DREAM STAR
.
oohmydarling
EXO OT12 and more!
Romance, Comedy, Hurt/Comfort
T
.
.
Chapter 3
Change Me, Heal Me.
.
.
Baekhyun terlihat sedang menjalankan hukumannya, Ia berlari naik turun tangga dengan sesekali mengusap carian kristal bening yang terus menerus menuruni pipinya. Ini adalah hari pertamanya menjalankan aktifitas sebagai trainee namun tatapan dan olokan yang membuatnya sedikit lemah, Ia butuh menenangkan dirinya dengan makan. Dengan cepat Ia berlari kebawah dan hendak keluar dari gedung agensi.
"Ah!" Baekhyun tertarik, seseorang merengkuh tubuh gemuknya dan seseorang itu adalah Kris, Ia tersenyum penuh arti kemudian mengusap air mata Baekhyun perlahan.
"Lebih baik kau menangis, daripada kau memakan banyak sekali makanan dan kemudian kau kembali mengalami siklus yang sama." Kris menepuk-nepuk pundak Baekhyun perlahan, dan terdengar suara isak tangisnya yang begitu nyaring, begitu memilukan seakan perasaan itu tertimbun selama belasan tahun.
"Kau bisa berubah, asalkan kau mau mendengarkanku." Kris kembali berucap, berusaha menenangkan Baekhyun namun emosinya masih meledak-ledak, Ia terlihat begitu rapuh saat ini dan sebelumnya tidak seperti itu.
Butuh beberapa saat sampai tangisan Baekhyun mereda, kemudian Ia terduduk disebuah bangku taman sambil memandang langit, wajahnya terlihat lebih tenang namun fikirannya masih kacau.
"Ini." Kris mengulurkan roti lapis dengan sebotol susu coklat, Baekhyun menerimanya dan berterimakasih kemudian memakannya perlahan sambil menghela nafas.
"Jika seseorang marah kau harus melihat sisi positifnya dan jika orang mengataimu jangan pernah kau makan dengan banyak, makan secukupnya dan hiraukan perkataan orang itu, dan jika kau sedih atau marah ingat makanlah setengah bar coklat hanya setengah!" Kris menekankan itu, takut kalau Baekhyun akan makan lebih banyak.
"Setiap malam, ada staff yang akan mengukur berat badanmu dan jika berat badanmu naik atau tidak turun maka jangan sedih jika Ia memarahimu." Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya, disini dia harus berubah dan Baekhyun yakin Ia bisa berubah jika Ia mau dan memiliki keyakinan yang kuat.
"Jangan bersedih lagi ok?" Kris mengusap-usap surai hitam Baekhyun sambil tersenyum tulus, Ia rasa Ia mulai menyukainya.
Dimulai dari hari itu, Baekhyun melakukan dengan baik apa yang dikatakan Kris padanya, seperti makan dengan kalori yang cukup, berolah raga pagi, fitness, menguriangi makanan cepat saji, berlatih tari sendirian hingga larut malam, meminum vitamin dengan rutin.
Baekhyun terlihat menunjukkan kemajuan beratnya mulai berkurang namun badannya masih gempal, Ia sering sekali dimarahi oleh pelatih tari dan aktingnya walaupun Ia sudah melakukan yang benar namun karena faktor badannya yang seperti itu tetap saja menjadi bahan olokan.
Dan disuatu hari, kesialannya masih belum berakhir dimana Ia sehabis menyelesaikan hukuman mengepel lantai ruang tari dan latihan berjam-jam disana, Baekhyun memutuskan untuk pulang karena agensi sudah tutup hanya lampu ruang tari yang menyala, ketika menuruni tangga Baekhyun mendengar sedikit keributan dan mencoba untuk bersembunyi dibalik pilar.
"Yuan! Yuan-ah! Tunggu!" Oh? Baekhyun kenal suara ini.
"Ah!" Baekhyun mendengar suara seorang perempuan memekik kemudian bunyi punggung yang tertabrak dinding.
"Apa lagi sih?!"
"Kau berani-beraninya menggandeng lelaki lain dan berita itu tersebar, Yuan! Kau mempermainkanku? Bagaimana dengan hubungan kita?!" Baekhyun hampir saja memekik namun sesuatu menutup mulutnya, Ia berbalik menatap Kris menyengir lebar disampingnya.
"Kau mau apa?! Kau tau kan dia hanya temanku Chanyeol, HANYA TEMAN! Aish.."
"Teman kau bilang? Kau berjalan dengannya dan tidak pernah mengakuiku didepan publik, kau bilang kita akan bahagia bersama!"
"HAAAISH! Berisik, kau terlalu kekanak-kanakan Chanyeol. Kita berada di level yang berbeda sekarang dan kita berada didunia yang kejam! Sekarang, aku baru menyandari bahwa kau seorang yang bodoh! Bodoh!" Baekhyun mendengar suada pukulan kemudian pekikan tertahan, Baekhyun mengintip melihat keduanya berciuman.
Hal itu membuat iris mata Baekhyun membola, dan hal yang membuatnya lebih terkejut Kris berdehem dengan keras sambil berjalan santai.
"Kris.. hyung.. se-sejak kapan kau..?" Baekhyun dengan panik dibelakang Kris mencoba menarik-narik jaket Kris namun tak dihiraukannya sama sekali.
"Ah aku baru saja, apa aku mengganggu?" Kris menunjukkan wajah polos dan tak tahu apa-apa, tangannya bersendekap didada kemudian Ia menunjuk Chanyeol dengan tatapan bodohnya.
"Ya kau, kuberi tugas menjaga Baekhyun dan kau selama sebulan ini dan aku tak mendapatkan hasil darimu. Malah aku melihatnya berjuang sendirian." Kris berkata dengan santainya membuat kepanikan Baekhyun bertambah.
"Dan Yuan, kau bisa tidak membuat skandal sehari saja? Kau tahu kamu bekerja dobel ekstra menanggapi isu-isu bodohmu." Wanita bernama Yuan itu meminta maaf kemudian membungkuk sopan kepada Kris.
"Lebih baik kau pulang sekarang, sudah malam." Kris menyentakkan dagunya mengisyaratkan wanita itu untuk segera pergi, dan Ia kembali membungkuk sebelum meninggalkan Chanyeol dan Kris.
"Hm, kembali ketopik kau belum menjawabku." Kini wajah Kris berubah menjadi sangat datar, Chanyeol tertawa sinis sambil menyilankan tangannya didada.
"Ku rasa tentang babi itu, kau sudah kehilangan akal hyung. Kau mau mempekerjakakan seseorang yang menaripun bisa tersandung dengan kakinya sendiri." Jelas Chanyeol dengan seenaknya membuat Baekhyun sedikit geram.
"Benar kata Yuan, kau bodoh. Kau tidak mau berfikir panjang kedepan dan kau tidak pernah mau menghargai orang lain, kau hanya berdiam dan melihat dari sudut pandangmu saja, aku menyuruhmu menjaga Baekhyun agar kau dapat melihat sesuatu menurut pandangan orang lain kau dapat belajar banyak, apa kau lupa saat pertama kali kau mau menjadi seorang idola? Kau sama berjuangnya seperti Baekhyun. Aku tidak tahu apa yang kau makan sampai kau menjadi bodoh seperti ini?" Kris berkata dengan gamblangnya dan hal itu membuat jantung Baekhyun sedikit terpompa, pipinya bersemu merah.
"You just lost your mind, hyung. and you're talking nonsense." Chanyeol memutar bola matanya malas, namun Kris hanya tertawa sinis.
"Fine, kau kira aku hanya bermain-main dengan perintahku? Dan kita lihat siapa yang kehilangan akal." Kini Kris memiliki tekniknya sendiri dan menurutnya sudah cukup Baekhyun merasakan hal-hal yang menyakitkan disini.
Kris membalikkan badannya kemudian menggenggam tangan Baekhyun turun melewati tangga dan keluar dari gedung agensi.
"Ge~ apa gege tidak ke-kelewatan dengan Chanyeol?" Tanya Baekhyun dengan wajah polosnya, Kris hanya tertawa pelan sambil merangkul pundak Baekhyun. "Itu adalah gunanya seorang kakak pada adiknya bukan? Menuntun seseorang yang salah kearah yang benar." Kris membukakan pintu mobilnya untuk Baekhyun dan lelaki itu tersenyum sambil duduk di jok mobil.
Hari itu, Kris membawa Baekhyun kesebuah restoran barbeque. Mereka mengobrol sambil meminum soju atau bir, mengingat Baekhyun sudah lulus SMA dan umurnya kini 19 tahun.
Namun Kris tidak mengerti bahwa lelaki didepannya itu tak kuat dengan alkohol, ketika sudah meminum sekitar sepuluh sloki wajahnya sangat merah hingga ke telinga.
"Eung~ Kri-kris ge.." Baekhyun memberikan gelas slokinya lagi untuk diisi namun Kris menggelengkan kepalanya sambil menurunkan tangan Baekhyun.
Karena efek mabuk, Baekhyun menggebrak meja dengan gelas slokinya kemudian menangis sejadi-jadinya. "Kenapa? Gege tidak mau menuangkannya lagi? Aku tahu.. karena aku seperti baaabi~ benarkan? Ya kan?" Tanya Baekhyun kemudian melebarkan cengirannya, namun Kris tak menjawabnya melainkan mendekati Baekhyun.
"Eung? Kris ge~" Mata Baekhyun berkedip kemudian lelaki itu membalikkan badannya dan menaruk kedua tangan Baekhyun dipundaknya lalu menggendong Baekhyun yang sudah terkulai lemas sambil cegukan.
Setelah membayar mereka harus berjalan kearah area parkir yang agak jauh, "eng~ apakah kau tau? Super hero itu nyata?" Baekhyun memiringkan kepalanya dan Kris tertawa kecil, "Mana mungkin Baek.. Kau menghayal." Jawab Kris sambil menggelengkan kepalanya.
"Eungg!~ Baekhyun tidak menghayal, aku memilikinya satu." Baekhyun menggelengkan kepalanya dipotongan leher Kris kemudian tersenyum. "Benarkah? Siapa?" Tanya Kris dengan penasaran kemudian Baekhyun menusuk pipi Kris dengan pelan sambil terkekeh kecil, "Kau~" Kris yang mendengarnya hanya tertawa terbahak namun jantungnya terpompa tak karuan.
"Hmm, terima kasih sudah menjadi super hero untukku~" Baekhyun memeluk leher Kris lebih erat sambil tersenyum. "Aku.. ekhm menyayangimu Baek." Gumamnya tanpa didengar sama sekali oleh Baekhyun yang sudah terkapar.
Kali ini, Kris sudah memiliki caranya sendiri Ia membawa Baekhyun ke appartementnya kemudian Baekhyun direbahkannya dikamarnya, Ia mengambil laptopnya dan membuat jadwal khusus untuk Baekhyun hingga Ia tertidur di sofa.
Pagi-pagi sekali Baekhyun mengerjapkan matanya sambil meregangkan tubuhnya, namun tak lama setelah itu Ia terkejut bukan main ketika Ia tak berada di dorm melainkan di— mana ini?
"Eung?" Baekhyun menatap sekitarnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, kemudian Ia turun dari kasur itu berjalan dan membuka pintu perlahan tempat ini~ inikan? Appartment Kris ge? Tapi, kenapa bisa?
"Ah~ benar, semalam." Baekhyun menepuk-nepuk dahinya sambil berjalan perlahan dan melihat seseorang tengah tertidur telungkup diatas sofa dan Ia adalah Kris, perlahan Baekhyun menaikkan selimut yang nenutupinya hingga naik keatas lalu berjalan kearah dapur, membuka lemari es dan melihat didalamnya terdapat banyak bahan makanan jadi Baekhyun berniat membuatkan bossnya itu masakan.
Dulu ketika Ia masih kecil, Ibunya selalu memberinya banyak sekali makanan agar Baekhyun cepat besar dan bertambah tinggi namun malah sebaliknya Baekhyun makin menggemuk dan sangat gila makanan ketika Ia bertumbuh dewasa. Tetapi Ia mengambil sisi positifnya bahwa Ia dapat memasak juga.
Kali ini Baekhyun memasak chapjae dan ddalkgalbi untuk sarapan Kris ge dan juga dirinya, setelah selesai memasak Baekhyun melihat Kris sudah bangun dari tidurnya berjalan kearah dapur.
"Hm? Kau memasak ini semua?" Baekhyun sedikit terkejut melihat Kris berada tak jauh darinya, namun Baekhyun hanya mengangguk kecil sambil tersenyum.
"Maaf aku mengambil bahan makanan tanpa izin." Baekhyun membungkuk namun Kris tak menunjukkan tanda-tanda Ia marah, dan langsung mencicipi makanan buatan Baekhyun.
"Hmm! Enak.." Kris menganggukkan kepalanya kemudian mengusap rambut Baekhyun yang tersipu-sipu. Dihari itu, mereka berdua sarapan bersama sambil membicarakan tentang apa yang telah Kris persiapkan untuk Baekhyun beberapa bulan kedepan.
"Jadi, aku tidak pulang ke dorm?" Kris menggelengkan kepalanya, "kau akan terus disini berlatih dan membentuk badanmu." Sebenarnya Baekhyun ingin menolak karena Kyungsoo pasti sangat khawatir tetapi itu adalah perintah dari bossnya maka, Ia tak mau mengecewakannya.
.
"Oi culun." Panggil salah seorang lelaki berkulit tan kepada yang lebih mungil yabg berada tepat didepannya, membelakanginya.
"Urrgh! Bisa tidak kau memanggilku dengan namaku?! Kau mau memang ku panggil hitam?! Hah?!" Ketika lelaki mungil itu berbalik, lelaki berkulit tan terkena semprotannya yang sudah dipendamnya sekian lama.
"Ahh~ jangan marah begitu lah, padahal aku hanya ingin mengajakmu berjalan-jalan saja." Ucapnya sambil tersenyum, tidak lebih seperti menyeringai.
"Uuh.. tidak mau!" Kyungsoo kembali meninggalkan lelaki gila itu namun pergerakan kakinya kalah cepat dengannya sehingga Ia dapat menggapai tangan Kyungsoo kemudian mengajaknya kebelakang gedung agensi dimana banyak sepeda tertata.
"Kaiii!! Lepas-kan! Ih begitukah caramu memperlakukan seseorang yang menolakmu?" Tanya Kyungsoo dengan pandangan tajam, pipi yang menggembul membuat lelaki tan itu merasa sangat gemas sehingga mencubit pipi tembam itu perlahan.
"Tidak ada kata penolakan bagiku. Ayolah ini hari libur, kau tidak mau bersantai Hyung?" Ya, umur Kai memang lebih muda setahun darinya dan jika dipikir-pikir lagi benar juga apa katanya, Ia butuh beristirahat.
Tak butuh pertimbangan lama sampai Kyungsoo juga menaiki salah satu sepeda dan keduanya mulai menjauh dari agensi dengan sepeda tersebut, seperti mendukung kegiatan mereka berdua cuaca pada hari itu juga sangat nyaman.
Mereka mengelilingi kawasan disekitar agensi dan Kai kemudian mengajak Kyungsoo untuk memakan sesuatu karena perutnya mulai keroncongan.
"Nah ini salah satu restoran favoritku." Kedua sepeda itu berhenti didepan sebuah restoran dengan gaya yang unik, ketika memasuki ruangan tersebut bau ayam goreng menyeruak disekitar ruangan, keduanya duduk saling berhadapan setelah memesan menu mereka menunggu sambil terdiam satu sama lain.
"Hyung, maaf aku sempat memojokkanmu." Ucap Kai dengan wajah yang sedikit serius menatap lelaki didepannya itu dengan wajah bingung dan kedipan mata yang membuatnya begitu imut.
"Aku selalu memaafkanmu, alasan kita hidup seharusnya untuk itu kan?" Kyungsoo tersenyum kecil dan Kai mengangguk sambil kembali mengucapkan beberapa kata maaf.
"Hei, sudah itu masa lalu kan? Kita ulangi semuanya dari awal. Oke?" Kyungsoo tersenyum lebar dan dunia Kai terasa terhenti selama beberapa detik tergantikan oleh wajah Kyungsoo, sungguh seperti difilem-filem romansa pada umumnya.
Apakah aku boleh mulai menyukaimu?
.
.
To Be Continued~
.
.
Author Notes
Haaaaaiii! Apakah kalian senang dengan Chapter 3 ini? Maafkan aku jika selalu telat meng-upload kekeke.
Bagaimana? Apakah kalian #TEAMKRIS atau #TEAMCHANYEOL di Chapter berikutnya? ㅋㅋㅋ dan kurasa Mabel Yuan nuna akan banyak muncul sebagai pemeran antagonis (ohohoho), siapkan pisaumu!
Sekali lagi, jangan lupa tinggalkan REVIEW, FOLLOW Dan LIKE kalian dicerita ini~ kemudian kuharap kalian menyukainya walaupun ceritaku tak sebagus orang lain :p tetapi aku akan berusaha, demi kalian!!
*blahblah* : GOSH! Aku sudah menonton trailer KOKOBOP! YAAMPUN MEREKA SANGAT MENAWAAAANN AKU TIDAK SABAR INGIN SEGERA MENONTON MEREKA! Huhuhu ㅠㅠ
Tetaplah bernafas, 친구들~~~
#THEWAR #EXOKOKOBOP !!!!!!!!
