Sisyphus bangun bersama dengan terbitnya matahari, dia kemudian mandi dan berkeliling ditaman Kido Mansion, dengan santai dia memeriksa tanah yang ada di Mansion itu, kebiasaanya dipulau tidak dapat dia tinggalkan terutama setelah dia melihat betapa suburnya tanaman yang ada di Mansion itu, namu Sisyphus tidak menyadari bahwa ada sembilan pasang mata yang menatapnya dari jauh sejak dia keluar dari kamarnya. Dan pemilik mata itu adalah para gold saint.

"Dia memang mirip sekali dengan Aiolos" ucap Milo, suara pria itu setengah berbisik sambil menatap Aiolos.

"Bukan hanya wujudnya, bahkan suaranya juga" ucap Aldebaran,

"Tapi apa dia benar Aiolos, tak mungkin Aiolos mau bermain dengan bunga mawar seperti itu" ucap Kanon sambil menunjuk Aiolos yang sedang memegang bunga mawar.

"Hei, waktu bisa mengubah orang!" ucap Aphrodite, tidak terima mawarnya dihina.

"Nii-san tidak berubah!" ucap Aiolia setengah menjerit membuat mereka semua terdiam.

"Dia tetap sama! Sifat,tubuh dan suaranya tetap sama... dia hanya tidak ingat tentang kita dan Sanctuary!" teriak Aiolia dengan tubuh gemetar.

Mereka semua menatap Aiolia dengan lembut juga sedih.

"Ya, benar, Aiolos hanya tidak mengenali kita, dia hanya lupa, tapi sebentar lagi dai akan mengingat kita semua" ucap Saga dengan lembut sambil menepuk bahu Aiolia. Sayang suasana itu hancur oleh kedatangan seseorang.

"Apa yang kalian lakukan disana?" ucap Astrea, membuat sebagian gold saint nyaris terlonjak.

Astrea menatap kearah mata para gold saint dan menatap Sisyphus dia kemuadian berbalik menatap para gold saint lagi dengan tajam.

"Aku harap kalian tidak mendekati Sisyphus" ucap gadis itu dengan dingin.

Mendengar kata-kata Astrea membuat Milo dan Aiolia terpancing amarahnya beruntung Saga dan Camus menahan mereka.

"Memang kenapa kami tidak boleh mendekatinya?" tanya Saga dengan tenang, pria itu juga terpancing amarahnya namun dia sanggup menahan amarahnya.

Astrea menatap para gold saint yang tampak cukup marah dengan tenang.

"Mudah saja, aku tidak mau Sisyphus menjadi mahluk menyimpang seperti kalian" ucap Astrea sambil berlalu. Meninggalkan gold saint yang masih ternganga oleh ucapannya.

"Jadi kau mengira kami homo?! Cukup Aphrodite saja yang banci bocah!" teriak Deathmask ke Astrea, tidak terima dirinya dikira homo, kata kata Deathmask membuat Aprodhite mengamuk.

"Apa katamu?! Aku yang cantik dan indah ini kau bilang homo?!, katakan itu kepada Camus dan Milo! Mereka itu yang jelas-jelas tidak diketahui apakah teman atau malah kekasih!" jerit Aphrodite.

"Aku dan Camus hanya teman, aku sudah punya Shaina, tidak seperti kalian yang tidak memiliki kekasih!" jerit Milo tidak terima.

Camus dan Saga menyingkir, mereka tidak menyangka bisa disangkan sebagai mahluk menyimpang oleh seorang gadis.

Shaka membuka matanya perlahan sambil menatap Astrea dengan tatapan curiga, dia menatap Astrea yang sedang menatap Sisyphus sebelum meninggalkan taman, pria itu mencoba membaca isi pikiran gadis tersebut dan cukup terkejut saat membaca sekilas isi hati gadis itu.

Aku tidak akan membiarkan ingatanmu kembali, Sisyphus.