.

.

.

FOOLS

.

CHAPTER 7

.

KTH + JJK

.

T

.

.

Writter by Stepstephiie ©2017

.

.

PRESENT

.

.

"Taehyung siapa Jungkook sebenarnya? Dan siapa Jungkook bagi mu? Apa hubungan kalian selama ini? Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dan aku tahu kau mempunyai maksud lain di sini, karna tidak mungkin kau mengajak ku menyamar menjadi guru dan melepas kursi direktur mu semudah itu tanpa alasan."

Taehyung hanya terdiam mencoba mengabaikan pertanyaan Jimin. "belum saatnya kau mengetahuinya sekarang Jimin."

Jimin mendecih tidak menyukai jawaban yang diberikan oleh Taehyung. "jadi selama ini kau menganggap diriku apa? Bahkan hanya untuk masalah yang begitu penting bagimu, aku tidak boleh mengetahuinya?" Taehyung mendesah lelah mendengar ucapan Jimin.

"bukan seperti itu Jimin, kau tidak akan mengerti."

"bagaimana aku bisa mengerti jika kau tidak menceritakan apapun kepadaku." Ungkap Jimin seolah menyudutkan Taehyung saat ini.

"apa aku harus menceritakan bahwa Jungkook adalah tunanganku yang telah ku sakiti dengan begitu kejamnya. Kau bisa mengerti? Kau bisa membuatnya kembali kepadaku lagi?"

.

.

.

Kepala Jungkook terasa penuh. Pikirannya terus memutar perkataan yang dikatakan Taehyung tadi. Dia bersumpah dia tidak pernah melihat atau mengenal Taehyung sebelumnya tapi kenapa Taehyung berkata seperti itu? Kenapa dia bicara seolah begitu mengenal dirinya? Jungkook-ku?

Yang benar saja Jungkook bahkan sangat yakin bahwa dia tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan siapapun. Memikirkan itu semua sungguh membuat Jungkook hampir gila.

Pria bajingan itu dengan beraninya menantangnya dan menghancurkan semua dinding yang selama ini di buatnya.

Jungkook tidak munafik untuk mengakui bahwa dia mulai kembali mempercayai Taehyung, pria itu berbeda dengan yang lain. Dia melindungi Jungkook dengan cara yang berbeda dan itu cukup membuat Jungkook merasa tersentuh.

Karena sesungguhnya Jungkook tidak memerlukan sebuah perlakuan khusus atau sebuah perhatian yang di tunjukan di depan publik. Jungkook adalah seorang laki-laki bukan wanita yang akan merona jika diperlakukan seperti itu.

"apa yang kau pikirkan hingga tidak menyadari kedatangan gurumu disini." Lamunan Jungkook buyar saat suara seseorang menyapa gendang telinganya.

Matanya menatap Tajam seseorang yang baru saja berbicara dengannya. "kau tidak perlu tahu urusan ku, Park Jimin." Ucap Jungkook penuh penekanan membuat Jimin terkekeh mendengarnya.

"Kau memikirkan ciuman tadi ya?" goda Jimin.

"diam kau sialan!" bentak Jungkook begitu mendengar ucapan Jimin.

"sebegitu hebatnya kah Ciuman dari seorang Kim Taehyung?" bisik Jimin tepat di telinga Jungkook agar siswa yang lain tidak mendengar apa yang dikatakannya.

"sudah ku bilang diam, brengsek. Tutup mulut mu itu." Desis Jungkook tajam.

Jimin hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Jungkook. "aku merindukanmu Jungkook." Ungkap Jimin.

Jungkook kembali terdiam, matanya melirik sekilas ke arah mata Jimin yang terlihat berkaca-kaca. Sebenarnya ada apa ini?

"kembalilah, adikku. Jungkookie." Jimin mengusap rambut Jungkook sekilas dan meninggalkan Jungkook yang terpaku dengan perlakuannya.

Kenapa semua menjadi seperti? Kenapa dua orang bodoh itu mengatakan sesuatu yang tidak bisa dia mengerti? Kenapa mereka berdua bertingkah seolah mengenalnya dirinya?

"aku tidak perduli apapun yang terjadi aku akan memaksa Kim bajingan itu untuk memberitahu ku apa maksud ucapannya itu."

.

.

.

Taehyung mendesah lelah, mencoba memejamkan matanya yang terasa berat. Pikirannya berputar-putar perihal keputusannya yang memberitahu Jimin tentang Jungkook. Itu bukan perkara mudah karena Taehyung yakin Jimin adalah orang yang sulit di mengerti dan terlalu keras kepala. Dia akan melakukan apapun diluar rencana mereka dan itu akan sangat menyusahkan.

"ku harap kau tidak melakukan atau melupakan batasan yang sudah kau janjikan itu Jimin." Lirih Taehyung.

"perjanjian apa yang sudah kau buat dengan Park Jimin itu." Taehyung tersentak dan segera berdiri berhadapan dengan orang yang baru saja berbicara dengannya, Jeon Jungkook.

"Jungkook sedang apa kau disini? Dan sejak kapan kau disini?" Tanya Taehyung merasa gugup saat Jungkook menatapnya Tajam.

"jangan mengalihkan pembicarakan dan cukup jawab pertanyaan ku. Perjanjian apa yang telah kalian buat." Desis Jungkook.

"itu bukan sesuatu hal yang penting Jungkook hanya sebuah perjanjian antara laki-laki." Ungkap Taehyung mencoba untuk tertawa.

"kau melupakan sesuatu bahwa aku ini laki-laki, Kim Taehyung." Sergap Jungkook membuat tawa Taehyung terhenti.

"Baiklah jika kau tidak mau menjawab pertanyaan ku yang ini aku akan memberikanmu pertanyaan kembali dan kali ini akan aku pastikan kau akan menjawabnya." Ucap Jungkook.

"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Jungkook

"jangan memberikan pertanyaan bodoh Jungkook, kau sudah pasti tahu bahwa aku ini gurumu." Jawab Taehyung.

"Kau yang idiot. Aku yakin kau pasti mengerti maksud ucapanku." Ungkap Jungkook. "tapi jika kau memang tidak mengerti aku akan dengan senang hati menjelaskannya padamu. Jadi apa maksud ucapanmu yang mengatakan kembalikan Jungkook-ku dan ucapan Park Jimin kembalilah adik ku? Aku yakin itu pasti berhubungan bukan?" Jungkook tidak dapat menahan sudut bibirnya ke atas saat melihat wajah Taehyung yang memucat.

Taehyung terpaku, dia sudah menduga akan seperti ini jika Jimin mengetahuinya. Jimin terlalu emosional dalam perasaannya dan itu sangat buruk.

"kau tidak mendadak bisu bukan?" cecar Jungkook.

"kau masih tidak ingin menjawab?"

Jungkook mengeram merasa kesal saat Taehyung tidak kunjung mengeluarkan satu katapun dari mulutnya.

"aku tidak memintamu hanya untuk diam Kim Taehyung!" Teriak Jungkook dan memukul meja di hadapannya.

"APA YANG KAU LAKUKAN JEON JUNGKOOK!" Taehyung balas berteriak begitu melihat perlakuan Jungkook yang memukul meja hingga jari anak itu terluka.

"Kau melukai dirimu sendiri bodoh!"

"Memangnya apa pedulimu? Kau bahkan hanya orang asing di hidupku."

Napas Taehyung memburu tangannya menarik tangan Jungkook yang terluka dan mencengkramnya dengan kuat.

"Kau ingin tahu siapa aku? Kau ingin tahu kenapa aku yang orang asing ini peduli kepadamu!" bentak Taehyung semakin mengencangkan cengkramannya dan membuat Jungkook meringis.

"Karena kau Tunanganku. Kau tunanganku yang ku hancurkan dengan tangan ku sendiri seperti ini, Jeon Jungkook."

"dan saat ini aku telah menghancurkanmu kembali."

.

.

.

T.B.C

Sebenarnya ini aneh tapi aku Cuma mau bilang bahwa akun ini ( phiie ) sama dengan akun Taejungkim dan dipost di wattpad dengan akun yang sama yaitu Stepstephiie. Jujur aku capek di tuduh plagiat terus apalagi dituduh plagiat ff sendiri kan receh jadinya. Jadi sebelum kamu maki-maki saya di wattpad tolong perhatikan kembali…..