MY LOVELY SENSEI
Pair :
Levi Ackerman x Eren Jaeger (fem)
Disclaimer :
Tokoh SNK sepenuhnya milik Hajime Isayama sensei, saya hanya meminjam beberapa tokoh untuk kelancaran ff abal ini.
Warn! GS, TYPO, OOC.
Semoga kalian menyukainya~
.
.
.
.
Mikasa sedang berdiri di depan toilet. Usut punya usut, ternyata ia sedang menunggu Armin yang kebelet boker.
Tiba-tiba, seorang wanita memanggil namanya, "Mikasa!"
Mikasa menoleh kearah wanita itu, ia membelalakkan matanya terkejut.
"Jangan lupa nanti latihan saman!" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah ketua ekskul saman.
"Aah, i-iya." Mikasa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
'Sial, kenapa harus bertemu sekarang.'
Armin pun keluar dari toilet dengan wajah yang bahagia setelah mengeluarkan beban hidupnya di dalam toilet.
"Haaaa~ leganya." ucap Armin sambil mengelus-ngelus perutnya.
Mikasa pun segera menghampiri Armin, lalu mencengkram bahu Armin kencang.
"Armin, selamatkan aku!" ucap Mikasa sambil melotot kearah Armin.
Armin yang melihat penampilan Mikasa pun ketakutan sekaligus kesakitan. Maklum saja, tangan Mikasa itu memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan tepukan Mikasa setara dengan pukulan 100 orang.
Bahkan, ketika tangannya ingin menepuk pundak seseorang, aura gelap sudah sangat terasa oleh sang calon korban.
Biasanya, korban tepukan Mikasa adalah teman-temannya sendiri, seperti Eren, Armin, dan Sasha.
Itu merupakan salah satu dari sekian alasan mengapa Mikasa ingin ikut ekskul saman.
Sebenarnya, alasan utama Mikasa ingin ikut saman adalah karena dia ingin menghilangkan hobi nya yaitu suka berfujoshi ria di kamar.
Saat kelas 10, ia berhasil menghilangkan sifat fujoshi nya karena dia terlalu fokus dengan saman. Bahkan, dia tidak pernah absen sekalipun saat saman.
Selain itu, saman merupakan salah satu ekskul yang sangat bergengsi karena segudang prestasinya. Sehingga, siapapun yang ikut saman kemungkinan menjadi anak famous sangat besar. Meskipun, itu bukan tujuan Mikasa.
Dengkulnya pun sampai biru-biru karena terlalu sering bersimpuh dalam jangka waktu yang lama.
Mikasa sudah mengabdikan dirinya kepada saman. Bahkan dia tidak ada waktu untuk menghabiskan masa SMA nya dengan bersenang-senang.
Namun ketika Mikasa naik kelas 11 ia satu kelas dengan Armin, Eren, dan Sasha. Armin adalah seorang fujoshi garis keras.
Awalnya, Mikasa berusaha menjauhi mereka bertiga. Selain karena Armin seorang fujoshi akut, mereka bertiga dikenal dengan reputasi yang kurang baik karena sifat malasnya. Terutama Eren, karena Eren adalah yang paling malas di antara mereka bertiga. Mikasa sangat tidak suka dengan orang pemalas.
Saat Eren mendekatinya saat awal masuk sekolah, Mikasa bersikap dingin. Namun, lama-kelamaan ia mulai mengenal mereka bertiga. Dan akhirnya mereka menjadi akrab dan jiwa fujoshi Mikasa bangkit kembali.
Dan sekarang, Mikasa pun kembali menjadi seorang fujoshi dan ngeship VIKTUURI.
Mikasa sadar, bahwa mereka bertiga tidak terlalu buruk. Bahkan, Mikasa sering bermain kerumah Armin untuk sekedar menonton anime bersama. Untuk sekarang, ia sangat suka anime Shingeki no Kyojin dan Yuri!!! on Ice.
Semenjak kelas 11 semester 2, Mikasa mulai jarang hadir ekskul saman. Bahkan, ia sudah tidak datang sama sekali. Bukan karena ia menjadi pemalas. Tapi, ia sangat kurang suka dengan sikap-sikap anak saman yang menurutnya kurang baik.
Bayangkan saja, mereka juga suka menindas adik kelas. Meskipun menurutnya, adik kelas ekskul saman jaman sekarang rata-rata tidak tahu diri.
Namun, tidak semua anak saman seperti itu. Beberapa juga ada yang bersikap baik-baik. Dan terkadang mengajak dirinya untuk ikut hadir di ekskul saman.
Tetapi, ia sudah sangat muak. Terlalu banyak drama di ekskulnya. Dari permasalahan ketua dan wakil, adik kelas yang nyolot, kakak kelas yang menyebalkan, labrak-labrakan, hingga masalah angkatan di bawa-bawa ke ekskulnya.
Semenjak itu, Mikasa sangat jarang ikut saman. Meskipun hadir, ia hanya beberapa jam di sana kemudian langsung makan cilor dan seblak bersama teman-temannya.
Mikasa lebih memilih bersama teman-teman akrabnya daripada bersama anak-anak saman. Karena, ia lebih nyaman bersama teman akrabnya.
Namun, ia sangat suka dengan guru samannya. Farlan Church, seorang syekh atau orang yang mengajari saman di sekolahnya. Ia sangat baik kepada anak-anak didiknya. Selain itu, ia masih muda dan tampan.
Tapi, karena ia sudah tidak betah dengan ekskulnya, ia jadi jarang masuk saman.
"ARMIN! TADI KETUA SAMAN MENYURUH KU UNTUK EKSKUL! ASTAGA AKU HARUS BAGAIMANA?!" Mikasa terlihat sangat panik.
Armin berpikir sejenak, "Mikasa, aku juga malas datang ke pertemuan anak PMR. Ah, bagaimana kalau kita sama-sama membolos saja?" ucap Armin yang tentu saja langsung mendapat persetujuan dari Mikasa.
.
.
.
.
"Eren." panggil Armin.
"Kenapa?" tanya Eren sambil tetap fokus bermain game dalam handphone nya.
"Nanti kau datang ke pertemuan PMR?" tanya Armin. Kalau kalian ingin tahu, sebenarnya Armin dan Eren adalah anak PMR. Hanya saja, mereka sering membolos.
"Entah, aku malas datang." ucap Eren masih tetap fokus bermain game.
"Yasudah, kita bolos ekskul saja nanti." ucap Armin yang disetujui oleh Eren.
"Sasha, nanti kau ekskul?" tanya Armin.
"Sepertinya iya." ucap Sasha sambil memakan kentang nya.
"Kita bolos saja." hasut Mikasa.
Sasha menutup bekalnya, "Tidak bisa, minggu kemarin aku sudah bolos. Masa iya sekarang aku bolos lagi?!"
"Ah! Aku saja sering bolos. Dan aku tidak menyesalinya." jawab Mikasa dengan santai.
"Ck, dasar kalian manusia laknat." ucap Sasha.
Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya mereka sepakat untuk membolos ekskul. Kecuali Sasha.
"Aku ke ruang olahraga dulu, dadah~" ucap Sasha lalu pergi keluar kelas.
Mikasa, Armin, dan Eren pun melancarkan aksi mereka untuk membolos ekskul. Mereka bertiga memakai masker berwarna hitam dan topi untuk menutupi wajah mereka.
Mereka sudah terlihat seperti seorang maling sendal jepit di masjid.
Mikasa melihat-lihat situasi dengan menggunakan sarung. Ya, dia membawa sarung yang entah dia dapat darimana.
"Aman." ucap Mikasa kepada Armin dan Eren.
Armin dan Eren pun tersenyum senang. Mereka berjalan keluar pagar.
'Anime hentai, I'm coming!'
"Ekhm.."
Mikasa, Armin, dan Eren pun tertegun. Mereka merasakan firasat mereka tidak enak.
"Kalian mau kemana, hah?!" ucap ketua PMR, Ymir.
GLEK
Armin dan Eren menelan ludah mereka.
'Sial, kenapa bisa kita ketahuan?' batin Eren.
'Tidak tahu, habis sudah riwayat kita.' balas Armin.
Ya, mereka melakukan kontak batin.
"YAAKK!! SAKIT! LEPASKAN YMIR!" teriak Eren dan Armin bersamaan. Ymir sedang menjewer telinga mereka dan menyeret mereka berdua ke ruangan PMR.
Mikasa cengo melihat Eren dan Armin.
'Yosh, sebaiknya aku langsung kabur sebelum ketahuan ketua.'
Mikasa pun mempercepat langkahnya untuk kabur, tapi sepertinya dewi fortuna sedang tidak berpihak kepadanya.
"Mikasa."
GLEK
'Matilah aku.'
"Kau harus saman," ucap Rico dengan nada dingin.
Mikasa memandang Rico dengan dingin. "Aku tidak mau!"
Rico yang tidak tahan pun menyeret Mikasa paksa ke ruangan latihan saman.
"KAU HARUS LATIHAN UNTUK LOMBA! KAK FARLAN SUDAH MENUNGGU KITA!" teriak Rico.
Mikasa sudah tidak bisa menolak. Terutama setelah mendengar nama gurunya disebut, Farlan.
Akhirnya Mikasa menurut kepada Rico.
.
.
.
.
Armin dan Eren kini sedang berada di ruangan PMR. Mereka sedang mendapat siraman rohani dari Ymir, ketua PMR mereka.
Armin dan Eren hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.
"Oh ya, sebenarnya guru pembina kita sudah diganti." ucap Ymir.
"Diganti? Kenapa?" tanya Eren.
"Pembina yang lama sudah mau pensiun, jadi diganti oleh pembina baru." ucap Ymir.
"Siapa pembina barunya?" tanya Eren penasaran.
"Dia-"
CEKLEK
"Maaf, aku terlambat. Tadi ada rapat guru sebentar," ucap sang pembina baru.
"Tidak apa-apa, Levi sensei." ucap Ymir ramah.
WHAT THE...
LEVI SENSEI?!
Eren membelalakkan matanya lebar. Astaga pujaan hatinya menjadi pembina di ekskulnya!
Eren bersumpah untuk tidak pernah membolos ekskul PMR lagi.
"Siapa mereka?" tanya Levi saat melihat Eren dan Armin.
"Sensei, mereka ini juga anak PMR. Tapi sering bolos." ucap Ymir.
Demi pantat titan yang seksi, Eren menundukkan kepalanya malu. Kalau saja sekarang tidak ada Levi sensei, Eren ingin sekali menjambak rambut Ymir sampai botak seperti Saitama, salah satu karakter anime favoritenya.
Levi pun menatap tajam Eren dan Armin. Karena sesungguhnya, Levi sangat membenci orang yang bolos.
"Hoo seperti itu, kalian mulai hari ini tidak kuizinkan untuk membolos!" ucap Levi dengan nada dingin.
Armin memandang takut Levi, sedangkan Eren? Tidak usah ditanyakan. Dia malah memandang wajah Levi yang terlihat tampan di matanya.
Armin melirik kearah Eren, dan benar saja dugaan Armin. Eren sedang sibuk memperhatikan Levi.
"Psst, Eren." bisik Armin.
Eren tidak menjawab, ia masih sibuk melihat wajah tampan Levi.
Armin pun mencubit pinggang Eren.
"Ouchh, sakit Armin!" ucap Eren.
"Jangan bengong, Eren." ucap Armin.
Levi hanya menatap datar Armin dan Eren.
"Levi sensei, ini adalah proposal dari pusat PMR." ucap Historia, wakil ketua PMR.
Levi mengambil proposal tersebut lalu membacanya. Eren yang melihat Levi sangat serius pun menundukkan kepalanya malu.
Kalau saja tidak ada Ymir dan Historia, mungkin Armin akan meledek Eren habis-habisan. Wajah Eren terlihat sangat tablo sekarang.
Armin cekikikan sendiri melihat wajah Eren. Eren yang merasa dirinya di tertawakan pun hanya melotot kearah Armin, 'Awas saja kau Armin, tunggu pembalasan dariku.'
.
.
.
.
"Haa~ tidak kusangka pembina baru kita Levi sensei." ucap Armin. Kini mereka berada di kantin, mereka sedang istirahat.
Eren pun menghentikan kegiatan makannya, "SIALAN KAU ARMIN! AKAN KUBALAS PERBUATAN MU ITU!" ucap Eren sambik berteriak.
Armin tertawa mendengar ucapan Eren. Armin pun melanjutkan kegiatan makannya.
"Armin! Lihat kebelakang!" Eren berteriak kepada Armin, Armin yang bingung pun mematuhi perintah Eren. Dan... IA MELIHAT ERWIN SEDANG BERJALAN MENUJU KANTIN.
Eren mengeluarkan seringainya, "Mau kupanggil, Armin?"
Armin tersedak, salahkan Eren yang tiba-tiba memberitahu keberadaan Erwin.
Eren yang melihat tampang panik Armin pun tertawa terbahak-bahak. Armin yang tidak tahan pun pergi meninggalkan Eren yang tertawa sendirian, seperti orang gila.
"Jangan tertawa sendirian."
GLEK
Eren menghentikan tawanya, ia lalu menoleh kearah sosok yang berbicara tadi.
Levi sensei?!
Levi pun duduk di sebelah Eren. Jantung Eren semakin memberontak, sekarang ia duduk bersebelahan dengan sensei pujaan nya.
DAG DIG DUG
Hanya keheningan yang meliputi keduanya. Bahkan, seekor cicak pun tak berani untuk mengeluarkan suaranya.
'Mampus, harus bicara apa aku.'
"Sebaiknya kau kembali ke ruang UKS." ucap Levi lalu pergi meninggalkan Eren.
Eren pun hanya mampu terdiam.
'Astaga, tadi dia duduk di sebelahku?!'
.
.
.
TBC
A/N :
INI APA WOEEEE?!! /banting lemari/ sumpah ya ini tuh OOC banget:')) terima kasih untuk SayaTest yang membantu saya untuk mencari inspirasi untuk kelanjutan ff abal ini:'))
Gak bisa bayangin kalo Mikasa beneran jadi anak saman:')) wkwkwk demi apalah ini OOC banget:')))
Untuk sekarang, gomen karena gak bisa bales komen kalian karena saya lagi males ngetik:')) /digampar readers/
Tapi terimakasih banyak buat yang udah review /bow bareng levi/
-levieren225
