Naruto (ナルト) disclaimer Masashi Kishimoto

Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e (ようこそ実力至上主義の教室へ) disclaimer Kinugasa Shougo

Mahesvara

Summary: Terbangun dari Kecelakaan Shinkansen Jepang. Namikaze Naruto seorang ahli Kenjutsu dari Jepang Modern kembali hidup di dunia lain, dia dikenal sebagai Dewa Perang Mahesvara, akan tetapi kini sang Mahesvara dipaksa menjadi seorang Pelajar Divisi Knight Celestia Akademi. Apa yang akan ditempuh oleh Naruto kedepannya.

Chara : Uzumaki Naruto, Ichinose Honami, Sakura Airi, Karuizawa Kei, Ayanokouji Kiyotaka dan Horikita Suzune

Rated : M

Genre : Adventure, Fantasy, Romance.

Warning : Ooc, Alternative Setting, tidak suka tidak usah dibaca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.

RnR please .. hehehehehe

Arc 01 : Beginning

Chapter 02 : Hari Pertama


Dua bulan telah berlalu sejak awal semester pertama di Celestia Academy . Namikaze Naruto pun masuk di pertengahan semester bulan kelima musim panas tahun ini, sudah wajar untuknya menjadi pusat perhatian. Naruto telah diarahkan untuk diperkenalkan pada kelas pertama.

"Mulai hari ini, saya akan belajar bersama dengan kalian semua. Nama saya Namikaze Naruto. Mohon bantuannya selama tiga tahun ke depan"

Dengan nada yang datar dan ekspresi tenang, Naruto memperkenalkan diri tanpa ragu-ragu didepan teman seangkatannya yaitu kelas 1-D Divisi Knight.

Dapat dilihat bermacam-macam reaksi dari perkenalan

"Seorang siswa pindahan di pertengahan semester?"

"Jika dilihat dari tutur katanya yang begitu sopan, apa dia seorang bangsawan."

"Terlebih dia memiliki wajah yang tampan.. kyaaaaa..!"

Yah berbagai macam reaksi terlihat dari teman-teman baru nya saat ini, ada yang bertanya-tanya, ada yang kagum dengan perkenalan sopan Naruto, ada kesal melihat ketampanan Naruto (Sebagian besar laki-laki), dan juga merona merah melihat paras Naruto (Sebagian besar gadis-gadis bereaksi seperti itu).

Naruto menanggapi semuanya itu biasa saja, karena baginya ini hanya sebuah perkenalan biasa, walau begitu ia harap ada kesan bagus yang ia dapatkan dengan perkenalan singkat ini.

Sedangkan Instruktur kelas tersebutnya hanya menghela nafasnya dengan Lelah, nampaknya. Si murid baru yang memiliki kharisma ini bakal merepotkan kelasnya. Pikir pria paruh baya bermasker tersebut.

"Baiklah jika tidak ada pertanyaan, kita sudahi saja perkenalan ini karena pelajaran akan segera dimulai, dan Namikaze-kun kamu bisa duduk di meja paling belakang sebelah Ayanokouji-kun"

"Haii, Kakashi-sensei"

Sesuai arahan Kakashi-sensei, Naruto pun kemudian bergegas menuju meja paling belakang barisan no 4, yang disebelahnya terdapat jendela. Sesudah sampai ditempat yang ia tuju, ia pun menaruh tasnya dan duduk dengan tenang sambil membuka buku miliknya.

"Baiklah, Anak-anak, sekarang buka buku halaman 104 tentang rangkaian sihir"

dengan ucapan tersebut maka dimulailah jam pelajaran pertama dikelas 1-D Divisi Knight.


Break Time

"Etto-sonno"

Gumam Naruto dengan alis berkedut, ketika diwaktu istirahat sekolah dia menyadari kalau dirinya kini malah banyak dikerumuni orang, dan tentunya semua orang yang mengerubungi adalah Perempuan..

"Ne-ne Namikaze-kun, kalau boleh tahu kamu pindahan darimana?"

"Namikaze-kun asalnya darimana?"

"Apa Namikaze-kun seorang bangsawan?"

"Makanan kesukaan Namikaze-kun apa?"

"Apa Namikaze-kun sudah punya pacar?"

'Hmm oke selamat tinggal kehidupan ku yang tenang, dan selamat datang kehidupanku yang merepotkan' batin Naruto menangis Anime melihat dirinya dikerubungin dengan hal merepotkan.

Tentu Naruto sendiri tak menduga hal ini, padahal dikelas nya hari ini dia membuat kesan biasa, akan tetapi hasilnya malah jadi luar biasa merepotkan seperti ini. lihat saja dengan gadis-gadis sekelasnya yang terus menghujamkan berbagai macam pertanyaan tentang privasinya.

"Permisi minna-san, maaf menganggu, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Namikaze-san?"

Tampaknya ada satu laki-laki yang menyela berbagai macam pertanyaan yang diajukan cewek-cewek kelas 1-D kepada Naruto tersebut.

"Ada apa Ayanokouji-kun, kamu tidak tahu apa kami masih ingin menanyakan sesuatu dengan Namikaze-kun!"

terang gadis bersurai magenta pink tersebut kepada pemuda bernama Ayanokouji.

"Sebentar saja Satou-san, aku ada perlu dengan Namikaze-san, lagipula aku sudah ada janji dengannya, benar bukan Namikaze-san?"

Naruto yang disebut namanya hanya mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan oleh pemuda bernama Ayanokouji tersebut.

"Gomen minna-san, aku sebenarnya sudah buat janji dengan Ayanokouji-san, jadi kita sudahi saja ya?"

"Ya.. udah deh kalau begitu"

Naruto pun akhirnya berhasil kabur dari kerumunan kaum hawa disana, Nampak raut kecewa dari gadis-gadis kelas 1-D tersebut. Yah ini semua berkat orang yang bernama Ayanokouji tersebut. Berkat dirinya dia berhasil bebas dari kerumunan kaum hawa yang terus mengerubunginya sejak awal istirahat tadi.

beberapa menit berlalu. Akhirnya mereka berdua tiba di kantin sekolah, nampaknya Kantin cukup besar untuk seukuran Akademi sekolah.

"Hah…Hah Arigatou Ayanokouji-san, akhirnya aku bisa lepas dari kerumunan itu"

"Sama-sama Namikaze-san, lagipula aku merasa kasihan padamu, mengalami hal merepotkan di hari pertama."

"Kau benar, Jika kau tidak memanggilku tadi mungkin bisa saja aku tertahan lebih lama disana"

"Padahal hari ini adalah hari pertamu dikelas, aku turut prihatin Namikaze-san."

"Yah, lagipula itu sudah berlalu, oh ya mumpung kita sudah berada dikantin, bagaimana aku mentraktirmu, hitung-hitung ucapan terima kasih dariku Ayanokouji-san"

"Oke kalau begitu aku akan menerima penawaranmu Namikaze-san, lagipula aku sedang lapar ini, dan panggil saja aku Kiyo, memanggil marga serasa aneh bagiku, karena aku bukanlah seorang bangsawan."

"Oh oke Kiyo, kalau begitu kau bisa memanggilku Naruto"

Pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi memesan makanan dikantin. Kalau dilihat-lihat Kantin sekolah ini lebih mewah dibandingkan Dapur umum di Barak Milliter, ah kalau membandingkan hal itu tentu itu sangat terhilat jelas. Pikir Naruto.

Setelah selesai memesan, Naruto dan Kiyotaka pun pergi menuju meja disebelah barat. Nampaknya Naruto memesan 1 mangkuk Miso-ramen dan Kiyotaka hanya memesan 1 mangkuk Katsu udon.

Sebenarnya ada beberapa hal yang menganggu Naruto kini. Kenapa rasanya ada pemisahan bagi Siswa Divisi Penyihir dan Knight di Kantin ini. itu sangat terlihat sekali, banyak murid Divisi penyihir menyantap makanan mereka di area barat sedangkan murid Divisi Knight lebih terlihat di area timur kantin.

"Hmm ada apa Naruto?"

Rupanya Kiyotaka menyadari kalau Naruto sedang memperhatikan keganjilan di kantin ini.

"Tidak hanya saja, aku heran. Apa begitu parahnya diskriminasi disini, sampai-sampai ruang makan pun dipisah."

"Jadi kau menyadarinya?"

"Yah sejak pagi tadi, aku menyadari ada aneh dari tatapan para siswa Divisi Penyihir tersebut kepadaku"

"Abaikan saja, akan sangat merepotkan jika kau menanggapi nya Naruto"

"Kau benar Kiyo, lagipula aku tak begitu peduli apa yang dilakukan bangsawan atau siswa Divisi Penyihir, mereka yang hanya mengutamakan Sihir belum mengerti medan perang yang sesungguhnya"

"Kau benar Naruto, medan perang sesungguhnya sangat berbeda dibandingkan tempat ini, tempat yang begitu damai karena perlindungan dinding babel."

Naruto sendiri agak tertegun mendengar ucapan Kiyotaka, jadi apakah dia pernah bertemu iblis di garis depan, atau desa asalnya diserang oleh Pasukan Iblis, tapi Naruto tak mencoba menanyakan hal tersebut. Baginya Privasi adalah hak setiap Individu jadi bila memang Kiyo mau menceritakan masa lalunya, tentu nya dia akan mendengarkan dengan baik, tapi sebaliknya dia juga tak akan menggubris hal ini lagi.

Dan selain itu ada satu hal yang mengganjal didalam sekolah ini, sebenarnya system apa yang diterapkan dalam sekolah ini.

"Ano kiyo? Sebenarnya aku ingin bertanya padamu? Ada hal yang mengganjal pikiranku kali ini?"

"Soal apa?

"Sebenarnya aku tak begitu mengerti system di sekolah ini, bisakah kau menjelaskan padaku seperti apa system yang berlaku di sekolah ini?"

"Begitu, ya cuma penjelasannya sangat Panjang.."

Dari penjelasan Kiyotaka, Celestia Academy memiliki Sistem sekolah yang sedikit unik dibandingkan sekolah lainnya, yaitu S-point system dimana setiap Individu akan dibekali 100k S-point untuk siswa baru yang pertama kali masuk.
S-point digunakan dalam penghitungan sebuah rank disekolah. Tak peduli dari Divisi mana pun, S-point berlaku menyeluruh bagi seluruh Siswa Celestia Academy.

Ada beberapa tingkatan Rank disekolah ini mulai dari :

100 S-point = Rank F
1000 S-point = Rank E
10000 S-point = Rank D
100000 S-point = Rank C
1 juta S-point = Rank B
10 Juta S-point = Rank A
100 Juta S-point = Rank S

Dan dari penjelasan kiyotaka soal cara menaikan Rank hanya bisa dinaikan melaui, pertama mengambi Quest yang disediakan pihak sekolah yang diurutkan sesuai Rank nya masing-masing, Kedua peningkatan Nilai Akademik, jadi setiap Nilai dalam ujian tertulis dan ujian Pratik bakal dihitung dalam penghitungan S-point, misalkan Nilai 100 akan mendapat 100 S-point sedangkan Nilai 10 akan mendapat 10 S-point dan ketiga tentu melalui Duel 1 vs 1, dimana baik pihak penantang dan tertantang setuju mempertaruhkan Jumlah poin yang disepakati, dan terakhir adalah Putaran Final Turnamen Colloseum yang dimana kamu bisa mendapatkan S-point dengan maksimal dengan mempertaruhkan seluruh S-point milikmu. Jika kamu berhasil menang melawan musuh maka, seluruh S-point milik musuh akan dimasukan kedalam S-point milikmu, sedangkan sebaliknya jika kalah maka S-point milikmu akan hilang dan diberikan sepenuhnya pada musuh. Bisa dibilang Turnamen Colloseum lah dimana banyak Siswa kehilangan dan mendapatkan jumlah S-point yang besar, karena Duel tersebut mempertaruhkan seluruh S-point yang kamu miliki.

tentunya khusus Turnamen Colloseum, aturan itu hanya berlaku dibabak Putaran Final, dimana Putaran Final akan dimainkan oleh 32 Peserta, berbeda dengan babak Kualifikasi dimana Setiap kemenangan dalam babak kualifikasi, akan ditambahkan 20000 S-point perkemenangan nya.

"Begitu rupanya, itu artinya murid kelas 1 tahun ini, akan menempati peringkat C bukan?"

"Yah Baik aku dan kau, dan murid kelas 1 lainnya akan menempati Rank yang sama, tidak peduli dia berasal dari Divisi mana, kecuali kamu kehilangan beberapa S-point dari Duel 1vs1 atau membuat pelanggaran aturan di Sekolah ini"

"Begitu, aku mengerti, jadi kita bisa kehilangan beberapa S-point akibat pelanggaran aturan sekolah atau kalah duel, bahkan yang terburuknya kalah di putaran Final turnamen Colloseum."

"Hmm rupanya kau cepat menangkap dari apa yang kujelaskan Naruto"

"Yah, walau terdengar sangat ketat, sepertinya aku berpikir ini adalah metode terbaik yang dijalankan Celestia Academy untuk sementara ini."

Kiyotaka sendiri tampaknya tahu kalau teman sebelah nya ini bukanlah murid biasa, dengan pejelasan rumit mengenai S-point ini, dia dapat menangkap apa kelebihan dan kekurangan S-point disini. Lagi-lagi seorang Namikaze Naruto membuat dirinya tertarik dalam artian tertarik dan penasaran seberapa besar kemampuan si Pirang ini.

"Lalu mengenai Osis tersebut? Aku masih penasaran kenapa Kepengurusan Osis selalu didominasi oleh siswa Divisi Penyihir?"

"Jangan berlagak bodoh Naruto?, kau pasti tahu bukan alasannya?"

"S-point kah?"

"Yah, seperti yang kau tebak, alasan nya sederhana yaitu S-point, Sebenarnya ada kelemahan fatal dari system ini, dimana system yang mengembangkan orang terkuat akan terus menjadi lebih kuat dan orang lemah akan menjadi lebih lemah. Walaupun itu tidak berlaku dalam Turnamen Colloseum"

"jika begitu, apa seluruh peringkat teratas berhak masuk dalam kepengurusan Osis?"

"Yah, intinya ada 32 orang teratas yang memiliki Jumlah S-point terbanyak berhak menduduki Jabatan kepegurusan Osis"

"Dan kutebak, pasti selanjutnya 10 Klan utama kah?, yang paling mendominasi didalam kepengurusan Osis bukan?"

"Hoo, kau tahu banyak rupanya Naruto, jadi kebiasaanmu yang sering membaca buku tersebut bukanlah omong kosong belaka"

"Yah walau begitu, bukan berarti aku lebih unggul darimu, aku hanyalah seorang siswa biasa yang keranjingan membaca buku?"

"Ma-ma terserah apa alibimu, soalnya aku tidak akan membahas hal tersebut, terlebih hal yang kujelaskan selanjutnya adalah mengenai 10 Elite Teratas di Akademi ini"

Jujur sekarang ini, Naruto sendiri cukup tertarik dengan 10 orang Elite teratas di Celestia Akademi.

Dari Penjelasan Kiyotaka, untuk periode tahun ini 10 Elite utama di dominasi oleh 10 Klan Utama di Yagumo.

Yah mereka adalah Uchiha, Hyuuga, Horikita, Senju, Ichinose, Sakayanagi, Ryuen, Ootsutsuki, Uzumaki, Katsuragi, Hasebe.

Kalau diurutkan berdasarkan Rank, Mereka semua hampir setara dengan Rank A kecuali peringkat 1 yang memiliki tingkat Penyihir Rank S.

1. Horikita Manabu = 220 Juta S-point
2. Uchiha Itachi = 98 Juta S-point
3. Uzumaki Nagato = 70 Juta S-point
4. Katsuragi Kyouhei = 69 Juta S-point
5. Hyuuga Hinata = 60 Juta S-point
6. Senju Kyuubi = 50 Juta S-point
7. Sakayanagi Arisu = 49 Juta S-point
8. Ichinose Honami = 45 juta S-point
9. Ryuuen Kakeru = 40 Juta S-point
10. Horikita Suzune = 30 Jutas S-point

"Dari penjelasanmu aku mendengar kau tak menyebutkan Klan Hasebe di daftar 10 teratas?"

"Itu karena adik pewaris utama Klan Hasebe, baru masuk tahun ini, dulu angkatan sebelumnya Hasebe juga menduduki peringkat 4 Elite sekolah ini"

"Aku mengerti pantas saja Klan Hasebe tak menduduki Kursi Elite tahun ini, rupanya satu angkatan dengan kita"

"Yah begitulah, Naruto"

"Dan juga Klan Horikita benar-benar mendominasi, buktinya mereka bisa mewakilkan 2 anggota klan Mereka dalam 10 teratas"

"Dan hebatnya lagi Naruto, Horikita Suzune itu adalah adik dari Horikita Manabu, kudengar dia adalah senpai kita di tingkat 2 Akademi ini"

"Aku rasa ini semakin menarik bukan Kiyo"

Naruto sendiri mendengar 10 Elite teratas itu mulai menyeringai, lain kali mungkin ada saatnya dia mencoba mengetes 10 orang tersebut. Apakah mereka bisa memuaskan nya dalam pertarungan atau justru mengecewakan. sedangkan Kiyotaka sendiri agak tersenyum masam melihat seringai Naruto

"Oi-oi Naruto, apa kau tak berpikir untuk berduel dengan mereka semua kan?"

"Tidak, aku sama sekali tidak tertarik untuk menantang mereka, ya hanya untuk saat ini saja"

"Gahh, terserahmulah Naruto, jika terjadi apa-apa itu bukan urusanku, karena aku sudah memperingatkanmu mengenai 10 Elite."

"Hai-hai, aku menyimpan baik-baik nasihatmu itu Kiyotaka-kun"

Kiyotaka sendiri hanya menghela nafasnya melihat reaksi Naruto yang tampak cukup mengabaikan peringatannya, jika terjadi apa-apa dengan Naruto tentu itu bukan salahnya lagi pikir Kiyotaka. Tampaknya Kiyotaka berpikir sepertinya dia bakal punya teman yang cukup merepotkan mulai dari saat ini.


SKIP TIME

WUUUSSSSSHH

SYUUUUUUUTT

SYYAAAAAAATT

Dapat dilihat beberapa gerakan disana, Ada Sayatan, Tusukan, Tebasan, dan beberapa gerakan pedang lainnya. Yah di Lapangan B area barat Celestia Akademi, Nampak seorang pemuda bersurai pirang jabrik dengan jambang sebahu tersebut tengah berlatih beberapa gerakan Khas Seni berpedang miliknya, yah dialah Namikaze Naruto.

Saat ini dapat dilihat Namikaze Naruto sedang mempratekkan beberapa gerakan dasar dari Namikaze Style, gaya Kenjutsu yang ia bawa dari ajaran Kakeknya dikehidupan sebelumnya di Jepang. Tampak terlihat gerakan seni berpedang Naruto mengutamakan Kecepatan, Kelincahan dan Ketangkasan dalam bertahan atau menyerang.

Dengan seni berpedang inilah dia berhasil mendaki puncak Penyihir terkuat, Mahesvara adalah Julukannya dan Namikaze style jadi gaya berpedang Andalannya dalam memberantas pasukan Musuh.

"Hosh-hosh, sebaiknya aku beristirahat dulu, rasanya sudah lama tak berlatih lagi"

"Itu tadi gerakan yang bagus ne pemuda-kun"

Naruto terperanjat mendengar pujian tersebut. dengan sikap waspadanya, dia mencari sumber suara tersebut. Dan dari belakang dia terlihat jelas ada sesosok gadis bersurai pirang strawberry bermanik violet tersebut tengah menatap Naruto dengan pandangan tertarik.

Tentu Naruto sendiri memasang sikap waspada, bahkan Pedang yang ia genggam ditangan kanannya pun dipengang begitu kuat oleh Naruto. dengan tatapan intimidasi Naruto sendiri akhirnya menatap balik si Perempuan bersurai pirang strawberry tersebut.

"Ma-ma, tidak usah bersikap waspada begitu, lagipula aku ini kan murid disin loh."

Benar sepertinya dia tak berbohong, nampaknya Perempuan didepannya ini adalah Murid Celestia Academy, itu terbukti dengan seragam sekolahnya yang dilengkapi dengan blazer merah tua khas Celestia Academy ( Seragam Sekolah Classroom of the Elite).

"Aku kira kamu itu seorang penyusup, makanya aku bersikap waspada barusan"

"Tidak sopan kamu yah, mana mungkin aku menyusup disekolahku sendiri, lagipula arena latihan ini sebenarnya tempat yang sering kugunakan dalam berlatih"

"Jadi, kamu sering berlatih disini"

"Eh jadi kamu tidak tahu yah?"

"Tidak, aku belum mengetahui kalau senpai sering berlatih disini"

Tentu dari reaksi Naruto barusan membuat perempuan bersurai Pirang strawberry tersebut terheran-heran, apa dia tak mengetahui kalau selama ini Lapangan Latihan B itu merupakan tempat latihan pribadinya. Kalau anak kelas 2 dan 3 mungkin mereka tahu kalau arena ini adalah arena latihan pribadinya, kemungkinan bisa saja dia ini adalah pelajar tahun pertama, pikir si gadis tersebut.

"Apa kamu ini murid baru disini, aku belum pernah melihatmu sebelumnya?"

"Ah ya, sebenarnya aku baru saja pindah kesini hari ini, jadi aku belum mengetahui kalau arena ini sering digunakan olehmu"

"Pantas saja, kamu tidak mengetahuinya, rupanya begitu ya.., kalau begitu baiklah izinkan aku mempernalkan diri, namaku adalah Ichinose Honami, aku adalah senpai-mu kouhai-kun"

Naruto sendiri cukup tertegun mendengar nama Ichinose Honami, tampaknya dia ini memiliki keterkaitan dengan atasanya di Militer tersebut.

"Ah maafkan aku, berlaku tidak sopan terhadapmu Ichinose-senpai, kalau begitu Izinkan aku mempernalkan diri juga, namaku adalah Namikaze Naruto, aku berasal dari Kelas 1-D Divisi Knight."

Naruto memperkenalkan dirinya terhadap gadis bernama Ichinose Honami tersebut, dengan nada tenang serta ekspresi ramah.

'Divisi Knight kah, tampaknya dia memiliki etika yang baik dan juga kemampuan Kenjutsu tersebut membuatku tertarik'

Yah sedari tadi Honami sendiri memiliki ketertarikan dengan kemampuan Kenjutsu milik Naruto, bisa dibilang ia tak pernah melihat Kenjutsu tersebut selama ia belajar di Celestia Akademi, ah lebih tepatnya selama ia hidup di Kerajaan Yagumo sendiri.

"Ne-ne Kouhai-kun, kulihat kamu memiliki seni berpedang yang cukup menarik bagiku, jadi mau latih sparring denganku?"

"Latih Sparring? Denganku?"

"Tentu saja Kouhai-kun, siapa lagi kalau bukan kamu"

"Apa Senpai yakin? Mau berlatih denganku? Aku ini dari Divisi Knight loh?"

"Lantas, apa masalahnya Kouhai-kun, mau dari Divisi manapun dia, bagiku kalau cukup menarik, aku pasti akan mengajaknya latih sparring denganku"

Naruto sendiri agak bingung harus bagaimana, terlebih lagi latih sparring Bersama salah satu 10 Elite. Jika salah sedikit malah bisa merepotkan berurusan dengannya, padahal dia ingin menjadi Siswa biasa saja, tak begitu mencolok, tapi kali ini sialnya malah dia diajak Sparring oleh salah sati 10 Elite Celestia Academy.

"Jadi bagaimana Kouhai-kun? Mau berlatih sparring denganku?"

"Oke baiklah Ichinose-senpai, aku akan berlatih sparring denganmu, anggap saja ini merupakan permintaan maafkan karena berlaku tak sopan terhadapmu"

"Kalau begitu baiklah, sebaiknya kita bersiap-siap terlebih dahulu"

Setelah 10 menit berlalu Mereka berdua memasuki lapangan tanding, membungkuk satu sama lain, dan mulai mempersiapkan diri mereka masing masing. nampak mereka berdua sudah memakai armor Knight milik mereka masing. Sebelum pertandingan dimulai, tampaknya mereka berdua menudukan kepalanya terlebih dahulu sebagai tanda penghormatan sebelum bertarung.

Setelah itu Honami sendiri perlahan berdiri dari posisi menundukkan badannya, menggenggam Reaper favoritnya erat-erat, dan mengambil posisi tegas. Sementara itu, Naruto….

"Pffftt A-Apaan itu, Kouhai-kun?"

Usai melihat kuda-kuda Naruto, Honami tanpa sadar tergelak tawa. Aneh adalah satu satunya cara untuk mendeskripsikannya. Kaki kirinya dimajukan setengah tubuh ke depan, pinggangnya direndahkan, dan pedangnya di tangan kanannya dipegang kebawah dengan ujungnya nyaris menyentuh lantai. Tangan kirinya seolah olah memegang gagang pedang sekedar untuk penampilan.

"Kalau ada pengajar disini mungkin dia akan marah padamu loh Kouhai-kun."

"Nggak masalah Senpai, karena ini adalah gaya berpedang milikku."

Honami mengambil nafas dalam dan membenahi ulang posisinya. Naruto semakin memperlebar jarak diantara kakinya dan menurunkan pusat gravitasinya.

Honami berpikir untuk menyerbu maju dengan kekuatan penuh untuk mendaratkan serangan kuat ke arah lawannya. Namun kuda kuda aneh Naruto membuatnya tak yakin harus berbuat apa. Meski ada celah, tak mudah memanfaatkan celah itu. kuda kuda itu nampak seperti hasil dari pengalaman bertahun tahun—

Namun, Jika Honami mengetahui kalau pemuda yang berlatih sparring dengannya kini bukanlah pemuda biasa, dia sendiri sudah banyak pengalaman di medan perang dan juga di kehidupan terdahulunya dia sangat menguasai betul Namikaze Style yang diajarkan oleh Kakeknya tersebut.

Seolah menyadari kebingungan Honami, Naruto mendadak mulai bergerak. Dia menyerbu dalam sudut rendah seolah dia meluncur dan pedangnya melompat ke atas dari bagian kanan bawahnya. Itu bukan kecepatan yang perlu dikejutkan, namun karena itu adalah serangan tiba tiba, Honami harus bergerak secara refleks. Dan dengan kaki kanannya terbuka lebar

"Hyaa!"

Honami mengayun kebawah ke lengan kiri bawah Naruto. Seharusnya itu waktu yang sempurna, namun serangannya hanya menebas udara kosong.

Itu adalah elakan yang sulit dipercaya. Naruto telah melepaskan tangan kirinya dari gagang pedang, dan melemparnya ke arah tubuhnya. Apa itu mungkin dilakukan? Ditargetkan pada Honami, yang dibuat terkejut, pedang itu yang dipegang oleh tangan kanan Naruto sendiri menyerbu ke depan. Kebingungan, Ichinose dengan panik mengelak.

Di saat keduanya bertukar posisi, telah menolehkan kepala untuk menghadap satu sama lain sambil mereka mengambil jarak lagi, kesadaran Honami telah berubah drastis. Ketegangan menyenangkan mengisi seluruh tubuhnya, seolah darahnya mendidih.

Kali ini, giliran Honami untuk menyerang. Teknik andalannya, serangan lengan bawah—

Namun kali ini juga, Naruto berhasil mengelak dengan lincah. Dia menarik lengannya ke belakang, memutar tubuhnya, dan membiarkan Reaper Honami untuk lewat dengan jarak setipis kertas. Honami lagi-lagi kebingungan. Serangan berkecepatan tingginya sangat diakui di dalam Academy, dan dia tak ingat adegan dimana seseorang berhasil mengelak dari semua serangan berturut turutnya.

Menjadi serius, Honami memulai serangan gencar. Dia menikamkan ujung reaper secara terus menerus. Menyerang lebih cepat dari nafas seseorang. Namun Naruto terus mengelak dan mengelak. Pergerakan cepat di mata Naruto membuatnya seolah dia sudah memahami semua pergerakan ayunan reaper milik Honami.

Jengkel, Honami dengan paksa menutup jarak dan mengunci reaper ke arah Naruto. Menghadapi kaki dan tubuh Honami yang sudah terlatih, Naruto sendiri langsung mengaktif kelima indranya untuk membaca pergerakan serangan dari senpainya tersebut. Dan benar saja.

TRAAAAAANGGG...

Pergerakan Naruto membuat Honami terkejut bukan main, Honami yang awalnya bertujuan mengincar bagian atas kepala Naruto malah dikejutkan dengan Naruto yang menghindar cepat kearah kiri dan kemudian menyelinap masuk dari bawah lalu mengincar bilah rendah reaper milik Honami tersebut dan mementalkan Reaper Honami kearah barat, sehingga reaper tersebut melayang di udara.

SRIIINGGGGGGGG…..

Tak mengambil waktu lama lagi, Naruto langsung saja mengarahkan bilah pedang ia pegang kearah leher Senpainya tersebut. Pergerakan Honami kali ini dikunci olehnya.

"Maaf Senpai, kali ini akulah yang menang"

Terang Naruto sambil menyeringai mengejek Senpainya tersebut…

"Mou, baiklah-baiklah Kouhai-kun, kamu menang, jadi bisa singkirkan pedang itu dariku kan, itu benar-benar sangat mengangguku tahu."

Naruto pun langsung menjauhkan bilah pidang tersebut dan kembali menyarungkan pedang tersebut tepat disampingnya. Dan kini iapun membantu Honami untuk berdiri. Ia pun memberikan tangannya kepada Honami, Honami kali sedikit merona merah, karena diperlakukan seorang Putri oleh Adik kelasnya tersebut. Setelah selesai membantu Honami berdiri langsung saja melepaskan tanganya dari Honami dan pergi menjauh tanpa memperdulikan Honami yang sedang cemberut disana.

"Mou ini pertama kalinya, aku merasa sekesal ini, aku benar-benar dikalahkan olehmu Kouhai-kun"

Terang Ichinose dengan nada ngambek dan cemberut seakan-akan ini adalah Salah Naruto.

"Hey-hey Senpai, aku itu tadi hanya beruntung saja, kalau senpai bergerak lebih cepat tadi, mungkin aku akan kalah dengan mudah tahu."

"Humpphh, mana mungkin seperti itu, aku saja yang selalu tak terkalahkan di akademi saja bisa dikalahkan olehmu!"

"Tapi kan dengan perlawanan sengit bukan, melawanmu tadi itu sangat susah lo Ichinose-senpai, bahkan kalau aku tak serius tadi, bisa-bisa aku jadi daging cincang tahu"

"Tapi tetap saja aku benar-benar kesal dengan kekalahan ini Kouhai-kun, fakta tidak berubah, kalau kamu sudah berhasil mengalahkanku tahu!"

"Hai-hai.. kalau begitu lain kali aku akan mengalah padamu senpai"

Tetapi bukannya reaksi tenang dari Honami, malah sebaliknya, Honami sendiri melemparkan Glare tajam kepada adik kelas yang berhasil mengalahkannya.

"Namikaze-kun, jangan pernah berbuat hal seperti itu kepadaku, karena jika kamu mengalah sedikit saja kepadaku, aku pasti akan terus memburumu, bahkan sampai ke Kuburanmu sekalipun!"

"Eh iya! Aku janji akan bertarung serius denganmu Ichinose-senpai, tentu saja aku akan terus mengeluarkan segenap kemampuanku saat bertarung melawanmu" ucap Naruto dengan nada gugup dan gelisah melihat Senpainya tersebut memasuki mode ngamuknya.

"Kalau begitu baguslah Namikaze-kun, lain kali kita akan berlatih sparring lagi ya"

"Ah iya, aku siap kapanpun jika Senpai, ingin berlatih sparring denganku."

"Uhmm oke, kalau begitu, aku pulang dulu, ja nee~ Namikaze Naruto-kun"

Pada Akhirnya Naruto sendiri mau tak mau menerima, keputusan Ichinose Honami, mengenai teman latih sparringnya, dan juga dia baru tahu kalau senpainya tersebut punya sisi yang menakutkan bahkan lebih menakutkan dari Iblis yang pernah ia hadapi sebelumnya.

"Rasanya entah aku pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya"

Entah mengapa rasanya ia pernah melihat Ichinose Honami dalam mode marah tersebut disuatu tempat, tapi rasanya dimana ya? Pikir Naruto

Ah sudahlah lebih baik dia segera bergegas menuju Asrama, tampaknya hari sudah menujukan senja, yang itu berarti jam malam akan tiba, tentu Naruto sendiri tak ingin Hari pertamanya sekolah ternodai karena melanggar aturan Jam malam. Oleh karena itu dia pun bergegas cepat menuju Asrama tempat dimana ia tinggal sekarang ini.


Ditempat yang berbeda kini Ichinose tengah membersihkan tubuhnya dari keringat tersebut didalam kamar mandi ruang pribadinya di Asrama perempuan, terus memikirkan salah seorang pemuda yang menarik minatnya, bahkan dari gerakann-gerakan yang ia lihat menujukan hal yang belum pernah terlihat.

Belum lagi adalah fakta yang ia begitu sangat mengesalkan baginya, kalah telak melawan seorang Kouhai misterius bernama Namikaze Naruto tersebut.

"Namikaze Naruto kah?"

Kalau dipikir-pikir entah mengapa dia merasa tak asing dengan gerakan pedang tersebut, entah darimana ia merasa pernah melihat hal itu. walau terus memikirkannya, Ichinose Honami sendiri benar-benar tak mengingat dimana ia pernah melihat Gaya berpedang milik Kouhainya yang begitu misterius baginya.

"Rasa penasaran ini, rasa tertarik ini, rasa berdebar ini, ahh kamu harus bertanggung jawab Namikaze Naruto-kun, karena itu aku pasti akan terus memburumu agar kau menjadi milikku"

Gumam Ichinose Honami sambil tersenyum manis membayangkan Namikaze Naruto masuk kedalam Faksi Klannya Ichinose.

Walau sebenarnya Honami tak tahu kalau Namikaze Naruto itu adalah bawahan ayahnya, mungkin ini salah satu keberuntungan Naruto hari ini karena dia tidak ketahuan kedoknya oleh Ichinose Honami. bahwa Namikaze Naruto adalah bawahan dari ayahnya sendiri.


Other Place

Disebuah Mansion Klan Ichinose tampaknya salah satu Instruktur Celestia Academy tengah menghadap salah satu Jendral Kerajaan Yagumo, dia adalah Hatake Kakashi yang merupakan salah satu bawahan langsung Ichinose Minato.

"Sensei, tampaknya anak anda sepertinya punya ketertarikan tersendiri dengan Namikaze-kun"

"Begitukah, Kalau begitu aku sangat bersyukur jika Honami bisa dekat dengan Naruto"

"Walau itu terdengar buruk bagi Naruto, aku harap dia bisa selamat dari anakmu itu Sensei"

Minato sendiri hanya tertawa hambar mendengar penuturan Kakashi barusan.

"Yah dia memang selalu seperti itu, kalau sudah tertarik akan sesuatu dia pasti akan terus memburunya, persis dengan Ibunya"

Kakashi pun hanya tersenyum hambar mendengar penuturan gurunya tersebut kalau kelakuan Honami sendiri memang berasal dari Ibunya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Ichinose Kushina.

"Aku turut prihantin dengan nasibmu Sensei"

Yah beruntunglah Kakashi, karena di kini masih berstatus Lajang, jadi dia masih ada waktu mencari istri yang pas untuknya.. bukan malah menakut-nakutinya, Oh Kakashi jika keluhan hatimu terdengar sama Kushina, mungkin kamu bakal sujud minta ampun kepadanya.

"Oke Kakashi, kita bahas laporan selanjutnya, bagaimana dengan pergerakan dia?"

"Yang ku observasi tampaknya Faksi Danzo-sama, sangat kesal dengan keputusanmu kali ini, itu wajar saja, karena awalnya Tuan Danzo sendiri berniat mengincar Naruto untuk dijadikan senjata utama Faksi miliknya di Yagumo"

"Padahal kita tengah dalam masa peperangan, aku benar-benar tak mengerti apa yang dipikirkan Danzo-dono, untung saja aku membuat keputusan lebih cepat dengan memasukan Naruto kedalam Celestia Academy, dengan begini Naruto bisa hidup nyaman dan menjalani masa remajanya dengan tenang, bukan malah menjadi Alat Senjata yang tak punya perasaaan"

"Yah Aku juga setuju denganmu Sensei, membuat Naruto bersekolah di Celestia Academy, adalah keputusan yang baik, aku berharap Naruto semakin Humanis di Akademi, karena ia terus membaur Bersama teman-teman sebayanya"

"Yah aku harap seperti itu Kakashi, selain membuat Naruto melupakan pengalaman pahitnya, aku harap dia bisa menemukan lembaran baru disana."

Ucap Minato sambil meminum kopi miliknya dan termenung memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Minato berpikir apakah masa damai ini akan terus berlangsung, mengingat saat ini belum ada tanda-tanda pasukan Kaisar Iblis Vermudol mulai melakukan pergerakan. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Yosh ini adalah Remake Chapter 02 dari fic Argonaut yang kini berganti nama menjadi Mahesvara. Oke langsung saja sedikit ringkasan pembahasan Chapter 02.

Pertama disini saya akan menjelaskan tentang Sistem Celestia Academy yang mengambil Konsep dari Anime Classroom of the Elite. Ada S-point yang menentukan berapa tingkat Rank Siswa, semuanya sudah saya jabarkan diatas.

Dan Kedua menyoal 10 Elite yang mengisi Jabatan di kepengurusan Osis, Inspirasi ini datang dari Anime Shokugeki no Souma yang terkenal dengan 10 Dewan Elitenya, Cuma perbedaanya 10 Elite mengisi Kepengurusan Osis yang mengatur hampir setiap kegiatan siswa atas pertimbangan Guru. Kalau bisa dibilang konsepnya benar-benar hampir sama dengan 10 Dewan Elite Shokugeki no Souma. Lalu mengenai daftar nama serta poinnya juga saya sudah jabarkan diatas.

Dan sebagian besar kesaharian Naruto, dan juga interaksinya dengan salah satu 10 Elite, yah siapalagi kalau bukan Ichinose Honami.

Lalu kalau masalah Pairing, saya akan tentukan ketika beberapa tokoh dari Youzitsu dimunculkan dalam Fic ini. kemungkinan besar saya bakal pilih Harem atau Normal saja. Tapi itu juga tergantung perkembangan jadi nantikan saja.

Tentu akan banyak kekurangan disana-sini karena itu saya membutuhkan beberapa kritik dan saran untuk pengembangan cerita ini.

Mungkin ini akan terlihat sangat membosankan bagi anda semua kerena Fic ini bertema Isekai tetapi Author sendiri berjanji akan mulai menampilkan beberapa perbedaan aspek menarik lainnya. Oleh karena itu jika kalian ingin mengikutinya silahkan ikuti terus perkembangan Fic ini.

Maaf kalau masih ada penulisan yang Typo, Ambigu, Gaje dan sebagainya. Author akan berusaha terus untuk memperbaiki hal tersebut.

Silahkan RnR Minnaa...