The Amazing BoyCast :
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
and Other BTS member
TaeKook/VKook/BL/Fantasy/Romance
Note : FF Ini memang terinspirasi oleh film Tarzan tapi isi dan alur ceritanya bener-bener murni dari ideku sendiri.
All cast belongs to them, story and plot belongs to me
Happy Reading!!!
*
*
*
*
*
Chapter 3
Jungkook terbangun dalam suasana gua yang sunyi, saat ia keluar dari ruangan tempat semalam ia beristirahat ia sama sekali tak melihat keberadaan para gorila yang dilihatnnya semalam, mungkin para gorila sudah melakukan aktifitasnya pikir Jungkook. Dia juga mencari Taehyung namun juga tak ditemuinya, dia memutuskan untuk keluar gua pada akhirnya.
Dia berjalan menyisir jalan setapak disekitar gua mencari keberadaan Taehyung hingga dia mendengar gemericik suara air terjun tidak jauh dari sana, penasaran iapun berjalan menuju air terjun.
Dan benar, tak butuh berjalan jauh dia tengah menemukan air terjun tersebut, alirannya kecil tidak terlalu tinggi sehingga genangan dibawahnya hanya menyerupai danau kecil bukan sungai yang mengalir, namun terlihat indah karena airnya yang terlampau jernih, tak ayal Jungkokpun tergoda untuk merasakan air tersebut.
*
*
*
Dia meletakkan ranselnya dibebatuan, melepaskan jaket yang ia kenakan sejak kemarin, kaos putihnya, celana jeans panjangnya serta sepatu boot kulitnya, hingga menyisakan dirinya mengenakan celana boxer yang cukup pendek. Dengan riang bahkan sedikit melompat-lompat Jungkook masuk kedalam genangan air dibawah air terjun tersebut. Sedikit dingin namun terasa segar airnya menyapa kulit Jungkook. Jungkook membenamkan diri sejenak kemudian muncul kepermukaan dengan kibasan rambut kebelakang, dan tersenyum setelahnya, merasa benar-benar terasa segar, ia merasa hidup kembali.
Hingga tanpa sadar Taehyung tengah berdiri ditepian air memperhatikan apa yang Jungkook lakukan, tersenyum seolah melihat keindahan.
*
*
*
"Hyung lihat..." Teriak Yoongi kepada Seokjin berada tak jauh darinya.
Seokjin yang mendengar lalu menghampiri Yoongi yang kemudian disusul oleh yang lain yang juga mendengar Yoongi.
"Ini sepertinya bekas api unggun, dan aku yakin Jungkook yang membuatnya. Terlihat apinya mati belum lama" semua memperhatikan apa yang ditunjuk Yoongi. Seokjin ikut berjongkok dihadapan Yoongi, mengambil serpihan arang bekas kayu terbakar, dan dia mengangguk menyetujui.
"Iya ini masih hangat, Aku yakin Jungkook baru saja dari sini" Seokjin tersenyum bangga atas temuan Yoongi, dia menepuk pundak Yoongi "Aku tahu kau lebih berguna daripada ketiga orang ini" tunjuk Seokjin kepada Namjoon, Jimin dan Heosok yang berdiri dihadapan mereka.
"ck~ itu hanya kebetulan dia yang menemukan terlebih dulu" bisik Jimin pelan ditelinga Namjoon, "aku sungguh tak menyukainya hyung" Namjoon mengangguk menyetujui.
Seokjin bangkit berdiri mengabaikan Jimin dan Namjoon yang saling berbisik itu, "Ayo kita lanjutkan mencari Jungkook aku yakin dia tidak jauh dari sini" yang lainpun menyetujui dan bergegas untuk kembali mencari Jungkook.
*
*
*
"Ah- Astaga" pekik Jungkook saat mendapati Taehyung sudah dihadapannya, tangannya bergerak menutup dada telanjangnya agar tak terlihat oleh Taehyung namun percuma toh Taehyung juga sudah mengamatinya sejak tadi. "Tolong balikkan badanmu"
Taehyung menurut dan membalikkan badannya. Segera Jungkok memunguti pakaiannya dan mengenakannya yang ia jatuhkan dibebatuan pinggiran danau. Harusnya dia tak sembarangan begini mandi didanau, ditengaj hutan seperti ini, Jungkook merutuki dirinya sendiri.
Dengan kelebihan Taehyung dia berbalik tepat setelah Jungkook mengenakan pakainnya tanpa Jungkook mengatakannya, wahhh~ sungguh luar biasa batin Jungkook.
Jungkook berdeham dan menegakkan posisi berdirinya yang kikuk. Merasa masih malu karena kepergok laki-laki lain saat dirinya sedang mandi dengan hanya mengenakan celana boxer pendek, padahal si Taehyung sendiri tak pernah malu berkeliaran hanya dengan selembar kain yang menutupi pingganya saja. "eehhm aku sudah selesai, apa kau bisa mengantarku untuk kembali ke markasku, eehhmm aku takut tersesat lagi, hutan ini terlalu luas"
"Tentu" Taehyung tersenyum menanggapi, dan oh~ entah kenapa Jungkook sedikit berdebar melihatnya, setelah dilihat jelas dengan sinar matahari, Taehyung memiliki wajah yang rupawan meski tertutupi oleh rambutnya yang berantakan, tapi ia tetap terlihat tampan dengan warna kulit yang sedikit gelap. Tubuhnya juga terlihat proporsional, andai kalau Taehyung lebih terawat mungkin dia akan kelihatan sangat tampan, mungkin dia bisa jadi seorang model atau artis. Jungkook mengelengkan kepalanya segera mengusir pikirannya sebelum Taehyung masuk kedalam pikirannya dan menyadari kalau dia sempat mengagumi sosok Taehyung.
"Lewat sini... Akan kutunjukkan jalannya" Taehyung mengamit tangan Jungkook untuk mengikutinya, namun Jungkook justru terdiam dan memperhatikan bagaimana tanganya yang diraih oleh tangan Taehyung. Lagi-lagi dia terpukau.
Taehyung yang sadar akan kediaman Jungkook karena tangannya yang dengan lancang sudah berani meraih tangan Jungkook, "m-maaf, aku tak bermaksut" Taehyung melepaskan tangan Jungkook.
"Lewat sini, ikuti aku" Taehyung berjalan lebih dulu supaya Jungkook bisa mengikutinya, Jungkookpun mengikuti dengan masih sedikit berdebar, ini aneh karena baru kali ini ia merasakan debaran pada pria lain. Dan itu pada pria hutan yang tanpa sengaja ditemuinya, bahkan pertemuan mereka belum berlangsung 24 jam.
*
*
*
"apa kau sama sekali tidak mengingat bagaimana kau bisa tinggal dihutan ini?"
"apa kau tidak pernah keluar dari hutan ini?"
"apa sebelum aku, ada orang lain juga yang tersesat dihutan ini?"
"dimana para gorila dan orang tuamu saat ini?"
"apa kau bisa berkomunikasi dengan semua hewan disini?"
Pada dasarnya Jungkook memanglah pemuda dengan rasa ingin tahu yang tinggi, dan bertemu dengan Taehyung yang bagi Jungkook, Taehyung itu sungguh luar biasa, tinggal dihutan selama ini bersama para gorila dan memiliki kemampuan berkomunikasi melalui pikiran, tak ayal jika ada banyak hal yang ingin diketahui Jungkook.
Taehyung yang mendapat banyak pertanyaan hanya menjawab seadanya, Taehyung sungguh tidak ingat bagaimana ia bisa tinggal dihutan ini, Taehyung tidak pernah, bahkan berpikir mencoba keluar dari hutan ini tak pernah terlintas dalam pikirannya. Para gorila dan orang tuanya pastilah sedang mencari makanan, dan ya... selama ini memang dia berkomunikasi dengan para hewan melalui pikiran mereka, mungkin itu yang mempermudah Taehyung hidup dihutan ini.
"Aaahhhh..." pekik Jungkook yang terjatuh karena tersandung ranting tumbuhan dalam perjalanan.
Taehyung berhenti berjalan, mengahampiri Jungkook yang tersungkur dibelakangnya, membantu Jungkook untuk duduk.
"kau terluka?" tanya Taehyung.
"Kakiku" Jungkook meringis memegangi kaki sebelah kanannya. "sepertinya terkilir"
"biar kulihat" segera Taehyung melepaskan sebelah sepatu boot kulit milik Jungkook, dan benar pergelangan kaki Jungkook terlihat akan bengkak, Taehyung menggerakkan sedikit kaki Jungkook yang langsung disambut oleh teriakan kesakitan oleh Jungkook.
"Tahan sebentar, ini akan sakit" Taehyung memutar cepat pergelangan kaki Jungkook lalu menariknya untuk meluruskan otot kakinya, Jungkook jelas berteriak kesakitan sejenak, namun setelah mencoba menggerakan kakinya, rasa sakit dikakinya menghilang. Wow~ ternyata Taehyung berbakat juga menyembuhkan kaki yang terkilir, bertambah satu lagi kelebihan Taehyung dimata Jungkook.
"Terima kasih... sungguh aku sangat berhutang banyak padamu" ujarnya tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Taehyung, netra mereka saling bertatapan, keduanya saling tertegun. Seolah kutup magnet yang berlawanan arah saling tarik menarik, tubuh merekapun sedikit demi sedikit mendekat. Entah sihir apa yang menguasai mereka membuat keduanya semakin mendekat, Jungkook sudah memejamkan matanya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tanpa berusaha menolak, dia bisa merasakan wajah Taehyung sudah berada dihadapannya, dia bisa merasakan nafas Taehyung dipermukaan wajahnya. Dan...
Dddoooorrrr...
Terdengar suara senapan angin yang ditembakkan menggema didalam hutan, membuat Jungkook membuka matanya kaget, dan Taehyung yang sudah membulatkan matanya, terlihat sangat cemas, bahkan matanya mulai berair.
"Oh- Tidak" Taehyung bangkit berdiri lalu berlari secepat kilat.
Jungkook yang sadar segera mengenakan sepatunya dan ikut berlari mengikuti Taehyung. Meski ia tak tahu apa bisa mengejar Taehyung atau tidak, dia juga ingin tahu apa yang sudah terjadi, kenapa dengan ekspresi Taehyung yang terlihat sangat khawatir.
*
*
*
Dddoorrr~
Namjoon menembak lagi seekor gorila yang hendak menyerang Seokjin dengan senapan angin yang ia bawa. Seokjin yang terjatuh dihadapan gorila tersebut segera ditarik Namjoon untuk menjahui gorila yang sudah tumbang karena tembakan Namjoon. Dan saat tahu gorila itu akan bangkit Namjoon kembali menembak gorila itu. Sampai gorila itu benar-benar tumbang.
"AYAH~" teriak seseorang yang berlari mendekat ketubuh gorila yang tumbang karena tembakan-tembakan Namjoon.
Namjoon dan Seokjin bergerak mundur masih merasa terkejut dan takut karena serangan gorila tersebut, berkumpul bersama Jimin dan Heosok.
Dan betapa terkejutnya mereka, mendapati satu persatu gorila lain muncul dari dalam hutan, berkumpul mengerumuni seorang pemuda yang menangis histeris dihadapan gorila yang tumbang itu, salah satu gorila lain yang berdiri paling dekat dengan anak laki-laki itu juga ikut meneteskan air mata.
"Hyung bagaimana bisa kalian disini" Jungkook yang baru saja tiba dengan nafas terengah-engah karena berlari sekuat tenaga, membungkuk bertumpu pada lututnya mencoba menstabilkan nafasnya, dan setelah dirasanya cukup dia kembali menegakkan tubuhnya. "Aku- Oh TIDAK, apa yang terjadi" Jungkook menutup mulutnya dengan sebelah tangan, terkejut dengan apa yang terjadi dihadapannya.
Para gorila yang ditemuinya semalam tengah berkumpul, mengerumuni seekor gorila yang tengah berbaring tak berdaya dengan Taehyung yang menangis histeris disamping gorila itu, meski semua gorila nampak sama, tapi Jungkook bisa mengenali gorila yang terbaring itu adalah gorila yang dikenalkan Taehyung sebagai ayahnya, dan gorila satu lagi yang juga terlihat sangat sedih itu Jungkook kenali sebagai ibu Taehyung.
"Taehyung..." Jungkook berusaha mendekat.
"PERGI KAU DARI SINI... PERGI KALIAN DARI SINI. SETELAH APA YANG KULAKUKAN PADAMU, INI YANG AKU DAPATKAN" Bentak Taehyung sembari memeluk erat tubuh besar ayahnya.
"Taehyung..." panggil Jungkook masih berusaha mendekat.
"KUBILANG PERGI... ATAU KALIAN MAU NASIB KALIAN BERAKHIR DISINI?" kali ini Taehyung menatap Jungkook dengan pandangan penuh amarah.
Teman-teman Jungkook yang merasa terancam, menarik diri Jungkook untuk segera pergi dari sini, meski Jungkook yang sepertinya enggan beranjak dari sana. Jungkook masih memandang tatapan Taehyung yang penuh amarah itu, sungguh Jungkook tidak mengira hal seperti ini akan terjadi. Taehyung sudah sangat berjasa menolong hidupnya, tapi apa yang ia berikan, kematian ayahnya. Meski Jungkook tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi tapi Jungkook sangatlah merasa bersalah. Dia tidak berdaya saat teman-temamnya menarik dirinya untuk membawanya pergi, ia hanya pasrah dengan terus memandang wajah Taehyung penuh penyesalan.
*
*
*
*
*
Tbc
-
"Ini benar-benar gk jelas, mungkin juga membosankan. tapi inilah imajinasiku. hehehe
kemarin ada yang nanya ini remake apa cuma terinspirasi oleh film Tarzan, and see... ini benar2 jauh dari film aslinya, welcome to my imagination hehehe"
Salam Jibangie
