LIGHTSAVER

.

.

.

.

.

.

.

.


Summary

Kebangkitan harus disertai adanya pengorbaan , Pertemuan pasti ada perpisahan .

Warning!

Exo bukan milik darksoulsl, Lightsaber digunakan di cerita ini hanya untuk pendukung, cerita milik darksoulsl sendiri. CHANBAEK AREA! Yaoi . Terinspirasi sama lightsabre exo dan film ***** ****

Note dari Darksoulsl!

Hai Kalian semua para pecinta Chanbaek , Darksouls disini akan memperkenalkan kalian sama FF gaje yang Dark (Panggil aja gitu) bikin dari mimpi dark sendiri *Ciaelah. Kalian yang baca harap nyiapin google translate yaa… pake deteksi Bahasa ke Indonesia. Semoga kalian suka lah ya.

MAAF BUAT TYPO TYPO YANG MENYIKSA KALIAN YA

REVIEW YA

Semoga ff ini bisa bikin hati kalian bergetar *anjir ngomong apaan sih . Kalo ada yang mau tau insta dark..

Darksoulssl

(tuh insta dark ya )

.

.

.

"Kau tidak marah?" . "Mengapa aku harus marah, cantik bukan sesuatu yang buruk".

Chanyeol menatap tepat dimata Baekhyun. Entah bagaimana, sebuah getaran yang tidak pernah Chanyeol rasakan timbul saat ia menatap mata Baekhyun. Teduh,menyejukan,cantik,mempesona. Dunia seakan berhenti bagi mereka berdua.

"Baekh…"

.

.

.


Dentingan suara pedang beradu dengan target latihan. Keringat turun menhiasi dahi hingga leher jenjang seorang pemuda yang sedang berlatih, anak rambautnya terlihat sedikit basah. Hembusan nafas yang sedikit berantakan , dada yang kembang kempis seiring dengan nafasnya. Dada pemuda itu tampak mengkilat karena bermandi keringat, terlihat sangat seksi tanpa mengenakan atasan. Seorang pemuda bernama Chanyeol tengah berlatih tanpa menggunkan pakaian bagian atas sehingga semua orang bisa melihat dada bidang, abs, dan garis segita yang turun hingga bagian bawahnya dengan jelas.

"Hah….. hah….. hah…" Chanyeol nampak kelelahan dengan apa yang ia lakukan.

"Cukup Alex… kukira itu sudah cukup untuk mu" Seorang mentor deltagare datang dari semak semak.

"Aku tau…" Chanyeol melangkah berbalik menyambar bajunya yang tergeletak di tanah, hendak kembali ke hutnya hingga sebuah tangan berada di pundak Chanyeol.

"Kau tidak akan mengecewakanku Chanyeol"

"Ya Aku tau Suho Hyung"

At Hut

Chanyeol memasuki kamar mandi dihutnya, ia menyalakan shower untuk membasuh tubuhnya yang kotor bermandi keringat. Air dingin yang segar jatuh mengenai ujung ke kakinya. Sambal membasuh dirinya Chanyeol mengingat malam dimana ia bertemu Baekhyun di taman.

Flashback

"Baekh-" Chanyeol tiba tiba memanggil Baekhyun tanpa sebab. . "Ya?"

"Baekhyun entah kenapa kau begitu mempesona, anggap saja aku ini aneh .. tapi aku ingin bertemu dengan mu lebih sering.." CHanyeol berucap tanpa mengalihkan tatapannya dari mata indah Baekhyun.

"Ah…. Chanyeol.. " Baekhyun kedian diam tidak melanjutkan katanya.

"Mengapa ? kau keberatan? " Tanya Chanyeol dengan ekspresi yang tidak dapat menutupi kesedihannya.

"Ah…. Tidak… tidak apa apa, kau bisa mengatakan padauk ketika kau ingin bertemu" Jawaban Baekhyun membuat Chanyeol lega, sangat lega.

Flashbak end

"Aku bisa gila " Chanyeol terus memikirkan hal itu sambil membasuh sabun. Chanyeol tidak dapat berhenti tersenyum .

Chanyeol keluar dari dari bilik kamar mandi yang ia gunakan hanya dengan lilitan handuk yang melekat dipinggangnya. Tiba tiba seseorang yang lebih pendek berlari dan menabrak dada bidangnya tanpa sengaja, tangan orang itu meraih pegangan agar ia tidak jatuh terpeleset, karena memang lantai kamar mandi yang sedikit licin. Namun gagal tetap orang itu tetap jatuh .

"Eh… maafkan aku , aku tid-" orang yang menabrak itu masih menunduk dan sadar dengan apa yang ada ditangannya, handuk, ia langsung mendongkak.

Set~

Sebuah kejantanan yang ukuran nya tidak bisa dibilang kecil itu berada tepat di hadapan hingga ujungnya menyentuh ujung hidungnya.

"AAAA… MAAFKAN AKU" Baekhyun berteriak dengan reflek menutup wajahnya dan dengan tidak sengaja juga mengenai kejantanan dihadapannya.

"Ash.. Baekhyun bangunlah , tak apa ini aku Chanyeol" Chanyeol tetap berdiri tegak karena kejantanannya sedkit nyeri karena ditabrak .

"Chanyeol?!" Baekhyun langsung mendongkak lagi mendengar jawaban lawan bicaranya.

"Maafkan aku , aku sungguh tidak sengaja" Baekhyun bangkit dan menatap wajah Chanyeol sedih.

"Ashh… Tidak apa" Chanyeol menjawab dengan diiringi sedikit ringisan. Karena sejujurnya itu bukan sedikit sakit, tetapi memang benar benar sakit.

"Apakah sakit ?!" Baekhyun yang reflek langusng memegang kejantanan Chanyeol dan mengelusnya.

"Ah… jangan Baek… Aku bisa tegang " Chanyeol memperingati Baekhyun.

Baekhyun menatap kearah Chanyeol sebentar kemudian menatap kearah kejantanan raksasa di hadapannya yang sudah tegak karena antara terangsang atau sakit karena tertabrak. "Aku… Aku akan membantumu" tanpa sepertujuan Chanyeol. Baekhyun menarik Chanyeol kearah sebuah bilik dipojok ruang kamar mandi. Baekhyun dan Chanyeol masuk didalam bilik tersebut, Baekhyun mengunci bilik itu lalu berbalik menatap Chanyeol.

"Kau tidak perlu melakukan ini " Chanyeol berkata kepada Baekhyun. Baekhyun sendiri sempat ragu dengan hal tersebut, tapi hal seperti ini bukanlah hal tabu di foremost.

"Tidak , ini salahku.. aku akan bertanggung jawab"

Baekhyun mulai berlutut di hadapan Chanyeol, ia mengarahkan tangannya untuk memegang kejantanan Chanyeol. Tangan kecil nya tidak dapat menangkup sepenuhnya milik Chanyeol yang sangat besar.

"Ah.." Baekhyun menggerakan tangannya pelan untuk meremat kejantanan Chanyeol. Si mungil mendongkakan kepalanya untuk melihat ekspresi Chanyeol. Yang sedang di remat juga mendongkakan kepalanya dengan mata terpejam.

Baekhyun kembali menatap penis Chanyeol digenggaman tangannya , urat -urat mulai bermunculan

Dibatang itu, ujungnya yang merah mulai mengeluarkan pre-cum. Baekhyun juga sedikit terangsang dengan hal itu. Ia mendekatkan bibirnya pada ujung penis Chanyeol, hanya mengecupnya.

"Ah …Fuck Baekhyun" Chanyeol memegang kepala belakang Bakehyun bermaksud untuk segera memasukan penisnya kedalam mulut Baekhyun yang hangat. Baekhyun paham, ia langsung melahap penis itu dan mengemutnya seolah sedang mengemut permen.

"Yeahh… Baekhyun seperti itu, ah… mulut mu pintar "

Baekhyun juga bersemangat mendengar pujian itu. Baekhyun terus mengemut batang Chanyeol hingga terdengar suara Plop~ , pipi Baekhyun mencekung untuk menghisap penis Chanyeol kuat.

"Ah…. Fuck Baek..terus… " nada Chanyeol berubah memerintah.

Baekhyun melepas kuluman di batang Chanyeol, ia beralih kepada dua bola yang menggantung dibawah penis Chanyeol, mengemutnya sencual dan bergantian. Baekhyun menjilat dari ujung bola itu ke pucuk penis Chanyeol.

"AH!...Yes Baek" Chanyeol membalasnya dengan geraman rendah yang membuat Baekhyun panas juga mendengarnya.

"Chan… besar sekali". "sial…."

Baekhyun kembali fokus untuk menghisap batang Chanyeol, hinggap ia merasakan penis Chanyeol membesar di mulutnya. Baekhyun mempercepat kulumannya.

"Agh… sial Baekhhhh aku akan keluar" Chanyeol menggeram sangat rendah dan ikut menggerakan pinggulnya untuk mempercepat kuluman Baekhyun.

"Baekh…."

Chanyeol menyodokan penisnya sangat dalam hingga kekerongkongan Baekhyun, cairan hangat keluar seiring geraman nama Baekhyun. Cairannya keluar sangat banyak hingga luber ke sisi bibir Baekhyun. Chanyeol mencabut kejantanannya dari mulut Baekhyun. Dapat dilihat Baekhyun kewalahan menelan semua sperma Chanyeol. Sebagian cairan itu jatuh menuruni dagu Baekhyun.

"Baek-" Chanyeol tergagap melihat pemandangan dihadapannya.

Baekhyun menjilat cairan di dagunya, ia bersiap untuk menanggalkan celananya namun sebuah tangan mencekal Baekhyun untuk melakukan itu.

"Tidak.. Baek ! kau tidak perlu melakukan itu" Chanyeol menatap kearah Baekhyun dengan ketegasan dan meminta.

"Tapi-". "Tak perlu…. Kau begitu berharga untuk melakukan hal ini"

Baekhyun terpana dengan kata kata yang di sampaikan Chanyeol. Selama ini memang Baekhyun diincar oleh beberapa orang di foremost untuk menuntaskan hasrat mereka, namun Baekhyun tidak mau melakukan itu. Tetapi entah pada Chanyeol, Baekhyun mau melakukan nya.

Chanyeol membawa tangan Baekhyun kedalam genggaman tangan besarnya.

"Baek.. terima kasih"

Chanyeol kemudian mengambil handuk yang sempat tergeletak begitu saja dan segera memakainya, lalu keluar begitu saja. Baekhyun yang masih berada di dalam bilik itu sempat bertanya tanya , kenapa Chanyeol menghentikannya padahal ia tau bahwa kejantanan Chanyeol kembali tegang.

'Dia baik' senyum Baekhyun terpatri sebari keluar dari kamar mandi yang sepi itu beberapa saat kemudian.

.

.

.

.

Skip

"KIM JONG IN!" Chanyeol berlari mendobrak masuk kamar hut sahabatnya itu.

"Ada apa alex?. "Sial … kau harus tau "Chanyeol berjalan tergesa gesa duduk disamping kai.

"Baekhyun baru saja mem-blowjob penisku"

"Bagusl- APA? KAU BERCANDA?" Kai baru sadar dengan apa yang di katakan Chanyeol bangkit dari duduknya tidak percaya.

"Aku tidak berbohong" .

"Kau gila".

"Aku tidak gila"

"Kau bercanda"

"Aku tidak bercanda"

"Aku pasti sudah gila"

"…."

"Hei Park kau harus bercerita padaku dari awal" Kai kini menuntut penjelasan dari Chanyeol.

"Intinya dia menabrakku lalu dia sadar bahwa penisku tegang lalu ia men-service ku" jawab Chanyeol enteng.

"Yo … kau gila Park" Kai tidak bisa berkata apapun , jujur ia shock teman nya yang satu ini ternyata bisa sebangsat itu.

"…." Chanyeol kembali melamuni hal yang terjadi barusan. "Park..yo Park… PARK!"

"Sialan telingaku bisa tuli bodoh" Suara Kai masih berdegung di telinga seksi Chanyeol.

"Dengar…. Kau terlihat seperti orang idiot bilsa seperti itu.., kebetulan kau kesini ada yang perlu ku katakana padamu…" Raut wajah Kai berubah menjadi serius sehingga membuat Chanyeol tertegun.

"Apa?" . " Dia kembali..".

.

.

.

SKIP

Chanyeol sedang berjalan ditaman di tengah hutnya, ia tidak bisa tidur setelah perkataan Kai tadi.

"Hah~"

"Perhatian bagi Deltagare I , Phoenix samapai Dragon. Deltagare II Light sampai Wind berkumpul di hall sekarang" suara pimpinan hut terdengar mendengung diseluruh Lorong. Chanyeol Nampak memperlihatkan wajah kebingungan , tak biasanya eltagare yang sama diturunkan dalam misi lagi.

Chanyeol berjalan kearah hall yang dimaksud. Nampak semua deltagare yang berada dalam order tersebut berkumpul dan berbaris rapi. Chanyeol masuk kebarisan .

"Kalian akan kembali diturunkan dalam misi kembali di Lost Planet, namun kali ini misi berbeda, apa bila kemarin kalian bertugas menyelamat kan kaum enligt pada misi ini kalian melakukan perlawanan dari musuh yang sama , mengapa aku memilih kalian lagi? Karena deltagare yang di turunkan dalam misi ini adalah deltagare pilihan, jadi selamat untuk kalian karena kalian adalah yang terpilih.. jadi siapkan besok kalian akan berangkat"

Chanyeol terlihat sedang mencari seseorang dibarisan deltagare lainnya, order light. Chanyeol tau bahwa Baekhyun ada di order itu, tak lama setelah sekian lama mencari ia menemukan sosok si mungil itu, berdiri di barisan agak depan . Entah kenapa Chanyeol sangat mengkhawatirkan Baekhyun, seakan ada sesuatu yang tidak beres. Setelah selesai pengumpulan deltagare tersebut setiap dari mereka kembali melakukan aktivitasnya, ada yang kembali ke hut mereka , ada yang kembali latihan , dan disini Chanyeol menunggu seseorang di pinggiran pintu utama Hall.

"Baek.." Chanyeol memanggil Baekhyun setelah lama menunggu kehadiran si mungil. "ada yang ingin kusampaikan".

Chanyeol membawa Baekhyun kesebuah tempat yang jarang didatangi deltagare, sebuah tempat yang sangat indah seperti bukit kecil yang langsung terpampang danau dihadapannya. Chanyeol duduk di pinggiran , Baekhyun hanya mengikuti apa yang Chanyeol lakukan.

"Ada apa Chan?" Baekhyun pun kebingungan dengan sikap Chnayeol yang hanya diam saja sedari tadi.

"Baekhyun aku jujur kepadamu.. aku merasakan ada hal yang tidak beres dengan mu" Chanyeol menatap mata Baekhyun dalam.

"Apa maksudmu? Aku baik baik saja…" Baekhyun menjawab dengan lembut Chanyeol. Mata mereka bertemu , bertatapan sangat dalam. Chanyeol tidak bisa menghentikan dirinya untuk tidak memegang pipi Baekhyun. Baekhyun pada awalanya tersentak namun ia mencoba untuk mengusap tangan Chanyeol yang berada di pipinya. Ia tau ada yang tidak beres dengan Chanyeol.

"Aku..aku merasa kau besok tak harus ikut " Chanyeol akhirnya mengutaran apa yang mengganjal dalam pikirannya.

"Mengapa ?" tanya Baekhyun. "Entah … tapi aku merasa seperti itu, aku takut terjadi apa apa padamu".

"Chan.. ada yang ingin kusampaikan juga… sebenarnya apa hubungan kita?" Baekhyun menjauhkan tangannya dari tangan Chnayeol sambil menunduk dalam. "Mengapa kau sebegitu memperhatikan ku?"

"Aku tertarik pada mu" jawaban singkat itu menbuat hati Baekhyun berdegup menggila.

Blush…

Pipi putih Baekhyun merona merah, membuat Baekhyun Nampak lucu dimata Chanyeol. Chanyeol memeluk Baekhyun hangat, ia sandarkan kepalanya di perpotongan leher Baekhyun , chanyeol menghirup aroma manis yang keluar dari tubuh Baekhyun.

"Chan-" kata kata Baekhyun terpotong oleh pemuda jangkung didepanya.

"Jangan Baek.. biarkan seperti ini dulu…"

.

.

.

.

.

"Deltagare I dan II kita akan berangkat sekarang, siapakan barisan dan lighgtsaber kalian!"

Semua deltagare yang ditunjuk sedah dalam posisi siap dengan lightsabre ditangan mereka, sebagian Nampak tenang dan sebagian tegang. Mereka tidak tau apa yang mereka hadapi nanti. Pesawat yang mengangkut deltagare sudah berada di depan haal hut mereka, satu persatu dari mereka masuk untuk menghadapi musuh yang dimaksud. Chanyeol terus bergumul dalam pikirannya bahwa Baekhyun akan baik baik saja, karena memang Order mereka berbeda dan harus tepisah oleh sekat pintu besi. Tak berapa lama pesawat lepas landas kea rah lost planet. Setelah beberapa saat penerbangan melewati beberapa planet akhirnya mereka sampai.

"Bersiaplah dan turun!" sesuai dengan perintah pemimpin mereka, mereka turun satu persatu dengan siaga dan lightsaber di tangan mereka menyala nyala siap menghancurkan musuh mereka.

Chanyeol berserta para deltagare lainnya berpencar untuk mencari persembunyian musuh mereka, karena pada saaat mereka mendarat hanya terdapat lapangan kosong dengan sisa sisa kebakaran di sampingnya, tidak ada tanda tanda adanya musuh. Chanyeol dan Kai menuju kesisi selatan dari tempat mereka berkumpulnya.

"Park tempat ini benar benar tidak ada tanda tanda kehidupan" kata Kai setengah berbisik untuk menghindari musuh. "Ya"

Srek-

"Sial dibelakang mu Kai" Chanyeol yang memang pendengarannya sangat peka dapat mendekteksi musuh dengan cepat.

"Sial"

Kai berbalik untuk menyerang musuhnya, seorang dengan baju zirah dan menunggangi kuda berkepala 2 berwarna hitam. Kai bertarung dengan musuhnya sangat hebat karena kali ini musuh mereka sangatlah kuat. Chanyeol membantu sebisanya karena tak berepa lama muncul seorang yang sama dengan apa yang dihadapi oleh Kai.

"Argh.. keparat" kaki Kai tergores oleh lightsaber musuh , dengan sigap ia melompat kebelakang untuk menghindari lightsaber musuh.

"Argh!" Kali ini suara datang dari lawan Chanyeol, Chanyeol berhasil membunuh lawan dihadapannya, kini dia bertarung melawan yang lain, Kai masih mengumpulkan tenaga untuk bertarung lagi.

Sring-

Kedua lightsaber itu saling beradu untuk memperlihatkan siapa yang terkuat. Saat lightsaber mereka sangat dekat dan beradu sang musuh sempat membisikan sesuatu kepada Chanyeol. Chanyeol terlihat sangat marah ,ia langsung membalikan keadaan. Lawannya sudah mati bersimbah darah di bagian dada. Chanyeol tersenyum penuh kemenangan, Chanyeol yang saat ini sangat mengerikan dengan cipratan darah di bagian pipi nya. Ia menaiki kuda berkepala 2 tadi .

"Kai .." Chanyeol mengulurkan tangan nya untuk membawa Kai menunggangi kuda yang lainnya. Saat mereka menaiki kuda tersebut terdengar suara teriakan yang amat keras dari arah tempat mereka berkumpul. Dengan segera mereka mengarah ke tempat itu , asap terlihat saat tinggi dari arah tersebut. Chanyeol dan Kai memacu cepat kuda mereka.

"Apa."

Chanyeol terperana melihat situasi yang terjadi dihadapannya. Hampir seperempat dari deltagare mereka mati mengenaskan. Musuh kali ini lebih kuat. Mereka hampir kalah. Saat pikiran Chanyeol sangat kacau terdengar dari telepati mereka pimpinan mereka berteriak sangat panik.

"Kalian semua ,bagi yang masih bisa mendengarkanku cepat lah naik ke pesawat , kita mundur"

"Park.. kau dnegar itu?" Kai sangat terkejut dengan semua ini.

"Ya.. ayo cepat kembali" Chanyeol dan Kai sangat kalut untuk menyelamatkan diri mereka. Kai melihat kearah Chanyeol, matanya Nampak tidak fokus.

"KALIAN SEMUA NAIK CEPAT!" pimpinan mereka Nampak sangat panik , hingga dalam kejapat mata merea para deltagare yang masih bertahan sudah terbawa dalam peswat mereka mengarah ke foremost.

Didalam pesawat dapat dilihat banyak sekali deltagare yang mengalami luka luka dari yang ringan sampai yang sangat berat. Chanyeol menatap nanar teman temannya.

'Sekuat itukah musuh mereka tadi?'

Chanyeol menatap Kai yang juga meringis kesakitan dari tadi karena luka di kakinya kian menganga.

"Kau tak apa Kai?" tanya Chanyeol khawatir.

"Y-Ya" wajah Kai tidak dapat menyembunyikan sakit yang dirasanya.

"Kau tak apa Park?" Kai bertanya balik kepada Chanyeol." Kau tidak fokus dari tadi, aku bisa melihat dari matamu".

Deg-

"K-kai?" Chanyeol terlihat sangat panik. "Hey.. ada apa bung?"

"Baekhyun.. entah aku harus meng-" Chanyeol itdak melanjutkan kalimatnya lagi ia berdiri dan berlari menuju ruang deltagare II.

"HEY PARK" Kai berusa berdiri namun tidak bisa kakinya amat sangat sakit.

BRAK-

"BAEKHYUN?!" Chanyeol datang dengan membanting pintu sekat dan berteriak, membuta seluruh deltagare II menatap dia bingung. "DIMANA BAEKHYUN?"

Ia melihat deltagare II ini hanya diam menunduk dan sebagian menengok nengok mencari Baekhyun.

"….". "KALIA-"

"Dia tidak ada disini" Jawab pemuda berkulit putih bernama Sehun itu. "Dia … tidak ada" sehun mengakatan semua itu sambil menundukan wajahnya dalam.

"APA?!"

TBC


HAHAHAHA THX SALAM DARI JIWA TERGELAP DARI JUNE WOMAN

EH.. REVIEW YA..