Title : Because I Miss….
Cast : Kyuhyun and all SJ member, etc.
Gendre : Brothership, Friendship, Hurt/Comfort
Length : Chaptered
Summary : Manajer hyung hanya bisa terdiam di depan pintu kamar rawat seseorang, dirinya mematung bingung. / "Jangan katakan, kumohon jangan katakan apapun dulu." / Adakah alasan mengapa hyung tertua di dorm mereka saat ini tidak pernah pulang? / "Mereka semakin menjauh…"/ Peluh membasahi wajahnya, mungkin Tuhan tengah memberikannya peringatan. / "Radang selaput otak…." / "Semakin lama kau menundanya, semakin cepat waktu bergulir melewatimu." / "Hebat sekali lagi-lagi kau berhasil." / "Ah.. kami tidak akan tinggal disini lagi." / "Kita ini sudah dewasa, jadi hentikan sifat kekanakanmu Kyuhyun-ah." / "Ini masa istirahat, dan kami juga punya kesibukan masing-masing." / "Jangan berpura-pura baik ataupun mengasihiniku setelah kau tahu semuanya! Ketidakpedulian kalian menyakitkan memang, namun kepura-puraan kalian membuatku muak dan lebih sakit!" / "APA AKU SALAH MENGINGINKAN KITA SEPERTI DULU LAGI?! APA TIDAK BOLEH AKU MERASAKANNYA UNTUK YANG TERAKHIR?!" Air matanya begitu mengalir deras.
Wwkwkwkkw comeback dulu sebentar di tengah masa istirahat. Curi-curi waktu supaya bisa update FF ini dulu. Semoga dengan updatenya ff ini bisa menghapus rasa penasaran kalian. Tapi jeongmal mianhae, setelah ini harus 'tidur panjang lagi'. Keep stay disini ya, jangan lupa selalu dukung author dan semoga author bisa comeback dari istirahat author secepatnya.
WARNING : This story originally buatan saya. Alur waktu yang saya buat adalah waktu mulai dari tanggal sekarang. Jadi saat waktu wamil untuk donghae, eunhyuk, dan siwon akan berbeda dengan aslinya. Mohon kritik dan sarannya juga agar fanfic ini menjadi fic yang bisa diterima seperti Thank's God^^
DON'T BE SILENT READER
DON'T BASH
DON'T COPY TANPA IZIN
DON'T LIKE DON'T READ
KEEP REVIEW
ENJOYED
Lantai putih itu kini berubah menjadi warna merah. Tumpahan wine yang sengaja dibawanya tadi membuat lantai tersebut menjadi kotor. Matanya tidak berkedip, bibirnya membuka seakan hendak mengatakan sesuatu namun rasanya kelu. Entah mengapa air mata itu hanya tertahan di dalam sudut matanya, tanpa bisa dia tahan atau dirinya biarkan untuk jatuh. Jawaban atas segala keegoisannya bukan?
Manajer hyung hanya menundukan kepalanya. Tidak berani untuk menatap namja tersebut. Dirinya segera bangkit untuk memastikan keadaan sang magnae agar tidak menjadi lebih buruk. Namun sebelum dirinya bangkit sembari membawa Kyuhyun, namja tersebut berbicara. Menghalanginya.
Namja itu masih membelakangi Manajer hyung yang kini mulai akan pergi. "Neo eodiseo?"
"Aku harus segera membawanya ke rumah sakit Heechul-ah." Akhirnya Manajer hyung berani untuk menjawabnya.
Heechul mengepalkan tangannya dengan erat. "Apakah sudah sering kau membawanya dengan seperti ini?"
"Nde." Hanya jawaban singkat yang bisa diberikan oleh Manajer hyung.
"Aku ikut. Dan jangan berikan alasan agar aku tidak ikut denganmu hyung." Heechul memberikan pernyataannya yang tegas.
Manajer hyung menghela nafasnya sejenak. "Arrasseo."
.
.
.
.
.
Samsung Hospital
Kim Junwon yang berstatus sebagai salah satu dokter professional departemen syaraf disana kini sedang menangani seorang pasiennya yang kembali dalam keadaan tidak stabil atau dalam kata lain kritis. Hampir saja nyawa sang pasien melayang jika saja tidak segera dibawa ke rumah sakit. Dirinya sudah memberikan prediksi pasti bahwa semua akan berakhir seperti ini atau mungkin lebih parah, tapi kekeraskepalaan pasiennya ini malah membuatnya hanya bisa mengalah. Bisa ditebak bahwa di dalam kamar rawat pasien tersebut semua uisa dan ganhonsa tengah sibuk untuknya.
Manajer hyung hanya bisa terdiam di depan pintu kamar rawat seseorang, dirinya mematung bingung. Mencari-cari alasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Mencari kebohongan indah yang semu untuk mengaplikasikan bahwa semua keadaan saat ini memang sedang baik-baik saja. Namun itu malah akan menjadi hal yang lucu bukan? Karena namja yang kini duduk di sebelahnya sudah akan mengetahui isi kebohongannya lebih dahulu.
Dua jam sudah berlalu, namun sang dokter belum juga membiarkan mereka untuk memasuki kamar rawat Kyuhyun. Karena Junwon sendiri masih berada di dalam sana, belum keluar sama sekali. Berkali-kali Manajer hyung memanjatkan do'anya agar Kyuhyun bisa bertahan dan selamat dan kemudian keadaan menjadi baik-baik saja. Jika memang semua hal tersebut mudah untuk dilakukan.
Akhirnya pintu kamar rawat tersebut terbuka. Junwon nampak menghembuskan nafasnya lega sebelum melangkah untuk menemui Manajer hyung dan Heechul. Seperti biasa Manajer hyung dan Junwon uisa bertukar senyuman. Hanya Heechul saja lah yang masih memasang wajah dinginnya.
Junwon uisanim memandang Manajer hyung dengan perasaan lega. "Kyuhyun-ssi sudah kembali stabil meski tadi sempat kritis."
"Ah jeongmalyo uisanim? Nomu nomu kamsahamnida." Manajer hyung tidak lupa mengucapkan terima kasihnya.
Junwon mengangguk dan tersenyum. "Untuk saat ini jangan biarkan Kyuhyun-ssi kelelahan dahulu. Apalagi aku tahu mulai dari besok dirinya akan menghadapi konser solo."
Manajer hyung tersenyum kikuk. "Ah algesseo uisanim, aku pasti akan bertanggung jawab."
"Neo, salah satu hyungdeul-nya Kyuhyun-ssi di Super Junior bukan?" Junwon uisanim akhirnya menyapa Heechul yang sedari tadi hanya diam.
Heechul tidak bergeming hanya berlalu untuk segera masuk ke dalam ruangan rawat tersebut.
Manajer hyung mencoba menjelaskan. "Uisanim, ini adalah pertama baginya untuk tahu. Mohon pengertian atas sikapnya tadi."
"Oh…. Arrasseo. Kalau begitu aku pamit dulu." Junwon uisanim pergi meninggalkan kamar rawat Kyuhyun.
Dua cairan infus dengan selang panjang kini menusuk ke dalam lengan kurus milik seseorang yang sedang tidur di atas tempat tidur tersebut. Matanya terpejam, seakan masih lemah untuk membuka dan masih membutuhkan waktu untuk beristirahat. Benar lengannya sekarang sudah kembali kurus. Betapa buruk dirinya yang tidak menyadari semua hal itu selama ini?
Manajer hyung hanya bisa menatap sendu Heechul yang masih terus memandangi wajah terlelap milik Kyuhyun. Dia yakin Heechul amat terluka. Meski sebenarnya bukan perasaan terluka yang terlalu dalam baginya, tapi adalah penyesalan mendalam yang membuatnya merasa bersalah karena membiarkan sang dongsaeng terluka.
Perlahan-lahan Manajer hyung mendekati Heechul yang masih termenung dalam duduknya. Untuk pertama kali dalam seumur hidupnya, Manajer hyung melihat Heechul menangis begitu banyak. Tanpa isakan sama sekali tanpa isakan Heechul menangis. Namun sudah pasti bahwa siapapun yang melihatnya dalam keadaan sekarang ini hatinya akan merasa amat tersayat.
Manajer hyung memegangi pundak Heechul, namun Heechul sudah menyangganya terlebih dahulu. "Jangan katakan, kumohon jangan katakan apapun dulu."
"Pada awalnya ini juga terlalu berat Heechul-ah, kau harus menerima ini." Manajer hyung tersenyum seraya menatap Heechul.
Heechul hanya menatap Kyuhyun sambil air matanya tidak berhenti mengalir. "Waeyo hyung? Kenapa aku begitu jahat begini? Kenapa aku masih tidak mau menerima kenyataannya?"
"Wajar untuk saat ini kau begitu. Bagai petir yang menyambar bukan? Baiklah aku tidak akan mengatakannya dahulu sebelum kau siap mendengar semuanya." Manajer hyung amat mengerti bagaimana perasaan Heechul.
"Kyuhyunnie mengapa kau selalu begitu baik? Mengapa kau tidak pernah jahat pada kami?" Tetesan-tetesan bening itu kembali mengaliri pipinya yang putih.
Manajer hyung mengelus bahu Heechul dengan perlahan. "Untuk saat ini kau hanya perlu terus ada bersamanya."
.
.
.
.
.
Super Junior Dorm
Ryeowook memasuki dorm dengan langkah lelahnya. Wajar saja seharian ini dirinya sudah melewati jadwal yang begitu banyak. Hampir tidak ada waktu untuk dirinya bisa beristirahat, adapun waktunya hanya sepersekian menit dan setelah itu kembali kesibukan mengejar-ngejarnya seakan tidak lelah.
Ryeowook mengambil air mineral putih kemudian terduduk di sofa yang ada disana. Ah lagi-lagi kenangan masa lalu mereka yang langsung terngiang di dalam pikirannya. Ryeowook menggeleng berusaha menepikan perasaan itu jauh-jauh. Mereka sudah sampai sejauh ini, dirinya tidak boleh goyah hanya dengan bersikap kekanakan.
Koper-koper yang tersusun rapih. Ryeowook akhirnya ingat bahwa besok, dongsaeng bungsunya akan segera mengadakan konser solo pertamanya di Fukuoka. Pasti menakjubkan. Itu adalah pemikiran Ryeowook. Sebenarnya dirinya juga ingin datang untuk melihat seberapa jauh perkembangan 'murid' dari dirinya dahulu tersebut.
Pintu dorm kembali terbuka, rupanya itu Kangin salah satu hyung-nya. Hanya dua orang lain lagi yang belum pulang sang magnae dan namja berparas cantik. Ini amat aneh bagi Heechul biasanya hyung-nya pasti akan pulang dan langsung beristirahat. Sementara Kyuhyun mungkin dirinya sedang pergi dengan Manajer hyung.
Kangin duduk disamping Ryeowook. "Ah Wook-ah apa yang sedang kau pikirkan?"
"Ah hyung, aku hanya bingung Heechul hyung tumben tidak pulang." Ryeowook memberikan jawabannya kepada Kangin.
Kangin mengedikan bahunya. "Nan molla. Mungkin Heechul hyung sedang berkumpul bersama teman-temannya."
"Aish kenapa aku tidak berpikir begitu tadi." Ryeowook menyenderkan punggungnya secara malas.
"Wook-ah, sepertinya sebentar lagi hyung juga akan meninggalkan dorm." Kangin mengubah arah pembicaraannya.
Ryeowook menautkan keningnya. "Waeyo hyung? Apa alasanmu?"
"Hyung merasa sudah tidak cocok lagi. Hehe lagipula kalau di rumah segala urusan hyung menjadi lebih mudah." Kangin mengungkapkan alasannya.
Ryeowook memasang pose serius sekarang. "Aku juga akan pergi dari sini hyung sebenarnya."
"Wuahhh dorm ini akan menjadi benar-benar sepi." Kangin hanya membayangkan semuanya.
Ryeowook menggeleng. "Tidak juga. Akan ada grup lain yang menempatinya."
Kangin bisa menebak siapa yang dimaksud. "Sudah kuduga, mereka benar-benar mirip seperti kita dulu."
Setelah acara malam panjang yang berjudul mari mengobrol kenangan masa lalu membuat Kangin dan Ryeowook akhirnya merasakan kantuk mereka. Benar mereka harus istirahat sekarang, jika tidak akan ada banyak orang yang mengomeli mereka masing-masing. Membayangkannya saja sudah membuat mereka bergidik.
.
.
.
.
.
02 Juli 2016
Fukuoka, Japan
Memakai sweater berwarna abu-abu, celana panjang, sepatu sneakers yang santai serta topi yang bertengger di atas kepalanya. Namja ini berlari-lari lincah di sekitaran jalanan Fukuoka. Fukuoka indah, tidak bahkan Jepang memang salah satu negara yang memiliki daya tariknya sendiri. Jadi tidak heran jika semua orang dalam harapannya pernah berharap suatu saat bisa mendatangi dan mengunjungi Jepang. Sayangnya dirinya cukup beruntung karena bukan hanya sekali dirinya mengunjungi negeri bunga sakura ini tapi berkali-kali.
Seseorang berlari terengah-engah berusaha mengejar namja yang berlakuan seperti anak-anak tersebut. Dia benar-benar terlalu lincah. Orang ini sendiri bingung sebenarnya anak asuhnya tersebut mempunyai umur berapa? Dirinya saja sudah merasa pegal. Tidak, lagipula umur berbeda mungkin tidak terpaut terlalu jauh walau hanya dalam pikirannya sendiri.
Namja tersebut sibuk memilih-milih makanan untuk dirinya beli. Padahal di tangannya saja masih banyak makanan. Ini memang sengaja atau tidak, mereka tiba di tengah-tengah festival yang memang diadakan di Fukuoka. Jelas saja membuat perasaan sang anak asuh merasa amat senang.
Melihatnya tersenyum, berlari-lari, tertawa lepas membuat Manajer hyung tersenyum. Setidaknya dia bisa melihat lagi bagaimana seorang Cho Kyuhyun yang sebenarnya. Dimana seakan tidak ada beban yang menumpuk di atas pundaknya. Hanya Cho Kyuhyun ceria dan bebas seperti burung terbang dengan mengepakan sayapnya yang begitu lebar.
Kyuhyun hanya bisa menatap kesal kepada Manajer hyung yang hanya mengabaikannya terus menerus. Mungkin manajernya lelah? Aish tentu saja, sedari tadi kan dirinya hanya sibuk sendiri dengan bertingkah excited di tengah keramaian. Melihat ada penjual es krim, Kyuhyun segera menghampirinya.
Penjual es krim tersebut memberikan dua cup es krim kepada Kyuhyun. "Kakoi ne."
"A….arigatou gozaimasu!" Kyuhyun benar-benar tidak bisa menyembunyikan semu merah di pipinya.
Penjual es krim tersebut hanya bisa terkikik. "Iie doitasimashite."
Perasaan Kyuhyun menjadi sangat bahagia setelah tadi mendapatkan pujian walau hanya dari seorang penjual es krim. Tapi ini berasa spesial baginya. Karena penjual es krim memuji dirinya ketika sedang tidak menggunakan make up. Ah penjual es krim itu benar-benar mempunyai selera yang bagus dalam melihat penampilan seseorang.
Kyuhyun meringis ketika kepalanya mendapat 'usapan' sayang dari sang manajer. "Aish Cho Kyuhyun aku mencarimu tahu."
"Hehehe. Tadi aku hanya melihat-lihat sebentar, gomennasai." Hanya cengiran khasnya lah yang Kyuhyun keluarkan.
Manajer hyung memutar kedua matanya malas. "Sebentar? Ini hampir setengah hari."
"Ayolah hyung kapan lagi aku bisa menikmati Fukuoka seperti ini?" Kyuhyun saat ini tengah merajuk.
Manajer hyung menghela nafasnya. "Tapi kau tidak boleh terlalu lelah Kyu, apalagi besok adalah konsermu."
Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya. "Arra….arra aku mengerti. Aku ini sudah dewasa hyung jadi tidak perlu diingatkan."
"Dewasa? Kau benar-benar seperti balita yang baru tahu dunia Kyu. Ah jeongmal." Manajer hyung mengacak rambutnya frustasi.
Kyuhyun mengedikan bahunya. "Jika aku balita, kau benar-benar seorang haraboeji yang sudah amat renta hyung."
"Mwo? Coba katakan sekali lagi?" Benar-benar anak asuhnya ini adalah titisan evil.
Kyuhyun mengeluarkan smirk-nya dan berteriak. "Manajer hyung adalah seorang oba-chan!"
Manajer hyung hanya bisa tersenyum kikuk. "Oba-chan itu artinya nenek aish!"
Waktu terus berlalu. Manajer hyung dan Kyuhyun benar-benar menganggap hari ini sebagai liburan. Banyak sekali yang mereka beli. Tidak ada kesibukan yang menantikan mereka seperti biasanya. Bersyukurlah karena hari ini benar-benar terasa sangat menyenangkan untuk mereka berdua.
Kyuhyun tiba-tiba saja menarik lengan milik Manajer hyung. Rupanya Kyuhyun membawanya ke taman yang begitu indah. Mereka berdua langsung berbaring. Di bawah langit malam dengan bintang-bintang bersinar yang terus menyinari mereka. Hembusan angina yang menerpa tubuh mereka juga membuat semuanya menjadi semakin sempurna.
Dengan mata yang terpejam Kyuhyun berbicara. "Kadang aku ingin begini hyung."
"Ingin apa yang kau maksud?" Manajer hyung menanggapi malas dan belum terlalu serius.
Kyuhyun semakin memejamkan matanya ketika angin lembut kembali menerpanya. "Sebenarnya dulu aku mempunyai mimpi untuk tinggal dan menetap di Jepang, membangun keluarga disini, mempunyai dua anak, hidup sebagai novelis, pensiun dan akhirnya mati. Tidak terlalu muluk."
"Aku rasa aku perlu mendengar lebih jauh kalimatmu selanjutnya setelah ini." Ada nada serius dan kekhawatiran disana.
Kyuhyun membuka matanya dan memandangi langit malam yang dipenuhi bintang. "Dan ketika aku menemukan mereka, akhirnya aku tahu apa mimpiku. Sebut saja aku adalah orang terlalu munafik yang selalu mengatakan bahwa impian itu jangan terlalu muluk tapi nyatanya impianku adalah hal-hal yang begitu muluk. Namun dengan suatu jalan akhirnya impian muluk milikku bisa terwujud."
"Geurasseo. Kau juga mendapatkan semua ini tidak melalui jalan yang mudah." Manajer hyung mendukung penuturan Kyuhyun.
"Nde kau benar hyung. Pahit, manis aku sudah melaluinya. Tapi kau tahu bahwa dari setiap kejadian yang pahit dan manis itu memberikanku sebuah kenangan?" Retoriskah pertanyaan ini?
Manajer hyung mulai memposisikan dirinya menjadi duduk. "Setiap apa yang kita lewati pasti akan memberikan fase kejadian apa yang tidak akan dilupakan."
"Benar, tidak akan dilupakan. Jadi apakah aku salah jika nanti melupakannya?" Kembali pertanyaan dilontarkan oleh Kyuhyun.
Manajer hyung tahu sang anak asuh sebenarnya sedang takut. "Bukan pikiranmu yang menyimpannya jika memang kau tak mau melupakannya, tapi hatimu yang akan menyimpannya."
Kyuhyun juga mulai beranjak duduk. "Jadi jika semua itu terjadi nanti, mungkin hal pertama yang akan aku wujudkan adalah impian sederhanaku. Katakan pada mereka bahwa aku tidak mungkin melupakannya."
"Kau akhirnya memilih…" Manajer hyung sungguh tidak percaya.
Kyuhyun hanya mengedikan bahunya. "Tuhan telah memberikan jalan yang baik untukku, kenapa aku harus menolaknya? Ini bukannya aku menghindari kematian. Karena pada dasarnya manusia sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing. Hanya saja bagaimana kita menyikapinya. Menginginkannya menjadi baik atau membiarkannya menjadi buruk?"
Manajer hyung membuang wajahnya. "Aish kau tiba-tiba menjadi dewasa lagi jinjja." Tanpa tahu bahwa ada setitik bening yang menetes dari sudut matanya.
"Ah hyung lihat bintang-bintang itu." Kyuhyun menunjukannya.
Manajer hyung mengikuti arah Kyuhyun. "Nde wae?"
"Mereka semakin menjauh…" Bintang-bintang tersebut memang perlahan-lahan menghilang.
Manajer hyung terkikik. "Tentu saja Kyu, mereka tidak akan selamanya berada disana. Pasti akan pergi menjauh."
.Super Junior Dorm
Kangin dan Ryeowook dalam keadaan gelisah terlebih mereka belum memberitahukan mengenai kepindahan mereka dari dorm. Untuk Kyuhyun sebenarnya bisa diatur karena magnae mereka memang sedang mengadakan konser solo pertamanya. Yang membuat mereka khawatir adalah Heechul yang sudah beberapa hari tidak kunjung pulang. Menghubunginya juga amat sulit. Adakah alasan mengapa hyung tertua di dorm mereka saat ini tidak pernah pulang?
Terdengar suara seseorang yang sedang membuka pintu dorm mereka. Ryeowook yang paling cepat sadar langsung melesat dan melihat siapa yang datang. Ada Heechul disana, akhirnya namja cantik tersebut kembali pulang. Perasaan Ryeowook menjadi lega setelah Heechul benar-benar melewatinya tadi.
Namun raut milik Heechul membuat Ryeowook merasakan ada sesuatu hal yang terjadi dengan salah satu hyung-nya. Dalam hati ingin sekali Ryeowook menanyakan 'Gwenchana?' namun kenapa lidahnya selalu kelu saat akan mengungkapkan pertanyaan kekhawatiran biasa tersebut. Karena alasan apa? Dirinya sendiri bingung.
Hari memang sudah malam. Suasana kali ini benar-benar amat berbeda. Hanya ada kecanggungan, meski mereka hanya bertiga dan berada dalam suatu ruangan yang sama. Tidak ada yang mau membuka kalimat untuk memulai pembicaraan. Hanya memilih untuk sibuk terhadap kepentingannya masing-masing. Ada suatu rasa membuncah dalam hati mereka yang mengatakan bahwa ini amatlah tidak benar.
.
.
.
.
.
03 Juli 2016
MBC Star Show 360
Namja dengan lesung pipi itu tersenyum memandang dirinya di depan kaca. Membenarkan sedikit kemejanya yang terlihat agak kusut. Setelah dirasa semuanya siap, namja berelesung pipi itu kemudian memasuki tempatnya.
Star Show 360 merupakan salah satu program variety show baru yang ada di stasiun televisi MBC. Star Show 360 bukanlah acara variety show yang biasa pada umumnya, disini akan mengungkap mengenai hastag yang bersifat fakta dari artis atau grup idola yang akan menjadi bintang tamunya. Namja berlesung pipi ini pada awalnya tidak menyangka akan dipilih sebagai salah satu MC.
Ini adalah episode perdana untuk penayangan Star Show 360 nanti. Bintang tamu yang dipilih juga dipersiapkan secara spesial. Tentu saja karena bintang tamu pada perdana ini adalah grup idola EXO yang tengah digandrungi oleh seluruh remaja dunia. Bisa dibilang EXO adalah salah satu artis yang memberikan perubahan untuk industry musik Korea dan mempengaruhi dunia. Mengingatkannya dengan hal masa lalunya dulu.
Take pertama langsung dimulai. Member EXO telah duduk di kursi mereka masing-masing. Dan sebagai pembukaan Leeteuk 'namja berlesung pipi' meminta agar seluruh member EXO memberikan greeting mereka kepada kamera yang memang sudah ditempatkan memutar sesuai dengan tempat duduk mereka.
Akhirnya take kedua dilakukan adalah untuk masuk ke dalam acara inti. Hastag pertama diberikan untuk Baekhyun kemudian hingga terakhir berakhir di Suho. Jawaban-jawaban yang diberikan EXO member benar-benar jujur sesuai dengan kenyataan keseharian mereka di dalam dorm ataupun di luar dorm.
Setelah proses yang memakan waktu syuting cukup lama, yaitu hampir dua jam akhirnya semuanya selesai. Mereka memberikan tepuk tangan dan bersalaman kepada satu sama lain. Karena syuting hari ini juga tidak terlalu memberatkan, tidak banyak juga yang harus diedit setelah syuting.
Leeteuk memandang beberapa member EXO yang masih duduk memutar di bangku tersebut. Wajah-wajah mereka mengingatkannya dengan Super Junior. Leeteuk tersenyum, sekarang memang semuanya sudah benar-benar berubah.
Suho bingung dan menepuk pundak Leeteuk untuk bertanya. "Wae gerae hyung?"
"Ah anni. Aku hanya teringat dulu." Jawab Leeteuk singkat.
Suho menatap tanggal di handphone-nya. "Hari ini Kyuhyunnie hyung konser solo bukan?"
"Nde benar." Sahut Leeteuk kembali dengan singkat.
Suho menyeruput milkshake-nya sejenak. "Konser itu pasti akan sangat hebat, terlebih Kyuhyunnie hyung yang melakukannya. Ah aku ingin sekali menontonnya."
Leeteuk tersenyum. "Kenapa tidak?"
"Hyung tahu sendiri jadwal EXO seperti apa. Lagipula pasti ada member Super Junior lain yang menontonnya. Itu lebih membuatnya bahagia dibanding ditonton oleh seorang presiden. Aku juga tidak akan kalah dengan Kyuhyun hyung." Suho menyemangati dirinya sendiri.
Leeteuk tertegun. "Tidak ada yang menonton dari kami."
"Padahal Kyuhyun hyung selalu bangga dan mengatakan konsernya akan didatangi semua hyungdeul Super Juniornya nanti. Ah aish, kalian kan memang sibuk dengan jadwal masing-masing, meski agak kecewa Kyuhyun hyung pasti amat mengerti." Setelah itu Suho pergi meninggalkan Leeteuk.
Leeteuk hanya memandang kosong. "Kau bangga?"
.
.
.
.
.
Knick Knack in Fukuoka
Tema konser Kyuhyun kali ini tidak jauh berbeda dengan keinginan drama musikalnya. Karena benar saja Kyuhyun memang sengaja memasukan unsur musikal ke dalam konsernya. Begitu menyukainya dirinya terhadap bidang yang satu itu.
Semua berteriak ketika Kyuhyun mulai memasuki panggung dan bernyanyi. Kyuhyun tampil dengan balutan jas yang begitu menawan. Siapa saja pasti langsung terpikat dengan pesona magnae Super Junior tersebut. Wajahnya yang terkesan cute juga membuat semua yeoja ELF yang ada disana sangat berteriak histeris.
Setelah mengakhiri pembukaan konsernya dengan menyanyikan dua lagu, akhirnya Kyuhyun memberikan pidatonya untuk membuka konser. Tidak lupa ada pertanyaan yang selalu dirinya tanyakan. Tidak lain apakah benar-benar ada seorang fanboy yang datang ke konsernya bukan karena pacar ataupun istrinya? Benar saja ada beberapa fanboy yang memang datang karena asli ingin melihat konser dan bukan karena mengantar istri atau pacarnya.
Istri? Tentu saja mengingat banyak ELF yang menyukai Super Junior saat kecil dan kini mereka telah dewasa dan menikah. Terkadang Kyuhyun berpura-pura marah karena yeoja ELF yang dulu selalu bilang akan menikahinya kini malah menikah dengan namja lain yang benar-benar mereka cintai. Semua tertawa karena sikap Kyuhyun, tapi diakhir Kyuhyun memberikan selamat dan harapan agar mereka bisa bersama selamanya.
Kyuhyun kembali memulai konsernya dengan menyanyikan beberapa lagu andalan milik Super Junior. Entah mengapa kepalanya terasa berputar, sakit. Kembali Kyuhyun merasakan sensasi seperti pada saat kemarin-kemarin. Dirinya mencoba bertahan, ini belum sampai hingga konser berakhir. Peluh membasahi wajahnya, mungkin Tuhan tengah memberikannya peringatan.
Konser berakhir dengan cukup baik. Menahan rasa sakitnya, Kyuhyun mengucapkan salam dan rasa terima kasihnya kepada semua ELF. Kyuhyun berjalan dengan memegangi tembok di sisinya. Berusaha agar tubuhnya tidak jatuh ke bawah. Haruskah sekarang berubah menjadi seperti ini?
.
.
.
.
.
Manajer hyung menatap layar ponselnya yang kembali bergetar. Dengan satu sentuhan, akhirnya dirinya mengangkat telepon tersebut. Mungkin inilah saatnya dia mengetahui secara pasti. Bukan hanya kesemuan yang malah membuatnya menjadi semakin ragu-ragu kembali.
"Yeobseyo hyung." Orang tersebut langsung menyapanya.
Manajer hyung menjawab dengan ramah. "Nde Heechul-ah."
"Konser hari ini aku yakin berjalan dengan baik." Heechul amat senang hanya dengan membayangkannya saja.
Manajer hyung tersenyum. "Geraeyo."
Heechul diam sejenak, sebelum lanjut berbicara. "Jadi aku siap untuk mengetahui itu sekarang."
"Radang selaput otak…." Manajer hyung tidak bisa lagi meneruskan kalimatnya.
'TRAK' Kyuhyun dengan langkah sempoyongannya menepis kasar handphone milik Manajer hyung.
Untuk kedua kalinya lagi-lagi Heechul menangis dengan begitu banyak. Disana pasti sedang ada Kyuhyun. Disana pasti sang dongsaeng sudah melihat semua kejadian yang terjadi. Manajer hyung bukanlah orang yang hanya berbicara setengah-setengah. Disana ada dongsaeng-nya yang tengah terluka.
Manajer hyung terkejut dengan kehadiran Kyuhyun yang datang dengan tiba-tiba. Tidak dirinya tidak mengkhawatirkan keadaan handphone-nya yang baru saja dilempar oleh Kyuhyun. Tapi namja inilah yang tengah dikhawatirkan oleh Manajer hyung. Kyuhyun berkeringat banyak sekali, dia kesakitan Manajer hyung tahu akan hal itu. Kyuhyun terbatuk beberapa kali, dadanya mulai terasa sesak juga. Pandangannya semakin buram. Saat itu juga Kyuhyun terjatuh.
05 Juli 2016
Samsung Hospital
Namja dengan balutan pakaian khas rumah sakit tersebut kini tengah tersenyum kepada seorang ganhonsa yang sedang memeriksanya. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, dan lainnya. Hanya ada beberapa bagian pemeriksaan saja yang dirinya mengerti sementara sebagian pemeriksaan lainnya dirinya tidak mengerti.
Dirinya saat ini sudah bisa bergerak dengan bebas. Tidak ada rasa sakit lagi. Tubuhnya benar-benar kembali sekarang. Namja berbalut pakaia rumah sakit itu tersenyum saat melihat Junwon uisanim memasuki kamar rawatnya. Memberikan salam sebagai tanda hormat kepada dokter yang sudah mau merawat dirinya selama ini.
Junwon tersenyum. "Bagaimana keadaanmu sekarang Kyuhyun-ssi?"
"Sejauh ini sudah lebih baik dari kemarin uisanim." Kyuhyun menjawab dengan penuh semangat.
Junwon memandang Kyuhyun dan kembali tersenyum. "Jadi kapan kau mau menjalani operasi itu? Jujur saja disaat kondisi tubuhmu begini, akan lebih cepat lebih baik menghilangkan penyakit itu darimu."
"U…untuk saat ini aku belum bisa menjawabnya uisanim." Kyuhyun tidak memandang Junwon sama sekali.
Junwon menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Semakin lama kau menundanya, semakin cepat waktu bergulir melewatimu."
"Cepat?" Jujur saja pernyataan itu membuatnya takut.
"Aku akan menjelaskannya Kyuhyun-ssi. Kau sungguh beruntung karena bisa kembali dalam keadaan normal seperti ini. Namun tidak mungkin kau bisa beruntung berkali-kali. Dan ketika keadaan semakin lama semakin memburuk, operasi atau apapun sudah tidak bisa dilakukan lagi. Aku dengar kau sudah siap untuk melakukannya dari Manajer hyung, kenapa kau berubah pikiran kembali?" Hanya itulah keluhan dari seorang dokter untuk pasiennya.
Kyuhyun hanya membaringkan dirinya menyamping tanpa mau menjawab pertanyaan dari Junwon uisanim.
Super Junior Dorm
Kyuhyun menjadi agak bingung sekarang, pasalnya lampu dorm terlihat redup dan nampak seperti tidak ada kehidupan disana. Kyuhyun mengedikan bahunya tidak peduli. Mungkin hyungdeul-nya yang lain memang pergi karena kesibukan jadwal mereka dan belum pulang. Sehingga dorm ditinggalkan dengan keadaan seperti ini.
Kyuhyun sungguh terkejut ketika membuka pintu dorm. Ada suara terompet, kejutan. Di depannya berdiri semua hyungdeul-nya, tentu saja kecuali member Super Junior yang tengah menjalani wajib militer.
Yesung langsung memberikan selamatnya pada Kyuhyun. "Hebat sekali lagi-lagi kau berhasil."
Kyuhyun nampak senang. "Berhasil mwo?"
"Aish konser solo pertamamu Kyuhyun-ah." Ryeowook mengacak rambut Kyuhyun dengan gemasnya.
Kangin berucap bangga. "Kami semua, benar-benar mempersiapkan semua ini tahu."
Leeteuk mendekati magnae-nya dan kemudian ikut mengacak rambut Kyuhyun kembali dan memberikan Kyuhyun hadiah. "Juga sebagai permintaan maaf karena tidak bisa datang ke konsermu."
"Wuaaah gomawo…." Namun kalimat Kyuhyun berhenti di tengah-tengah.
Yesung menatap heran. "Waeyo Kyu? Kau skait?"
"Ko..koper itu." Kyuhyun menyahut pertanyaan dari Yesung.
"Ah.. kami tidak akan tinggal disini lagi." Ryeowook bertanya kikuk.
Kyuhyun menjatuhkan hadiahnya. "Wae? Kenapa kalian selalu pergi?! Kenapa kalian begini?!"
"Kita ini sudah dewasa, jadi hentikan sifat kekanakanmu Kyuhyun-ah." Leeteuk mencoba meredakan emosi Kyuhyun.
Kangin akhirnya berbicara. "Kami juga memiliki alasan Kyu."
"Alasan…alasan…. Kalau kalian ingin pergi tinggalkan saja aku dari dulu." Kyuhyun mengepalkan tangannya erat.
"Ini masa istirahat, dan kami juga punya kesibukan masing-masing." Leeteuk membalasnya dengan dingin.
Heechul yang sedari tadi diam akhirnya ikut berbicara dan memegang pundak Kyuhyun, berusaha menenangkannya. "Bisakah untuk kali ini kita mendengar dulu apa yang Kyuhyun inginkan."
"Jangan berpura-pura baik ataupun mengasihiniku setelah kau tahu semuanya! Ketidakpedulian kalian menyakitkan memang, namun kepura-puraan kalian membuatku muak dan lebih sakit!" Kyuhyun menghempas kasar lengan Heechul.
Leeteuk geram melihatnya. "CHO KYUHYUN, APA YANG KAU LAKUKAN SEKARANG HAH? Katakan apa yang kau inginkan?! Kau benar-benar tidak tahu dimana letak kesalahanmu!"
"APA AKU SALAH MENGINGINKAN KITA SEPERTI DULU LAGI?! APA TIDAK BOLEH AKU MERASAKANNYA UNTUK YANG TERAKHIR?!" Air matanya begitu mengalir deras.
'PLAK' bukan Leeteuk pelakunya, tapi Heechul dengan penuh air mata. "Kau tidak akan mati Kyu!"
'DEG' Perasaan mereka seakan ditusuk oleh ratusan pisau belati. Kalimat itu bohong bukan? Apa maksud perkataan mereka berdua? Adakah sesuatu yang sama sekali tidak mereka ketahui selama ini? Kyuhyun meraba pipinya yang terasa masih panas bekas tamparan Heechul. Hidupnya begitu menyenangkan. Kepalanya sakit, rasa sesak kembali menghimpitnya. Heechul melihat Kyuhyun limbung dan terjatuh.
Dengan penuh air mata Heechul berkata kepada member Super Junior yang ada disana. "Uri Kyuhyunnie menderita radang selaput otak…."
.
.
.
.
.
Samsung Hospital
Junwon hanya bisa menghela nafasnya disaat lagi-lagi harus menangani sang pasien keras kepalanya. Keadaannya tadi lebih gawat daripada kondisi kemarin. Anak itu seolah menyimpan beban yang banyak dalam hidupnya. Ada jejak air mata disana, Junwon merasa iba karena melihatnya.
Dalam hati Junwon bersyukur karena semua hyungdeul Kyuhyun di Super Junior sudah tahu mengenai keadaan magnae mereka. Jadi ini memang saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya.
"Kyuhyun-ssi harus segera menjalani operasi." Junwon langsung to the point.
Yesung membungkuk hormat. "Arrasseo, aku akan menghubungi walinya."
"Andwae!" Manajer hyung yang baru tiba langsung menghampiri mereka.
Heechul tidak terima dengan sanggahan Manajer hyung. "Kenapa? Kita hanya akan mengobati Kyuhyunnie."
"Lagipula setelah operasi, Kyuhyun akan kembali baik." Tambah Kangin.
Manajer hyung menggelengkan kepalanya. "Kau tidak tahu apa yang akan terjadi setelah operasi tersebut dilakukan."
Leeteuk memandang lurus dan serius kepada Manajer hyung. "Adakah hal lain lagi yang tidak kami ketahui?"
"Kyuhyun-ssi memang akan 80% pulih. Setiap tindakan akan memiliki resiko, maka kemungkinan besar dan pasti terjadi Kyuhyun-ssi akan kehilangan semua ingatannya. Jika kalian bertanya apakah ingatan itu akan kembali lagi atau tidak? Aku akan menjawab bisa kembali, hanya saja semua tergantung dari kondisi tubuh Kyuhyun-ssi baik fisik maupun pskisnya. Jika tidak bisa maka meski dia bisa mengingat kembali, kondisinya akan kembali menurun." Junwon langsung menjelaskan dengan tegas.
Ryeowook seakan kehilangan tenaganya. "Maldo andwae….."
"Tapi jika operasi tidak dilakukan?" Leeteuk kembali bertanya.
Junwon memandang semua orang yang ada disana. "Tubuhnya akan semakin melemah setiap hari, ini saja sudah terlalu buruk. Waktu Kyuhyun-ssi akan terus bergulir dengan cepat hingga dirinya mulai kehilangan kemampuan motorik, kedua tangan dan kakinya akan lumpuh, kehilangan kemampuan bicara, hingga pada akhirnya nyawanya akan melayang dengan sendirinya. Semua keputusan ada pada diri kalian."
Tanpa sadar Leeteuk menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah. Sakit. Sakit sekali. Bukan hanya sekedar rasa perih.
.
.
.
.
.
To Be Continue….
Teaser for next "Pada akhirnya setiap pilihan yang ada memberikan sesuatu yang menyakitkan. Baik itu dilakukan ataupun tidak. Tapi yang aku tidak mengerti kenapa dua pilihan tersebut mempunyai resiko besar yang sama? Atau semua yang dilakukan hanya sia-sia?"
Type review here :
Michhazz : hahaha maaf bukan siwon, abiskan mereka disini emang lagi wamil. Yang bawa Heechul.
Desviana407 : makasih yah heheehe. Sekarang mereka udah tahu semua kok, hihihi ini baru mau masuk awal konflik loh.
Dewidoss : heechul cantik yang datang. Kyu gamau karena gamau lupa kenangan indahnya.
Ahsanriri22 : hahaha udah lumayan mendingan Cuma masih butuh waktu buat istirahat. Hehe ini gak terlalu maksa kok.
Nanakyu : miannnn tapi harus hiatus dulu mian ;(
Guest : nah kan janjinya udah kepenuhin? Udah tahu ternyata heechul yang ada disana.
Tyas1412 : hahahaha sekarang udah kebuka kan gambarannya?
Nnanissa : yah, ada yah yang kayak gini wkwkkw. Review yang membangun hahahahha.
Lenychan : ini juga gak lama, hehehe tapi maaf setelah ini harus tidur lagi dulu.
Okaocha : kadang enak gituh yah baca kyu yang kesiksa mele wkwkkw.
Songkyurina : changmin mah masih jauh tebakannya wkwkwkwk. Kibum ditunda dulu ah, kan penyesalan selalu ada di akhir, gak seru kalau di awal wkwkwk
Angel : heechul heechul!
Cho sabil : wuah tega nih udah pengen kyu mati aja kamu wkwkwk
Nurani506 : chwang mah bener-bener sahabat sejati buat kyu. Dari mulai sebelum debut sampe sekarang. Chwang sahabat dan pesaing yang hebat untuk kyu. Tapi kan susah kalau kita hidup tanpa tahu apa-apa dulu sebelumnya? Udah agak mendingan hehe.
Gyuhaecho : ah jangan sedih dong saeng *hug. Udah agak mendingan kok. Cuma seudah update ff ini harus sedikit istirahat dulu. Wuah perhatiannya makasih.
Abelkyu : semua disini akhirnya tahu Kyuhyun sakit belum semua member sih.
Aya : makanya jangan ketinggalan hehehe. Makasih nde
Ladyelf11 : udah lumayan sehat dan langsung update wkwkkw
Lovelyrose98 : bener juga tuh menderita bersama wkwkkw.
Hyunnie02 : kebanyakan nyangka chwang yeah wkkwkwk. Ah bener hyunnie suka teleportasi mele.
Nae axselia : hyungdeulnya kyu kok jangan selalu manajer hyung gak rame wkwkwk
Thank's To :
09327115630;anna505;axerieoulusxenonxelvarixion;captainpotatao;chosuneun;desviana407;fitrimy;flowerkyuu;kimraf;kirakim19;kotonohamari-chan;kyu4ever;bintang15; ;fanatwik;febbycho;gyuyomi88; .7;ladyelf11;mmzzaa;naylahadi20;nnanissa;okaocha;readlight;riritary9;seventeencarat;widiantini9;xoloxovy;yuliekf123;ahsanriri22;lilisssry;nurafaini;missbabykyu;hulanchan;hyunnie02
