ANOTHER YOU
Summary : "Mereka berbeda namun terlahir sama. Sama bukan berarti sau, begitupun jalan hidup keduanya. Perasaan manusia sangatlah klasik dapat berubah setiap saat "Dia bukan kekasih mu, kekasih mu telah meninggal, dia Jungkook. Mereka kembar identik"
Main cast :
Kim Taehyung-Kim Jungkook
Park Jimin-Min Yoongi
Kim Namjoon-Kim Seok Jin
And other
Warning : BL, Alur membingungkan, Jalan cerita abal, TYPO.
Enjoying~
Domino yang jatuh tepat ke kekuatan dalam perpisahan, seperti Juliet dan Romeo
.
.
.
Namjoon menggeser tubuhnya memperlihatkan tubuh jungkook yang berdiri di belakang tubuhnya .
Chapter 5
"err Tuan Kim apa itu adik anda?" tanya Taehyung dengan menahan tawa
"Ye?"
Sontak Namjoon langsung menoleh kebelakang melihat adiknya yang entah sejak kapan menggunakan topeng Ironman favoritnya.
"Kookie astaga sejak kapan kau memakainya"
"Sejak tadi?" Jawab Jungkook dengan memiringkan kepalanya. Jika dia tidak menggunakan topeng, mungkin Namjoon bisa melihat ekspresi wajah imut dan menggemaskan dari adiknya.
"Hhhh...Maafkan saya Detektif Kim, silahkan masuk saya akan menjelaskannya di dalam"
Namjoon mempersilahkan Taehyung dan rekan polisinya, untuk duduk di ruang tamunya yang masih berserakan peralatan menggambar Jungkook.
"Bisa anda mulai jelaskan kronologi kejadiannya Tuan Kim Namjoon ?"
"Baiklah, sejak petang tadi adikku bertingkah aneh, dia memang selalu bertingkah aneh namun kali ini berbeda. Adikku seperti ketakutan dia bahkan bersembunyi di balik tangga rumah"
"Siapa nama adik anda tuan Kim Namjoon? "
"Namanya Kim Jungkook"
"Kenapa anda ketakutan Jungkook-si? "
"Hng.. ada hantu" masih dengan memakai topeng ironman
"Maafkan aku Detektif Kim, adiku penyandang Autisme, dia juga mengidap Sindrom Savant, awalnya ku kira adikku berimajinasi melihat hantu, namun saat ku suruh menggambarkannya, dia malah menggambarkan ini"
Namjoon menyerahkan gambar Jungkook.
"Lihatlah, bukankah ini tidak terlihat seperti hantu? Ini terlihat seperti perampok dengan pisaunya. Tidak mungkin bukan hantu seperti ini?"
"Tapi apa benar ini gambar adik anda tuan? gambar ini terlihat sangat detail seperti gambar seorang seniman"
"Sudah ku bilang adiku pengidap Sindrom Savant, memang terlihat idiot namun dia jenius ketika menggambar"
"Baiklah apa ada Cctv di rumah ini ?"
"Aku punya di semua ruangan untuk berjaga-jaga"
.
.
.
Hiruk-pikuk kota terus berlangsung di hadapannya, seorang pria duduk di kursi putar, menatap jelas gedung-gedung pencakar langit dari balik dinding kaca, dengan sebuah name tag kaca di atas meja bertuliskan "Direktur Utama Park Jimin" tergeletak dengan apik.
Dddrrrt...
Ponselnya bergetar pertanda panggilan masuk.
"Bagaimana? "
"Aku sudah melakukan semua perintahmu Tuan, Saat ini Jungkook tinggal di tengah kota Seoul dan bersekolah di SLB yang tidak jauh dari rumahnya"
"Bagus, awasi selalu dia untukku"
"Baik Tuan"
Klik... Sambungan telepon dimatikan
"Sebentar lagi... tunggulah sebentar lagi Jungkookie aku pasti datang padamu"
~(Flashback)
"Kau harus melakukannya sendiri ini demi perusahaan kita"
"Kenapa harus aku sendiri yang melakukannya Ayah?"
"Saat ini tidak ada yang bisa kita percaya, semuanya terlihat seperti musuh bagi kita, bahkan ibumu menusuk kita dari belakang"
"Kenapa kau tidak menyuruh anak buahmu saja"
"Itu terlalu beresiko Jimin! dengarkan Ayah, kau hanya harus menusuknya tepat di jantung hingga tewas seketika, hanya aku dan kau yang mengetahui ini, dan kupastikan tidak ada polisi yang mencurigai kita"
"Tapi kenapa harus membunuhnya? Dia muridku sendiri Ayah"
"Karena itu syarat dari investor kita, kita harus membunuh Kim Junhee, maka kita bisa menyelamatkan perusahaan kita ini Jimin, "
"Hanya perusahaan ini hartaku yang ku punya, kita harus menyelamatkannya dari kebangkrutan yang disebabkan oleh ibumu, dengan membunuh Kim Junhee"
P. T. S atau Park Taekwondo Security adalah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan, perusahaan tersebut memberikan pelayanan keamanan untuk para konglomerat dan artis yang membutuhkan penjaga atau bodyguard.
Perusahaan tersebut juga mendirikan banyak klub beladiri Taekwondo untuk semua usia. Park Taekwondo Security merekrut karyawan berbakat nya dari klub-klub beladiri yang di didirikannya.
Hampir 10 tahun perusahaan keamanan itu berdiri kokoh. Namun saat ini perusahaan tersebut diambang kehancuran, tersebabkan oleh istri dari presdir yang berhutang pada Bank juga rentenir dengan mengatas namakan perusahaan suaminya.
Keuangan perusahaan semakin habis hingga tidak mampu membayar tagihan.
Banyaknya Klub yang ditutup, menyebabkan beredarnya rumor buruk tentang perusahaan tersebut, sehingga banyak klien yang tidak mau menggunakan jasa keamanan dari perusahaan mereka.
Perusahaan tersebut sangat membutuhkan suntikan dana besar untuk pemulihan dan pembayaran hutang, Presdir Park yang menjalankan perusahaan tersebut merasa putus asa karena tidak ada investor yang mau menanamkan sahamnya.
Hingga ada seorang investor yang menjanjikan investasi besar, namun dengan syarat membunuh anak dari keluarga Kim yang tersohor kekayaannya, Presdir Park memaksa dan menekan anak tunggalnya yang bernama Park Jimin untuk membunuh Kim Junhee yang kebetulan muridnya di klub Taekwondo.
Awalnya Jimin sangat ragu karena Kim Junhee gadis yang periang juga ramah kepada semua orang, di samping itu dia dari keluarga konglomerat, sangat tidak mungkin Jimin bisa lolos dari polisi, namun ayahnya menyiapkan rencana yang sangat matang, dan sang investor akan bekerja sama untuk menutupi kasus pembunuhan Junhee, hingga akhirnya Jimin benar-benar membunuh Kim Junhee dengan menusuk tepat di jantungnya.
Jimin bahkan masih ingat wajah cantik itu meneteskan air mata ketika darah terus mengalir deras dari dadanya, saat itu Jimin meninggalkan Junhee yang sekarat dan kekasihnya yang menangis meraung ketika Junhee menghembuskan nafas terakhirnya.
Jimin terus dihantui rasa bersalah hingga menyebabkannya depresi, ayahnya menyarankan untuk pergi dari Seoul dan menenangkan pikirannya. Jimin memutuskan untuk pergi kedaerah pegunungan Daegu.
Takdir memang tidak bisa di tebak. Siapa sangka niat Jimin ingin menenangkan pikirannya malah di buat semakin kacau ketika Jimin bertemu dengan seseorang yang mirip dengan orang yang telah ia bunuh.
"Ahjussi kenapa sedih? "
Jimin menolehkan kepalanya pada seseorang yang mengajaknya bicara.
"Ahjussi mau ice cream ?"
Alangkah terkejutnya Jimin ketika melihat seseorang yang mengajaknya bicara tersebut.
"Jun-hee.."
"Mau tidak ? ini untuk Ahjussi semuanya, Ahjussi jangan sedih lagi. Muach" Jungkook mencium pipi Jimin
"Kookie sudah berapa kali Halmeoni bilang jangan bermain di luar gerbang rumah, ayo pulang"
Jimin masih mematung dengan ice cream di tangannya, bahkan setelah lima menit berlalu ice cream di tangannyapun meleleh dan menyadarkan Jimin dari syok ringannya.
"Astaga..aku sudah gila, apa yang tadi itu Kim Junhee?"
Karena penasaran keesokan harinya Jimin datang lagi di tempat ia menemui seseorang yang mirip dengan Junhee namun hasilnya nihil. Hari berikutnya dia datang lagi namun sosok yang di tunggunya tetap tidak muncul. Di hari ketiga sosok yang di tunggunya mucul kembali dengan seekor anak anjing.
"Mau ice cream ?" kali ini Jimin yang menawarinya
"Eoh Ahjussi yang kemarin sedih itu?"
"Aku sudah tidak sedih lagi berkat ice cream dan ciuman mu"
"Hehehe..."
"Siapa namamu?"
"Namaku Kookie, Jungkookie"
Sejak pertemuan itu Jimin jatuh hati pada bocah manis yang menawarinya ice cream, sejak saat itu Jimin tidak bisa berhenti memikirkan bocah manis itu dan sejak saat itu Jimin mengetahui rahasia besar keluarga Kim.
Selama Jimin berada di Daegu, dia selalu memperhatikan Jungkook, namun karena Jungkook selalu dalam pengawasan ketat neneknya, Jimin menjadi cukup kesulitan untuk menemui bocah manisnya.
"Pssst Kookie kemari" Jimin memanjat tembok disamping halaman belakang rumah kebetulan Jungkook sedang bermain disana
"Ahjussi?" Jungkook menengadahkan kepala, melihat Jimin yang hanya terlihat kepalanya saja
"Aish bocah ini sudah kubilang panggil aku hyung, keluarlah dari gerbang rumahmu sebentar aku tidak bisa masuk kedalam." dan Jungkook pun menggaguk
"Ada pa Ahjussi?"
"Panggil aku Jimin hyung"
"Ah nde Jimin Hyung"
"Hmm Kookie.." Jimin memeluk Jungkook erat "Hyung akan pergi"
"Kemana?"
"Ketempat yang sangaaaat jauh, maukah Kookie menunggu hyung?"
"Nde, Kookie akan menunggu Ahjussi"
"Hhhh kenapa kau selalu memanggilku Ahjussi?" yang di tanya hanya memiringkan kepalanya dengan imut
"Aish kau lucu sekali aku jadi tidak ingin pergi, tapi aku harus pergi, Kookie harus selalu ingat hyung karna akupun akan selalu mengingatmu, jika sudah pulang nanti hyung janji akan membelikan ice cream sebanyak yang Kookie mau, oleh karena itu jangan lupakan Jimin hyung ne?"
"Ne" Kemudian Jimin menangkup wajah bulat itu dan mengecup bibirnya singkat lalu berlari pergi meninggalkan Jungkook
sedangkan Jungkook hanya menggaruk belakang kepalanya pertanda bingung, dan masuk kedalam rumah.
~Flashback off
"Semakin mengingatnya aku semakin merindukannya"
"Ya Direktur?" Sedari tadi Jimin tidak mendengarkan sekertarisnya yang sedang membacakan secdhule hariannya, pikirannya terus melayang pada bocah manis yang berada di Korea itu
"Kapan aku bisa pulang ke Korea?"
"Mungkin minggu depan jika cabang di Bolton berkembang dengan baik"
"Baiklah"
Satu bulan sejak kejadian itu Jimin dikirim ke Inggris oleh ayahnya, perusahaannya sudah pulih total desas-desus dan rumor burukpun sudah hampir tidak terdengar, Ayah jimin memutuskan membuka perusahaan di Inggris karena minat negara tersebut sangat besar pada Taekwodo. sekaligus Jimin melanjutkan pendidikannya di Inggris.
2 tahun laamanya Jimin berada di Inggris membuatnya rindu pada Jungkook. Hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke Korea.
.
.
.
Setelah melihat rekaman Cctv di seluruh ruangan Taehyung menemukan sosok berbaju serba hitam yang sama pada gambar terlihat pada rekaman Cctv di halaman rumah, Taehyung memutuskan membawa rekaman tersebut kekantor polisi sebagai barang bukti lainnya.
"Jika anda melihat sesuatu yang mencurigakan lagi segera hubungi kami"
"Nde , tapi Detektif Kim apa tidak apa-apa ? bagaimana jika perampok itu datang lagi"
"Jangan khawatir tuan, kami sudah menyisir rumah anda dan semuanya aman, kami akan menempatkan beberapa polisi untuk berjaga di rumah anda tuan"
"Baiklah"
"Terimakasih atas kerjasamanya"
"Nde"
Semalaman Namjoon terjaga karena masih khawatir dengan orang yang berbaju serba hitam itu, pikirannya mulai membayangkan yang tidak-tidak
'apakah mereka akan datang lagi?'
'Apakah mereka bukan perampok melainkan orang yang mengincar adiknya'
Namjoon terus membatin dalam posisi memeluk adiknya, sedangkan Jungkook tertidur nyaman dalam dekapan sang kakak.
.
.
.
"Baigamana?" Yoongi bertanya
"Adik pemilik rumah melihatnya lalu menggambarkannya pada sebuah kertas, karena dia pengidap Autisme jadi tidak banyak informasi yang kami dapat, tapi hyung kau tau apa itu Sindrom Savant?"
"Adik pemilik rumah pengidap Autisme dan Sindrom Savant ?"
"Ya"
"Kalau begitu gambarnya pasti bagus, apa kau membawanya?"
"Ya gambarnya memang bagus dan sangat detail, dari mana kau tau?" Taehyung menyerahkan gambar Jungkook
"pengidap Sindrom Savant itu sangat langka, biasanya mereka ditandai dengan beberapa atau banyak ketidakmampuan fisik atau mental, tetapi memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang tertentu."
"Oh begitu"
"Pengidap sindrom savant bahkan ada yang menjadi dokter bedah"
"Wah benarkah?"
"Tapi hanya di dalam film ha ha ha" krik krik krik...
"ck, tidak lucu"
"Apa ada bukti lain selain gambar?"
"aku membawa rekaman Cctv halaman rumah tuan Kim, Orang mencurigakan itu memang sama persis dengan Cctv dari TKP" Taehyung melempar ringan rekaman Cctv halaman rumah Namjoon keatas meja kerjanya.
"Kira-kira kenapa si perampok masih berada di dekat kawasan TKP, padahal perampokan terjadi di pagi hari, jika perampok pada umumnya mungkin sudah melarikan diri sejauh mungkin"
"Itulah yang membuatku bingung, atau mungkin-"
"Atau mungkin itu orang lain yang mempunyai niat buruk pada keluarga Kim?"
"ya"
"Kalau begitu ini berbahaya untuk si penghuni rumah, apa kau sudah mengambil tindakan?"
"Karna jaraknya dekat, Aku sudah mengirim beberapa polisi untuk berjaga di rumah tuan Kim"
"Baguslah, semoga tidak terjadi kasus baru."
Pagipun datang matahari sudah bersinar terang di balik tirai jendela namun kedua kakak beradik itu masih nyaman terlelap sambil berpelukan.
.
.
.
"Engh...sekolah Kookie harus sekolah" Jungkook menggeliatkan tubuhnya namun masih dalam dekapan sang kakak
"Namjoon hyung bangun" Jungkook menarik baju bagian depan Namoon dan mendongak ke arah kepala sang kakak melihat kakaknya sudah membuka mata.
"Hyung sudah bangun?" Namun tidak ada jawaban dari kakanya
"Hyung..."
"Hyung...jangan membuat Kookie takut" Namjoon sekali lagi tidak menjawab namun matanya terbuka
"Hyung-"
"NGOOOK"
pLAK
Jungkook memukul wajah Namjoon dengan cukup keras
"JUNGKOOK-AH" Namjoon langsung terbangun cepat dan panik memeriksa semua bagian tubuh Jungkook takut adiknya terluka.
"Gwaenchana? kau sakit? dimana yang sakit? apa orang itu datang lagi?"
"Hyung yang sakit, kenapa tidur dengan mata terbuka"
"Benarkah? hhhh ya tuhan, aku tidak tidur semalaman karna menjagamu dan bahkan tidur dengan mata terbuka, kenapa Kookie memukul hyung?"
"Hyung membuat Kookie takut, kukira Namjoon hyung sudah mati"
"Ah benar juga, maafkan hyung kalau begitu sekarang cepat bersiap untuk sekolah"
"Nde Namjoon hyung"
.
.
"Hyung lihat gambar yang Kookie buat kemarin?"
"Gambar yang mana?"
"Gambar yang hantu hitam"
"Oh gambar itu dibawa pak polisi kemarin"
"Pak polisi mencurinya?"
"Tidak sayang, pak polisi membawanya sebagai bukti"
"Kookie tidak memberikan izin itu berarti pak polisi mencurinya"
"Pak polisi meminjamnya-"
"Kenapa polisi mencuri gambar Kookie, padahal dia seorang polisi, Kookie harus lapor polisi"
"Tapi dia juga polisi sayang"
"Benar juga, jika orang biasa mencuri Kookie bisa lapor polisi,lalu jika polisi yang mencuri Kookie harus lapor kemana?" Namjoon tersenyum geli dengan pemikiran adiknya
"Tidak ada yang perlu di laporkan, pak polisi akan mengembalikan gambarnya nanti"
"Kenapa nanti, Kookie maunya sekarang"
"Kau harus sekolah sayang, bagaimana kalau kita akan mengambilnya kekantor polisi sepulang sekolah nanti?" Jungkook pun mengangguk sebagai jawabanya.
TBC
Author note :
aku kembali, lama yah haha mian karna urusan pekerjaan dan mood jd update molor lama.
Ntah kenapa aku lagi mabuk kepayang sama Kookmin, jadi di chap ini Taehyung belum tau Jungkook, dan aku milih nulis momen kookmin dulu pas ketemu khekhekhe, tp janji deh chap depan momen Vkook .
Terimakasih yang sudah review aku sangat menghargainya, dan aku menyukai tanggapan kalian, maaf jika tidak ada balasan review karna ini update nya juga curi-curi waktu wkwkw.
see you next chap~
