Disclaimer : Saint Seiya by Masami Kurumada

Warning : Typo, OOC, OC, alur yang kacau.


Sisyphus berlari sekuat tenaganya, sesekali dia memeriksa bungkusan kain yang dia bawa, dia tidak tahu benda apa yang dia bawa, tapi dia merasa senang saat tahu benda itu aman.

Langkah Sisyphus terhenti saat dia melihat dihadapannya terdapat sebuah jurang dan merasakan seseorang muncul dari belakangnya, dia berbalik dan melihat sosok seseorang.

"Shu.."

"Sisyphus, sarapan sudah siap, cepat turun!" panggil seseorang, membuat Sisyphus terkejut dan terbangun dari tidurnya...

'Mimpi? Tapi kejadian tadi terasa sangat nyata' pikir Sisyphus, tak lama dia mendengar suara pintu kamarnya diketuk.

Pemuda itu buru-buru ke kamar mandi dan berganti baju, saat dia membuka pintu dihadapannya berdiri Astrea dan Reina, Astrea mengenakan baju terusan berwarna toska selutut dan celana panjang berwarna coklat, rambut ivorynyanya dikuncir dengan gaya ekor kuda sementara Reina memakai gaun berwarna putih dengan hiasan bunga-bunga kecil berwarna biru trambut platinanya dikepang satu dan diikat dengan pita berwarna biru.

Kedua gadis itu menatap Sisyphus yang tampak terkejut saat melihat mereka.

"Kau kenapa diam disitu, sarapan sudah siap, ayo cepat turun" ucap Astrea, kata-kata gadis itu menyadarkan Sisyphus dari lamunannya, membuat pemuda itu meringis.

"Maaf, aku hanya baru menyadari jika kalian telah banyak berubah, sekarang kalian telah tumbuh menjadi seorang gadis." jawab Sisyphus sambil tersipu malu. Reina tertawa kecil dan turun menuju ruang makan lebih dulu meninggalkan kakaknya dan Sisyphus berdua.

Astrea hanya tersenyum simpul mendengar kata-kata Sisyphus.

"Tentu saja Sisyphus, walau tidak terasa tapi tujuh belas tahun telah berlalu kami bukan anak berusia delapan dan enam tahun lagi, kau sendiri sudah berusia 31 tahun dan menjadi asisten nenek... walau bukan sebagai asisten utama." ucap Astrea sambil berlalu. Membiarkan Sisyphus yang bengong mendengar perkataan Astrea.

'Tapi sikap dan cara berbicaramu sama sekali tidak berubah Astrea, tetap sadis' ucap Sisyphus dalam hati, sambil mengikuti Astrea turun kebawah


Sebuah surat sampai ditangan Astrea melalui seekor burung hantu berwarna coklat keemasan ketika gadis itu sedang menyiram tanaman dikamarnya. Surat yang merupakan kabar baik dan juga kabar buruk untuk mereka.

Mata Astrea berubah tajam saat membaca isi surat itu, dia menghela napas berat sebelum menuju ruang makan untuk memberitahu Helena.

"Nek, ada surat dari Jepang." Ucap Astrea sambil memberikan surat yang dipegangnya kepada Helena.

Helena membaca surat itu dengan tenang, sesaat mata wanita itu berubah serius tak lama dia menghela napas.

"Sudah waktunya ya?" ucap Helena dengan lirih, wanita tua itu melipat surat itu dan memasang wajah gembira. Helena bangun dari kursinya dan menatap ketiga anak muda dihadapannya.

"Kalian semua siapkan koper kalian, kita ada pekerjaan" ucap Helena sebelum masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan Sisyphus dan Reina yang saling tatap dengan wajah bingung.

"Pekerjaan?" ucap mereka bersamaan, namun dibalas dengan tarikan tangan Astrea yang membawa mereka ke kamar masing-masing.

"Sudahlah, ayo siap-siap saja" jawab Astrea pendek sebelum mendorong mereka kedalam kamar masing-masing dan meninggalkan Reina dan Sisyphus dalam kebingungan.

Saat mereka berada diatas pesawat Reina tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi, dia menatap kakaknya.

"Kak, sebenarnya seperti apa orang dan tugas yang akan kita kerjakan nanti?" tanay Reina kepada Astrea yang tampak sedang melamun.

Astrea menoleh kearah Reina

" Dia cucu dari teman lama nenek, dia baru saja membeli sebuah pulau dan meminta tolong kita untuk memeriksa apakah di pulau itu ada barang tambang atau tidak." jawab Astrea

"Woah, siapa orang itu, dia pasti sangat kaya jika bisa membeli sebuah pulau..." komentar Sisyphus, pemuda itu diam-diam ikut mendengar pembicaraan kakak-beradik tersebut.

"Aku juga tidak tahu, tanyakan saja pada nenek." jawab Astrea singkat, tak lama dia kembali menatap awan diluar jendela pesawat. Sisyphus dan Reina hanya menatap Astrea dengan wajah khawatir.

"Kakak kenapa ya, sejak menerima surat tadi pagi dia jadi sedikit sensitif." Bisik Reina kepada Sisyphus namun pemuda itu hanya menggeleng pelan


Sesampainya di bandara Narita keempat Geolog itu mencari orang yang menjemput mereka. Mereka menatap sekeliling mereka hingga seorang pemuda beramut ungu muda panjang dan mata berwarna turqoise hijau mendekati mereka.

"Apakah anda Helena, Astrea, dan Reina?" tanya pemuda itu dengan sopan dan dibalas dengan anggukan dari mereka bertiga, membuta pemuda itu tersenyum.

"Syukurlah, perkenalkan nama saya Mu, saya diutus oleh Saori-sama untuk menjemput anda sekalian" ucap Mu dengan sopan.

"Tapi kau melupakan seorang lagi..." jawab Astrea dengan dingin yang dibalas dengan sikutan diperut oleh Reina.

Mu terdiam sesaat, dia tampak mengingat-ingat sesuatu sebelum melihat sesosok pemuda dibelakang kedua gadis itu.

"Ah, maaf, saya lupa jika kalian berempat, maafkan saya..." namun kata-kata Mu terhenti saat sosok Sisyphus lebih jelas, mata pemuda itu melebar saat melihat wajah Sisyphus yang tampak bingung.

"Aiolos-san..." ucap Mu dengan suara serak.


Syukurlah kali ini saya bisa update cukup cepat, sebelum propti datang menghadang dan semakin membuat saya malas mengetik*dijitak Aiolos

Komentar, kritik ,dan saran sangat berarti buat saya : )

Thanks for reading.