Disclaimer : Saint Seiya by Masami Kurumada
Warning : Typo, OOC, OC, alur yang kacau dan datar.
Suasana di bandara berubah menjadi sunyi saat Mu melihat Sisyphus.
"Aiolos-san, apakah itu kau?" ucap Mu wajah pemuda itu tampak pucat.
Mu itu mendekati Sisyphus dan menggenggam kedua tangan Sisyphus dengan erat, seolah takut Sisyhus akan menghilang membuat Sisyphus kebingungan.
"Maaf, saya rasa anda salah orang, saya Sisyphus buka Aiolos" jawab Sisyphus dengan sedikit panik.
Mu tertegun perlahan dia melepas genggamannya dari dari Sisyphus.
"Maafkan ketidaksopanan saya, anda mirip dengan seseorang yang saya kenal, jadi tanpa sadar, maafkan saya sekali lagi" ucap Mu pelan, kepala Mu tertunduk tubuh pemuda itu sedikit gemetar.
"Tidak apa-apa." ucap Sisyphus pemuda itu tersenyum sebelum melangkah mengikuti Helena keluar bandara.
Sisyphus tidak menyadari jika Mu menatap dirinya dengan tatapan penuh arti dan Astrea yang menatap kedua pemuda itu dari kejauhan dalam diam.
Di dalam mobil suasana begitu hening, Reina dan Helena tertidur selama perjalanan ke Mansion Kido sementara Sisyphus dan Astrea melamun menatap keluar jendela.
Mu tidak henti-hentinya menatap Sisyphus dari kaca spion mobil.
'Dia terlalu mirip dengan Aiolos, sangat mirip, Saori-sama sendiri yang mengatakan bahwa semua gold saint telah dihidupkan kembali tapi hanya Aiolos yang menghilang' pikir Mu.
Mata Mu terus menatap Sisyphus hingga dia melihat Astrea menatapnya dengan tajam membuat pemuda itu terpaksa memalingkan wajahnya.
'Yang lebih penting lagi bagaimana reaksi dari yang lain jika melihat pemuda ini' ucap Mu dalam hati dengan khawatir.
Jika saat Mu melihat gurunya dan teman-temannya dibangkitkan kembali sebagai bawahan Hades adalah hari terburuknya, maka hari ini adalah hari teraneh baginya. Setelah mengantarkan para Geolog itu keruangan Saori, dia mengantar mereka keruangan para gold saint biasa berkumpul, seperti dugaan Mu reaksi mereka saat melihat Sisyphus bermacam-macam tapi sama terkejut.
Orang pertama yang berhasil menguasai diri adalah Aldebaran.
"Aiolos! kau hidup!" jerit pemuda berkulit hitam itu dan serta merta memeluk Sisyphus membuat wajah pemuda itu berubah biru karena sesak dan membuat Reina berteriak panik melihat wajah Sisyphus yang memucat dan meminta Aldebaran melepas pelukannya.
Disudut ruangan Aiolia menatap Sisyphus yang masih dalam pelukan Aldebaran dengan wajah pucat dan terus bergumam tidak jelas dan samar sejak melihat Sisyphus, membuat Mu khawatir dengan kejiwaan pemuda itu, Shaka membuka matanya dan turun dari kursinya, dia membuka pelukan Aldebaran dan dengan segera mengarahkan wajah Sisyphus kepadanya dan mengamati inci demi inci wajah pemuda itu sebelum menutup matanya kembali. Sayang dia tidak dapat melihat reaksi yang lainnya karena mereka sedang tidak ada disana.
Setelah terbebas dari pelukan maut Aldebaran dan Shaka, Sisyphus mundur sejauh-jauhnya dari para gold saint itu.
"Maaf jika saya mengecewakan anda sekalian, tapi saya bukan Aiolos, nama saya Sisyphus." Jawab Sisyphus sambil mengumpulkan napasnya yang nyaris hilang karena pelukan Aldebaran tadi.
Setelah Sisyphus berbicara seperti itu para gold saint terdiam.
Astrea menatap keluar jendela kamarnya, karena kamar di Mansion Kido sangat banyak mereka mendapat kamar masing-masing, gadis itu mengehela napas. Dan beranjak menuju tempat tidurnya.
"Aku benci berada disini, semoga pekerjaan kali ini cepat selesai, paling tidak semoga kami bisa segera menuju kelokasi secepatnya" ucap Astrea sebelum tertidur.
'A,Apa maksudnya ini?!' jerit Astrea dalam hati saat membaca surat yang tergeletak diatas mejanya pagi itu.
kali̱méra adelfí̱, saat kakak membaca surat ini kami sudah berangkat menuju lokasi tempat kita bekerja.
Maaf tidak memberi tahu kakak, tapi tiba-tiba terjadi perubahan jadwal dan Gia mengatakan dia hanya butuh satu asisten saja untuk pekerjaan kali ini karena pulaunya ternyata tidak terlalu luas, jadi karena yang belum tidur hanya aku seorang jadi dia mengajakku untuk pekerjaan kali ini.
Kami akan kembali secepatnya.
P.S : Tolong masakan Sisyphus sarapan nanti ya, semalam dia makannya sedikit mungkin karena dia belum terbiasa dengan makanan disini.
Reina
Reina dan neneknya pergi meninggalkan dia dan Sisyphus ditempat asing dengan mahluk-mahluk abstrak yang memiliki wujud laki-laki.
Oh betapa Astrea ingin menjitak kepala adiknya itu juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi yang membuatnya lebih khawatir sekarang adalah mahluk-mahluk abstrak disini adalah orang-orang yang tahu tentang masa lalu Sisyphus.
Dan itu berarti dia harus berusaha keras menjauhkan Sisyphus dari orang-orang itu hingga mereka kembali kepulau jika Astrea ingin Sisyphus kembali dengan mereka.
"Aku tidak akan membiarkan Sisyphus mengingat masa lalunya dan pergi meninggalkan kami." ucap Astrea pelan.
Dia melipat surat itu kembali dan menaruhnya kembali diatas meja sebelum keluar dari kamarnya.
Gia,Giagiá : Nenek
kali̱méra adelfí̱ : selamat pagi kakak.
terima kasih kepada semua orang yang telah membaca cerita saya, saya merasa sangat bahagia...
Happy reading ^_^
