Scandal Chapter 7

.

.

.

Basemant, MBC Studio.

"Kau tidak mau turun?!" Taehyung menatap Jungkook yang masih duduk manis, Jungkook menatap kesal kearahnya.

Jungkook masih memikirkan kenapa bisa pria ini menjadikannya asisten, asistennya lebih tepatnya. Dan kenapa Kakak iparnya sangat bodoh, hingga menuruti apa maunya. Yang bodoh siapa sebenarnya? Jungkook ingat betul apa kata Taehyung, saat ia bertanya kenapa bisa ia menjadi asistennya.

"Aku menghubungi Kakak Iparmu agar menjadi asisten BTS, anniya, asistenku lebih tepatnya."

"Gila! Memangnya apa yang kau lakukan hingga Yunho hyung mengizinkannya ? Tidak masuk akal!"

"Aku mengatakan pada nya bahwa kau perlu perlindungan dari ku dan agar kau tetap aman berada disamping ku dan menjadikan mu asistenku, lagipula Apa salahnya menjadikan calon istri sebagai asisten huh ? kau juga tidak akan rugi menjadi asistenku, aku salah satu artis kebangaan, Kim Taehyung, tidak ada magnae seperti diriku, Vocal, main dancer, tampan, dan mempunyai banyak penggemar!" Taehyung tersenyum miring kala itu.

"Sombong sekali… ada ya orang sepertimu! Tidak masu_"

"Kenyataan! itu belum semuanya… kalau aku bilang, aku jelek, suaraku hancur, itu bohong, bohong itu berdosa, Jungkook-ya!" potong Taehyung.

"Hhh…"

"Mulai sekarang, kau harus mematuhi apa perintahku, Jungkook-ya!"

"Yaa!" Jungkook tersentak ketika mendengar teriakan Taehyung, memekikkan telinganya.

"Menurutmu? Apa kah aku harus menjadi asistenmu…" jawab Jungkook ketus. Taehyung hanya mendengus pelan, ia kemudian turun dan membuka pintu mobil Jungkook.

"Ppali… turunlah!" perintahnya. "Apa ada seorang idol membukakan pintu asistennya? Coba kau pikir, mana ada_"

" Aku ini calon istri mu sudah sepantasnya diperlakukan seperti itu"

" Ah kau sudah menganggap ku calon suami ya ? haha lagipula yang salah disini kau jika saja kau-"

"Diam kau! Arasseo… sepertinya kau senang sekali membuatku merasa bersalah! Tssk!" potong Jungkook.

" kalau begitu cepat turun , aku sudah terlambat "

.

.

.

MBC Studio, BTS's Room.

Jungkook masih duduk dengan santai sambil menatap Taehyung didepannya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, apalagi kalau bukan bermain game. Menyebalkan. Parahnya Jungkook juga baru tahu kalau kegemaran pria ini adalah bermain game.

Crew dan stylist juga belum datang karena memang Taehyung datang jauh lebih awal dari jam reherseal mereka. Ya, karena mereka melarikan diri dari Baekhyun, kakaknya.

Cih dia bilang tadi jungkook mendecih

Taehyung sesekali melirik kearahnya, tapi tentu saja Jungkook tidak tahu. Ia tersenyum miring melihat Jungkook yang seperti orang bodoh saja, ia tahu pasti Jungkook bosan. Tapi menurutnya membuat kesal Namja ini suatu kepuasan tersendiri, apalagi wajah Jungkook sekarang terlihat sangat lucu, tanpa ia sadari ia tersenyum simpul mengingat apa yang ia katakan pada Namja itu semalam.

Jungkook berulang kali mendengus kesal, mereka datang terlalu awal, membosankan. Ia juga tidak tahu apa yang nanti ia lakukan pada Taehyung, karena ia tidak pernah menjadi asisten seorang idol.

Sial… pandangannya terus tertuju pada pria yang sesekali berteriak kesal, dan kadang malah tertawa sendiri karena permainan gamenya. Apa pria ini yang akan menikah dengannya? Yang benar saja, pria ini kadang menyebalkan, kadang membuatnya gila karena kehilangan kesadaran akibat tatapan dan wajahnya yang terlalu tampan. Sepertinya memandangi Taehyung seperti ini, sedikit membuatnya nyaman. Sekelebat bayangan tadi malam, langsung menghiasi pikirannya saat ini. Apa belum puas ia sudah membuat peraturan tentang dirinya, dan sekarang ditambah menjadi asistennya, kemana-mana harus dengannya? Ya Tuhan…

"Ingat! Setiap hari, kau harus datang ke dorm setiap pagi, memastikan saja… dan aku akan mengantar mu kesekolah agar yang lainnya tidak curiga, walau mereka curiga, mereka bisa apa, aku tidak mudah mereka remehkan! Dan aku akan membuat perhitungan jika kau mengingkarinya!"

"Aneh…"

"Agar kau tahu siapa aku, bagaimana aku, aku akan memberikan segala hal tentangku, semacam privat kilat… jadi jika keluargaku bertanya tentangku, kau tahu dan tidak perlu terlihat bodoh, cukup aku saja yang melihat kau terlihat bodoh!"

"Kau mau mati!" pekiknya saat itu.

"Aku juga mau mengenal dirimu, latar belakang keluargamu dan juga apa-apa saja yang menyangkut dirimu, semua tentangmu, aku harus tahu!" Taehyung menatapnya serius membuatnya sedikit takut, jelas, tatapan seperti ini membuatnya takut, takut lebih terpesona dengan pria ini, karena Taehyung memang sangat tampan jika ia melihat dari jarak sedekat ini. Gila… pasti ia sudah gila…

"Mulai kapan?!"

"Besok!"jawab Taehyung singkat.

"Apa! secepat itu… tapi_"

"Appa memintaku membawamu kerumah minggu ini, dan kau apa sanggup menghafal semua tentangku dalam satu minggu! Bodoh!"

"Tidak menghafal aku juga sudah tahu sifatmu!"

"Mwo?"

"Ne, kau sangat jahat! kau adalah setan yang langsung turun dari neraka! Dan kau mahkluk paling menyebalkan yang pernah aku temui!"

"Seperti itukah aku dimatamu Jungkook sayang? Tssk… kau belum tahu sejauh mana aku sebenarnya, baiklah tidak penting, nanti kau juga akan tahu bagaimana aku!"

"Mwo? Tssskk! Kau memanggilku apa tadi? say_"

"Dan mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan hyung, …kalau perlu panggil Taehyung oppa juga tidak masalah , kelihatan sangat manis." kata Taehyung tersenyum dengan seringai dibibirnya.

"Cisshh! Kau pikir aku yeoja aku ini Namja !"

Taehyung mencoba bersabar menghadapi Jungkook yang berteriak malam itu, ia menghela nafas panjang, sementara Jungkook cukup tenang menghadapinya walau dalam hatinya ia sangat kesal.

"terserah apa mau! Aku harap, kerja sama yang baik Jungkook karena kau yang membuat aku seperti ini. Ingat! Nama baik Perusahaan, BTS dan seluruh member, termasuk aku, ada ditanganmu"

"Arasseo… ini salahku, tapi jangan limpahkan semua ini padaku! Kau harus tahu, kau juga bersalah dalam hal ini!"

"Baiklah!"

"Sudah malam, aku pergi." Taehyung melangkahkan kaki keluar, saat sudah ada didekat pintu,ia berbalik menatapnya. Pria itu menatapnya, dari atas hingga bawah, seperti memastikan dia baik-baik saja setelah ia tinggalkan malam ini. Aneh sekali.

"Hati-hati… apa kau tidur sendirian?"

"Aku sudah terbiasa, tidak perlu mengasihaniku!" Cibirnya.

"Aku hanya tidak ingin, kau…."

"apa?"

"Kau ini mahluk apa sih? Aku hanya tidak ingin ada pria brengsek yang masuk dan tiba-tiba menidurimu dengan paksa!"

"M…mwo?" Jungkook tercengang mendengar apa kata Taehyung.

"Kalau ada perlu, telepon aku!"

BRAAAKKK

Dengan mudahnya ia meninggalkan tempat ini, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dengan kata-kata yang sudah ia lontarkan barusan?

"YA! Kim Taehyung!"

"Sudah puas menatapku seperti itu, huh!" Jungkook tersentak, lagi-lagi ia kelabakan. Ya, melamun sambil menatap wajah seorang Kim Taehyung, bodoh sekali dia. Yang lebih terkejutnya, ia melihat sudah ada beberapa orang disini, termasuk para stylist dan crew.

Taehyung meletakan ponselnya lalu berjalan mendekati tempat Jungkook sekarang, tidak sedikit kini yang memperhatikan Jungkook dan Taehyung. Pasti mereka membicarakan yang tidak-tidak, membuatnya malu saja. Taehyung duduk tepat disampingnya.

"Kau bersikap biasa saja, mereka sudah tahu sekarang kau asisten kami, anniya asistenku lebih tepatnya!" kata Taehyung setengah berbisik. "Aku keruang costum, kau tunggu disini!"

"Mwo? Lalu tugasku apa? Apa kau hanya duduk-duduk disini, melihatmu? Aigoo…"

"Tenang saja, nanti ada saatnya, disini yang berhak memerintahmu hanya BTS dan terutama aku! Arasseo!"

Taehyung beranjak dari duduknya sebelum tangannya mengusap puncak kepala Jungkook, membuat Jungkook sedikit tersentak. Apa Taehyung tidak sadar dengan apa yang ia lakukan bisa membuat Jungkook lupa kesadarannya?

"Hem…" Jungkook mendengar deheman kecil yang mengarah padanya setelah Taehyung menjauh darinya. Rupanya Jimin… walau Jungkook belum seberapa mengenal member BTS, setidaknya dia sudah hafal member BTS.

Ternyata semua member sudah datang, pasti mereka melihat kejadian barusan saat Taehyung mengusap puncak kepalanya, hanya akting didepan semua member. Baguslah, ia mengira tadi Taehyung melakukannya tanpa sengaja, tapi memang ini kenyataannya.

"Ige… minumlah!" Jhope memberikan air mineral pada Jungkook, sepertinya Jhope tahu dia sedang kehausan. Gila, Taehyung mengabaikannya sedari tadi.

"Gomawo…"

"Kau sudah lama disini ? Kau tidak berangkat sekolah ?" tanya Jhope duduk disebelah Jungkook. Jungkook hanya menggelengkan kepala nya pelan.

"Ermm.. jangan khawatir masalah Baekhyun Hyung, aku bisa mengatasinya." Jelas Jhope.

"Jinjayo?Jhope hyung jeongmal gomawoyo?! Aku tidak tahu, kenapa Taehyung melarikan diri darihyungnya…"

"Taehyung itu sangat takut dengan hyungnya, kau tahu, sepertinya hanya Baekhyun dan Suga saja yang ia takuti!" kata Jhope,

"Jinja?" Jungkook tersenyum simpul mendengarnya. Entah mengapa melihat senyum Jungkook ada yang salah dengan dirinya? Jantungnya berdebar kencang. Senyum namja ini manis sekali… berbeda… Jungkook namja yang berbeda, pantas saja Taehyung begitu protektive padanya. Pikir Jhope.

"Woaaa… hyung kau ternyata sudah akrab dengan Jungkook, aku iri denganmu…" gerutu Jimin. Jungkook hanya tersenyum pada semua member BTS, rupanya mereka antusias sekali, buktinya mereka kini sedang duduk disekitar tempat Jungkook.

Apa karena Taehyung tidak ada, jadi mereka menyempatkan kesempatan ini? Mengobrol dengan Jungkook, kekasih yang sangat dirahasiakan oleh Taehyung.

"Jungkook-ya… kami ingin mengenalmu lebih jauh, kami bisa berkenalan denganmu-kan? Karena kau sudah menjadi asisten kami sekarang dan juga akan menjadi calon istri Taehyung." kata Jin yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka, membuat semuanya tersentak, kaget.

"Kalian ini sedang apa?!"

Semua menoleh kebelakang, karena mereka hafal benar siapa pemilik suara ini. Taehyung, sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka. Pandangan mata Taehyung tertuju pada semua member, dan terakhir pada Jungkook yang juga tengah menatapnya.

"Anniya, kami hanya ingin mengenal adik ipar kami… apa itu salah! Bukan begitu Jungkook-ya!" kata Suga sambil menatap Jungkook, mungkin hanya dia yang berani pada Taehyung.

"Ne, kami hanya berbicara perkenalan, hanya itu!" jawab Jimin pelan.

"Begitu?" jawab Taehyung singkat sambil menatap semua hyung-nya. Jungkook mencibir dengan bibirnya melihat kelakuan Taehyung yang seperti ini pada hyung-nya. Dasar!

"Maaf, aku terlambat!"

Taehyung dan juga yang lainnya menatap Namjoon yang baru saja datang, pandangan Namjoon langsung tertuju pada Jungkook, bukannya ia tidak tahu. Walaupun ia sibuk di ruang composer, dia tahu apa yang menimpa Taehyung saat ini.

Jungkook menatap Namjoon, Aigoo… mimpi apa dia bertemu Namjoon? Pria ini lebih tampan dibanding dengan apa yang dia lihat didalam televisi atau ia lihat dalam poster.

"Namjoon Hyung…" gumam Jungkook relfek membuat Taehyung menoleh kepadanya. Mata Jungkook masih asyik menatap Namjoon yang berdiri didepannya dengan senyum manisnya.

"Pasti dia, Jungkook? Benarkan?" kata Namjoon menepuk bahu Taehyung, Taehyung hanya bisa tersenyum kecut. Jimin dan Jin saling menatap, tatapannya mengisyaratkan bahwa magnae mereka akan segera uring-uringan karena Jungkook terus saja menatap Namjoon.

"Ne, dia Jungkook…" jawab Taehyung pelan.

"Jungkook-ya, senang bertemu denganmu… kau manis sekali dan cantik, pantas saja Taehyung…" Namjoon menatap Taehyung yang sedang menyembunyikan wajah malunya atau wajah kesalnya.

"Taehyung menyukaimu…Anniya, lebih tepatnya dia tergila-gila padamu!" Jungkook tersenyum manis pada Namjoon, bukan karena katanya Taehyung menyukainya, tapi karena dia memuji Jungkook manis? Aigoo…. yang jelas ia tidak tahu harus berkata apa, malu, senang, entahlah.

Taehyung menggeratkan gigi-giginya, ia kesal menatap wajah Jungkook yang berseri-seri. Entah kesal karena Jungkook dipuji atau karena kini wajah Jungkook terlihat lebih cantik saat Namjoon memujinya. Menyebalkan.

"Senang bertemu denganmu…" kata Namjoon.

Greppp

Tubuh Jungkook menegang seketika saat tiba-tiba Namjoon memeluk tubuhnya, gila… Namjoon yang memang ia senangi , dan termasuk jajaran artis yang ia suka, kini memeluknya. Mimpi apa dia… sungguh tidak bisa diungkapkan. Jungkook tersenyum, kemudian matanya menatap Taehyung yang kini tengah menatapnya, sorot matanya? Menakutkan

"Hemm…" Taehyung berdehem kecil, membuat Jungkook buru-buru melepas pelukan, begitu juga Namjoon. Rupanya, Namjoon suka sekali menggoda Taehyung, dia tersenyum geli melihat ekspresi dongsaengnya ini.

Terdengar suara kekehan semua member yang kini sedang dengan stylist mereka, menatap rambut dan memakai make-up.

"Jungkook-ya… aku haus, tolong ambilkan aku minum!" perintah Taehyung sambil menatap Jungkook. Namja ini tampak bingung,

"Mwo? Air… tapi_"

"Ini perintah!" kata Taehyung. Jungkook terdiam mendengar kata perintah dari Taehyung, sial! Baru kali ini dia menurut pada pria. "Tempatnya, ada disebelah sana… " Taehyung menunjuk tempat dimana air mineral dan juga beberapa minuman.

Dengan ragu, Jungkook berdiri dan melangkahkan kakinya. Ia kemudian menatap Taehyung kesal, okey… ini adalah bagian dari pekerjaannya. Ia tidak boleh mengeluh. Tidak boleh… tapi seakan, Taehyung mempermainkannya saja.

"Aigoo Taehyung-ah, dengan calon istri kau seperti itu? Tsskk.. tidak romantis sama sekali…" gerutu Jimin.

"Diam kau! Dia asistenku, calon istriku. Terserah aku mau melakukan apa padanya "Jimin menatap kearah suga , dengan tatapan seperti meminta belas kasian.

"Mana ada calon suami sepertimu, aku kasian pada Jungkook, pasti dia siksaan batin. Semoga saja, Jungkook mendapatkan jodoh yang sesuai…" tambah Suga dan langsung mendapat tatapan tajam dari Taehyung.

"Hyung…" pekik Taehyung kesal. "Jodohnya, aku Kim Taehyung…"

"Dia sakit jiwa…" sela Jin .

"Yaa!" pekik Taehyung kesal, dan yang lain hanya tersenyum melihat Taehyung seperti ini.

.

.

.

BTS's Dorm
11'st Floor. 08.00 pm KST

Jungkook mengetuk pintu kamar Taehyung dengan pelan. Tapi tidak ada jawaban. Ia ragu kalau ia akan masuk, nanti dikira ia lancang atau apa. Tapi tadi Jimin menyuruhnya untuk langsung masuk karena pesan Taehyung seperti itu.

"Dasar! Menyusahkan saja…" gerutu Jungkook. "Tae-hyung, Tae-hyung… kau didalam!"

Ceklek!

Jungkook terkejut Taehyung tiba-tiba membuka pintu kamarnya, rambutnya masih acak-acakan dan matanya sedikit sembab, pasti dia sudah tidur tadi. Matanya menatap Jungkook, seperti biasa… tatapan Taehyung seperti detail sekali memperhatikan wajahnya.

"Masuk…" kata Taehyung singkat.

"Mwo? Apa tidak diluar saja, dikamar? berdua denganmu… aigoo!"

"Ini perintah Jungkook-ya!" kata Taehyung menegaskan. "Masuklah… aku tidak mau kau jadi bahan tontonan hyungdeulku…"

Jungkook sadar, seketika menurut apa kata Taehyung. Pria itu kini menutup pintu kamarnya, dan membiarkan Jungkook menatap setiap sudut ruangan kamarnya. Kamar yang cukup rapi, tapi sepertinya bau.. ini aroma.. wine? Apa pria ini baru saja meminum wine…

"Kalau kau terlambat sepuluh menit lagi, aku jamin, kau tidak akan selamat!" kata Taehyung dengan penuh penekanan.

"Mwo? Kau mengancamku…" jawab Jungkook, "Sudah baik aku kesini…"

"….." Taehyung hanya diam, melihat Jungkook yang masih berdiri didepannya. "Duduklah…" Taehyung menepuk kasurnya agar Jungkook duduk tepat disampingnya. Namja ini hanya mencibir saja, akhirnya dia juga duduk disebelah Taehyung.

"Ige…" Taehyung menyerahkan sebuah benda padanya. Jungkook terkejut melihatnya.

"Ini apa?" tanyanya.

"Kau bodoh atau apa? Jelas-jelas itu ipad…"

"Ya, aku tahu itu ipad, lalu untuk apa kau berikan padaku huh? "Jungkook belum menerimanya, Taehyung menatapnya kesal.

"Kau kira untuk apa aku memberikan ini padamu!" Taehyung menghela nafas beratnya. "Didalamnya ada semua tentangku… Kau tinggal membaca dan memahaiminya."Akhirnya Jungkook menerimanya.

"Didalamnya sudah ada semua laguku, baik yang solo ataupun bersama BTS. Ingat, kau harus sedikt hafal laguku, jadi kau harus mendengarkannya setiap hari, setiap saat. Tidak lucu, jika kau tidak tahu sedikitpun tentang lagu yang pernah aku nyanyikan!"

Jungkook cukup tercengang mendengarnya, pria ini ternyata sangat cerewet. Okey, selain dia titisan setan, dia juga pria yang kelebihan suara

"Apa harus? Apa harus aku menyukai lagumu? Aku hanya hafal lagu BTS, itupun hanya beberapa saja!"

"Harus!" Taehyung menatap lurus pada Jungkook. "Kau harus tahu laguku, dan kau harus hafal, kau pasti suka dengan laguku, karena memang sangat indah didengar… apalagi aku yang menyanyikannya."

"Apa iya?" jawab Jungkook ragu. "Aku lebih suka mendengar lagu buatan namjoon Hyung , dan aku lebih hafal lagunya. Apalagi Namjoon Hyung sangat tampan … aku pasti akan langsung mengingat setiap detail_"

"Mwo?" potong Taehyung mencengkeram lengan Jungkook. "Sudah aku duga." desis Taehyung.

"Kau ini kenapa?" Jungkook bingung dengan sikap Taehyung yang selalu berubah-ubah dengan cepat. Lihatlah, sekarang ia malah mencengkeram lengan Jungkook.

"Tae-hyung…" Jungkook sulit menelan ludahnya karena Taehyung terus menatapnya, tidak boleh seperti ini. Ingat Jungkook, ini didalam kamar dan kalian hanya berdua, apalagi saat ini Taehyung tersenyum dengan smirknya yang bisa membuatmu lupa kesadaran.

"Apa susahnya, menghargaiku? Apa susahnya kau berbaik hati sedikit padaku… Aku benci kau! Aku benci kau tersenyum seperti siang tadi…"

Jungkook mencium aroma wine yang keluar dari mulut Taehyung, sangat memabukkan. Ia hafal benar, karena Appanya dulu juga suka meminum wine.

"Kau bicara apa?"Jungkook hendak melepas tangan Taehyung, tapi ia tidak kuasa. Cengkeraman tangan Taehyung begitu kuat.

"Tssskk… Kau tinggal menurutiku apa kataku, apa susahnya, hum!?"

"Ne, aku sudah menuruti apa katamu, menjadi asistenmu, dan semua perintahmu sudah aku lakukan. Sekarang, kau mau apa? Aku sudah lelah dan ingin istirahat!"

"Jangan tersenyum seperti tadi dengan Namjoon Hyung! Aku tahu, kau sukakan dengan hyungku itu, setelah ini siapa lagi? Jhope Hyung? Jimin mungkin…"

"Kau mabuk!" Jungkook berontak, tapi keadaan justru sebaliknya. Taehyung dengan cepat membalikkan tubuhnya hingga kini tubuh Jungkook ada dibawahnya. Nafasnya terdengar berat karena menahan emosinya.

"Taehyung… lepaskan!" Jungkook tidak tahu jalan pikiran Taehyung yang sebenarnya, apa dia salah minum obat?

"Apa sebegitu mudah aku melepaskanmu, hum?" Taehyung menatap detail setiap lekukan wajah Jungkook. Tidak ada yang tidak membuatnya suka, aneh… semakin dipandang wajah Jungkook semakin menarik.

Jungkook menahan nafasnya, ia mengalihkan pandangannya agar tidak mudah terpengaruh dengan tatapan Taehyung diatasnya. Tatapan mata Taehyung begitu teduh dan mengisyaratkan sesuatu. Ia tidak sanggup jika terus menatap mata itu, tidak hanya itu, rambut pria ini, hidung dan juga bibir, semuanya tampak indah dan menarik.

"Sudah malam, biarkan aku pulang!" kata Jungkook lagi.

"Tidak!"

"Lepas!" potong Jungkook. Ia sedikit meronta, tapi tangan Taehyung menahan tangannya, nafas Jungkook terdengar memburu karena ia berusaha lepas dari himpitan tubuh pria ini.

"Kau sudah masuk dalam perangkapmu sendiri Jungkook" kata Taehyung pelan, sangat pelan namun Jungkook masih jelas mendengarnya, tentu saja karena jarak mereka yang sangat dekat. Nafas Taehyung bahkan sampai pada permukaan kulitnya.

"Dan aku sudah terlanjur terjebak dalam ini semua, jadi kau harus tanggung jawab!" tambah Taehyung lagi, membuat Jungkook bingung bercampur gugup, gugup saat tangan Taehyung menyisihkan poninya yanga menutupi dahinya. Taehyung tersenyum simpul…

"Kim Tae…"

Jungkook tidak melanjutkan seperti terkena sengatan listrik yang menjalar diseluruh tubuhnya ketika ia merasakan tangan Taehyung menarik wajahnya. Apa pria ini sudah gila, pria ini apa tidak sadar melakukan ini padanya?

Taehyung berusaha sekuat mungkin menjauh dari wajah dibawahnya, tapi sepertinya ia tidak kuat untuk menolaknya. Aroma Jungkook sangat kuat, menyeruak masuk kedalam hidung dan memenuhi paru-paru serta membuyarkan seluruh kerja sistem syaraf otaknya.

"Tae-hyung… geumanhae…" Jungkook merasa bodoh jika membiarkan pria ini akan melakukan hal itu lagi padanya, tapi ia bisa apa. Seperti ada magnet yang sangat menariknya hingga ia tidak bisa menjauh dari ini semua.

Taehyung mengabaikan apa kata Jungkook, ia sibuk menatap secara detail wajah ini. Ini gilaaa… ia bahkan seperti bukan dirinya sendiri. Tatapannya kini tertuju pada bibir Jungkook. Dengan perlahan ia mulai memiringkan wajahnya untuk menjangkau bibir Jungkook, memejamkan matanya dan merasakan hembusan nafas Jungkook yang kini menerpa kulit wajahnya.

Hidungnya sudah menyentuh ujung hidung Jungkook, ia tidak memikirkan setelah ini, apa yang akan Jungkook katakan padanya, ia tidak peduli. Ia hanya ingin… hanya ingin… mencium Namja ini dan menyalurkan segala rasa dihatinya.

Entah dari dorongan mana, ia kini sudah melumat bibir Jungkook bergantian, atas bawah, pelan namun pasti. Tidak lama kemudian, bibirnya mengoyak pertahanan bibir Jungkook yang sepertinya menutup akes untuk menciumnya lebih dalam. Dengan lumatannya yang semakin menuntut, akhirnya ia berhasil membelit lidah mereka satu sama lain, ciuman yang terkesan buru-buru dengan nafas yang terdengar berat dikeduanya, karena Jungkook juga entah sejak kapan ia sudah mengikuti permainan bibir Taehyung pada bibirnya. Membalas setiap lumatan bibir Taehyung yang terus bergerak cepat.

Taehyung memiringkan wajahnya kembali untuk mengambil oksigen sejenak, dan kembali merengkuh wajah Jungkook untuk menyatukan bibirnya kembali, melumat lebih dalam. Ia tidak tahu kenapa dia segila ini pada seseorang, yang ia rasakan adalah ia ingin segala resah dihatinya menjadi lega dengan mencium Namja ini. Resah karena penyebabnya adalah Namja ini.

Jungkook merasakan tangan Taehyung mengusap bahunya yang memang tshirt yang ia pakai sudah sedikit bergeser dari tempatnya, gila bahkan ia tidak bisa mencegah tangan Taehyung ini. Ia malah sibuk menikamati perlakuan Taehyung padanya. Setan apa yang merasukinya sekarang? Ia benar-benar membenci dirinya yang seperti ini.

"Taehyung-ah… katanya kau kurang_"

Taehyung segera menjauhkan wajahnya dan melepas tautan bibirnya, begitu juga Jungkook. Dengan cepat ia bangun dari atas tubuh Jungkook, Jungkook juga demikian, malu sekali… bahkan ia seperti jalan saat ini.

"Kurang sehat…." lanjut Jhope yang cukup terkejut melihat adegan yang ia lihat barusan. "Emm… emm… maaf aku tidak tahu kalau ka_"

"Aku pergi dulu!" potong Jungkook. Ia segera meraih tas slempangnya kemudian berlari melewati Jhope, tanpa menoleh lagi kebelakang hanya untuk berpamitan pada Taehyung, itu tidak ia lakukan. Taehyung menatap punggung itu keluar dan menghilang dibalik pintu.

"Jungkook …" panggil Jhope. Tapi sepertinya sia-sia. Ia sudah mendengar bunyi pintu tertutup dengan keras.

"Tae, kau tidak mengejarnya?" Tanya Jhope, Taehyung hanya menghela nafas beratnya "Maafkan aku, sepertinya aku telah menganggu kau dan Jungkook."

"Tidak perlu hyung…" Taehyung menekuk wajahnya. "Biarkan saja… kau tidak perlu minta maaf…" Jhope semakin bingung dengan sikap Taehyung. Kenapa dia sebenarnya?

Taehyung merebahkan tubuhnya, meremas kuat rambutnya, mengacak-acaknya frustasi. Apa yang telah ia lakukan barusan… apa dia sudah gila! gila… tidak mungkin, ia secepat ini mempunyai rasa pada seseorang yang baru ia kenal. Bahkan ia kehilangan kendali jika terus seperti tadi… Memejamkan matanya, merasakan perasaan bersalah pada Jungkook. Apa yang harus ia lakukan sekarang?!

"Arggh!" pekiknya frustasi.

.

.

.

T.B.C