LIGHTSAVER

.

.

.

.

.

.

.

.


Summary

Kebangkitan harus disertai adanya pengorbaan , Pertemuan pasti ada perpisahan .

Warning!

Exo bukan milik darksoulsl, Lightsaber digunakan di cerita ini hanya untuk pendukung, cerita milik darksoulsl sendiri. CHANBAEK AREA! Yaoi . Terinspirasi sama lightsabre exo dan film ***** ****

Note dari Darksoulsl!

Hai Kalian semua para pecinta Chanbaek , Darksouls disini akan memperkenalkan kalian sama FF gaje yang Dark (Panggil aja gitu) bikin dari mimpi dark sendiri *Ciaelah. Kalian yang baca harap nyiapin google translate yaa… pake deteksi Bahasa ke Indonesia. Semoga kalian suka lah ya.

Semoga ff ini bisa bikin hati kalian bergetar *anjir ngomong apaan sih . Kalo ada yang mau tau insta dark..

Darksoulsl

(tuh insta dark ya )

.

.

.

Lightsabaer adalah Lightsaver

.

.

.

Mawar melukai semua yang ada di dekat nya

.

.

.

Kebohongan belaka adalah yang termanis

.

.

.

Kesalahan yang dilakukan anak adam yang tak termaafkan

.

.

.

Takdir yang dituliskan tidak sesui yang diinginkan

.

.

.

"Semua demi kebaikan mu"

.

.

.

"Please just kill me "

.

.

.

"Channie"


Flashback

10 Tahun Yang lalu

.

.

.

Langit menyeruakan kekejaman, hitam, kabut , petir dimana -mana . Badai mengamuk dengan kuatnya, disebuah ruangan besar yang mencekam. 4 orang berada di ruangan itu. Lebih tepatnya 2 orang dan 2 manusia yang terbunuh dengan mengenaskan.

"IBU!AYAH!.."

seorang anak remaja berusia 17 tahun itu terduduk gemetaran melihat kedua orang tuanya tergeletak tak bernyawa di hadapan nya . Sang Leader dan Mother of west side berlumuran darah dengan sebuah luka bekas tusukan tepat di jantung mereka, bekas tusukan Lightsaber.

"AGHH!... Ti-tidakk!" laki -laki itu tersungkur tidak dapat melakukan apapun melihat pemandangan di hadapannya.

Duar –

Petir menyambar dengan kerasnya di depan jendela ruangan tersebut yang tersibak. Kaca jendela hancur berkeping-keping, cahaya petir serta sedikit remang cahaya dari luar menyeruak masuk. Tirai jendela berkibar karena angin yang menghempas masuk, memperlihatkan sesosok manusia dengan jubah putih menutupi dari ujung kepala hingga ujung kaki nya.

"SIALAN KAU KEPARAT ! Kau pikir apa yang kau lakukan pada orang tua ku hah!" teriak remaja laki laki itu histeris.

"…." Sosok itu tidak menjawab apa apa. Remaja laki laki itu berusaha bangkit untuk menghampiri sosok yang berdiri di belakang mayat orang tua nya, namun gagal karena kaki nya terlalu lemah untuk hanya bangkit dari posisinya. "SIALAN!" teriaknya kembali.

"Kau.." kini sosok itu mulai bersuara.

" DEMI PENGUASA LANGIT! MAJU LAH AKAN KU HABISI KAU" laki laki itu sudah mampu bangkit dengan susah payah, memegang Lightsaber Hijaunya.

"Tunggu saat waktu nya tepat.." kata sosok itu kemudian cahaya dari lightsabernya muncul. Cahaya putih silver yang sangat jarang, namun dapat dilihat dengan jelas darah mengalir dari gagang menuju ke bawah, pada saat itu juga warna dari lightsaber sosok itu berubah menjadi merah menyala.

Sret-

Sosok itu menyelesaikan kalimatnya dan langsung melompat keluar jendela, bersamaan dengan petir yang menyambut hilangnya sosok itu dari hadapan remaja tadi.

"SIALAN!..." tubuh tersebut ambruk dengan bersamaan hilangnya kesadarannya.

.

.

.

At Foremost

" Sir. Nicholaus akan datang untuk memantau pelatihan di bagian BII-121, sampaikan pada force kalian" . Seorang pria berambut ashy grey tengah berkata kepada pimpinan pasukan yang sedang tertunduk dalam di hadapannya.

"Dan aku tidak mau lagi mengetahui ada kesalahan sekecil apa pun.. kau mengerti Mark?". Yang sedang tertunduk menjawab dengan tegas namun terselip ketakutan luar biasa dari mentor nya. "Siap sir".

" Kaiden.." sebuah suara menyadarkan orang yang disebut kaiden dan memaksanya untuk memalingkan kepala nya pada sumber suara.

"Xaver..". Terjadi jeda di keduanya cukup lama.

"Ada apa sehingga kau datang ke hut ku?" .

"Kaiden atau sebaiknya ku panggil suho?... aku butuh bantuanmu untuk memastikan para deltagare I dan II berada dalam ruangan mereka.. sesuatu penting kan disampaikan oleh master" kata pria berambut pirang kepada Suho.

"Akan kupastikan … kau bisa pergi dari sini".

"Baiklah terima kasih … Suho".

"Semua deltagare berkumpul di ruangan kalian masing masing! Buka sekat dan berdiri berbaris sesuai dengan order kalian." Suho tengah berdiri disebuah podium kecil di depan kerumunan deltagare, tak butuh waktu yang lama semua deltagare sudah membentuk barisan menyerupai pasukan perang. " Sebagian dari kalian akan diturunkan dalam misi penyelamatan kaum Enligt di Lost Planet, terjadi serangan !" Suho mengatakan semua itu penuh dengan ketegasan karena memang dial ah mentor dari deltaglare I dan II.

" Deltagare I , Order Phoenix hingga Dragon akan turun di misi tersebut, Deltaglare II order light hingga wind akan turun juga, total ada 138 deltagare!, siapkan semua peralatan kalian , senja nanti kita akan berngakat!"

"May the force be with you"

At Lost planet-

Kaum enligt yang mendiami Lost Planet terlihat berhamburan untuk menghindari serangan pasukan unknown atau yang sering disebut uk. Beberapa force dari Tree of life terlihat bertarung dengan para force uk, dentingan lightsaber yang beradu terdengar diseluruh penjuru area. Banyak force yang tumbang entah dari pihak mana, hal seperti ini memang sangat wajar karena pada dasarnya Foremost adalah tempat para pengendali lightsaber melatih dirinnya. Ada beberapa tahap dalam semesta ini. Pelatihan dari dini juga dilakukan seperti sekolah pada umumnya, hingga para pemegang lightsaber menginjak umur 18 tahun maka mereka akan dimasukan ke Foremost untuk melatih skill mereka dalam bertarung.

Pemuda dengan rambut merah menyala terlihat sedang menghadapi pasukan uk yang menaiki Campus, hewan seperti kuda setengah griffin yang besarnya hampir seperti gajah. Pemuda tersebut menebas dengan mudah nya prajurit uk dengan lightsabernya.

" Alexondroff! Bantu force di bagian barat hutan itu!" pemimpin order mulai mengambil alih pekerjaan si alexandroff.

"Biar kutangani pasukan sialan ini.." . Pemuda yang di panggil alexandroff tadi hanya mengangguk paham dan langsung melesat ke dalam hutan yang ditunjuk pemimpinya tadi.

Alexandroff sudah berada di tengah hutan yang dimaksud, ia melihat sekeliling nya, hanya ada pohon pohon rindang yang beberapa dari mereka terbakar hebat.

'Pertaruangan Insting rupanya' batin alexondroff mengatakan. Dan benar terdengar suara kaki yang mengintai di sekelilingnya, dengan sigap alexandroff menghindar dan mencari pertarungan aman dengan memanjat salah satu pohon tertinggi untuk menghindari force lawannya.

"Sialan"

Tampa sadar Alexandroff lengah karena ia melihat seorang anak kecil perempuan yang kebingungan di bawah sana, bocah itu panik karena entah menyelamatkan diri atau mencari orang tuanya. Dan dengan spontan si alexandroff melompat hendak menyelamatkan bocah itu.

'' Hei , kau baik baik saja, ayo cari tempat yang ama-" belum sempat alexandroff menyelesaikan kaliamatnya seorang golem datang memukul nya dengan palu besi yang sangat besar, alex terpental beberapa meter dan menabrak pohon , sedangkan bocah perempuan tadi berhasil ada di didekapnya.

"ARGH…" punggung nya membentur pohon yang cukup besar dengan kuatnya, pelipis alexandroff mengeluarkan darah mengalir hingga lehernya.

"OPPA!" teriak bocah itu. "Lari ke arah selatan secepat yang kau bisa.." kata alex terhadap anak itu. Segera si bocah lari ke rah yang dimaksud.

"Cuih… maju sini kau golem sialan" alex meludah darah dan siap maju untuk menghadapi di golem. Pertarungan terjadi sengit , si golem mendapat bantuan dari teman nya pasukan uk untuk menghadapi alex.

Alex kewalahan menghadapi musuhnya yang total ada 3 force. Lengah, alex tertangkap oleh golem dan force uk hendak mnghunuskan lightsaber mereka pada nya.

'Brengsek aku tidak akan mati hanya dengan seperti ini!' pikir nya. Alex memejamkan matanya saat lightsaber itu mengarah kepadanya. Tiba tiba, "AGH.." pemegang lightsaber tadi sudah mati tertancap Arrowsaber di dadanya.

"SIAP- ARGH!" ketiga force musuh tadi sudah meregang nyawa dengan masing masing arrowsaber didada mereka. Alex bangun untuk melihat siapa yang sudah membantunya. Matanya mengarah kesebuah batang pohon yang tak jauh dari dirinya. Pemuda yang cukup mungil dengan baju zirah berwarna silver , rambut hitam. Alex hendak mengucapkan terima kasih dan pergi untuk menuju ke hutan yang lebih dalam, saat ia menangkap seekor wolf yang ditunggangi force uk berada dibelakang si mungil hendak menusuk nya dengan lightsaber. Alex bertindak dengan cepat, ia bergerak bagaikan kilat untuk melompat dan menghabisi force uk itu. Hanya sepersekian detik lighsaber alex sudah membunuh wolf dan penungganya dan tangan alex merengkuh pemuda mungil tersebut.

"Kau tak apa? ".

" Ya…. Terima Kasih" kata pemuda itu. Alex menatap mata hazel brown pemudia di rengkuhannya lekat.

' Mempesona' batin alex. Terjadi jeda lumayan lama, hingga pemuda mungil itu melepaskan pelukan alex. Alex tersadar dari dunianya, " Terima Kasih juga…". Pemuda mungil itu langsung melesat pergi dari hadapan alex.

"Deltagare.. berkumpul di area 1" Suara telepati menyadarkan alex agar berkumpul di area yang sudah ditentukan, perang sudah selesai.

Hut I –

Para order phoenix sampai dragon melakukan healing setelah misi penyelamatan yang baru saja mereka lakukan.

"Hebat kau hanya mendapat luka ringan setelah misi tadi, alex" seorang pemuda dengan kulit sedikit lebih gelap dari lainnya dan berambut coklat.

"Sudah kubilang jangan memanggilku alex bila tidak dalam pertemuan formal kai"Alex memutar matanya malas .

" Hahaha.. lucu sekali ,chanyeol" sahut pemuda bernama kai itu.

" Aku kira pulang dari misi tadi aku hanya akan mengenang namamu saja park.. melawan 3 sekaligus force uk sendirian..". kai tertawa geli dengan hal yang baru saja ia katakana.

' Chanyeol mati? Hah .. yang benar saja'.

"Sialan kau kai, aku tidak akan mati sebelum aku menuntaskan hutang hidupku , kau tau itu kan?" Alex atau chanyeol membalas perkataan kai dengan santai.

" Santai saja Bung".

"Omong – omong tentang aku hebat karena melawan 3 pasukan uk itu…. Sebenarnya aku tidak sepenuhnya melawan mereka sendiri….aku di bantu lebih tepatnya ditolong juga" Chanyeol kembali menerawang dimana ia bertemu dengan pemuda pemegang arrowsaber.

"Eh.. kai bisa aku bertanya sesuatu?" kata chanyeol.

"Apa itu bung?".

"…. Ah sudah lah abaikan yang tadi saja" chanyeol memutuskan untuk menyimpan pertanyaan nya tadi.

"Dasar"

Dinner Time-

Semua deltagare berada di sebuah tempat besar dimana jamuan makanan disuguhkan untuk dimakan Bersama sama, red fire di tengah-tengah ruangan dengan meja mengelilinginya. Banyak dari mereka bertegur sapa , berbincang-bincang , dan disanalah menjadi tempat para deltagare dari berbagai hut berkumoul untuk saling mengenal. Chanyeol memasuki ruangan makan Bersama dengan kai yang berada disampingnya.

"Aku kelaparan park, misi tadi benar benar membuat tenaga ku terkuras habis" kai melangkah masuk terlebih dahulu karena dia benar benar tidak bisa menahan laparnya. Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat suasana sekitar di ruang makan itu, kehangatan menyeruak dari sekitarnya, chanyeol palingg menyukai nuansa ini. Teman teman chanyeol menepuk pundaknya mengisyaratkan untuk segera makan bersama. Chanyeol mulai melangkahkan kaki nya ke salah satu hidangan yang berjajar rapi. Chanyeol mengambil piring peraknya dan mulai menaruh beberapa makanan , sayuran , buah , gandum , roti, dan daging tentu saja, tangan chanyeol terulur untuk menggapai paha kalukun oanhggan yang terlihat menggiurkan, dan.

Sret ~

"Eh?" ada dua tangan yang berada pada daging yang sama. Chanyeol sedikit berang karena orang lain juga mengincar daging yang sama dengan nya. Tangan yang lain dengan reflek langsung mengalah untuk melepaskan daging yang sama.

"Maaf.. " kata orang itu.

'Hei suara itu tidak asing' batin Chanyeol. Chanyeol mendongkakan kepalanya masih dengan memegang daging tersebut.

"Kau…" di hadapan chanyeol berdiri seorang pemuda mungil pemegang arrowsaber yang kemarin menolongnya. Pemuda itu hanya memberikan senyuman manisnya kala chanyeol mengingatnya.

"Hai.." sapa pemuda mungil itu dengan senyuman tak lepas dari bibirnya. "h-hai juga.." Sial gagap chanyeol keluar disaat yang tidak tepat. Chanyeol tersadar dari lamunanya masih memegang paha kalkun , terlihat sangat menggelikan, dengan segera ia memberikan paha kalkun itu piring orang dihadapannya sebelum simungil menggambil daging bagian lainnya.

"Untuk mu saja.. hitung hitung sebagai tanda terima kasih Sudha menyelamatkan ku.." kata chanyeol sambal menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"Terima kasih.." senyum di wajah si mungil semakin merekah kala ia mendapat daging yang ia inginkan.

"Bisa aku mengetahui namamu?" Chanyeol sangat mengharapkan jawaban 'ya' dari si mungil. "Baekhyun .." si mungil mengulurkan tangan kepada chanyeol. Pemuda yang lebih tinggi terpana dengan pemandangan di depannya. "Chanyeol". Tangan chanyeol menyentuh permukaan kulit tangan Baekhyun. ' Halus sekali'.

"em… bisa lepaskan tangan ku chanyeol-shi?" Baekhyun merasa sedikit risih karena chanyeol tak kunjung melepaskan tangannya. "Oh maaf…" keduanya berada dalam keadaan yang sama sama canggungnya.

"Baekhyun-hyung.. sedang apa kau disitu?" seorang pemuda berkulit pucat berambut orange datang menghampiri Baekhyun.

"ah..tidak ada sehunna".

"Kalau begitu ayo duduk hyung ,aku sudah menunggumu..dan- eh Park Chanyeol?" Pemuda bernama sehun itu terkejut , pasalnya seorang yang berada di depan Baekhyun adalah Park Chanyeol yang perkasa.

"Hai bocah " sapa Chanyeol terdengar malas.

"Apa yang kau lakukan dengan hyungku" sehun menggeram dengan suara sedikit rendah.

"Wow wow santai saja bocah.. aku tidak melakukan apa apa" hardik Chanyeol cepat.

"Ya sudah … ayo hyung" Sehun segera menarik Baekhyun pergi dari hadapan chanyeol.

"Bye.. " Baekhyun menyempatkan untuk berucap pada Chanyeol. Chanyeol hanya mengangkat tangan nya kikuk dan segera mencari kai untuk duduk.

"Dari mana saja kau park? " tanya kai dengan mulut penuh makanan.

" Mengobrol dengan teman.."

Chanyeol duduk di sebelah Kai . "Maksudmu si manis tadi?" .

"Apa maksudmu si manis?". Kai menunjuk orang yang dimaksud dengan dagunya, dan benar saja yang ditunjuk kai adalah Baekhyun.

"Byun Baekhyun" jawab kai kembali menghadap Chanyeol.

"Kau mengenalnya?" tanya chanyeol penasaran.

"Yah hampir semua orang tau dia .." . Alis Chanyeol berkerut menandakan ada sesuatu yang ia tidak tau dan ia ingin tau.

"Bagaimana bisa?" .

Kai terlihat berpikir sejenak, "Park perlu kau ketahui bahwa dialah satu satunya deltagare yang menggunakan arrowsaber sebagai senjatanya….. dan dia sangat cantik jadi hampir semua orang mengenalnya" jawaban Kai membuat Chanyeol sedikit tersentak , antara si mungil satu satunya yang memegang arrowsaber dan si mungil yang diakui banyak orang cantik. Melihat wajah Chanyeol yang tidak terdefinisi Kai membuka mulutnya lagi .

" Kau bingung antara arrowsaber nya atau fakta bahwa ia cantik?" goda Kai.

"Cih.. berhenti membaca pikiran ku Kim" Chanyeol tidak lagi menghiraukan Kai.

"Santai saja park.. begini mengenai Arrowsabernya.. ada orang yang mengatakan bahwa lightsabernya lahir dalam bentuk yang tidak wajar yaitu Arrow, ada juga yang mengantakan bahwa Lightsaber yang dulu ia gunakan terkena kutukan sehingga tidak dapat dipakai lagi.. dan mengenai cantikny-" .

"Sudahlah Kai aku tidak perlu mendengarkan kelanjutannya." Potong Chanyeol cepat sambil memasukan makanan ke mulutnya.

-Skip Time-

"Alex….ingat jangan pernah menyesa-UHUK-li semua ini-"

"TIDAK EOMMA!"

"TIDAKKK!" Chanyeol bangun dengan keadaan basah keringat dan berlinang air mata.

"Mimpi sialan itu datang lagi" Chanyeol menangkup wajahnya , bergumul sesaat dengan mimpi brengseknya yang tiba tiba datang kembali. 'Aku butuh angin segar,

Langkah kaki jenjangnya membawa seorang Park Chanyeol ke taman di tengah hutnya. Angin malam menyapa kulit chanyeol, dingin dan sejuk. Chanyeol duduk di sebuah bangku batu , melamun sebentar mengenai masa kelam nya. Hingga sebuah suara lembut datang menyapa nya.

"Hei" Chanyeol berbalik , betapa terkejutnya dia. Si mungil berada di sampingnya, Byun Baekhyun.

"Oh hei juga .." dengan senyum yang dipaksakan, Chanyeol menjawab Baekhyun. Chanyeol menghadapkan wajah nya lurus kedepan lagi, seolah apa yang berada didepan nya jauh lebih menarik.

"Aku juga menyukai tempat ini.." si mungil mulai membuka suaranya sambil mengambil duduk di sebelah Chanyeol.

"tempat ini sangat cocok untuk menyendiri…" Chanyeol mulai tertarik dengan topik yang Baekhyun bahas. "Mengapa ? kau juga suka menyendiri disini setiap saat?"

"Ya.. ketika sesuatu yang buruk terjadi padaku.." Baekhyun menatap lurus kearah bulan yang bersinar terang pada malam itu. Wajah Baekhyun bagaikan bermandi cahaya bulan, itu mempesona dimata Chanyeol.

"Cantik…." Chanyeol berucap pelan namun Baekhyun masih bisa mendengarnya.

"Haha…aku tau, semua orang juga berkata seperti itu" Baekhyun menengok menghadap ke pada Chanyeol dan tersenyum amat manis.

"Kau tidak marah?" . "Mengapa aku harus marah, cantik bukan sesuatu yang buruk".

Chanyeol menatap tepat dimata Baekhyun. Entah bagaimana, sebuah getaran yang tidak pernah Chanyeol rasakan timbul saat ia menatap mata Baekhyun. Teduh,menyejukan,cantik,mempesona. Dunia seakan berhenti bagi mereka berdua.

"Baekh…"

TBC


Segini dulu ya dari Dark.. Tolong review ya ... luv dark

Inget silahkan pakai google translate buat nama nama aneh di lightsaver yaa