ANOTHER YOU
Summary : "mereka berbeda namun terlahir sama, sama bukan berarti satu begitu pun jalan hidup keduanya ,perasaan manusia sangatlah klasik dapat berubah setiap saat "Dia bukan kekasih mu, kekasih mu telah meninggal ,dia Jungkook mereka kembar identik"
Main cast :
Kim Taehyung-Kim Jungkook
Park Jimin-Min Yoongi
Kim Namjoon-Kim Seok Jin
And other
Warning : BL, Alur membingungkan, jalan cerita abal, TYPO.
Enjoying~
.
.
Sebuah pelangi memang Indah walaupun keindahannya tidak bertahan lama Namun, pelangi akan muncul kembali walaupun ditempat yang berbeda namun masih dengan keindahan yang serupa
.
.
"Namaku Kim Seokjin kau bisa memanggilku Seokjin hyung"
Chapter 4
'Dimana aku?'
'tidak jangan lagi..'
'Kumohon'
"Oppa kau tampan"
"Aku menyukaimu"
"Oppa kenapa kau lakukan ini pada ku, aku mencintaimu,sangat mencintaimu"
"Aku tidak membencimu, karna kau tampan aku tidak membencimu"
"Aku akan menunggu mu, datanglah di tempat kita"
"Taetae OPPA.."
"Oppa pergi tinggalkan aku, jangan mendekat"
"Oppa..A-aku mencintaimu"
"Oppa berbahagialah"
'Tidak jangan darah'
'Tidak Junhee jangan pergi'
'Junhee maafkan aku'
'KENAPA? Kenapa terus begini'
'JUNHEE..'
Kim Taehyung terbangun dengan keringat membasahi baju piyamanya, mimpi itu lagi mimpi yang sama, mimpi yang selalu datang menghampirinya.
semua kenangan indah sapai kenangan buruk yang dulu ia alami ketika remaja terus terputar setiap malamnya. Trauma masa lalu karna kehilangan sosok kekasih yang begitu periang dan sangat dia cintai dalam hidupnya membuatnya frustasi bahkan setelah dua tahun berlalu.
Senyumnya,tawanya,matanya,hidungnya, ,semuanya masih Taehyung ingat dengan jelas semua tentang kekasihnya bahkan Taehyung mengingat dengan jelas tangis kekasihnya ketika mengatakan pernyataan cinta bahkan diujung mautnya .
Taehyung benar-benar gila karna semua mimpi yang menghantuinya, rasa bersalah pada kekasihnya terus menggerogoti setiap selnya.
Kim Taehyung mengenal Kim Junhee bahkan dari mereka sekolah menengah pertama mereka saling kenal karna bertemu di tempat pelatihan beladiri Taekwondo, Kim Taehyung lebih tua dua tahun dari Kim Junhee mereka memliki banyak kesamaan dalam hal-hal tertentu sehingga membuat mereka semakin dekat. Junhee memutuskan untuk memasuki SMA yang sama dengan Taehyung dan Taehyung menjadikan Junhee sebagai kekasihnya ketika Junhee resmi menjadi murid di sekolahnya.
Namun kisah kasih remaja itu tidak berlangsung lama karna Kematian Junhee tepat pada hari kelulusannya.
Kim Taehyung melihat dengan mata kepalanya bagaimana orang dengan pakaian serba hitam itu menusuk perut kekasihnya hingga Junhee mati secara perlahan. Hal itu menjadi trauma yang mendalam untuk Taehyung dirinya bertekad untuk menemukan pembunuh kekasihnya hingga Taehyung memutuskan menjadi seorang polisi.
Kim Taehyung mendaftarkan diri pada Akademi polisi dan berusaha sangat keras hingga sekarang dirinya sudah resmi menjadi detektif hanya dalam dua tahun.
Dan setelah menjadi detektif Taehyung semakin bersemangat untuk mencari pelaku pembunuhan kekasihnya karna sekarang dia mempunyai banyak akses dalam hukum.
'Kau pasti akan ku temukan brengsek'
"Kim Taehyung jangan mengumpat dalam hati"
"Yongi hyung"
"Bermimpi lagi? "
Kim Taehyung hanya berguman dalam menanggapi seniornya
"Aku sudah mencari semua data yang terkait dengan kasus yang kau minta dua tahun lalu, semuanya sangat ganjil kurasa"
"ya itulah sebab mengapa kasus pembunuhan pada kekasihku sulit di pecahkan"
"Sampai sekarang kasus ini belum terpecahkan, motif dari pembunuhan ini bahkan belum di ketahui"
"Aku juga curiga pada pada kepala polisi, kenapa seakan dia menutupi sesuatu tentang kasus ini"
"Hei bukanya Kepala polisi itu adalah detektif yang dulu menangani kasus ini sebelum dirinya naik jabatan? "
"Ya benar"
"Taehyung-ah kurasa ini akan sulit, semuanya sangat membingungkan dan penuh konspirasi"
"Aku tau ini akan sulit, aku tidak akan menyerah ini sudah menjadi tekad hidupku hyung"
"Berhati-hati lah kau Juniorku yang berbakat "
"Terimakasih Yongi hyung aku akan sangat berhati-hati"
.
.
.
"Astaga Kim Jungkook sudah kubilang tunggu hyung menjemputmu, apa kau tidak tahu betapa hyung menghawatirkanmu?"
Namjoon terus mengoceh memarahai Jungkook, ketika berhasil menemukan adiknya di pinggir danau yang tidak jauh dari lingkungan sekolah, Namjoon semakin meledakan kekesalannya ketika menemukan Jungkook bersama pria asing lainya.
"Kau..?siapa kau ? apa yang kau lakukan pada adikku? Apa kau ingin menculik adikku hah?
Namjoon langsung menarik tangan Jungkook dan menyembunyikan tubuh Jungkook di belakang tubuhnya protektif .
"Wow santai dulu tuan aku tidak ingin menculik adikmu, aku haya ingin membantunya"
"Apa? membantu apa? Kookie katakan pada hyung ?
Jungkook tidak menjawab dan hanya menundukan kepalanya ,samar-samar terdengar isak tangis .
"Jungkook, hyung bertanya padamu"
"Hiks hyuuuung huwaaa Namjoon hyung jangan marah" Dan meledaklah tangisan Jungkook
Namjoon pun menghela napas panjang, mencoba meredakan emosinya yang sempat meluap.
"Baiklah Kookie hyung minta maaf karna membuatmu takut, sekarang bisa Kookie ceritakan apa yang terjadi?"
Namjoon menangkup kedua pipi bulat itu dan mengpus air mata yang membasahi pipi adiknya.
"Kookie melihat Pong-pong jadi Kookie mengejarnya, tapi Pong-pong di bawa Ahjumma gendut itu hiks"
Namjoon mengernyitkan dahinya merasa tidak mengerti dengan penjelasan adiknya.
"Bukan kah Pong-pong ada dirumah?"
"Tapi tadi Kookie melihat Pong-pong hyung...kalo Namjoon hyung tidak percaya tanyakan saja pada Ahjussi " Jungkook menunjuk Kim Seokjin
"Ck sudah kubilang panggil aku hyung bocah..biar aku mencoba menjelaskannya tuan,"
"Sebenarnya aku hanya ingin membantu ketika dia bilang sedang mencari anjingnya, kami mengejar anjing itu bersama ,namun ternyata itu anjing milik orang lain"
Namjoon langsung melirik adiknya yang masih menundukan kepala
"Kookie..."
"Maafkan Kookie Namjoon hyung"
"Baiklah tapi Kookie harus janji tidak akan mengulanginya lagi"
"Nde Namjoon hyung, Kookie janji"
"Dan untukmu terimakasih sudah membantu adikku dan maaf karna sudah menuduh mu penculik"
"yah tidak masalah, apa adikmu siswa dari SLB yang ada disana?"
"Ya"
"Bolehkah aku berteman dengan nya" Namjoon langsung melirik tajam Seokjin
"Hey ayolah aku bukan orang jahat, aku siswa dari sekolahan itu" Seokjin menunjuk sekolahannya
"Terserah kau saja, Kami harus pergi"
Namjoon meunduk singkat lalu buru-buru meninggalkan Seokjin sambil menggandeng lengan Jungkook erat
Didalam mobil Namjoon dan Jungkook hening dalam diam.
"Hyung masih marah ya sama Kookie"
"Tidak, hyung hanya fokus menyetir sayang"
Tiba-tiba terlihat kerumunan yang sangat ramai di jalan raya dekat rumahnya, Namjoon pun melambatkan laju mobil nya.
"Hyung kenapa ramai"
"Entahlah mungkin terjadi kecelakaan"
Jungkook mengangguk-anggukan kepalanya dengan mulut membentuk huruf O, lalu kemudian Namjoon menepikan mobil dan membuka jendela menanyakan keadaan pada polisi yang ada di pinggir jalan.
"Permisi pak apa yang sedang terjadi"
"Telah terjadi perampokan rumah, perampoknya berhasil melarikan diri, apa anda tinggal di dekat sini?"
"Iya rumahku lima rumah dari sini"
"Kalau begitu berhati-hatilah, pastikan rumah mu terkunci dengan benar"
"Ah iya Terimakasih pak A.."
Belum sempat Namjoon menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba sebuah mobil sedan hitam parkir di depan mobilnya , lalu keluar seorang pria mengenakan kemeja dengan pistol yang bertengger di pinggangnya.
"Itu Detektif kami"
"Oh kalau begitu kami permisi pak"
"Barang-barang yang hilang sebagian besar alat-alat elektronik juga perhiasan korban, menurut keterangan pelaku masuk lewat pintu rumah yang kebetulan pemilik rumah lupa mengunci pintu"
"Apa ada Cctv? "
"Hanya ada satu Cctv yang mengarah pada halaman rumah"
"Baiklah berikan rekaman nya padaku segera"
"Ya Detektif Kim"
Kim Taehyung mendapat kasus perampokan rumah yang baru saja terjadi di pagi hari ini, perampokan tersebut terjadi di kawasan kompleks elit di tengah kota seoul.
"Kita sudah menyisir kawasan rumah ini, kita hanya perlu menunggu hasil dari tim forensik mengenai sidik jari di beberapa tempat"
"Baiklah aku tunggu di kantor"
.
.
.
Jungkok berjalan dengan ujung telapak kaki nya mengendap-endap bersembunyi di balik tangga .
"Kookie sedang apa? "
"Ssssst jangan berisik hyung"
Namjoon kembali merasa heran dengan adiknya.
"Pong pong bilang ada hantu di halaman rumah"
"Hantu?"
"Iya hyung Kookie takut"
"Memangnya nya seperti apa hantunya"
"Ummm dia hitam"
"Huh? "
Jungkook gugup mendeskripsikan apa yang dia lihat, dia melirik kesana kemari takut-takut sesuatu yang dia anggap hantu itu muncul di dekatnya.
"Tidak ada hantu sayang, mungkin kau hanya salah lihat nah sekarang ayo keluar dari situ"
Seakan tidak ada jawaban Namjoon pun merangkul adiknya dan membawanya ke ruang tamu.
"Lihat apa yang hyung belikan untukmu...Pyoong"
"Wah buku gambar.. Kookie suka menggambar"
"Dan ini dia krayon serta pensilnya, coba Kookie gambar sesuatu"
"Umm" Sang adik mengangguk antusias
"Baiklah hyung akan membaca berkas dulu nanti jika sudah selesai menggambarnya perlihatkan pada hyung"
.
.
"Tae apa kau sudah makan malam?"
"Belum, aku masih memeriksa beberapa hal"
"Seperti biasa kau selalu bekerja keras, jika kau terus seperti ini kau bisa ambruk"
"Aku baik-baik saja Yoongi hyung"
Yoongi hanya menghela napas menyerah akan sikap juniornya yang keras kepala.
"Permisi Detektif Kim, kami mendapat laporan jika salah satu penghuni rumah di kawasan dekat TKP perampokan, melihat orang mencurigakan di sekitar rumahnya"
"Orang mencurigakan ? "
"Dia mengatakan seseorang berpakaian hitam dan bersenjata tajam melintasi halaman rumahnya, ciri-cirinya sama dengan salah satu perampok di Cctv"
"Mungkin ini petunjuk baiklah aku akan kesana"
Taehyung melirik Yoongi yang masih Setia berdiri di samping nya, dan Yoongi hanya menganggukan kepalanya.
.
.
Namjoon kalang kabut mengunci setiap jendela dan pintu rumahnya, pasalnya sejak Jungkook memperlihatkan gambarnya Namjoon langsung kaget karna adiknya menggambarkan seseorang memakai jaket dan celana hitam sedangkan kepalanya di tutup cindung dari jaket serta menggunakan masker yang hanya memperlihatkan matanya.
Jungkook berkata jika yang di gambarnya adalah hantu yang di lihatnya di halaman rumah, namun ternyata sesuatu yang di gambarnya tidak menunjukkan seperti hantu namun seperti perampok yang memegang pisau.
"Hyung kenapa? "
Namjoon tidak membalas pertanyaan adiknya dia malah memeluk adiknya erat.
"Sial kenapa para polisi itu lama sekali"
Ting Tong
Terdengar bunyi bel rumahnya, Namjoon langsung menuju pintu depan dan melihat siapa yang datang melalui interkom pintunya.
"Kami dari Kepolisian"
Setelah memastikan yang memencet bel rumahnya itu polisi Namjoon langsung membukakan pintu dengan adiknya yang selalu dia gandeng di belakang tubuhnya.
"Sukurlah kalian datang"
"Saya Detektif Kim Taehyung, kami mendapat laporan jika anda melihat orang mencurigakan di sekitar rumah anda? "
"Sebenarnya bukan aku yang melihatnya tapi adiku... Astaga bagaimana ini"
"Tenanglah tuan, lalu dimana adik anda? "
Namjoon menggeser tubuhnya memperlihatkan tubuh Jungkook yang berdiri di belakang tubuhnya.
TBC
Terimakasih sudah membaca jangan lupa Feedback nya .
