MAGIC


Chanyeol X Baekhyun

Romance story


Hembusan angin musim gugur mulai terasa di penghujung akhir musim panas ini. Cuaca yang biasanya panas pun dikit demi sedikit berubah menjadi dingin. Dan dimalam ini, cuaca juga sedikit tidak bersahabat karena hujan terus menerus mengguyur seolah tak peduli aktivitas manusia yang banyak terganggu karena ulahnya.

Dan hal itu berlaku pada Chanyeol dan Baekhyun yang bergelung dibalik selimut saling berpelukan. Chanyeol sudah terlelap semenjak beberapa menit lalu, sedangkan Baekhyun masih membuka mata dengan sorot wajah ragu terlihat. Seolah ada dua buah pilihan yang membuat dia bimbang saat ini.

Baekhyun tiba - tiba melepaskan diri dari pelukan Chanyeol dengan perlahan tak ingin membangunkan kekasih raksasanya itu. Ia segera bangun dan memakai jaket tebal seperti ingin pergi ke suatu tempat.

Sebenarnya Baekhyun ingin pergi ke rumah madam sekarang. Ia tak peduli jika ini sudah tengah malam dan hujan mengguyur deras diluar. Karena yang ia butuhkan adalah jawaban atas kebimbangan hatinya.

Ya, kebimbangan atas gender yang selalu menghantuinya selama ini.

Lelaki mungil itu mengendarai motor Chanyeol dengan kecepatan yang begitu cepat, menerobos hujan, dan membiarkan dirinya sangat basah. Tak peduli sama sekali, jika ia adalah tipe yang mudah sakit jika harus berhujan - hujanan.

Ia sampai di rumah madam hanya butuh waktu 15 menit, yang biasanya ditempuh dalam waktu 45 menit. Ia segera memencet bel yang terpasang digerbang rumah itu dengan membabi buta. Tak peduli jika pemilik rumah sedang terlelap dalam cuaca mendukung seperti ini.

Hingga bel yang kelima, si pemilik rumah datang dengan wajah bantalnya memakai pakaian yang jauh berbeda dengan pakaian kerjanya yang terkesan serba hitam. Wanita paruh baya itu terlihat kaget ketika melihat Baekhyun saat ini. Ia ingat dengan jelas, Baekhyun adalah lelaki yang ia rubah menjadi wanita.

Tetapi kenapa ia berada disini dalam keadaan basah kuyup ditengah hujan?

Semua kesadaran madam Zhang kembali saat Baekhyun berteriak, "Madam Zhang! Aku minta bantuanmu!"

Dan setelahnya, Madam membiarkan Baekhyun masuk ke rumahnya terlebih dulu untuk menghangatkan lelaki yang terguyur hujan itu. Tak mungkin kan ia meninggalkan anak itu ketika keadaan anak itu mengenaskan seperti sekarang?

Segelas kopi hangat tersajikan untuk menghangatkan Baekhyun, ia memilih untuk duduk diruang tamu outdoor rumah madam dengan alasan tak ingin baju basahnya mengotori lantai rumah madam.

"Aku tak menyangka madam bisa sangat berubah drastis seperti ini." Baekhyun terkekeh mencoba berbasa - basi dengan wanita yang kini sedang tersenyum memperlihatkan dimplenya.

Mata sipit Baekhyun memperhatikan bagaimana gaun tidur wanita itu berwarna pink. Berbeda dengan pakaian kerjanya yang serba hitam. Dan harus Baekhyun akui, madam Zhang terlihat ratusan kali lebih cantik dengan seperti itu.

"Setiap orang memiliki banyak sisi dalam hidupnya, nak." Madam meminum pelan coklat panasnya dan menatap Baekhyun serius, "jadi apa alasanmu menemuiku saat ini?"

Hembusan nafas lelah Baekhyun terdengar, ia menatap madam dengan sorot penuh kesedihan, "Bisakah aku menjadi perempuan kembali?"

"Apa Chanyeol tak memberitahu padamu?" alis madam mengernyit bingung.

"T-tidak. Memangnya memberi tahu apa?"

Madam terlihat ragu sekarang, ia berkali - kali menghela nafas seperti meyakinkan dirinya sendiri, "Sebenarnya aku sudah memberi tahu Chanyeol bagaimana caranya untuk merubahmu kembali. Tetapi—"

"Bisakah kau langsung memberi tahu caranya?" potong Baekhyun seolah tak sabar.

"Kau hanya perlu meminum ramuanku yang kini berada pada Chanyeol. Setelahnya, kau harus bercinta dengannya."

Mata Baekhyun melebar mendengarnya, tetapi tiba tiba Baekhyun langsung berdiri dan membungkuk di depan madam, "Kurasa aku hanya membutuhkan itu saja. Terimakasih madam, aku harus pergi karena aku tak punya waktu lagi."

"Yak! Byun Baekhyun!" teriak Madam saat Baekhyun seolah tuli dan menerobos hujan lagi menuju motornya.

Tak ada yang bisa madam lakukan saat ini, wanita paruh baya itu hanya menghela nafas panjangnya, "Semoga konsekuensi yang akan diterima Baekhyun adalah sesuatu yang baik dan positif."


.

.

.


Setelah sampai di apartemennya, Baekhyun segera mencari ramuan yang madam maksud. Ia pun akhirnya menemukannya dilaci lemari Chanyeol dalam waktu yang cukup singkat. Setelahnya, lelaki mungil itu segera mandi untuk mempersiapkan dirinya dalam langkah menjadi wanita kembali.

Ia sengaja mandi dalam waktu lama untuk semua ini. Ya, dia harus membuat Chanyeol mau memasukki nya malam ini. Jika tidak, Baekhyun yakin tidak ada harapan lain bagi Baekhyun menjadi wanita kecuali dengan operasi transgender.

Ya tuhan, Baekhyun sama sekali tak ingin melakukan operasi itu.

Setelah Baekhyun mandi, ia segera mencari didalam lemari pakaian yang seseksi mungkin. Netra matanya pun tertuju pada lingerie yang seingatnya pernah ia beli bersama Chanyeol. Senyuman kecil lelaki mungil itu pun terlihat. Ia berharap Chanyeol tak akan menolaknya mentah - mentah.

Jam hampir menunjukkan tengah malam, dan saat itu juga Baekhyun meminum habis ramuan yang diberikan madam. Rasanya tak jauh berbeda dengan ramuan kemarin, tetapi efeknya entah mengapa lebih terasa saat ini.

Rasa panas menjalar pada tubuh Baekhyun tetapi panas yang berbeda dari kemarin. Ia merasa ada sebuah perasaan aneh dalam dirinya, apalagi ketika payudaranya mulai membesar namun tegang dalam satu waktu, dan yang paling parah ketika kejantanannya menciut terganti dengan vagina, vagina itu basah.

Baekhyun paham bahwa ramuan itu merangsang dirinya.

Tubuh Baekhyun pun dalam beberapa menit berubah menjadi seorang wanita. Lebih tepatnya wanita seksi yang berbalut lingerie yang ia pakai. Senyuman kecil Baekhyun terlihat melihat dirinya kembali menjadi seorang wanita lagi.

Berbeda dengan perubahannya yang pertama, Baekhyun akui perubahannya yang kedua tubuhnya menjadi makin seksi. Payudaranya menjadi lebih besar begitu pula bokongnya.

Kepercayaan dirinya ia kumpulkan terlebih dulu sebelum ia menggoda Chanyeol. Ia pun berjalan kearah ranjang dan naik diatas ranjang itu dengan perlahan. Setelahnya, ia duduk diatas selangkangan Chanyeol. Mengelus lembut gundukan Chanyeol yang masih tertidur.

Chanyeol tiba tiba terbangun merasakan seseorang mengelus lembut kejantanannya dan membuka zipper celananya, "B-baek? Apa yang– ugh.. Akhh." desah Chanyeol saat Baekhyun memeberikan blow job pada kejantanan lelaki itu.

Mata Chanyeol melebar melihat apa yang ada dihadapannya saat ini. Baekhyun versi wanita dengan pakaian lingerie tipis yang terbalut menutupi tubuh seksi nya. Chanyeol hampir saja menyerang Baekhyun jika saja ia tak ingat apa konsekuensinya nanti.

"Chan! Aku ingin bercinta denganmu. Kau tau kan apa tujuanku melakukan ini?" wajah Baekhyun terlihat polos namun jemarinya dengan lincah memijit kejantanan Chanyeol yang setengah menegang. Demi tuhan! Wajah Baekhyun memerah menyadari ukuran penis Chanyeol tiga kali lebih besar ketimbang penisnya sendiri.

"Oh my god! Baekhh- akhh stopp!" jemari Chanyeol berusaha menghentikan kocokan Baekhyun, "aku tidak bisa, Baek. Maaf."

Blow job Baekhyun seketika berhenti. Matanya menatap nanar Chanyeol yang wajahnya kini memerah akibat blow job yang diberikan Baekhyun, "Kau menolakku?"

"A-aku—"

"Baiklah jika kau menolakku! Tapi, Aku pastikan vaginaku dimasukki olehmu, Park!" kata - kata Baekhyun begitu vulgar membuat Chanyeol membeku ditempat.

Dan setelahnya, ia melihat bagaimana Baekhyun membuka lingerie nya hingga tubuhnya telanjang bulat. Dengan cepat, wanita itu pun melakukan hal yang sama pada pakaian Chanyeol. Lelaki jangkung itu memilih diam tak sanggup merespon apapun saat ini.

Apalagi Chanyeol tahu betul bahwa saat ini Baekhyun telah dibutakan nafsu.

Bibir ranum milik Baekhyun pun mencium Chanyeol dengan kasar. Meski begitu, ciuman itu terlihat berantakan seperti seorang pemula. Chanyeol akhirnya menyeringai dalam ciuman itu dan membalas ciuman itu hingga akhirnya dia yang mendominasi.

Ciuman itu makin lama makin panas. Baekhyun yang awalnya berada diatas Chanyeol kini Chanyeol balikkan posisinya hingga si mungil kini berada di bawahnya. Ciuman Chanyeol pun bergerak menuju telinga Baekhyun dan mengulum telinga wanita itu.

"Baiklah jika itu yang kau mau, Baek. Kuharap kau tak akan sedih menerima konsekuensinya nanti." bisik Chanyeol dengan suara berat dan seksinya.

Lumayan lumayan kecil Chanyeol berikan pada leher Baekhyun membuat tanda kemerahan disekitar leher putih wanita itu, hingga akhirnya ia menghisap puting Baekhyun dengan sensual membuat Baekhyun tak bisa menyembunyikan desahannya.

"Akh! Chan~ nikhmaatt." Baekhyun membusungkan dadanya dan mendorong kepala Chanyeol agar makin dalam mengulum putingnya.

Selagi mulut Chanyeol bekerja, ia juga mengarahkan jemari tangannya untuk meremas payudara kiri Baekhyun. Rasa nikmat itu menjalar di kedua dada Baekhyun membuat lelehan liquid kenikmatan keluar.

"Akh!" desah Baekhyun dengan memekik saat ia merasakan rasa hangat dan basah pada kemaluannya. Matanya turun kebawah dan melihat Chanyeol sedang menjilat vaginanya yang basah, "itu kotor Chan! Langsung ke inti saja."

Chanyeol menyembulkan kepalanya dari selangkangan si wanita, "kau yakin?"

"I-iya."

Setelahnya Chanyeol naik keatas tubuh Baekhyun, dengan perlahan ia mengarahkan kepala penisnya pada lubang vagina wanita itu. Ia menatap dalam mata Baekhyun dan menciumnya dalam saat penisnya telah masuk kedalam lubang hangat si mungil.

"Hmmpph." desah Baekhyun tertahan bibir Chanyeol yang membungkamnya. Rasa perih menjalar di area kewanitaannya karena lubang perawannya dirobek oleh penis besar Chanyeol.

Chanyeol dengan perlahan menggenjot tubuhnya saat penisnya sudah sepenuhnya masuk pada lubang surgawi itu agar rasa sakit Baekhyun bisa diminimalisir.

"Akhh~ fast chan~ oh my god!" desahan Baekhyun memenuhi satu apartemen itu. Wajahnya terlihat keenakan dengan kepala yang mendongak keatas dan mata yang terpejam saat Chanyeol menemukan pusat kenikmatannya.

"Kau sempith sekali, Baek." Chanyeol mengerang saat penisnya seolah diremas oleh dinding vagina Baekhyun.

Ritme bercinta keduanya yang semulanya tenang dan lembut makin lama makin kasar dan menggila. Bahkan Baekhyun telah orgasme 3 kali sedangkan Chanyeol belum sama sekali.

Jemari Baekhyun menarik random rambut Chanyeol sedangkan Chanyeol menyesap puting payudara Baekhyun. Mereka sama - sama menggila karena semua ini. Hingga akhirnya Chanyeol mencapai orgasmenya dan mengeluarkan cairan putihnya pada rahim Baekhyun.

Keduanya sama sama memekik keras saat itu hingga keduanya ambruk setelahnya. Netra keduanya saling bertatapan dengan senyuman manis

Chanyeol dengan perlahan mengeluarkan penisnya yang melemas dari vagina wanita itu, dia tersenyum tampan dan mencium pipi Baekhyun dengan lembut, "Terima Kasih, Byun Baekhyun kuharap kau tak menyesal dengan ini semua."

"Terima Kasih juga, Chanyeol. Aku akhirnya bisa menjadi perempuan selamanya." ucap Baekhyun lalu wanita itu terlelap karena kelelahan.

Jemari Chanyeol mengelus lembut rambut panjang Baekhyun, dengan senyuman pahit terukir di bibirnya, "Maafkan aku, Baek. Kupikir kau tak tahu mengenai apa yang akan terjadi nanti." Chanyeol sedikit bangun dan mencium lembut kening berkeringat wanita itu, "selamat malam gadisku. Semoga kau tidur dengan nyenyak."


.

.

.


Bias cahaya mentari memasukki kamar luas itu melalui celah – celah gorden, membuat seorang gadis mungil yang terbaring diranjang king size itu menggeliat merasa terganggu. Baekhyun –gadis itu pun akhirnya terduduk dengan wajah kusutnya, ia menghela nafas kecewa menatap space kosong disampingnya yang seharusnya diisi dengan Chanyeol.

Ah memikirkan Chanyeol wajah Baekhyun menjadi memerah sendiri, ia membayangkan kejadian panas semalam ia dengan Chanyeol dikamar ini. Dan wajahnya tambah memerah ketika ia melihat sebuah kemeja putih kebesaran melekat ditubuhnya , ah pasti Chanyeol yang memakaikannya.

Ia pun segera berdiri dan menghampiri cermin yang berada disana untuk melihat tubuhnya saat ini. Senyumannya mengembang menyadari dia telah berubah sepenuhnya menjadi seorang wanita dengan rambut panjang kecoklatan yang tergerai diatas kepalanya.

"A-aku telah menjadi perempuan selamanya kan?" tanyanya entah kepada siapa. Ia menatap pantulan dirinya dicermin dengan sedikit tak pecaya, tetapi tiba – tiba perasaan ragu menghampiri benaknya, "tetapi apakah ini yang sebenarnya kuinginkan?"

"Kau sudah bangun, Baek?" suara berat itu yang memecahkan seluruh keterdiaman Baekhyun, Baekhyun sungguh rindu dengan sosok pemilik suara berat ini. Ia pun segera berbalik dan wajahnya makin memerah ketika mendapati sosok Chanyeol berdiri diambang pintu kamar mandi dengan half naked.

Baekhyun yang sebenarnya ingin memeluk Chanyeol justru terdiam canggung, "I-iya, Chan."

"Mandilah! Biar aku yang menyiapkan sarapan." Chanyeol berjalan menuju lemari pakaian, sedangkan Baekhyun justru masih terdiam menatap perut Chanyeol yang terlihat sedikit kotak – kotak, gadis mungil itu sedikit flashback bahwa dirinya sangat menginginkan perut seperti itu dulu, tetapi yang didapatkannya kini justru payudara ideal idaman seluruh wanita.

"Jangan menatapku seperti itu terus, Baek. Bisa – bisa kau menyerangku seperti semalam." seringaian Chanyeol terlihat, si gadis mungil itu hanya mendengus kesal dan berlari secepat mungkin dari sana menuju kamar mandi merasa malu telah tertangkap basah mengamati abs Chanyeol.

Kekehan Chanyeol terlihat, ia menatap pintu kamar mandi yang tertutup itu dengan tatapan teduhnya. Entah mengapa pagi ini ia merasa sangat senang melihat Baekhyun yang masih menjadi seorang wanita. Persetan dengan konsekuensi bodoh itu! yang terpenting sekarang dia merasa nyaman bersama Baekhyun.


.

.

.


Pagi ini Chanyeol memilih untuk membuat sandwich dan susu. Ah iya, selain berbakat dan tampan Chanyeol juga memiliki keahlian memasak yang hebat. Ya, dia sungguh replika sosok lelaki sempurna didunia ini.

Dia memilih duduk dimeja makan menunggu Baekhyun dan tangannya memegang sebuah kotak beludru kecil, hingga akhirnya sosok yang ia tunggu keluar dari sana dengan pakaian kasual khas Byun Baekhyun versi lelaki –kaos putih bertuliskan supreme dan celana levis pendek. Chanyeol segera menyembunyikan kotak itu dan mengerut melihat itu penampilan Baekhyun, "Kenapa kau bergaya seperti itu? bukankah banyak gaun dan pakaian perempuan dilemarimu?"

"Entahlah, Chan. Perubahan kali ini terasa berbeda dengan perubahan kemarin. Jika kemarin sifatku berubah menjadi perempuan dengan menyukai barang – barang girly, kali ini tidak. Mungkin ini karena ramuan madam yang diberikan padaku adalah ramuan pengubah gender, bukan ramuan untuk menunjukkan auraku."

Helaan nafas Chanyeol terdengar, ia menatap Baekhyun sedikit was – was, "Jadi kau tidak akan bermanja – manja padaku seperti sosok Baekhee kemarin dan tak akan memanggilku oppa dengan suara imutmu lagi?"

"Bisa jadi," Baekhyun memakan sandwichnya dengan tenang, jauh berbeda ekspressinya dengan Chanyeol yang menatapnya gelisah, "lagipula aku tak mau menjadi Baekhee lagi, aku tak ingin membingungkan siapapun dan aku juga tak mau nama Byun Baekhyun tercoreng karena 2 bulan lagi kita mendekati kelulusan."

"Tunggu—" alis Chanyeol berkerut bingung, "kau ingin mempublikasikan perubahanmu?"

"Tidak, aku akan menyembunyikannya dengan menyamar menjadi Baekhyun versi lelaki."

WHAT THE— bolehkah Chanyeol mengumpat sekarang? Mengapa semuanya jauh dari ekspetasinya selama ini? Mengapa Baekhyun kembali menjadi perempuan tetapi sikapnya tidak? Chanyeol sungguh tak bisa membayangkannya, Baekhyun yang menjadi girly saja menyebalkan bagaimana sekarang?

Tahukah kalian sikap asli seorang Byun Baekhyun?

Dia itu seorang keras kepala, sombong, berlidah tajam, suka pamer, suka iri, dan lebih parahnya lagi playboy. Oh my god! Bagaimana Chanyeol harus bisa mengatasi semua itu?

Chanyeol pun memilih untuk menyibukan dirinya dengan sandwich yang ada didepannya, tetapi tiba – tiba Baekhyun mendekatinya membuat Chanyeol hampir saja menyemburkan sarapannya karena jarak mereka saat ini, "Heh Chanyeol! ayo kita berkencan!"

Dan wanita mana yang mengajak seorang lelaki berkencan tanpa semburat merah dan gaya malu – malu kucing? Dan justru sekarang Baekhyun mengajaknya berkencan seperti mengajaknya bermain PS. Oh My God! Dasar Baekhyun!

"Baiklah, tetapi aku yang akan memilih stylemu untuk kencan nanti. Karena aku lebih suka lelaki girly ketimbang perempuan tomboy."

Dengusan Baekhyun terdengar, dia segera menghabiskan susu strawberrynya dan pergi kekamarnya dengan hentakan kaki kesalnya, "Terserah kau saja, sialan!"

Tuh kan. Kata – kata kotornya keluar lagi.


.

.

.


"Pakai ini!" perintah Chanyeol, ia memberikan setelan dress dengan blezer berwarna baby blue. Baekhyun sebenarnya menyukai warna lucu itu tetapi untuk dress itu, ya tuhan! rasanya Baekhyun ingin membakarnya saja. Ia sungguh kesal dengan dirinya sendiri yang entah mengapa merasa risih dengan pakaian itu, padahal saat dia menjadi perempuan kemarin dia justru sangat menyukainya.

Menyadari keterdiaman Baekhyun, Chanyeol mendengus, "Bukankah saat perubahanmu kemarin kau justru sangat menyukai semua barang ini bahkan kau bisa berdandan layaknya seorang perempuan pada umumnya."

"Itu berbeda, bodoh!"

Lagi – lagi mengumpat, Chanyeol hanya menatap tajam Baekhyun dan mengancam gadis itu, "Kau bersiaplah! Jika kau tak mau memakai semua itu aku pastikan kau telanjang dan berkencan diatas ranjang!"

"Otak mesum dasar!" tendangan Baaekhyun pun terarah kearah bokong Chanyeol, tetapi setelahnya Chanyeol dengan cepat keluar dari kamar itu.

Setelah Chanyeol keluar, Baekhyun menatap dress didepannya dengan wajah bingungnya. Ya tuhan! seharusnya inilah yang Baekhyun inginkan! Tetapi mengapa sekarang ia seolah tak menginginkan semua ini?

Mau tak mau Baekhyun memakai dress itu dengan setengah hati. Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan perasaan campur aduk, ada perasaan senang tetapi ada perasaan sedih juga. Ia pun memilih untuk menggerai rambut panjangnya tanpa memakai hiasan apapun dikepalanya.

Baekhyun memilih untuk memakai sepatu sneakersnya ketimbang sepatu wedges ataupun highheels yang dulu sering ia pakai. Untuk riasan wajah, Baekhyun memilih memakai bedak yang tipis dan lipgloss untuk menutupi bibir ranum pucatnya.

Setelah selesai, Baekhyun keluar dari kamar dengan wajah penuh keraguan. Ia menghampiri Chanyeol yang sudah bersiap dengan tampilan tampannya, "Chanyeol-ah!"

"Ah Baek," Chanyeol meneliti penampilan Baekhyun saat ini, sangat jauh berbeda dengan penampilan Baekhyun waktu menjadi perempuan kemarin. Gayanya terkesan seperti perempuan yang tak menyukai berdandan, "Kau terlihat lebih natural."

"Apa ini terlihat aneh?"

Chanyeol mendekati Baekhyun dan mengusak gemas rambut panjangnya, "Kau justru terlihat cantik sekaligus natural Baek. Aku menyukainya."

"Kau menyukaiku yang natural? Jadi kau tak menyukaiku yang terlihat imut atau seksi eoh?"

"Imut atau seksi? Maksudmu?"

Dengan tiba – tiba Baekhyun melakukan wink dan bibirnya ia gigit dan ia jilat secara sensual, melihat itu Chanyeol tertegun, "Ini namanya seksi," dan berikutnya Baekhyun tersenyum manis sekali membuat kedua matanya menyipit bak bulan sabit kemudian si mungil itu pun melakukan aegyo, "Chan~ yang ini namanya imut~"

Chanyeol tidak bisa menahan dirinya untuk mengecup bibir, kedua pipi, dan kening Baekhyun saat ini, "Aku menyukai Baekhyun dalam bentuk apapun, bahkan jika kau menjadi seorang lelaki berABS dan berotot besar pun aku masih menyukaimu."

"Cih dasar penggombal bermulut buaya!" senyuman remeh Baekhyun muncul.

Ya tuhan! kemana sosok feminim Baekhyun yang akan bersemu merah jika Chanyeol mengungkapkan kata cinta? Aish! Kenapa ia justru kembali menjadi sosok Baekhyun bermulut pedas? KENAPAAA?!

Chanyeol pun hanya bisa mengelus dada dan tersenyum pasrah menghadapi Baekhyun, lagi pula bukankah dulu juga Chanyeol sering sekali ditampar oleh kata – kata pedas si mungil itu?


.

.

.


Kencan mereka berdua berjalan baik saat ini, apalagi Baekhyun yang entah mengapa menjadi possessive pada Chanyeol dan selalu memeluk lengan Chanyeol dengan tidak tahu malunya didepan umum, ia bahkan beberapa kali mencium pipi Chanyeol ketika beberapa perempuan mencuri – curi pandang pada Chanyeol.

Tuh kan, sikap suka pamernya keluar.

Mereka berdua kali ini memilih sungai han sebagai tempat kencan mereka. Keduanya terduduk disamping sungai, dan menatap aliran tenang sungai dengan memakan ice cream bersama.

Kekehan Chanyeol terdengar saat mendapati mulut Baekhyun yang kotor karena memakan ice cream strawberrynya, "Sayang, kau makannya berantakan sekali sih." Jemari Chanyeol ia arahkan pada bibir Baekhyun dan mengelap sisaan ice cream dimulut si mungil, yang setelahnya ia jilat bekas ice cream itu tanpa rasa jijik.

Wajah Baekhyun memerah, tetapi ia sama sekali tidak tersenyum malu – malu seperti wanita biasanya. Ia justru terkekeh kecil, "Aku sengaja biar bibirku disentuh Chanyeol."

"Rayuan macam itu eoh?"

"Rayuan mautku, yang bisa membuatku menjadi seorang playboy." Kekehan Baekhyun terdengar makin keras tetapi Chanyeol hanya membalasnya dengan kerutan alis merasa kesal dengan si mungil, "kau pasti iri kan baru berpacaran denganku yang sudah beberapa kali pacaran dengan gadis cantik diluar sana?"

Dengusan Chanyeol terdengar, "Untuk apa aku iri? Aku tidak sepertimu, Byun! Aku itu tipe – tipe untouchable."

"Benarkah, Chanyeol sayang?"

"Ck," Chanyeol berdecak, jemarinya pun menggenggam jemari lentik gadis mungil itu dan menciumnya dengan lembut, "Aku itu tipe lelaki setia, dan aku juga hanya setia padamu, Byun Baekhyun!"

Baekhyun diam tak mampu berkata apapun.

"Aku hanya mencintaimu, Baekhyun. Tidak ada yang lain."

Entah keajaiban dari mana, kini wajah Baekhyun sudah memerah tomat dan senyum malu – malu kucing terlihat. Ia menunduk dalam membuat Chanyeol terkekeh gemas, dan seketika itu pula Chanyeol mengangkat wajah Baekhyun dan mencium bibir ranumnya dengan lembut.

Jantung mereka pun berdetak kencang seirama, dan seketika itu pula seperti ada guguran bunga sakura yang bertebaran akan perasaan mereka yang bersemi di musim gugur seperti ini.

Aah~ sungguh kisah cinta yang sangat romantis.


.

.

.


Hujan lagi.

Ya, mendekati musim dingin cuaca memang selalu mendung dan hujan pun selalu turun. Dan itu membuat beberapa orang berdecak kesal karena semua aktivitas terganggu, tetapi pengecualian untuk Chanyeol dan Baekhyun yang saat ini sedang bermandi hujan dan berlari – larian bak film india. Mereka justru sangat senang karena hujan turun.

Hujan turun sejak saat mereka baru sampai diparkiran apartemen mereka, awalnya Chanyeol ingin mengajaknya tidur digulungan selimut seperti kemarin tetapi Baekhyun dengan keras kepalanya justru mengajaknya mandi hujan ditaman atas apartemen mereka. Dan akhirnya mereka pun bermain kejar – kejaran, saling berpelukan, dan berciuman dibawah hujan. Peduli setan jika ujian besok mereka sakit.

Untung saja taman apartemen sepi, dan tak ada orang sama sekali. Membuat mereka benar – benar berdua bersenang – senang dibawah guyuran hujan.

"Baek? Setelah kelulusan, ayo kita menikah!" Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang, dan membisikkan kata – kata itu ditelinga si gadis.

Baekhyun segera berbalik dan menatap tajam Chanyeol, "Jangan gila, Park! Kita masih terlalu muda untuk membangun keluarga."

Bukannya marah, Chanyeol justru tersenyum lebar dan mencium bibir Baekhyun cukup lama, "Kau menunggu apa lagi eoh? Kita sudah saling mencintai, kau sudah menjadi perempuan seutuhnya, orang tua kita sudah merestui, dan kita sudah saling berbagi kehangatan satu sama lain." Chanyeol melepas ciumannya dan menatap Baekhyun dalam membuat hazel itu terjebak dalam onyxnya.

Tiba – tiba Chanyeol berlutut didepan Baekhyun, mengabaikan celana levisnya yang kotor terkena tanah bercampur air hujan. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru dari saku celananya, dan terlihatlah cincin emas cantik ketika kotak itu terbuka, "Will you marry me, Byun Baekhyun?"

Satu detik.

Lima detik.

Sepuluh detik.

Tak ada jawaban dari gadis itu. Baekhyun justru menatap Chanyeol datar tak bisa terbaca kecuali perasaan kaget saja. Senyuman Chanyeol terlihat, ia paham pasti Baekhyun sulit menerima ajakannya karena ini terlalu cepat baginya. Chanyeol pun memilih berdiri dan tersenyum paksa, "Aku tahu ini terlalu tiba – tiba. Jadi, maafkan aku dan lupakan semua ini Baek. Asal kau tahu aku mencintaimu."

Chanyeol hendak pergi dari sana dengan rasa kecewanya, tetapi tangannya ditahan oleh lengan kurus gadis Byun itu. Dan yang terjadi berikutnya adalah Baekhyun menjinjit dan mencium lembut bibir Chanyeol, "Yes, I will." Jawabnya disela ciuman mesra itu.

Dan tak pernah sekalipun rasanya Chanyeol ingin tersenyum namun diwaktu yang sama ingin menangis. Ia pun membalas ciuman Baekhyun membuat mereka semakin terbakar dibawah guyuran air hujan.

Ciuman Chanyeol makin liar membuat saliva entah milik siapa turun membasahi dagu Baekhyun. Cumbuan Chanyeol pun turun kearah leher jenjang Baekhyun, Baekhyun hanya mampu mendesah pelan apalagi saat tangan Chanyeol dengan nakal bermain dengan payudara gadis itu.

"Chan, ini tempat umum." Jemari Baekhyun menahan tangan Chanyeol yang gencar meremas buah dadanya.

Seringaian Chanyeol terlihat, matanya telah terbutakan nafsu saat ini, "Sepertinya kita butuh kamar."

Dengan secepat kilat, Chanyeol pun menggendong Baekhyun dengan gaya bridal, yang pastinya masih dengan cumbuan di bibir dan leher gadis itu. ya, untung saja gedung apartemen itu sepi dan apartemen mereka ada dilantai cukup atas.

Jika tidak, acara panas mereka pasti telah dipergoki oleh banyak orang dan mereka dicap sebagai pasangan mesum. Kkk~


.

.

.


Hari ini adalah hari pertama untuk Baekhyun versi perempuan untuk bersekolah kembali. Ya, seharusnya semua tidak perlu rumit, tetapi sayangnya semuanya justru sangat rumit karena Baekhyun tak akan menjadi Baekhee kembali melainkan masih tetap menjadi Baekhyun yang sok manly itu.

Gadis mungil itu kini sedang mematut dirinya dikaca dengan tangan yang sibuk mengikat kain untuk menutupi payudara idealnya. Setelahnya ia pun memakai seragam laki – laki miliknya dan rambutnya ia pasang wig pendek agar rambut panjangnya bisa tertutupi.

Sebenarnya sih Baekhyun ingin potong rambut, tetapi Chanyeol menolaknya dan mengancamnya dengan hukuman ranjang.

Oh sial! Semenjak mereka sering berbagi kehangatan, Chanyeol sering sekali mengancamnya dengan hal mesum itu.

"Aish! Aku menyesal punya benda sebesar ini." Keluh Baekhyun saat ia menatap bagian dadanya yang masih terlihat besar meski sedikit. Untung saja, seragam Baekhyun kebesaran di tubuhnya, jika tidak mungkin belum sampai sejam Baekhyun telah ketahuan menyamar.

Si mungil itu memilih untuk membenarkan posisi wignya yang berwarna white blonde, ia pun menatap dalam pantulan dirinya dicermin dan menghela nafas panjang, "Kenapa wajahku menjadi feminim sekali sih?"

Ckleek.

Pintu kamar Baekhyun terbuka, mata sipit Baekhyun menatap malas Chanyeol yang masuk kedalam kamar dengan senyuman lebarnya itu, "Sarapan sudah siap, princess."

"Jangan panggil aku princess!" Baekhyun berdiri dari kursi didepan meja riasnya dan berjalan keluar kamar dengan menabrak Chanyeol kesal.

Hembusan nafas Chanyeol terdengar, tidak mengerti dengan tingkah kekasihnya itu, "Apa ada masalah?"

"Aku tak suka kau memanggilku Princess!"

"Baiklah, maafkan aku."Chanyeol memilih mengalah dan berjalan mengikuti Baekhyun yang kini duduk dikursi counter dapur.

Tak ada percakapan dari keduanya setelah itu. Baekhyun dengan segala keterdiamannya dan Chanyeol dengan segala rasa penasaran yang terpaksa ia kubur karena tak mau kekasihnya marah kepadanya lagi. Chanyeol bukannya takut kepada kemarahan Baekhyun, tetapi ia tak ingin mengusik Baekhyun jika gadis mungil itu tak mau diganggu.

Ah mungkin Baekhyun sedang pms, pikir Chanyeol.

Sampai disekolah pun, Chanyeol dan Baekhyun masih berdiam. Alis Chanyeol berkerut saat mendapati wajah dingin Baekhyun yang sedikit gugup itu. Mau tak mau, sebagai kekasih yang baik Chanyeol pun menanyakan hal itu, "Baek? Kau baik – baik saja?"

Diluar dugaan, Baekhyun melelehkan wajah dinginnya dan berganti dengan raut wajah ingin menangis, "Chan! Aku takut. Bagaimana kalau semua teman – teman mengetahui penyamaranku?"

Kekehan Chanyeol terdengar, ia menatap sekeliling tempat parkir sekolah mereka dan tersenyum saat menyadari tempat parkir itu sepi. Dengan berani, Chanyeol merangkul Baekhyun dan mencium pucuk kepala gadis yang menyamar itu dengan lembut.

"Everything gone be okay, bersikaplah biasa saja okey?"

Kepala Baekhyun mengangguk imut layaknya puppy, dan itu membuat Chanyeol menjatuhi si mungil dengan kecupan – kecupan gemas.

"Ah~ nanti ada yang lihat." Baekhyun mendorong dada Chanyeol tetapi Chanyeol seolah tuli dengan itu semua. Si jangkung itu justru semakin gencar menciumi si mungil, "Ah~ chan~" rengek Baekhyun kegelian dengan kecupan ringan itu.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata itu menatap mereka tajam, ia kemudian mendecih, "Dasar gay menjijikan!"


.

.

.


Baekhyun bersikap seperti biasanya. Ya, sangat bersikap seperti biasanya, bukan seperti kemarin yang terlihat lebih diam dan kalem, melainkan menjadi si menyebalkan, dimana ia kembali menggoda Soyou dan kembali menjadi penggerutu bermulut pedas. Awalnya Chanyeol memaklumi itu semua, tetapi lama – kelamaan ia panas juga.

Apalagi saat ucapan ini keluar dari mulut Baekhyun, "Chan! Kau ke kantin sendiri ya. Aku ke kantinnya bersama Soyou."

Sial!

Tatapan tajam pun Chanyeol lempar kearah Baekhyun yang hampir berdiri mendekati Soyou, bahkan suaranya terdengar seperti menggeram menahan amarah, "Baek! Kau ke kantin bersamaku atau nanti malam ku hukum kau sampai kau tak bisa berjalan seminggu!"

Huh, hukuman itu lagi.

"Bisakah kau berhenti mengancamku dengan ancaman mesum itu, otak selangkangan?" tanya Baekhyun tak kalah kesal, ia bahkan menatap nyalang Chanyeol.

Belum sempat Chanyeol menjawab pertanyaan Baekhyun, tiba – tiba seisi kelas heboh membuat pertengkaran mereka terinterupsi. Mereka berdua pun mengalihkan atensi kearah seseorang yang membuat kelas menjadi heboh.

Dan seketika mata sipit milik Baekhyun membola ingin keluar, "I-itu Hyuna kan?"

Baekhyun pun menjerit – jerit seperti anak kelasnya yang sedang berfanboy-ing ria melihat Hyuna memasukki kelas mereka. Sedangkan Chanyeol hanya memutar bola matanya malas melihat itu semua, ia pun memilih untuk memainkan game di ponselnya ketimbang ikut menjadi fanboy dadakan.

Omong – omong, Hyuna itu anak kelas samping yang keseksiannya sangat – sangat seksi, apalagi dia merupakan salah satu model majalah lelaki dewasa yang terkenal di Korea.

Huh, bagaimana ceritanya dia memasukki kelas Baekhyun dan mendekatinya. Tunggu— apa tadi? Mendekatinya?

Jeritan Baekhyun menghilang diganti dengan tubuh membeku saat mendapati Hyuna telah berdiri didepan mejanya dengan senyuman seksi mematikan miliknya, "Apa kau Byun Baekhyun?"

Menyebut nama Baekhyun, Chanyeol segera menoleh dan menatap horror si gadis seksi itu. Apa – apaan dia mencari Baekhyun?

"I-iya, Hyuna-ssi." Baekhyun menjawab gugup, yang di respon oleh putaran mata tak suka Chanyeol.

Hyuna merogoh saku kemejanya, membuat dua dadanya menjadi pusat perhatian seluruh serigala lapar kelas itu, ia pun mengambil kartu nama dan menyerahkannya pada Baekhyun, "Aku dengar kau memiliki saudara perempuan yang cantik, Baekhyun-ssi."

Baekhyun memilih terdiam, sedangkan Chanyeol menatap Hyuna dengan tatapan waspadanya.

"Dan agensiku mengetahui itu dan ingin merekrut saudaramu untuk menjadi model, jadi bisakah kau mengatakan ini padanya?"

Mata Baekhyun melirik kearah Chanyeol yang menggeleng memerintahnya untuk menolak, tetapi di luar dugaan, Baekhyun justru tersenyum dan mengangguk semangat atas penawaran Hyuna, "Baiklah, aku akan menerima ini."

Alis Hyuna berkerut heran, "Hei aku tak menawarimu tetapi menawari saudaramu."

"I-iya maksudku aku akan menawarinya." Jawab Baekhyun gugup.

Setelahnya Hyuna pun pergi, dan meninggalkan Baekhyun yang kini diancam Chanyeol kembali, "Kau akan menerima hukumannya, sayang."

Ish! Suara berat itu membuat Baekhyun begidik ngeri.


.

.

.


Sebenarnya Baekhyun dan Chanyeol hari ini sedang melaksanakan ujian praktek untuk syarat kelulusan mereka. Tadi pagi, mereka melakukan ujian didalam kelas karena itu hanyalah ujian sastra korea. Sedangkan siang ini, mereka berada dilapangan outdoor untuk penilaian basket.

Untung saja kaos olahraga Baekhyun kebesaran, jika tidak pasti body seksi wanitanya akan terlihat.

Baekhyun sebelumnya memang cukup menguasai basket. Ia dengan seribu gaya coolnya bermain basket membuat beberapa siswi menjerit melihatnya. Chanyeol mencibir melihat semua itu, tak tahukah mereka bahwa gadis yang menyamar jadi lelaki itu sebenarnya sangat cantik dibawah kungkungan Chanyeol?

Chanyeol pun mau tak mau masuk lapangan dan mengambil alih bola itu dari tangan Baekhyun. Mereka berdua itu beda tim omong – omong.

Tidak biasanya Chanyeol melakukan banyak gaya diatas lapangan, dia justru terkenal dengan permainan kalemnya. Tetapi kali ini, Chanyeol justru mengeluarkan semua gayanya bahkan ia sedikit melayang saat memasukkan bola kedalam ring basket.

Pekikan heboh seketika terdengar berkali – kali lipat ketimbang teriakan mereka kepada Baekhyun tadi.

Chanyeol pun mendekati Baekhyun dan menyeringai seksi, "Satu. Kosong"

Permainan mereka pun akhirnya berlanjut hingga babak akhir. Dan sungguh permainan itu begitu menghebohkan karena perselisihan dua orang sahabat yang sangat famous disekolah mereka –menurut seluruh siswa dan siswi disana.

Dan akhirnya Chanyeol lah yang menjadi pemenangnya.

Tidak. Baekhyun tidak merasa kalah dengan kemenangan kekasihnya. Ia justru tersenyum lembut pada Chanyeol dan menjabat jemari lelaki itu seperti pemain dan pemenang pada umumnya, "Selamat Chanyeol."

Kepala Chanyeol mengangguk sok sopan. Ah~ tak apa mereka sok berpura – pura disini. Nanti diapartemen Chanyeol akan meminta bermanja – manja pada Baekhyun sebagai hadiah kemenangannya.


.

.

.


Langkah Baekhyun memasukki kamar mandi setelah permainan basket berakhir. Ia segera melepas wignya merasa panas sendiri karena benda itu. Jemari lentiknya pun mengibas – ngibaskan rambut panjangnya yang sedikit lepek itu.

Tiba – tiba Baekhyun mendengar suara pintu luar kamar mandi terbuka, dan terdengar suara langkah kaki. Alis Baekhyun berkerut bingung, setahunya Baekhyun memilih kamar mandi diujung koridor yang sepi agar tak ada orang lain yang masuk.

"Chanyeol?" panggil Baekhyun dari dalam.

Tak ada jawaban dari luar sana. Si mungil begidik sendiri membayangkan hantu kamar mandi koridor yang banyak dibincangkan orang – orang banyak. Ia pun segera keluar dari tempat persembunyiannya dan tak lupa memasang wignya lagi meski sangat acak - acakan.

Tetapi sayang, seorang perempuan justru berdiri disana dengan wajah dinginnya. Langkah kaki perempuan itu mendekati Baekhyun dengan sorot mata tajamnya.

"H-hyerin?" tatapan bingung Baekhyun layangkan pada perempuan itu.

Tetapi semua justru diluar rencana, Hyerin mendorong tubuh Baekhyun kebelakang hingga menabrak tembok, "Kau dasar gay! Kau tak pantas dengan Chanyeol brengsek! Chanyeol hanya pantas denganku!" teriak Hyerin kalap.

"Apa – apaan kau! Chanyeol pantas denganmu?" tawa remeh Baekhyun terdengar, "asal kau tahu, Chanyeol itu milikku, ah maksudku dia berpacaran dengan kembaranku, Baekhee."

Hyerin berdiri didepan Baekhyun yang tingginya hampir sama dengannya. Jika saja tidak dalam keadaan emosi, pasti ia akan tersadar dengan perubahan tinggi Baekhyun. Gadis berambut sepanjang bahu itu tiba – tiba mencengkram bahu Baekhyun membuatnya meringis.

"Kau harus mati dulu baru kembaran brengsekmu itu bisa memiliki Chanyeol! aku gila karena Chanyeol dan seharusnya Chanyeol menjadi milikku! Aku telah melakukan banyak cara untuk mendapatkannya tetapi dia sama sekali tak pernah melirikku!"

Mata Hyerin memerah, ia mengusap matanya kasar. Lalu jemarinya makin mencengkram kuat bahu Baekhyun lagi.

"Yak apa yang kau lakukan hah?!" emosi gadis yang menyamar menjadi lelaki itu ikut terpancing.

Baekhyun ingin melawan tetapi Hyerin seolah – olah menggila, dia bahkan merapatkan diri kearah Baekhyun dan kini menjabak wig Baekhyun. Mata Baekhyun melebar, tubuh mungil Hyerin segera ia dorong tetapi yang terjadi justru sesuatu yang buruk yang sama sekali tidak Baekhyun harapkan.

Wignya terlepas menampilkan rambut panjangnya yang sepanjang pinggang itu.

Rasa kaget menyerang mereka berdua membuat lidah menjadi kelu mendapati semua ini. Nafas Hyerin tercekat mendapati sosok perempuan dihadapannya saat ini, "K-kau?!"

Segera saja jemari lentik Baekhyun mendorong tubuh mungil Hyerin membuat dia tersungkur dikamar mandi. Ia menarik paksa wig palsunya dan pergi dari sana dengan perasaan kacau.

Ya tuhan! mengapa harus Hyerin yang tahu semua kebohongannya?

Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi setelah ini.


.

.

.


Untung saja bagi semua anak tingkat akhir ujian praktek olahraga adalah jam terakhir mereka. Hingga Baekhyun pun langsung dengan cepat mengajak Chanyeol untuk pulang. Wajah khawatir dan penuh ketakutan Baekhyun terlihat oleh Chanyeol, lelaki jangkung itu segera menanyakannya saat mereka sudah sampai parkiran.

Andai saja parkiran sepi seperti pagi tadi, ingin rasanya Chanyeol memeluk erat tubuh mungil Baekhyun saat ini.

"Baek? Kau baik – baik saja?" tanya Chanyeol dengan suara halusnya.

Kepala Baekhyun menggeleng kecil, bibirnya ia gigit menahan semua emosi yang ingin ia ledakan saat ini. Chanyeol paham dengan kesedihan kekasih mungilnya itu, ia pun segera mengirim pesan pada Sehun untuk membawakan motornya, dan ia akan menaiki taksi bersama Baekhyun.

Sebenarnya mereka berdua sedikit risih untuk menaiki taksi seperti ini, tetapi untung saja Baekhyun sudah kembali menjadi seorang gadis. Jika tidak, mungkin mereka akan diberi tatapan penuh kejijikan dari sang supir taksi.

Selama perjalanan, Baekhyun membuka wignya dan memeluk Chanyeol erat, menangis didada bidang lelaki itu. Ia menceritakan kejadian saat dikamar mandi tanpa terkecuali, "A-aku takut Hyerin—"

"Sstt," jemari Chanyeol ia letakan pada bibir mungil gadis itu, "Hyerin tak akan merebutku darimu, jadi jangan khawatir okey?"

Kepala Baekhyun menggeleng cepat, "Dia mengetahui semua rahasiaku! Bagaimana kalau dia membongkarnya didepan anak – anak?!"

"Tenanglah, aku tahu bagaimana sikap Hyerin," Chanyeol memeluknya lagi dan menciumi pucuk kepala gadis itu lembut, "dia itu termasuk anak pendiam, jadi aku yakin dia tak akan membongkar rahasiamu, lagipula jika ia membongkar semuanya, masih ada aku yang selalu menjadi pihak pembelamu, sayang."

Baekhyun terlihat menjadi lebih tenang, ia segera mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Chanyeol sekilas lalu menggumamkan kata terima kasih kecil. Hal menggemaskan seperti ini membuat Chanyeol tak tahan untuk membalas dengan kecupan – kecupan ringan diseluruh wajah Baekhyun.

Mereka berdua tertawa, dan Baekhyun bersyukur memiliki Chanyeol yang bisa menjadi tempat bersandarnya ketika ia mulai lelah.


.

.

.


Gemercik air hujan turun membasahi bumi dengan hawa dingin yang membuat siapapun ingin bergelung dikasur selama mungkin. Dan itulah yang dilakukan oleh Chanyeol dan Baekhyun, kedua orang itu kini telah bergelung selimut berbagi kehangatan dimalam dingin ini.

Jam padahal sudah menunjukkan pukul 2 malam, tetapi kedua adam dan hawa itu masih terjaga dengan nafas yang saling memburu. Pakaian keduanya telah raib empat jam yang lalu, tetapi entah mengapa keduanya masih betah untuk saling menyatukan diri.

Hingga pelepasan ke delapan kalinya, Chanyeol turun dari tubuh Baekhyun dan memeluk pinggang gadis itu posesif. Matanya menatap lembut gadis yang terlihat lelah itu, jemarinya pun mengelus pelan poni Baekhyun yang menutupi dahinya, "Sudah cukup tenang bukan? Kupikir Hyerin bukanlah masalah besar dalam hubungan kita."

Baekhyun mencium sekilas bibir Chanyeol, "Semoga saja dia bukanlah masalah besar untuk kita."

"Kau tak akan menerima penawaran Hyuna kan, sayang?"

Senyuman manis Baekhyun terlihat, ia memasang pose berpikir yang entah mengapa membuat Chanyeol kesal sendiri, "Akan kupikirkan lagi, aku juga kan ingin punya pekerjaan sampingan sepertimu."

"Terserahlah, aku sih inginnya kau menolak," Chanyeol mencium potongan leher Baekhyun yang sangat wangi itu, "aku kan tak ingin kekasihku dilihat siapapun kecuali aku."

"Ish! Dasar posesif."

"Tapi suka kan?" alis Chanyeol bergerak naik turun membuat Baekhyun mencubit pipi lelaki itu keras, "akhh! Byun Baek sakit!"

Keduanya saling terkekeh lalu mencumbu satu sama lain, tetapi sebelum Chanyeol memulai pergelumulan panas mereka Baekhyun segera menghentikannya, "Cukup Chanyeol! besok kita sekolah!" Baekhyun berusaha mendorong Chanyeol dari atas tubuhnya, dan berhasil! Lelaki itu kini terbaring disampingnya dengan gaya merajuknya.

"Baiklah, Princess."

"Jangan memanggilku Princess atau besok tak ada jatah untukmu!" ancam Baekhyun gadis itu pun memeluk selimutnya dan mencoba untuk tertidur.

Chanyeol terkekeh kecil dan mengeratkan pelukannya pada Baekhyun, menciumi aroma khas gadis itu yang tak berubah meski gendernya telah berubah. Dengan lirih, ia membisikkan kata penenang pada gadisnya seperti kebiasaannya, "Selamat malam gadisku, semoga mimpi yang indah."


.

.

.


Seperti biasa dipagi itu Baekhyun menyamar menjadi lelaki. Seharusnya semuanya biasa saja, tetapi sayangnya hari ini si gadis mungil itu menjadi takut sendiri. Masalahnya hari ini ada materi renang, tak mungkin kan Baekhyun bertelanjang dada seperti lelaki jika kini ia sudah mempunyai buah dada besar?

Chanyeol pun tak punya solusi apapun. Inginnya mereka Baekhyun izin dari ujian praktek itu, tetapi masalahnya ujian itu termasuk ujian penting yang akan dipertimbangkan untuk kelulusan.

Mau tak mau, Baekhyun pun memilih untuk berpura – pura sakit saat akan renang agar tidak terlalu ketahuan berbohong. Ia pun memilih memakai pakaian olahraganya ketimbang berpakaian renang seperti anak – anak yang lain.

Guru Yoo tentu saja bingung dengan seragam Baekhyun, "Yak! Byun Baekhyun! kenapa kau tak memakai pakaian renang? Ini materi renang bukan materi estafet." Baekhyun yang sebelumnya berada di tempat ganti laki – laki segera menghampiri Guru Yoo yang berada didekat kolam renang.

"Maafkan aku pak tapi aku tak bisa renang hari ini." Baekhyun membungkuk merasa bersalah.

"Apa ada sesuatu?"

Kepala Baekhyun mengangguk kecil, "Aku memiliki ketakutan pada kedalaman air jadi aku tak bisa pak."

Guru Yoo memaklumi alasan Baekhyun, ia pun menyuruh Baekhyun untuk memperhatikan ujian di kursi penonton. Ah iya, kolam renang ini adalah kolam renang indoor yang cukup luas, disini ada beberapa undakan kursi penonton karena biasanya disini sering diadakan lomba renang antar sekolah.

Dan Baekhyun memilih untuk duduk dikursi penonton paling atas.

Tetapi sebelum ia benar benar duduk disitu. Tiba – tiba saja ada seorang siswi berlari kearahnya dan mendorongnya hingga jatuh kedalam kolam renang. Sialnya, disana belum terlalu ramai hanya ada karena sebagian siswa masih sibuk berganti pakaian diruang ganti.

Beberapa orang terpaku melihat Baekhyun yang terjatuh mendadak itu. Tetapi seketika suara teriakan Baekhyun membuyarkan lamunan mereka.

"TOLONG! Chanhh—" teriak Baekhyun yang tenggelam diantara air kolam.

"Yak! Kim Hyeri! Apa yang kau lakukan hah?!" Guru Yoo terlihat marah, ia berjalan mendekati Baekhyun untuk menyelamatkannya. Tetapi belum sempat ia turun seorang lelaki jangkung menghentikannya.

"Biar saya saja pak." Itu Sehun, dia pun segera turun untuk menyelamatkan Baekhyun. Ia tak tega jika menunggu Chanyeol untuk menyelamatkan Baekhyun.

Hyerin? Gadis itu tentu saja terdiam dengan raut wajah horror karena mendorong Baekhyun. apalagi ia mendapatkan death glare menyeramkan dari seluruh orang yang ada disana.

Dengan cekatan, Sehun segera menarik Baekhyun untuk keluar dari kolam renang itu. Baekhyun seperti sudah lemah dan hampir tak sadarkan diri. Dia bahkan tak mengenal Sehun dan sibuk menggumamkan kata Chanyeol disela bibir ranumnya yang bergetar.

Semua orang menatap Baekhyun tak percaya, apalagi ketika wig Baekhyun terlepas dan terlihatlah rambut panjangnya. Kaos olahraganya juga basah terkena air hingga dadanya terlihat besar seperti siswi pada umumnya.

Hei! Dia Baekhee kan?

Kenapa dia berpura – pura menjadi Baekhyun?

Yak! Ada apa ini kenapa Baekhee ada disini?

Woaaah~ Baekhee ya? Kenapa dia menyamar jadi Baekhyun?

Semua orang berbisik – bisik dan semakin menjadi ketika Sehun sudah membawa Baekhyun ketepian kolam. Ya, sekarang Baekhyun sangat terlihat seperti Baekhee karena wignya yang terlepas. Sehun menatap Baekhyun bimbang, haruskah ia memberikannya nafas buatan?

"Yak! Oh Sehun! Cepat beri dia nafas buatan!" perintah Guru Yoo yang menghampiri Sehun dan Baekhyun, wajahnya terlihat sangat khawatir.

"T-tapi aku—" hei! Sehun bukan penikung oke? Jadi dia tak ingin mencuri ciuman dari Baekhyun padahal dia sudah tau betul Baekhyun milik Chanyeol. lagipula dia suda sedikit kapok dibentak Chanyeol saat ia tak sengaja meremas payudara Baekhyun waktu malam itu.

Ah! Mengingatnya membuat wajah Sehun panas.

"Kau ingin membiarkannya mati?!" Guru Yoo berteriak, ia segera menatap Sehun tajam setajam tajamnya membuat anak albino itu tak punya pilihan lain, "beri dia bantuan pernafasan atau kau mendapat remedial."

Oh no! remedial? Remedial renang itu sulit okey? Kita harus mendapatkan pelajaran tambahan renang 3 bulan setelah kelulusan. Oh my god! Waktu yang seharusnya digunakan untuk berekreasi justru dihabiskan dengan materi renang? Hell no!

Mau tak mau Sehun pun menunduk untuk memberikan nafas buatan pada Baekhyun. jantungnya tiba – tiba menggila saat menyadari Baekhyun sangat cantik dalam jarak sedekat itu. ah lumayan~ pikir Sehun saat ia hampir menjatuhkan bibirnya pada bibir ranum yang telah pucat itu.

Tetapi baru menempel, belum sempat bergerak untuk melumat. –Hei! Ini ingin memberikan nafas buatan atau melecehkan wanita?— seseorang menarik Sehun dan mendorongnya kasar untuk menggantikan posisinya.

Itu Chanyeol! wajahnya terlihat khawatir bercampur marah. Dia dengan cepat memberikan nafas buatan pada Baekhyun sekaligus memberikan lumatan ekstra padanya. Ugh! Semua orang yang melihat disana seperti melihat JAV secara live haha.

"Uhuk!" itulah respon yang pertama kali Baekhyun berikan. Dia segera batuk dan mengeluarkan air kolam yang masuk kedalam tenggorokannya. Ia menatap sayu sosok Chanyeol yang menatap dirinya khawatir, "Chan-chanyeol?"

Senyuman Chanyeol terlihat, dia segera memposisikan Baekhyun untuk duduk dan bersandar pada lengannya. Ia menatap dalam gadis yang telah kehilangan wignya itu, "Kau tak apa?"

Baekhyun mengangguk kecil, tangannya ia arahkan pada rambutnya dan matanya melebar. Ia sadar bahwa penyamarannya telah terbongkar dalam kurun waktu kurang seminggu. Ia pun mengedarkan pandangan menatap seluruh orang yang disana yang memasang wajah tak percaya akan Baekhyun saat ini.

Hingga atensi mata Baekhyun terpusat pada Hyerin yang berdiri menatapnya tajam, dia menyeringai seakan berkata, "Kau. Ketahuan."

Baekhyun membeku. Tak tahu apa yang harus ia katakan saat ini! Apa ia harus membongkar semua rahasia gendernya atau bagaimana? Tak ada yang bisa Baekhyun lakukan saat ini.

Gadis itu pun segera memeluk Chanyeol erat dan menangis ketakutan pada dada bidang lelaki itu. Chanyeol tak bisa melakukan apapun selain mengelus punggung kekasih mungilnya dan membisikkan kata – kata penenang hati.

Bagaimana selanjutnya? Baekhyun juga tak tahu. Ia belum siap jika seluruh dunia tahu gender barunya saat ini.

.

.

.


TBC


Yosh akhirnya update disini lagi kkk~