SHADOW
2 OF ?
WARNING !
THIS YAOI , BL , MATURE , BDSM , ANGST
DON'T LIKE , DON'T READ !
ENJOY READING !
.
.
.
Aku mendudukan kepalaku melihat kedua tangan ku yang berada di atas kedua paha ku. Aku tak mempunyai nyali sedikit pun untuk menegakkan kepala ku dan menatap orang – orang yang berstatus teman kerja ku yang sedang mendudukan diri mereka di hadapan ku. suasana mendadak hening saat seseorang yang duduk di samping ku datang. Aku semakin menundukkan kepala ku saat merasa kedua buah belah pipi ku memanas mengingat apa yang dilakukan nya tadi terhadapku.
Ciuman itu masih begitu terasa di bibir ku , terlalu mununtut , dalam dan … liar.
Aku mencoba melihat rekan teman ku dari ujung ekor mata ku. Mereka semua menatap ku seolah bertanya kenapa orang ini ada disini. Aku meneguk saliva ku saat saat mereka menyuruh ku untuk memecahkan keheningan ini .
" Apa aku mengganggu acara kalian ?" suara itu terdengar kembali begitu berat begitu dalam dan begitu menuntut sekujur tubuh ku bergetar saat mendengar suara itu.
" ah tidak kami hanya terkejut ada kedatang anda secara tiba-tiba , maaf kami tidak menyambut ke datangan anda " suara bergetar saat menjawab ucapannya.
" Tidak perlu menyambutku , aku hanya ingin datang menemui disini" pipi ku memerah dengan sendirinya saat mendengar ucapannya . seseorang dalam diriku mencemooh kelakuan yang memalukan ini.
"ah kalo begitu silakan berbicara berdua dengan , kami akan memberi memberi ruang untuk kalian "
" tidak perlu , aku hanya ingin memastikan sesuatu kepadanya, aku akan segera pulang saat ini masih banyak hal yang harus aku kerjakan" dia beranjak dari samping ku dan menarik ku untuk berdiri mengikutinya .
" aku akan pulang , jangan minum terlalu banyak hingga kau mabuk , jika ada sesuatu segera hubungi aku , jangan diri mu baik baik , laters baby " dia memberikan kecupan disudut bibir ku lalu berjalan pergi meninggalkan tempat ini.
.
.
.
3 Month later
Semua masih tetap sama seperti dulu, semua yang disini pun masih menganggapku kekasih seorang Kim Taehyung sejak kejadian itu semua tidak berubah , hanya saja diri nya yang berubah. dia menghilang sejak kejadian di club saat itu, tidak ada kabar satupun tentang dia . dia bahkan tak mengabari ku sama sekali .
Memangnya siapa kau ? sehingga harus dihubunginya ? dia tak menganggapmu , dia hanya merasa kasian dengan mu , kau saja yang terlalu membawa perasaanmu itu , dia tak mungkin menyukai dirimu yang tak menarik itu. seseorang dalam diri ku berbicara kembali mencibir tingkah laku ku yang berharap terlalu banyak atas kelakuannya tapi ciuman itu?
Dia sudah sering melakukan nya dengan yang lain dan kau hanya salah satu orang yang beruntung mendapatkan ciumannya. sosok itu berbicara lagi perkataannya yang satu mampu memupuskan semua harapan ku . itu benar dirinya hanya salah satu orang yang beruntung mendapat sebuah ciuman dari seorang Kim Taehyung.
" Jungkook Jungkook ! " Lamunan ku buyar saat melihat Jin berlarian menghampiriku .
" Jungkook Cepat ke ruang Photografer sekarang ! " nafas Jin terdengar memburu saat mengatakan hal itu.
" Ada apa disana?"
" Kim Taehyung sedang disana "
.
.
.
Aku mengamatinya yang sedang berbicara serius dengan , terlihat kerutan di dahinya saat mencoba menjelaskan sesuatu kepada nya . Tubuh ku melemas melihatnya, dia begitu tampan begitu mempesona segala aspek dalam dirinya terlihat sempurna .
" Aku tidak ingin selain Jeon Jungkook " samar – samar aku mendengar suara beratnya yang mengalun indah di kedua telinga ku . dia menginginkan ku ?
" Aku tidak akan melakukan pemotretan untuk majalah ini jika bukan Jeon Jungkook yang mendampingiku "
" Tapi , adalah seorang laki-laki kita tidak bisa untuk membuatnya bedampingan dengan anda dalam edisi majalah kali ini "
" dan aku tidak peduli akan hal itu " suaranya terdengar tegas menandakan dirinya tak ingin di bantah kembali membuat menghembuskan nafasnya dengan berat .
terdiam sejenak dan melihat ke arah diri ku berdiri . semua mata terfokus pada diri ku saat ini hanya karna seorang pria kaya mempesona yang terlihat begitu menginginkan ku .
Ayolah Jeon Jungkook dia tak menginginkan mu dia hanya berniat mempermainkan mu batin ku bergejolak saat sosok dalam diri ku datang lagi dan berkata dengan kata yang sama , kata yang membuat ku tak pantas untuk dirinya yangt terlihat begitu sempurna itu.
Dadaku bergemuruh saat dia berjalan menghampiri ku , setiap langkah nya memberikan sebuah rangsangan yang begitu kuat di dada ku . perut ku bergejolak seolah sekumpulan kupu-kupu memaksa keluar dari dalam sana .
Dirinya berdiri tepat dihadapan ku dengan senyum tipis yang terpantri dengan indahnya di bibirnya , dirinya begitu berbeda saat berhadapan dengan ku tidak seperti saat dia berhadapan dengan tadi dan kenyataan itu membuat darah ku berdesir dengan cepat dan menimbulan rona merah di kedua belah pipi ku .
" Maukah kau berdiri di samping ku menjadi pasangan ku di depan blizt blizt yang menyakitkan itu ?" suaranya begitu indah membuat segala expetasi ku melampung keluar dengan jutaan rasa senang . diriku mungkin bodoh menganggap ucapan seperti ajakan melamar ku . akal sehat ku se akan hilang dengan perkataan yang meluncur dari dirinya .
" dan kau tahu bahwa aku tak menerima penolakan bukan ?"
.
.
.
Dan disini lah aku, menatap diri ku di sebuah cermin besar . aku terlihat begitu berbeda dengan pakaian ini . tentu saja kau seorang laki-laki dan kau mengenakan dress perempuan .
aku terlihat sempurna saat ini, sebuah rambut palsu berwarna hitam bertengker dengan indahnya di kepala ku , jangan lupakan long dress berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitku , dengan bagian belakang yang terbuka menampilkan punggung ku . wajahku di hiasi make-up tipis dengan tambahan sebuah lipstic berwarna peach yang telihat begitu indah di bibir ku .
" Jungkook semua sudah siap kau cepat kesana " Seseorang datang menghancurkan kekaguman diriku sendiri . Aku segera beranjak keluar setelah memastikan bahwa diriku cukup terlihat sempurna untuk berdampingan dengan nya .
Langkah ku terasa berat saat semua orang yang berada dalam ruang ini menatap ku penuh minat . aku melihat ke arahnya yang sedang menatap ku dengan penuh minat ?
Dia berjalan menghampiri ku dan memberikan senyum terbaik yang dia miliki mengantarkan jutaan getaran di sekujur tubuh ku. Tangannya menarik ku mendekap ke arah nya .
"aku tidak sabar menarik mu ke dalam kamarku saat ini kookiie"
.
.
.
.
T.B.C
