Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Cintaku Nyangkut di Abang Ojek Online by shirosendpie
Rate: T ajah
Genre: Humor, romance maybe?
Pairing: Always SasuSaku
Warning: OOC, AU, typo bertebaran, gaje, abal, dan hanya orang beriman yang mengerti *plak*
Don't like, don't read! Eh boleh deng. Asal di-review aja :p
Hei tayo! Hei tayo! Dia bis kecil ramah!
Melaju, melambat, tayo selalu senang!
Ringtone hape seseorang berbunyi. Seorang gadis cantik berambut pink meraba-raba kantong seragam sekolahnya dan buru-buru mengangkat telfon. Dan gadis cantik itu aku. Eit, jangan protes. Santai pemirsa. Eh, itu gagang sapu di tangan turunin dulu.
"Ekhem… moshi-moshi." Sapa seseorang di sebrang sana.
"Jangan sok ngomong jepang gitu ah." Jawabku malas.
"Emang ceritanya kita ini orang jepang, baka."
"Oh iya, lupa. Btw, Sasori-nii dimana? Aku udah lama nungguin nih. Kakiku pegel tau. Aku pengen cepet-cepet pulang ke rumah."
"Gomen, Sakura. Niichan lagi boker di WC umum deket abang-abang tukang cilok. Kayaknya masih lama selesainya. Keras banget soalnya. Nngggggghhhh~!"
Sakura sweatdrop sejenak, "Terus aku pulangnya gimana?"
"Pulang sendiri kan bisa. Naik angkot kek, ojek online kek, terserah deh. Atau mau dipesenin Gopek? Niichan tutup ya. Gak konsen nih ngedennya. Ja-ngggghhhh…"
PIP
Sumpeh, kakaknya siapa sih tuh, jorok amat. Iya, iya, aku tau dia kakakku. Oke deh, aku buka lawangan jadi adeknya Sasori. Mau? Silahkan telfon ke nomor yang tak pernah ada di bawah ini. Terima kasih *dilempar sandal sama Sasori*
Lama menunggu, tapi gak selama menunggu doi peka, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh. Terlihat abang-abang bermasker yang keliatannya masih muda banget yang pake helm beserta jaket dengan lambang suatu ojek online bernama Gopek. Jantung gue mendadak berhenti berdetak.
ABANGNYA GANTENG BANGET WOY!
Walaupun wajahnya masih tertutup masker, aku yakin 1000% abangnya ganteng. Kulitnya putih bersih, mulus, tatapan matanya seksi, badannya atletis (sepertinya di balik jaketnya tersembunyi roti sobek yang enak-ekhem), tinggi pula, masih muda lagi!
"Eneng namanya Sakura?"
Aku masih terbengong-bengong gara-gara kegantengannya.
"Neng?" si abang Gopek melambaikan tangan di depan wajahku untuk menyadarkanku.
Seketika aku langsung tersadar, "Eh, i-iya. S-saya Sakura. Gopek atas nama Sasori ya?" tebakku.
"Iya, ayo naik Neng." Si abang ngulurin helm berstiker hello kitty padaku. Aku langsung memakai helmnya dan naik ke motornya si abang.
"Pegangan ya, Neng." Kata si abang sebelum memakai maskernya kembali. Aku mengangguk-ngangguk meng-iyakan padahal gak mudeng si abang ngomong apaan. Siapa coba yang gak gugup di bonceng sama cowok ganteng?
Motor si abang pun berjalan menyusuri jalanan. Ngomong-ngomong, namanya si abang siapa ya? Aduh, tadi lupa nanyain lagi. Siapa tau sekalian dapet ID Linenya juga. Apa namanya Sukirman? Supriman? Sukijan?
Endus endus.
Kok aku kayak nyium wangi… parfum? Sumpeh si abang pake parfum? Gila, wangi banget! Aduh… si abang bikin orang klepek-klepek aja.
Tiba-tiba motor si abang berhenti. Oh, ternyata lampu merah.
"Neng, jangan cium leher saya. Belum akad kita, neng."
Ngek.
Aduh, ketahuan. Malu, woy, malu!
"M-maaf, gak sengaja." Aku memalingkan wajah ke arah lain. Jaga-jaga aja takut si abang bisa ngeliat muka memerahku lewat kaca spion motornya. Kan double malu jadinya.
Lampu hijau pun kembali menyala. Motor si abang jalan lagi. Beberapa saat kemudian, akhirnya kami sampai di rumahku. Si abang mematikan motornya. Aku langsung turun meski agak gak rela boncengannya udahan.
"Berapa, Bang?" tanyaku sambil melepas helm.
Si abang melepas maskernya tanpa menaikan kaca helmnya, jadinya aku masih belum bisa melihat wajah rupawannya. "Khusus buat Eneng mah gratis."
"E-eh? Serius nih? Makasih ya, Bang." Aku mengembalikan helmnya dan buru-buru berbalik hendak masuk ke rumah. Takut-takut si abang berubah pikiran dan nagihin uangnya. Kan sayang duitnya *plak*
"Sakura,"
Deg.
Haduh, si abang pake manggil segala. Jangan-jangan si abang beneran berubah pikiran lagi. Plis, jangan dong….
Aku pun membalikkan badan takut-takut, "E-eh, i…ya? Ada apa?"
Si abang melepas helmnya dan mengibaskan rambutnya yang lepek dengan dramatis. Bulir-bulir keringat yang bertebaran di udara terbias cahaya matahari yang memberikan efek berkilauan. Bajunya lepek terkena keringat, tapi itu malah menambah keseksiannya. Seketika aku langsung membeku. Ini orang apa pangeran nyasar? Ganteng kok overdosis?
Tapi, tunggu dulu. Bukannya dia ketos yang paling populer sesekolahan itu? Uchiha Sasuke? Dia jadi tukang Gopek? Ini bukan genjutsunya Itachi kan?
"Sakura…"
Aku diam. Masih menerka nerka siapa dia.
"Sakura."
Aku tetap diam, masih sibuk mikir.
"Sakura?"
Aku masih tetap diam.
Si Abang mulai emosi karena dari tadi gak di sahutin. "SAKURA!"
"Eh, iya bang?" Aku gelagapan.
"Kamu cantik, tapi aku belum sempat beli cincin untuk melamarmu. Gak tau kalau besok. Tunggu aja."
Tik
Tik
Tik
BRUK!
"Eh! Jangan pingsan, Sak!"
OWARI
Ya sudah, saya mohon reviewnya ya. Yang mau ngasih kritik + saran silahkan. Inget loh, kritik dan saran itu satu paket. Jadi kalo mengkritik mohon sertakan sarannya juga. Yang sider saya do'akan semoga cepet bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
RnR please…
OMAKE
"Elo yakin, Sas?"
"Hn, nanti elo gue beliin cilok deh."
"Wah, gue mau-ekhem. Gue serius, Sasuke."
"Percayakan saja adikmu padaku, Sasori."
"Lah terus itu jaket, motor, sama helm Gopek darimana? Elo gak mungkin kerja beneran di Gopek kan?" Sasori mengangkat sebelah alisnya heran.
"Gue minjem dari dia." Sasuke melirik seseorang berambut kuning yang duduk di bawah pohon dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya terikat, mulutnya pun di tutup lakban.
"Mmmgkh…mmmkh…mmmnh! (Lepasin gue, kampret!)" teriak orang itu tertahan.
Sasori seketika sweatdrop,
"Itu mah namanya pemerasan."
