SHADOW

5 OF ?

WARNING !

THIS YAOI , BL , MATURE , BDSM , ANGST

DON'T LIKE , DON'T READ !

ENJOY READING !

.

.

.

"karna dia milik ku, sesuatu yang menjadi milik ku tidak akan pernah bisa menjadi milik orang seperti mu, karna kau tidak pantas bersaing dengan ku untuk mendapatkannya yang hanya diciptakan untuk ku"

Dia Kembali.

Kembali membuat darah ku berdesir berharap begitu mendambakannya, kembali membuat ku berharap akan dirinya.

Aku mencoba menahan ribuan kupu-kupu yang mendorong kuat dari dalam tubuh ku untuk menunjukkan betapa bahagianya aku mendengar ucapannya yang begitu, possessive.

"Maafkan saya Tuan Kim." Dia tidak menjawab ucapan Hoseok, melainkan menatapnya tajam.

"He is Mine."

Ya Tuhan. Perutku menggelitik mendengar ucapannya, diriku hampir bersorak bergembira mendengar ucapannya yang begitu angkuh, seolah begitu mendambakan ku.

Dia Pembohong. Dia pembohong ulung. Dia mengatakan itu karna ingin mempermainkan jalang seperti mu.

Sosok itu kembali. Kembali menjatuhkan semua harapanku atas seorang Kim Taehyung, Memaksaku kembali merasakan kenyataan yang begitu menyakitkan.

"bercerminlah terlebih dahulu sebelum merebut apa yang sudah menjadi milikku." Aku menahan napas ku dan melirik ke arah Hoseok yang menundukkan kepalanya begitu mendengar ucapan yang diberikan Kim Taehyung.

Ini berlebihan. Aku merasa ucapannya begitu menyakit perasaan Hoseok.

Aku menatap ke arah Tuan Kim yang menaikkan kepalanya dengan seringai kemenangan dibibirnya begitu melihat Hoseok yang tidak berdaya melawannya.

"Aku tidak merebutnya." Aku menatap Hoseok terkejut yang kini tengah menatap Tuan Kim dengan tatapan menantangnya.

"tidak ada yang merebutnya disini, karna sedari awal dia bukan milik siapapun. Bukan milik ku dan bukan milik mu juga." Kali ini senyum kemenangan yang terpasang dibibir Hoseok.

"aku memang tidak pantas untuk bersaing dengan mu, karna kasta mu berada di atas, berbeda dengan kami yang berkasta bawah, bukankah kau seharusnya mencari pasangan yang sederajat dengan mu ? bukan dari kasta yang tidak akan pernah dilirik olehmu?"

Aku terpekik saat sebuah pukulan keras mengenai garis rahang milik Jung Hoseok, membuat Hoseok memundurkan tubuhnya beberapa langkah. Di hadapannya berdiri tuan Kim yang memegang erat kerah kemeja Hoseok dengan napas yang memburu.

Tatapan matanya berkilat marah dan sudah bersiap memberikan pukulan kembali di wajah Hoseok membuat ku segera menariknya menjauh dari Hoseok.

"Hentikan tuan Kim, Ku mohon hentikan." Tangan ku terasa bergetar saat menahan tubuhnya yang kembali memberontak dan berniat menghampiri Hoseok.

"liatlah betapa jalangnya dirimu membuat dua makhluk tuhan yang begitu mempesona memperebutkan dirimu yang begitu kotor bila disandingkan oleh mereka. Jalang murahan, kenapa kau tidak mati saja" sosok dalam diriku kembali mencemooh, menyalahkan semuanya kejadian ini kepadaku

"Lepaskan aku Jungkook, biarkan aku memukulnya."

"Ku mohon hentikan Tuan Kim."

"biarkan aku memberinya pelajaran karna sudah sangat berani mencari masalah dengan ku." Suaranya terdengar semakin berat, napasanyas terus memburu.

"Lepaskan dia Jungkook, biarkan saja dia memukulku? Bukankah dia memang manusia yang tidak bisa dilarang keinginannya."

"Bajingan kau."

"Hentikan Tuan Kim, aku mohon dengan sangat tolong hentikan ini." Aku memeluknya dengan erat saat aku tidak tahu apalagi yang harus aku lakukan untuk menahannya.

"dia sudah salah karena meremehkan mu Jungkook, dia ingin merebutmu dariku!" suara sedikit berteriak saat berbicara dengan ku.

"Dia benar, apa yang Hoseok katakan itu benar Tuan Kim." Lirihku membuatnya dengan segera menatap ku tajam.

"apa maksud ucapanmu?" geraman suaranya begitu menakutkan bagiku, tapi aku harus melakukannya. Apa yang dikatakan Hoseok benar aku bukan milik siapapun, bukan milik Hoseok maupun miliknya.

"kau tidak berhak melarang siapapun untuk mendekatiku, karna aku memang bukan milik siapapun Tuan Kim, bukan milikmu ataupun milik Hoseok, jadi kumohon berhentilah membuat ku berharap banyak dengan mu." Begitu Mendengar ucapanku dia terdiam, tatapan matanya terlihat kosong dan itu membuat sakit saat melihatnya.

Dia terdiam dan tatapannya berubah begitu dingin seketika. Dia menyingkirkan tanganku yang masih memegang tubuhnya. Dia memutar tubuhnya dan beranjak meninggalkan ku tanpa menolehkan kepalanya kebelakang sekalipun.

Apakah perkataanku menyinggungnya? Bukankah sudah sepantasnya aku meminta kejelasaan darinya?

.

.

T.B.C

Aku tahu itu chapter ini gagal banget maaf, aku masih harus memutar otak ku untuk menentukan jalan cerita ini mau dibuat kaya gimana, maka dari itu alurnya terlihat sangat lambat, aku mohon maaf.

Dan maaf juga ini terlalu pendek tapi akan diusahaan untuk chapter berikut lebih cepat dan lebih panjang dari chapter ini. Terima kasih

.

.

.

Stephiie Lee