Takdir Pie Apel Remix
Summary : ini hanya kelanjutan dari cerita Takdir Pie Apel, dimana Chuuya dan Dazai melalui hari harinya di Port Mafia.
Warning : ada unsur 'suka suka gue' disini, jd jika tidak suka, silahkan angkat mata(?) dari FF ini...
Minggu yang tenang dan cerah untuk seorang Nakahara Chuuya. Hari libur yang menyenangkan , berjalan jalan di Taman rasanya tidak buruk juga, apalagi tanpa Dazai Osamu disekitarnya membuat pikirannya tenang.
Tapi semua itu hancur seketika saat ada telpon dan menyuruhnya pulang. Tentu dengan cepat dia kembali ke markas Port Mafia.
"Chuuya~ buatin teh dong" ujar Dazai sambil tiduran dikasur. Tidak peduli dengan Chuuya yang sedang menahan amarahnya untuk tidak membunuh Dazai saat ini. "Oh, tidak jadi, aku maunya susu cokelat! Buatin dong Chuuya" dengan seenak jidat dia memerintahkan hal ini itu pada Chuuya.
Chuuya dengan langkah jengkel menuju dapur dan membuat apa yang dia minta. Bagaimana pun, seorang Nakahara chuuya sangat tidak suka dengan Dazai Osamu, kebenciannya sudah ada saat dia pertama kali bertemu dengannya.
-0-
"Sudah kubuatkan, bangun bodoh" hardik Chuuya pada Dazai yang sibuk membaca komik. Dengan antusias dia langsung duduk dengan mata yang berbinar "berikan padaku! "
Chuuya dengan tenang duduk dikursi dekat Dazai "nih"
Chuuya langsung meminum susu yang dia buat untuk dazai dihadapannya sampai habis. Tentu itu mendapat pandangan tak enak dari lawan bicaranya.
"Haaah?! Chuuya~ apa yang kau lakukan~ itu kan susu punyaku?!" Dazai mulai bersikap manja pada Chuuya yang dengan kejam menghabiskan susu miliknya. "Huh? Ini kan susu yang aku buat, tentu saja aku yang minum, dasar bodoh!" Chuuya mulai menjauhkan wajah Dazai yang semakin dekat dengan wajahnya. Menjijikan.
"Hueee, tapi kan itu punya ku! Kembalikan~" Dazai merengek lagi dihadapan Chuuya. "Kalau tidak, aku akan mencium bibir kecilmu itu!" Dazai kini sudah diluar dugaan Chuuya.
Chuuya langsung menendang Dazai dengan tidak elit "apa maksudmu huh?! Siapa yang mengajarkan hal itu padamu?!" amarah Chuuya langsung diatas ubun ubun. Wajah dan hatinya mengkhianati perkataan dan pemikiran Chuuya, wajahnya sangat merah saat ini.
"Komik ini" Dazai menunjukkan komik adegan percintaan yang dikhususkan untuk orang dewasa.
Chuuya menjadi diam seribu bahasa. "Dazai, susumu ada dimeja, td aku membuatnya 2 gelas, habiskan dan jadilah besar" ucap Chuuya sambil mengambil komik ditangan Dazai. "Horee! Eh? Chuuya, kau mau kemana?" tanya Dazai saat dia melihat Chuuya diambang pintu. "Aku ada urusan sebentar, nanti aku akan kembali" dengan langkah cepat dia meninggalkan kamar itu.
Dazai yang sedang asyik minum mempunyai firasat buruk dengan tingkah Chuuya. Dengan cepat dia menyusul Chuuya dan meninggalkan gelas susu yang telah habis.
-0-
Chuuya masuk ke dalam kamar Dazai dan mengambil semua koleksi buku buku Dazai. Tentu saja setelah dipilih mana yang komik dan mana yang bukan , dan mana yang penting dan mana yang bukan. Setelah selesai memilah buku, Chuuya memasukan buku buku itu ke dalam kardus.
"habislah kau buku tak berguna" buku buku itu berakhir di tangan Chuuya dengan membakarnya di belakang halaman. Tak peduli dengan polusi yang dibuatnya, dia sudah terlanjur kesal.
Dazai akhirnya sampai pada Chuuya , namun sudah terlambat "buku buku ku...! aoa yang kau lakukan Chuuya ?! ini tidak manusiawi..." ujar Dazai merasa kesal dan sedih karena komik komiknya telah habis dibakar.
Tanpa belas kasihan Chuuya menatap Dazai dengan tatapan biasa "itu adalah sampah pikiran, silahkan beli lagi saat kau sudah dewasa~~" Chuuya pun menarik Dazai yang terkulai lemas karena komiknya telah dibakar calon istrinya tersayang.
-BERSAMBUNG?-
Waaah, maaf telat update :v
Author sibuk dengan urusan sekolah dan FB outhor :v nyahahaha
Maaf jika ada typo dan hal hal yang seharusnya tidak ada
Tapi... konsep kali ini adalah "suka suka author" xD
See you! Jika memang ingin dilanjut :v
