LIGHTSAVER

.

.

.

.

.

.

.

.


Summary

Kebangkitan harus disertai adanya pengorbaan , Pertemuan pasti ada perpisahan .

Warning!

Exo bukan milik darksoulsl, Lightsaber digunakan di cerita ini hanya untuk pendukung, cerita milik darksoulsl sendiri. CHANBAEK AREA! Yaoi . Terinspirasi sama lightsabre exo dan film ***** ****

Note dari Darksoulsl!

Hai Kalian semua para pecinta Chanbaek , Darksouls disini akan memperkenalkan kalian sama FF gaje yang Dark (Panggil aja gitu) bikin dari mimpi dark sendiri *Ciaelah. Kalian yang baca harap nyiapin google translate yaa… pake deteksi Bahasa ke Indonesia. Semoga kalian suka lah ya.

MAAF BUAT TYPO TYPO YANG MENYIKSA KALIAN YA

REVIEW YA

Semoga ff ini bisa bikin hati kalian bergetar *anjir ngomong apaan sih . Kalo ada yang mau tau insta dark..

Darksoulssl

(tuh insta dark ya )

.

.

.

BRAK-

"BAEKHYUN?!" Chanyeol datang dengan membanting pintu sekat dan berteriak, membuta seluruh deltagare II menatap dia bingung. "DIMANA BAEKHYUN?"

Ia melihat deltagare II ini hanya diam menunduk dan sebagian menengok nengok mencari Baekhyun.

"….". "KALIA-"

"Dia tidak ada disini" Jawab pemuda berkulit putih bernama Sehun itu. "Dia … tidak ada" sehun mengakatan semua itu sambil menundukan wajahnya dalam.

"APA?!"


"Kau seharusnya bisa menjaganya!" kemarahan chanyeol sudah berada di ubun-ubun, membuat dia tidak bisa berpikir jernih. Chanyeol menarik kerah baju sehun, tangannya terangkat hendak menghantam pemuda dihadapannya. Kai datang tepat waktu ia menahan tangan Chanyeol.

"Jangan gegabah Chanyeol!"

"Sial!"

Pesawat yang membawa para deltagare saat ini telah mendarat di foremost, para medis segera berdatangan untuk membantu deltagare yang terluka parah. Keadaan sangat kacau, kekalahan di medan perang ini bukanlah sesuatu yang biasa bagi deltagare. Tak berberda dari seorang park chanyeol, ia turun dari pesawat dengan cepat, ia Nampak tidak fokus akan hal lain, yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana dengan Baekhyun?.

"Chan.. tunggu.. kau juga harus ke medis .. hoi" teriakan kai tidak ia gubris, ia ingin sendiri.

Langkah kaki chanyeol yang sangat jenjang membawa ia ke hutnya. Ia memasuki kamar miliknya dan mendudukan diri di Kasur. Chanyeol tidak seharusnya berada disana, para deltagre yang sehabis melakukan peperangan harus melakukan "pembersihan" di medical section. Pemuda tampan itu mengamati pergelangan tangannya seakan ada sebuah tanda disana, namun kenyataannya tidak.

"Baekhyun ah"

Lelah yang dirasakan chanyeol tidak membuat hambatan untuk memikirkan Baekhyun. Chanyeol mengambil baju ganti dan alat mandinya, ia berniat untuk membersihkan diri. Chanyeol berjalan menuju kamar mandi di hut nya, mata chanyeol tidak bisa fokus, ia bahkan menabraki orang-orang berjalan berlawanan arah darinya.

"Chanyeol! " suara dari seorang yang ia kenal menyadarkannya.

"Ah… suho hyung, ada apa?"

"Chanyeol nanti malam kau tetap akan melakukan tambahan latihan" suho berbicara dengan nada yang bisa dibilang cukup tegas.

"AKu tahu hyung, kekalahan ini tidak bisa di toleransi"

"Bagus"

Disebuah bilik kamar mandi , pemuda bertubuh tinggi ini mulai melucuti pakaian yang ia kenakan, menghidupkan kran air dan memposisikan dirinya di bawah deru air yang turun. Namun pikirannya masih tertuju pada pemuda mungil yang sekarang keberadaannya entah kemana.

"Sial! Sudah kukatakan kau tak perlu ikut" chanyeol melampiaskann kemarahannya dengan menghantamkan kepalan tangannya di tembok kamar mandi. Suara pukulan itu menggema diseluruh ruangan , karena memang hanya chanyeol yang berada disana.

"Sial baekhyun "

Chanyeol menyandarkan dahinya ke tembok dingin itu, ia menatap lantai kamar mandi yang ternyata juga terdapat aliran air yang bercampur dengan darah. Barulah chanyeol menyadari bahwa punggung bawahnya terluka , ada luka gores yang lumayan Panjang. Tidak sakit sama sekali, bagi chanyeol hatinya lebih sakit lagi karena baekhyunnya hilang.

"Dia tidak mungkin mati"

Entah setan apa yang memasuki pikiran chanyeol, dalam keadaaan seperti ini chanyeol mulai melakukan permainan solo sambil membayangkan Baekhyun.

"Argh…"

Tangan besar miliknya menggenggam penis besar miliknya, mulai mengocoknya pelan.

"Ah.. Baekhh…" sambil mendesahkan nama Baekhyun.

"Fuck"

Chanyeol meraih sabun mandi miliknya, menuangkan ke penis miliknya dan mulai mengocoknya brutal. Meremas testis raksasanya miliknya. Mengocoknya lagi hingga klimaknya sudah dekat.

"Ahk.. shhh"

Sperma menyembur kesar dan deras saat chanyeol klimaks. Ia masih mengocoknya pelan dengan tujuan agar spremanya keluar seluruhnya.

"Sial! Baekhyun" chanyeol menyandarkan keningnya ke tembok lagi. Matanya terpejam , tanpa ia sadari lelehan air mata jatuh di pipi chanyeol.

"Hiks.. baekh"

ooo

"Argh.." pemuda mungil ini mulai membuka matanya, kepala si mungil terasa sangat pening, pada awalnya pandangan Baekhyun sangat buram.

"Hai manis .. sudah sadar ?" suara berat membuat Baekhyun sadar sepenuhnya.

"Siapa kau?" Baekhyun mencoba menggerakan badannya, namun nihil karena tangan dan kakinya dicencang.

"ini dimana brengsek!" Baekhyun berteriak kepada orang asing itu. Si orang asing itu berjalan dan mengahadap kearah Baekhyun , orang itu meraih dagu Baekhyun.

"Wah.. mulut manis ini lenih baik digunakan untuk menghisap penis saja dari pada berkata kasar, sayang" Baekhyun mengelak.

"Kau beruntung tidak dibunuh oleh king" si pemuda itu mendekatkan mulutnya ke telinga Baekhyun untuk membisikan sesuatu. "Karena beliau tertarik padamu, beliau ingin mengclaim mu"

Baekhyun terkejut dan merasa ketakukan dalam sekejab, ia tidak mau. Si pemuda itu kemudian mengangkat Baekhyun ke sebuah Kasur yang berada diruangan itu, ranjang itu sangatlah besar, disekeliling tempat itu dilapisi oleh taburan berlian dan emas. Baru Baekhyun sadari bahwa pemilik kamar ini pastilah orang penting.

"Ah!" si pemuda itu tadi mengikat kaki tangan Baekhyun ke ujung -ujung sisi ranjang.

'Apa yang kau lakukan brengsek!" Baekhyun tidak bisa melawan kekuatan pemuda di depannya.

"Aku sedang mempersiapkan mu untuk raja, manis" seringaian tercetak di bibir pemuda yang tak ia kenal itu.

"Lepaskan aku!" Baekhyun memberontak , ia tidak bisa menahan air matanya.

Kriet

Suara pintu terbuka , Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah pintu dengan mata yang tidak berhenti mengeluarkan air mata.

"Kau bisa keluar youngjae" suara yang bisa dibilang sangat berat itu memerintah pemuda yang mengikat Baekhyun itu untuk keluar. Pemuda yang dimaksud langsung membungkuk hormat, meninggalkan Baekhyun dan si pemimpin yang dimaksud. Baekhyun menatap was was, instingnya mengatakan bahwa dia dalam bahaya, dan benar. Sebuah tangan meraih dagu si mungil, membawa bibir ranum itu dalam sebuah ciuman yang menutut, meski si mungil memberontak.

"Mmhhm… Lepaskan aku sialan!"

"Sh.. bibir ini lebih baik mendesahkan namaku keras.."

Tangan kekar milik pria ini menarik baju bagian bahu milik Baekhyun turun hingga lengan, menampilkan tulang selangka si mungil yang sangat indah. Tanpa sadar pria itu menjilat bibirnya yang mendadak kering.

"SIALAN! JANGAN SEKALI-KALI KAU- mhhh…"

Tak menghiraukan ricauan si mungil , lidah pria itu sudah mendarat di bagian itu , menjilat sensual sesekali mengecup dan menhisap, membuat tanda keunguan di kulit putih Baekhyun.

"Desahkan nama ku sayang…. Bang Yongguk"

Suara berat mendominasi orang ini membuat Baekhyun merinding dan luluh, karena itulah memang kekuatan yang dimiliki kaum dominan. Jangan salah sangka, Baekhyun belum mempunyai tanda sama sekali. Tanda itu akan muncul di pergelangan tangan, menandakan apakah ia dominan, beta, atau omega. Bulan merah adalah penentu tanda tersebut, dan sialnya itu akan terjadi besok malam.

ooo

Chanyeol berjalan berjalan kearah bagian medis, hanya berbusana celana tidak memakai atasan, pandangannya kosong, bahu nya membungkuk tanda ia benar-benar menanggung sebuah beban di pundaknya. Tetesan air terus mengucur dari rambut basahnya. Banyak pandangan tertuju pada Chanyeol, namun itu semua tidak ia hiraukan.

Langkahnya ia bawa memasuki ruangan medis itu, chanyeol duduk di salah satu tempat tidur medis, menunggu sang medis untuk mengurusnya. Chanyeol menangkup wajahnya dnegan tangan besar miliknya. Masih, pikirannya masih pada Baekhyun, ia tidak akan pernah mempercayai Baekhyun itu mati dipeperangan.

"Chanyeol"

Sebuah tangan menepuk pundak chanyeol. Chanyeol menatap tim medis yang sangat ia kenal, Yesung. Yesung tau sesuatu yang berat terjadi pada Chanyeol, karena keadaan Chanyeol sekarang mirip dengan Chanyeol saat kecil.

"Hyung.."

"Chanyeol ada apa?"

Yesung mengambil sebuah botol vitamin untuk di suntikan kepada Chanyeol. Chanyeol masih terdiam cukup lama , hingga jarum tersebut menembus kulitnya, ia masih tetap diam. Jeda waktu yang tercipta pun cukup lama.

"Hyung… aku kehilangan orang lagi"

Cukup kalimat itu yesung tau Chanyeol kehilangan orang yang sangat penting baginya, bagi yesung chanyeol itu anak yang sangat ramah, punya banyak teman. Tapi ia tau hanya segelintir orang yang dianggap special baginya.

"Boleh hyung tau siapa orang itu?"

"Byun Baekhyun "

Satu nama itu yang terucap di bibir chanyeol dan membuat seluruh pertahan chanyeol runtuh, air mata terus keluar dari ujung mata nya turun berlomba-lomba, tanpa isakan. Yesung sangat iba dengan chanyeol, karena ia tau pemuda di hadapannya ini jarang menangis.

"Aku.. aku tidak tau hyung…aku sangat tertarik padanya.. dan sekarang ia.."

Chanyeol tidak dapat menahan rasa itu, ia menunduk menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya lagi.

"Aku tidak tau harus bagaimana hyung"

ooo

"Ah… ahh…ahh…"

Terlihat seorang yang mungil diposisikan menungging dan seorang yang lebih besar sedang berada di belakang simungil, melakukan penetarasi yang hanya dinikmati oleh salah satu pihak saja. Yongguk mencengkeram pinggang Baekhyun dan terus mengeluar masukan kejantanan miliknya ke lubang si mungil. Lubang itu terlihat becek dan berlumuran cairan putih, menandakan bahwa si perkasa telah keluar berkali-kali di lubang itu.

"Ah…kumohon…."

Si mungil mendesah tertahan, memohon sesuatu ke lawannya. Yongguk hanya menatap miring pemuda mungil yang tengah ia perkosa ini.

"Apa yang kau mohon kan?"

"Ah…ahh… ku-mohon… ber-henti…"

Air mata terus keluar dari mata cantik milik Baekhyun. Baekhyun sudah tidak diikat lagi, namun semua tenaganya habis terkuras karena pergaulan ini. Tangan rampingnya tidak dapat ia gunakan untuk menopang berat badannya, kepala nya terkulai begitu saja di ranjang , salivanya keluar dari sudut bibirnya. Kulit putih miliknya telah menjadi kanvas berwarna.

"Aku…akhh…ahh.. sudah tidak….. sanggup..ahhhhh"

"Hah.. hah.. sial… aku akan keluar.."

Si pemuda perkasa dibelakangnya makin mencengkeram erat pinggang Baekhyun , menggerakan penis nya lebih cepat dan lebih brutal lagi.

"AKhhhh…"

Baekhyun mengejang , sesuatu diadalam sana semakin tertumbuk, membuat Baekhyun seketika orgasme.

"Akh…. Baekhyun…ahhh"

Dapat Baekhyun rasakan semburan cairan panas keluar dari alat kelamin di dalam lubangnya, meski tidak dapat menampung lagi. Tangan yang tadi mencengkeram pinggang itu terlepas dan langsung membuat Baekhyun ambruk seketika dan pingsan.

"ha.. sial… tidak bisakah bulan merah datang malam ini saja? Dengan begitu kau bisa langsung hamil dan terikat padaku."

Belain di pipi Baekhyun menjadi tanda peninggalan orang yang tadi menggauli Baekhyun. Namun mata mungil itu terbuka perlahan, ia menangis dengan kejadian yang ia alami saat ini. Ia tidak pingsan, hanya pura-pura pingsan. Ia merasakan seluruh tubuhnya hancur.

ooo

"chanyeol.."

Seekor hewan seperti burung besar dengan api mengelilinginya muncul dihadapan park chanyeol. Chanyeol memandang ruangan sekitarnya, putih bersih. Dimana ini?.

"Chanyeol, Ground Castle, 6104,6 sore"

"Tunggu.. apa yang kau maksudkan?"

Belum sempat hewan itu menjawab sebuah pusaran api datang menghantam chanyeol.

"HAH..HAH"

Chanyeol terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya, kicauan burung datang dari luar jendela kamarnya. Pagi sudah datang menyapa, ia melihat jam yang telah menunjukan pukul 8. Chanyeol masih dalam keadaan terduduk di ranjang miliknya. Teringat akan mimpi yang ia dapatkan, ia buru-buru untuk bersiap diri menemui suho.

"hyung.."

Chanyeol melangkah kan kaki jenjangnya keruangan milik suho. Orang bernama suho itu tengah merapikan beberapa senjata termasuk lightsaber kebasangsaan miliknya.

"Ada apa?"

"hyung aku .. mendapatkan sebuah mimpi.."

"Apa kau yakin mengatakan hal seperti itu padaku?"

"Ini tentang ground castle.. aku tau hyung pasti mengetahui sesuatu.."

Suho yang tadinya masih dalam kegiatannya memerapikan, berbalik menghadap kea rah Chanyeol. Wajahnya tak bisa diduga, alis nya menekuk tajam.

"ground castle?"

Hanya anggukan dari chanyeol yang ia dapat. Suho bangkit dan berjalan menuju rak buku miliknya, bukan sembarang buku, buku yang dapat terhubung dengan teknologi dan dunia ini. Ia membuka halaman belakang dan menunjukan kepada chanyeol.

"ground castle?"

Suho bertanya sekali lagi sambil menunjukan layer biru yang menyala terang dengan menampilkan artikel ground castle yang terkunci. Chanyeol menyentuh bagian code dan ia mencoba mengingat ingat angka yang diberikan makhluk berapi yang datang di mimpinya itu.

"6104"

Code itu berhasil, terlihat layar biru itu kini menunjukan sebuah lokasi tersembunyi yang berletak tak jauh dari lost planet. Sebuah benteng raksasa yang dikelilingi oleh aliran listrik tenaga kuat.

"Chanyeol bisa kau jelaskan dari awal?"

"Hyung, Baekhyun hilang saat para kita melakukan perang di lost planet itu.. lalu tadi malam aku mendapat sebuah mimpi, seekor burung dikelilingi api datang pada ku mengatakan Ground castle, 6104, 6 sore.. jujur aku tidak mengetahui apa pun selain itu"

"Kau tau chanyeol.. kau berhasil melacak lokasi musuh dan jam 6 sore itu adalah full red moon terjadi, dan kau taukan apa yang terjadi pada deltagare pada saat itu?"

"Mereka akan memiliki tanda mate "

Chanyeol melanjutkan kalimat suho, seketika otaknya bekerja.

"Hyung … aku punya firasat ini berhubungan dengan Baekhyun.. apa kah ia berada disana?"

"Chanyeol kita siapkan pasukan sekarang, kumpulkan deltagare yang kau anggap tangguh.. kumpulkan di hall utama"

Mereka berdua bergegas untuk melaksanakan tugas masing-masing. Chanyeol berjalan kearah hut teman teman nya, mengumpulkan mereka di hall.

ooo

Baekhyun membuka matanya perlahan, rasa sakit disekujur tubuhnya tak kunjung hilang juga. Sepercik sinar matahari masuk melalui jendela menerpa wajahnya. Ia melihat tubuhnya masih dalam keadaan seperti terakhir dia ingat, tanpa busana dan penuh bekas cumbuan berwarna keunguan. Ia mencoba untuk mendudukan dirinya, namun ia merasa sangat tidak nyaman karena lubangnya masih terus mengalirkan sperma milik bang yongguk.

"Hiks."

Si mungil tidak dapat membendung tangisnya, ia menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antara lutut. Hingga tak ia sadari seseorang masuk dan duduk di samping ranjang. Merasakan pergerakan ranjang itu Baekhyun pun tersadar, si mungil mendongkakan kepalanya dan melihat seorang pria tengah menatapnya tajam.

"Baekhyun kau akan membasuh diri Bersama ku"

Bak sihir dan perintah dalam bersamaan, Baekhyun berhenti menangis dan berdiri menyambut tangan pria yang diketahui sebagi yongguk itu. Kekuatan seorang king dominan memang berbeda, dan lagi Baekhyun masih terhitung sebagai kid karena belum memiliki tanda mate, sehingga hal seperti itu akan menjadi hipnotis baginya.

Mereka berdua memasuki tempat seperti permandian dengan emas sebagai perabotan mereka, Baekhyun masih patuh mengikuti yongguk. Si pria dewasa tengah melucuti pakaiannya dan menempatkan diri di permandian air tersebut.

"Kemari "

Baekhyun datang dan ikut bergabung dalam air, sebuah perintah lagi dan si mungil mulai membasuh dan membersihkan dirinya. Merek tidak akan melakukan hubungan saat ini, karena nanti malam adalah red moon dan yongguk menunggu akan hal itu supaya ia dapat mengikat Baekhyun. Licik memang karena malam nanti Baekhyun akan mendapat tanda matenya dan yongguklah yang mengclaim.

ooo

"deltagare pilihan! Kalian akan benar benar ditugaskan dalam peperangan yang membuat kita malu pada misi sebelumnya, sekarang kalian disini adalah yang terpilih, yang terkuat dari yang terkuat, kalian tidak boleh mengecewakan , kita akan berangakat menuju ground castle.."

Ada sekitaar 100 deltagare yang terpilih saat ini, berbaris rapi dan menunggu aba aba dari sang pemimpin. Mereka yang berada disini dipilih langsung oleh suho dan chanyeol. Untuk informasi chanyeol dinobatkan menjadi deltagare terkuat dalam 2 periode ini, jadi wewanang leader juga ada dalam diri chanyeol. Chanyeol ikut berdiri disamping suho , dengan baju zirahnya serta lightsaber yang tampak menyala nyala kuat.

"Kita akan menuju ground castle.. persiapkan diri kalian.. may the force be with you"

Seiring lightsaber yang diangkat, para pasukan masuk kedalam portal khusus yang hanya dibuka apa bila dalam keadaan terdesak saja, karena portal ini hanya dapat dihisupkan dari energi lightsaber saja. Para deltagare masuk dengan serentak mengacungkan lightsaber mereka dan mulai melakukan misi.

"Chanyeol! Segeralah.. jika memang Baekhyun ada disana.."

Chanyeol memberi anggukan kecil kepada suho tanda ia akan pergi. Suho dengan bariernya berjaga diluar portal. Chanyeol masuk kedalam portal yang menghantar mereka ke ground castle. Chanyeol bersiap , ia terlah ada di dalam ground castle. Para deltagare sudah membabat habis pasukan musuh yang bertemu mereka. Deltagare berpencar untuk mencari keberadaan sang raja. Chanyeol Bersama dengan Kai, Sehun , dan Lucas dengan tergesa kearah sayap kanan kastil itu. Lorong sangat gelap, beberapa kali mereka bertemu dengan pasukan musuh dan dapat dihabisi dengan mudahnya.

"Hyung.. sebaiknya kita juga periksa setiap pintu di Lorong ini"

Lucas masih dalam keadaan berjaga terus berada di belakang ketiga hyungnya. Chanyeol berjalan di depan mereka kai dan sehun ada di bagian kanan dan kiri. Mereka mengecek setiap pintu yang dilewati, hingga mereka melewati pinta yang lebih besar dari lainnya dam terdapat suara teriakan seseorang.

"Baekhyun?!"

Chanyeol mendobrak pintu itu untuk masuk, namun sangat sulit.

"Bantu aku!"

Mereka berempat berlomba lomba saling mendobrak pintu tersebut, hingga retakan kayu terdengar dan pintu tersebut dapat terbuka paksa. Chanyeol segera melompat masuk unutk menyelamatkan Baekhyunnya.

"Baekhyun!"

ooo

Yongguk mengungkung tubuh mungil Baekhyun di atas ranjang nya, membuat si mungil mau tak mau menutup matanya takut. Pakaian mereka sudah lepas dari tubuh mereka. Yongguk mengecupi leher si mungil.

"Malam ini kau akan menjadi milik ku.. sampaikan selamat tinggal pada mate mu kelak"

Baekhyun yang mendengar bisikan itu merasa sangat ketakutan ia berharap seseorang menolongnya, tapi terasa mustahil karena Baekhyun tau lokasi ini hampir tidak bisa dilacak.

Tangan besar milik yongguk merambati pinggul Baekhyun mencoba membalikan Baekhyun ke posisi menungging. Air mata Baekhyun kembali keluar saat benda tumpul itu kembali menerobos lubangnya masuk. Ia merasa kesakitan dan sangat kecewa pada dirinya sendiri karena tidak dapat menolak persetubuhan ini. Otaknya menolak namun tubuhnya tidak merespon.

"A…ahhh"

Benda itu masuk sepenuhnya di lubang Baekhyun , ia tidak dapat menahan desahan itu. Pukul menunjukan angka 5.30 artinya 30 menit lagi red moon akan terjadi, dan Baekhyun akan mendapat tandanya. Bila seorang mendapat tanda dan pada saat itu juga ada sperma masuk ke lubangnya maka presentasi kehamilan adalah 100 persen. Dan disinilah Baekhyun yang 30 menit lagi ia mendapat tandanya dan sudah ada sebuah penis yang siap menhamilinya.

"ah..ah..ah"

Baekhyun terus mendesah saat penis besar itu terus keluar masuk dan menggesek dinding lubangnya. Baekhyun merasa prostatnya terus ditumbuk kasar oleh yongguk.

"Ouhhh… kau masih saja sempit"

Baekhyun tidak merasa senang karena pujian tersebut, ia menganggapnya sebagai ucapan kematian. Baekhyun tidak bisa berpikir lagi, penis it uterus menghujam kasar mengejar orgasme. Baekhyun tidak dapat menahan gerakan tersebut. Ia meraih tangan yongguk yang mencengkeram pinggulnya.

"Kumohonnn… pelannn…ahhh"

"Sialan.. kau harus hamil .."

Tiba tiba terdengar suara dobrakan di pintu mereka, Baekhyun tersadar dari lena duniawi. Otak nya mengatakan untuk meminta tolong.

Brak-

"Chanyeol!?"

TBC


HAHAHAH UDAH DULU YA

REVIEW LO

REVIEW

REVIEW

SALAM DARI JIWA TERGELAP JUNE WOMAN

THE DEVIL GEMINI

EH GW CERITA SEDIKIT YA.. GW TU SUKA RASA GIMANA GITU KALO MANGGIP CY TU PAPI SOALNYA GW MANGGIL ORTU GW JUGA PAPI MAMI GW PANGGIL DADDY AJA LAH BIAR BEDA LOL..