MAGIC
Park Chanyeol X Byun Baekhyun
Genderswitch stories
Setelah dari tempat cenayang itu, Baekhyun dan Chanyeol memutuskan untuk pergi ke COEX Mall. Mereka ingin berbelanja perlengkapan wanita untuk Baekhyun. Bahkan mereka tanpa sadar saling bergandengan tangan saat memasukki mall itu.
Jika dilihat lihat, Chanyeol dan Baekhyun terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan di mall. Bagaimana tidak? Sedari tadi Chanyeol mencoba menghibur Baekhyun dengan merayunya agar gadis itu tidak bersedih lagi –akibat perubahan dirinya.
"Sudahlah Baek, kau itu cantik! mungkin tuhan mentakdirkan kau menjadi perempuan," Baekhyun langsung saja mendelik pada lelaki tinggi yang berada disampingnya.
"Asal kau tahu Park! Aku itu lelaki tulen!" jawab Baekhyun dengan wajah merengut.
Senyuman menggoda Chanyeol terlihat, "Benarkah? Kalau kau lelaki tulen kenapa penismu hilang?" seketika saja cubitan Baekhyun melayang pada pinggang Chanyeol membuat lelaki jangkung itu meringis. Tetapi, dibalik itu semua Chanyeol sangat bahagia bisa menggoda sahabat mungilnya itu.
Mereka berdua pun berhenti dibagian pakaian dalam wanita. Awalnya Chanyeol memilih untuk membiarkan Baekhyun memilih pakaian dalamnya sendiri. Tetapi siapa sangka? Baekhyun justru memaksa Chanyeol untuk menemaninya. Duh! Semoga saja tak ada yang mengira Chanyeol cabul.
Baekhyun dan Chanyeol sama sama tak tahu yang namanya pakaian dalam wanita. Mereka pun akhirnya memilih untuk menanyakan hal tersebut pada seorang SPG cantik yang berdiri disana. "Permisi." Sapa Baekhyun dengan suara lembutnya.
Wanita itu pun menoleh dengan senyuman professionalnya, "Iya? Ada yang bisa saya bantu?"
"Hm, kira kira dimana ya tempat pakaian dalam wanita?" tanya Baekhyun sedikit ragu. Wanita itu pun mengangguk mengerti dan mengarahkan Baekhyun pada tempat pakaian dalam wanita.
Mata Baekhyun menatap bingung pada ratusan pakaian dalam dengan berbagai warna, motif, dan ukuran didepannya. Ia sungguh tak mengerti ukuran dan motif apa yang cocok untuknya. Mau tak mau ia pun bertanya pada wanita SPG itu, "Maaf, kalau ukuran seperti ini lebih cocok bra yang mana?" sialnya dengan tak tahu malunya Baekhyun menyentuh payudaranya sendiri didepan sang SPG.
Chanyeol yang melihat kelakuan Baekhyun hanya mampu menggeleng tak mengerti dengan bola mata yang melebar, ia pikir mungkin urat malu Baekhyun telah putus karena ia melakukan hal bodoh seperti tadi.
Untung saja wanita SPG itu tersenyum memaklumi, ia pun segera menunjukkan pada Baekhyun salah satu bra, "Kalau untuk agasshi lebih baik memilih bra ukuran 36b ini saja, karena ukuran agasshi itu cukup besar untuk ukuran perempuan."
Kepala Baekhyun mengangguk sok mengerti, ia pun segera menunjuk beberapa warna dan motif asal asalan yang berada disana, "Baiklah, aku akan membeli 10 bra yang ukuran seperti ini dengan motif apa saja."
"Baiklah, agasshi."
Setelahnya Baekhyun dan Chanyeol pun memilih membeli pakaian wanita untuk Baekhyun dibagian lain. Tetapi sebelum benar benar pergi Baekhyun menatap sebuah lingerie berwarna hitam menggantung disana, senyuman jahilnya pun terlihat, ia pun segera memanggil wanita SPG tadi, "Hei agasshi, sekalian lingerie yang ini juga!"
Oh sepertinya Baekhyun mempunyai rencana jahat untuk Chanyeol haha.
.
.
.
Mata Chanyeol menatap malas Baekhyun yang kini sedang kesana kemari memilih pakaiannya. Sudah hampir satu jam Chanyeol berdiri dengan bosan melihat Baekhyun yang berbelanja dengan riang. Jujur saja kaki Chanyeol merasa sangat pegal saat ini. Ia merutuki sikap seorang wanita yang memang tergila gila pada yang namanya belanja. Duh, sungguh Chanyeol tidak menyangka dengan berubahnya Baekhyun, ia juga berubah menjadi wanita penggila belanja.
Andai saja Baekhyun berubah menjadi seorang wanita kutu buku yang smart. Chanyeol bersumpah pasti ia akan sangat tergila gila pada Baekhyun.
Baekhyun pun tiba tiba datang menghampiri Chanyeol dengan belasan tas belanja ditangannya. Chanyeol hanya mampu melihat tas belanja itu dengan tatapan horror, "Kau serius membeli barang sebanyak ini?"
Mata Baekhyun berputar malas, "Ayolah Chan, kau pasti akan menjadi aku jika melihat barang barang branded itu. Aku bahkan rela menghabiskan uang tabunganku untuk membeli ini semua."
"T-tapi ini terlalu banyak, Baek."
"Aku hanya ingin tampil maksimal dan seperfect mungkin agar aku bisa berteman dengan Taeyeon Noona, kau kan tahu sendiri barang barang Taeyeon Noona itu branded semua," Baekhyun pun menyerahkan semua tas belanjanya pada Chanyeol, "sekarang kau bawakan belanjaanku ya, Oppa!"
Chanyeol tiba tiba merasakan getaran dihatinya saat mendengar Baekhyun memanggilnya oppa. Tanpa berpikir dua kali, ia pun dengan hati ikhlas membawa semua barang barang Baekhyun. Jujur saja Chanyeol rasa keinginan Baekhyun untuk berdekatan dengan Taeyeon tidak hilang meskipun dia kini menjadi perempuan. Duh, Chanyeol segera menggelengkan kepalanya saat ia memikirkan bahwa Baekhyun adalah lesbian.
.
.
.
Helaan nafas panjang keluar bersamaan dari Chanyeol dan Baekhyun. Kedua sahabat itu menatap motor Chanyeol dengan tatapan lelah. Tidak! Ban motor Chanyeol tidak meledak lagi seperti kemarin, tetapi— "Chan, bagaimana caranya kita pulang dengan motormu membawa tas belanja sebanyak ini?"
"Kita pulang memakai taksi saja." Chanyeol pun menggenggam jemari Baekhyun untuk keluar dari parkiran mall.
"Terus bagaimana dengan motormu?"
"Aku akan menyuruh Sehun yang membawa motorku."
Mereka pun akhirnya pulang memakai taksi, dan jujur saja Chanyeol sangat merasa lega karena ia tidak harus merasakan benda kenyal milik Baekhyun menyentuh punggungnya lagi.
.
.
.
"Akh~ lelahnya~" Baekhyun menjatuhkan tubuh mungilnya pada ranjang, sedangkan Chanyeol justru memilih duduk di sofa dengan tangannya yang masih memegang tas belanja Baekhyun.
"Jadi kau membeli apa saja hingga sebanyak ini, Baek?" Chanyeol membuka salah satu tas belanja Baekhyun dan ia pun mengambil sepasang sepatu high heels disana, "kau membeli ini Baek? Kau serius ingin memakainya?" tanya Chanyeol dengan sedikit kaget.
Baekhyun pun merubah posisinya menyamping dan menatap lelaki jankung itu dengan senyuman lebar, "Aku melihat Taeyeon Noona memposting sepatu itu di akun instagramnya, lalu aku pun membelinya."
Helaan nafas panjang Chanyeol terdengar, ia pun memilih diam dan menyibukkan diri melihat lihat belanjaan Baekhyun. Chanyeol sungguh tak mengerti jalan pikiran sahabatnya sekarang. Apa karena Baekhyun berubah menjadi perempuan sikapnya juga ikut berubah?
Merasa bosan melihat barang belanjaan, Chanyeol pun memilih untuk membersihkan dirinya. Saat ia hendak pergi ke kamar mandi tanpa sengaja ia melihat Baekhyun tertidur tidak elitnya di ranjang. Chanyeol menghampiri gadis itu dan tersenyum tulus menatap wajah teduh sahabatnya yang kini berubah menjadi seorang gadis, "Tidur yang nyenyak, Baek. Mimpikan aku okey?" dengan lembut Chanyeol mengecup kening Baekhyun.
Entah mengapa Chanyeol merasa sangat senang dengan perubahan diri Baekhyun. Ya walaupun sikap anak itu menjadi jauh lebih menyebalkan, tetapi melihat wajah teduh Baekhyun meyakinkan dirinya bahwa Baekhyun lebih pantas menjadi seorang gadis ketimbang menjadi seorang lelaki cantik.
.
.
.
Mata sipit bulan sabit Baekhyun terbuka, ia menatap sekeliling kamarnya mencari sahabat tingginya. Namun nihil, sahabatnya itu sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda keberadaannya. Tatapannya pun beralih pada jam yang berada pada dinding kamar, ia menghela nafas panjang melihat jarum panjang yang bertengger pada angka 8, "Sepertinya Chanyeol berada di Café."
Gadis mungil itu pun memilih untuk membersihkan dirinya. Semenjak pulang dari Mall dia sama sekali belum membersihkan dirinya sama sekali. Rasa segar air dingin pun menyentuh kulitnya membuat tubuh Baekhyun merasa segar, entah mengapa ia sangat ingin bermandi lama – lama dengan sedikit memijat kulitnya yang terasa sangat lembut khas kulit seorang wanita. Padahal selama Baekhyun menjadi lelaki ia mandi paling lama hanya 10 menit.
Setelah 40 menit berlalu, Baekhyun pun segera keluar kamar mandi –hanya dengan sehelai handuk dan memilih milih baju barunya di tas belanjaan yang baru ia beli. Kekehan gadis mungil itu pun terdengar saat ia mendapati setelan bra dan celana dalam bercorak macan tutul didalam tas belanjanya, "Aih~ imutnya~" entah mengapa Baekhyun justru memekik senang seperti wanita pada umumnya.
Untuk pakaiannya malam ini, Baekhyun memilih memakai kaos ketat berwarna baby blue kesukaannya –ya Baekhyun memang sudah menyukai hal hal imut dan berbau feminim saat masih menjadi lelaki, dan celana hotpants, dengan alasan ini adalah musim panas dan Baekhyun tak ingin merasa gerah jika memakai sesuatu yang panjang.
Ia pun segera menyisir rambut panjangnya yang sepanjang pinggang. Gadis itu terus memandang pantulan dirinya didepan cermin. Ia sungguh tak menyangka akan diberikan sesuatu keajaiban dengan menjadi seorang perempuan secantik dirinya dengan badan yang sangat seksi. Baekhyun bersumpah akan jatuh cinta pada dirinya sendiri jika mereka memang berada ditubuh yang berbeda.
Tiba tiba bel apartemen berbunyi. Senyuman Baekhyun mengembang dan mengira Chanyeol lah yang membunyikannya. Dengan sedikit terburu – buru bahkan tanpa mengecek intercom gadis itu pun membuka pintu apartemen itu dan menemukan seseorang yang membuatnya terkejut setengah mati. Segera saja, Pintu itu Baekhyun tutup. Namun–
–"Byun Baekhyun?" Sial! Pria itu sudah mengenalinya duluan dan kini ia sedang menahan pintu apartemen Baekhyun dengan kaki jenjangnya.
.
.
.
nae geote isseojweo naege neomuleo jweo
nae soneul jabeun nal nohchiji malajweo
ireoke niga hangeoleum meoleojimyeon
naega hangeoleum deo gamyeon dwejanha~
Suara berat namun lembut Chanyeol terdengar sangat indah ditelinga. Lelaki itu menyanyikan sebuah lagu berjudul Hug Me disebuah Café tempatnya bekerja sampingan. Ya, meskipun Chanyeol termasuk dalam keluarga kaya, lelaki itu justru bekerja keras dengan cara menjadi salah satu penyanyi café.
Selama mengisi acara disalah satu café yang menjadi tempat kerja sampingannya, pikiran Chanyeol terus saja memikirkan pada lelaki gadis mungilnya. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada Baekhyun, terutama saat ia mendapatkan pesan dari sahabatnya, Oh Sehun.
Aku akan ke apartemenmu, Bro! untuk mengembalikan kunci motormu.
Jika saja pesannya masuk lima menit yang lalu, Chanyeol bisa menghentikannya. Tetapi sialnya, pesan itu justru masuk satu jam yang lalu –saat ia perform, bisa dipastikan kini Sehun sudah sampai di apartemennya. Oh! Lalu dengan adanya Sehun, bagaimana dengan keadaan Baekhyun eoh?
Dengan segera Chanyeol pun pulang ke apartemennya dengan taksi. Ia pun tak berhenti mencoba menelfon Baekhyun dan Sehun bergantian. Tetapi sayang, mereka sama sekali tak mengangkat panggilan Chanyeol, "Sial! Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka eoh?"
Rasa khawatir tiba tiba menyerang Chanyeol, ia tak bisa membayangkan keadaan Baekhyun-nya yang akan tertangkap basah menjadi seorang perempuan. Ia berpikir mungkin Baekhyun menangis apalagi sikap Baekhyun yang banyak berubah menjadi sikap perempuan. Ya, salah satunya adalah sikap cengeng yang sering anak perempuan punya.
Langkah kaki panjang Chanyeol pun berjalan cepat saat ia sudah berada digedung apartemennya. Dan dengan cepat pula dia membuka pintu apartemennya. Sial! Chanyeol sungguh tak menyangka dengan apa yang ia lihat didalam apartemennya, amarahnya pun seketika terpancing, "Baekhyun! Sehun! Apa yang sedang kalian lakukan?!"
Oh! Tidak! Sepertinya akan ada hal buruk yang terjadi setelah ini.
.
.
.
"Byun Baekhyun?" Sehun menahan pintu apartemen Baekhyun dengan kaki jenjangnya. Matanya pun menatap seluruh tubuh Baekhyun dari atas sampai bawah dengan tatapan aneh, "sedang apa kau bergaya seperti perempuan? Kau sedang mengadakan pesta? Atau sedang melakukan challenge Crossdressing?"
Tidak ada jawaban dari gadis itu, ia justru mengalihkan pembicaraan, "K-kau sedang apa kemari?"
"Ah, aku ingin mengembalikan motor Chanyeol, ini kuncinya," Sehun mengangkat kunci motor Chanyeol, setelahnya ia pun mengintip kedalam apartemen itu, "apa ada Chanyeol didalam?"
"Tidak ada," jawab Baekhyun cepat, "C-chanyeol sedang berasa dicafe."
Kepala Sehun mengangguk mengerti, tetapi lelaki itu tidak segera pergi dari sana membuat kedua orang tersebut saling berdiam diri didepan apartemen Chanyeol. Ingin rasanya Baekhyun segera masuk dan menutup pintu, tetapi ia tidak merasa enak hati pada Sehun.
Sedangkan Sehun hanya menghela nafas panjang menunggu ketidakpekaan sahabat mungilnya, "Kau sungguh tak akan mempersilahkanku masuk? Ayolah Baek! Aku sudah rela datang malam – malam begini hanya untuk mengantarkan kunci."
Tanpa menjawab sekalipun, Baekhyun segera membuka pintu apartemennya membiarkan lelaki albino itu masuk. Baekhyun sudah paham sekali sikap Sehun yang tak akan menyerah jika keinginannya tidak terpenuhi.
Sehun awalnya tak menyadari perubahan Baekhyun, ia tetap menyangka Baekhyun sedang melakukan crossdressing. Tetapi lama kelamaan lelaki albino itu pun menyadari sesuatu yang salah pada Baekhyun, terutama pada kejantanannya. Mata Sehun semenjak tadi menatap selangkangan Baekhyun untuk melihat sesuatu yang menonjol. Namun nihil, tak ada yang menonjol sama sekali.
"Baek? Kau sungguh Baekhyun kan?" Sehun menatap intens Baekhyun yang duduk disofa yang ada dihadapannya, "atau kau adiknya? Setahuku Baekhyun itu lelaki bukan perempuan."
Baekhyun gelagapan sendiri mendapat pertanyaan seperti itu, ia pun memutar otaknya dengan mencari jawaban yang tepat, "Aku sedang crossdressing bodoh! Kau tahu sendiri kalau aku cantik jadi ketika aku melakukan crossdressing aku pun sangat terlihat seperti seorang perempuan."
Alis Sehun terangkat, dia meletakan jemarinya pada dagu dan melakukan pose berpikir, "Benarkah? Kenapa aku ragu ya?" tatapan mata Sehun pun sangat intens seperti sedang menelanjangi Baekhyun, Baekhyun yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya menunduk merasa risih, "coba kau lepas wigmu!" hampir saja Baekhyun memekik kaget mendengar perintah Sehun.
"K-kenapa harus?" Baekhyun menyentuh rambutnya sendiri, "aku sudah memakai wig ini dengan susah dan kau menyuruhku untuk melepasnya? Tidak!"
Mata Sehun berputar malas, ia pun menunjuk kedua buah dada Baekhyun, "Ya sudah lepas itu saja, itu lebih mudah kan? Palingan kau memakainya dengan bakpao isi ayam." entah pikiran dari mana Sehun mengucapkannya. Mungkin saja Sehun sedang lapar hingga sempat sempatnya dia memikirkan makanan disaat seperti ini.
Mau tak mau Baekhyun pun menyentuh payudaranya sendiri membuat payudara itu sedikit menyembul diatas kaosnya memperlihatkan belahan dadanya tanpa disadari. Sehun yang melihat hal itu segera memekik kaget, "Sial! Itu payudara sungguhan!" Sehun pun menatap gadis dihadapannya dengan tatapan tajam, "kau bukan Baekhyun ya?"
"Aku Baekhyun!" jawab Baekhyun sedikit emosi. Oh sepertinya ia tak bisa membohongi Sehun lagi untuk kali ini, "aku Baekhyun, teman kelasmu yang paling tampan dan cerdas," mendengar jawaban Baekhyun Sehun menjadi percaya. Ya, teman kelasnya itu memang arrogan, sombong, dan suka pamer.
"Lalu kenapa kau mempunyai payudara sebesar itu?" mata Sehun tiba tiba membola dengan horror, "kau transgender ya?"
Sungguh Baekhyun sangat kesal dengan ucapan lelaki albino itu. Dengan kasar, Baekhyun menarik tangan Sehun dan mengarahkannya pada payudaranya sendiri, "Ini asli sialan! Aku tidak melakukan transgender!"
Sehun hanya mampu menelan ludahnya kasar menyadari tangannya kini sedang meraba payudara seorang gadis. Sehun akui bahwa payudara Baekhyun sangat bagus dan kenyal, dan sepertinya payudara itu asli dan bukan transgender. Lagi pula, Sehun yakin payudara transgender tidak akan senikmat ini jika dirabanya.
Mungkin ini adalah sikap ceroboh Baekhyun yang sangat berdampak buruk. Entah mengapa Baekhyun merasakan sensasi yang menikmatkan ketika payudaranya mulai diraba dan sedikit diremas tangan Sehun. Hampir saja Baekhyun mendesah tetapi tiba tiba pintu apartemennya terbuka dan mendatangkan Chanyeol dengan wajah penuh amarahnya.
"Sehun! Baekhyun! apa yang sedang kalian lakukan?" seketika itu pula Sehun segera menarik tangannya dari payudara Baekhyun. kedua anak itu segera menunduk seperti seorang anak yang ketahuan habis mencuri permen oleh ayahnya.
Tak pernah dalam kamus seorang Byun Baekhyun itu merasa takut. Sikapnya yang sok pemberani dan sedikit congak dan arrogan menjadikan pribadi lelaki mungil itu sering bertingkah semaunya tanpa mengenal rasa takut. Bahkan saat tubuhnya berubah menjadi seorang perempuan, ia tak takut sama sekali melainkan merasa marah dan kesal.
Namun keadaan sekarang berbeda, entah mengapa Baekhyun takut melihat sosok Chanyeol yang berdiri didepan pintu melihatnya dengan tatapan penuh amarah. Pikirannya pun terbang membayangkan bahwa Chanyeol akan memukulnya. Tetapi ekspetasinya salah, Chanyeol justru menarik lengan Sehun dengan kasar, "Sekarang. Kau. keluar!" perintah Chanyeol penuh penekanan.
"T-tapi—"
"Tidak ada penolakan! Kau keluar sekarang." Chanyeol menunjuk pintu apartemennya, "kita bisa berbicara apapun besok. Sekarang kau keluar sialan!" harus diakui, amukan Chanyeol memang dahsyat. Meskipun Chanyeol sering sekali marah marah pada Baekhyun, baru kali ini Baekhyun melihat Chanyeol seemosi ini.
Sehun pun segera berlari keluar apartemen itu, ia sungguh tak ingin mencari masalah apapun pada Chanyeol.
Setelah kepergian Sehun, fokus Chanyeol pun berubah menatap Baekhyun. Ia menatap penampilan Baekhyun yang memakai pakaian seksi dengan kesal, "Kenapa kau memakai baju seseksi ini? Kau sengaja ingin menggoda Sehun dengan tubuh barumu?"
"Aku tak tahu Sehun yang akan datang, aku lupa mengecek intercomnya," kepala Baekhyun makin menunduk dalam, gadis itu terlihat ketakutan, "aku memakai ini karena merasa gerah ketika tidur."
"Aku memaklumi itu, Baek," dengusan Chanyeol terdengar, "tetapi untuk bagian yang menyentuh payudara itu keterlaluan! Asal kau tahu sekarang kau adalah perempuan, dan perempuan itu sangat menjaga kehormatannya karena perempuan itu istimewa. Jangan menjadi seorang jalang yang selalu merendahkan martabatnya."
Entah mengapa ucapan Chanyeol sangat menohok hati Baekhyun, air mata seketika menuruni pipi mulus Baekhyun. Baekhyun bahkan tak mengerti mengapa ia menangis padahal ketika ia menjadi lelaki ia sama sekali tak pernah menangis, yang ia rasa saat ini adalah dadanya terasa sesak dan menangis adalah salah satu cara untuk menghilangkan rasa sesak itu.
Baekhyun adalah kelemahan Chanyeol, dan itu berlaku sampai sekarang. Lelaki itu pun langsung luluh ketika melihat air mata Baekhyun. Segera saja Chanyeol ikut duduk disebelah Baekhyun dan memeluk gadis itu, membiarkan gadis itu menangis dalam pelukannya.
Chanyeol paham pasti Baekhyun menangis karena efek sikap perempuannya. Ya, perempuan memang sering meluapkan sesuatu dengan air mata, karena perempuan itu selalu menggunakan perasaannya.
.
.
.
Mata Chanyeol enggan tertutup meskipun malam kini kian larut. Fokus pandangannya masih memandangi Baekhyun yang kini tertidur lelap dengan nafas teratur disampingnya, jemari Chanyeol bahkan mengelus lembut pipi gadis itu. Ia sangat merutuki dirinya sendiri yang membuat mata gadisnya menjadi sembab akibat menangis.
Ya, Chanyeol menyesali mempunyai sikap pemarah dan emosian sehingga membuat orang yang ia sayang terluka.
Seperti biasa, Chanyeol mengecup ringan kening Baekhyun yang kini terlelap, "Selamat malam, gadisku Byun Baekhyun." dan setelahnya lelaki itu pun memilih memejamkan matanya dengan hati yang selalu berdo'a bahwa perasaannya akan terbalaskan.
.
.
.
Dipagi yang indah seperti pagi ini, Baekhyun sudah mematut dirinya didepan kaca. Ya, ini adalah hari pertama Byun Baekhyun versi perempuan bersekolah. Maka dari itu, gadis itu berdandan lama untuk mendapatkan penampilan yang menarik dihari pertamanya.
Lipgloss pink, bedak tipis, dan eyeliner yang membingkai matanya pun membuat sosok Baekhyun tampak sangat cantik. Terutama, rambut Baekhyun yang sengaja ia gerai membuatnya seperti sesosok bidadari cantik yang turun dari langit.
Chanyeol pun mengakui hal itu, lelaki itu bahkan tak berkedip melihat Baekhyun sangat cantik hari ini. Dan sialnya, Baekhyun juga memakai seluruh barang branded yang membuatnya tampak natural namun glamour dalam satu waktu. Sungguh! Chanyeol tak mengerti dari mana Baekhyun mempelajari berbagai macam fashion.
"Jangan menatapku terus Chan, nanti kau tersedak," Kekehan Baekhyun terdengar, gadis yang sedang memakan serealnya itu tersenyum menawan membuat Chanyeol sungguhan tersedak, "yaampun Chan, hati hati makannya." Segera saja Baekhyun mengambil segelas air untuk Chanyeol.
"Kenapa kau sangat cantik, Baek?" tanya Chanyeol tanpa sadar.
Lagi lagi Baekhyun terkekeh, ia menatap sahabat lelakinya dengan tatapan menggoda sekaligus penasaran, "Kau suka padaku ya?"
Belum sempat Chanyeol menjawab iya, pintu apartemen berbunyi. Langsung saja lelaki itu berjalan mendekati pintu dan menatap layar intercom dengan tatapan Bahagia, setelahnya ia pun membuka pintu apartemen dan menemukan seorang pria separuh baya tersenyum hangat dengan membawa map berkas.
"Permisi Tuan muda Chanyeol," pria itu membungkuk sopan lalu menyerahkan map berkas itu pada Chanyeol, "ini surat – surat yang tuan muda minta."
Chanyeol membuka map itu dan mengeceknya, "Baguslah, kau bekerja dengan baik paman," Chanyeol menatap pria dihadapannya dengan senyuman andalannya, "terima kasih." Ya, meskipun Chanyeol adalah seorang anak dari keluarga kaya, dia didik untuk sopan kepada yang tua walaupun yang lebih tua itu memilki pangkat dibawahnya.
Setelah kepergian Tuan Lee –pria paruh baya yang menjadi tangan kanan keluarga Park, Chanyeol segera masuk dan mendekati Baekhyun untuk menyerahkan map yang diberikan Tuan Lee padanya, "Ini untukmu."
Alis Baekhyun berkerut heran mendapati map itu, "Map apa ini?"
"Buka saja!"
Jemari lentik Baekhyun membuka map itu dan menemukan beberapa surat identitas palsu tentang dirinya, "Kau memanipulasi dataku dengan data baru?" ia pun membaca nama barunya yang tertera pada surat – surat itu, "namaku Byun Baekhee?"
"Ya, aku rasa itu nama yang cocok untukmu, Baek."
Kini tatapan Baekhyun beralih pada Chanyeol yang sibuk memakan serealnya, "Sejak kapan kau membuat semua ini?"
"Sejak kau berubah," Chanyeol pun menatap Baekhyun membuat keduanya saling bertatapan, "aku menyuruh tangan kanan ayahku untuk membuat data palsu tentangmu, Baek. Aku pikir kau masih belum siap menunjukkan dirimu yang sekarang di sekolah."
Entah mengapa jantung Baekhyun mendadak berpacu cepat dan kedua pipinya memerah mendengar ucapan Chanyeol. Ia tahu Chanyeol memang sangat perhatian padanya, namun baru kali ini ia merasa ada rasa yang aneh pada dirinya.
.
.
.
Membiarkan Baekhyun menaiki motornya dengan rok mini adalah sebuah kesalahan besar yang Chanyeol lakukan saat ini. Berkali kali Chanyeol merutuki dirinya sendiri karena hal itu. Bagaimana tidak? Paha mulus dan putih Baekhyun kini terekspos dengan begitu jelas karena rok mininya terangkat.
Jika Chanyeol bisa memilih, ia lebih memilih Baekhyun menjadi versi lelaki saja karena pahanya tak akan terekspos jika ia menaiki motornya.
Bukan hanya Chanyeol saja yang merasa kesal, Baekhyun juga merasa risih dengan rok yang sedang ia pakai. Ia sungguh tak menyangka jika menjadi perempuan itu sangat rumit karena harus merasakan hal seperti ini.
Untung saja tak butuh waktu yang lama mereka berdua telah sampai disekolah. Tetapi sialnya, saat mereka sampai sampai disana, seluruh orang melihat mereka dengan tatapan penasaran, yang lebih tepatnya penasaran akan sosok perempuan yang kini berada didekat Chanyeol.
Mereka menatap Baekhyun dengan tatapan memuja dan ada beberapa dari mereka yang menatapnya dengan tatapan sinis.
"Hei siapa perempuan itu? jangan jangan dia pacarnya Chanyeol oppa!"
"Woaah, Cantik~"
"Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan."
"Wah, kenapa wajahnya sangat cantik, tetapi kok mirip Byun Baekhyun?"
"Cih, pasti dia menawarkan tubuhnya demi mendapatkan Chanyeol!"
Seluruh orang bahkan mengomentari sosok perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Baekhyun. Baekhyun bahkan sampai menunduk tak berani menghadapi tatapan seluruh orang yang berada disekolahnya.
Sikap arrogan dan sombong seorang Baekhyun seketika hilang. Ia yang biasanya suka sekali menjadi pusat perhatian, kini justru terdiam membatu karena hal itu.
Melihat hal itu, hati Chanyeol merasa iba. Chanyeol dengan sangat perhatian pun menggenggam jemari Baekhyun untuk menguatkan gadis itu, "Tenanglah Baek, aku ada didekatmu."
Ucapan Chanyeol sungguh menenangkan layaknya mata air ditengah gurun. Baekhyun mendongakkan kepalanya dan menatap dalam mata obisidan Chanyeol. kedua anak itu saling bertatapan dalam sampai sampai para siswa disana memekik gemas melihat kemesraan mereka.
"A-aku takut, Chan." lirih Baekhyun sangat pelan seolah berbisik.
Senyuman Chanyeol pun mengembang, dengan lembut ia mengusak pelan rambut Baekhyun "Aku ada didekatmu, jangan takut."
Siapa sangka bahwa perkataan Chanyeol yang menenangkan Baekhyun akan membuat teriakan para siswa menggila? Ya, setelah Chanyeol menenangkan Baekhyun, semua yang ada disana pun berteriak keras, "Cium! Cium! Cium!"
"Kurasa lebih baik kita pergi dari sini secepatnya, aku akan mengantarmu ke ruang kepala sekolah sebelum aku ke kelasku." Chanyeol memutuskan tatapannya dengan risih. Dan setelahnya, ia pun mengantarkan Baekhyun ke ruangan kepala sekolah. Meninggalkan para siswa yang kini berteriak kecewa akibat kepergian mereka.
.
.
.
Suasana mencekam kini terasa pada pelajaran Guru Song. Lelaki tua itu memang cukup galak untuk menjadi seorang guru Bahasa Inggris sekolah menengah. Pelajaran Bahasa Inggris yang seharusnya cukup menyenangkan dan seru kini berubah menjadi mendebarkan dan menakutkan selayaknya pelajaran Fisika.
Sebatang penggaris kayu kini dengan bisingnya terketuk di papan tulis putih yang tersorot oleh cahaya proyektor –yang menampilkan gambar seekor kucing anggora lucu. Mata elang Guru Song menatap seluruh siswa diruangan kelas itu dengan dingin, "Jadi siapa yang bisa membuat teks Descriptive untuk kucing ini?"
Tak ada jawaban dari seluruh orang diruangan itu. Mereka justru sibuk mencorat coret buku mereka tak peduli dengan pertanyaan Guru Song. Decihan Guru Song pun terdengar, "Asal kalian tahu! Ini adalah pelajaran anak SD! Kalian itu sudah menengah atas, bagaimana bisa membuat teks saja tidak bisa hah?"
Semua orang disana lagi lagi diam. Mereka lebih memilih diam ketimbang harus menjawab pertanyaan guru itu. Karena Guru Song akan lebih galak lagi pada orang yang menjawab salah pertanyaannya. Jadi, dari pada menjawab, lebih baik diam bukan?
"Jadi tak ada yang mau menjawabnya?" suara Guru Song meninggi, matanya pun kini menatap tajam kursi kosong disebelah Chanyeol, "dimana Baekhyun? apakah dia membolos?" pria tua itu bahkan mengerutkan alisnya bingung menyadari bahwa siswa pintar yang arrogan seperti Baekhyun bisa tidak masuk dalam kelasnya.
Chanyeol yang sebelumnya sibuk menunduk –memainkan game diponselnya, kini menatap Guru Song, "Baekhyun pindah, pak."
"Pindah?" kini bukan hanya Guru Song saja yang merasa bingung, seluruh siswa pun sama. Mereka kini menatap Chanyeol seolah meminta penjelasan.
Belum sempat Chanyeol menjawab, pintu ruang kelas pun terbuka menunjukkan kepala sekolah mereka, dan seorang siswi yang bersama Chanyeol diparkiran. Guru Song pun langsung menemui dua orang itu.
Tak berapa lama, kepala sekolah pun pamit pergi. Guru Song pun memperkenalkan Baekhyun ke seluruh siswa, "Perkenalkan, dia Byun Baekhee, ayo Baekhee perkenalkan diri!"
"Hm, saya Byun Baekhee, pindahan dari Buncheon." Baekhyun merasa gugup saat mendapatkan tatapan penasaran dari seluruh siswa dikelasnya, bahkan diantara mereka berbisik sinis tentang Baekhyun. Untung saja Chanyeol berusaha menyemangati dari tempat duduknya, membuat Baekhyun merasa tenang.
Senyuman Baekhyun pun mengembang, kepercayaan diri seorang Baekhyun pun kini bangkit kembali, "Kalian mungkin berpikir bahwa aku mirip dengan Baekhyun oppa kan? Ya, kami berdua memang saudara kembar." seluruh siswa disana menatap Baekhyun tak percaya, begitupula Chanyeol. Bagaimana mungkin Baekhyun segila ini dengan mengatakan hal dusta bahwa ia adalah kembarannya Baekhyun?
"Woahh, benarkah?"
"Hai Baekhee!"
"Yaampun! Kembarannya Baekhyun cantik sekali~"
"Demi apa? Aku sangat bersyukur Baekhyun pindah!"
Suara suara anak kelas mulai terdengar bising. Guru Song pun segera menyuruh Baekhyun duduk. Segera saja gadis itu menurutinya. Tanpa Baekhyun sadari ada sesosok lelaki mungil bermata bulat yang menatapnya tajam sedari tadi.
.
.
.
Semenjak Baekhyun memasukki kelas, fokus Chanyeol benar benar tertuju padanya. Matanya seolah membeku jika menatap wajah cantik Baekhyun. Walaupun ia tinggal satu apartemen dengan Baekhyun, rasanya belum cukup ia menikmati wajah cantiknya.
Sampai tiba tiba bunyi bel istirahat menghentikan tatapan Chanyeol. Lelaki itu pun segera memfokuskan dirinya pada ponselnya –berpura pura bermain game. Ia tak mau Baekhyun merasa risih karena ditatap olehnya.
Chanyeol kira Baekhyun akan memintanya ke kantin tetapi ternyata tebakannya salah. Gadis itu justru berdiri dari tempatnya dan berjalan mendekati Soyou.
OMG! Soyou? Apa Baekhyun tetap menjadikan Soyou gadis incarannya meskipun ia kini telah menjadi seorang gadis? Gila!
Lelaki jangkung itu pun hanya memilih menatap sinis Baekhyun. Rasa cemburunya masih tetap ada meskipun Baekhyun kini menjadi seorang perempuan.
Berbanding terbalik dengan Chanyeol, Baekhyun justru dengan senyuman manis andalannya mendekati Soyou dan menyapa gadis itu dengan lembut, "Kamu Soyou yah?" tanyanya sok berbasa basi.
"Kau mengenalku?" wajah Soyou terlihat bingung, ia pun menatap sinis penampilan Baekhyun yang sangat anggun dengan barang branded ditubuhnya.
"Hm," kepala Baekhyun mengangguk kecil. Tanpa persetujuan Soyou, Baekhyun duduk didepan gadis itu dengan tubuh menghadapnya, "Baekhyun oppa banyak menceritakanmu padaku."
"Benarkah?" wajah tidak bersahabat Soyou kini berubah menjadi raut wajah penuh penasaran, "Baekhyun bercerita padamu tentangku apa saja?"
Baekhyun pura pura berpikir serius, "Hm, Oppa menceritakan padaku bahwa kau adalah gadis yang cantik, pintar, baik tetapi sayang sedikit dingin padanya," senyuman Baekhyun pun mengembang tiba tiba, "tetapi kata Oppa kau itu gadis yang paling menarik dalam hidupnya, Soyou-ssi."
Kekehan Soyou terdengar, gadis itu segera menutupi mulutnya dengan telapak tangannya –tertawa anggun, "Benarkah Oppamu mengatakan hal itu?"
"Tak ada gunanya aku berbohong padamu."
Tanpa kedua gadis itu sadari, Chanyeol menatap mereka dengan tatapan jenuh. Ya tuhan! hati Chanyeol sangat panas mendengar rentetan kebohongan Baekhyun yang mengatakan bahwa ia menyukai Soyou. Apakah ia pikir dengan hal itu Soyou akan menyukainya? Dan jika Baekhyun tidak kembali menjadi perempuan mereka akan menjadi pasangan lesbian?
Ugh! Menggelikan!
"Park Chanyeol!" sebuah suara menginterupsi Chanyeol, ia segera saja menoleh dan menemukan seorang lelaki mungil bermata bulat yang memanggilnya.
Segera saja Chanyeol tersenyum untuk membalasnya, "Ya? Ada apa Kyung?"
Kyungsoo –lelaki yang memanggilnya pun segera mendekati Chanyeol dan menarik lengan lelaki jangkung itu, "Ada yang perlu aku bicarakan padamu!"
"Kenapa tidak disini saja?" tanyanya bingung.
"Aku ingin membicarakan hal yang sangat penting!"
Dan setelahnya Chanyeol pun tak menolak lagi ajakan Kyungsoo. Yang sialnya, tanpa kedua lelaki berbeda tinggi itu tahu, Baekhyun melirik gerak gerik mereka dengan sinis semenjak tadi.
.
.
.
Tidak disangka sebelumnya, ternyata Kyungsoo mengajak Chanyeol menuju atap sekolah. Mereka berdua saling berdiam diri semenjak menginjakkan kaki diatap sekolah itu. Suasana pun mendadak menjadi canggung dan sunyi, membuat suara burung saja terdengar memekakan telinga.
"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Chanyeol mencoba mencairkan kecanggungan yang ada.
Tak ada jawaban dari Kyungsoo, lelaki mungil itu justru menatap dalam mata obisidan Chanyeol dengan mata beningnya, "Kau gay kan?"
Pertanyaan yang tak disangka – sangka! Chanyeol membulatkan bola matanya tak percaya dengan pertanyaan teman sekelasnya. Bagaimana ia mengetahui orientasi seksualnya? "K-kau tahu dari mana?"
"Jadi itu benar?" senyuman Kyungsoo mengembang, ia menghela nafas lega setelahnya.
Alis Chanyeol menekuk bingung dengan respon Kyungsoo, "M-maksudmu?"
"Aku gay," pengakuan Kyungsoo membuat Chanyeol lebih kaget lagi, ia bahkan tak mengerti bagaimana sosok Do kyungsoo yang terkenal sebagai lelaki pendiam dengan otak cerdas yang digilai perempuan adalah seorang gay, "kau juga gay, kenapa kita tidak saling menjalin hubungan saja?"
"Maksudmu hubungan seperti apa?"
Kebingungan Chanyeol kini pun terjawab dengan Kyungsoo yang tiba – tiba saja mendekatinya dan menarik tengkuknya untuk mempertemukan kedua belah bibir mereka. Belum beberapa detik berlalu, Chanyeol segera melepaskan ciuman itu dan menatap Kyungsoo tajam.
"K-kenapa kau menciumku?"
"Aku menyukaimu, Chanyeol, sejak dulu" helaan nafas Kyungsoo terdengar, "aku tahu kau gay karena kau menyukai Baekhyun, dan sekarang Baekhyun telah pindah! Salahkan jika aku yang mengisi kekosongan dihatimu?"
"Maaf tapi—"
"Jadi aku ditolak?" tanya Kyungsoo dengan nada putus asa.
Tak ada jawaban dari Chanyeol, ingin rasanya Chanyeol menolak mentah mentah Kyungsoo dengan mengatakan hal sebenarnya pada pemuda mungil itu. Tetapi lidahnya seolah kelu, ia sungguh tak tega melihat respon Kyungsoo jika ia menolaknya, "Lalu jika aku menerimamu bagaimana?"
"Kau pacarku sekarang!" senyuman Kyungsoo mengembang membuat kedua bola matanya sedikit menekuk. Wajah angelnya sungguh cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini
Sungguh Chanyeol bingung dengan Kyungsoo saat ini. Selama ini lelaki mungil itu tak pernah menampilkan sedikitpun ketertarikannya pada Chanyeol. Lantas mengapa ia mengaku padanya hari ini? Semoga saja tidak ada rahasia apapun dibalik kejadian ini.
Dan semoga saja dengan ia menerima Kyungsoo sebagai kekasih gaynya tidak mempengaruhi hubungannya dengan Baekhyun.
Ya, semoga saja.
Tanpa Chanyeol sadari, seorang gadis mengikuti mereka dan sepasang matanya menatap dingin interaksi Chanyeol dan Kyungsoo tanpa terkecuali.
.
.
.
TBC
