Stasis. Stagnasi. Berhenti.

Itu adalah 3 kata yang dapat mendeskripsikan apa yang sedang kulakukan saat ini. Di dalam pesawat yang akan mendarat di Jepang. Aku sedang tenggelam dalam membaca buku fantasi berjudul The Hobbit dari penulis bernama J.R.R. Tolkien.

Buku ini menuliskan tentang para kurcaci yang ingin mengklaim rumah mereka yaitu Misty Mountain ditemani dengan seorang penyihir dan seorang Hobbit, bernama Bilbo Baggins. Di pertualangannya mereka bertarung dengan banyak Orcs, mendapatkan Pedang Suci, bertemu peri-peri, dan berbagai aksi dan konflik mengikuti petualangan mereka.

Bagiku buku fantasi seperti ini kuberi 9/10. Karena buku ini menceritakan kisah mereka hampir paralel dengan kisah petualanganku. Bukan dalam aspek sejarah, tempat, dan namanya. Tetapi mengenai menjelajahi tempat baru, bertemu dengan orang-orang, membunuh musuh, dan diatas segalanya Misi yang Mulia.

Buku ini memberiku nostalgia terbanyak dari buku-buku yang lain. Dan aku menyukai setiap detik yang aku habiskan untuk membaca buku ini.

"Pak."

"-?"

Aku mengangkat kepalaku dan menurunkan kacamataku untuk melihat siapa yang memanggilku.

Seorang wanita, Pramugari 'ya?. Dia memiliki wajah biasa, tetapi prorporsi tubuhnya akan membuat pria manapun bahagia.

"Iya, ada apa?"

Aku menanyakan Pramugari itu. Seharusnya pesawat ini baru akan mendarat pukul 12:00. Apakah dia ingin menanyakan apakah aku memerlukan makanan atau service apapun?

Pramugari itu hanya tersenyum, sepertinya ia mengetahui apa isi pemikiranku.

"Pesawatnya akan mendarat 10 menit lagi. Kami hanya ingin mengatakan hal itu."

Hmm?! Sudah jam segitu? Apakah aku membaca lebih intens dan melupakan waktu 'ya? Wahai Bapak Yang Agung, maafkan anakmu yang lupa diri dan lupa waktu.

"Begitu 'ya? Terimakasih banyak."

"Sama-sama."

Dia mengatakan itu sambil tersenyum, oleh kesopanan atau alasan yang tidak kuketahui, dan pergi kearah penumpang lainnya.

Aku menghentikan gerakan mataku yang dipenuhi hasrat untuk melanjutkan membaca literatur ini dan mengambil sebuah Bookmark kecil dan menaruhnya di halaman yang terakhir kubaca.


Setelah aku sampai di bandara, aku mengambil koperku, dan langsung memanggil taksi.

Karena hari ini aku berada di suasana yang baik, sebaiknya aku menyelesaikan masalah ini dengan cepat menyelesaikan ini kemudian melanjutkan membaca buku-buku-ku yang lain di hotel.

Setelah menghabiskan 2 jam melihat-lihat pemandangan Fuyuki aku akhirnya mencapai tempat destinasiku. Sebuah kuil yang berada jauh di atas puncak tangga memenuhi pandanganku dari bawah bukit.

Aku memberikan uangku ke sopir taksi dan mulai berjalan bukan kearah tangga yang menuju kuil tersebut. Melainkan aku masuk kedalam hutan lebat dan menuju ke arah Gunung Enzou.

Hmm, tempat ini sepertinya belum tersentuh oleh tangan jahil manusia sejak lama sekali. Atau bisa saja tempat ini belum pernah bertemu manusia sama sekali. Jika yang kedua betul maka aku bersyukur bahwa itu belum terjadi.

Dengan kaki yang seimbang aku berjalan melewati hutan ini bagaikan hutan ini menyadari keberadaanku dan dengan sopan mereka mengizinkan aku melewati daerah mereka.

Aku bisa saja berbicara kepada pohon-pohon itu untuk tidak perlu repot-repot. Tetapi nanti Gaia-chan akan datang dan membuatku menaruh Bounded Field supaya manusia lainnya tidak akan memasuki daerah ini selamanya. Atau lebih buruk lagi, membuatku membasmi umat manusia.

"-."

Mengingat siapa lawan bicaraku apabila aku melakukan hal itu, aku tidak akan bisa mengatakan tidak kepada Gaia-chan. Dan aku tidak bisa membasmi manusia tanpa Alaya-chan melakukan sesuatu.

Un, sejak tadi aku menggunakan '–chan' untuk mereka berdua 'ya? Apakah alam bawah sadarku telah dipenuhi oleh Anime Jepang dari abad ini hingga aku secara tidak sengaja mengatakan itu 'ya?


Aku akhirnya sampai ke tempat yang kuinginkan.

Sebuah gua. Transparan bagi mata biasa tetapi bagiku gua tu bisa saja seperti warna pink di dataran rumput hijau.

Aku menggelengkan kepalaku. Aku tidak boleh membuat pemikiran buruk memasuki pikiranku.

Aku berjalan kembali ke arah gua itu. Didalamnya penuh dengan skalaktit dan dataran-dataran yang tidak merata. Aku melanjutkan perjalanan dan pendakianku menuju akhir dari tempat ini.

Hm? Aku melihat sesuatu. Bagaikan sebuah cahaya itu bersinar terang dengan warna merah.

Aku mempercepat jalanku dan mulai berlari kearah cahaya itu. Setelah sampai aku dapat melihat cahaya itu dengan lebih seksama.

Cahaya itu kecil tidak lebih dari telapak tanganku. Cahayanya juga tidak menyilaukan, melainkan membuat hatiku dipenuhi oleh kehangatan.

Aku mengulurkan tanganku dan melihat apakah cahaya ini.

Un, jadi begitu 'ya. Cahaya ini adalah sebuah sambungan dari Garis Ley yang berada dibawah gua ini. Dan dari cahaya ini aku dapat mengakses sistem Cawan Suci.

Fredrick, apakah ini perbuatanmu? Jika ini iya maka terima kasih telah memanifestasi sistem ini dan menyelesaikan berbagai masalah yang harus kualami jika tidak. Kalau begitu–

Tanganku yang menjulur tersebut memasuki kedalam cahaya kecil itu—dan berbagai pengetahuan mulai masuk kedalam kepalaku. Mulai dari struktur spiritual seorang Servant, pemanggilan Arwah Dewa, dan sebuah gambaran dari lingkaran sihir yang berukuran jauh lebih besar dari Fuyuki itu sendiri.

Hebat. Sekarang aku tinggal mencari fitur yang kuinginkan.

Etto, [Pemunculan Cawan Suci di tempat lain]? Tidak bukan itu. [Pemanggilan dua Servant dari Roh Pahlawan yang sama]? Un, jika tidak salah para Edefelt bersaudari telah melakukan itu sebelumnya 'ya? Tetapi juga bukan itu. [Pemanggilan Grand Servant]? Itu juga bukan. Lagipula apa-apaan itu? Apakah Grand Servant sekuat itu? Terserahlah. Tujuanku disini hanyalah satu.

Ummm, Ah! Ketemu.

[Fitur Cadangan: Pemanggilan 14 Servant]

Ini dia. Sekarang jika catatan Fredrick itu benar maka hal yang perlu kulakukan adalah satu.

Aku mengulurkan tanganku yang satunya dan memasukkannya di dalam cahaya tersebut.

Dan dengan teliti aku mencari tahu siapa dan dimana Wadah dari Cawan Suci dari perang sebelumnya dan perang saat ini.

Irisviel von Einzbern. Seorang Homunculus dari keluarga Einzbern akan menjadi Wadah Cawan Suci pada perang ini 'ya? Komposisinya untuk kompatibel dengan cawan suci... cukup biasa. Dibandingkan dengan Justeaze Lizrich von Einzbern yang memiliki kecocokan dengan Cawan Suci yang melebihi 100% itu dia tampak... tidak cocok.

Oleh karena itu akan kuubah.

Tanganku berbah menjadi biru akibat Sirkut Sihirku yang kuaktifkan. Dengan saluran Prana yang tidak tergoyahkan dan kuantitasnya yang sangat banyak dan terlebih lagi—murni dan bagaikan darah seorang dewa–membuat Garis Ley dari tempat ini merasa tidak layak.

Aku membuka mataku dan melihat hasil karyaku. Didepan mataku dalam segala kecantikannya, Cawan Suci tersebut berada.

Aku menyentuhnya–dan merasakan sebuah kejahatan yang luar biasa yang ingin memakan rohku.

Apa-apaan ini? Aku menganalisis benda aneh ini dengan informasi dari sistem Cawan Suci.

Di Perang Cawan Suci yang ketiga, para keluarga Einzbern tidak puas dengan setiap kekalahan yang mereka selalu dapati dan memutuskan untuk memanggil sebuah Servant–tidak, sebuah Arwah Dewa dalam tubuh Servant, dengan nama Angra Mainyu. Dewa Kegelapan dari Zoroastrianisme.

Tetapi mereka mendapatkan seorang Servant dengan kelas Avenger yang memiliki gelar Angra Mainyu. Daripada seoang dewa yang bertanggung jawab dari Segala Kejahatan Dunia, mereka mendapatkan seorang bocah yang mewakili setiap kejahatan dari desanya.

Avenger dalam perang itu sangatlah lemah dan dengan mudah dibunuh oleh Servant lainnya. Tetapi, setelah dia mati dia tidak naik ke Singgasana Pahlawan seperti yang lainnya. Melainkan dia terperangkap dan berdiam diri didalam Cawan Suci supaya menjadi wujud sebenarnya yaitu Segala Kejahatan Manusia dan ingin membasmi manusia.

Hmm? Jadi roh dari Avenger itu berada disini 'ya? Ini buruk. Apabila aku tidak bisa mengeluarkannya maka aku bisa saja bertanggung jawab atas kepunahan manusia.

Tetapi, apa yang bisa kugunakan untuk memurnikan Cawan Suci ini?

Mataku terbuka dan aku mengeluarkan sesuatu dari tasku yang kubawa dibelakangku. Sebuah tongkat. Tidak lebih dari 1 setengah meter dengan warna coklat tua terbuat dari kayu yang tidak pernah ada di dunia ini sebelumnya.

Aku menaruh tongkat ini dan menancapkatnnya di Garis Ley dibawah cahaya itu.

"Buatlah segala kejahatan terperangkap, [Wyrwight]."

Merah.

Sebuah emosi yang hanya dapat diklasifikasikan sebagai 'jahat' mengalir dari tanah dan memasuki tongkat itu bagaikan seekor serangga mencari cahaya lampu.

Ugh, aura dari ini sangatlah menjijikkan. Aku mengambil sebuah langkah kebelakang untuk menjauhi cairan merah itu supaya sepatuku tidak terkotori. Apabila benda itu menempel di pakaianku dan mengotorinya maka proses membersihkannya akan menjadi neraka.

Entah kenapa hal itu lebih menakutiku daripada cairan ini.

Setelah apa yang nampaknya 10 menit, seluruh kejahatan yang berasal dari Sistem Cawan Suci bersama dengan manifestasi Cawan Suci yang berwujud yang kupanggil itu, meghilang. Menghilang dan terperangkap didalam tongkat coklat tadi yang sekarang bewarna hitam/abu-abu dan memiliki garis-garis merah bagaikan pembuluh darah.

Aku mengambil tongkat itu dan merasakan rasa kejahatan yang sangatlah pekat.

Oho? Jumlah kejahatan dari tongkat ini sangatlah kuat. Bahkan aku sudah mulai terkena efeknya hanya dengan menyentuhnya saja. Aku mengambil sebuah kain putih dan menggulung tongkat itu dengan kain tersebut.

Ahh, rasa jahatnya sudah hilang. Dengan begini benda ini tidak bisa mengkorupsi orang lain.

Nah sekarang, aku mengambil Cawan Suci yang tergeletak di tanah dan menginspeksinya. Setelah kusentuh Cawan Suci itu berubah menjadi debu akibat lemahnya inti dari Cawan Suci tersebut setelah kebersihkan dari kejahatannya.

Kalau begitu, dengan memasukkan tanganku kedalam cahaya merah itu lagi, dan memompa Prana kedalam sistem itu bersama dengan Garis Ley aku membuat Cawan Suci sekali lagi.

Dan kali ini, aku tidak merasakan kejahatan apapun dari dalam situ.

Bagus. Alasan aku membuat manifestasi wujud dari Cawan Suci adalah kekhawatiranku terhadap kerapuhan Wadah Cawan Suci saat ini, yaitu Irisviel von Einzbern. Irisviel von Einzbern adalah seorang Homunculus yang diciptakan oleh keluarga Einzbern untuk menyimpan 7 jiwa Servant supaya mengabulkan permintaan dari Cawan Suci.

Aku berniat untuk memanggil 14 Servant. Tubuhnya akan hancur sebelum dia dapat memproses apa yang terjadi.

Selain itu, aku tidak ingin wanita secantik dia terbunuh sia-sia oleh perang ini. Aku ingin dia kembali dengan suaminya dan membesarkan anak mereka. Aku ingin melihat mereka bahagia, itu saja.

Sialan, setelah beberapa ratus tahun dan keinginanku itu belum sembuh-sembuh 'ya? Sudahlah lebih baik begini.

Sekarang jiwa para Servant akan memasuki Cawan ini dan setelah penuh maka akan mengabulkan permintaan penggunanya.

Baiklah sekarang waktunya untuk mengaktifkan fitur cadangan itu.


[•]

[Anda akan mengaktifkan Fitur Cadangan dari Cawan Suci]

[Setuju] [Tidak Setuju]

[•]


Aku menyentuh pilihan setuju dan mengaktifkannya.


[•]

[Diterima. Mengaktifkan Perang Cawan Suci. Mengizinkan Pemanggilan 14 Servant]

[•]


Sekarang waktunya untuk menunggu reaksi partisipan lainnya.


2 Minggu Kemudian.

Menara Jam, London.

Menara Jam. Itu adalah nama synonim dari organisasi ini. Organisasi yang mengawasi perbuatan dari Magi di seluruh dunia. Namanya adalah Asosiasi Penyihir.

Dan saat ini diruangan yang dimiliki oleh seorang Magus dari keluarga Archibald, pemimpin keluarganya, Kayneth El-Melloi Archibald sedang memproses informasi yang baru saja diberikan oleh petinggi Asosiasi di rapat yang melibatkan keluarga penting dan Elit dari para Magi.

Informasi itu bersisi tentang sebuah perang atau pertarungan yang terjadi di Fuyuki setiap 60 tahun.

Perang Cawan Suci. Perang yang hampir semua Magi didunia ketahui.

Perang yang melibatkan 7 Master dari berbagai dunia untuk memanggil 7 Servant.

'Atau seharusnya begitu.' Pikirnya.

Setelah sebuah surat dari pengirim yang tidak dikenal datang ke Asosiasi yang menjelaskan mengenai sebuah sistem baru di Perang Cawan Suci. Asosiasi mengirmkan beberapa Enforcer dan Gereja Suci mengirimkan perwakilannya juga untuk menyelidiki apakah ini benar. Dibantu dengan bantuan dari keluarga Tohsaka dan Einzbern mereka menyimpulkan bahwa informasi di surat itu ternyata nyata.

Tohsaka Tokiomi yang merupakan Second Owner dari tempat itu menggunakan otoritasnya sebagai pemilik tanah Fuyuki dan Garis Ley-nya untuk memerintahkan Sistem Cawan Suci. Tetapi, setelah itu terjadi sesuatu dan Sistem Cawan Suci tidak lagi memihak dan menjadi kepemilikan Tohsaka. Sejak saat itu, keluarga Tohsaka tidak bisa menggunakan Garis Ley mereka seefektif yang mereka bisa gunakan di masa lalu.

Dan lebih buruk lagi, setiap Garis Ley yang berada di setiap Fuyuki mulai saat itu berubah tempat ke area yang acak dan tidak masuk akal.

Hal yang baru saja dilaporkan dari laporan tadi adalah para keluarga Einzbern sepertinya menerima surat dari 'pengirim misterius' dan isi dari pesan itu adalah:

"Jangan khawatirkan dengan menggunakan wadah buatan kalian. Aku sudah membuat yang baru."

Dan didalamnya juga berisi skematik dan rancangan dari Wadah Cawan Suci dalam bentuk Cawan yang akan muncul di suatu tempat di Fuyuki. Pengirim pesan itu juga memberi alasan mengapa dia membuat sistem itu dengan alasan tubuh dari Wadah Cawan Suci pada saat ini tidak bisa bertahan menyimpan jiwa dari 14 Servant.

Alasannya masuk akal. Tetapi, pertanyaannya adalah mengapa?

Mengapa 'pengirim misterius' ini melakukan semua ini? Mengapa dia mengutak-atik sistem Cawan Suci? Mengapa dia menggunakan teknik yang begitu rumit? Mengapa dia membuat rencana seperti ini apabila dia akan mendapatkan kemarahan dari berbagai keluarga Magi, termasuk Second Owner orisinil yaitu Tohsaka dan pembuat Cawan Suci yaitu Einzbern?

Alasannya sudah dijawab pada detik-detik terakhir rapat ketika semuanya selesai mempertanyakan motif orang ini. Dalam sebuah surat lagi. Bagaikan dia membaca pikiran mereka.

"Karena jika tidak, maka itu akan membosankan. Aku ingin bersenang-senang saja."

Betapa konyolnya alasan itu. Bagi magi lainnya mereka berekspresi dari amarah murka hingga tertawa terbahak-bahak.

Sebuah ketukan di pintunya membuat Kayneth tersadar dari pemikirannya.

"Siapa?"

"Aku."

Suara itu. Tidak bisa diantahkan lagi siapakah sumber dari suara itu.

Dari pntu datanglah seorang kakek yang memiliki rambut putih, keriput, dan usia yang nampaknya memakan ketampanan wajahnya. Tetapi postur tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan bukti penuaan. Melainkan karena dari penampilan itu mereka bisa menyimpulkan pria ini adalah seseorang yang tidak bisa diremehkan.

Apabila ada orang yang cukup bodoh untuk meremehkannya.

"Kayneth."

"Tuan Zelretch."

Kischur Zelretch Schweinorg. Seorang Magician yang memiliki kekuasaan dari Sihir Kedua, Kaleidoscope. Orang yang mengalahkan Crimson Moon Brunestud. Kakek dari Puteri Bulan, Arcueid Brunestud. Dan anggota Keempat dari 27 Dead Apostle Ancestors.

Dan terlebih lagi, guru dan teman dekatnya sejak kecil.

"Ada perlu apakah? Seperti yang anda ketahui kita telah mengalami krisis yang dapat merusak keseimbangan dunia Cahaya Bulan. Jika kita tidak bergerak mak–"

Zelretch mengangkat tangannya dan jari telunjuknya untuk meminta 'sebentar saja'. Kayneth behenti dan melihat Zelretch membawakan seusatu.

Ah— apakah itu!

"Seorang Raja pernah mengatakan kepadaku, "Jika lapar maka kau tidak dapat bertarung!"...aku selalu menjaga perkataan itu bagaikan sebagai keharusan."

Dia memberi Kayneth sebuah bungkus permen yang berjudul 'Gummy Bear'.

Dengan kata lain snack favoritnya sejak kecil.

"Kayneth."

Sebelum dia menerima jajanan dari gurunya, Kayneth melihat gurunya yang sedang tersenyum.

Dan itu bukanlah senyuman yang baik.

"Aku ingin memberikanmu sebuah Katalis untuk Perang ini."

O

Timur Tengah. Pada waktu yang sama.

Aku sedang berjalan-jalan diatas gurun pasir yang membentang sejauh mata memandang.

Tempat ini dulunya adalah sebuah kerajaan yang dimiliki oleh seorang Raja. Kerajaan merupakan musuh bebuyutan dari sebuah kerajaan yang berada di sampingnya. Di zaman ketika semuanya masih menggunakan Perunggu untuk senjata mereka, kerajaan ini telah memproduksi baja untuk persenjataannya. Membuatnya seperti sebuah hukuman dari Anu itu sendiri dalam bentuk serdadu berwarna hitam.

Tetapi, suatu hari Raja itu terbunuh. Atas akibat dari keserakahannya sendiri dia terbunuh oleh Istrinya dengan racun. Pembunuhan itu termasuk salah satu pembunuhan pertama yang menggunakan racun di sejarah.

Raja itu bukanlah Sargon dari Akkad. Raja itu bukanlah Cyrus dari Persia. Raja itu adalah Raja bernama Ninus dari Assyria. Dan Istrinya bernama Semiramis. Mereka berdua tercatat di Alkitab.

Semiramis yang merupakan Magus dari Jaman Dewa dan seorang pembunuh pengguna racun pertama pasti akan mendapatkan hasil yang menarik.

Setidaknya aku berpikir begitu.

Alasan aku berada di Timur Tengah adalah aku menginginkan Semiramis menjadi Servant-ku. Assassin lebih tepatnya. Aku tidak tahu kepercayaannya terhadap seseorang sepertiku. Tetapi setidaknya aku harus mencoba.

Alasan lain aku berada di tengah gurun tanpa siapapun menemaniku adalah karena sebuah fakta yang kubaca dari catatan Fredrick.

Ternyata selain penggunaan Katalis itu penting dalam memanggil Servant yang kau inginkan tetapi lokasi memanggilnya juga sama pentingnya.

Sebagai contohnya: Jika seseorang akan memangil Heracles di India dimana Heracles anak dari dewa petir, Zeus tidak banyak diingat maka akibat dari popularitasnya yang kecil tersebut kekuatannya akan sangat berkurang. Aku berusaha mengembalikan Servant ke kekuatan orisinil mereka supaya mengetahui seberapa menarik mereka. Bukan untuk menang sama sekali.

Tetapi, kesempatan untuk melihat Servant terkuat berubah menjadi Servant terlemah akibat pemanggilan yang salah dan kelas yang salah akan juga sama menariknya 'sih. Tetapi aku menolak hal itu karena bagiku hal itu sama saja menodai harga diri mereka.

Dan aku menghormati semua orang dengan setara.

Jadi hal seperti itu tidak bisa dan tidak akan kulakukan olehku.

"[So ni gin to tetsu. So ni ishi to keiyaku no taikou. So ni wa waga daishi Schweinorg]"

Sebuah Lingaran Sihir yang kubuat 1 jam lalu yang kuberikan beberapa 'fitur' baru berdasarkan Fredrik mulai berkilau. Sebuah warna biru datang dari lingkaran tersebut, walau agak redup sinar itu mulai membesar.

"[Oritatsu kaze ni wa kabe wo. Shihou no mon wa toji, oukan yori ide, oukoku ni itaru sansaro wa junkan seyo]"

Cahaya biru itu berkilau dengan intensitas yang lebih besar. Dengan warna biru tua tadi digantikan dengan warna biru muda yang menyamai warna cobalt. Lingkaran ini memberikan warna dan suara yang seperti melodi. Indah.

—Sama seperti 5 yang lainnya.

"[Tojiyo (mitase). Tojiyo (mitase). Tojiyo (mitase). Tojiyo (mitase). Tojiyo (mitase)]"

Di setiap Pranaku yang terhisap aku memberikannya lagi. Jika Servant ini memerlukan pasokan Prana yang menyamai sebuah danau maka aku mempunyai Prana yang cukup untuk malampaui lautan dan membanjiri angkasa.

"[Kurikaesu tsudo ni godo. Tada, mitasareru toki wo hakyaku suru.]"

Dari setiap energiku yang terhisap aku bisa merasakannya. Samar, tetapi ada. Aku menyamakan ini dengan ketika aku melakukan Necromancy untuk pertama kalinya. Hanya saja jumlah Prana yang dibutuhkan jauh lebih banyak. Dan roh yang kupanggil–

–jauh lebih kuat.

"[Tsugeru. Nanji no mi wa waga moto ni, waga unmei wa nanji no ken ni]"

Ikatan dari Mantra Perintahku yang dipenuhi oleh Prana dari dunia ini—dan tidak dari dunia ini mulai bersuara.

Bagaikan aurora yang menjadi bentuk nyata. Itulah deskripsi dari suara yang merdu ini.

"[Seihai no yorube ni shitagai, kono i, kono kotowari ni shitagau naraba kotae yo. Chikai wo koko ni. Ware wa tokoyo subete no zen to naru mono, ware wa tokoyo subete no aku wo shiku mono. Nanji sandai no kotodama wo matou shichiten, yukushi no wa yori kitate, tenbin no mamorite yo!]"

Dan dari suara merdu itu sebuah ledakan yang tidak bersuara, tidak berbentuk, hanya dalam bentuk hembusan angin yang tebal dan kuat membuat pakaianku berhembus ke segala arah.

Tetapi itu tidak penting. Yang penting adalah aku akhirnya dapat memanggil Servant-ku.

Dan dari hembusan itu sebuah figur muncul.

Wajah cantik, rambut hitam. Pakaian anggun berwarna hitam, dan aksesoris dari emas memenuhi tubuhnya yang suci.

Aku tersenyum. Ini akan menjadi Perang yang menarik.

"Tidak sebagai gelar aku sebagai peracun pertama... apakah engkau yakin bisa mengendalikan Ratu Assyria, Semiramis?'

Sangatlah menarik.