MY LOVELY SENSEI
Pair :
Levi Ackerman x Eren Jaeger (fem)
Disclaimer :
Tokoh Shingeki no Kyojin milik Hajime Isayama sensei, saya hanya meminjam beberapa tokoh untuk kelancaran ff abal-abal ini.
Warning! GS, TYPO, OOC.
Semoga kalian senang dengan ff ini
.
.
.
.
Apakah kalian pernah merasa bingung dengan perasaan kalian sendiri?
Eren Jaeger, gadis berusia 17 tahun yang sedang dilanda kebingungan.
Kalau boleh jujur, Eren sangat mengagumi sosok Levi Ackerman. Guru sejarah yang terkenal dingin.
Hanya mengagumi, tidak lebih.
Tapi, semakin hari Eren semakin ragu dengan perasaannya.
Apakah ia hanya mengagumi sosok guru nya?
Eren merasa dirinya menjadi tokoh utama dalam sebuah drama. Dirinya yang dilanda kebingungan akan perasaan hatinya.
Eren menutup buku di depannya. Sekarang adalah jam pelajaran matematika. Pelajaran yang dapat membuat jantung Eren berdebar-debar.
Tidak, bukan hanya Eren saja. Satu kelas sangat berdebar-debar.
"Baiklah, saya akan menunjuk satu murid untuk menyelesaikan soal didepan." ucap sang guru sambil melihat daftar absen.
Ternyata, semua murid takut. Takut disuruh maju ke depan oleh sang guru yang terkenal killer.
Semua murid yang berada didalam kelas tersebut hanya bisa berdoa. Mendoakan keselamatan mereka dari guru killer mereka.
'Ya Tuhan, selamatkan lah diriku dari neraka ini.'
'Semoga namaku tidak dipanggil.'
'Semoga guru nya tiba-tiba kebelet berak,'
Ya, seperti itulah doa mereka. Sungguh, dasar murid biadab.
"Eren Jaeger."
DEG
Murid-murid yang lain dapat bernafas dengan lega sekarang.
Tidak dengan Eren, tamat sudah riwayat hidupnya hari ini.
"Armin, tolong bantu aku! Huweee~" Eren merengek kepada Armin untuk membantu menyelesaikan soal-soal yang membuat kepala nya ingin pecah.
Armin dengan cekatan menulis beberapa cara di buku tulis.
"Eren Jaeger, maju kedepan. Tidak membawa buku apapun." sang guru yang tahu akan tindakan Eren pun berbicara.
Eren hanya bisa meneguk ludahnya paksa. Selamat tinggal untuk kehidupannya yang tentram dan damai.
Eren pun bangkit dari duduknya. Maju ke papan tulis dengan langkah gontai.
'Siapapun, tolong kirimkan malaikat untuk melindungi ku,' batin Eren pasrah.
TOK TOK TOK
Seseorang mengetuk pintu, lalu masuk kedalam kelas Eren.
"Maaf sudah menganggu kegiatan mengajar anda. Tapi, hari ini rapat guru dipercepat. Jadi saya harap anda segera keruang guru sekarang." ucapnya.
Astaga, itu Levi sensei!
"Baiklah, Levi-san. Kurasa pelajaran sampai disini. Kita bertemu minggu depan." sang guru killer pun keluar dari kelas.
'Astaga, Levi sensei. Kau adalah malaikat ku.' batin Eren.
.
.
.
.
"Kyaa~ Levi sensei menyelamatkan ku dari neraka jahanam tadi." ucap Eren bahagia.
Bahagia? Tentu saja Eren sangat bahagia.
Ia diselamatkan oleh sang malaikat nya, siapa lagi kalau bukan Levi sensei nya.
Armin, Mikasa, dan Sasha hanya dapat terkekeh melihat tingkah Eren.
"Iya dah, yang lagi falling in love." goda Sasha.
Eren semakin malu.
"Sayang sekali Levi sensei tidak mengajar di kelas kita." ucap Armin.
"Kalau pun Levi sensei mengajar di kelas kita, aku yakin Eren semakin giat belajar." goda Mikasa.
Sial, wajah Eren merah padam sekarang.
Mereka berempat pun jalan menuju kantin. Ya, kantin mereka dekat dengan ruang guru. Jadi, Eren dan kawan-kawan selalu melewati ruang guru.
Eren mengintip sekilas kedalam ruang guru.
Benar saja, guru-guru sedang mengadakan rapat.
Eren melihat Levi sedang memperhatikan rapat. Wajahnya sangat serius dengan kacamata yang digunakannya.
BLUSH
Wajah Eren memerah melihat Levi. Sungguh, benar-benar pria megane!
Levi yang merasa diperhatikan pun mengarahkan pandangannya ke arah jendela. Dan benar saja, ada yang sedang memperhatikannya.
Kini, pandangan Eren dan Levi bertemu.
BLUSH
"Eren! jangan lari!" teriak Armin mengejar Eren yang sudah lari terbirit-birit.
Levi hanya tersenyum tipis, 'Jadi, namanya Eren.'
.
.
.
.
'Sialan, tadi kita bertatapan.' batin Eren.
Armin, Sasha, dan Mikasa pun mengejar Eren yang sudah berada di kantin.
"Sialan kau Eren, lari mu cepat sekali." ucap Sasha sambil mengatur deru nafasnya.
"Sebagai ganti nya, traktir kami minum!" ucap Mikasa.
"Enak saja!"
"Pesan 4 ice capuchino." ucap Armin memesan minuman.
"Tadi, Levi sensei melihatku! Astaga aku malu!" ucap Eren sambil menarik rambut panjangnya frustasi.
"Sepertinya, Levi sensei sudah kenal denganmu, Eren." ucap Armin sambil meminum minumannya.
"Mana mungkin! Aku saja tidak di ajari olehnya." kini Eren menyeruput minumannya.
Armin hanya dapat menggelengkan kepala nya. Meminum ice capuchino nya dengan damai.
"Sasha, lihat. Ada Jean senpai!" ucap Mikasa pada Sasha.
Sasha segera melihat kearah Jean, dan benar saja. Jean sedang menuju ke kantin bersama teman-temannya.
"Sial, kenapa Jean senpai harus ke kantin sekarang." rutuk Sasha sambil mengalihkan pandangannya.
"Hey, Sasha Braus. Kau harus lihat kedepan." goda Eren.
"Tidak mau!" tolak Sasha sambil tetap mengumpat dibalik punggung Armin.
"Hoho, Jean senpai. Ada seseorang yang sangat menyukai mu." ucap Eren menggoda Sasha.
"Dia sedang mengumpat dibelakang ku." ucap Armin sambil terkikik.
"Rambutnya dikuncir senpai." kini Mikasa ikut-ikutan menggoda Sasha.
Kalau saja mereka bertiga bukan temannya, sudah dipastikan Sasha akan menggiling tubuh mereka dan merebus mereka didalam panci panas milik ibu kantin.
Jean yang merasa sedang di bicarakan pun melihat kearah Sasha.
"Sasha! Lihat, Jean senpai melihat kearahmu!" teriak Eren sambil menarik-narik baju Sasha.
"Bangsat, jangan tarik bajuku!" Sasha pun segera lari terbirit-birit meninggalkan kantin.
Eren, Armin, dan Mikasa hanya bisa tertawa geli melihat tingkah Sasha.
"Ayo kita kembali kedalam kelas." ajak Eren.
Semua pun setuju
"Hei, kalian jangan pergi dulu! Kalian belum bayar minumannya!" teriak ibu kantin.
"Eren, kau saja yang bayar. Aku pergi dulu. Bye." Mikasa pun lari meninggalkan Eren dan Armin.
"Aku juga, mau mengerjakan tugas dikelas. Dadah Eren." Armin pun pergi meninggalkan Eren sendirian dengan tagihan ibu kantin.
Dasar teman.
.
.
.
.
Setelah insiden kabur nya Sasha dari kantin, mereka bertiga kembali ke dalam kelas.
"Dimana Sasha?" tanya Mikasa.
"Entah, mungkin sedang bertapa di toilet." ucap Eren.
Semua pun sibuk dengan urusan masing-masing. Mikasa yang sibuk membaca novel, Eren yang sibuk mendengarkan musik, dan Armin yang sibuk membaca komik.
Sasha pun masuk kedalam kelas dengan wajah memerah.
"Sasha, darimana saja kau?" tanya Armin.
"E-eh? A-anu aku habis dari toilet." ucap Sasha yang terdengar sangat gugup.
"Sudah kuduga. Pasti kau dari toilet." ucap Eren.
Sasha pun duduk di kursi nya. Ia menidurkan kepala nya diatas meja.
"Minggu depan kita ulangan." ucap Armin
1
2
3
4
"APAAAA?!"
"Astaga! Armin, nanti aku kerumah mu ya? Aku mau belajar!" ucap Sasha.
"Aku juga, aku mau mempelajari beberapa bab yang kurang dimengerti." ucap Mikasa.
"Aku juga! Aku mau download film dirumahmu, wifi mu unlimited kan?" tanya Eren dengan wajah bego nya.
KRIK KRIK
"EREN BAKAAAAA."
.
.
.
.
TBC
Author's Note :
Haiii saya balik dengan kelanjutan ff abal ini:")) saya sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah baca dan review ff abal ini:")) /elap ingus/. Dan saya akan membalas review kalian semua, horee /tebar bunga/.
vanillacake123 : aihhh makasih banyak, ff first kiss nya udah di lanjut kok:"))
SayaTest : mikasa abal dasar:(( wkwk. terima kasih sudah mampir di ff abal ini*
levi love petra : eren hobi nya cepirit mulu di wc :(( /ditendang/ wkwkk terima kasih sudah membaca ff abal ini:))
aku anak saman : levi kalo gs aneh ih, dia kan seme tulen:(( wkwk terima kasih sudah mampir ke ff abal ini:))
beruang madu : jangan ngakak lebar-lebar, ntar laler pada masuk:(( /ditampar/ terimakasih sudah mampir ke ff abal ini:"))
eren seme levi uke : mikasa masih menunggu yang pasti karena dia gak mau kena php :")) /plak/ terima kasih sudah mampir ke ff abal ini:"))
Levi Ackerman : ih kan kamu disini ceritanya kan tsundere:(( wkwk
Eren Jaeger : ih kan awal awal pertemuan harus dingin cuek gitu:((
kimmphi95 : duh dagdigdug ya:(( ini diusahakan fast update kok:(( tunggu aja ya. terima kasih sudah mampir ke ff abal ini:))
Sekian dan terima kasih, untuk kedepannya mungkin akan banyak adegan yang lebih mendrama, biar kekinian/? untuk kekurangannya mohon dimaafkan. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan.
-levieren225
