Scandal

Chapter 4 : Scandal?

By : Phiie

Fiction

[Kim Taehyung x Jeon Jungkook]

T

Drama , Romance

WARNING !

BoyxBoy , Rating may change and Many typo .

Sumarry :

" Kim Taehyung seorang Idol dari sebuah grupband yang sedang naik daun terlibat scandal dengan Seorang pelajar tingkat dua bernama Jeon Jungkook "

.

.

.

Don't like, Don't Read

Happy Reading !

.

.

.

"Aku akui! Aku memang sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa dengan Jungkook . Aku sudah menjadi kekasihnya sejak aku masih trainee , memang kami sepakat menyembunyikannya. Aku juga berjanji akan menikahinya dan bertanggung jawab atas semua perlakukan ku padanya jika dia mau. Tapi dia selalu menolak. Dengan alasan aku ini seorang idol dan dirinya masih anak sekolah yang di bawah umur "

" aku siap menikahi Jeon Jungkook dan bertanggung jawab atas tindakan asusila ku kepada nya saat ini juga "

.

Chapter 4 :

.

.

Taehyung berkata seperti ini dengan matanya yang menatap lurus kearah Jungkook. Sementara Jungkook Bocah manis itu hanya menatap Taehyung dengan sangat tercengang.

"Taehyung…" pekik semua member BTS yang terkejut dengan apa yang Taehyung katakan. Termasuk Jungkook. Ia tidak menduga jika Taehyung akan mengatakan ini. Ia yakin ada yang tidak beres.

"Aku sudah melamarnya beberapa hari yang lalu." tambah Taehyung lagi. Kini semua hanya bisa melongo mendengar penuturan Taehyung. Apalagi seluruh Hyung-nya yang berkumpul disini. Sangat heran kenapa magnae mereka menyembunyikan ini.

_.

.

.

Taehyung menarik tangan Jungkook dan berjalan dengan cepat. Jungkook merasa kualahan saat mengikuti langkah Taehyung yang begitu cepat dan juga tangannya sangat sakit akibat genggaman tangan Taehyung yang sangat kuat.

"Hyung lepaskan! Aku bisa berjalan sendiri." pekik Jungkook.

Taehyung terus berjalan menaiki anak tangga. Tangga darurat gedung ini. Bighit Building. Taehyung membawa Jungkook ketempat yang aman dimana ia bisa berbicara panjang lebar dan menumpahkan kekesalannya pada Bocah ini.

"A www….." Jungkook meringis ketika Taehyung melepaskan genggaman tangannya dan menghempaskan tubuhnya kedinding. Taehyung menarik nafas panjang dan menatap wajah Bocah ini lekat-lekat.

Jungkook menelan ludah nya dengan sulit saat tatapan taehyung betitu tajam .

"Hyung apa yang ingin kau bicarakan ? Bicaralah. Aku akan mendengarkannya." kata Jungkook gugup

Buggggggg….

Taehyung meninju dinding tepat disebelah wajah Jungkook. Bocah ini memejamkan matanya, ngeri melihat Taehyung yang seperti kerasukan setan. Taehyung tersenyum miring. Senyum khas yang ia perlihatkan saat dia akan memulai mengerjai hyungdeulnya.

"Hyung kau mengajakku kesini hanya untuk mencelakaiku. Huh!?" pekik Jungkook. Taehyung tersenyum miring lagi jelas sekali memperlihatkan smirknya. Deru nafas Taehyung bahkan sampai terdengar oleh Jungkook.

Bocah ini mengalihkan pandangannya, ia tidak sanggup menatap wajah Taehyung yang tampan sekaligus mengerikan seperti ini. Yah, sebagai seorang Bocah manis yang mengaku normal, ia mengakui Taehyung memang tampan. Dadanya berdesir tatkala matanya tepat menatap sorot mata Taehyung.

"Jungkook. Jeon Jungkook kau benar-benar membuatku bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan ? Kenapa kau memberitahu foto itu pada kakakmu yang bagaikan singa mengauk hah ? Kenapa tidak langsung kau sebar saja foto itu. Kenapa harus melalui cara seperti ini. Kau… Kau ini Bocah yang aneh yang pernah aku temui."

Jungkook mendengus kesal. Dengan susah payah kemudian ia berhasil menatap Taehyung yang sekarang menghimpit tubuhnya. Sungguh, aroma pria ini sangat memabukkan. Seumur hidup, baru kali ini ada pria yang menghimpit tubuhnya dengan suasana seperti ini pula. Ditangga darurat.

"Hyung dengarkan penjelasanku dulu. Aku sebenarnya tidak sungguh-sungguh. Kemarin waktu kau menghubungiku aku sedang mandi dan ponsel ku ada di dekat jaejoong hyung dan saat dia ingin mengangkatnya kau mematikan telpon dan keluar foto itu hyung dan jaejoong hyung mengamu dan minta penjelasan tentang foto itu sungguh aku hanya berkata_"

"Apa….? Huh?" tanya Taehyung lagi.

"Aku hanya mengatakan kau kekasih ku hyung dan kau yang - " ucap Jungkook pelan.

"Yang melakukan tindakan asusila pada bocah di bawah umur hah ? aku? Kim Taehyung Benar-benar sempurna!" Taehyung tetap saja menatap wajah Bocah ini. Jungkook menunduk. Ia menjelaskan apa lagi pada Taehyung.

"Lalu kau bilang aku siap menikahimu kapan saja kau mau. Begitu?" tambah Taehyung lagi.

Sebenarnya Bocah ini juga merasa bersalah, dilihat dari raut wajahnya. Pikir Taehyung.

"Ne! Kau sendirikan yang bilang hyung .jika ada yang bertanya tentang foto itu katakan saja kau ingin menikahik dan akan bertanggung jawab!" tegas Jungkook mengingatkan Taehyung akan janjinya. Taehyung mengepalkan tangan satunya. Sungguh, kenapa Bocah ini sangat menyebalkan.

"Kau tidak tahu gurauan atau bukan?! Huh? Kau bodoh sekali Jeon Jungkook ku sayang ! Kau membuatku ingin sekali menganiayamu."

Jungkook mendongak. Ia tahu ini salahnya. Tapi, tidak seharusnya tadi Taehyung juga bilang dia kekasihnya.

"Ne, aku yang bodoh. Lalu kenapa tadi kau juga bilang kita sepasang kekasih yang sudah berbuat macam-macan dan kau juga bilang telah melamarku. Huh!? Aku bisa bilang pada mereka ini hanya salah paham. Tapi kenapa kau tadi….."

"Cukup!" tegas Taehyung.

"Ini semua salahmu!" tambah Taehyung lagi.

Taehyung menahan emosinya. Tidak, tidak boleh emosi. Tatapan mereka masih saja sama, Taehyung masih betah sekali menatap Bocah ini. Memang siapa sangka Bocah ini cantik, tergolong imut , Tapi kelakuannya? Sungguh diluar kendali.

"Baik. Aku akan mengatakan yang sebenarnya saja. Nama baik, semuanya. BTS Aku rela dipenjara atau dihukum oleh Jaejoong hyung jika itu bisa menyelesaikan masalah ini."

Jungkook berontak ingin lepas dari tubuh Taehyung yang menghimpitnya. Akhirnya dengan kekuatannya Bocah ini berhasil lepas dan berjalan menuruni anak tangga. Taehyung sadar, jika mereka tidak jadi menikah maka? Nasib BTS? Nama baik Appanya? Nama baik keluarganya?

Dengan cepat, Taehyung menyusul Jungkook dan berhasil menarik tangan Bocah itu. Menepikan tubuh Jungkook hingga kedinding dan dia menghimpit tubuh itu lagi.

"Hyung kau ini kenapa? Bukannya kau ingin aku mengakui segalanya dan aku pergi dari kehidupanmu. Biarkan aku jelaskan semuanya!" pekik Jungkook.

"Kau bodoh sekali! Sekali aku bilang, aku akan melakukan apa yang menjadi kata-kataku. Kau tahu?"

Jungkook terdiam dan menatap tepat dimata Taehyung. Sorot mata pria ini begitu tajam. Tapi kenapa bisa melumpuhkan syaraf otaknya. Semacam terhipnotis oleh ketampanan pria ini.

Taehyung dengan detail juga menatap lekat, mata Bocah ini juga indah menurutnya.

"Kau dengar baik-baik. Appa sudah menginginkan aku menikah. Dan aku sudah bilang aku melamarmu. Imbal balik?! Kau harus menuruti apa kataku mulai hari ini. Apapun kata calon suamimu ini, kau harus menurutinya Jungkook-ya. Kau sudah masuk dalam perangkapku dan jebakanmu semua ini dengan baik atau_"

"Kau mengancamku Hyung ? Huh? Kau mau aku menurutimu begitu?"

"Ne. kau mau protes? Enak saja... Kau telah membuatku seperti ini. Kau juga harus mau menurutiku. Seorang calon istri lebih tepatnya." tegas menggeleng pelan.

Kenapa jadi pelik sekali masalah ini... Tidak mungkin ia akan menikah secepat ini.

"Kenpa harus menikah aku masih di bawah umur hyung!?" pekik Jungkook. Taehyung menahan tubuhnya yang akan berontak lagi dan melarikan diri.

"Tenanglah... Kau ini bergerak terus." Taehyung menahan tangan Jungkook yang seakan ingin lepas dari tubuhnya. Nafas mereka sama-sama terdengar berat.

"Bodoh diamlah!"Jungkook menatap Taehyung kesal. Begitu juga Taehyung.

Ada Bocah seperti dia, dia yang membuat masalah tapi, kenapa juga dia enggan bertanggung jawab. Dengan perasaan yang geram, sekaligus gemas melihat tingkah Bocah ini. Taehyung merengkuh wajah Jungkook dan mencium bibir Bocah Jungkook membulat seketika saat ia merasakan bibir Taehyung yang bergerak diatas bibirnya. Menghisap dan sesekali menggigit bibir Jungkook. Lidah Taehyung berhasil masuk dan menjelajah disetiap rongga mulutnya dan menuntut Jungkook untuk membalas ciumannya.

Jungkook. Jangan ditanya... Bocah ini sangat terkejut bahkan bisa dibilang ia perlu banyak tabung oksigen untuknya agar dia tidak mati mendadak karena ciuman pria ini sangat menuntut. Tangan Taehyung masih menahan tubuhnya agar dia tidak berontak.

Jarak mereka yang sangat dekat membuat Taehyung mencium bibir Bocah ini lebih dalam. Walau terkesan tergesa-gesa tapi ini sangat sulit untuk ditolak. Kenapa Jungkook tidak bisa berkutik? Bahkan ia kini juga melumat pelan bibir Taehyung. Mimpi apa dia semalam? Ciuman pertamanya seperti ini.

Aigoo!Taehyung membuka matanya dan melepas kontak bibirnya saat dirasa tubuh Jungkook tidak lagi berontak dan sedikit tenang. Entah, dorongan apa yang membuatnya bisa mencium bibir Bocah ini dengan sangat menghela nafasnya dan menatap lekat wajah Bocah ini.

Jungkook terlihat masih shock dan jelas ia melihat bibir Jungkook masih terlihat merah akibat perbuatannya. Ia kemudian kikuk sendiri, sadar akan apa yang ia lakukan barusan.

"Awas saja jika kau menolak aku lagi! Aku pastikan, kau akan menyesal calon istri Kim Taehyung " kata Taehyung meninggalkan Jungkook yang masih shock dengan apa yang Taehyung lakukan barusan.

Taehyung kemudian menoleh kebelakang dan masih melihat Jungkook yang masih shock kemudian ia tersenyum dengan smirknya.

Aroma Taehyung bahkan masih tercium olehnya walau saat ini Taehyung sudah meninggalkannya. Matanya berkedip sesaat lalu ia memegang bibirnya dengan jarinya. Bibir Taehyung jelas masih terasa dibibirnya. Masih jelas terasa bibir Taehyung yang menghancurkan pertahanan bibirnya.

"Kiss... kis.! Huaaaa... Jaejoong Hyungb! Adikmu kehilangan kiss pertamanya, dan ini dilakukan oleh pria yang sama...! kim Taehyung!" pekik Jungkook kesal. Kemudian ia mengusap air matanya dan mencoba tenang.

"Ya Tuhan. Kuatkan aku jika aku bertemu dengan orang gila itu lagi. Semoga nyawaku bisa selamat!"

.

.

.

Taehyung membuka jaketnya dan membuangnya kesembarang tempat.

"Yaakk! Mukaku bukan keranjang pakaian Kim Taehyung!" pekik Jimin saat jaket Taehyung mengenai wajahnya.

Taehyung tidak menjawab, ia berlalu saja lalu membuka lemari es. Dilihatnya ada susu , ini pasti bisa mendinginkan otaknya. Otaknya yang sepanjang jalan selalu dipenuhi oleh Bocah manis menyebalkan itu.

jimin menatap Taehyung yang menenggak susu nya hingga habis. Pria itu hanya bisa menelan ludah. Ia tidak bisa menegur, jelas jimin tahu mood Taehyung masih terlihat buruk saat ini. Bisa-bisa ia kena tendang ataupun semprot oleh Taehyung dan ia tidak mau itu terjadi saat ini.

"Kau habiskan susu itu?" tanya Eunhyuk memastikan.

"NE! Kau tidak tega... Apa kau pilih mati dari pada susumu ini habis. Hah!" kata Taehyung menatap Jimin yang ada disampingnya. Dengan reflek jimin menggeleng pelan.

"Bagus!" kata Taehyung kemudian berlalu dari hadapan jimin dan berjalan menuju kamarnya.

Jhope, jin dan suga yang ada disana hanya mampu menghardikkan bahu mereka. Dan belum sempat mereka bertanya pada Taehyung...

BRAKK!

Taehyung menutup pintu kamar dengan sangat keras.

". dia kenapa sampai seperti itu. Bukannya senang, jika disuruh menikah." tanya Jimin polos.

Jhope hanya mampu menatap pintu kamar Taehyung.

"Jadi.. mereka benar-benar sudah melakukannya ? . Tapi Jungkook..""Apakah foto di ranjang itu, tanda mereka sudah?!" potong Jimin dengan mata yang menyipit, seolah-olah ia tahu akan hal ini.

"Maksdumu? Taehyung dan Jungkook ?" Jimin dan Jin saling menatap dan berpikir.

Sementara Jhope hanya bisa Taehyung dan Jungkook sudah melakukan itu? Tidak mungkin, Jhope hafal benar dengan sifat Taehyung. Lalu Jungkook, Jhope sebenarnya sudah mempunyai perasaan suka walau hanya pertama bertemu. Tapi, ini semua sudah tidak mungkin untuknya.

"Bagaimana nasib Bocah itu? Apa Taehyung mencelakainya setelah hubungan mereka terbongkar?" potong Jin. Jhope yang mendengarnya kemudian beranjak dan menghampiri Taehyung.

"Jungkook... walau hanya pertama kali bertemu, Bocah itu memang cantik dan manis . Tapi cantiknya memang sudah tidak bisa dimiliki siapapun kecuali Taehyung." gumam Jimin .

"Arasseo. Kalau sesuatu sudah menjadi milik Taehyung, sangat sulit untuk kita sentuh. Apalagi kau Jimin " jawab jin .

"Taehyung... Kau kenapa?" tanya Jhope saat tahu Taehyung duduk menyenderkan kepalanya pada dinding, terlihat jelas dia masih kesal.

"Opseo. Hanya sedikit pusing." jawab Taehyung berbohong.

Jhope duduk perlahan didekat Taehyung. Mata Taehyung masih terpejam. Ia masih membayangkan betapa bodohnya ia mencium Bocah itu lalu membiarkan Bocah itu terpaku sendiri. Haash... apa pedulinya. Biar Bocah itu rasakan bagaimana merasa sangat bodoh.

"Mau aku ambilkan obat, atau minuman?" tanya Jhope menawarkan diri.

"Tidak usah. Nanti juga sembuh."

"Ya, sudah. Istirahatlah..."

"Hmmm.."Jhope meninggalkan Taehyung sendirian dikamar, ia tahu kalau Taehyung seperti ini mungkin sulit untuk didekati.

Bercerita tentang Jungkook? Justru tidak mungkin, padahal Jhope ingin mengorek informasi tentangnya dan Jungkook. Kalau sudah begini, Jhope hanya bisa membiarkan Taehyung tenang dulu.

Taehyung membuka matanya saat Jhope keluar dari kamarnya.

"Bocah itu bagaimana sekarang?! ..." pekik Taehyung kemudian meraih ponselnya.

Saat akan menghubungi Jungkook ada pesan masuk dari Appanya.

'Bawa calon menantu Appa kerumah. Kami ingin mengenalnya.'Taehyung merengut, ia malas untuk membalas pesan Appanya ini.

Membawa Jungkook kerumah? Asshh... berarti dia harus berpura-pura sudah mengenal Jungkook? Bahkan mengaku kekasih. Cobaan apalagi ini. Taehyung frustasi. Entah perasaan bagaimana yang ada dihatinya kini.

"Bodoh !" Taehyung membanting ponselnya seketika.

Bocah itu sekarang bagaimana? Ditempat sekolah, apakah ia dikucilkan? Apakah dia di usir oleh kakaknya ... Ahh walau di usir nanti dia juga akan hidup bersamaku dan aku menghidupinya? pikir Taehyung sejenak. YAAHH ! Aku gilaaa..

"YAA! Jungkook-yaaaaa...Kau membuatku GILA!" teriak Taehyung dari dalam kamar dan membuat semua yang diluar ketakutan karena teriakan Taehyung.

.

.

.

Jhope menghentikan laju mobilnya ketika melihat seorang Bocah yang memang ia cari saat ini. Bocah ini tampak murung dengan kaki yang ia ayun-ayunkan dikursi panjang halte bus. Pakaian sekolahb masih ia pakai. Apakah hari ini dia tidak sekolah ?

"Jungkook-ya! Masuklah..." kata Jhope mengeluarkan kepalanya saja dari jendela mobilnya. Jungkook mendongak dan melihat Jhope tengah dengan kaca mata hitamnya tersenyum manis padanya.

" maaf kau siapa ? " jungkook menatap bingung orang di hadapannya .

" aku. Jhope teman Kim taehyung . ayo cepat masuk lah "

"Mwo?! Aku naik bus saja...!" jawab Jungkook.

Jhope hanya mampu tersenyum lagi, dasar Bocah bodoh. Dia kira Jhope kesini untuk apa kalau tidak mengkhawatirkan keadaannya. Ia sudah menduga akan seperti ini. Jungkook mungkin baru saja bertengkar dengan Taehyung.

"Naiklah...! Kajja...!"Akhirnya dengan terpaksa Jungkook menghampiri mobil Jhope dan duduk tepat disebelah Jhope yang memegang kendali mobil ini.

" kemana Jaejoong-ssi jungkook , kau tidak pulang bersama nya? "

" Hyung ku masih ada kerjaan di kantornya "

"Gwenchana?" tanya Jhope saat melihat raut wajah Jungkook yang sedikit murung.

"Eumm.. Ne?"

"Kau bersedih? Kalian bertengkar?" tanya Jhope penasaran pada keadaan Jungkook. Jungkook mencoba untuk tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Senyum palsu.

"Anniya...! Aku hanya sedang letih saja..." jawab Jungkook berbohong.

Jhope hanya bisa mengangguk pelan sambil melajukan kemudi mobilnya. Ia sebenarnya tahu jika Jungkook sedang bertengkar dengan Taehyung.

"Aku kira kalian bertengkar. Karena aku lihat Taehyung berteriak tidak jelas didorm.. aku jadi takut. Haha!" jawab Jhope sedikit tertawa. Jungkook segera menoleh kearah Jhope.

"Mwo! Berteriak?!" Jungkook cukup terkejut.

Bagaimana mungkin Taehyung marah dengan berteriak pasti sangat menakutkan.

"Ne.. berteriak?! Dia sangat menakutkan bukan?!" goda Jhope,

"Pasti gara-gara aku." Jungkook menundukkan kepalanya. Ini semua gara-gara dia. Jhope yang tahu segera menormalkan situsasi ini.

"Ohh, jangan khawatir. Dia tidak seperti yang kau bayangkan. Aku rasa dia mengkhawatirkanmu sekarang." tambah Jhope lagi.

.

.

.

Taehyung dengan malas keluar dari kamarnya... Ia sudah merancang sesuatu untuk siapapun yang menanyakan hubungannya dengan Jungkook dengan sebuah ancaman dan tentunya kekejaman fisik.

Bukan Taehyung kalau tidak bisa menakhlukkan semua mata yang ada diruang tengah menatap Taehyung dengan diam saat Taehyung berjalan melewati mereka melihat meja makan yang bersih, tidak ada makanan satupun. Padahal ia sangat lapar. Apakah mereka semua menghabiskan jatah makannya? Benar-benar. Taehyung dengan geram melangkahkan kaki menuju ruang tengah.

"makanan semua habis! Mana jatahku!" pekik Taehyung.

Jin cukup terkejut kemudian berdiri tepat disamping Taehyung. Sementara Jimin hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Suga .Dia yang memakan jatah Taehyung.

"Biar aku masakkan... Kau duduklah dulu!" kata Ryeowook pelan.

Kemudian berjalan menuju wajah merengut Taehyung duduk tepat disamping Jimin .

"Kenapa kalian malah menonton drama percintaan! Menyebalkan... mana remotnya!"Taehyung berusaha mengambil remot televisi yang ada ditangan suga dengan satu tarikan saja remot sudah ia kuasai. Semua menggeleng melihatbkelakuan Taehyung yang seperti ini. Benar-benar.

"Yaa! Semua acara membosankan!"Taehyung terus mengganti chanel tanpa memperhatikan Suga dan Jimin yang memandangnya. Dia ini kerasukan setan apa hingga seperti ini. Sungguh, membuat semuanya bingung.

"Taehyung Kau ini kenapa?" Pekik Suga yang merasa Taehyung sudah sangat menganggu mata, bagaimana tidak ia mengubah terus chanel televisi tanpa jelas apa yang ia mau tonton saat ini.

"Jhope hyung mana sih...! Aku bosaaannn..."

"Bukannya dia ketempat Jungkook?!" sahut Suga. Seketika Taehyung melemparkan remotnya.

"Jungkook? Jho... Jhope.. Hyung? Ketempat Jungkook!?" kata Taehyung tidak percaya. Padahal Suga hanya menggodanya saja, tapi rupanya Taehyung dengan mudah termakan kata-katanya

.

.

.

Jungkook menghempaskan tubuhnya kekasur dan memejamkan matanya. Sangat penat. Belum nanti jika Jaejoong pulang dan menceramahinya. Ini membuatnya pusing saja. Pikirannya menerawang jauh saat ia datang ke kantor Yunho hyung dan Taehyung mengaku sebagai pacar kemudian dengan mudahnya mencium dirinya di depan umum ... Membuat scandal dengan foto ia dan Taehyung di ranjang. Dan yang cukup membuat Jungkook ingin mati, yaitu ciuman Taehyung ditangga darurat.

Sungguh, bayangan sorot mata Taehyung, deru nafas pria itu dan juga bibirnya membuat Jungkook frustasi. Ia pasti sudah gila sekarang.

"Argghhh! Gilaa... gilaaa.." pekik Jungkook sambil mengacak rambutnya.

Ting... Ting...

Terdengar suara bel pintu apartement nya. Jungkook dengan malas bangun dan berdiri dengan keadaan rambut dan pakaiannya yang seperti biasa. Acak-acakan.

"Siapa sih...! mengganggu sekali." gersah Jungkook saat membuka pintunya.

"Kau siapa?!" Jungkook terkejut karena pria ini memakai masker dan menatap Jungkook tajam. Jungkook hendak memukul pria ini dengan tangannya karena takut mungkin pria ini adalah penjahat?!Dengan cepat pria itu menahan tangan Jungkook dengan tangannya dan membuat Jungkook berteriak

"Yaa! Pencuri... pencuri! Penjahat! Tolongmmmmppp..."Pria itu membekap mulut Jungkook dengan tangannya dan menarik Jungkook masuk kedalam. Dengan cepat pria itu membuka maskernya.

Jungkook cukup terkejut ketika melihat wajah pria itu.

"Ka... Kauuu?!" pekik Jungkook.

"Yaa... mau apa kau kesini?!" kata Jungkook ketakutan. Takut karena posisi mereka yang sepertiini. Taehyung mendorongnya hingga ia jatuh dibawahnya dan juga sorot mata itu. Mata Taehyung yang tajam dan membuat ia kelabakan.

"Menemui calon istri . Apa tidak boleh!?"

"Mw... Mwo...?!"

To be continued ..