Missing – drabble collection about Kagari Shusei
Psycho-Pass belongs to Production I.G.
[I gain no material profit, though the story is originally mine. Dibuat hanya untuk memuaskan hasrat pribadi. Selamat membaca.]
.
.
.
System
.
"Anoo ... Kagari-kun...?"
Alis sang pemilik nama terangkat sebagai ganti mulutnya yang sibuk mengunyah.
"Kalau tidak salah, kau pernah berkata padaku bahwa kau ditandai sebagai kriminal laten sejak umurmu lima tahun?"
Kali ini, meski makanannya telah mencapai kerongkongan, pemuda itu tetap tak langsung menyahut. Iris cokelatnya lekat memandangi gadis yang duduk di seberang meja sebelum bibirnya mencetak seringai lebar—dan alisnya mengerut sendu, "Ingatanmu ternyata kuat, ya, Akane-chan?"
Akane tertegun sejenak. Sekejap rasa bersalah menyusup melihat raut sendu sang penegak termuda.
"Menyebalkan, ya?" tanya pemuda itu seakan meminta persetujuan. Raut sendunya telah lenyap sejak fokusnya kembali pada mangkuk okonomiyaki pesanannya. "Aku curiga Sibyl sedang bermasalah saat itu. Bocah lima tahun dipaksa masuk panti rehabilitasi karena ditandai sebagai kriminal laten oleh sebuah sistem. Kejam sekali, kan?"
Jangan suruh Akane membayangkannya, sungguh. Ia sendiri tak habis pikir bagaimana bisa Kagari bicara sesantai itu tentang masa lalunya yang ... cukup kelam. Atau naifkah ia karena tak memikirkan kemungkinan bahwa pemuda itu telah terlalu terbiasa dijejali pahitnya realitas hingga tak lagi mampu merasakan apa-apa? Atau rasa sakit itu masih ada dan pemuda itu sedang mati-matian menelannya secara paksa?
"Nee, Akane-chan." Panggilan Kagari menyentakkan lamunan sang inspektur. "Bagaimana denganmu? Apa pendapatmu tentang Sistem Sibyl?"
"Eeh?"
"Katakan saja." Kagari mencoba membujuk meski ucapannya terdengar begitu ringan. "Kita bebas berpendapat, benar? Tidak ada mata-mata Sibyl di sini—Sibyl memang berkuasa, tapi toh ia hanya sistem. Lagi pula aku yakin psycho pass-mu tidak akan langsung berawan hanya karena berpendapat soal Sibyl."
Wanita muda itu tepekur sejenak, menimbang-nimbang.
"Sibyl, ya—"
.
.
"Apa Kagari terbunuh di sini?"
"—aku cukup berterima kasih padanya. Berkat segala pilihannya padaku, aku dapat hidup bahagia sejauh ini."
Giginya bergemeletuk keras. Tubuhnya sendiri telah bergetar hebat akibat emosi sedari tadi. Mati-matian ia menahan diri agar bukan nada tinggi yang menyerta ketika kembali melempar tanya, "Apa kalian yang membunuhnya?"
["Kami mempertimbangkan dan memperhitungkan kontribusi Kagari Shusei dalam masyarakat selama hidupnya, dengan risiko dia akan mengungkap rahasia Sistem Sibyl, dan memutuskan bahwa risikonya lebih besar dibandingkan kontribusinya."]
Kali ini Akane tak mampu menahan diri lagi. Sekejap mata kemudian, ia sudah menjerit sejadi-jadinya.
"Kau memang beruntung, Akane-chan. Sibyl sepertinya benar-benar menyayangimu, ya?" Kagari terkekeh. "Atau mungkin ia yang membenciku—seperti aku membencinya karena membuatku harus menjalani hidup semenyedihkan ini."
Akane tertegun.
"—tapi setidaknya, Akane-chan, aku bersyukur; berkatnya, aku dapat bertemu denganmu. Sekalipun hanya sebagai anjing pemburu."
.
Beri tahu aku bagaimana bisa kau tetap berterima kasih pada hal yang paling kau benci itu, Kagari-kun. Beri tahu aku bagaimana bisa kau tetap tersenyum.
Benci dan sesak menggumpal melilit napasnya, namun Akane tidak bisa menangis. Tidak kali ini.
.
.
.
