ANOTHER YOU

Summary : "Mereka berbeda namun terlahir sama. Sama bukan berarti sau, begitupun jalan hidup keduanya. Perasaan manusia sangatlah klasik dapat berubah setiap saat "Dia bukan kekasih mu, kekasih mu telah meninggal, dia Jungkook. Mereka kembar identik"

Main cast :

Kim Taehyung-Kim Jungkook

Park Jimin-Min Yoongi

Kim Namjoon-Kim Seok Jin

And other

Warning : BL, Alur membingungkan, Jalan cerita abal, TYPO.

Enjoying~

Dalam sekejap,airhujan terbentuk didekat mataku, kau juga terbentuk

Meski ketika diriku hanya bernafas, aku melihatmu

.

.

.

"Kenapa nanti, Kookie maunya sekarang"

"Kau harus sekolah sayang, bagaimana kalau kita mengambilnya kekantor polisi sepulang sekolah nanti?" Jungkook pun mengangguk sebagai jawabanya.

Chapter 6

Mobil sedan berwarna hitam berhenti di depan sekolah yang cukup elit itu, lalu pintu mobil terbuka dan turunlah seorang pemuda imut dengan tas Ironman yang tersampir di pundaknya.

"Ayolah Kookie kau sudah sampai disekolahmu, jangan pasang wajah mengenaskan seperti itu"

Namjoon berbicara dari dalam mobil, sembari masih memegang kemudinya.

"Kookie mau gambar Kookie...Namjoon hyung"

"Jangan khawatir sayang, pulang sekolah kita akan mengambilnya di kantor polisi"

"Tapi..Kookie mau menunjukannya ke teman kelas Kookie"

"Kookie masih bisa menunjukannya besokkan, ya sudah Kookie harus masuk ke sekolah sebentar lagi bel berbunyi"

Sang adik hanya menganggukkan kepalanya masih dengan wajah cemberut yang menggemaskan.

"Namjoon hyung pergi bekerja ne, Kookie belajar yang benar ya"

"Ne.."

Mobil itupun melaju pergi meninggalkan Sekolahan adiknya, namun tidak dengan Jungkook yang masih saja berdiri didepan sekolahnya bahkan hingga bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran akan segera di mulai.

KRIIIINGGG...

Jungkookpun berlari, namun bukannya berlari masuk kesekolah bocah manis itu malah berlari pergi meninggalkan sekolahnya hingga berhenti di sebuah halte bus yang tidak jauh dari sekolahnya.

"Kookie tidak mau sekolah, Kookie mau gambar Kookie uuuh" Jungkook duduk di bangku halte dengan tangan yang meremas-remas ujung seragamnya.

"Kookie harus kekantor Polisi, tapi kemana arahnya" Dengan kebingungan Jungkook melihat papan jadwal bus yang akan datang di papan pengumuman halte, namun dia tidak mengerti sama sekali dengan jadwal dan rute yang terpampang disana.

Jungkook mencoba bertanya pada seorang nenek yang sedang duduk melamun.

"Halmeoni.."

Tidak ada jawaban, nenek itu masih terus memandang ke arah jalan dengan tangan yang membelai-belai sesuatu yang di gendongnya.

"Wah apa itu yang Halmeoni gendong? apa itu adik bayi? "

Jungkook berhasil mendapatkan perhatian nenek itu, sang nenek pun mengalihkan pandangannya kearah Jungkook dan menatap jungkook cukup lama.

"Chansuk-ah..."

Jungkook pun binggung.

"Nugu?"

"Chansukie...Chansukie...huhuhu" Nenek itupun menangis keras sambil memandang Jungkook, sedangkan Jungkook masih dengan ekspresi bingungnya.

"Kau sudah kembali Chansukie... Eomma Bogoshipeo"

"Hal..halmeoni"

"Lihat dia Oppamu nak, opaamu sedang sakit jadi eomma menggendong nya" Si nenek memperlihatkan sesuatu yang digendongnya

"I-I-itu kelinci?" ternyata yang di gendong adalah seekor kelinci berwarna putih

"Aniya ini Oppa mu Chansik"

"Uuuuuh Kelincinya lucu sekali, boleh Kookie pegang?"

"Jangan sebut dia kelinci, dia oppamu"

"Huh? Kelinci ini oppa ku yang bernama Chansik?"

"Iya ini oppamu chansik, dan kau juga punya adik perempuan bernama Chanyoon"

"Adik perempuan ku bernama Chanyoon?"

"Iya Chansukie..dan aku ibumu, kau sudah sangat lama tidak pulang nak, sekarang adikmu Chanyoon pun sudah besar dia sudah bekerja menjadi seorang guru dan juga membuka toko penyewaan kostum dirumah kita"

"Penyewaan kostum? berarti ada banyak kostum di rumah?"

"Banyaaaak sekali"

"Apa ada kostum Ironman juga?"

"Man..Man aaah pasti yang kostum pria dengan celana dalam merah diluar?"

"Bukan, Ironman itu robot canggih seperti ini" Jungkook menunjukan gambar Ironman di tas sekolahnya.

"Ah apapun itu pasti ada, karna banyak sekali kostum di rumah, ayo pulang kerumah dan kau bisa mencarinya sendiri"

"Pulang kerumah Halmeoni? tapi Kookie mau ke kantor polisi"

"Kantor polisi? rumah kita dekat dengan kantor polisi"

"Waah benarkah kalo begitu Kookie mau main kerumah halmeoni"

"Nah nah busnya datang, Ayo pulang Chansukie...uri chansukie pulang kerumah"

Dan merekapun pergi menaiki bus yang menuju kerumah nenek tersebut.

.

.

.

Drrrrt...Drrrrt...

Ponsel yang sedari tadi bergetar membangunkan Kim Taehyung dari tidurnya..

"Yeoboseo" Taehyung menjawab dengan suara seraknya khas orang bangun tidur

"YA! KIM TAEHYUNG KAU MASIH TIDUR" Taehyung menjauhkan ponselnya dari telinga ketika suara cempreng rekan kerjanya terdengar berteriak

"Yoongi hyung aku baru saja tidur 3 jam yang lalu bisakah kau memberiku dispensasi kerja"

"Yang benar saja dispesasi, kau itu baru dilantik jadi Ditektif beberapa minggu lalu dan sekarang sudah minta dispensai?, cepat kekantor sekarang atau kau akan turun menjadi polisi lalu lintas"

Mendengar ancaman yang begitu mematikan Taehyung langsung bangun dan bergegas kekantor polisi, dengan asal mencuci mukanya dan tanpa mengganti pakaiannya.

"Astaga...Yoongi hyung dia kejam sekali" Taehyung terus menggerutu sambil menyetir mobil, yang untungnya jarak apartemen miliknya dengan kantor polisi hanya 15 menit menggunakan mobil.

Taehyung sampai di kantor polisi, berhubung dia telat datang semua parkiran kantornya sudah penuh dan hanya tersisa parkiran di samping jalan raya.

"Hhhh untunglah masih tersisa tempat parkirnya, seharusnya tempat parkir pegawai harus lebih luas dari pengunjung"

~DISISI LAIN JALAN RAYA~

"Halmeoni ini dimana?" Jungkook dan si Nenek turun dari bus yang mereka tumpangi

"Ini jalan menuju rumah kita, kita hanya perlu masuk ke komplek itu, dan rumah pertama di komplek itu adalah rumah kita"

"Lalu dimana kantor polisinya?"

"Oh kantor polisi itu di seberang jalan kau bisa melihatnya dari sini"

"Gedung yang besar itu?"

"Iya itu kantor polisi, nah sekarang kita pulang dulu kerumah dan cari kostum yang kau inginkan Chansukie"

Jungkook terus digandeng si nenek menuju rumahnya tanpa bisa menolak.

Taehyung keluar dari mobilnya, dan memastikan alarm mobilnya berbunyi pertanda pintu mobil sudah terkunci. Taehyung melihat ke seberang jalan sana ada seorang nenek yang menggandeng seorang remaja yang mungkin cucunya, mereka berjalan memperlihatkan punggung mereka yang semakin menjauh.

.

.

.

"Kim Jungkook"

Seisi kelas terlihat hening dan tertib ketika pengabsenan di pagi hari oleh wali kelas mereka.

"Kim Jungkook? Kemana Kim Jungkook?" tidak ada jawaban dari seisi kelas

"Kyungsoo-ah apa kau tau kemana Kookie?"

"Aku belum bertemu dengan nya Saem, mungkin Kookie belum masuk kekelas"

"Yang lain apa ada yang melihat Kookie sebelum masuk kelas?"

"Tidak Seonsaengnim" seisi kelas menjawab serempak

"Tidak ada surat izin ataupun telpon dari keluarganya, baiklah kita lanjutkan" Sang wali kelas pun melanjutkan absensinya.

.

.

.

Rapat rutin mingguan di kantor besar itu telah berlangsung sejak 20 menit terakhir, semua laporan pengeluaran keuangan perusahaan setiap seminggu sekali di bahas dimeja rapat demi menghindari terjadinya korupsi di perusahaan yang baru Namjoon janlankan beberapa hari terakhir.

"Apa ini sudah semuanya"

"Masih ada satu lagi Direktur-Kim, Kami akan bekerjasama dengan perusahaan keamanaan untuk menambahkan keamanan di perusahaan kita"

"Begitukah, lalu perusahaan keamanan mana yang akan kita ajak kerja sama?"

"Kita akan bekerja sama dengan Park Taekwondo Security"

"Ah aku tau perusahaan itu memang terkenal, apa kalian sudah membuat kontrak kerjasamanya?"

"Ya Direktur" Sang pegawai memberikan kertas yang berisi kontrak itu ke tangan Namjoon

"Isi dari kontraknya menjelaskan kita mengambil beberapa orang berbakat dari perusahaan itu untuk bekerja pada perusahaan kita dengan kata lain Park Taekwondo Security menjadi perantara kita dalam mencari orang yang berbakat dan berpengalaman di bidang beladiri"

"Beladiri Taekwondo...,-" Sejenak Namjoon teringat akan Junhee yang sangat menyukai Taekwondo

"Pilihkan aku seorang yang sangat terlatih, aku akan menggunakannya sebagai pengawal pribadi" Namjoon sebenarnya tidak tertarik sama sekali untuk memiliki pengawal pribadi namun dia teringat kejadian semalam yang membuatnya tidur dengan mata terbuka karna seseorang yang mencurigakan.

"Baiklah rapat sampai disini"

Semua orang yang berada pada ruang rapat mulai meninggalkan ruangan, begitupun dengan Namjoon. Namun langkahnya terhenti ketika dia melihat ibunya.

"Eomma kau datang?"

"Aku ingin mengunjungimu, kita bahkan belum bertemu sejak kau pulang dari Amerika"

"Apa Eomma ingin mengunjungi rumah baru kami?"

"Ya tentu saja, ayo kita buat pesta untuk rumah baru kalian, kau pasti sangat kerepotan dalam mengurus Jungkookie"

"Ah Jungkookie tidak begitu merepotkan, aku hanya terkadang kebingungan dengan tingkahnya yang terkadang aneh juga, Jungkookie ternyata lumayan keras kepala"

Ibu dan anak tersebut melanjutkan obrolan mereka di ruang kerja Namjoon

"Memangnya apa yang Kookie lakukan?"

Dan Namjoon menceritakan semua kejadian yang di alaminya kemarin yang menyebabkan kantung hitam dibawah matanya.

"Hingga sampai disekolanya pun Jungkookie masih menanyakan gambarnya yang di bawa Detektif Kim"

"Lalu apa kau memastikan Jungkook memasuki sekolah?"

"Emm itu.. karna aku takut Jungkook akan masuk lagi ke dalam mobil jadi aku buru-buru pergi dan meninggalkannya di depan gerbang sekolah"

"Jadi kau tidak memastikanya terlebih dahulu? Ini cilaka"

"Eomma me-memangnya kenapa?"

"Uri Jungkookie itu bukan sedikit keras kepala tapi dia sangat keras kepala, Jungkook harus mendapatkan apa yang dia inginkan, apalagi jika itu miliknya, Namjoon-ah cepat kau hubungi wali kelasnya"

"Nde Eomma" Namun sebelum Namjoon menghubungi wali kelas Jungkok, ponselnya sudah berdering terlebih dahulu

"I-i ini wali kelas jungkook menelponku"

Ke khawatiran Namjoon dan ibunya semakin besar ketika wali kelasnya Jungkook memberitahu bahkan menanyakan tentang ketidak hadiran Jungkook di kelas hari ini.

"Jungkookie tidak masuk kelas? tapi aku sudah menghantarnya sekolah pagi ini"

"Apa dia tersesat masuk kekelas lain ya?, aku akan mencarinya di lingkungan sekolah"

"Maaf merepotkanmu guru Chan"

"Tidak apa ini termasuk tugasku, aku akan menghbungi mu lagi nanti tuan Kim"

"Ya mohon bantuannya dan terimakasih"

Sambungan telponpun terputus~

"Eomma bagaimana ini"

"Jungkook mencari gambarnya bukan?"

"iya"

"Kalau begitu dia akan berusaha menemui Detektif itu di kantor polisi"

"Kita kekantor polisi?"

"Ya dan hubungi Detektif yang membawa gambar jungkook itu, siapa tau Jungkook sudah bersamanya"

.

.

.

Jungkook dengan semangat memilah-milih kostum yang ada di ruangan itu hingga berantakan, sedangkan si Nenek hanya melihatnya santai sambil masih menimang kelinci di tangannya.

"Halmeoni dimana kostum Ironman nya? Kookie tidak menemukannya"

"Kenapa tidak mencoba yang itu?" si Nenek menunjuk sebuah gaun Snow Wjite yang tergantung di samping jendela

"Itukan untuk perempuan"

"Kau kan perempuan Chansukie"

"Aku perempuan? Kookie pikir Kookie laki-laki?"

"Hei..namamu Chansuk memang seperti lelaki tapi kau itu perempuan, kau putriku yang sangat cantik, nah ayo coba yang itu"

Jungkook pun hanya menurut dan menggunakan kostum snow white tersebut.

"Lihat kostumnya sangat pas, dan pakai ini juga, waaah uri Chansukie sangat cantik"

Jungkook melihat dirinya sendiri didepan cermin dengan kostum Snow White beserta Wig panjang sesikunya.

"Ini tidak keren tapi Kookie cantik hehehe"

"Sudah Eomma bilang kau putri ku yang sangat cantik, apa kau lapar? eomma akan bawakan kue untukmu kau tunggu disini ya"

Setelah si nenek pergi Jungkook melihat jam dinding yang ada di samping pintu, sudah jam 10 pagi itu artinya sudah 2 jam dia dirumah nenek itu.

"Kookie harus kekantor polisi"

Lalu Jungkookpun segera berlari meninggalkan rumah si nenek dengan masih berpakaian Snow white dia bahkan lupa membawa tas sekolahnya.

"Ah itu gedungnya" Jungkook terus berlari menyebrangi Jalan raya beruntungnya jalanan sedang sepi.

Ketika memasuki kantor polisi Jungkook lansung bertanya pada salah satu polisi yang sedang lewat.

"Ahjussi Kookie mau bertemu Detektif Kim, apa kau mengenalnya?"

"Detektif Kim?, disini banyak detektif yang bermarga Kim, bisa kau sebutkan nama lengkap Detektifnya nak?"

"Eeemm..itu...mmm Detektif Kim..Tae..Tae..Uuuh Kookie lupa"

"Detektif Kim Tae? Kim Taejoon? Kim Taewoong? Kim Taehyung?"

"A..a majayo Kim Taehyung "

"Oh detektif Kim Taehyung, kebetulan tadi aku melihatnya di depan mesin minuman disebelah sana" Polisi itu menunjuk kearah lorong dimana di ujung lorong sana terdapat mesin penjual minuman otomatis dan seorang pria yang memunggungi nya.

"Kamsahamida Ahjussi" dan jungkook pun dengan semangat berlari menuju ujung lorong tersebut.

"Yoongi hyung benar-benar dia itu... wah Jinja bukan salahku kan kenapa juga anak itu memakai tas bergambar Snow white aku jadi teringat Junhee lagi hhhh"

KLANG

Sebuah susu pisang bermerek 'Oppa milk' terjatuh dari mesin penjual minuman otomatis .

"Susu pisang ini juga Junhee sangat menyukainya, kenapa buku ini juga bergambar Snow white juga"

Kim Taehyung terus bergumam mengenai harinya yang penuh akan hal-hal yang mengingatkannya pada mendiang kekasih di depan mesin penjual minuman otomatis .

Drap Drap Drap..

Jungkok berhasil mencapai tempat Taehyung berada namun rupanya sang Detektif tidak menyadari kehadirannya, Jungkook melirik botol susu yang ada di tangan Taehyung.

"Wah Oppa "

Sepontan Taehyung menengok ke arah Jungkook dan membatu pada posisinya Taehyung bahkan tidak bernapas saking terkejutnya.

" Oppa itu boleh untuk ku?" Jungkook menunjuk botol susu yang berada di tangan Taehyung

'Matanya... '

'Hidungnya.. '

'bibirnya... '

'Senyumnya.. aku masih mengingatnya'

"Jun-hee ku.."

GREB

Taehyung memeluk tubuh jungkook sangat erat, air matapun terus mengalir tanpa disadarinya, menangis dengan keras hingga perhatian seluruh orang tertuju kepada dua anak manusia yang sedang berpelukan itu.

"Ahjussi Detektif kenapa menangis? Oppa nya tidak boleh buat Kookie ya. kalau begitu Kookie tidak jadi memintanya"

"Hiks..Junhee-ya aku..hiks..sangat..hiks..merindukan mu"

"Apa sekarang Kookie jadi Junhee? bukan Chansukie lagi?"

Tidak lama kemudian Yoongi pun datang dari arah belakang Jungkook.

"YA KIM TAEHYUNG! sadarkan dirimu, aih kenapa kau selalu kehilangan kendali dengan Snow White, Nona kenapa kau juga berpakaian seperti itu di kantor pol-" belum selesai Yoongi mengomel Taehyung memotong nya

"Dia Junhee ku, hyung"

"Aish kau ini-"

"Tidak, lihatlah dia Kim Junhee ku" Taehyung memutar tubuh Jungkook dan memperlihatkan wajah Jungkook pada Yoongi"

"OMO...di-dia terlihat seperti kekasihmu"

"Benarkan hyung dia juga memanggilku oppa"

"Ta-tapi bukankah-"

Lagi-lagi Taehyung tidak menghiraukan Yoongi dan membawa Jungkook lari dari kantor polisi.

Selang beberapa menit ketika Taehyung membawa Jungkook memasuki mobilnya dan membawanya pergi dari kantor polisi, mobil Namjoon pun memasuksi halaman kantor polisi.

"Bagaimana? apa kau bisa menghubungi Detektif Kim?"

"Dia tidak menjawab panggilanku omma"

"Mungkin dia sibuk, kita langsung cari kedalam saja"

"Baiklah"

.

.

.

"Uuugh Kookie haus"

CKIT.. mobil yang di kendarai Taehyung dan Jungkook mendadak berhenti.

"Chagiya kau haus ? ca minum ini, kau sangat suka susu ini kan" Taehyung menusuk ujung botol susu dengan sedotan dan memberikannya pada Jungkook.

"Eh ini untuk Kookie? Tapi tadi Ahjussi menangis karna Kookie memintanya"

"Aniya minumlah, kita akan sampai di tempat favorit kita"

Jungkook langsung meminum habis semua isi dari botol susu tersebut.

.

.

.

"Kemana bocah itu, kurasa semua murid sekolahnya sudah keluar semua"

Saat ini Seokjin menunggu Jungkook di depan sekolahnya, sudah hampir 20 menit dia menunggu tapi orang yang di tunggunya tidak kunjung muncul.

"Aish apa dia sudah pulang kah, tapi aku menunggu disini dari sebelum bel pulang"

"Apa dia tidak masuk sekolah? sial"

Seokjin pun membuka ponselnya dan membuka sebuah aplikasi yang menunjukan sebuah peta dengan titik merah yg menunjukan posisi seseorang.

"Apa ini, dia tidak ada disini, kenapa jauh sekali lokasi nya, apa dia diculik?, Sial aku lengah"

seokjin berlari meninggalkan sekolah Jungkook dan menuju dimana lokasi titik merah tersebut berada yang menandakan posisi seseorang.

Namjoon dan ibunya lagsung masuk ke kantor polisi dan mencari meja kerja Taehyung di ruangan para Detektif kepolisian bekerja.

"Permisi, apa ini meja Detektif Kim Taehyung?"

"Ya benar tapi dia sedang keluar, ada yang bisa saya bantu? Saya rekan tim nya"

Yoongi menjawab, kebetulan dia sedang duduk di kursi Taehyung sambil memeriksa berkas kematian Junhee

"Begini, apa hari ini ada seorang remaja lelaki yang menemui Detektif Kim?"

Yoongi terlihat berfikir sejenak mengingat-ingat siapa saja tamu yang di temui Taehyung hari ini

"Remaja laki-laki ya...entahlah aku tidak yakin, apa anda memiliki fotonya?"

"Ah iya tentu" Namjoon memperlihatkan foto Jungkook yang sedang menggendong anjingnya dengan senyuman yang lucu menggemaskan.

"Itu...Kenapa terlihat mirip ya, apa remaja itu laki-laki?" Yoongi membandingkan foto Jungkook dengan foto Junhee pada berkas di tangannya.

"Iya dia adik laki-lakiku"

"beberapa saat lalu Taehyung memang terlihat dengan seseorang yang mirip dengan adik anda, tapi kurasa dia perempuan karna berambut panjang serta memakai pakaian Snow white, dia mirip seperti gadis ini" Yoongi menunjukan foto Junhee pada berkas di tangannya.

Baik Namjoon dan ibunya sangat terkejut kaerena foto yang di tunjukan Yoongi adalah foto Junhee yang mengenakan seragam SMA.

"Ini.. Foto ini kenapa bisa ada disini?" Ibu Namjoon lantas mengambil foto Junhee dari tangan Yoongi.

"Eomma.. Itu foto Junhee kan"

"Eh.. Kalian mengenal Kim Junhee?"

"Tentu saja dia anakku"

"Dan dia adik perempuanku"

Yoongi terlihat terkejut dengan fakta tersebut dan membaca sejenak anggota keluarga Junhee pada berkas kematiannya.

"Anda ibunya Kim Junhee nyonya Kim Jungsoo dan anda kakanya Kim Namjoon?"

"Ya benar dan kami sedang mencari saudara kembar dari Junhee, dia adik lelaki ku"

"Saudara kembar? disini tidak tertulis Kim Junhee punya kembaran... Ah walau begitu yang tadi itu pasti adik anda...Aish kenapa Kim Taehyung bodoh itu langsung membawanya pergi?"

"Jadi Detektif Kim membawa adiku pergi?"

"Iya belum lama sebelum anda datang"

TBC

kurasa momen Vkooknya kurang...

mau bagaimana lagi aku buntu dan Mentok disini hehe, sampai jumpa di next Chap~