The Amazing Boy
Cast :
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
and Other BTS member
TaeKook/VKook/BL/Fantasy/Romance
Note : FF Ini memang terinspirasi oleh film Tarzan tapi isi dan alur ceritanya bener-bener murni dari ideku sendiri.
All cast belongs to them, story and plot belongs to me
Happy Reading!!!
*
*
*
*
*
Chapter 2
Jungkook setia mengikuti langkah Taehyung kemana ia membawanya, Hutan ini saat malam terlihat sangat menakutkan dan semua jalan tambak sama, tapi Taehyung terlihat sangat mengenal hutan ini, dia terus berjalan tanpa penunjuk arah sekalipun. Dia punggung Taehyung melihat dari belakang dengan bantuan sinar cahaya bulan yang menembus pepohonan, laki-laki ini berkeliaran ditengah hutan dengan tubuh hampir telanjang, hanya selembar kain bermotif macan yang tersampir dipinggangnya, apa dia tidak kedinginan? apa dia tidak takut digigit nyamuk atau serangga lainnya? Jungkook bisa menjamin kalau penampilan Taehyung sehari-hari pastilah seperti ini, terlihat jelas dari warna kulitnya yang sedikit menggelap dan terlihat kasar. Rambutnya juga tumbuh panjang terlihat nampak tidak terawat. Kalu diingat-diingat ini pertana kalinya Jungkook bertemu seseorang seperti Taehyung yang menyerupai manusia purba ini.
Tapi agaknya Jungkook lebih percaya dengan Taehyung saat ini. Dalam perjalanan Taehyung sempat menjelaskan singkat bahwa dirinya memang tinggal dihutan ini sejak ia masih bayi, ia tidak tahu kenapa ia bisa tinggal dihutan ini tapi yang jelas hutan ini sudah seperti rumah bagi Taehyung.
"Kita sudah sampai" suara Taehyung mengembalikan kesadaran Jungkook yang sempat melamun dalam perjalanan.
Jungkook memperhatikan telah sampai dimana mereka. Sebuah pintu gua yang cukup besar berdiri dihadapannya. Dengan sisi gua yang ditumbuhi semak belikar dan disepanjang pintu gua terjuntai tanaman hijau merambat hampir menyentuh tanah persis nampak seperti horden.
"Disini rumahmu?" Taehyung mengangguk sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya yang konstras dengan kegelapan malam.
Jungkook menarik lengan Taehyung saat mereka hendak memasuki gua. Taehyung menoleh bertanya ada apa.
"Kau tinggal sendirian disini? di dalam gua ini?" tanya Jungkook dengan mengidikkan dagunya ke arah gua.
Taehyung menggeleng, "Aku tinggal dengan orang tuaku"
Jungkook menarik nafas lega, entah karena tahu ada orang lain yang tinggal di hutan ini atau juga lega karena tahu Taehyung tidak tinggal sendirian selama ini di hutan ini, dengan masih merasa heran kenapa masih ada orang yang mau tinggal di dalam gua didalam hutan yang cukup menyeramkan ini.
*
*
*
Orang tua yang dimaksud Taehyung ternyata bukanlah orang tua pada umumnya, maksudnya mereka bukanlah manusia layaknya orang tua lainnya. Mereka adalah sepasang Gorila, benar-benar gorila dengan ukurannya yang sangat besar bahkan melebihi gorila yang biasa Jungkook lihat dikebun binatang. Pantas jika penampilan Taehyung terlihat seperti manusia purba, selama ini dia hidup dan tinggal dengan sekelompok gorila.
Taehyung tengah berdiri berhadapan dengan sepasang gorila yang ia bilang sabagai orang tuanya seolah membicarakan sesuatu dalam diam, bahkan ada beberapa gorila disekitar mereka mungkin mereka adalah sekolompok gorila yang tinggal didalam gua yang cukup besar ini. Jungkook yang berdiri dibelakang Taehyung hanya merasa takjup sekaligus takut, kalau-kalau para gorila itu menyerangnya, bahkan beberapa kali ia sudah menelan ludah.
Taehyung menoleh kearah Jungkook setelah selesai dengan sepsang gorila orang tuanya. "Ayo kuantar kau beristirahat" ujarnya sembari berjalan mendahului Jungkook.
Jungkook yang merasa harus mengikuti Taehyung, membungkuk ragu dihadapan sepasang gorila orang tua Taehyung itu untuk memberi hormat, bodoh, mereka gorila mana peduli dengan penghormatannya. Tapi setidaknya dia masih harus bersikap sopan sebagai tamu disini bukan. Sesudahnya dia mengikuti Taehyung masuk lebih dalam kesisi gua lainnya. Sedang para gorila melihat satu sama lain seolah berdiskusi dengan gumaman-gumaman khas gorila yang menggema didalam gua.
*
*
*
"Bagaimana kau melakukannya" Tanya Jungkook saat mereka telah masuk ke dalam sebuah ruangan disisi gua, Sedang Tahyung sibuk menyalakan obor yang menempel didinding dekat pintu masuk.
Jungkook bisa melihat terdapat sebuah batu pipih besar didalam ruangan tersebut yang bentuknya menyerupai ranjang dengan kain lebar membentang diatasnya bermotif macan sama seperti yang dikenakan Taehyung, tanpa sadar Jungkook bersemu kembali menyadarinya. Jungkook dapat berasumsi bahwa ruangan ini kamar milik Taehyung.
"kau bisa beristirahat disini" Taehyung menunjukkan ranjangnya kepada Jungkook, lalu hendak beranjang pergi.
"kau belum mencajawab pertanyaanku?"
Taehyung yang sudah berdiri diambang pintu menoleh kearah Jungkook. "pertanyaan?"
"Iya, aku bertanya bagaimana kau melakukan itu? hhmmm maksutku saat kau bersama para gorila tadi... Kau berkomunikasi dengan mereka, kuduga itu seperti yang kau lakukan denganku sebelumnya. iya kan?"
Taehyung tersenyum mendengar pertanyaan Jungkook merasa maklum, mungkin Jungkook membutuhkan sedikit penjelasan darinya. "Para gorila yang kau sebutkan itu keluargaku. Dan... ya, kau benar aku memang bisa berkomunikasi dengan pikiran, apa ini aneh? Ini juga pertama kalinya aku berkomunikasi dengan bahasa manusiamu, aku mempelajarinya dari pikiranmu sejenak saat kau melamun dibawah pohon"
Sekali lagi Jungkook merasa takjup namun juga masih sedikit tidak percaya, apa benar ada kemampuan seperti itu? Tapi tunggu, apa baru saja Taehyung bilang sudah memperhatikan Jungkook dibawah pohon tadi?
"Jadi kau memperhatikanku dari atas pohon?" Taehyung mengangguk menjawab pertanyaan Jungkook.
"Apa jangan-jangan yang membuat beruang itu pergi juga kau" Tidak perlu anggukkan untuk menjawab, Jungkook sudah tahu jawabannya.
"Aku sudah menjelaskan. Sebaiknya kau beristarahat sekarang" Jawab Taehyung dalam pikiran Jungkook, lalu pergi begitu saja sesudahnya.
Jungkook duduk diranjang batu itu setelah kepergian Taehyung, dia merebahkan tubuhnya. Sepertinya ia memang harus segera istirahat, sudah terlalu banyak kejadian diluar akalnya yang terjadi hari ini. Sebaiknya dia segera tidur, mungkin saat ia bangun esok pagi, semua ini hanyalah mimpi.
*
*
*
Sebuah mobil Jib hitam terparkir didepan tenda markas para peneliti dari Big Hit Corperation pagi-pagi buta sekali. Sepasang kaki bersepatu boot coklat sebetis turun dari pintu penumpang mobil Jib, nampak seorang pemuda dengan paras yang sangat tampan keluar dari kursi penumpang, yang kemudian disusul seorang dengan berkulit sangat putih seputih susu keluar dari kursi pengemudi.
Seorang pemuda bersurai coklat yang baru saja keluar dari tenda menguap dengan sangat lebarnya itu tegopoh-gopoh mengahampiri kedua pemuda yang baru saja keluar dari mobil Jib tersebut.
"Seokjin hyung, Yoongi hyung kalian datang?"
"Dimana Namjoon Heosok-ah?" tanya si pemuda tampan yang bernama Seokjin tanpa basa-basi langsung berjalan masuk kedalam tenda tanpa pemuda yang dipanggilnya Heosok itu menjawab pertanyaannya terlebih dulu.
Si pemuda yang yang bernama Yoongi hanya mengikuti keduanya masuk dengan wajah enggannya.
*
*
*
Seokjin menemukan Namjoon tengah tidur diatas sebuah ranjang lipat ditengah tenda, dengan keadaan mulut yang terbuka lebar, terlihat sangat lelap tidurnya. Seokjin menatap jengah melihatnya. Bisa-bisanya seorang pimpinan tertidur pulas saat salah satu anggotanya sedang hilang. Dan anggota yang hilang ini Jeon Jungkook adik tiri Seokjin yang sangat disayanginya.
"eehhmmm- anu hyung- biar kubangunkan dia terlebih dulu" Seokjin menahan lengan Heosok yang berniat membangunkan Namjoon itu. Digantikan ia yang berjalan mendekati Namjoon lalu tanpa aba-aba menendang dengan keras ranjang lipat dimana Namjoon tertidur yang membuat ranjang tersebut roboh dan Namjoon terguling ke tanah karenanya.
Namjoon tersentak kaget, matanya yang terpejam langsung terbuka lebar mendapati siapa yang tengah membangunkannya dengan sangat kasar, ia berdiri sembari membenarkan penampilannya yang ia yakin terlihat sangat berantakan, dia sedikit menyisir rambutnya dengan jari dan mengelap ujung bibirnya memeriksa apakah ada liur disana. "Sayang kau datang?"
Seokjin hanya memutar kedua bola matanya jengah lalu duduk disalah satu bangku kayu yang ada didalam tenda mengabaikan Namjoon.
"Hyung kulihat ada mobil datang- Seokjin hyung..." Jimin yang baru kembali entah dari mana itu langsung berteriak histeris senang melihat siapa yang datang. "Kau datang??? Dengan..." Jimin beralih melihat siapa yang datang bersama Seokjin, dan sejenak raut wajah Jimin sedikit berubah tak senang, ya, Jimin memang tidak pernah terlalu suka dengan Yoongi, bagi Jimin Yoongi terlihat angkuh, lihat saja tingkahnya saat ini berdiri, bersila tangan dengan wajah sarkasmenya "Yoongi hyung" lanjutnya dengan suara pelan.
"Ya... ya... ya... Aku datang, Aku datang untuk mencari adikku yang hilang dihutan, karena pacarku tidak becus menjaganya"
Namjoon yang merasa tersindir langsung menghampiri Seokjin. "Sayang itu bukan salahku, salahkan Heosok, dia yang terakhir kali bersama Jungkook" tuding Namjoon menunjuk Heosok. Sedang Heosok yang dituding hanya menggelengkan kepala merasa bahwa tuduhan itu tidak benar.
Seokjin kembali memutar kedua bola matanya "sudahlah... aku tidak mau dengar alasan-alasan kenapa Jungkook hilang, yang aku mau kita harus mencari Jungkook SEKARANG JUGA" titah Seokjin dengan nada meninggi diujung kalimat. Sontak membuat yang lain kecuali Yoongi yang masih terlihat santai, bergegas mempersiapkan diri sebelum pergi mencari Jungkook.
*
*
*
*
*
Tbc
_
"Maaf updatenya lama dan ternyata pendek, ini otak gk punya inspirasi gara2 menyambut ultah BTS yg ke 4.
Happy 4th year with Bangtan...
Dan... Taaarrrraaaa semua member BTS masuk di FF ini, semoga masih ada yang nungguin buat lanjutannya, sekali lagi maaf kalau ada typos"
Salam Jibangie
