Monochrome by Path of Heaven

T rated

ChangKyu

Mystery, Adventure, Romance, Action

Typo(s), etc.

.

.

Changmin berdiri di luar ruang TKP pembunuhan seorang Direktur bermarga Lee yang terjadi kemarin dengan wajah mengantuk. Ini sudah sangat malam dan Kyuhyun masih saja sibuk menanyai penyelidik tentang berbagai hal yang membuat Changmin bosan dan makin mengantuk sehingga pemuda itu memutuskan untuk keluar ruangan saja.

Ia menguap lebar dan mengusap wajahnya kasar. Ngantuk –sangat mengantuk. Tak berapa lama sang penyidik keluar tanpa Kyuhyun –sepertinya pemuda manis itu masih memiliki beberapa urusan dalam ruangan itu.

"Sudah selesai? Bisa kita tangkap pelakunya besok saja? Aku sudah mengantuk," ujar Changmin sambil mendekati Kyuhyun yang tampak menyipitkan matanya dan memperhatikan serius ujung lemari di ruangan tersebut.

"Minnie..." panggil Kyuhyun.

"Jangan panggil aku begitu, menggelikan," sahut Changmin acuh.

"Changmin..." panggil ulang Kyuhyun.

"Apa?" jawab Changmin dengan benar menatap bingung Kyuhyun yang sama sekali tak bergerak dalam posisinya.

"Gendong aku," lanjut Kyuhyun dengan nada memerintah.

"H-huhhh?!"

Kyuhyun tersentak mendengar seruan Changmin dan buru-buru berbalik menatap Changmin, "Ma-maksudku angkat aku di bahumu! Ja-jangan berpikir yang macam-macam dulu!"

"O-ohh..."

Changmin pun mendekati Kyuhyun dan berjongkok –memberikan bahunya pada Kyuhyun. Kyuhyun dengan canggung mulai mendudukkan dirinya di atas bahu Changmin dan memeluk erat kepala Changmin. Ia tak begitu suka di gendong Changmin sebenarnya. Terlalu tinggi.

Perlahan Changmin bangkit berdiri –amat pelan sambil terus menyeimbangkan Kyuhyun di bahunya. Salah-salah Kyuhyun bisa terjatuh dan kepalanya memebentur sesuatu. Setelah berhasil berdiri sempurna Changmin pun berjalan mendekati lemari berbentuk 'U' tepat di belakang kursi sang Direktur biasa duduki.

Kyuhyun pun mulai memeriksa segala sesuatu di sana –tak memperdulikan Changmin yang tampaknya mulai keberatan, "Kyu –pundakku pegal," keluh Changmin.

"Berisik! Kau ingin cepat pulang 'kan?" sahut Kyuhyun ketus karena Changmin memecah konsentrasinya.

"Eh –jadi, pelakunya ditangkap besok pagi saja? Syukurlah, aku mengantuk sekali," komentar Changmin.

"Iya, iya! Makanya jangan banyak bergerak," protes Kyuhyun kali ini.

Hening pun mulai merambat diantara mereka hingga pekikan senang keluar dari bibir ranum Kyuhyun, "Dapat!"

"Eh? Apa?" tanya Changmin penasaran dibawahnya.

"Changmin, kamera!" perintah Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Changmin lebih dahulu.

Changmin sendiri tak akan protes dan mengikuti permintaan Kyuhyun saja. Toh, nanti di rumah ia juga akan mendapat penjelasan dari Kyuhyun, kok.

"Oke, turunkan aku, kita pulang sekarang," ujar Kyuhyun senang.

Changmin menurutinya –menurunkan Kyuhyun dari bahunya dan memijat bahu itu pelan.

"Maaf, aku berat ya?" tanya Kyuhyun khawatir.

"Yah, tak masalah. Tapi kalau boleh jujur –aku akan lebih senang jika tak perlu menggendongmu lagi," sahut Changmin asal.

"Aku tidak gemuk!" protes Kyuhyun memajukan bibirnya kesal.

"Apa sih? Tidak perlu berteriak –seperti anak kecil saja. Katanya kau lebih tua dariku," sahut Changmin seraya berjalan duluan meninggalkan Kyuhyun.

"Bodoh!" ejek Kyuhyun menyusul langkah Changmin.

"Jadi, besok aku harus menggumpulkan orang-orang yang terlibat kasus ini, 'kan?" ucap Changmin saat Kyuhyun dapat menyusul langkahnya.

"Ya, seperti biasa," sahut Kyuhyun tersenyum manis penuh kemenangan.

"Oke, aku tunggu penjelasan menarik mu besok,"

0o0o0o0o0o0

Dan seperti yang sudah dijanjikan Changmin pada Kyuhyun –pagi ini semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan Direktur Lee itu berkumpul di ruang TKP. Kyuhyun sendiri tengah berdiri bersandar pada lemari berbentuk 'U' dalam ruangan itu sambil sesekali menguap mengantuk. Ia memang bukan 'morning person' ini semua juga gara-gara Changmin membangunkannya tertalu pagi tadi. Tampaknya pemuda jangkung itu tak sabar mendapatkan jawabannya.

"Jadi... apa Anda sudah menemuka trik yang pembunuh gunakan, Cho-ssi?" salah satu inspektur yang menangani kasus tersebut.

"Tentu saja. Dan langsung to the point saja –pelakunya Anda, 'kan? Park-ssi?" ucap Kyuhyun tenang sambil menatap pemuda staff kebersihan bernama Park lurus-lurus.

Pemuda itu tersentak –tak berani memandang lurus ke arah Kyuhyun membuat Changmin di belakang Kyuhyun tersenyum lebar.

"A-apa maksud, Tuan?" ucap pemuda itu tergagap –bola matanya mengarah ke kanan tak menatap mata Kyuhyun.

"Kau tahu? Aku sedikit tak percaya jika kaulah yang membunuh Direktur Lee. kau orang yang jujur," ucap Changmin membuka suara.

Pemuda itu hanya diam tak membalas ucapan Changmin.

"Matamu bahkan tak kau coba untuk tegar berbohong," lanjut Changmin tertawa kecil agak miris. Motif yang dalam –pasti.

"Tu-tuan tak memiliki bukti apapun yang murujuk pada saya sebagai pelaku pembunuhan Direktur. Lagipula –bukankah ruangan ini tertutup? Saya bukan Hantu yang bisa menembus dinding setelah membunuh Direktur!" seru pemuda itu yang membuatnya makin mencurigakan.

"Setelah kubeberkan trikmu, bagaimana jika kau mengakui perbuatanmu?" ucap Kyuhyun dengan nada rendah.

"Changmin!" komando Kyuhyun.

"Oke!" sahut pemuda itu dan mengeluarkan lembaran-lembaran foto dari saku jaket yang dikenakannya.

"Ini –kalian bisa lihat, bukan? Ada serat-serat benang di sela-sela engsel lemari ini, bukan?" ucap Kyuhyun menunjukkan foto tersebut kepada sang inspektur.

"Hng... ya, kau benar. Sepertinya kami melewatkan bagian ini," sahut inspektur itu menyipitan matanya berusaha melihat lebih jelas pada foto itu.

"Lemari ini –sangat tinggi, hampir menjangkau langit-langit ruangan. Selain itu, lemari ini terbuat dari kayu jati, tak heran banyak engsel yang terpasang untuk menahan pintu lemari ini agar tak jatuh," ucap Kyuhyun berbalik dan memberikan lagi foto itu pada Changmin.

"Dari pengamatanku –Direktur tampaknya menyukai barang-barang unik," lanjut Kyuhyun menatap lemari berbentuk 'U' tersebut.

"Ah! Anda benar. Lemari itu pun beliau beli karena menurut beliau lemari barang tanpa kaca itu unik," seru salah seorang karyawan mendukung teori Kyuhyun.

"Dan lagi... beliau juga memiliki suatu pola keseharian yang tak pernah berubah, bukan?" ujar Kyuhyun tersenyum senang.

"Hng... maksud Anda –kebiasaan Beliau meminum kopi tiap malam dan menyetel musik keras-keras, begitu?" tanya seorang karyawan dengan suara pelan.

"Tepat! Mari saya jelaskan... proses pembunuhan ruang tertutup ini. –pertama, sang pelaku mencampurkan obat tidur dalam bubuk kopi beliau dan berharap beliau tak akan menyadarinya dan meminum kopi tersebut. Setelahnya –pelaku menggantungkan pisau dengan seutas tali yang dibentangkan di kedua engsel lemari dan membuat pisau itu menggantung lemah tepat di atas sekitar leher beliau," ucap Kyuhyun sambil menunjuk lemari tersebut dan mendemonstrasikannya dengan beberapa gerakan.

"Tunggu, Cho-ssi!" seru sang inspekur.

"Ya?" sahut Kyuhyun berbalik menghadap sang inspektur.

"Itu terlalu ganjal. Apa Direktur Lee tak menyadari sebuah pisau tengah menggantung di atasnya?" tanya inspektur itu.

Kyuhyun tersenyum, "Apa Anda selalu mengecek tempat tidur Anda apakan ada jarum di sana sebelum Anda tidur?"

"Err- tidak sih," ucap Inspektur itu menggaruk tengkuknya.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun lagi.

"Yah –istriku pasti sudah membersihkannya setiap kali sebelum aku akan tidur. Itu sudah kebiasaan di rumah kami," sahut sang Inspektur.

"Begitu juga dengan Direktur Lee. beliau berpikir ruangan ini 'sama seperti seharusnya' di hari-hari sebelumnya dan tak memperhatikan detail yang lain selain juga karena beliau orang yang mudah mengantuk," ucap Kyuhyun melipat tangannya di depan dadanya.

"Benar, beliau memang mudah tertidur jika sudah malam. Makanya beliau menyetel musik keras-keras dan meminum kopi agar tak tertidur," dukung salah seorang karyawan.

"Lalu, apa pelaku mengikat kendur benangnya agar pisau itu jatuh menimpa Direktur?" tanya salah seorang yang lain tak sabar.

"Tidak. Pelaku tak bisa menentukan waktu kapan beliau akan duduk dan kapan pisau akan jatuh, bukan? Selain itu energi yang dimiliki pisau yang jatuh itu tak begitu besar untuk menghujam tubuh Direktur Lee dan membuatnya memiliki luka yang cukup dalam dan menyebabkan kematian karena pendarahan tanpa henti," jawab Kyuhyun dan berjalan menuju kursi tempat sang direktur duduk biasanya.

"Beliau yang telah meminum kopi –akan duduk di kursi ini setelah menyetel musik menggunakan remote. Musik terus berbunyi keras sementara Direktur semakin mengantuk dan akhirnya jatuh tertidur akibat pengaruh dari obat tidur yang tercampur dalam kopi," jelas Kyuhyun membuat dirinya seolah tertidur di kursi itu.

Changmin yang berdiri tak jauh darinya tersenyum dan melanjutkan, "Getaran resonansi, 'kan?"

Kyuhyun tetap dalam posisinya dan tersenyum seolah memberi kode pada Changmin untuk melanjutkan penjelasannya.

"Apa... itu?" tanya Inspektur sementara pemuda Park sendiri mulai pucat pasi.

"Ketika suatu zat bereaksi merespon getaran gelombang yang lebih besar –fenomena tersebut menghasilkan getaran yang berujung pada gerakan benda. Kalau tidak salah... di sekitar tubuh korban terdapat pecahan kaca, bukan?" ucap Changmin menatap Inspektur.

"Ahh! Benar! Ahli forensik mengatakan kalau pecahan kaca tersebut berasal dari vas yang mungkin saja awalnya terpajang di lemari barang antik itu," jelas sang Inspektur.

"Ya, dan Anda mengabaikannya karena berpikir jika pecahan kaca tak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan ini karena luka yang diakibatkan benda tumpul tak ditemukan di tubuh korban," lanjut Changmin cuek sementara wajah sang Inspektur sendiri sudah memerah malu merasa terhina.

"Kejadian yang sebenarnya begini," ucap Changmin mendekati tubuh Kyuhyun –mengikat seutas benang dengan kertas yang menggantung tepat di atas tubuh Kyuhyun. Changmin kemudian meletakkan sebuah botol minuman kosong di lemari tersebut.

"Korban, tanpa tahu apapun mulai menyalakan musik keras-keras dan tertidur. Seiring berjalannya waktu-" ucap Changmin terpotong saat ia menyetel musik keras-keras.

"Vas yang diletakkan lebih kepinggir ini pun bergerak," ucap Changmin melanjutkan.

Tak berapa lama botol itu terlihat oleng dan akhirnya jatuh menumbuk kertas yang dibuat runcing itu dan jatuh kelantai dengan keras. Kertas tersebut pun dengan sukses menumbuk sekitar bahu Kyuhyun. Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum kearah Changmin.

"Demonstrasi yang bagus," pujinya dan bangkit berdiri.

"Jadi... hanya dengan musik?" ucap Inspektur itu tak percaya.

"Ya, hanya waktu yang dibutuhkan sang pelaku dan BANG! Pisau jatuh dan pembunuhan pun berakhir sukses. Yang selanjutnya perlu dilakukan pelaku hanyalah datang sebagai orang pertama yang menemukan tubuh korban dan mengambil benang yang ia ikatkan pada pisau agar polisi tak menemukan jejak ganjal," ucap Kyuhyun mengakhiri penjelasannya.

"Bawa pelaku untuk di sidang!" perintah sang Inspektur begitu mendengar seluruh penjelasan Kyuhyun.

"Tunggu!" seru Kyuhyun menahan.

"Ada apa?" sahut sang Inspektur.

"Aku ingin bertanya pada Park-ssi," jawab Kyuhyun yang hanay dijawab anggukan singkan sang Inspektur.

"Kenapa... Anda membunuh atasan sebaik Direktur Lee?" tanya Kyuhyun menatap lurus Park.

"Huh! Baik katamu? Jangan bercanda! Dia itu pembunuh! Dia mengkhianati ayahku –menyengsarakan keluargaku dan membuat keluargaku bunuh diri satu persatu! Itu yang kau sebut baik? Jadi itu definisi baik untukmu, huh?!" sahut Park emosi dan hampir menerjang Kyuhyun jika saja tangannya tak segera di kunci oleh Changmin.

"Dia... dia membawa lari uang modal yang seharusnya menjadi modal awal perusahaan mereka berdua. Ia –menghilang bersama uang ayah dan –dan... meraih kesuksesannya sendiri. Orang busuk macam dia... LEBIH BAIK MATI DAN TIADA SAJA!"seru Park dan jatuh menangis tersedu sebelum dirinya di seret oleh para polisi.

Kyuhyun sendiri hanya terbengong di tempatnya saat semua orang satu persatu mulai meninggalkan ruangan.

"Changmin..." panggilnya lemah.

"Hng?" sahut Changmin berjalan mendekai Kyuhyun.

"Ternyata... dalam dunia ini memang hanya ada warna abu-abu, ya?" lanjut pemuda itu lemah.

"Abu-abu hanyalah sebuah proses, bodoh. Si abu-abu yang berusaha menjadi putih dan si abu-abu yang berusaha menjadi hitam. Pada akhirnya –dunia ini hanya terisi warna hitam dan putih," ujarnya dan membawa Kyuhyun dalam pelukannya –membekap pemuda itu hangat.

"Sampai kapan... dunia mengalami proses abu-abu ini?" lirih Kyuhyun tanpa jawaban dari Changmin yang hanya mempererat pelukannya pada Kyuhyun.

"Ayo... pulang," ucap changmin menuntun Kyuhyun bersamanya.

'Setidaknya... aku punya tangan yang bisa kugenggam saat aku membutuhkan pegangan,' batin Kyuhyun senang dan semakin erat menggenggam tangan Changmin.

0o0o0o0o0o0

Dalam apartemen yang disewa Kyuhyun juga Changmin –dua detective itu tengah merebahkan tubuh mereka diatas lantai tak beralaskan permadani apapun. Mencoba mencari kesejukan diatas lantai dingin tersebut.

"Ahh~ panas~" keluh Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya berusaha membuat angin untuk dirinya sendiri.

"Berisik! Kau membuat udara makin panas," sahut Changmin senewen.

Ting Tong! Ting Tong! –seseorang memencet bel apartemen mereka dari luar.

Tanpa banyak bicara Changmin segera bangkit dan menghampiri pintu depan dan membukanya lebar, "Siapa?"

"Paket kiriman," sahut orang tersebut menyodorkan sebuah kotak besar pada Changmin.

"Terima kasih," ucap Changmin dan bermaksud kembali masuk saat pengirim pos kembali memanggilnya, "Ah, ada surat juga untuk tuan Cho Kyuhyun," ucap pengirim pos tersebut.

Changmin tanpa banyak bicara menyambar surat tersebut dan membanting pintu apartemennya dan Kyuhyun menutup.

"Paket?" tanya Kyuhyun menatap penasaran.

"Ya, dan surat untukmu," ucap Changmin melemparkan surat tersebut kearah Kyuhyun dan mulai membuka isi paket tersebut.

"Wow! Semangka!" ucap Changmin senang dan segera merendam semangka itu ke dalam air di kamar mandi apartemen mereka.

"Changmin! Changmin!" seru Kyuhyun heboh tak lama kemudian dari arah kamar membuat Changmin dengan setengah hati menghampiri partnernya itu.

"Apa?" tanya Changmin tanpa minat.

"Ki-kita diundang dalam penobatan ketua kepolisian yang baru! Bukankah ini hebat?!" seru Kyuhyun heboh mengangkat-angkat surat itu senang.

"Ya, ya," sahut Changmin tak perduli dan bermaksud kembali ke dalam kamar mandi untuk mengambil semangkanya yang mungkin sudah mendingin dan bermaksud akan memotongnya. Ya, tepat sebelum Kyuhyun tiba-tiba memakaikan topi di kepalanya dan menyeretnya keluar apartemen tersebut.

"Kau bicara apa? Ayo cari pakaian yang pantas!" seru Kyuhyun semangat dan membawa Changmin bersamanya tak memperdulikan penampilan Changmin yang hanya mengenakan kaus oblong putih dan celana jeans selutut.

"Tidak, tunggu! Semangka ku! Semangka kuuuu!"

0o0o0o0o0o0

Kepala Changmin sesekali terkantuk dan membuat pemuda itu kembali mendapatkan kesadar penuhnya. Kali ini, ia sedang berdiri dalam barisan tamu undangan khusus dalam acara penobatan jabatan penting dalam kepolisisan yang menurutnya membosankan tersebut. Di sebelahnya berdiri Kyuhyun yang sejak tadi tampak bersemangat. Mungkin anak itu teringat ayahnya, pikir Changmin sederhana.

Diusapnya kasar matanya berusaha mengusir kantuk yang menyerangnya dan ternyata menarik perhatian Kyuhyun.

"Kau bosan, ya?" tanya Kyuhyun berbisik.

"Yah, menurutmu saja," sahut Changmin acuh.

"Huh! Ditanya baik-baik juga!" protes Kyuhyun memajukan bibirnya merajuk dan langsung mendapat sentilan di dahi dari Changmin.

"Ouch!"

"Pasang wajah yang benar, sepertinya sudah mau acara puncak," ucap Changmin seraya memejamkan matanya menikmati udara yang berhembus menerpa wajahnya membawa angin lembab. Tampaknya akan turun hujan.

Acara yang mengambil tema outdoor ini berlangsung khidmat dan sampailah mereka pada acara puncak dimana sang kepala kepolisian yang baru akan memberikan pidatonya dan acara akan selesai. Changmin berdiri sambil melipat kedua tanganya dengan gestur tak sopan. Namun, diabaikannya saja tatapan menusuk orang-orang di sekitarnya. Ini hidupnya –ini gaya nya –dia... ya memang begitu adanya.

Sang kepala kepolisian yang baru mencapai mimbarnya dan mulai membuka mulutnya untuk memberikan sambutan, "Selamat siang, para hadirin sekalian. Terima kasih telah menyempatkan diri Anda sekalin untuk menghadiri acara penobatan kepala kepolisian yang ba-" DOR! DOR!

Suara tembakan menggema di telinga tiap hadirin.

Tubuh sang kepala kepolisian yang baru terjatuh kehilangan nyawanya.

Changmin yang sedari tadi mengantuk membuka matanya lebar dan segera menyusul Kyuhyun yang langsung berlari menuju kepala kepolisian yang baru tersebut dengan panik dan refleks. Changmin dengan tubuh dibungkukkan melepaskan long coat yang dikenakannya dan memakaikannya pada Kyuhyun. Panik menguasai dirinya saat melihat Kyuhyun melesat tanpa pertahanan tadi.

"Ayo menjauh, Kyuhyun!" seru Changmin berusaha menarik Kyuhyun yang terdiam terpaku menatap orang tua dihadapannya.

"Kyuhyun!" seru Changmin lagi.

Kyuhyun tersentak dan matanya menatap ke arah gedung-gedung di sekitar lokasi acara outdoor tersebut, "Disana! Changmin gedung itu!" seru Kyuhyun saat melihat salah satu jendela gedung di sekitar mereka terbuka dan tampak moncong senapan.

Changmin mendecih sebal dan membenarkan posisi long coat yang ia kenakan pada Kyuhyun, "Biar aku saja. Kau carilah tempat aman. Mengerti?"

Changmin pun segera bangkit dan berlari mengkomando pasukan khusus yang ada di sana, "Semua! Kepung gedung W segera! Jangan biarkan siapapun keluar ataupun masuk!"

Pasukan itu menjawab tegas dan berlari mendahului Changmin. Changmin sendiri tetap berlari dengan kecepatan penuh sebisanya. Napasnya mulai tak teratur namun ia berusaha mengumpulkan akal sehatnya dan memaksa otaknya untuk berpikir.

Langkahnya berhentik tiba-tiba, tubuhnya tersentak dan wajahnya memucat, "Kalian, kepung gedung Q sekarang juga! Bagi dalam dua tim! SEGERA!" seru Changmin kalut dan berbalik berlari menuju gedung Q

'Bodoh! Bodoh! BODOH! Seharunya aku lebih tenang dan berpikir lebih jernih! Sudut yang digunakan sang sniper bukan berasal dari gedung W melainkan gedung Q! Kyuhyun... jangan bertindak gegabah... kumohon...' batin Changmin dalam hati dan menyiapkan revolver yang selalu dibawanya kemanapun.

Kyuhyun sendiri nampaknya juga menyadari apa yang baru di sadari Changmin. Dirinya sontak memandang lurus kearah gedung Q dan mendapati jendela terbuka bersama dengan moncong senapa juga di gedung tersebut.

'Sial! Jadi gedung W itu hanya jebakan?' batin Kyuhyun kesal dan berlari sebisanya menuju gedung Q.

Diabaikannya long coat Changmin yang terjatuh dari bahunya dan berlari secepat yang ia bisa menuju gedung Q tanpa ingat untuk tak bertindak gegabah. Napasnya terengah dan tak teratur namun ia tetap memaksakan dirinya. Hasratnya untuk menangkap sang pelaku penembakan begitu besar hingga melupakan keberadaan Changmin yang selalu ada untuknya. Untuk menjadi pedang baginya.

0o0o0o0o0o0

Kyuhyun berlari menaiki tangga dengan napas terengah berusaha menggapai lantai dimana sang sniper berada. Langkahnya mulai melambat saat dirinya akhirnya berhasil mencapai ruangan yang digunakan sang sniper. Ia coba mengatur napasnya sebentar sebelum memutar knop pintu ruangan tersebut.

Brak! –pintu terbanting terbuka.

"Kau tertangkap basah! Angkat tanganmu!" seru Kyuhyun namun tak ada jawaban. Tak ada seorang pun di sana. Kyuhyun menghela napasnya lega. Setidaknya ia tak perlu berlawanan one on one dengan sang sniper. Tanpa kecuriagaan dan pertahanan berarti, Kyuhyun mendekati jendela dan memastikan sudut tembak dari gedung ini.

Crak!

Mendengar sebuah bunyi dari belakangnya Kyuhyun sontak menoleh dan mendapati sang sniper tengah menodongkan moncong revolver tepat di dahinya, "Annyeong, Tuan detektif Cho?"

0o0o0o0o0o0

Changmin berpacu dengan waktu –dalam hati terus berdoa agar Kyuhyun tak menyadari sudut tembakan itu dan tak berlari berusaha menangkap basah sang sniper tadi. Hatinya resah dan tubuhnya bergetar kecil tanpa sadar.

'Kyuhyun!' teriaknya dalam hati.

0o0o0o0o0o0

"Mau... bermain dengan ku sebentar?" ucap sang sniper itu lagi yang tak disangka masih muda dari penampilannya.

"Siapa... kau?" tanya Kyuhyun perlahan.

"Aku? Aku... hanya anak dari salah seorang kriminal yang telah ayahmu penjarakan. Mau coba tebak?" ucap anak itu riang dengan mata mengancam.

Kyuhyun menelan ludahnya susah payah. Menyadari kebodohannya untuk tak menghubungi Changmin terlebih dahulu dan bukannya berlari menuju gedung ini sendirian.

"Hyung bisa tebak namaku tidak?" ucap anak itu lagi deraya mekin mendekatkan moncong revolver itu pada dahi Kyuhyun.

'Ch-changmin... tolong!'

0o0o0o0o0o0

Napasnya hampir saja habis saat akhirnya ia bisa mencapai ruangan dimana sniper dan juga Kyuhyun -mungkin- saja berada. Dengan tubuh melekat di dinding –Changmin mulai beringsut mendekati pintu yang terjeblak terbuka tersebut. Disiapkannya revolver di tangannya dan mulai mengatur napasnya.

'Tenang Changmin, lakukan seperti biasanya!'

0o0o0o0o0o0

Merasa ada yang tak beres dengan keadaan di luar ruangan tersebut, sang anak tersenyum kecil dan perlahan berubah jadi tawa.

"Aku senang bisa membunuhmu dengan tanganku. RASAKAN DENDAMKU, CHO!"

0o0o0o0o0o0

Mata Changmin membulat saat mendengar teriakan sang sniper –pikirannya kalut –ia tak ingin Kyuhyun terbunuh! Refleks dirinya berbalik dan segera menerjang ke dalam ruangan dengan tangan mengacungkan revolvernya dan-

Dor! –satu tembakan dilepaskan.

Bukan... bukan oleh Changmin tapi oleh anak itu.

Bukan... bukan ke arah Kyuhyun tapi ke arah... Changmin...

Bruk! –tubuh Changmin terjatuh membentur lantai. Tawa sniper itu menggila. Berbahagia diatas shock yang menerpa Kyuhyun.

Kyuhyun terpaku di tempatnya tidak percaya. Bibirnya bergetar hebat. Tubuhnya kaku tak mampu bergerak menatap tubuh Changmin yang tergeletak begitu saja di sana.

"Chang... min...?"

.

.

TBC

.

.

Oke~ Ini dia Chap duanya dari Tendou-senpai!

Nah, sekarang Gaku akan adakan vote:

Menurut kalian, siapa sebaiknya nama anak ini?

Kalian boleh membuat nama sendiri atau dari aktor/ penyanyi kesukaan kalian juga boleh.

Format jawabannya harus...

Non-OC

Nama (Aktor/penyanyi yang kamu inginkan untuk memegang tokoh anak itu):

Alasan memilih orang tersebut:

OC

Nama OC:

Ciri fisik: