dia... koma.."

Heechul mengepalkan tangannya. "Koma maksudmu?"

"Ini... bohongkan? Kyuhyunnie tidak mungkin seperti itu?" Ryeowook seakan tidak mau menerima kenyataan ini.

Kimbum menggeleng. "Inilah kenyataan yang terjadi."

Sungmin mendekati Kimbum. "Kapan.. kapan Kyuhyunnie akan sadar?"

"Entahlah aku juga tidak tahu." Kimbum menyahut dengan matanya yang memerah.

Siwon mengeluarkan pendapatnya. "Jangan bersedih. Setidaknya Tuhan masih mengizinkan kita untuk bersama Kyuhyunnie."

Kangin tidak terima. "Apa maksudmu Siwon-ah? Kyuhyun koma dan kita harus bahagia?"

"Setidaknya kita harus mensyukuri hal sekecil apapun yang terjadi." Yesung menyahut.

Shindong menambahkan. "Dan selebihnya kita hanya bisa berdoa."

Eunhyuk sembari menangis ikut bicara. "Kita akan bersyukur dan jangan menyerah hanya dengan seperti ini."

"Jangan pernah menunjukan kesedihan kalian di depan Kyuhyun meski kalian tak sanggup." Kimbum kembali bicara.

Tuan Cho ikut memohon. "Aku juga ikut memohon."

Seluruh member Super Junior menganggukan kepalanya meski dengan air mata mereka yang mengalir.

.

.

.

Satu hari

03 Maret 2015

Namja itu masih terbaring dengan lemah di atas tempat tidurnya. Hanya suara elektrokardiograf yang begitu nyaring terdengar disana. Namja itu masih setia memejamkan kedua matanya. Seakan-akan masih setia dengan mimpi indah yang terus membuatnya betah di dalam mimpinya tersebut.

Dua hari

04 Maret 2015

Seorang ganhonsa mengganti infus si namja yang masih terlelap dengan pulas dalam tidur panjangnya. Ganhonsa itu menatap namja tersebut dengan pandangan sedih. Dia tidak menyangka orang yang selama ini begitu kuat kini bisa tumbang dengan begitu saja. Ganhonsa itu membisikan sesuatu pada namja yang masih setia menutup kedua matanya.

"Ireonayo..... oppa... Aku akan bolos lagi untuk menyaksikan konser kalian."

Tiga hari

05 Maret 2015

Seorang dokter memantau keadaan dari namja yang sekali lagi masih dengan setianya menutup kedua matanya yang terasa berat untuk dirinya buka. Sang dokter mengelus rambut namja tersebut dengan sayang seolah-olah takut untuk menyakiti namja yang tengah terbaring lemah tersebut.

Empat hari

06 Maret 2015

Seorang namja berwajah malaikat sengaja menyempatkan waktu sebelum melaksanakan jadwalnya untuk mengunjungi namja yang kini terbaring lemah di tempat tidurnya. Namja berwajah malaikat itu mengelus rambut namja dengan peralatan medis itu dengan lembut.

Mata namja malaikat itu langsung terbelalak saat mendapati pergerakan dari tangan namja dengan alat medis itu mulai bereaksi. Dengan air matanya yang mengalir namja malaikat itu terus berdo'a dan berharap bahwa apa yang tadi dilihatnya benar-benar terjadi. Kelopak mata yang setia tertutup itu kini mulai terbuka kembali. Dengan cepat sang namja malaikat menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.

07 Maret 2015

Seoul International Hospital

Seorang namja tengah duduk di atas kursi rodanya sembari memandangi langit. Tubuhnya dibalut dengan pakaian yang begitu tebal. Meski telah dilarang namun namja itu tetap kukuh untuk berada di taman rumah sakit, namja ini merasa perlu mengagumi lukisan-lukisan yang telah dibuat oleh Tuhan.

Dirinya bersenandung dengan indahnya. Merasakan semilir angin yang menerpanya. Meski pada dasarnya angin itu malah membuat tubuhnya kedinginan. Walau dengan pakaian tebal yang dikenakannya. Rasa dingin itu masih tetap bisa menusuk hingga tulang rusuknya.

Choi Siwon dengan pakaian militernya mendorong kursi roda itu dan menariknya dari taman rumah sakit. Sudah terlalu lama juga namja itu telah diam di taman rumah sakit. Angin Seoul juga hari ini berhembus dengan begitu kencang. Sementara namja yang kembali dibawa masuk oleh Siwon hanya tersenyum geli dengan tingkah laku salah satu hyung-nya yang begitu protektif ini.

"Siwon hyung..." Panggil namja itu dengan pelan.

Siwon menundukkan kepalanya untuk menatap namja itu. "Nde saeng.?"

Namja itu tersenyum. "Sudah lama kita tidak seperti ini. Jika keadaannya lebih baik pasti akan lebih menyenangkan."

"Ini pun sudah baik kok." Siwon mencoba tersenyum.

Namja itu menatap Siwon. "Oh iya hyungdeul yang lain mana?"

"Hyung yakin mereka sudah ada di ruang rawatmu." Jawab Siwon dengan yakin.

Namja itu kembali menatap Siwon dari atas sampai bawah. "Hyung kau..."

Siwon menjadi kikuk. "A...apa.. penampilanku salah?"

"Anniyo. Kau tampan hyung. Dirimu semakin berkembang menjadi namja yang luar biasa." Puji namja di atas kursi roda itu.

Siwon mengernyit. "Kau juga akan berkembang Kyu."

"Meski aku tidak dapat lagi melihat kumohon jangan menangis." Kyuhyun menatap Siwon dalam.

Siwon mencoba menahan air matanya. "Arrasseo Kyu.. aku tidak akan menangis. Tapi tolong jangan berkata seperti itu."

Kyuhyun menggeleng dan kembali menatap Siwon dengan dalam. "Jebal..." Kemudian Kyuhyun menghapus air mata Siwon yang jatuh tanpa sengaja.

Wajah Kyuhyun langsung berubah gembira saat mendapati kamar rawatnya menjadi penuh sesak oleh para member Super Junior. Tingkah para hyungdeul-nya selalu membuat dirinya bisa tertawa. Siwon mendorong kursi Kyuhyun dengan lebih cepat untuk menemui hyungdeul lainnya.

Dibantu oleh Leeteuk, Siwon mendudukan Kyuhyun diatas tempat tidurnya. Kemudian para member Super Junior yang lain berebut untuk mendapatkan tempat agar bisa dekat dengan Kyuhyun. Sontak tingkah mereka membuat Kyuhyun tertawa. Namun sayang tawa yang dikeluarkannya membuat Kyuhyun menjadi terbatuk. Semua member langsung panik tapi Kyuhyun mengisyaratkan bahwa mereka tidak perlu khawatir.

Sungmin mengacak rambut Kyuhyun. "Hyung senang sekali kau sudah sadar saeng."

"Mianhae hyungdeul aku membuat kalian semua khawatir." Kyuhyun memberikan wajah menyesalnya.

Eunhyuk mencibir. "Sejak kapan evil mempunyai rasa menyesal."

"Baiklah aku akan minta maaf kecuali pada Hyukhyuk." Kyuhyun ber-smirk ria.

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Panggil Dia hyung..Kyuhyunnie.."

Kyuhyun berpura-pura menyesal. "Arrasseo..arrasseo."

"Jangan terlalu lelah Kyunnie." Leeteuk mengelus rambut Kyuhyun sayang.

Kyuhyun menatap semua hyungdeul-nya dengan serius. "Boleh aku minta sesuatu?"

"Apa yang kau inginkan saeng?" Tanya Yesung.

Kyuhyun berbicara dengan penuh senyum. "Aku ingin mini concert untuk ELF, aku bersama kalian."

Heechul mengernyit. "Kau yakin baik-baik saja?"

"Aku yakin hanya bernyanyi tak akan membuatku pingsan." Kyuhyun agak tertawa.

Ryeowook menatap Kyuhyun. "Kyuhyunnie jangan begitu.."

Kyuhyun sadar dengan kesalahannya. "Maafkan aku..."

"Gwenchana Hyun-ah kami pasti akan berusaha untuk melakukannya." Hibur Kangin.

Donghae mengeluarkan suara. "Yang paling sulit adalah meminta Sajangnim."

Shindong mengiyakan kalimat Donghae. "Sulit sekali untuk meminta persetujuannya."

"Soal itu tenang saja." Kyuhyun seperti mempunyai rencana.

Kyuhyun masih setia duduk di atas kursi rodanya. Memandangi langit malam yang dihiasi dengan begitu banyak bintang yang bersinar. Namja itu memegangi dadanya sendiri. Jujur ini sangat sakit, tapi dirinya tidak boleh menyerah sebelum melakukan semua yang tadi dikatakannya. Sebentar lagi.. sebentar lagi saja.

Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Kyuhyun dan menatap seseorang yang baru saja membuka pintu kamar rawatnya. Senyuman langsung menghiasi wajah tirus milik Kyuhyun saat menatap orang yang kini berdiri dihadapannya.

"Sajangnim..." Kyuhyun tersenyum.

Seseorang itu 'Petinggi SM' duduk diatas tempat tidur Kyuhyun. "Kau selalu membuatku bertindak dan kalah seperti ini."

"Bukan aku yang mau Sajangnim. Tapi anda sendirilah yang memang selalu ingin bertanding denganku." Kyuhyun tersenyum kembali.

Petinggi SM itu ikut terkekeh. "Nde dan hasilnya akulah yang selalu kalah. Jadi apa maumu sekarang?"

Kyuhyun kembali tersenyum. "Mini concert. Seperti yang telah kukatakan."

"Kau tidak akan tumbang?" Petinggi SM bertanya dengan selidik.

Kyuhyun menatap Petinggi SM dengan yakin. "Tumbang pun aku berada di tempat yang tepat."

Petinggi SM mendekati Kyuhyun. "Ini menentukan saham perusahaan. Dan Super Junior benar-benar dalam skandal yang luar biasa."

"Mengapa kita tidak menjadikan skandal itu sebagai senjata?" Tanya Kyuhyun retoris.

Petinggi SM tersenyum mendengar kalimat Kyuhyun. "Kau menang.. selalu menang Cho Kyuhyun."

"Sajangnim, jeongmal gomawo anda sudah mau terus membimbingku selama ini." Balas Kyuhyun dengan pasti.

08 Maret 2015

SBS Inkigayo

Ada yang berbeda dari acara musik SBS Inkigayo kali ini. Acara musik televisi ini dipenuhi dengan para artis yang terkenal. Bahkan hampir seluruh artis SM Town ikut serta dalam konser kali ini. Bukan hanya artis SM namun artis dari Entertainment lainpun ikut serta dalam mini concert Super Junior ini.

Seorang namja tengah duduk sembari diberi make-up oleh para make-up artist. Rasanya sudah sangat lama sekali dia tidak merasakan sensasi seperti ini. Namja ini begitu merindukan saat-saat dirinya yang seperti ini.

Setelah semua selesai. Mereka langsung bersiap untuk latihan dan berkoordinasi mengenai hal apa saja yang harus mereka lakukan. Namja itu meneteskan air matanya meski tidak ada yang melihat. Sebenarnya ini adalah hari yang dia takutkan, hari dimana sebenarnya akan menjadi hari terakhir untuk semua perjuangannya.

Dipandu dengan MC Onew Shinee dan Suho EXO konser SBS Inkigayo ini terasa begitu sepesial. Pada pembukaan konser para hoobae Super Junior melakukan aksi panggung mereka. Dimulai dari BTS, Seventeen, Vixx, AOA, dan masih banyak lagi. Di sesi kedua kebanyakan yang tampil adalah artis-artis dari SM

Semua penonton yang ada disana begitu menikmati konser yang tengah disajikan. Bukan hanya ELF yang hadir disana, namun fandom lainpun ikut hadir di konser kali ini. Tak ada jarak diantara mereka semua. Hasilnya seluruh fandom itu bersatu menjadi fans yang sejati.

Suasana semakin meriah ketika bintang utama mereka akhirnya memunculkan diri mereka di hadapan semua orang.

"We are Syupeo Junio- O-eo!" Teriak seluruh member Super Junior bersamaan.

Leeteuk mengawali pembicaraan. "Kalian tahu hari ini Super Junior adalah Super Junior yang sesuai impian kalian."

"Mwo?" Tanya para ELF berbarengan.

Namja berwajah China yang sudah lama menghilang menampilkan wajahnya. "Tan Hangeng berdiri disini."

"Seluruh member Super Junior China juga hadir." Eunhyuk berteriak riang.

Donghae menyambung. "Yang dikatakan Eunhyuk-ssi benar. Satu member yang telah membuat kalian terus merindukannya."

"Cho Kyuhyun!" Teriak seluruh member Super Junior bersamaan.

"Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun!" Semua penonton meneriakan namanya.

Yesung berjongkok depan Kyuhyun. "Kau dengar Kyuhyun-ssi. Mereka semua begitu merindukanmu."

"Tak akan ada kesedihan di konser ini. Mari kita bersenang-senang riang Heechul.

Zhoumi juga ikut bicara. "Dan seluruh member China pun akan tampil dari awal hingga akhir pertunjukan."

Henry juga menyambung. "Kita semua akan lengkap."

"Sebelum diawali segmen utama ini. Adakah yang ingin anda sampaikan Kyuhyun-ssi?" Tanya Kangin.

Sungmin menyambungnya. "Mungkin sepatah dua patah kata bisa kau berikan untuk seluruh ELF yang sudah hadir disini."

"Nde ada yang akan aku sampaikan pada kalian semua." Kyuhyun menyahut dengan penuh senyuman.

Shindong mengangguk. "Baiklah mari kita tenang dan dengarkan apa yang akan disampaikan oleh Kyuhyun-ssi."

"Tenang semuanya." Siwon memberikan perintah.

Kyuhyun menatap seluruh member Super Junior yamg sedang berkumpul semuanya diatas panggung bersamanya. Kyuhyun seolah-olah bertanya sesuatu kepada mereka. Dan semua member Super Junior menganggukan kepalanya menandakan bahwa dirinya dipersilahkan untuk menyampaikan kalimat-kalimat yang ingin diucapkannya.

Kyuhyun menarik nafasnya sejenak. "Hal yang pertama ingin aku sampaikan adalah jeongmal mianhae. Mianhae karena aku telah mengecewakan kalian. Mianhae karena aku telah membuat kalian khawatir. Mianhae karena sesungguhnya aku tidak sesuai dengan harapan kalian. Aku bahkan sekarang tidak mampu berdiri dan hanya duduk di atas kursi roda yang menjadi tumpuanku sekarang. Namun dengan do'a yang telah kalian berikan itu semua memotivasiku untuk lebih baik lagi. Konser ini aku persembahkan untuk kalian semua. Kita Super Junior adalah 13 + 2. Kibum hyungie juga pasti tengah hadir diantara kami semua. Satu hal yang bisa aku sampaikan lagi adalah jeongmal mianhae atas kalian yang harus kehilangan Kibum-ssi."

Kyuhyun mencoba menahan air matanya yang akan keluar. "Inilah saat dimana aku akan menceritakan semua kejadian yang tak diinginkan ini. Tahun 2007 aku mengalami kecelakaan bersama Eunhyuk-ssi, Leeteuk-ssi, dan Shindong-ssi. Kalian tahu sendiri aku lah yang mengalami luka parah dan koma selama 4 hari. Setelah itu keajaiban datang menghampiriku. Aku sadar dari tidur panjangku. Sungguh aku bersyukur karena Tuhan sudah memberikanku kesempatan kedua untuk hidup. Namun sayang semuanya tidaklah sempurna, paru-paruku mengalami masalah yang sangat parah hingga berkembang menjadi suatu penyakit yang mematikan..." Kyuhyun menghela nafas sejenak. "Aku berpikir aku tidak akan memberi tahu hyungdeul mengenai keadaanku. Karena aku tidak ingin membuat mereka semua khawatir."

Heechul tiba-tiba menyeletuk. "Dan kami marah akan itu.."

"Namun kebohongan itu malah membuat semuanya menjadi amat berantakan. Aku terus mengembangkan kebohongan itu menjadi kebohongan-kebohongan yang lebih besar. Kibum hyungie adalah orang yang pertama kali tahu. Dirinya terlalu shock dan tidak bisa menerima kenyataan sehingga memilih untuk menghindariku. Hanya Kibum hyung dan member lain tidak ada yang tahu. Perkataan yang selalu kuuingat dari Kibum hyung adalah bahwa aku hanya akan lebih menyakiti para member yang lain dengan kebohonganku. Setiap hari aku berbohong dan selalu mengatakan baik-baik saja pada seluruh member. Hingga Leeteuk hyung ikut tahu mengenai kebenarannya. Aku takut Teukie hyung benar-benar marah padaku. Namun aku tahu bahwa dia begitu menyayangiku." Kyuhyun melanjutkan kalimatnya.

Sedikit ada rasa sesak yang dirinya rasakan. "Kibum hyung akhirnya kembali bersama-sama lagi dengan kami. Namun aku tidak pernah tahu bahwa Kibum hyung akan melakukan hal senekad itu." Kyuhyun mencengkeram dadanya. "Paru-paru yang hidup ditubuhku adalah miliknya. Aku bahkan tidak pernah tahu bahwa paru-paru ini adalah milik Kibum hyungie. Aku menangis keras karena memikirkannya. Aku merasa bersalah pada semua orang, terlebih pada eomma Kibum hyung dan ELF aku telah merenggut orang yang mereka sayangi. Sungguh aku minta maaf. Meski begitu aku yakin ini memang adalah jalan yang telah Tuhan berikan untuk aku dan Kibum hyung."

Air mata itu menetes begitu saja dari obsidian milik Kyuhyun. "Aku sudah memutuskan untuk tidak pernah berbohong lagi. Karena kebohongan adalah awal dari sebuah malapetaka. Aku juga tidak akan marah pada kalian yang sempat menyuruhku untuk mengembalikan paru-paru milik Kibum hyung. Karena Kibum hyung memang menitipkannya padaku jadi aku juga tidak akan mengembalikannya."

"Magnae tetap saja magnae." Zhoumi menggumam pelan.

Kyuhyun menarik nafasnya panjang. "Mari hari ini kita lupakan semua kesedihan kita. Dan aku harap konser ini akan memuaskan bagi kalian."

Setelah Kyuhyun menyampaikan semua kalimatnya, seluruh member Super Junior kembali ikut bergabung ke atas panggung. Banyak lagu-lagu hits mereka yang dinyanyikan pada konser ini. ELF yang ada disana pun ikut terhanyut menikmati semua lagu-lagi yang diberikan oleh Super Junior.

Semua member Super Junior menyanyi dan menari dengan gembiranya. Tidak terkecuali bagi Kyuhyun meski hanya diatas kursi roda, dia juga tidak lupa untuk menggerakan tangannya yang masih dapat bebas bergerak. Hanya senyuman yang menghiasi wajah mereka semua.

Panggung itu berubah menjadi lautan shappire blue dari lighstick yang dinyalakan oleh semua ELF. Bukan hanya ELF, fandom lain yang datang pun ikut terhanyut dalam konser mini yang terasa begitu spesial ini.

Tuan Cho menatap sang putra diatas panggung dengan tatapan haru. Putranya tersenyum.. sebuah senyuman seperti apa yang dimintanya beberapa hari yang lalu. Senyuman yang begitu indah namun berkesan seperti senyuman terakhir. Iya Tuan Cho sadar benar-benar sadar, bahwa senyuman itu mungkin adalah senyuman terakhir yang dapat dirinya lihat.

"Saat ini bolehkah aku bernyanyi solo untuk kalian semua?" Tanya Kyuhyun pada semua ELF

Heechul berteriak. "Nyanyikan at gwanghamun."

"Aku ingin mendengar pendapat para ELF." Kyuhyun menolak saran Heechul.

Seorang ELF berteriak. "A Million Pieces."

Kyuhyun mengangguk. "Baik aku akan bernyanyi..."

Neoneun wae itorok nareul tteollige hani

Neoui jonjaemani nareul sum swige hani

Amudo eopseossdeon gananhaessdeon maeumi

Boseok gateun neoro gadeukhae, gomawo

Saranghae maljocha akkaun

Naui hanappunin sarama

Majimagiran mareun haji marayo

Neon nopiseo banjjagineun byeol,

Son daheul su eopsi meoreossdeon

Geu geori oneul gakkawojin geolkka

Oneul bam geudaeran millieonui jogakdeullo

Nae gaseum gajang gipeun gose

Chaeugo chaeugo chaeuo

Buseojin nae maeum geudaemani moajuo

I bamui gajang gipeun gose

Geudaeui bicceuro gadeukhage

Chagaun ipgime nunkkocci heutnallimyeon

Deultteun yeonindeurui norae deullyeool ttaee

Hanchameul alhassdeon gyejeorui majimagi

Sonkkeute heureunda byeol heneun I bame

Saranghae maljocha akkaun

Naui hanappunin sarama

Majimagiran mareun haji marayo

Neon meolliseo banjjagineun byeol,

Na honjaseon eojjeol su eopsneun

Geu geori oneul meolgeman neukkyeojyeo

Oneul bam geudaeran millieonui jogakdeullo

Nae gaseum gajang gipeun gose

Chaeugo chaeugo chaeuo

Buseojin nae maeum geudaemani moajuo

I bamui gajang gipeun gose

Geudaeui bicceuro gadeukhage

Jichyeo ollyeoda bon bam

Jageun neoui bit hana butjapgo georeosseo

Neoman boyeosseunikka

Neoui ganeumjocha

Hal su eopsdeon nunbusin bicci

I bamui kkeuteuro heulleonaerige

Neoneun wae itorok nareul tteollige hani

Neoui jonjaemani dasi sum swige hani

Oneul bam geudaeran millieonui jogakdeullo

Nae gaseum gajang gipeun gose

Chaeugo chaeugo chaeuo

Buseojin nae maeum geudaemani moajuo

I bamui gajang gipeun gose

Geudaeui bicceuro gadeukhage

Semua langsung bertepuk tangan meriah ketika suara indah milik Kyuhyun menyanyikan lirik demi lirik dari lagu tersebut. Kyuhyun tersenyum karena ini sudah bisa dirinya wujudkan.

"Suaraku bagus bukan?" Tanya Kyuhyun dengan kencang.

ELF menjawab lantang. "Nde.."

"Bolehkah aku menyombongkan diri sekarang sebelum aku tidak bisa lagi mendengar dan kehilangan suaraku?" Kyuhyun bertanya dengan retoris.

Leeteuk menghampiri dan mengelus pundak Kyuhyun. "Tentu Kyu... suaramu adalah yang terbaik."

"Tidak ada suara yang begitu lembut selain milik Cho Kyuhyun." Yesung menambahkan.

Kyuhyun menatap kesemua hyung-nya. "Tak ada suara-suara unik selain dari kalian semua."

Siwon membisik. "Kau tidak akan kemana-mana kan saeng?"

"Aku senang sudah bisa melakukan konser ini." Kyuhyun membalas dengan penuh senyuman.

Kyuhyun memajukan kursi rodanya dan maju mendekati penonton lebih dekat lagi. Dia menatap ke semua orang yang ada disana. Senyuman hangat terus dirinya berikan pada semua orang.

"Hari ini benar-benar adalah hari yang berkesan di dalam hidupku. Terima kasih kalian sudah mau datang untuk menyaksikan konser kecil ini. Para hoobae-ku aku juga berterima kasih karena kalian sudah mau membantu. Staf aku tidak akan pernah lupa dengan kerja keras kalian dari sejak awal Super Junior hingga sekarang." Nafas Kyuhyun mulai terasa sesak.

Sesak itu terus menghampirinya. "ELF aku sungguh berterima kasih kalian masih mau mendukungku. Masih mau menantiku dan masih setia bersamaku. Namun setelah ini aku akan minta maaf karena aku sudah tidak bisa lagi bersama kalian. Aku tidak akan mampu lagi menyanyikan lagu yang kalian inginkan. Tapi aku punya permintaan kepada kalian setelah semua ini terjadi. Bahwa aku Cho Kyuhyun meminta kalian untuk tidak menangis dan jadilah orang-orang yang kuat. Jadilah orang yang jujur dan jangan pernah berbohong. Genggamlah dengan erat kepercayaan dari orang-orang terdekat kalian. Hidup memang akan penuh dengan liku. Tapi jika jujur pasti semuanya akan baik-baik saja."

"Jebal Kyu berhenti..." Tuan Cho tanpa sadar meneteskan air matanya.

Kyuhyun tersenyum... senyuman yang begitu hangat.

'BRUK'

Tubuh lemah itu jatuh begitu saja dari atas kursi roda yang sedari tadi dirinya duduki. Kimbum dan Yong Pil yang bersiap siaga langsung naik ke atas panggung dan memberikan pertolongan pertama yang dapat mereka lakukan pada Kyuhyun. Tuan Cho dan seluruh member Super Junior mencoba menanyakan kepastian.

"Kyuhyunnie... telah pergi.." Ucap Kimbum dengan lemah.

Semua orang disana, baik artis, penonton, dan staf menangis menyaksikan semuanya. Namja yang baru saja mengalunkan suara indahnya kini menghembuskan nafas terakhirnya. Tuan Cho menangis dengan diam. Sakit sekali... ini adalah kehilangan yang harus dia rasakan untuk kesekian kalinya.

Semuanya menangis ikut merasakan kepedihan yang mereka alami. Tak ada satupun orang yang percaya bahwa namja itu sudah pergi untuk selama-lamanya. Pergi meninggalkan dunia ini dengan senyuman terakhirnya.

01 April 2015

Seorang namja tengah duduk menunggui seorang namja lainnya yang sedang terbaring lemah. Kecelakaan beberapa hari yang lalu membuat namja lain itu mengalami luka parah di kepala dan harus terbaring koma di rumah sakit.

Perlahan-lahan jari jemari namja yang terbaring lemah itu bergerak. Membuat namja yang lebih muda darinya mengernyit. Benar saja kelopak mata namja yang selalu tertutup itu kini terbuka dengan sendirinya. Namja yang baru sadar itu menatap sekeliling disekitarnya. Ruangan putih. Tunggu dulu selama ini dirinya hanya berdiam di taman kenapa dia memasuki ruangan yang serba putih.

"Hyung... kau sadar..." Namja lainnya bersuara.

Suara itu adalah suara... Tidak apakah di tempatnya yang sekarang pun dirinya akan bertemu dengan orang yang telah membuat hidupnya rumit? Sakit... tubuhnya agak sakit karena peralatan medis yang menempel. Biasanya dia tidak merasakan sakit. Jika sakit ini benar-benar kenyataan.

"Kimbum uisa! Dia sadar!" Teriak kembali namja itu.

Namja yang baru tersadar itu bangkit duduk, tidak peduli dengan sakitnya. Yang dia pedulikan hanyalah namja yang sedari tadi berbicara heboh. Dielusnya pipi namja tersebut. Kalender itu menunjukan 01 April 2015. Seharusnya sebelum habis bulan April dia tidak ada di dunia ini.

"Kyuhyunnie..." Namja itu berkata pelan.

Namja yang dipanggil Kyuhyun menatapnya. "Kibum hyung mianhae.."

"Ini... ini benar-benar kau?" Tanya Kibum kembali.

Kyuhyun mengangguk. "Mianhae.. aku tidak akan memaksamu untuk kembali bersama Super Junior lagi. Kau punya pilihan sendiri."

Kibum langsung memeluk Kyuhyun. "Tidak peduli aku kembali atau tidak Kyu. Yang penting kau bersamaku."

"Hyung kenapa?" Kyuhyun heran mendapat pelukan tiba-tiba itu.

Kibum mengedikan bahunya dan kembali memeluk Kyuhyun. "Maaf aku berbohong Kyu. Aku benar-benar menyayangi kalian semua."

.

.

.

Inikah yang dinamakan suatu keajaiban yang diberikan oleh Tuhan? Hanya aku sendiri yang tahu. Aku lama berdiam di taman yang begitu indah dan menyaksikan penderitaan yang dongsaengku alami. Hingga air mataku disana tiba-tiba terjatuh menyaksikan dongsaengku di saat terakhirnya. Dan beginilah aku sadar dari koma yang katanya karena aku kecelakaan. Kisahku dan kisah dongsaengku tidak sama dengan kisah kakak beradik dalam buku yang selalu kami baca. Tuhan itu ada dan selalu mendengar do'a dari umatnya. Dia tidak pernah tidur. Tak ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh-Nya. Biarlah hanya aku saja yang tahu dan menyimpan cerita ini. Keajaiban yang telah diberikan oleh Tuhan akan kubuat menjadi kisah dengan akhir yang baik.

"Terima kasih Tuhan..."

.

.

.

.

.

END

Inilah ending yang sudah author berikan kepada kalian semua. Makasih udah mau terus menanti kelanjutan kisah ini. Makasih atas dukungan kalian semua. Thank's God sudah mencapai klimaksnya hahaha. Semoga gak kecewa nde.

Ingat kalimat kalimat di FF ini yah : Kebohongan adalah sebuah awal dari malapetaka, jadi berbohong dalam bentuk apapun itu adalah tidak baik. Jaga juga kepercayaan dari orang dengan sebaik-baiknya.

.

.

.

"Tuhan tidak pernah tidur dan selalu mendengar do'a dari setiap umatnya. Tidak ada hal yang tidak dapat dilakukan oleh Tuhan."