Chapter 5

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruSasu (Naruto x Sasuke)

Genre : Friendship, Romance, Yaoi, Shounen Ai

Warning : AU, Multi chapters, Gaje, Typo, OOC, alur maraton, yaoi, dan hal absurd lainnya.

Note : If you dont like or hate this fanfic, Dont read!

Hari ini Naruto dan Sasuke datang ke kelas musim panas. Ya. Di KHS, murid yang sudah memasuki tahun ketiga di wajibkan untuk mengikuti kelas tambahan pada musim panas. Karena untuk mengikuti ujian masuk ke Universitas di konoha sangatlah ketat. Apalagi tujuan mereka adalah Universitas Konoha. Salah satu Universitas negri yang cukup terkenal dan suatu kebanggaan jika kau berhasil mendapatkan gelar di Universitas ini.

Belajar di liburan musim panas begini adalah hal yang paling menyebalkan. Karena, menurut pemikiran teman - teman sekelasnya dan Naruto, liburan musim panas adalah bersenang - senang. Bukan dengan cara belajar seperti ini. Oh ayolah.. Naruto sudah cerdas disini. Ia tidak perlu belajar di musim panas. Tapi Sasuke memaksa.

Yasudah lah! Terserah. Lagipula belajar di musim panas tidaklah buruk. Kau bisa duduk dimana saja dan tidak mempedulikan temanmu sekelas denganmu atau tidak. Ini adalah poin plus tersendiri untuk Naruto. Naruto jadi bisa duduk berdekatan dengan Sasuke seperti ini.

Ini semua untuk membayar kesepian yang dirasakan Naruto selama hampir satu setengah tahun tidak sekelas dengan Sasuke.

Pelajaran tambahan ini dimulai lebih pagi satu jam dari jam sekolah biasanya. Pukul 8.00 dimulainya waktu pelajaran dan selesai di Pukul 12.00, selesai lebih cepat dan hanya 3 kali pertemuan dalam seminggu.

Minggu pertama berjalan dengan lancar. Ini hari rabu dan esok tidak ada pelajaran tambahan disekolah. Rencananya selama tiga hari, Neji mengajak Naruto, Sasuke, Kiba, Shikamaru, Chouji, Shino, Gaara, Sai, dan Lee melakukan liburan musim panas mereka ke pantai di kota otto. Dan kebetulan Villa yang dimiliki oleh keluarga Hyuga ada di sana. Neji bilang mereka boleh menginap secara gratis. Lumayan kan? Walau hanya tiga hari yang penting mereka liburan.

"Kau sudah menyiapkan barang - barang untuk kau bawa besok, Sasuke?" Tanya Naruto yang berjalan beriringan dengan Sasuke menuruni tangga dan menuju loker sepatu. Sasuke menggeleng.

"Masih ada yang kurang. Aku kehabisan Sunblock dan ingin membelinya siang ini." Jawab Sasuke.

"Pakai punyaku saja. Aku baru beli kemarin." Ujar Naruto. Sasuke mengangguk menyetujui saja. Ketika langkah mereka telah sampai pada loker, Sasuke menggapai pintu loker dan membukanya. Rupanya sepatu Sasuke tidak sendirian. Ada penghuni baru berbentuk kertar tipis berwarna pink tanpa amplop yang menghuni loker Sasuke.

Sasuke mengambil kertas itu dan membacanya.

"Surat cinta?" Tanya Naruto sambil mengarahkan kepala pirangnya ke arah kertas itu dan membacanya.

"Kau menghalangi, Naruto!" Sasuke menjauhkan kepala Naruto dengan telapak tangannya dan mulai membaca isi kertas itu. Disana tertulis waktu dan tempat untuk bertemu. Hari ini, jam ini, dan di depan gerbang sekolah.

"Hei, Uchiha? Kau dapat surat cinta lagi? Cih" Kata Kiba mencibir Sasuke sambil memakai sepatunya dan melangkah pergi disusul Shikamaru dan Shino dari belakang.

"Kau iri ya?" Teriak Naruto pada Kiba yang mulai menjauh yang hanya dijawab acungan jari tengan dari kiba untuk Naruto. Naruto hanya terkekeh melihat kelakuan salah satu temannya itu. Sasuke menatap Naruto seperti meminta persetujuan dari Naruto.

Naruto mengangguk dan menunjukan dagunya ke arah gerbang depan sekolah. "Temui dia." Sasuke mengangguk dan mulai memakai sepatunya dan menuju gerbang sekolah. Menemui gadis yang entah siapa namanya untuk menolak cintanya.

Naruto mengikuti dari belakang. Terlihat dari jauh Sasuke menghampiri seorang gadis pirang panjang yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Keduanya berasumsi jika dia adalah gadis itu.

Naruto masih melihatnya dari jarak jauh. Sasuke mulai menggelengkan kepalanya dan sedikit membungkuk sebentar. Gadis itu mulai menggelengkan kepalanya kasar dan menarik - narik lengan Sasuke. Sasuke mencoba melepasnya dengan lembut tapi tidak berhasil lepas dan mulai menarik perhatian banyak orang di sekitar. Naruto yang melihat itu menaikan alisnya sebelah. 'sepertinya akan sulit ya?'

Naruto mulai menghampiri kedua orang itu dan melebarkan kedua bola matanya terkejut. Apa yang dilihatnya di depan mata benar - benar terjadi. Bibir gadis pirang itu menempel pada bibir Sasuke. Sasukenya. Naruto mulai meremas kedua telapak tangannya tanpa beranjak dari tempat berdirinya.

Sasuke terlihat sangat terkejut dan melepaskan tautan bibir mereka yang menyatu lalu membentak gadis itu. Gadis itu sepertinya tidak menyerah. Masih menarik - narik kedua tangan Sasuke dan bentakan Sasuke lolos di kedua bibirnya. Sadar jika telah di tolak, sang gadis pergi dengan tangis yang ia tahan.

Sasuke terkejut ketika melihat Naruto yang berdiri tidak jauh di tempatnya dia berada. Jangan bilang jika Naruto melihat yang tadi? Tidak mungkin Naruto tidak melihat. Naruto punya mata dan dapat melihat jelas dengan jarak sedekat itu. 'Bodoh! Apa yang ku lakukan! Naruto marah kan? Ia marah kan?'

Naruto menghampiri Sasuke dan mengajaknya pulang. Sasuke mengikuti dari belakang tanpa bersuara. Tidak tahan dengan keheningan yang terus terusan melanda, akhirnya Sasuke buka suara.

"Naruto—"

"Aku tidak suka!" Potong Naruto. Sasuke mengehela nafas. Naruto marah.

"Aku tahu. Aku juga tidak suka. Dia yang tiba - tiba menciumku. Maaf" Ucap Sasuke. Tapi tiba - tiba Naruto berhenti dan menatap Sasuke yang juga ikut berhenti. Memajukan kepalanya dan mengecup pelan bibir sang raven.

"Berhenti meladeni orang - orang itu lagi. Aku tidak suka kejadian ini terulang lagi. Aku juga tidak akan meladeni surat - surat mereka lagi." Sasuke mengangguk. Naruto tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanan pulang mereka.

Tidak sadar akan orang di belakang mereka yang menggenggam handphone dalam mode kamera bersembunyi di balik tiang listrik. .

.

Keesokan harinya, kesembilan remaja labil ini bertemu di stasiun kereta pagi - pagi sekali. Sambil menunggu kereta pertama datang, mereka mengisi waktu dengan mengobrol—kecuali Couji yang asik makan chiki sendiri.

"Hei, Sasuke! Aku melihatmu kemarin." Ucap Kiba tiba - tiba mengalihkan topik pembicaraan dari pertanyaan 'siapa orang yang kau sukai' dari Shikamaru, membuat Shikamaru mendengus. Sasuke mengangkat alis sebelahnya heran.

"Maksudmu?"

"Oh ayolah! Jangan belagak tak tahu. Kau di cium Ino kan? Hahaha" Tawa Kiba menggelegar di Stasiun itu, membuat perhatian orang - orang sekitar tertuju pada segerombolan pemuda - pemuda itu. Kesembilan remaja itu kaget mendengar pertanyaan—lebih tepatnya pernyataan—dari pemuda penyuka anjing ini.

"Serius, Sasuke? Kau dicium Ino? Hei, hei! Katakan padaku! Bagaimana rasanya?" Berenten pertanyaan di keluarkan dari mulut Sai.

"Yang benar saja. Aku dipaksa. Aku tidak suka dicium. Bisakah kita mengganti topik yang lain? Pembicaraan ini sungguh menyebalkan." Sasuke membela diri.

"Kau tidak suka dicium? Jadi itu ciuman pertamamu?" Tanya Shikamaru.

Sasuke bingung sendiri menjawabnya. Kalau ia bilang bukan, pasti mereka akan bertanya lebih dalam lagi. Kalau begini akan ketahuan hubungannya dengan Naruto.

Mendapat keterdiaman dari sang Uchiha membuat ketujuh pemuda ini semakin penasaran dan makin mendesak si Uchiha menjawab pertanyaannya.

Tetap bertahan pada diamnya membuat semuanya menyerah dan melanjutkan pembicaraan mereka dengan mengganti topik yang baru. Tanpa disadari oleh mereka berdua—Naruto dan Sasuke—salah satu orang yang terus melihat mata Sasuke yang terus melirik Naruto, hanya menatap datar si pemuda raven dengan pandangan penuh kebencian.

Tak lama kereta yang ditunggu akhirnya datang, membuat pembicaraan mereka terhenti sejenak—termasuk tatapan tajam pada Sasuke oleh si pria itu.

Perjalanan dari Konoha ke Otto memerlukan waktu yang lumayan lama, kira - kira 5 jam perjalanan menggunakan kereta. Dalam perjalanan, mereka banyak berdiskusi tentang hal apa yang akan mereka lakukan pertama kali ketika sudah sampai, atau melakukan saran dari Lee yaitu adu nyali menuju kuil dimalam hari.

Pengumuman pemberhentian selanjutnya di kota Otto sudah terdengar. Kesepuluh remaja ini mulai bersiap mempersiapkan barang - barangnya agar tidak tertinggal saat turun dari kereta. Jam masih menunjukan pukul sebelas. Perjalanan ke Vila membutuhkan waktu 30 menit menggunakan bis.

Setelah sampai ke Vila, mereka mulai berdisksi siapa yang akan tidur bersama siapa, karena Neji hanya boleh menyediakan 3 kamar kosong. Bodohnya Neji, seharusnya ia diskusikan ini sedari tadi, di kereta atau di bis selagi ada waktu panjang. Tapi ia malah lupa karena terlalu asik mengobrol. Alhasil mereka sekarang berada di ruang tengah dan tengah ribut membuat semua tamu yang ada di sana memperhatikan kekonyolah para remaja yang ingin berlibur disini.

"Hei, kalian, tenanglah sedikit. Kita menarik banyak perhatian." Neji menengahi keributan kecil yang di ciptakan oleh beberapa temannya ini.

"Neji-sama, barang - barang ini mau di bawa ke kamar nomor berapa?" Beberapa pelayan yang Neji kenal mulai menghampiri.

"Tunggu sebentar." Ucap Neji. "Hei, kalian cepat. Mau ku tendang keluar, hah?" Neji mulai membentak tak sabaran. Padahal ini hanya masalah sepele. Tapi kenapa sampai ribut tak karuan begini. Neji menggelengkan kepalanya heran.

"Hehh.. Kalau begitu, Neji, kau ingin sekamar dengan siapa?" Naruto meminta jawaban. "Ah ngomong - ngomong aku ingin sekamar dengan Sasuke." Neji mengerlingkan matanya tak heran. Naruto pasti ingin bersama dengan Sasuke.

"Yah kalau begitu aku dengan Naruto dan Sasuke." Ucap Kiba.

"Tidak bisa. Kau bersamaku." Ucapan Shikamaru mendapat kerutan di kening Kiba.

"Hah? Terserah aku ingin sekamar dengan siapa. Kau tidak berhak mengaturku." Ucap Kiba.

"Kalau begitu aku saja yang sekamar dengan Naruto dan Sasuke." Giliran Gaara yang mengeluarkan keinginannya. Neji yang mendengar itu langsung menarik lengan Gaara.

"Tidak. Kau bersamaku." Ucap Neji.

"Kalau begitu aku saja yang bersama Naruto dan Sasuke. Kalau begitu, permisi." Ucap Shino sambil berlalu membawa kopernya diikuti Naruto dan Sasuke yang kebingungan.

"Ja.. Kalau begitu kami duluan." Ucap Naruto.

Kiba dan Gaara menganga kaget dengan tindakan Shino. Sialan! Kalau dengan cara itu berhasil, seharusnya coba dari tadi. Bukannya malah ribut.

Neji menghela nafas. "Aku, Gaara, dan Lee akan ada di kamar 14. Kiba, Shikamaru, Sai, dan Chouji dikamar 15. Biar Naruto, Sasuke, dan Shino dikamar 13. Pembicaraan ini di tutup. Pak, tolong bawaan kami." Neji mulai melangkah sambil menyeret Gaara dan Lee sedangkan pelayan - pelayan yang ada di Vila itu mulai membawa bawaan mereka.

"Sudahlah. Ayo kekamar. Setelah ini kita ingin kepantai kan?" Sikamaru bangkit dan menuju ke kamarnya. Sedangkan Kiba menyusul dengan cemberut diikuti Sai yang masih diam seribu bahasa sedari tadi dan Chouji dibelakangnya kali ini dengan bungkusan keripik singkong di tangannya. .

.
"Laauuutttt!" Naruto, Kiba, dan Lee berteriak semangat dengan merentangkan tangannya merasakan hembusan angin yang kencang menerpa mereka seakan akan terbang bebas dan tak akan pernah kembali.

Mereka bertiga langsung berlari ke bibir pantai dan menendang - nendang air yang berada di kaki mereka. Saling tertawa dan berguling ketika ada ombak menghampiri.

Sasuke, Neji, Gaara, Shikamaru, Shino dan Chouji memilih untuk duduk beralaskan kain di bawah payung pantai dan meminum es kelapa muda sambil melihat ketiga temannya yang kelewat aktif di sana. Mereka memilih untuk mengistirahatkan badan setelah perjalanan yang lumayang panjang itu.

Musim panas kali ini begitu panas, membuat semua orang malas ingin bergerak. Tapi tidak untuk Naruto, Kiba, dan Lee yang memang di takdirkan untuk tidak pernah lelah.

Ketika musin panas mereka lalui di luar ruangan. Ketika musim dingin tiba mereka lalui di luar ruangan juga. Betapa hebatnya tubuh mereka bertiga.

Shikamaru menguap dan memutuskan untuk tidur - tiduran. Shino bangkit berdiri berlajan seorang diri menghampiri bebatuan yang ada di ujung pantai. Siapa tahu akan ada serangga air yang belum pernah ia lihat. Neji membaca bukunya. Sai yang tidak jauh dari mereka sedang bermain pasir sendirian. Sedangkan Chouji bangkit dari singgasananya menuju tenda yang menjual yakisoba karena takoyaki yang ia makan sudah habis.

"Hei, Neji ikut aku!" Chouji menarik lengan Neji yang sibuk membaca buku.

"Aku ingin membeli Yakisoba untuk semuanya." Neji mengangguk paham dan bangkit berdiri mengikuti Chouji setelah menyimpan bukunya.

Semua punya aktifitasnya sendiri - sendiri. Tak terkecuali Sasuke.

Sasuke sendiri sibuk melihat kekasihnya yang sedang berlomba dengan teman - temannya disana. Mereka bertiga tidur terkurap di pinggir pantai dan menunggu ombak datang. Jika ada terbawa arus berarti kalah, dan yang kalah mendapat hukuman.

Sasuke tertawa kecil ketika Naruto dihukum jitakan di kepalanya. Dari lima ombak yang datang, Naruto sudah dapat sepuluh jitakan dari Kiba dan Lee. Dasar lemah.

"Kau tertawa." Gaara yang sedari tadi memperhatikan Sasuke merasa terkejut ketika Sasuke tertawa tanpa sebab. Gaara mengikuti pandangan Sasuke dan mengangkat alis sebelahnya. Mereka bertiga adalah sekumpulan anak laki - laki bodoh, apa yang Sasuke tertawakan? Bukan tertawa meremehkan, tetapi tertawa dengan tatapan. seperti kagum dengan seseorang.

Tidak biasanya Sasuke begini. Maka dari itu Gaara angkat suara.

"Siapa yang kau pandang?" Gaara masih dengan melihat Sasuke dengan tampang datarnya.

Sasuke yang tertangkap basah sedang tertawa ketika melihat Naruto kini mengalihkan pandangannya ke arah lain. Semoga Gaara tidak tahu siapa yang sedang ia pandang.

"Naruto ya?" Seakan ada petir yang menyambar hati Sasuke, tebakan Gaara tepat sasaran.

"Ternyata benar ya?" Tanya Gaara lagi.

"Apanya?" Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah Gaara dan melototinya.

"Secara tidak langsung, Sasuke, kau menjawabnya."

"Apa maksudmu?"

"Kau suka Naruto, ya?" Tanya Gaara tak berbelit. Mata Sasuke membulat dan mengalihkan kembali pandangan kearah lain.

"Ternyata aku punya saingan ya?" Sasuke langsung memutar kepalanya cepat setelah mendengar kata - kata yang barusan terdengar seperti 'Neraka' tersebut.

Apa dia bilang? Saingan? Jangan bilang kalau..

"Iya kok. Aku juga suka Naruto." Seperti bisa membaca pikiran Sasuke, Gaara mengucapkan kata - kata itu sambil tersenyum memandangi Naruto yang tengah tertawa dan berlari di sana.

"Naruto tidak pantas untuk tidak disukai kan?" Sasuke masih dengan keterkejutannya saat Gaara mengucapkan kalimat itu, sedangkan Gaara dengan senyum yang tidak pernah ia perlihatkan memandang lembut Naruto penuh kagum. Sasuke kembali memandang Naruto.

"Dia tampan, kan?"

"Hn." Sasuke mengiyakan.

"Ototnya bagus. Dadanya bidang. Badannya atletis. Kulitnya eksotis. Sangat sempurna." Gaara kembali memuji Naruto.

"Hn." Dan Sasuke kembali mengiyakan.

"Tapi yang paling indah diantara semuanya adalah—"

"—Matanya." Potong Sasuke.

"Kau benar." Gaara dan Sasuke kembali memandangin Naruto dari kejauhan. Naruto yang melihat mereka tersenyum melambaikan tangannya dan berjalan mendekat.

"Tapi tetap saja, senyumnyalah yang selalu menawan. Tidak. Terlalu menawan. " Gaara membalas senyuman ketika Naruto memberikan senyumannya pada Gaara.

"Kau benar." Sasuke membalas lambaian Naruto ketika Naruto melambaikan tangan padanya.

"Kau beruntung, Sasuke."

"eh?"

"Kau bisa jadi sahabatnya. Kau selalu dekat dengannya. Aku jadi iri." Ucap Gaara.

"Bukannya kau sahabat Naruto juga?"

"Tapi tidak sedekat dirimu."

"Begitu ya?" Sasuke tersenyum tipis pada Naruto dan menggeleng pelan ketika Naruto datang bersama Kiba dan Lee sambil bertanya 'Apa yang kalian bicarakan?'

Neji dan Chouji datang membawa Yakisoba dan mereka mulai memakannya. Kiba menghampiri Shino yang tengah asik bermain kutu air, Neji berusaha membangunkan Shikamaru yang tertidur, dan Sai menyudahi permainan solonya bersama pasir - pasir pantai.

Semua makan bersamaan secara khidmat kecuali ketiga remaja berisik ini. Jika tidak ada salah satu saja diantara mereka, geng mereka pasti sepi sesepi kuil di malam hari.

Sikamaru mendelik kearah Sasuke dan Gaara secara bergantian.

'Sepertinya akan ada perang.'

.

Tsuzuku

.

.

Terima kasih buat semuanya yang udah ngikutin cerita aku sampai chapter 5 ini. Aku harap semuanya sukak. 😍😍

Maap jugak kalo ceritanya agak absrud *kayakyangbuat* yak pokoknya enjoy aja.

Terimakasih juga buat yang Review, masukan dan kritikan akan aku terima. Makasih buat semangat kalian. Faito 😂