Missing – drabble collection about Kagari Shusei

Psycho-Pass belongs to Production I.G.

[I gain no material profit, though the story is originally mine. Dibuat hanya untuk memuaskan hasrat pribadi. Selamat membaca.]

.

.

.

Another One

.

Ginoza mengusap rambut dengan handuk. Ia baru saja selesai mandi. Tadi ia cepat-cepat menyelesaikan mandinya karena sayup-sayup mendengar Dime menggonggong.

Ada apa? Pencuri? Tidak mungkin. Yang memiliki kewenangan memasuki ruangan seorang Penegak hanyalah orang-orang dari Biro Umum. Untuk apa pula mencuri dari seorang Penegak?

Aoyanagi, mungkin? Tapi biasanya wanita itu menghubunginya terlebih dulu jika ingin berkunjung.

Kening Ginoza mengernyit mendapati Dime melompat di hadapan pintu depan yang tertutup. Kedua kaki depan anjingnya itu terangkat sambil sesekali berputar. Anjing tua tersebut menggonggong ribut, seolah-olah ada seseorang di sana.

Ginoza mendekat. "Dime? Ada apa?"

Seakan sadar sang pemilik datang, Dime berhenti melompat dan berputar. Ia menoleh pada sang tuan, menyalak sebagai jawaban, "Guk!"

Ginoza baru saja akan membuka pintu saat menyadari bahwa yang dilakukan Dime sebatas melompat dan berputar tidak jauh dari keset. Anjing Siberian Husky miliknya itu sama sekali tidak mendekati pintu, seperti menyandarkan kaki dan menggaruknya. Alis Ginoza terangkat kala sebuah kemungkinan melintas pada benak; yang baru saja digonggongi Dime bukanlah seseorang di balik pintu, melainkan sesuatu.

Di detik penegak pewaris kode nama Hound 1 itumenunduk, di detik itu juga ia tertegun.

"Guk!"

Sesaat Ginoza ragu sebelum akhirnya memutuskan untuk meraihnya.

Sebuah jepit rambut.

Ginoza tersenyum samar. Berbisik, "Dasar anak bodoh. Seharusnya kau bilang-bilang jika ingin datang."

.

.

.


awal saya nulis ini ada adegan Shusei ketemu sama Dime. sempet kepikir juga buat bikin kalau Shusei udah akrab sama Dime berdasarkan salah satu fanfic yang pernah saya baca (yang, entah kenapa, nggak saya temuin walaupun udah ngacak-ngacak arsip, orz. padahal itu heart-warming banget :''' ).

akhirnya nggak jadi saya masukin www soalnya kayaknya bakal lebih nge-feel kalau nggak ada Shusei-nya kayak bagian Akane yang nemu jepitnya Shusei. semoga ini cukup, ya :")

btw ini bolehlah dibilang ambil latar waktu sebelum season 2, atau minimal sebelum Aoyanagi mati. astaga, seriously saya syok setengah mati ngeliat Aoyanagi mati, hiks /goler

darkBlue 47 – 28/09/2017