.

.

Scandal

.

Chapter 7

.

.

.

Jungkook mengambil nafas dalam-dalam untuk mengisi oksigen diparu-parunya. Nafasnya terdengar terengah-engah, ia membenahi sedikit rambutnya kemudian tangannya memencet tombol intercom layar.

Jungkook ingat seketika, ia sudah diberitahu kode pin pintu lantai 11 ini. Jungkook akhirnya dapat membuka pintu, tapi dorm tampak sepi. Apa semua penghuninya masih tidur, bukankah ada jadwal pemotretan pagi ini.

Jungkook melihat kamar Seokjin masih tertutup, kamar Jimin juga, kemudian kamar Taehyung dan Hoseok, juga tertutup. Ah, dia tidak mungkin masuk kekamar Taehyung lagi, sudah cukup ingatan ciuman dua hari yang lalu menjadi pengacau pikirannya.

Yah, sejak peristiwa itu, Jungkook tidak datang ke dorm untuk memenuhi perintah Taehyung, juga tidak masuk menjadi asisten BTS. Perasaannya tidak karuan, ia seperti pria murahan yang mau saja dicium oleh pria yang baru ia kenal. Tidak, ia tidak menyalahkan Taehyung, ia lebih membenci dirinya sendiri.

Dua hari itu juga ia selamat dari berbagai teror Taehyung yang selalu mengirimi ia pesan, Taehyung tidak pernah menghubunginya, sama sekali. Ia sedikit lega, setidaknya tidak bertemu dengan pria brengsek itu.

Jungkook mulai masuk kedalam ruang tengah yang menjadi satu dengan dapur, dilihatnya ruang tengah tidak ada siapapun.

"Kau seperti pencuri saja..."

DEG...

Jantung Jungkook seperti mau copot seketika saat mendengar suara yang sangat ia hafal, entahlah hanya dengan mendengar suaranya saja, ia berdebar sangat kencang.

"Ka...Kau?" Jungkook sedikt gugup, kemudian ia menormalkan wajahnya. "Kau sudah bangun? Kemana yang lainnya." ucap Jungkook basa-basi.

Matanya masih menatap pria yang kini ada didepannya dengan memegang segelas air putih, rambutnya yang sedikit kacau, tshirt putih dengan V-Neck membuat pria ini sungguh terlalu tampan dimata Jungkook.

Jungkook mengalihkan pandangannya, sebelum tangannya ditarik oleh Taehyung.

"Kau mencari siapa?" tanya Taehyung, Jungkook menatap lengannya yang masih dalam genggaman tangan Taehyung.

"Aku akan mencari... Hoseok Hyung!" jawab Jungkook, "Erm, anniya. Tapi semuanya, bukankah kalian ada jadwal pemotretan?" kata Jungkook. Taehyung menatap Jungkook lekat, tidak ada ekspresi tapi, tidak ia pungkiri. Ia betah menatap wajah Jungkook yang seperti orang ketakutan seperti ini.

"Hoseok hyung sedang mandi..." jawab Taehyung singkat.

"Baiklah! Aku tunggu kalian, diruang depan saja." Jungkook melepas genggaman tangan Taehyung, dan segera ia berbalik.

Grep!

Taehyung dengan cepat membalikkan badan Jungkook hingga tubuh mereka benar-benar berhadapan. Jungkook sangat terkejut dengan sikap Taehyung yang tidak ia duga sama sekali. Ia menatap Taehyung, begitu juga dengan Taehyung yang menatapnya. Mata Taehyung menatap detail wajah Jungkook, entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Dengan menatap bocah ini, ia merasa lega, hatinya sangat lega. Beban yang ada dipikirannya sepertinya sedikit berkurang karena beberapa hari yang lalu bocah ini menghilang dari jangkuan pandangannya.

"Tae-Hyung, emm Taetae Hyung, kau ini kenapa? Lepaskan..." Jungkook sedikit beringsut, dengan perlahan akhirnya Taehyung melonggarkan tangan satunya yang tadi ada dipinggang Jungkook. Tapi jarak mereka masih dekat satu sama lain, karena tangan Taehyung yang satunya masih ada dibahu Jungkook.

"Kau..." Taehyung akan mengucapkan kata-kata, tapi entah kenapa ia tidak bisa melanjutkannya. Ia mengambil nafas dalam-dalam, mengirup aroma tubuh bocah itu. Tatapan Jungkook yang berada didepannya ini seperti mematikan syarat otaknya, ia tidak bisa berpikir secara normal.

Ini bukan gayanya, ini bukan gayanya sama sekali.

Ia tidak mungkin terlihat bodoh hanya karena bocah seperti Jungkook, tidak. pendamping yang ia idam-idamkan adalah orang yang memiliki dahi dan kaki yang indah. Mengenal dirinya dengan baik, dan itu bukan seperti Jungkook, tidak. Jungkook juga terlihat indah sekarang. Argghh... ia sudah gila sepertinya.

Ini tidak mungkin?! secepat ini, hanya karena tidak melihat wajah bocah ini selama dua hari ia seperti ini. Apalagi berhari-hari, yang ada ia akan semakin gila.

"Ehem..." suara deheman Jimin membuyarkan pandangan Taehyung pada Jungkook, "Kalian ini, pagi-pagi sudah bertatapan seperti itu. Arasseo, kalian saling merindukan, tapi_"

"diam kau dan jangan menggangguku!" selah Taehyung, sambil berlalu dari hadapan Jungkook dan melewati Jimin dengan melesatkan tatapan membunuh pada Jimin.

"Aigoo, anak itu kejam sekali padaku." keluh Jimin, matanya kemudian menatap Jungkook yang sedang menekuk wajahnya.

"Kyaaa! kau datang, aku kira kau tidak akan kembali bersama kami lagi!" kata Jimin kepada Jungkook membuat Jungkook hanya tersenyum simpul menanggapinya.

"Anniya! Hyung memaksaku katanya aku sudah menjadi tanggung jawab Tae-Hyung sekarang jadi harus selalu bersamanya." jawab Jungkook.

"Ya Tuhan! Kalian manis sekali!" teriak Jimin.

Jungkook merasa sedikit malu mendengar ucapan Jimin, dengan tiba-tiba ia merasakan tangan Jimin mencubit sedikt pipinya membuat Jungkook membulatkan kedua matanya.

"Mwo?" Jungkook memegang pipinya.

ia malu, jelas ia sangat malu. Tanpa ia tahu, Taehyung masih menatapnya dari ruang tengah. Menatapnya dengan Jimin. Jimin rupanya tidak sadar, ada bahaya yang akan mengancamnya saat ini karena ia telah menyentuh bagian tubuh bocah itu.

.

.

.

Puma's Studio

14pm KST.

Jungkook tidak sadar, ia telah menghabiskan dua botol air mineral sekali minum, bayangkan ia harus bolak-balik kemobil yang memang basemantnya juga sangat jauh hanya untuk mengambil perlengkapan yang kurang. Ini sangat melelahkan.

Tapi ini tidak sebanding dengan pekerjaan yang member BTS, yang menurut Jungkook adalah paling melelahkan dan menguras tenaga, karena secara tidak langsung ia mengetahui jadwal kerja seluruh member, termasuk Taehyung.

Bukan Taehyung yang menyuruh dia melakukan ini, Jungkook sendiri yang memang yang berkeinginan seperti ini. Ia tidak enak dengan staf disini dan juga yang lainnya, jadi dia memilih untuk bertanya apa saja yang yang masih dibutuhkan.

Taehyung bahkan tidak menyuruhnya melakukan apapun dan kini pria itu belum berbicara dengannya satu patah katapun sejak berangkat tadi pagi. Jungkook juga tidak tahu kenapa Taehyung seperti itu, tapi itu jauh lebih baik dari pada ia terus dalam pengawasan pria itu.

Tampak Namjoon berjalan mendekati Jungkook yang sedang duduk menatap beberpa member yang berpose didepan kameramen.

"Hei, melamun saja!"

Jungkook terkejut saat Namjoon tiba-tiba duduk disebelahnya dan hanya membalas dengan senyuman, Namjoon juga tersenyum kearah Jungkook. Senyuman yang bisa membuat seluruh gadis bahkan laki-laki didunia ini kehilangan kesadaran, karena terlalu tampan dan juga berwibawa.

"Ah! Namjoon Hyung!" jawab Jungkook spontan.

"Hahaha, kau lucu sekali!" ucap Namjoon sembari terkekeh..

"aku dengar kau adalah fans ku!" tanya Namjoon sambil menatap Jungkook. "sejujurnya Aku ini sangat payah Hyung, karena aku tidak mengenal kalian, dan hanya mengenal beberapa saja! Termasuk Namjoon Hyung, yang pertama maka dari itu aku menjadi fansmu!" ungkap Jungkook jujur, Namjoon tersenyum menunjukkan lesung pipinya.

"Ah! aku sangat bangga sekarang!" kata Namjoon, Jungkook mengernyitkan alisnya, "Aku bangga, karena seseorang yang Taehyung cintai, menjadi fans beratku! aigoo! ini benar-benar keajaiban!" tambah Namjoon membuat Jungkook sedikit malu. Lihatlah, pipi Jungkook bahkan sudah memerah.

Mereka tidak menyadari, ada sepasang sorot mata yang telah mengintai mereka berdua. Tatapan tajam, dan juga penuh arti, hanya dia yang mampu mengartikan tatapannya ini terhadap dua orang yang tengan bercengkrama dengan sangat nyaman dan juga penuh dengan senyuman manis dikeduanya.

"Kau berlebihkan sekali Hyung." Ucap Jungkook menggelengkan kepalanya.

"Aish! Ini langka Jungkook? apa kau tidak tahu bagaimana Taehyung?! Dia sangat protecktive dengan apa yang ia miliki! Contonya, dirimu!"

"Mwo? Yang benar saja! Yang aku tahu, dia sangat menyebalkan!" jawab Jungkook mencibir, "Dia itu, sangat senang membuat aku tersiksa!" tambah Jungkook.

"Sepertinnya, kalian memang sangat serasi!" jawab Namjoon. "Ermmm, Aku jadi penasaran, bagaimana kalian bertemu hingga Taehyung melamarmu dan..." Namjoon berusaha melanjutkan kata-katanya, tapi ia takut kalau menyinggung perasaan Jungkook.

"Dan muncul foto itu?!" lanjut Jungkook, "Aku tahu, foto itu menjadi sumber masalah buat kalian! terutama nama baik BTS, ahh aku menyesal tidak bisa berbuat banyak!" sesal Jungkook.

"Aigoo... maafkan aku, aku hanya ingin_"

"Arasseo Hyung...." potong Jungkook lagi,

"Kyaaa! Ayo katakan, bagaimana kalian bertemu, dan bagaimana Kim Taehyung si sialan itu mengatakan cinta padamu, hingga ia berniat menikahimu kapan saja kau mau, bukan begitu Jungkook?" kata Namjoon lagi antusias.

Seketika keringat dingin menyerang Jungkook begitu cepat. Gugup, Ia bingung harus menjawab apa? Kapan Taehyung bilang mencintainya? Kapan, bahkan sampai dunia kiamat, pria ini tidak akan pernah menyatakan ini padanya, karena memang laki-laki itu tidak menyukainya.

"Eum, itu... kami... kami bertemu_"

"Ehem!"

Suara deheman yang terdengar cukup keras membuat Jungkook terlonjak kaget, begitu juga Namjoon yang tengah menatap lekat Jungkook dalam jarak pandangnya. Mereka berdua mendongak dan menatap sesosok makhluk sudah berdiri menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit dipercaya.

"Tae...Tae-Hyung." gumam Jungkook. Sementara Taehyung hanya menatapnya, seakan ia sulit untuk berkata, hanya jakun dilehernya yang bergerak, menahan gejolak yang ada dihatinya saat ini. Mencoba meredam semua rasa dihatinya.

"Jungkook!" kata Taehyung sambil menarik lengan Jungkook hingga sejajar dengan Taehyung, "Ikut, aku..." Taehyung menarik pergelangan tangan Jungkook. Jungkook terpaksa mengikuti langkah kaki Taehyung, berjalan dengan pria yang sekarang terlihat sedikit aneh dan menyeramkan, dengan disaksikan Namjoon yang menatap Taehyung dan dirinya.

Jungkook tidak habis pikir, kenapa ia selalu tidak bisa menolak perintah Taehyung, walaupun pekerjaan aslinya adalah memang menuruti perintah Taehyung, tapi seolah ada perasaan lain hingga ia tidak kuasa untuk menolak.

Taehyung duduk disebuah sofa panjang yang memang letaknya agak jauh dari tempatnya semula -tempat duduk Jungkook dengan Namjoon- Jungkook juga duduk tepat disebelahnya setelah genggaman tangannya dilepas oleh Taehyung.

Taehyung diam, ia belum menoleh kesamping. Ya, memang sejak tadi pagi berangkat Taehyung tidak pernah berbicara dengan Jungkook. Entah, dalam rangka apa ia melakukan ini pada Jungkook. Jungkook pun juga merasa aneh, untuk apa pria ini membawanya kesini dan duduk bersama. Terlihat sangat bodoh.

"Kau!" pekik keduanya bersamaan, keduanya sama-sama terlihat kesal satu sama lain. Jungkook yang kesal dengan Taehyung yang seenaknya seperti ini, dan Taehyung yang kesal dengan sikap Jungkook yang selalu membuatnya merasa sebagai pria paling bodoh dan tidak berguna sama sekali. Terlebih lagi, Taehyung juga kesal dengan dirinya sendiri, mengapa ia bisa seperti ini.

Taehyung mendengus saat tatapan mereka bertemu. Ia menahan nafas sejenak. Ia tidak boleh terlihat gugup jika sedang bertatapan dengan bocah polos menjurus ke bodoh ini.

"Ambilkan tissu untukkku!" kata Taehyung singkat, Jungkook menatapnya tidak percaya. Jungkook mengira Taehyung akan berkata sesuatu yang penting, atau apalah. Ternyata!

"Kau?"

"Tissunya, ada disebelah sana, kau tahukan tempatnya!?" kata Taehyung memberi perintah. "Bawakan minum sekalian!" tambahnya lagi.

"Arasseo!" jawab Jungkook tanpa penolakan, ia tahu pasti akan sangat menyebalkan jika berdebat dengan pria ini.

Taehyung menatap punggung Jungkook yang menjauh dengan tatapan kesalnya, ia meremas kuat kedua tangannya. Tatapannya tidak sengaja melihat kearah Namjoon dan Jin yang kini sedang bercengkrama sesekali melihat kearahnya dengan senyuman geli.

Bukannya tidak tahu, Taehyung tahu, pasti kedua hyungnya ini menertawakan sikapnya ini. Masa bodoh! tidak bisa dibiarkan, Hyungnya ini harus diberi pelajaran secepatnya.

"Ini!" Jungkook menyerahkan sekotak tissu dan juga sebotol air mineral untuknya. Taehyung mendongak dan menatap Jungkook yang berdiri didepannya. Entah, kenapa dari bawah sini, Jungkook sangat_?!

Ya, hentikan Kim Taehyung! Sudah berapa kali kau seperti ini. Stop memandanganya! batin Taehyung terus berkecamuk.

"Tolong, usapkan keringatku!" perintahnya membuat Jungkook seketika membulatkan matanya, terkejut. Ya, dia terkejut. Tapi wajah Taehyung terlihat sangat santai, berbeda dengan raut wajah bocah itu.

"A.. Apa?" Jungkook menatap Taehyung tidak percaya sedangkan Taehyung kini menatapnya seolah Jungkook adalah orang paling bodoh. Kemudian Taehyung tersenyum miring dan mencibir bocah itu.

"Kau tidak lihat, apa yang mereka lakukan pada kami? Memakaikan microphone, menata rambut kami, memakaikan jas pada kami? Dan hal itu sangat biasa Jungkook?!" kata Taehyung penuh penekanan. "Kau hanya perlu menghilangkan keringat diwajahku saja, apa kau mau protes?" tambah Taehyung lagi, kini pria itu malah berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Jungkook.

Bodoh! Jungkook sangat menyadari kebodohannya, ia hanya mengira Taehyung memanfaatkan dia saja dan mencari gara-gara dengannya.

"Kau, mengira aku senang dengan menyuruhmu seperti ini? Menyentuhku agar aku senang, begitu!? Ingat ini adalah pekerjaanmu, jadi kau jangan berpikiran aku mengambil kesempatan akan hal ini, kau mengerti!" kata Taehyung lagi.

Jungkook semakin tidak mengerti dengan apa yang Taehyung katakan padanya. Dan ia kini bisa mengambil kesimpulan, Taehyung memang tidak ada perasaan apa-apa terhadapnya.

Ini hanya pekerjaan Jungkook! sadarlah!

Okey, dia mengakui dia orang paling bodoh didunia ini karena semakin hari ia semakin tidak berdaya dengan pesona seorang Kim Taehyung. Astaga, apakah dia sudah yakin dengan perasaannya saat ini? Dia masih berdebar-debar sekarang...

"Arasseo! Kau kira, aku mengambil kesempatan menyentuhmu begitu? Kau pikir, aku ini orang macam apa? Aku tahu, ini adalah pekerjaanku!" tegas Jungkook mengambil beberapa lembar tissu dengan kasar, dan menatap Taehyung kesal.

Tiga pasang mata kini menatap kearah mereka bingung karena mendengar apa kata Jungkook barusan. Apakah mereka sedang bertengkar? Hubungan mereka terlihat tidak normal dan juga aneh... apa ini alasan Jungkook tidak masuk kerja beberapa hari ataukah ada masalah lain? Pikir Namjoon, Seokjin dan juga Yoongi.

Jungkook tidak berani menatap mata Taehyung saat ini, tangannya tergerak mengusap sedikit peluh didahi pria ini, kemudian turun dipipi dan sekitarnya. Jangan ditanya, perasaanya masih sama. berdebar-debar dengan sangat kencang detakan jantungnya. Sudah pasti itu. Tangannya kini terhenti ketika, tatapan matanya tidak sengaja menatap bibir Taehyung.

Berhenti sejenak, mengingat tentang kejadian beberapa waktu yang lalu saat pria ini begitu mudah menciumnya? bahkan sudah dua kali... dan ia akui, ia tidak menolak. Aneh apakah Jungkook segampangan itu? karena dengan mudah dikuasai seorang pria yang baru masuk kedalam kehidupannya?

"Sini!"

Taehyung dengan cepat menarik tissu yang ada ditangannya, dan mengusap peluhnya sendiri yang ada dileher dan sekitarnya. Jungkook tercengang dengan sikap Taehyung barusan, ia tidak menduga ia melakukan hal bodoh lagi.

"Eum, aku ketoilet sebentar!" pamit Jungkook, dengan cepat ia berbalik dan menjauh dari hadapan Taehyung sekarang juga.

Taehyung menghentikan aktifitasnya dan menatap punggung Jungkook yang menjauh dari hadapannya. Sialnya, ia merasa bersalah telah mengatakan hal tadi pada Jungkook. Ia menghela nafas panjangnya, dan meremas tissu itu kuat-kuat.

Ia bisa apa, marah? ya dia akui, saat ini hanya emosinya saja yang menguasainya. Perasaan yang campur aduk, dan sulit ia mengerti.

"Arghh!" Taehyung membuang kotak tissu dengan kasar, dan menghempaskan tubuhnya disofa, memijit keningnya pelan dan memejamkan matanya. Pusing, ia sangat pusing menghadapi ini semua.

"Kurasa, Taehyung sedang stress!" kata Yoongi, diikuti anggukan oleh Namjoon dan juga Seokjin.

"Entahlah, kurang apa Jungkook itu, dia orang yang sabar terhadapnya, maksudnya sabar menghadapi kelakukannya yang upnormal itu!" tambah Yoongi lagi.

"Eum, tapi Taehyung bukan type pria yang suka memainkan perasaan seseorang bukan?! Dia pria yang bertanggung jawab dengan perasaannya sekarang. Kau lihat, dia memang banyak berkencan dengan beberapa gadis, tapi apa dia sanggup berkomitmen? Hanya dengan Jungkook saja ia melakukannya! Dan itu, aku tahu, karena Jungkook orang yang sangat berbeda, dia spesial sekali bagi Taehyung!" jelas Namjoon panjang lebar. Yah, seperti biasa, jiwa pemimpinnya muncul begitu saja membuat Yoongi dan Seokjin terperangah mendengarnya.

"Aku rasa, Taehyung masih gengsi dalam mengungkapkan perasaannya! Perasaan ketidaksukaannya pada kita yang dekat dengan Jungkook!" jelas Seokjin. "Kalau aku jadi Taehyung, aku akan keluarkan jurus maut dengan kata-kata cintaku pada Jungkook, agar tidak bertengkar terus setiap hari..." sambung Seokjin membuat Yoongi dan Namjoon memandangnya datar karena ucapannya.

.

.

.

Basemant, Puma's studio.

"Ya, Taehyung-ah, Jungkook kemana? Kenapa dia belum kembali?" tanya Yoongi padanya. Sementara Taehyung hanya menyibukkan dirinya dengan ponsel yang berada ditangannya.

"Biar aku saja yang mencarinya!" kata Hoseok tiba-tiba. Taehyung kemudian melemparkan ponselnya kejok mobil dan menatap kearah Hoseok, tatapan membunuh dapat Hoseok lihat dari sorot mata dongsaengnya ini.

"Apa!? Kau bilang apa?" kata Taehyung pada Hoseok. "Kalian ini. Kenapa mencemaskan Jungkook?! Disini yang berhak mencemaskannya hanya aku!" tambah Taehyung dan membuat Jimin mencibir. Namjoon yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya saja.

"Ya! Taehyung-ah, kami juga berhak atas Jungkook. Dia bekerja untuk kami juga-kan? Jadi kalau Jungkook masih dalam lingkup pekerjaan, yang bertanggung jawab jika ada apa-apa terhadapanya itu juga kita semua bukan!" tegas Namjoon.

Taehyung mendengus kesal atas apa yang ia dengar, memang benar juga apa yang dikatakan hyungnya ini. Tapi, baginya itu sangat tidak benar!

Jungkook?

Kita?

Apa maksudnya kita... kita juga berarti Jungkook milik semua orang, begitu? Milik semua hyungnya? Menyebalkan.

"Kata siapa Jungkook tanggung jawab kalian semua? Jungkook tanggung jawabku!" Taehyung menatap kearah ketiga hyungnya ini, "Apa kalian lupa_"

"Kalau masih tanggung jawabmu! Pergi dan cari Jungkook sekarang juga!" kata Jimin tiba-tiba, membuat Taehyung menatap kearahnya, tajam. Entahlah kenapa tiba-tiba Jimin berani berkata seperti itu pada Taehyung, ia tidak sadar, bahaya besar sedang mengancamnya.

"Kau.." desis Taehyung, dengan tatapan smirknya.

"Baiklah!" pekik Taehyung. Ia bergerak dan hendak turun dari mobil, tapi tiba-tiba tatapan mereka tertuju pada seorang pria manis yang tengah berjalan bersama seorang pria lain. Pria yang tampilannya sangat elegan, dengan setelan jas yang membuat pria itu terkesan sangat berkharisma.

Taehyung terhenti, kini ia menatap Jungkook yang sedang membungkukkan badannya pada pria itu dan berjalan menghampiri mobil mereka.

"Bukankah, pria itu Oh Sehun?" kata Namjoon pelan dan dapat didengar oleh Taehyung yang kini matanya masih menatap Jungkook yang sedang setengah berlari kearahnya.

Dan entah mengapa dia merasa marah mengetahui bahwa Jungkook bersama laki-laki lain selain dirinya.

.

.

.

T.B.C